Sambangi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Wabup Gresik Asluchul Alif Baca Gresik Tangguh, Sinergi Lawan Covid-19

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif giliran nyambangi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik. Dokter Alif, sapaan karibnya, ingin memastikan pelayanan publik di bidang perpustakaan dan kearsipan berjalan optimal.

Dalam kunjungan itu, perpustakaan yang berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik juga ada kunjungan siswa sekolah dasar. Wabup dr. Alif meninjau sejumlah fasilitas, di antaranya, Pojok Baca Digital, ruang multimedia Aquarium Digital (AQUDIG), Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA), serta area baca. Ia mengapresiasi kondisi sarana dan prasarana di Dinas Perpustakaan yang dinilai baik dan lengkap.

“Alhamdulillah, Dinas Perpustakaan memiliki aura yang sangat positif. Sekarang tinggal bagaimana kita meningkatkan dan memanfaatkannya lebih baik ke depan,” ujarnya.

Wabup juga berbagi pengalaman pribadinya tentang pentingnya membaca. Menurutnya, membaca bukan sekadar hobi, tetapi juga menjadi sarana memperoleh wawasan yang lebih luas dalam berbagai aspek kehidupan. 

Ia menambahkan, membaca juga dapat menjadi referensi untuk mengetahui sesuatu hal yang sudah terjadi, yang sedang terjadi, bahkan yang akan terjadi. “Buku bisa menjadi elemen penting, baik dalam menjalani kehidupan maupun dalam tata kelola pemerintahan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Wabup dr. Alif mengajak seluruh jajaran Dinas Perpustakaan untuk terus membangun kebersamaan dan kekompakan guna meningkatkan inovasi dan profesionalisme dalam pelayanan kepada masyarakat. “Patut saya apresiasi, masuk pertama kali disini saya melihat adanya semangat kebersamaan, program dan inovasi dari Dinas Perpustakaan,” tandasnya.

Dalam kunjungannya, Wabup dokter  Alif menyempatkan membaca sejumlah buku bacaan. Antara lain, Gresik Tangguh, Sinergi Lawan Covid-19. Buku itu diterbitkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik Budi Rahardjo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Bupati. “Terima kasih atas kunjungan dan motivasi yang diberikan. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan, pengembangan, serta pembinaan perpustakaan dan arsip di Kabupaten Gresik,” katanya. (yad)

Sambangi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Wabup Gresik Asluchul Alif Baca Gresik Tangguh, Sinergi Lawan Covid-19 Selengkapnya

Dorong Minat Baca, DPK Digitalisasi Buku Muatan Lokal Gresik 

GRESIK,1minute.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik terus berbenah. Organisasi perangkat daerah berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik itu menggagas digitalisasi buku untuk mengikuti perkembangan zaman. Mengerek minat baca warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Untuk merealisasi rencana besar itu, DPK Gresik mengundang sejumlah penulis dan penerbit buku bermuatan lokal Gresik untuk melakukan diskusi. Ini dilakukan untuk mempersiapkan anggaran pada 2025 mendatang.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik Budi Raharjo, berencana melakukan akuisisi buku-buku tentang Gresik untuk dilakukan digitalisasi. Makanya pihaknya perlu melakukan diskusi dengan penerbit dan penulis yang ada di Gresik. “Pesatnya perkembangan gadget harus kami ikuti agar buku tetap menjadi pilihan utama,” ujarnya.

Dalam diskusi kali ini, pihaknya ingin menyatukan visi dengan penerbit dan penulis Gresik. Tujuannya agar karya-karya yang dihasilkan tentang Gresik tetap menjadi bacaan masyarakat. “Tujuan utama kami tetap buku-buku muatan lokal tentang Gresik. Dengan adanya digitalisasi diharapkan bisa menjadi bacaan masyarakat,” terang dia.

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan pertemuan lanjutan terkait mekanisme akuisisi untuk dijadikan digitalisasi. Ini terkait penganggaran pada APBD 2025. “Nanti pada Februari 2024 sudah mulai musrenbang untuk 2025. Kami ingin tahu dulu mekanismenya seperti apa untuk kami usulkan nanti,” ujar mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik itu. 

Sementara itu, Kris Adji AW dari Penerbit Yayasan Mata Seger mengaku sangat mengapresiasi apa yang direncanakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ¡Perpusda. Ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para penulis buku tentang Gresik.

“Bagi kami buat apa menulis kalau tidak dibaca. Makanya kami sangat senang dengan adanya digitalisasi buku ini,” kata dia.

Ia menambahkan, terkait prosesnya nanti perlu ada pembicaraan lebih lanjut. Karena antarpenerbit memiliki sistem masing-masing. “Jadi nanti kami berharap ada pertemuan lanjutan untuk membahas lebih detail. Yang terpenting saat ini sudah satu visi dulu,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari DPK Gresik, tingkat gemar membaca (TGM) warga Gresik 2022, masih dibawah rerata provinsi Jawa Timur. Ada empat kreteria yakni frekuensi membawa di Jawa Timur diangka 65,7 , sedangkan Gresik 62,3 ; Durasi membaca Jawa Timur 56,7 , Gresik 51,5 ; Jumlah bahan bacaan Jawa Timur di angka 57,3 sedangkan Gresik 53,1 ; Frekuensi akses Internet Jawa Timur di angka 70,1 sedangkan Gresik 66,2 dan terakhir durasi akses Internet Jawa Timur sebesar 61,3 sedangkan  58,7.  (yad)

Dorong Minat Baca, DPK Digitalisasi Buku Muatan Lokal Gresik  Selengkapnya

Selamatkan Arsip Nasional, Budi Raharjo : Buku C Memiliki Nilai Ekonomis bagi Warga 

GRESIK,1minute.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik sedang melakukan upaya penyelamatan arsip penting nasional. Arsip penting itu adalah Buku atau letter C desa, kelurahan atau Kecamatan. Tahun ini, penyelamatan arsip Buku C dilakukan di dua kecamatan. Di kecamatan mana saja?

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik Budi Raharjo mengatakan, penyelamatan arsip Buku C desa atau kelurahan ini telah dilakukan sejak 2019. “Saat ini, sudah terkumpul (soft copy) buku C di 13 kecamatan,” kata Budi Raharjo pada akhir pekan lalu di kantornya. “Tahun ini, pengarsipan buku C kami targetkan di dua kecamatan,” imbuh mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Gresik itu.

Budi belum menyebutkan sasaran pasti dua kecamatan yang menjadi jujugan untuk penyelamatan arsip nasional itu. Karena masih ada kendala aturan penugasan maksimal dua orang. Untuk melakukan penyelamatan ini membutuhkan petugas lebih dari dua orang. 

Petugas bagian nyeken (scenner), operator komputer dan lainnya. “Yang belum saat ini ada 4 kecamatan yakni Wringinanom, Kedamean, Sangkapura dan Tambak,” ujarnya.  

Mengapa perlu melakukan penyelamatan Arsip Buku C ? “Karena Buku C ini memiliki ekonomis  bagi warga yang belum memiliki sertifikat tanah,” tegas mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Gresik itu.

Budi mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berkolaborasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik melakukan program sertifikat massal, pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL). Akan tetapi, Budi menyakini belum semua tanah warga di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik memiliki sertifikat. “Masih banyak tanah berstatus Petok D,” ujarnya.

Ketika warga memohon peningkatan status dari Petok D menjadi sertifikat, jelas Budi, rujukan biasa memakai Buku C desa/kelurahan. ” Faktanya Buku C tetap menjadi rujukan ketika ada pemohon sertifikat dari petok,” tegas mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Gresik itu. Kondisi Buku C banyak yang lapuk karena termakan usia. Kertas menguning, tulisan sulit terbaca dan mudah sobek karena di pegang berganti-ganti kepala desa. Padahal Buku C merupakan surat yang menampilkan data kepemilikan suatu properti berikut dengan status pajak sampai batas tanahnya.

“Pernah ada kejadian pergantian kepala desa yang lama tidak mau menyerahkan Buku C kepada Kepala desa yang baru. Dalilnya hilang. Penyelamatan ini bagian dari antisipasii kita,” katanya. Penyelamatan arsip Buku C juga bagian dari antisipasi jika adanya perselisihan hak atas tanah. “Biasanya kades/lurah juga dipanggil untuk mengetahui riwayat tanah yang diterbitkan itu merujuk dimana. Membantu perselisihan sengketa tanah,” imbuhnya. 

Bagaimana cara penyelamatan arsip Buku C  tersebut? Petugas dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik melakukan skener buku C desa atau kelurahan tersebut. Petugas kemudian menyimpan dalam soft copy.  Hanya petugas tertentu yang bisa mengakses Buku C tersebut. Saat melakukan skener itu, petugas harus hati-hati. Sebab, kondisi kertas di Buku C mudah sobek. Bahkan ada juga kondisi Buku C yang sudah tidak utuh. Gerepes atau sobek-sobek. Untuk kondisi kertas C yang rusak ini dilakukan penambalan menggunakan kertas impor. (yad)

Selamatkan Arsip Nasional, Budi Raharjo : Buku C Memiliki Nilai Ekonomis bagi Warga  Selengkapnya

Bupati Dorong OPD untuk Berinovasi Ciptakan Arsip Digital


GRESIK,1minute.id – Arsip digital menjadi kebutuhan bagi organisasi perangkat daerah (OPD). Bentuk pelayanan yang akuntabel dan transparan kepada masyarakat. 

Bupati GresikFandi Akhmad Yani mengatakan, pengarsipan merupakan hal yang sangat penting namun sering dianggap sepele. “Laporan kearsipan menjadi kewajiban kita karena di masing-masing dinas harus memberikan pelayanan yang akuntabel dan transparan,” ujar Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya di acara Penyerahan Laporan Audit Kearsipan Internal kepada OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik 2021 di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 30 November 2021.

Bupati mengharapkan kearsipan terus berinovasi utamanya di era digital. “Kearsipan harus berinovasi menggunakan teknologi yang maju. Kalau  tidak beradaptasi dengan era digital ini kita akan tertinggal,”lanjut Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad. 

Penyerahan penghargaan kepada OPD itu, Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Asisten Administrasi Umum Abu Hassan, dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik Ninik Asrukin. Dalam kesempatan tersebut memberikan penghargaan kepada tiga OPD yang meraih nilai terbaik dalam hasil laporan audit kearsipan.

Pelaksanaan audit pengawasan kearsipan internal yang dilakukan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik meliputi pengawasan kearsipan terhadap 8 OPD dengan aspek penilaian antara lain, Pengelolaan Arsip Dinamis yang terdiri dari penciptaan, penggunaan, pemeliharaan, dan penyusutan arsip, serta sumber daya kearsipan yang terdiri dari sumber daya manusia kearsipan dan sarana prasarana kearsipan

Berikut adalah nilai hasil pengawasan kearsipan internal terhadap OPD di Kabupaten Gresik. (1) Dinas Tenaga Kerja: 68,00 (2) Dinas Komunikasi dan Informatika: 64,00 (3) Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pembangunan Daerah: 63,00 (4) Badan Kepegawaian Daerah: 62, 50 (5) Badan Penanggulangan Bencana Daerah: 51,50 (6) Sekretariat DPRD: 51,00 (7) Dinas Pertanahan: 50,50 dan (8) Dinas Sosial: 48,00.

Sebelumnya, Asisten Administrasi Umum Setkab Gresik Abu Hassan melaporkan acara Penyerahan Laporan Audit Kearsipan diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan kearsipan dan mendorong perangkat daerah untuk menyelenggarakan kearsipan sesuai dengan prinsip, kaidah, dan standar kearsipan.

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk apresiasi kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah melaksanakan tertib arsip di unit kerja masing-masing.
Kegiatan kearsipan di Kabupaten Gresik telah dilakukan pengawasan kearsipan eksternal yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap Lembaga Kearsipan Daerah.  Kabupaten Gresik memperoleh nilai keseluruhan pada 2020 adalah 75,62 dengan predikat sangat baik. (yad)

Bupati Dorong OPD untuk Berinovasi Ciptakan Arsip Digital Selengkapnya