Kapolres Gresik Pimpin Panen Raya Jagung 5 Ton di Dusun Srembi untuk CPP

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik melakukan Panen Raya Jagung di Dusun Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 26 September 2025. Panen jagung kwartal ketiga ini menghasilkan 5 ton. Hasil panen langsung diserahkan kepada Bulog untuk memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). 

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro, VP Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik Rama Yusron Harbiansyah, yang ikut memanen komoditas pokok itu secara langsung. 

Mereka didampingi oleh perwakilan Badan Urusan Logistik (Bulog) Surabaya Yudith Amany serta Ketua Kelompok Tani Epit Subiantoro dan Kepala Desa Kembangan Ngadimin. 

“Kami berharap dengan kontribusi panen jagung serentak ini, ketahanan pangan di Gresik maupun nasional semakin kuat. Dengan begitu, stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat dapat terjaga,” ujar Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu. 

Panen jagung serentak Polres Gresik menjadi bukti nyata kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan kelompok tani dalam mewujudkan ketahanan pangan menuju Indonesia yang berdaulat pangan. Hasil panen raya kemudian dilakukan penandatanganan berita acara penyerahan hasil panen dari Polres Gresik kepada Bulog. 

Di kegiatan panen raya serentak yang diinisiasi Mabes Polri di seluruh Indonesia yang dilakukan oleh Polres Gresik di Desa Kembangan ini digelar pasar murah untuk masyarakat Desa Kembangan.Diantaranya, beras SPHP. Wabil khusus warga desa setempat bisa menebus beras seharga Rp 57 ribu per 5 kilogram. “Semoga bisa meringankan beban ekonomi masyarakat,” kata AKBP Rovan. (yad)

Kapolres Gresik Pimpin Panen Raya Jagung 5 Ton di Dusun Srembi untuk CPP Selengkapnya

Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Pendapa Alun-alun Gresik

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di depan Pendapa Rumah Dinas Bupati Gresik. GPM ini digelar serentak di Jawa Timur. Masyarakat menyambut antusias GPM ini.

GPM menyediakan berbagai kebutuhan pokok, diantaranya, beras medium stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog seharga Rp 57.500 per 5 kg, gula premium Rp16.500 per kg, serta minyak goreng kemasan Minyakita seharga Rp15.000 per liter.

Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro, memastikan bahwa stok pangan di wilayah Gresik masih sangat mencukupi. “Untuk hari ini ada sembilan titik pelaksanaan, dan khusus di Pendopo kami siapkan delapan ton. Jika stok kurang, kami akan berkoordinasi dengan Bulog, dan insya Allah siap untuk dropping tambahan,” ujarnya.

Eko menegaskan, bahwa harga beras SPHP di Gresik saat ini masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). “Insya Allah harganya tetap di bawah HET,” tegasnya. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Mereka tidak hanya membeli beras. Tapi, kebutuhan pokok lainnya, seperti gula, dan minyak goreng karena harga terjangkau. “Ini sangat membantu stabilisasi harga dan juga mendukung para pelaku usaha untuk memasarkan produknya,” tuturnya.

Pelaksanaan GPM ini merupakan tindak lanjut atas arahan dari Kementerian Pertanian. “Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, berapa pun kebutuhan masyarakat terhadap beras SPHP akan kami komunikasikan dengan Bulog. Insya Allah semuanya dapat terpenuhi,” tambah Eko.

Sementara itu, Ervina, warga Kelurahan Bedilan, Kecamatan Gresik, menyambut positif kegiatan ini dan berharap GPM dapat rutin digelar. “Bagus sekali ada kegiatan seperti ini. Saat ini harga beras sedang naik, dan gerakan pangan murah ini sangat membantu perekonomian masyarakat. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa sering diadakan,” katanya.

Senada, Nani, warga asal Kelurahan Lumpur, yang merasa sangat terbantu dengan adanya GPM. “Saya senang sekali dengan adanya gerakan pangan murah ini. Sangat membantu masyarakat, terutama yang kurang mampu. Semoga kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan,” ujarnya. (yad)

Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Pendapa Alun-alun Gresik Selengkapnya

Alokasi Pupuk Subsidi Turun, Pemkab Gresik Berikan Bantuan POC dan PHC   

GRESIK,1minute.id – Menjaga musim tanam berjalan ditengah alokasi pupuk subsidi semakin berkurang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Pertanian (Dispertan) Gresik memberikan bantuan Pupuk Organik Cair (POC) dan Pupuk Hayati Cair (PHC) kepada petani di Gresik.  POC dan PHC itu diperuntukkan untuk gabungan kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani ( Poktan).

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, upaya peningkatan produksi pertanian memerlukan dukungan prasarana dan sarana pertanian. Salah satunya adalah pupuk yang berperan vital bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

“Diperlukan alternatif penggunaan pupuk selain dari pupuk subsidi yang semakin berkurang alokasinya. Pemkab Gresik berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kekurangan tersebut,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro saat bertemu dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani (Poktan) di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik beberapa waktu lalu.

Salah satu alternatif pupuk yang dapat digunakan adalah Pupuk Organik Cair (POC) dan Pupuk Hayati Cair (PHC). “Secara teknis terbukti mampu untuk meningkatkan produktifitas tanaman khususnya padi,” katanya. 

Sejak 2021, Dinas Pertanian Gresik telah menggunakan POC dan PHC. Tahun ini, bantuan POC dan PHC  diberikan kepada 196 gapoktan dan 22 poktan yang ada di 17 kecamatan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Dengan luas lahan 14.695 hektare. Lahan pertanian di Gresik seluas lebih kurang 32 ribu hektare. “Selain meningkatkan hasil produksi, diharapkan penggunaan pupuk organik bisa mengembalikan tingkat kesuburan tanah yang mulai menurun,” ujarnya. 

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Gresik Eko Anindito Putro mengatakan, pihaknya terus mendorong petani untuk menggunakan POC dan PHC secara tepat. Penyuluh akan melakukan pendampingan. “Kami dorong penggunaan POC dan PHC ini. Hasilnya terbukti bagus sehingga bisa jadi alternatif,” ujar Eko Anindito Putro. (yad)

Alokasi Pupuk Subsidi Turun, Pemkab Gresik Berikan Bantuan POC dan PHC    Selengkapnya

Lolos El Nino, Kini Ratusan Petani Nunggu Ganti Rugi Dampak Banjir Kali Lamong dari Pusat

GRESIK,1minute.id – Eko Anindito Putro, Kepala Dinas Pertanian Gresik lega. Kemarau panjang dampak El Nino tahun lalu tidak berdampak  hasil pertanian di Kabupaten Gresik. “Stok beras masih aman,” kata Eko Anindito Putro pada Rabu, 2 Januari 2024. Ia mengaku, tidak terganggunya hasil pertanian selama kemarau panjang itu karena telah melakukan sosialisasi sejak awal.

“Para petani sudah kami sosialisasikan untuk menanam palawija karena tidak membutuhkan banyak air,” kata Eko-begitu sapaannya. Namun, Eko mengaku risau saat ini. Tahun 2023 sudah berganti. Akan tetapi, ganti rugi ratusan petani terdampak banjir Kali Lamong awal tahun lalu, belum ada tanda direalisasikan oleh pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Data petani yang terdampak banjir Kali Lamong itu, kata Eko, pihaknya telah mengirimkan tahun lalu. Luas lahan pertanian yang terdampak banjir sekitar 200 hektar. Nilai ganti rugi untuk petani yang terdampak banjir itu dijanjikan  mendapatkan sebesar Rp 8 juta per hektar. Bila dikalikan 200 hektar berjumlah Rp 1,6 miliar. “Sampai sekarang belum ada tanda-tanda pencairan ganti rugi itu,” katanya. 

Eko adalah pejabat tinggi Pratama (JPT) yang lama menduduki kursi Kepala Dinas Pertanian. Lebih dari 4 tahun. Berdasarkan Pasal 117 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), dan Pasal 133 Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Menjemen PNS menyebutkan dalam ayat (1) Jabatan Tinggi Pratama hanya dapat diduduki paling lama 5 tahun. 

Ayat (2) Jabatan Pimpinan Tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diperpanjang berdasarkan pencapaian kinerja, sesuai dengan kompetensi, dan berdasarkan kebutuhan instansi setelah mendapatkan persetujuan Pejabat Pembina Kepegawaian dan berkoordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).  Pada 2 Januari 2024, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengungkuhkan kembali Eko Anindito Putro sebagai Kepala Dinas Pertanian Gresik. “Pengukuhan kembali karena jabatan pak Eko lebih dari 4 tahun,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gresik Agung Endro Dwi Setyo Utomo. (yad)

Lolos El Nino, Kini Ratusan Petani Nunggu Ganti Rugi Dampak Banjir Kali Lamong dari Pusat Selengkapnya

Petrokimia Gresik dan PPL Inspirasi Dinas Pertanian Kolaborasi Dongkrak Produktivitas Pertanian Di NTB

GRESIK,1minute.id –  Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia mendorong peningkatan produktivitas pertanian di Nusa Tenggata Barat (NTB) melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Inspirasi. 

Program ini ditandai dengan panen raya padi Phonska Plus Bersama Petani pada lahan budidaya pilot project PPL Inspirasi di Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, baru-baru ini.

“PPL Inspirasi merupakan program promosi komprehensif dari Petrokimia Gresik yang bekerja sama dengan Dinas Pertanian setempat. Ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendorong kesejahteraan petani dan menjaga ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas pertanian, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo,” ujar Direktur Operasi dan Produksi (DOP) Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih yang hadir dalam acara panen raya itu.

PPL Inspirasi merupakan key farmer bagi petani di masing-masing wilayah kerjanya. Mereka bertugas memberikan sosialisasi pemupukan berimbang dan kawalan budidaya pada lahan demonstration plot (demplot). Di NTB, PPL Inspirasi menyasar subsektor pangan dan hortikultura mulai dari tanaman padi, jagung dan semangka.

Ada sebanyak 43 PPL Inspirasi yang telah mendapatkan pelatihan dari Petrokimia Gresik. Mereka tersebar di empat kabupaten yaitu Lombok Timur, Lombok Tengah, Sumbawa dan Bima.

Di lapangan, PPL Inspirasi ini juga akan berkolaborasi dengan tenaga agronomi Petrokimia Gresik melalui layanan Mobil Uji Tanah. Dari layanan ini petani dapat mengetahui kandungan tanah di lahannya secara langsung. Petani juga mendapatkan rekomendasi pemupukan yang tepat dan berimbang sesuai kondisi tanah dan kebutuhan tanaman.

“Ketika pemupukan presisi, maka pemupukan akan menjadi efisien dengan hasil yang optimal untuk peningkatan hasil panen. Layanan Mobil Uji Tanah ini gratis,” terangnya. Adapun rekomendasi pemupukan pada lahan demplot di Kelurahan Leneng menggunakan pupuk nonsubsidi, yaitu dengan mengaplikasikan pupuk NPK Phonska Plus dan Urea.

“Pada panen raya ini, dapat kita lihat, produk unggulan Petrokimia Gresik mampu meningkatkan produktivitas padi sebesar 9,3%. Dimana pada panen sebelumnya menghasilkan padi sebanyak 8,816 ton per hektar, sekarang meningkat menjadi 9,632 ton hektar,” ungkap Digna.

Dari peningkatan panen tersebut, lanjutnya, petani mendapatkan tambahan pendapatan Rp 4,2 juta/ha. Keberhasilan ini menunjukan bahwa penggunaan pupuk nonsubsidi berbanding lurus dengan hasil panen yang didapat. “Pilot project ini memiliki andil berkontribusi perusahaan terhadap kebutuhan beras nasional. Kami berharap demplot ini dapat diduplikasi petani lain di sekitar,” ucap Digna.

Terakhir, Digna Jatiningsih menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiasi dan strategi Petrokimia Gresik yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh stakeholder dan petani khususnya di NTB. “Kami berharap program ini mampu meningkatkan produktivitas usaha tani dan meningkatkan ketertarikan konsumen terhadap produk-produk Petrokimia Gresik,” tutup Digna. (yad)

Petrokimia Gresik dan PPL Inspirasi Dinas Pertanian Kolaborasi Dongkrak Produktivitas Pertanian Di NTB Selengkapnya

Kadispertan : Jangan Panik, Yakin PMK Bisa Disembuhkan, Oknum Belantik Grilya Beli Sapi Harga Miring 

GRESIK,1minute.id – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan belum ada tanda-tanda berakhir. Bahkan, sapi yang terpapar PMK semakin banyak. Data Dinas Pertanian Gresik per 13 Juni 2022, wabah PMK telah menyebar 96 Desa di 14 dari 18 Kecamatan se-Kabupaten Gresik. Total hewan ternak yang terpapar PMK sebanyak 3.731 ekor. Rincianya, 779 ekor sapi diantaranya dilaporkan sembuh, 99 ekor mati dan 161 ekor terpaksa dipotong paksa lantaran terpapar PMK.

Pada 29 Juni 2022, sapi yang terpapar menjadi 4.474 ekor. Artinya kurun waktu dua pekan ada tambahan 743 ekor yang terpapar PMK.  Sapi yang bisa disembuhkan bertambah 113 ekor menjadi 892 ekor.  Sedangkan, sapi yang mati menjadi 114 ekor alias “hanya” bertambah 15 ekor. Berdasarkan data tersebut, artinya sapi yang terpapar PMK memiliki potensi sembuh lebih besar. 

Namun, ada oknum belantik yang melakukan gerilya mendatangi peternak. Oknum belantik itu melakukan pembelian hewan yang terpapar PMK dengan harga miring.  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pun murka. “Ada oknum belantik yang membeli 3 ekor sapi seharga Rp 27 juta,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani ketika memberikan sambutan dipelantikan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Gresik periode 2022-2027 di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 29 Juni 2022. 

Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani tidak menyebutkan lokasinya. Namun, Bupati Fandi Akhmad Yani berencana meminta kepada kepala desa untuk memasang spanduk larangan belantik masuk Desa. Rencana itu untuk membentengi para peternak tidak tergesa-gesa menjual sapi yang terpapar PMK.

Sebab, saat ini vaksin hewan sudah ada. Pemprov Jatim menggelontorkan 3 ribu dosis vaksin. Meski masih minim. Selain itu, Pemkab Gresik juga telah menyediakan obat-obatan dan vitamin untuk hewan. “Peternak bisa meminta kepada Dinas Pertanian Gresik,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putra mengatakan, menghimbau kepada peternak yang hewannya terpapar PMK tidak panik. “Segera laporkan (ternak) terpapar. Agar bisa segera ditangani oleh dokter hewan. Petugas akan melakukan deteksi. (Hewan) bisa obati atau tidak. Sehingga jangan cepat-cepat mengambil kesimpulan sendiri,”harap Eko Anindito Putra. 

Dia tidak menampik sinyalemen adanya oknum belantik yang blusukan ke desa-desa. Mereka membeli hewan terjangkit PMK dengan harga miring. “Beli murah, lalu diobati sembuh. Dijual dengan harga mahal,”kata Eko. Karena itulah, Eko kembali mengharapkan peternak tidak panik. Aktif melapor ke petugas. “Yakin lah, ternak yang terpapar PMK bisa disembuhkan,” tegasnya. (yad)

Kadispertan : Jangan Panik, Yakin PMK Bisa Disembuhkan, Oknum Belantik Grilya Beli Sapi Harga Miring  Selengkapnya

Bupati Gresik : Hikmah Ramadan Gelaran Pasar Tani Laris, Habis

GRESIK,1minute.id – Pasar Tani Ramadan di gelar Dinas Pertanian Gresik. Pasar dadakan alias bazar di halaman Kantor Dinas Pertanian ini di buka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Jumat, 8 April 2022. 

Produk apa saja yang dijual digelaran kali pertama kurun waktu dua tahun terakhir ini? Ada beras, telor, minyak goreng kemasan serta hasil pertanian dan produk olahannya. Ada juga stan bunga. Pasar Tani ini dibuka pukul 07.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB. Mulai 8 April hingga 28 April 2022. 

Pasar Tani ini bisa menjadi tempat alternatif masyarakat untuk  berbelanja kebutuhan selama bulan suci Ramadan.  Bupati Gresik Fandi Akhmad mengatakan, Pasar Tani digelar Dinas Pertanian bersama UMKM ini sebuah langkah cerdas. Karena bisa menggerakkan usaha UMKM. Ekonomi bergerak. “Langsung laku. Habis,”kata Fandi Akhmad Yani usai keliling melihat stan di Pasar Tani Dinas Pertanian Gresik.

Menurut Bupati Fandi Akhmad Yani, bulan suci Ramadan ini belanja kebutuhan masyarakat meningkat. “Kita tahu biasanya di bulan suci Ramadan itu hikmahnya jual apa pun sangat laku. Mudah-mudahan,”ujarnya. Selain dihadiri Bupati Fandi Akhmad Yani, gelaran tahunan ini juga dihadiri Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali serta Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putra.  

Dalam kesempatan itu, Bupati dan Wakil Bupati memborong sejumlah hasil pertanian dan olahan. Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putra mengatakan, Pasar Tani kerjasama dengan komunitas UMKM. “Ada 30-50an UMKM berpartisipasi. Karena setiap tenda bisa lebih dari dua UMKM,”kata Eko. 

Pasar Tani ini sempat vakum 2 tahun karena wabah Coronavirus disease 2019. Saat itu, omzet yang bisa diraup mencapai Rp 50 juta  perhari. “Semoga omzet tahun ini bisa mendekati sama,”ujarnya. Eko optimis Pasar Tani ini bisa menarik pembeli karena harga dibawah pasaran.

“Karena kami langsung ambil di distributor. Sehingga, memangkas distribusi,”tegasnya. Dalam pantauan 1minute.id, harga beras merek Beras Segar Rp 45 ribu/5 kilogram,  beras kemasan Rp 28 ribu/3 kilogram. Minyak goreng merek Sania Rp 24.500/liter serta harga telor ayam Rp 22.500/kg. (yad)

Bupati Gresik : Hikmah Ramadan Gelaran Pasar Tani Laris, Habis Selengkapnya