Ini 7 Rute Mudik Gratis Program Pemkab Gresik

GRESIK,1minute.id –  Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menghadirkan Program Mudik Gratis 2026. Tahun ini, sebanyak 750 kuota disediakan untuk warga yang ingin merayakan Lebaran Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.

Pendaftaran resmi dibuka mulai Selasa, 24 Februari 2026. Sementara itu, jadwal keberangkatan direncanakan pada 18 Maret 2026 atau beberapa hari sebelum Idul Fitri.

Program ini merupakan inisiatif langsung Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Asluchul Alif sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memperoleh akses transportasi yang aman, nyaman, dan tanpa dipungut biaya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Khusaini, menjelaskan, proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui Google Form pada link berikut ini : https://bit.ly/MudikGratisGresik2026. Langkah ini diambil untuk mempermudah masyarakat sekaligus menghindari antrean panjang saat proses registrasi.

“Pendaftaran dibuka mulai 24 Februari 2026 dan pemberangkatan direncanakan pada 18 Maret 2026,” ujar Khusaini pada Rabu, 25 Februari 2026. Calon peserta cukup mengisi formulir online dengan melampirkan KTP serta Kartu Keluarga (KK). Data yang diperlukan meliputi nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat sesuai KTP, nomor telepon aktif, jumlah peserta dalam satu KK, serta rute tujuan yang dipilih.

Bagi peserta yang telah lolos verifikasi, diwajibkan melakukan penukaran kupon tiket di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik yang berlokasi di Terminal Bunder. Saat penukaran, peserta diminta membawa fotokopi KTP dan KK sebagai bukti administrasi.

“Peserta hanya perlu datang untuk menukarkan kupon tiket, jadi tidak perlu antre lama atau berebut,” tambahnya. Pada pelaksanaan tahun ini, Pemkab Gresik menyiapkan tujuh rute perjalanan yang mencakup berbagai wilayah di Jawa Timur, yaitu:

Gresik – Situbondo – Banyuwangi

Gresik – Pasuruan – Probolinggo – Lumajang – Jember

Gresik – Malang – Blitar

Gresik – Jombang – Kediri – Tulungagung – Trenggalek

Gresik – Madiun – Magetan

Gresik – Madiun – Ponorogo

Gresik – Bojonegoro – Padangan – Ngawi

Melalui Program Mudik Gratis 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Gresik berharap dapat memberikan solusi transportasi yang aman, tertib, dan hemat biaya bagi masyarakat, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat penggunaan kendaraan pribadi saat arus mudik Lebaran. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Ini 7 Rute Mudik Gratis Program Pemkab Gresik Selengkapnya

Satlantas Polres Gresik dan Dishub Lakukan Ramcheck, Ipda Andreas : Jangan Main-main Soal Keselamatan Penumpang 

GRESIK,1minute.id- Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur bersama Dishub Gresik dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik menggelar pengecekan keselamatan kendaraan (ramcheck) terhadap sejumlah armada bus di Terminal Bunder pada Selasa, 9 Desember 2025.

Pengawasan terhadap moda transportasi publik diperketat menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Langkah ini menjadi salah satu upaya preventif dalam mengantisipasi tingginya arus perjalanan masyarakat saat libur akhir tahun, sekaligus memastikan angkutan umum yang beroperasi dalam kondisi layak, aman, dan siap mengangkut penumpang jarak jauh.

Pelaksanaan ramcheck dipimpin Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi Anggoro, mewakili Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin. Sedikitnya 10 unit bus antarkota dan tujuan wisata menjalani pemeriksaan menyeluruh. Pengujian teknis meliputi kondisi pengereman, ban, lampu, wiper, dan kelengkapan alat keselamatan penumpang. Selain itu, petugas memverifikasi dokumen laik jalan (KIR), perizinan trayek, serta persyaratan operasional lainnya.

Tidak hanya inspeksi teknis, tim gabungan juga memberikan edukasi langsung kepada sopir dan awak bus mengenai pentingnya menjaga kesiapan armada selama periode libur panjang. Mereka diminta memperhatikan kelayakan kendaraan sebelum keberangkatan guna meminimalkan potensi kecelakaan.

“Ramcheck ini bentuk langkah preventif menyambut libur Nataru 2026. Kami minta tidak ada yang main-main soal keselamatan penumpang. Mulai dari kondisi teknis kendaraan hingga kelengkapan dokumen harus 100 persen laik jalan,” tegas Ipda Andreas.

Ia menegaskan, pihaknya siap memberikan tindakan tegas apabila ditemukan armada yang tidak memenuhi standar keselamatan. Hal itu dinilai penting sebagai bentuk perlindungan dan jaminan keamanan bagi masyarakat yang memanfaatkan angkutan umum.

Melalui kegiatan ramcheck yang dilaksanakan secara rutin dan intensif ini, pemerintah daerah bersama kepolisian berharap layanan transportasi di wilayah Gresik dapat berjalan aman, nyaman, serta bebas dari ancaman gangguan keselamatan sepanjang periode Nataru tahun ini. (yad)

Satlantas Polres Gresik dan Dishub Lakukan Ramcheck, Ipda Andreas : Jangan Main-main Soal Keselamatan Penumpang  Selengkapnya

Satlantas Polres Gresik, Dishub Gresik & Perusahaan Angkutan Barang Deklarasi Zero ODOL

GRESIK,1minute.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik menyelenggarakam Sosialisasi dan Deklarasi Indonesia menuju Zero Over Dimension and Over Loading (ODOL) di Rupatama SAR Polres Gresik pada Kamis, 12 Juni 2025. 

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna menandai komitmen bersama dalam memerangi praktik kendaraan kelebihan dimensi dan muatan. Satlantas Polres Gresik bersinergi dengan berbagai pihak strategis. 

Hadir dalam acara tersebut antara lain, Kepala Dinas Perhubungan Gresik Khusaini, perwakilan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Jawa Timur, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik, Jasa Raharja Cabang Gresik, serta jajaran Satlantas Polres Gresik. Tak hanya itu, sebanyak 37 perusahaan industri dan angkutan barang di Kabupaten Gresik juga turut berpartisipasi, menunjukkan keseriusan semua pihak.

Dalam sambutannya, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu yang diwakili oleh Kasatlantas AKP Rizki Julianda

menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dan pelaku industri untuk menyamakan persepsi. “Kegiatan ini adalah bagian dari upaya bersama mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas), serta menjadikan Gresik sebagai kabupaten yang bebas dari kendaraan Over Dimension and Over Loading,” tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Gresik, Khusaini, menambahkan bahwa dasar hukum larangan ODOL di Gresik sudah jelas. Perda No. 9 Tahun 2020 Pasal 134 poin 2 tentang Penyelenggaraan Perhubungan Darat secara tegas melarang praktik ini. “Sanksi administratif hingga pencabutan izin perusahaan bisa diberlakukan apabila masih ditemukan pelanggaran,” ujarnya,

Perwakilan dari BPTD Jawa Timur menyoroti dampak jangka panjang kendaraan ODOL yang tak hanya membahayakan pengguna jalan, tetapi juga menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur jalan dan jembatan. Perlunya pengawasan ketat dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar aturan dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Korlantas Polri yang menguraikan sejumlah rencana aksi strategis yang akan diimplementasikan secara bertahap diantaranya; Pencanangan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan menuju Zero ODOL ;  Penyusunan Surat Keputusan Bersama (SKB) antarinstansi terkait untuk memperkuat landasan hukum dan koordinasi ;  Pemutakhiran data lapangan mengenai keberadaan kendaraan ODOL, untuk memastikan penanganan yang tepat sasaran ; Penyederhanaan mekanisme penegakan hukum di lapangan, guna efisiensi tindakan.

Berikutnya, Pembatasan ruang gerak kendaraan ODOL di area rawan seperti pelabuhan, kawasan industri, dan ruas tol, untuk mengurangi risiko kecelakaan dan kerusakan ; Tiga tahap pelaksanaan kebijakan Zero ODOL: tahap sosialisasi (1–30 Juni), tahap peringatan (1–13 Juli), dan tahap penegakan hukum melalui Operasi Patuh (14–27 Juli 2025).

Puncak kegiatan ini ditandai dengan pembacaan dan penandatanganan komitmen bersama menuju Indonesia Zero ODOL. Kasat Lantas Polres Gresik, perwakilan instansi pemerintah, dan seluruh perwakilan perusahaan yang hadir secara simbolis mengukuhkan keseriusan mereka dalam memberantas praktik ODOL.

Dengan deklarasi ini, Kabupaten Gresik menegaskan posisinya sebagai pelopor dalam gerakan nasional menuju Indonesia yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan dalam bidang transportasi darat. (yad)

Satlantas Polres Gresik, Dishub Gresik & Perusahaan Angkutan Barang Deklarasi Zero ODOL Selengkapnya

Meresahkan Masyarakat, Dishub Gresik dan Tim Gabungan Razia Jukir Liar

GRESIK,1minute.id – Dinas Perhubungan  Gresik melakukan razia juru parkir atau jukir liar pada Rabu, 4 Juni 2025. Razia gabungan melibatkan Kepolisian,  Satuan Polisi Pamong Praja, dan Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah atau BPPKAD Gresik menjaring sejumlah jukir liar.

Mereka beroperasi di sejumlah minimarket waralaba, toko dan tempat keramaian lainnya di sepanjang Jalan DR Wahidin Sudirohusodo ; Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru hingga Jalan Jaksa Agung Suprapto. Penertiban jukir liar ini dipimpin oleh Muhammad Masyhur Arif, Kepala Seksi Tata Kelola Prasarana Perhubungan dan Sarana Perparkiran di  Dinas Perhubungan Gresik.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Gresik Khusaini melalui Masyhur Arif mengatakan, dalam razia jukir liar kali pertama ini, pihaknya masih melakukan secara persuasif dan tindakan administratif. “Jukir yang tidak memakai rompi resmi ( Dishub, BPPKAD, toko tempat mereka menarik parkir) dilakukan pendataan. Mereka diminta untuk melakukan pendaftaran ke BPPKAD atau Dishub,” tegas Arif usai razia pada Rabu, 4 Juni 2025.

Ia mengatakan, keberadaan jukir liar telah meresahkan masyarakat. Penarikan uang parkir, yang dilakukan oleh mereka yang tanpa identitas resmi dari Dishub atau BPPKAD atau pihak pengelola toko dan tanpa karcis adalah tindakan premanisme. “Untuk penertiban kali pertama ini, kami lakukan secara persuasif. Tadi mereka kami suruh pulang setelah kami lakukan pendataan identitas,”  katanya.

Ia menegaskan, razia atau penertiban jukir liar akan terus dilakukan secara intensif.  Arif meminta kepada masyarakat untuk tidak membayar parkir kepada jukir yang tidak resmi tersebut. “Kalau mereka melakukan ngotot, silakan lapor ke Call Center Gresik 112 atau Lapor Kapolres,” tegasnya. (yad)

Meresahkan Masyarakat, Dishub Gresik dan Tim Gabungan Razia Jukir Liar Selengkapnya

Mudik Gratis Bareng Gus Yani-dr Alif, Ini Jadwal, Tujuan dan Syaratnya

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik atau Pemkab Gresik melalui Dinas Perhubungan Gresik kembali menggelar Mudik Gratis 2025. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Kamis 27 Maret 2025 di Kantor Bupati Gresik.

Acara bertitel Mudik Gratis 2025 Bareng Gus Yani dan Dokter Alif ini menyediakan ribuan kursi bus di 8 jurusan. Bagi warga Gresik yang ingin memanfaatkan fasilitas mudik gratis ini bisa mendaftar ke Kantor Dishub Gresik mulai Selasa, 11 Maret 2025 di jam kerja.

Usai rapat koordinasi persiapan mudik gratis, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik Khusaini,  mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyediakan berbagai rute tujuan ke berbagai wilayah di Jawa Timur, antara lain:

Gresik – Situbondo – Banyuwangi

Gresik – Pasuruan – Probolinggo – Lumajang – Jember

Gresik – Malang – Blitar

Gresik – Jombang – Kediri – Tulungagung – Trenggalek

Gresik – Nganjuk – Madiun

Gresik – Magetan

Gresik – Ponorogo

Gresik – Bojonegoro – Padangan – Ngawi

Menurut Khusaini, pendaftaran program Mudik Gratis 2025 akan dibuka mulai 11 Maret 2025 hingga kuota terpenuhi. Bagi warga yang berminat, persyaratan yang diperlukan sangat sederhana.

“Cukup membawa fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK). Pendaftarannya bisa dilakukan di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Jalan Lamongan Terminal Bunder, Gresik,” jelas Khusaini.

Untuk informasi lebih lanjut, warga dapat menghubungi narahubung berikut pada jam kerja (08.00-15.00 WIB):

M. Taufiq: 0813-3164-1469 dan  Tedi: 0823-1338-8474

Dikatakan, program Mudik Gratis ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang ingin bersilaturahmi dengan keluarga saat Hari Raya Idulfitri. Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sehingga mudik dapat berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman. (yad)

Mudik Gratis Bareng Gus Yani-dr Alif, Ini Jadwal, Tujuan dan Syaratnya Selengkapnya

Operasi Gabungan Serentak di Tiga Titik, Satlantas Polres Gresik Tilang Puluhan Sopir Truk

GRESIK1minute.id –  Satuan Lalu Lintas atau Satlantas Polres Gresik bersama Dinas Perhubungan atau Dishub Gresik menggelar operasi gabungan untuk menertibkan jam operasional kendaraan angkutan barang dan truk galian C. 

Operasi ini dilaksanakan di tiga titik, yakni Jalan R.A. Kartini, Gresik ; Desa Ngawen, Kecamatan Sidayu, dan Exit Tol Cerme, Gresik pada Jumat, 31 Januari 2025.

Dalam ops gab yang pimpin oleh Kasat Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna ini petugas melakukan pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan serta penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas. Hasilnya, puluhaan sopir yang melakukan pelanggaran dilakukan penindakan dengan rincian, 25 tilang STNK, 15 tilang SIM, serta 84 teguran kepada pengemudi. 

“Selain melakukan penindakan, petugas juga memberikan imbauan kepada para pengemudi truk agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, termasuk larangan melintas di sepanjang Jalan Raya Deandles (Pantura) pada jam operasional tertentu,” tegas Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kasat Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna. 

Dalam ops gabungan ini, semua perwira korp sabuk putih itu diterjunkan ke lapangan. Ada Kanit Turjawali , Kanit Gakum dan Kanit Kamsel. Selain sopir truk, polisi juga mengingatkan kepada para pengguna jalan lainnya untuk selalu menaati peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

AKP Rizki Julianda Putera menegaskan bahwa operasi gabungan ini merupakan bagian dari upaya Satlantas Polres Gresik dan Dishub untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan lancar, terutama terkait dengan regulasi jam operasional kendaraan angkutan barang di wilayah hukum Polres Gresik. 

“Diharapkan melalui operasi ini, kesadaran para pengemudi semakin meningkat dalam mematuhi peraturan yang berlaku,” kata AKP Rizki. (yad)

Operasi Gabungan Serentak di Tiga Titik, Satlantas Polres Gresik Tilang Puluhan Sopir Truk Selengkapnya

Viral Parkir Bus Ditarik Rp 150 Ribu, Wisata Religi Makam Religi Maulana Malik Ibrahim Tetap Ramai Peziarah

GRESIK,1minute.id – Destinasi wisata religi memiliki massa sendiri. Wisata religi Syekh Maulana Malik Ibrahim, misalnya. Sempat dihebohkan video viral peziarah yang ditarik uang retribusi parkir kendaraan sebesar Rp 150 ribu. 

Pada libur Tahun Baru 2025, wisata rohani yang berada di Jalan Malik Ibrahim, Desa Gapurasukolilo, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Jawa Timur masih banyak dikunjungi para peziarah. Pantauan wartawan 1minute.id ratusan peziarah dari berbagai kota/kabupaten terus mengalir. Silih berganti memadati makam Waliyullah itu pada Rabu, 1 Januari 2025.

Mereka datang dari Jawa Timur maupun Jawa Barat untuk berdoa dan bermunajat kepada sang khaliq. Rachmad, misalnya. Ia datang dari Kudus, Jateng khusus mengikuti ziarah ke makam waliyullah di Jawa. “Saya sama keluarga ke sini,” katanya. Selain ke makam Syekh Maulana Malik Ibrahim juga berziarah ke makan Sunan Giri (Moekhmad Ainul Yaqin).

Seorang petugas parkir mengungkapkan liburan tahun baru 2025 jumlah wisatawan berkurang. “Peziarah yang datang tidak sebanyak hari besar Islam,” kata seorang petugas parkir di makam Syekh Maulana Malik Ibrahim pada Rabu pagi, 1 Januari 2025.

Video Viral

Dalam video yang viral di media sosial itu tampak perekam beradu mulut dengan petugas pos parkir bus Maulana Malik Ibrahim yang berlokasi di Jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Lumpur, Gresik. 

Pria di dalam video kemudian menanyakan mahalnya tarif parkir bus di kawasan Makam Sunan Gresik itu. “Ini saya bagian parkir Maulana Malik Ibrahim, ini 150 ribu sama elfnya apa gimana kok mahal,” katanya.

Petugas laki-laki itu lantas menyebut jika tarif parkir sesuai dengan Perbup No 55 Tahun 2023 tentang Penyesuaian Tarif Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum dan Tempat Khusus Parkir Kawasan Wilayah Wisata Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim. “Kita pelaksana, jangan marah-marah kepada saya. Monggo sampeyan laporkan kalau merasa keberatan,” kata petugas itu.

Perekam video dengan suara perempuan menyampaikan jika ia tidak marah. Namun, sebagai pengantar ziarah, ia meminta penjelasan lantaran para peziarah akan menuntutnya jika tarif parkir terlalu mahal. “Saya gak marah-marah, saya cuman butuh penjelasan. Ini lo Mas, (Pria gondrong) yang menuntut saya,” kata suara itu.

Penjelasan DPRD dan Kadishub Gresik

Kepala Dinas Perhubungan atau Kadishub Gresik Khusaini hingga Ketua DPRD Gresik M. Syahrur Munir angkat bicara. Syahrur dalam Konferensi Pers di Kantor DPRD Gresik menyatakan, video viral itu karena ada miskomunikasi. “Tarif parkir bus ditempat wisata sesuai Perda sebesar Rp 150 ribu,” katanya. 

Sebelum ada perda, para peziarah dikenakan tarif kunjungan. “Sejak ada perda itu, peziarah tidak dikenakan retribusi kunjungan. Include dengan parkir bus,” katanya. Sehingga, peziarah hanya membayar untuk elf selter dari terminal ke makam Maulana Malik Ibrahim. 

Sementara itu, Kadishub Gresik Khusaini melalui akun TikTok @pemerintah kabaputen gresik menjlentrehkan retribusi parkir di kawasan tertentu, antara lain, destinasi wisata religi Makam Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri sudah sesuai dengan Peraturan Daerah atau Perda nomor 8 tahun 2023. “Untuk kendaraan bus sebesar Rp 150 ribu,” katanya.

Ia menyebutkan semua retribusi parkir itu disetorkan ke kas daerah sebagai pendapatan asli daerah atau PAD. “Jadi tidak ada yang dikurangi atau apa,” tegasnya. Terkait pengumuman retrubusi yang ditempelkan di ruang pos parkir, kata mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil atau Disdukcapil Gresik adalah Peraturan Bupati atau Perbup nomor 55 tahun 2023. 

“Besarnya tarif tetap sama, Rp 150 ribu. Tapi secara aturan itu memang perbup lama. Aturan yang baru adalah Perda nomor 8 tahun 2023,” terang mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia atau BKPSDM Gresik.

Ia menjelaskan sebelum adanya Perda nomor 8 tahun 2023, retribusi parkir bus wisata religi berkisar antara Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per unit ditambah retribusi penumpang sebesar Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu per bus. “Adanya perda itu, tidak ada retribusi untuk penumpang karena sudah include retribusi parkir bus,” jelasnya. 

Terkait penyesuaian tarif itu, pihaknya meningkatkan mutu pelayanan. Khusaini mrnyebutkan, di parkir bus wisata religi telah disiapkan fasilitas toilet, musala hingga tenaga kebersihan. 

Ia pun berpesan kepada calon peziarah bila akan melakukan kunjungan ke Gresik untuk melakukan survei terlebih dahulu agar mengetahui berapa tarif retribusi parkir bus yang sesusi dengan Perda sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman. “Bila ada hal yang kurang berkenan di lapangan silakan menghubungi kami siap dan segera membantu,” tutupnya. (yad)

Viral Parkir Bus Ditarik Rp 150 Ribu, Wisata Religi Makam Religi Maulana Malik Ibrahim Tetap Ramai Peziarah Selengkapnya

Cegah Human Error Laka Lantas, Polisi dan Dishub Gresik Tes Urine Sopir dan Cek Kendaraan 

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik menggelar pemeriksaan kesehatan dan tes urine kepada ratusan sopir bus pada Selasa, 9 April 2024. Pemeriksaan kesehatan berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik dan Sie Dokkes Polres Gresik dipusatkan di terminal Bunder, Gresik.

Pemeriksaan kesehatan dan tes urine gratis ini untuk memastikan kondisi kesehatan sopir dan awak bus sebelum melakukan perjalanan mudik antisipasi human error kecelakaan. Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kasat Lantas Polres Gresik AKP Derieu Fandesca menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan dan tes urine ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan sopir dan awak bus sebelum melakukan perjalanan mudik.

“Untuk mencegah kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh kelalaian sopir yang sedang dalam kondisi tidak sehat atau di bawah pengaruh narkoba. Kegiatan ini juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penumpang bus,” ujar AKP Derie. Ia juga mensosialisasikan Operasi Ketupat 2024 dan imbauan agar tertib berlalu lintas serta mengutamakan keselamatan.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap puluhan sopir dan awak bus, tidak ditemukan satupun yang menggunakan narkoba. Ini menunjukkan bahwa para sopir dan awak bus di Gresik berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para penumpang,” kata AKP Derie.

Selain pemeriksaan kesehatan sopir dan awak bus. Satlantas Polres Gresik  bersama Dishub Gresik memeriksa “kesehatan” bus. (yad)

Cegah Human Error Laka Lantas, Polisi dan Dishub Gresik Tes Urine Sopir dan Cek Kendaraan  Selengkapnya

Istikamah, Pemkab Gresik Jemput Santri Mudik Gratis 

GRESIK,1minute.id – Hore …!!! Masa libur Idul Fitri di sejumlah pondok pesantren telah tiba. Santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, misalnya. Sebanyak 326 santri asal Gresik pun mudik. Pemkab Gresik melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik menjemput ratusan santri itu dari tempat mereka mondok untuk pulang di kampung halamannya di Gresik. 

Program antar-jemput gratis santri asal Gresik yang sedang belajar di sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur itu istikamah dilakukan oleh Pemkab Gresik. Tahun ini, memasuki tahun ketiga. Para santri ini dijemput dari tempat mondok dan turun secara keseluruhan di Masjid KH Ahmad Dahlan kawasan Terminal Bunder. Di Masjid KH Ahmad Dahlan ini para santri sudah ditunggu oleh orang tuanya untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sebelumnya mengatakan, program mudik gratsi para santri sudah berjalan sejak 3 tahun kepemimpinan dirinya itu, merupakan realisasi dari janji Nawa Karsa.

“Alhamdulillah, ini program transportasi terpadu di masa liburan pondok. Di mana para santri dijemput menggunakan bus ke pondok masing–masing se- wilayah Jatim. Diantar ke pelabuhan untuk santri asal Pulau Bawean, dan beberapa titik lainnya untuk santri asal Gresik,” ucapnya.

Gus Yani menegaskan, program mudik gratis transportasi terpadu bagi santri ini, tidak hanya berlaku santri asal Bawean. Tapi seluruh santri asal Kabupaten Gresik yang mondok di wilayah Jawa Timur. “Jadi petugas Dishub Gresik nanti akan menjemput dengan bus di masing-masing ponpes,” ujarnya.

Adapun untuk mendapatkan fasilitas transportasi mudik gratis (bus) tersebut, para santri tinggal mendaftarkan diri, ke pengurus masing-masing di pondoknya. Serta pendataan mudik ini akan berlaku selama pihak pengurus di pesantren berkoordinasi dengan petugas Dishub Gresik. Untuk penjemputan 326 santri dari Ponpes Tebuireng itu, Dishub Gresik menyediakan tujuh unit bus berkapasitas 45-50 seat. 

Sementara itu terkait mudik gratis bagi warga Gresik, Dinas Perhubungan memastikan 18 bus yang disiapkan sudah terisi kuotanya. Kepala Dinas Perhubungan Gresik Khusaini menyebut bahwa kuota pendaftran mudik gratis untuk lebaran Idul Fitri 1445 H / 2024 dari Pemkab Gresik telah terisi. “Mudik gratis saat ini untuk arus yang mudik, target 18 bus sudah terisi penumpang semuanya, untuk jumlah pendaftaran sudah terpenuhi dan ditutup sejak 28 Maret kemarin,” kata Khusaini.

Dikatakan, bahwa penutupan pendaftaran angkutan arus mudik gratis akan dilanjutkan dengan langkah verifikasi para pendaftar. Jika setelah verifikasi masih ditemukan kuota yang kosong, maka pendaftaran akan dibuka kembali. Juga kemungkinan ada pendaftar yang mengurungkan niatnya mudik gratis bisa terjadi dalam verifikasi nanti.

“Sehingga kuota akan terbuka lagi jika ada pendaftar yang tidak berangkat atau membatalkan diri untuk ikut mudik. Kami imbau warga yang belum terdaftar bisa menghubungi petugas dishub yang ada di loket pendaftaran di Kantor Dishub Gresik. Jika kuotanya masih ada bisa mendaftarkan diri,” kata Khusaini. (yad)

Istikamah, Pemkab Gresik Jemput Santri Mudik Gratis  Selengkapnya

Hari Pertama, 548 Calon Penumpang Mudik Bareng Gus Yani-Bu Min, Kuota 1.500 Pemudik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 548 orang  pendaftar di hari pertama mudik bareng Gus Yani dab Bu Min pada Selasa, 19 Maret 2024. Jurusan favorit seperti Gresik-Madiun-Ponorogo-Tulungagung banyak diminati sejak awal dibuka pendaftaran di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik. 

Pemkab Gresik mengalokasikan 1.500 kursi untuk mudik gratis tahun ini. Pendaftaran ditutup pada 22 Maret 2024 atau alokasi terpenuhi pendaftar akan di tutup. Sejak pagi masyarakat mulai berdatangan ke tempat pendaftaran di kantin Dishub Gresik di kawasan terminal Bunder. Loket pendaftaran di buka pukul 08.00 WIB. Ada tiga orang petugas yang melayani pendaftaran mudik gratis bekerjasama dengan Bank Jatim itu.

Calon pemudik cukup membawa fotokopi kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk serta mencatatkan nomor telepon. Calon pemudik mendapatkan selembar tiket di dalam tercatat t nama, alamat, tujuan, nomor bus serta tanggal keberangkatan yang dilakukan serentak pada Sabtu 6 April 2024 mendatang.  

“Saya bersama anak dan suami berencana mudik ke Madiun. Karena ada kegiatan mudik gratis ini Alhamdulillah bisa meringankan beban pulang kampung nanti,” kata Wiwik Suprihatin, salah satu calon peserta mudik gratis asal Kecamatan Cerme, Gresik.

Hal senada disampaikan Didik Hartono. Warga perumahan Gresik Kota Baru yang berencana akan mudik ke Banyuwangi. Dia sengaja ikut mudik gratis karena di tempat kerjanya sudah mulai libur pada 5 April 2024. “Mumpung sudah ada keputusan libur mulai 5 April dari kantor, jadi saya bisa mengikuti mudik gratis dari Pemkab Gresik 6 April nanti,” kata pegawai salah satu perusahaan di Manyar ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Gresik Khusaini didampingi Kabid Angkutan Jalan Suhartono mengaku lega kegiatan mudik gratis mendapat sambutan baik dari warga Gresik. Bahkan, pendaftar banyak beserta keluarga. “Itu kenapa kami minta Kartu Keluarga, agar pendaftar bisa dipastikan anggota keluarganya untuk pendataan kami,” kata Suhartono.

Hingga pukul 12.00 WIB, tercatat 548 pendaftar mudik  areng Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dan Bu Min-sapaan karib-Wakil Bupati Aminatun Habibah. Rinciannya, rute Gresik-Pasuruan-Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi ada 57 penumpang ; Gresik-Probolinggo-Lumajang-Jember (64 penumpang) ; Gresik-Malang-Blitar (12 penumpang) ;  Gresik-Jombang-Kediri- Tulungagung-Trenggalek (60 penumpang). (yad)

Hari Pertama, 548 Calon Penumpang Mudik Bareng Gus Yani-Bu Min, Kuota 1.500 Pemudik Selengkapnya