Jelang TKA SMP, Wabup Gresik Inginkan Tendik Ubah Metode Pelajaran Matematika Menyenangkan

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meminta para tenaga pendidik (Tendik) mengubah cara mengajar matematika agar lebih menyenangkan. Pelajaran matematika tidak menakutkan lagi bagi sebagian siswa.

“Yang sedang kita pikirkan adalah bagaimana matematika bisa menjadi pelajaran yang menyenangkan. Saya hanya menitipkan satu pesan penting, yakni kejujuran,” ujar Wabup Asluchul Alif saat membuka pelatihan guru di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 12 Januari 2026.

Menurutnya, pembelajaran yang jujur, baik dalam proses mengajar maupun menilai, menjadi fondasi utama peningkatan kualitas pendidikan. Tanpa itu, target peningkatan hasil belajar hanya akan menjadi angka di atas kertas.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan guru bertajuk Pembelajaran Diferensiasi dan Motivasi Siswa ala Jepang yang digelar pada selama 3 hari, 12–14 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti 321 guru SD dan SMP se-Kabupaten Gresik, serta dihadiri Staf Ahli Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga  Prof. Biyanto.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mengajarkan konsep matematika secara inovatif dan menyenangkan. Guru didorong keluar dari pola pembelajaran yang kaku, menuju pendekatan yang lebih kontekstual dan ramah bagi siswa. “Pelatihan ini memperkuat numerasi guru sekaligus mensosialisasikan pembelajaran ala Jepang. Tujuannya jelas, menyiapkan peserta didik menghadapi TKA April 2026,” kata Hariyanto.

Ia menyebutkan, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA sederajat tahun 2025 secara nasional menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Nilai rata-rata Bahasa Indonesia tercatat 57,39, Matematika 37,23, dan Bahasa Inggris 26,71. “Angka ini menjadi peringatan serius. Karena itu, kami berharap di Gresik tidak ada lagi nilai TKA di bawah 5 untuk SD dan SMP pada April mendatang. Target minimal Matematika 6,00 dan Bahasa Indonesia 7,00,” tegasnya.

Sejumlah langkah antisipatif telah dijalankan. Untuk penguatan Bahasa Inggris, Pemkab Gresik bekerja sama dengan Kampung Inggris Pare melalui pilot project di SDN 4 Petrokimia Gresik dan SMP Plus Jauharul Maknuun Sidayu. Di sekolah tersebut, ekosistem Bahasa Inggris telah dibangun, melibatkan tenaga tata usaha, siswa, hingga petugas kebersihan.

Sementara untuk matematika, pendekatan pembelajaran ala Jepang dipilih agar siswa terbiasa bernalar, memahami konsep, dan menikmati proses belajar. Pemkab Gresik menargetkan peningkatan nilai TKA berjalan konsisten dan mampu menembus 10 besar tingkat Provinsi Jawa Timur.

Pelatihan ini terlaksana melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Gresik dengan dukungan program CSR dari PT Petrokimia Gresik sebagai bagian dari komitmen memperkuat kualitas pendidikan daerah. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Jelang TKA SMP, Wabup Gresik Inginkan Tendik Ubah Metode Pelajaran Matematika Menyenangkan Selengkapnya

Lantik 55 Kepala Sekolah, Bupati Gresik : Titip Sekolah Ramah Anak, No Bullying & Radikalisme

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengambil sumpah dan melantik 55 kepala sekolah serta 21 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 5 Januari 2026.

Puluha kepala sekolah yang dilantik, terdiri dari 53 kepala Sekolah Dasar (SD) dan 2 kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pelantikan kepala sekolah ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025, yang menggantikan Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.

Penerapan regulasi tersebut bertujuan untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah yang terjadi di sejumlah satuan pendidikan. Kondisi kekosongan kepala sekolah ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Gresik, tetapi juga hampir di seluruh wilayah Indonesia, sehingga diperlukan percepatan pengisian jabatan melalui mekanisme berbasis merit.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan bahwa seluruh kepala sekolah dan pejabat fungsional yang dilantik telah melalui proses seleksi yang komprehensif, mulai dari manajemen talenta, uji kompetensi, hingga penelusuran rekam jejak. Selain itu, aspek jarak tempat tinggal dengan lokasi kerja juga menjadi pertimbangan dalam penempatan.

“Panjenengan semua terpilih sesuai dengan hasil manajemen talenta dan nilai uji kompetensi yang sudah memenuhi syarat. Tapi saya juga melihat latar belakang pendidikan serta jarak rumah dengan tempat tugas. Kami tidak ingin jarak penempatan menjadi alasan menurunnya integritas dan kinerja,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Ia berpesan agar mengelola sekolah secara profesional dan akuntabel, baik dalam pengelolaan administrasi maupun pengelolaan anggaran pendidikan, seperti bantuan operasional sekolah daerah maupun nasional (BOSDAdan BOSNAS). Selain itu, juga mengistruksikan membangun kerja sama yang solid antara kepala sekolah dan para guru guna menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

“Titip sekolah ini menjadi sekolah ramah anak. Tidak ada bullying, tidak ada radikalisme. Mudah-mudahan Bapak-Ibu menjadi guru yang terus dicintai oleh murid-muridnya,” pesan Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Dalam pelantikan tersebut, sebanyak lima peserta dari Pulau Bawean turut dilantik secara daring sebagai bentuk pemerataan pelayanan serta efisiensi pelaksanaan pemerintahan.

Sebagai penutup, Bupati Yani menyampaikan bahwa kepala sekolah yang telah menjabat selama dua periode atau kurang lebih delapan tahun akan segera didorong untuk mengikuti uji sertifikasi pengawas. Kebijakan ini bertujuan untuk membuka ruang regenerasi dan pengembangan karier di bidang pendidikan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Lantik 55 Kepala Sekolah, Bupati Gresik : Titip Sekolah Ramah Anak, No Bullying & Radikalisme Selengkapnya

Mohammad Salim, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Sabet Anugerah PAIS Love 2025 dari Kemenag

GRESIK,1minute.id – Menjelang akhir tahun 2025, civitas UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik mendapatkan kado istimewa dari Kementerian Agama (Kemenag) Gresik. Mohammad Salim dinobatkan sebagai Juara Pertama Kepala Sekolah Imlementator Pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025. 

Salim berhak mendapatkan Anugerah PAIS LOVE 2025. Penganugerahan akan diserahkan pada Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama 2026 di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri di Jalan Raya Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 3 Januari 2026 mendatang. 

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja cerdas Guru PAI Spenda yang luar biasa,  Ustad Bambang Sujianto, Ustad Humaidi dan Bu Ning Choiriyah dengan konsisten dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan kegiatan PAI dan tanpa lelah membuat inovasi terbaik untuk murid kami dan saya selaku kepala Sekolah mengapresiasinya,” kata Salim melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 30 Desember 2025.

UPT SMP Negeri 2 Gresik, satu-satunya lembaga pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Juara kedua, diraih Sholahiyah dari Kepala SMP Alkarimi, Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun dan juara tiga yakni Moh Ghozali, Kepala UPT SDN 296 Gresik.

Menurut Salim, ada beberapa penilaian program pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAIS) yang dilakukan oleh Kementerian Agama Kabupaten Gresik. “Spenda terpilih menjadi Terbaik Program sekolah berbasis Agama,” kata Salim.

Ada sepuluh program berbasis PAIS yang dilakukan oleh lembaga pendidikan dibawah Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik selama 2025. Salim menyebutkan, 

Pengajaran Al-Quran, TBTQ (Tuntas Baca, Tulis Quran) Kelas Tahfid adalah Literasi Al Quran. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca, menghafal, dan memahami Al-Quran ;  Pelajaran Fiqih Nisa’: Keputrian.  Program ini mengajarkan siswa tentang hukum-hukum Islam, seperti ibadah, muamalah, dan akhlak ; Pelajaran Akhlak: Program ini mengajarkan siswa tentang akhlak yang baik, seperti sopan santun, kejujuran, dan empati.

Berikutnya, Kegiatan Keagamaan :  Program ini meliputi kegiatan seperti salat berjamaah, pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya ; Pembinaan Karakter: Program ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang beriman, berakhlak mulia, dan berwawasan luas ; Pengembangan Spiritual: Program ini mengajarkan siswa tentang pentingnya spiritualitas dan bagaimana meningkatkan kualitas spiritual.

Selanjutnya, Kegiatan Sosial: Program ini meliputi kegiatan seperti bakti sosial, pengumpulan dana untuk kegiatan keagamaan, dan lain-lain ; Pembinaan Guru : Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar pendidikan agama Islam ; Pengembangan Kurikulum*: Program ini bertujuan untuk mengembangkan kurikulum pendidikan agama Islam yang lebih efektif dan relevan dan Evaluasi dan Monitoring: Program ini bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi kualitas pendidikan agama Islam di sekolah.

Selain sepuluh program tersebut, Spendagres juga melakukan kegiatan penunjang, antara lain, Salat Dhuha, Duhur berjamaah ;  Pengajian rutin ; Kegiatan bakti sosial dan santunan; Lomba-lomba keagamaan dan  Seminar keagamaan. Kemudian, kegiatan outbound keagamaan Brus ( Bimbingan Remaja Usia Sekolah) kerjasama dengan KUA (Kantor Urusan Agama).Gresik ; Hotmil dan tadarus jam ke Nol ; Duta Keberagaman Pembinaan Kerukunan kerjasama dengan FTK Gresik ; Kantin Halal Binaan Kemenag ; Love Romadhon dan Jumat Religi berbagi dan Peduli. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Mohammad Salim, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Sabet Anugerah PAIS Love 2025 dari Kemenag Selengkapnya

10 Sekolah di Gresik Mengikuti Standardisasi Sekolah Ramah Anak Nasional

GRESIK,1minute.id – Sebanyak sepuluh lembaga pendidikan di Kabupaten Gresik diusulkan mengikuti Standardisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) Nasional. Lembaga pendidikan itu, antara lain, UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik. 

“Mohon doanya, kami bisa masuk Standardisasi Sekolah Ramah Anak Nasional,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim usai Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Aula Spenda Gresik pada Jumat, 18 Juli 2025. Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak ini menghadirkan Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali.

Pada 23 Septembet 2023, sekolah yang berada di Jalan K.H Kholil,  Gresik ini telah mendeklarasikan menjadi sekolah ranah anak. Saat itu, deklarasi dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik periode 2020-2024 Aminatun Habibah. Seluruh siswa mulai kelas VII sampai IX ikut deklarasi. 

Sejak saat itu, sekolah yang memiliki kantin Halal dan menjadi Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) yang pertama di Gresik ini, menjadi salah satu sekolah ramah anak di Kabupaten Gresik. Setelah, hampir dua tahun, pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik mengusulkan Spenda Gresik untuk naik “kelas” menjadi sekolah ranah anak (SRA) Nasional. “Semoga terwujud pelayanan dalam lingkungan sekolah yang aman nyaman dan menyenangkan,” katanya. (yad)

Berikut 10 lembaga pendidikan di Gresik yang mengikuti Standardisasi Sekolah Ramah Anak Nasional:

1. UPT SMP Negeri 1 Gresik

2. UPT SMP Negeri 2 Gresik

3. SMP Mambaul Ulum, Kebomas, Gresik 

4. MTs Negeri Gresik, Desa Metatu, Benjeng, Gresik 

5. MTs Assa’adah 1 Bungah, Gresik 

6. SD Muhammadiyah Manyar, Gresik 

7. MI Negeri 1 Gresik, Desa Kedungsekar, Benjeng, Gresik 

8. MI Assa’adah Bungah, Gresik

9. MA Negeri 1 Gresik, Bungah, Gresik 

10. MA Negeri 2 Gresik, Desa Metatu, Benjeng, Gresik

(Data Dinas KBPPPA Gresik)

10 Sekolah di Gresik Mengikuti Standardisasi Sekolah Ramah Anak Nasional Selengkapnya

Gresik Siap Jadi Pilot Project Sekolah Rakyat, Sekjen Kemensos dan Bupati Gresik Tinjau UPT SMP Negeri 30 Gresik 

GRESIK,1minute.id – Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico, bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, meninjau lokasi rencana penempatan Sekolah Rakyat di UPT SMP Negeri 30 Gresik. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan program prioritas nasional di bidang pendidikan. Turut hadir dalam kunjungan ini Asisten I Pemkab Gresik Suprapto, Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh, Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan atau Dispendik Gresik Syifaul Qulub serta tokoh masyarakat setempat.

Menurut Robben Rico, sekolah rakyat ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui penyediaan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan terjangkau. Sekolah ini diperuntukkan secara khusus bagi warga Gresik yang tercatat dalam desil 1 dan 2 berdasarkan data kesejahteraan ekonomi nasional. 

Program ini akan mulai membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada tahun ajaran 2025 dan diselenggarakan secara gratis. “Ini amanat langsung dari Bapak Presiden (Prabowo Subianto). Sekolah Rakyat merupakan gabungan dari berbagai program unggulan yang diintegrasikan, mulai dari makan gratis, pendidikan gratis, hingga penyediaan fasilitas terbaik. Seluruh pembiayaan ditanggung negara melalui APBN hasil efisiensi anggaran,” tegas Robben Rico dalam sambutannya.

Ia juga menekankan bahwa sekolah ini tidak boleh diisi oleh siswa dari luar Gresik. “Kami imbau agar penerimaan siswa dilakukan sesuai ketentuan, yakni khusus untuk warga desil 1 dan 2 yang termasuk dalam 20% kelompok masyarakat berpendapatan terendah atau tergolong miskin ekstrem. Tidak boleh ada titipan. Para guru pun harus melalui proses seleksi yang ketat,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan bahwa Sekolah Rakyat akan dijadikan proyek percontohan (pilot project) dengan sistem boarding school dan asrama, serta akan menjadi model nasional. Ia juga menegaskan pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam proses seleksi peserta didik maupun tenaga pengajar, agar program ini benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.

Rombongan kemudian meninjau secara langsung kondisi sarana dan prasarana sekolah, mulai dari tempat ibadah, ruang kelas, toilet, hingga infrastruktur pendukung lainnya. Hasil tinjauan ini akan menjadi dasar evaluasi untuk memastikan kesiapan sekolah dalam menjalankan program sesuai standar yang ditetapkan.

Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari proses Data Entry Seleksi (DES) oleh Kementerian Sosial. “Ada sekitar 86 kabupaten/kota yang mengikuti DES di Jakarta, termasuk Gresik. Proposal dan dokumen kami telah diverifikasi dan dinyatakan lengkap oleh Kementerian PUPR. Saat ini kami tinggal menunggu proses hibah atau alih status aset untuk keperluan pembangunan,” jelasnya.

Ia menambahkan, UPT SMP Negeri 30 Gresik ditetapkan sebagai embrio Sekolah Rakyat dan akan menerima dua rombongan belajar (rombel) pada tahun ajaran 2025. Masing-masing dengan kapasitas maksimal 25 siswa. “Yang diterima hanya masyarakat Gresik yang tergolong miskin ekstrem, khususnya yang berada pada desil 1 dan 2. Ini merupakan syarat mutlak,” tegasnya.

Untuk diketahui Desil 1 adalah rumah tangga dalam kelompok 10% terendah. Kelompok ini memiliki tingkat ekonomi yang paling tidak sejahtera atau fakir miskin. Desil 2 adalah rumah tangga dalam kelompok antara 10-20% terendah. Kelompok ini mempunyai tingkat ekonomi kurang sejahtera atau miskin.

Lebih lanjut, Pemkab Gresik juga telah menyiapkan lahan di Raci Tengah untuk mendukung pengembangan Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026. “Mudah-mudahan hasil survei ini membawa kabar baik bagi Pak Sekjen, sehingga bisa segera dilaporkan kepada Menteri Sosial maupun Bapak Presiden. Gresik siap menjadi salah satu dari enam kabupaten/kota embrio Sekolah Rakyat,” tambahnya.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. 

Diharapkan, embrio Sekolah Rakyat di UPT SMP Negeri 30 Gresik ini dapat menjadi model pendidikan inklusif berbasis karakter dan teknologi, serta menjadi solusi konkret dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Pemkab Gresik terus berkomitmen mendukung kebijakan strategis nasional demi mewujudkan pemerataan akses pendidikan yang berkualitas. Langkah ini diharapkan mampu menjadi titik awal lahirnya generasi unggul, mandiri, dan berdaya saing tinggi di masa depan. (yad)

Gresik Siap Jadi Pilot Project Sekolah Rakyat, Sekjen Kemensos dan Bupati Gresik Tinjau UPT SMP Negeri 30 Gresik  Selengkapnya

Pemkab Gresik Luncurkan Gerakan Aksi Bergizi di Sekolah. Ini Tujuannya!

GRESIK,1minute.id – Gerakan Aksi Bergizi di sekolah dimulai di UPT SMP Negeri 17 Gresik pada Jumat, 19 Juli 2024. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang datang langsung ke sekolah berada di Jalan Kalimantan, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru atau GKB, Kecamatan Manyar, Gresik itu.

Gerakan meminum suplemen penambah darah yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan atau Dispendik Gresik ini diikuti seluruh siswa kelas VII. Jumlahnya 282 siswa. Pada kesempatan itu, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani juga membagikan kain seragam gratis untuk siswa baru.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Gerakan Aksi Gizi adalah program Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik untuk menurunkan angka stunting. Aksi Gizi dengan mengkonsumsi suplemen penambah darah sangat baik untuk anak-anak. 

“Remaja perempuan harus tahu fungsi dari meminum tablet tambah darah. Ini merupakan program dari Pemkab Gresik untuk menurunkan angka stunting. Jadi harus beneran di minum, jangan di buang,” tutur Gus Yani didampingi Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto dan Kabid SMP Syifaul Qulub. 

Nurul Haromaini Ali menambahkan, manfaat minum tablet tambah darah dapat mengatasi risiko anemia. “Minum tablet tambah darah dapat mengurangi risiko anemia atau kekurangan darah. Ciri-ciri anemia yaitu mudah mengantuk, munculnya rasa malas, dan badan cepat lemas,” jelas istri Bupati Fandi Akhmad Yani ini.

Ada empat poin dalam naskah komitmen bersama dalam rangka penurunan angka stunting dengan implementasi Germas melalui Aksi Bergizi di Sekolah. Yakni, Kami siap dan patuh sarapan dan minum satu butir tablet tambah darah bersama di sekolah setiap satu minggu ; Kami siap dan patuh penuhi gizi seimbang dengan makan protein hewani, sayur dan buah ; Kami siap melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari dan kami siap mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Seperti sebuah semboyan : Mens sana in corpore sano (Latin) artinya adalah “Jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat.” Maksudnya jika jiwa seseorang sehat, maka tubuhnya akan sehat juga. (yad)

Pemkab Gresik Luncurkan Gerakan Aksi Bergizi di Sekolah. Ini Tujuannya! Selengkapnya

Diinisiasi TP PKK Gresik, Program Jaketku Meluluskan 74 Wisudawan 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 74 peserta didik program Jaketku di wisuda di Gedung Nasional Indonesia (GNI). Mereka adalah peserta didik kejar paket A, B dan C. Wisuda perdana program Kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah (Jaketku) dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali serta Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto. 

Puluhan wisudawan berbagai jenjang pendidikan itu semringah. Sebab, mereka telah memiliki ijazah sekolah. Paket A atau setara SD ; Paket B alias setara SMP dan Paket C atai setara SMA.

Fandi Akhmad Yani berharap, dengan raihan ilmu yang didapat dari tuntasnya Program Jaketku 2022 bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat. “Pendidikan membantu seseorang dalam mencapai tujuan ekonomi dan sosial. Selain itu, pendidikan menjadi salah satu variabel utama dalam semua lini pembangunan nasional,” ujar Gus Yani-Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Senin, 12 Juni 2023.

Menurut dirinya, ada 4 hal dalam pendidikan. Pertama yaitu mendidik diri, kedua membangun karakter, ketiga mengatur perilaku, dan yang keempat untuk menjadikan pribadi yang baik. “Mudah-mudahan para wisudawan pada sore hari ini membawa perubahan kondisi ekonomi. Program ini menjadi stimulan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam rangka pengentasan kemiskinan,” ungkap Gus Yani dengan nada optimisme.

Mantan Ketua DPRD Gresik itu berharap kepada wisudawan untuk tidak berhenti sampai disini. Pemerintah akan berupaya mencarikan program untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, karena semua orang punya hak untuk belajar dan sukses.

“Kita perangi Gresik bebas dari anak putus sekolah. Mudah-mudahan program ini merubah keadaan sosial dan ekonomi di Kabupaten Gresik,” tandasnya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik S. Hariyanto dalam laporannya menyampaikan, program Jaketku telah dilaksanakan di 1 SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) dan 11 PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar). Ini sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 50 tahun 2022 atas perubahan nomor 88 tahun 2022.

Pada 2022, jelas Hariyanto,  peserta didik yang mengikuti kejar Paket A sebanyak 167 orang ; Paket B (472) dan Paket C (1.538). Pada 2023, kejar Paket A sebanyak 54 peserta didik ; Paket B (337) dan Paket C (1.179). Lulus dan di wisuda tahun 2022-2023, termasuk 4 orang dari Bawean. Paket A sebanyak 16, Paket B 26 dan Paket C 32 dengan jumlah keseluruhan 74.

Program Jaketku merupakan inisiasi dari tim penggerak PKK Kabupaten Gresik bersama Dinas Pendidikan, Dinas KBPP, Dinas Kominfo, dan Dinas Sosial Kabupaten Gresik. “Program ini menyasar anak-anak Gresik yang putus sekolah dengan tujuan anak-anak tersebut bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa menyelesaikan pendidikannya yang sempat tertunda,” terang Hariyanto.

Selain itu, lanjut Hariyanto, program Jaketku memberikan kejar paket sesuai dengan tingkat pendidikan terakhirnya yang terputus, hingga proses ujian untuk mendapatkan ijasah. 

“Dengan jargon “Meretas Ketertinggalan, Menjadi Insan Berilmu, Berdaya dan Sejahtera”. Mereka akan menjalani kegiatan belajar di SKB ataupun di PKB secara gratis, “tegasnya.

Sementara, salah satu wisudawan asal Desa Sokaoneng Kecamatan Tambak Marzuni mengatakan, awal mengenal program Jaketku dari sosialisasi Kepala Desa dan UPT TP PKK maka saya mengikuti kejar Paket B dan Alhamdulillah sekarang saya sudah di wisuda.

“ini teman-teman dari Bawean ada yang meminta bahwa program Jaketku kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah ini terus berlanjut,” harapnya. (yad)

Diinisiasi TP PKK Gresik, Program Jaketku Meluluskan 74 Wisudawan  Selengkapnya

Pameran Pendidikan Dispendik Gresik,SMP Negeri 4 Gresik Suguhkan 9 Buku Antologi Karya Siswa 

GRESIK,1minute.id – Pameran Pendidikan di Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS) memasuki hari kedua pada Senin, 21 November 2022. Ratusan siswa berseragam sekolah memenuhi arena ajang adu kreativitas dan inovasi di stadion berlokasi di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu.

Ada memakai seragam baju putih bawahan merah dan baju putih bawahan biru. Mereka datang tidak sendiri. Diantar oleh orang tua mereka. Juga, didampingi oleh guru mereka. Sehingga suasana Pemeran Pendidikan terbesar kali pertama dihelat oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik memperingati Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang diperingati setiap 25 November itu terasa meriah. 

Apalagi mayoritas lembaga pendidikan mulai jenjang SD dan SMP Negeri dan Swasta seakan berlomba dengan memamerkan karya unggulan mereka untuk menarik para pengunjung. Ada yang memamerkan alat deteksi dini gempa. Ada juga, memamerkan karya literasi. Stan SMP Negeri 4 Gresik, misalnya. 

Sekolah berlokasi di Jalan Proklamasi, Gresik memajang sejumlah buku karya siswanya. Buku antologi puisi dan cerpen. Judulnya menarik. Yakni ” Pelabuhan Terakhir ; Senja Pantai Grissee dan Ukiran Kota Bandar”.

KARYA SISWA : Buku antologi puisi dan cerpen karya siswa SMP Negeri 4 Gresik di Pameran Pendidikan di Stadion Gelora Joko Samudro pada Senin, 21 November 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Nah, pengunjung pameran setelah berkeliling bisa berleha-leha sambil menikmati hiburan. Di hari kedua, ada peragaan busana dan penampilan musikalisasi puisi. Seperti yang dilakukan oleh Nur Alisa. Siswa kelas VIII-D SMP Negeri 4 Gresik seakan bisa membius pengunjung. 

Nur Alisa membacakan puisi karya Nabila Eka Agustin. Begini cukilan puisinya : Senja memerah di pantai pesisir// Sinarnya redup tertutup awan hitam// Bisul-bisul nanah menyembur dari dasar palung terdalam//Lintang kemukus tiba dibatas kota pelabuhan yang menyepi//

Aku menyerana memandang senja di kota yang sinarnya tergerogoti pondasinya//Lalu kita-kita terdiam dibatas gapura bentar menantikan hujan beku yang tak tiba-tiba// Disana dilangit mendung kemukus berubah stratus//…

Kepala UPT SMP Negeri 4 Gresik Arif Abd Rohman mengatakan, budaya literasi sudah dilakukan beberapa tahun lalu. Untuk tahun ini, ada 9 buku antologi karya siswa yang diterbitkan. “Sembilan buku antologi puisi dan cerpen karya siswa kelas VII, VIII dan IX,”kata Arif dikonfirmasi selulernya pada Senin malam, 21 November 2022.

Sembilan buku antologi karya siswa itu, imbuhnya, sudah didaftarkan hak cipta.  International Standard Book Number (ISBN). (yad)

Pameran Pendidikan Dispendik Gresik,SMP Negeri 4 Gresik Suguhkan 9 Buku Antologi Karya Siswa  Selengkapnya

Meriah, Pameran Pendidikan Terbesar Dihelat Dispendik Gresik 

GRESIK,1minute.id – Ribuan pelajar meramaikan Pameran Pendidikan di Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS) pada Minggu, 20 November 2022. Pameran pendidikan terbesar di kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik digelar oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik ini dibuka Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. 

Aminatun Habibah mengapresiasi perlehatan yang diprakarsai Dispendik Gresik ini. Karena pameran pendidikan dengan sangat meriah. 

“Kami atas nama Pemkab Gresik mengucapkan terima kasih kepada Dispendik dan para guru maupun kepala sekolah karena senantiasa memberikan yang terbaik untuk anak didik. Terbukti pameran pendidikan berjalan dengan luar biasa,”ujar Bu Min- sapaan akrab-Wabup Gresik Aminatun Habibah ini.

Menurut dia, kegiatan pameran pendidikan bisa menjadi wadah bagi siswa untuk berkreasi dalam berbagai lomba yang digelar. “Semoga tahun depan bisa lebih meriah lagi,”imbuh Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik ini.

Sementara itu, Kepala Dispendik Gresik S. Hariyanto mengatakan kegiatan pameran pendidikan digelar untuk memberikan wadah bagi siswa untuk berkreasi. Serta kepada sekolah dan lembaga pendidikan untuk menampilkan inovasi-inovasi yang selama ini telah dibuat. “Kegiatan ini digelar mulai 20 November hingga 26 November mendatang,” ujarnya.

Dikatakan, pada pameran pendidikan 2022 ini ada sejumlah kegiatan yang digelar. Selain exhibition, ada pentas seni, pameran sekolah, challenge, festival literasi, pameran IT, lomba serta stan UMKM.

“Alhamdulillah, pada pembukaan pameran berlangsung sangat meriah. Ini di luar ekspektasi kami. Sangat luar biasa. Saya mewakili Dispendik Gresik mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan acara ini,” ungkapnya.

Ia berharap, kegiatan pameran pendidikan bisa digelar rutin setiap tahun. Dan semoga tahun depan bisa lebih meriah lagi dengan melibatkan seluruh stakeholder pendidikan di Kabupaten Gresik. “Kami akan terus berbenah, semoga tahun depan bisa lebih baik lagi,” imbuhnya. (yad)

Meriah, Pameran Pendidikan Terbesar Dihelat Dispendik Gresik  Selengkapnya

Wabup Jamin Seleksi Calon Kepala Sekolah Fair Play

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 146 guru mengikuti seleksi kepala sekolah. Rinciannya, 108 guru sekolah dasar (SD) dan 38 guru sekolah menengah pertama (SMP). Seleksi digelar di Universitas Qomarudin Bungah, Sampurnan, Desa/Kecamatan Bungah, Gresik.

Seleksi selama dua hari mulai Selasa, 28 September 2021 itu dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dengan didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto.  Aminatun Habibah meminta kepada peserta seleksi untuk semangat mengikuti tahapan seleksi ini. 

“Tentunya Anda semua sudah mempersiapkan diri sedemikian rupa untuk berlaga pada seleksi Kasek Ini. Sekarang eranya berbeda, Kami akan memilih yang terbaik dan Insya Allah yang terbaik ini akan ikut serta bersama kami untuk memajukan pendidikan di Gresik,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah serius.

Bu Min meminta agar para calon kasek ini tidak  terpengaruh dengan isu-isu yang tidak baik yang ada di luar sana. Saat ini di era Gresik baru ini kami akan berlaku adil dan fair play. “Insya Allah yang terbaik yang terseleksi dan lulus menjadi Kepala sekolah,”tegasnya. 

Sementara Plt Kadis Dinas pendidikan  Hariyanto mengatakan bahwa materi ujian seleksi Kasek selama 2 hari ini meliputi leadership, pedagogic, problem solving, rancangan anggaran pendapatan belanja sekolah (RAPBS), Pancasila dan Kewarganegaraan. (yad)

Wabup Jamin Seleksi Calon Kepala Sekolah Fair Play Selengkapnya