Hilal Awal Ramadan Tak Terlihat di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik, Puasa Mulai Minggu 

GRESIK1minute.id – Tim Rukyaktul Hilal Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LF PCNU) Gresik tidak berhasil melihat Hilal. Rukyaktul hilal awal Ramadan 1443 H/4022 dilakukan di Balai Rukyat Bukit Condrodipo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Jumat,1 April 2022.

Rukyaktul hilal ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik Sahid , Ketua Pengadilan Agama (PA) Gresik dan beberapa orang perukyat. 

Pengamatan dilakukan  dengan berbagai alat manual maupun canggih seperti teodolit, teleskop binokular dan monokular. “Tetapi hilal tidak terlihat,”kata Sekretaris Sekretaris LFNU Gresik Angga Purwancara.

TEROPONG BINTANG: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan pengamatan Hilal melalui teropong bintang di Balai Rukyat LFNU di Bukit Condrodipo Gresik pada Jumat, 1 April 2022 (Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Pengamatan dilakukan mulai matahari terbenam berdasarkan metode hisab tadqiqi dengan tinggi hilal antara 1 derajat 22 menit 35 detik hingga 2 derajat 15 menit 56 detik.”Berdasarkan Inkamnur Rukyah Nahdlatul Ulama tinggi hilal minimal 3 derajat dan  elongasi hilal minimal 6,4 derajat,”ujarnya. 

Hasil rukyaktul hilal LF PCNU Gresik itu kemudian diserahkan kepada Kemenag Gresik Sahid. “Semua perukyat tidak melihat Hilal. Hasil ini akan kami laporkan kepada Menteri Agama,”katanya. Penentuan awal bulan suci, Ramadan 1443 Hijriah nanti akan diumumkan oleh Menteri Agama. 

PENGAMATAN: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memantau hilal awal Bulan Ramadan 1443 H di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik pada Jumat, 1 April 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Pantauan 1minute.id di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah mencoba untuk melihat Hilal melalui alat teropong bintang itu. Akan tetapi, kedua pemimpin di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu mengaku tidak melihat Hilal. “Warna ne putih kabeh,”seloroh Wabup Aminatun Habibah. (yad)

Hilal Awal Ramadan Tak Terlihat di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik, Puasa Mulai Minggu  Selengkapnya

Buang Pulang, Nenek Menangis Haru, Kejari Gresik Terapkan Restorative Justice, Tersangka Curi Handphone Bebas


GRESIK,1minute.id – “Iki sopo. Buang ta!”seru Munarsih, 72 tahun. Mendengar suara Buang, nenek yang duduk di kursi roda itu langsung menangis. Haru. Senang karena sudah bertemu anak semata wayangnya. “Ayo mule,”imbuhnya. Buang langsung memeluk neneknya itu. Pemuda 34 tahun itu bersimpuh di kaki neneknya itu. 

Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Muhamad Hamda S., Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gresik Maria Grace seakan menahan air mata. Mereka seakan ikut haru. Selama 3 menit,

Buang bersimpuh. Memohon maaf kepada neneknya itu. Buang pun memeluk erat perempuan rentah itu. “Iya Buang pulang,”katanya dengan nada lirik. Buang lalu mendorong kursi roda nenek Munarsih keluar kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik pada Jumat, 1 April 2022. Buang dan neneknya di antar pulang menggunakan mobil milik jaksa ke rumah di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.  

HARU : Umar Buang memeluk neneknya, Munarsih setelah mendapatkan program Restorative Justice dari Kejari Gresik pada Jumat, 1 April 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Munarsih adalah ibu angkat Umar Buang. Sejak kecil Buang dirawat karena ibu kandungnya meninggal dunia. Buang memanggil Munarsih dengan sapaan nenek. Namun, ekonomi Munarsih pas-pasan. Buang belum memiliki pekerjaan tetap. Ditambah kondisi kesehatan nenek Munarsih sakit-sakitan. Buang pun gelap mata.

Lajang 34 tahun itu mencuri sebuah smartphone Realme C.11 dan uang Rp 92 ribu milik Tuah Kurniawan, 32, warga Jalan Bali, Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada 13 Januari 2022.
Smartphone milik Kurniawan itu ditaruh di warung kopi (Warkop) Barokah di Jl.Poros Banjarsari Desa Banjarsari, Kecamatam Manyar Kab.Gresik.

Aksi yang dilakukan Buang terekam CCTV. Buang akhirnya dibekuk anggota Polsek Manyar. Buang dijebloskan ke penjara. Sejak 13 Januari 2022 Buang tidak bisa merawat neneknya itu. Nenek Munarsih terus berdoa Buang bisa pulang. Nah, setelah melalui proses panjang di Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik perkara Buang dihentikan. Buang mendapatkan restorative justice (RJ) pada Jumat, 1 April 2022.

Kajari Gresik Muhamad Hamda pun membebaskan Buang. “Ini berkah menjelang bulan Suci Ramadan,”kata Hamda. Namun, Handa mewanti-wanti kepada Buang untuk tidak melakukan perbuatan melawan hukum lagi. “Kalau melakukan lagi, tidak bisa mendapatkan program RJ,”kata Kajari Hamda. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi langkah Kejaksaan Negeri Gresik itu. “Memberi sumber kebahagian,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani. (yad)

Buang Pulang, Nenek Menangis Haru, Kejari Gresik Terapkan Restorative Justice, Tersangka Curi Handphone Bebas Selengkapnya

Kinerja DPM PTSP Gresik Kinclong, Realisasi Pendapatan  Triwulan Pertama Melebihi Target

GRESIK,1minute.id – Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Gresik kinclong. Pada triwulan pertama membukukan pendapatan dari sektor retribusi lebih dari Rp 5 miliar. Raihan pendapatan itu melebihi target APBD sebesar Rp 2 miliar. 

Meski begitu, Kepala DPM-PTSP Gresik A.M. Reza Pahlevi belum puas dengan raihan itu. “Saya setiap hari terus mencari potensi meningkatkan pendapatan,”kata Reza Pahlevi dikonfirmasi pada Rabu, 30 Maret 2022. Sehari sebelumnya, kinerja positif itu mendapatkan apreasiasi dari Komisi II DPR RI. Komisi dengan lingkup tugas di bidang dalam negeri, sekretariat negara, dan pemilu melakukan kunjungan kerja ke Mal Pelayanan Publik (MPP) di DPM-PTSP Gresik.

Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPR RI Lukman Hakim disambut oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Kepala DPM-PTSP Gresik A.M Reza Pahlevi.  Mereka melihat secara langsung 21 jenis pelayanan yang ada di MPP itu. 

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Lukman Hakim menyatakan bahwa, pihaknya ingin memastikan peningkatan pelayanan publik di Gresik sudah diselenggarakan dengan baik. Ia juga memastikan tingkat kepuasan masyarakat terhadap playanan yang diberikan. 
Lukman Hakim menilai MPP Gresik layak di apresiasi.

Sebab menurutnya, hampir seluruh kebutuhan perizinan masyarakat tersedia di MPP Gresik. Masyarakat dapat menerima layanan secara langsung dengan mendatangi MPP atau bisa juga dengan sistem online. “Pelayanan di sini (MPP Gresik) sudah cukup memadai dan memudahkan masyarakat mengurus segala kebutuhan perijinan,” ungkapnya. 

Lukman Hakim yang juga ketua Fraksi PKB tersebut, dirinya mengatakan bahwa MPP ini ramah disabilitas. “Saya lihat Pemkab Gresik memiliki paradigma pembangunan yang mengarusutamakan pelayanan bagi kaum disabilitas,”ujarnya. Kendati demikian, masih ada sejumlah catatan sebagai bahan perbaikan untuk lebih maju kedepannya.

“Misalnya bagaimana layanan difabel yang lebih detail, seperti alat baca atau alat dengar kedepan bisa disediakan di MPP ini. Dan catatan ini sebagai hal yang wajar demi kemajuan bersama dan peningkatan layanan bagi masyarakat,”imbuhnya. “MPP Gresik layak menjadi percontohan di level nasional. Apalagi ditambah dengan inovasi Pak Bupati terkait rencana perizinan yang dapat diselesaikan di tingkat kecamatan. Bupati milenial, inovasinya juga gemilang,”pujinya. 

Sementara itu,  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan pihaknya telah berkomitmen memberikan pelayanan prima. “Mal Pelayanan Publik ini merupakan komitmen pemerintah terhadap pelayanan dasar seluruh aspek yang menjadi kebutuhan masyarakat. Kami terus berusaha hadir di tengah masyarakat yang dibarengi dengan inovasi yang terus kita kembangkan. Misalnya jemput bola kick off di desa terkait pelayanan administrasi kependudukan,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemkab Gresik juga berkomitmen mengangkat UMKM di Gresik untuk terus maju. Bahkan ia berharap UMKM di Gresik mampu berdaya saing hingga berani ekspor. Ia menjelaskan, NIB (Nomor Induk Berusaha) bagi UMKM atau perizinan produk UMKM kedepan dapat diurus di tingkat kecamatan.

“Saat ini masih Kecamatan Kebomas dan Kecamatan Gresik Kota yang kita jadikan pilot project. Dan secepatnya akan diterapkan di kecamatan lainnya. Upaya ini akan terus kita dorong agar NIB bisa di selesaikan di tingkat kecamatan,”tegasnya. Dengan adanya MPP berharap agar masyarakat tidak bingung. Di era transformasi digital seperti saat ini, pihaknya juga akan mengenalkan kepada masyarakat terkait banyaknya platform yang dapat diakses dari gadget dan bisa dilakukan dimanapun berada. 

“Di era transformasi digital ini, kami terus mempersiapkan berbagai platform untuk lebih memudahkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan yang efektif efisien, cukup memanfaatkan gadget yang dimiliki oleh setiap masyarakat. Saya yakin mayoritas masyarakat Gresik sekarang ini sudah banyak mengikuti perkembangan teknologi,” katanya. (yad)

Kinerja DPM PTSP Gresik Kinclong, Realisasi Pendapatan  Triwulan Pertama Melebihi Target Selengkapnya

Rumput Laut Bawean DI Ekspor ke Tiongkok Untuk Bahan Pupuk Organik Tanaman Buah

GRESIK,1minute.id – Rumput laut Gresik merambah pasar ekspor. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melepas ekspor perdana rumput laut kering ke Tiongkok pada Selasa, 29 Maret 2022.

Ekspor rumput laut kering sebanyak 1 kontainer ukuran 20 feet atau 23,34 ton setara Rp 75,15 juta itu hasil olahan UMKM, CV Sawindo Subur Abadi. Pelepasan ekspor dilakukan di halaman Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, ekspor rumput laut kering ini perdana. “Kami terus mendorong UMKM Gresik untuk berani melakukan ekspor,”kata Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya. Keberhasilan ekspor ini, karena sinergi diantaranya Pemkab Gresik dengan Kantor Bea Cukai Gresik.  “Ini ekspor ke-21 UMKM Gresik ke mancanegara negara,”imbuh alumnus Sarjana Ekonomi Unair Surabaya itu.

Istimewanya, ekspor rumput laut kering ini disaksikan oleh rombongan Komisi II DPR RI. Wakil rakyat yang membidangi perekonomian itu sedang melakukan kunjungan kerja ke Pemkab Gresik. “Kita ajak bersama komisi II DPR RI ini agar ikut mendoakan UMKM Gresik semakin berani ekspor,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Sebelumnya, Kepala Bea Cukai Gresik Bier Budy Kismulyanto mengatakan, selama ini produk UMKM Gresik sudah banyak yang di ekspor. UMKM hanya sebagai suplayer. Akan tetapi, ekspor komoditas itu dilakukan oleh pihak ketiga, trader. Keuntungan hanya dinikmati oleh pihak ketiga. “UMKM hanya beraktivitas biasa,”katanya. Pemkab Gresik dan Bea Cukai Gresik kemudian melakukan pendampingan dan mendorong UMKM untuk berani ekspor. 

“Dan, ekspor rumput laut ini, adalah ekspor ke-21 UMKM Gresik,”ujarnya. Selain mengekspor rumput laut ke Tiongkok.  Bea Cukai juga berkoordinasi dengan Atase KBRI di Negeri Sakura, Jepang untuk tujuan ekspor rumput laut kering ini. “Pihak atase KBRI Jepang minta contoh barang. Contoh rumput laut kering sudah kami kirimkan ke Jepang,”tegasnya. 

Untuk diketahui  Indonesia kaya akan rumput laut. Diantaranya, di Pulau Bawean. Nah, rumput laut kering yang di ekspor ke Tiongkok ini diantaranya berasal dari  Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.  Rumput laut kering ini rencananya akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik. Tanaman buah yang menggunakan pupuk organik berbahan rumput laut ini memiliki kualitas tinggi dan cepat berbuah. (yad)

Rumput Laut Bawean DI Ekspor ke Tiongkok Untuk Bahan Pupuk Organik Tanaman Buah Selengkapnya

Dispendik Gresik Siapkan Kurikulum Mulok Sejarah Lokal Gresik  

GRESIK,1minute.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik menyiapkan empat program pada tahun ajaran baru 2022/2023 nanti. Empat program adalah kurikulum bermuatan lokal (mulok) tentang Sejarah Lokal Gresik, Edukasi Wisata, Tahfidz Pelajar. Satu program lainnya adalah CSR Bidang Pendidikan. 

Keempat program anyar resmi dilaunching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 28 Maret 2022. Empat program tersebut gagasan dan inovasi Dispendik Gresik bertujuan membuat generasi muda menjaga kearifan lokal dan budaya islami di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Selain itu, menyiapkan generasi muda khususnya di Kabupaten Gresik  di era digitalisasi.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya dari sejarah kita bisa belajar tentang kejayaan masa lampau dari sejarah pula kita bisa melihat kehancuran dimasa lampau. Kabupaten Gresik, katanya, merupakan Kota tua dengan budaya dan toleransi beragama yang sudah ditunjukkan beberapa abad lalu.

“Adanya kurikulum sejarah lokal Gresik sangat penting untuk menjaga budaya dan melestarikan kearifan lokal sejarah yang ada di Kabupaten Gresik yang belum tentu dimiliki kabupaten atau Kota lain yang ada di Indonesia,”kata Bupati berusia 36 tahun itu. 

Ada tiga unsur untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) diantaranya, Pemerintah, Pendidikan, dan Perusahaan. “Tiga unsur kita ajak mereka untuk berkolaborasi dan berkontribusi dalam membangun sumber daya manusia dalam bentuk tanggung jawab sosial,”terangnya.

Ia berharap kurikulum yang baru diharapakan anak didik lebih progresif, yang siap menghadapi tantangan dimasa kini dengan melihat situasi dimasa datang, mengikuti perkembangan zaman dimana transformasi digital yang akselerasinya luar biasa. “Mari kita siapkan generasi kita dengan didorong kurikulum digitalisasi pendidikan,”jelasnya.

Gresik Kota Santri, kegiatan tahfidz, Pondok Ramadan dan kegiatan yang bersifat keagamaan lainnya harus terus dibangun dan digaungkan hal ini untuk tetap menjaga kearifan lokal dan melestarikan budaya kota santri. “Mudah-mudahan dengan adanya kurikulum baru generasi muda kabupaten Gresik siap menghadapi tantangan dimasa depan,”harap Gus Yani. 

Launching empat kurikulum itu dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Asisten III Administrasi Umum Abu Hassan, Perwakilan HIPMI, Ketua Gapensi, Perwakilan APINDO, Perwakilan PHRI, Ketum Gresik Heritage dan Kepala Sekolah se Kabupaten Gresik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Hariyanto mengatakan, peluncuran empat kurikulum baru muatan lokal karena ikut bertanggung jawab turut menentukan masa depan generasi muda di Kabupaten Gresik. “Kami ingin menjadi motor untuk menggerakkan ini. Karena ini amanat Undang-Undang Republik Indonesia,”katanya. 

Terkait dengan percepatan perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) , Hariyanto mengatakan, pihak akan berkolaborasi dengan perusahaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Pasalnya, perbaikan sarpras dengan mengandalkan anggaran dari APBD atau APBN yang nilainya hanya Rp 30 miliar sampai Rp 35 miliar per tahun membutuhkan waktu sampai 12 tahun untuk mengatasi masalah tersebut.

“Dinas Pendidikan berkolaborasi dan menggandeng Corporate Social Responsibility (CSR) dengan dukungan penuh Bupati Gresik Dinas Pendidikan harus menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan kedepan,”tegas Hariyanto. (yad)

Dispendik Gresik Siapkan Kurikulum Mulok Sejarah Lokal Gresik   Selengkapnya

KKP Canangkan Kampung Budidaya Ikan Bandeng, Target Produksi 2024 sekitar Rp 4 Triliun 

GRESIK,1minute.id – Kampung Budidaya Ikan Bandeng resmi dilaunching oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya TB Haeru Rahayu bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Kampung Budidaya Ikan Bandeng itu berada di Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. 

Dalam sambutannya, Dirjen Perikanan Budidaya TB Haeru Rahayu mengatakan pencanangan kampung perikanan budidaya merupakan kebijakan yang telah dituangkan dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 64 Tahun 2021 tentang Kampung Perikanan Budidaya.

Hal tersebut merupakan implementasi dari program terobosan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pada 2021-2024. Tujuannya, memajukan sektor kelautan dan perikanan Indonesia. Dua dari tiga program terobosan yang dicanangkan tersebut menjadi tanggung jawab Dirjen Perikanan Budidaya (DJPB). Salah satunya adalah subsektor perikanan budidaya yaitu pengembangan budidaya berbasis pada ekspor dengan empat komoditas yang akan dikembangkan. “Antara lain, Ikan Bandeng,”kata Haeru Rahayu pada Minggu, 27 Maret 2022.

PANEN IKAN BANDENG: (ki-ka) Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Dirjen Perikanan Budidaya TB Haeru panen ikan bandeng dalam pencanangan kampung perikanan budidaya ikan bandeng di Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik pada Minggu, 27 Maret 2022 ( Foto : Prokopim Gresik for 1minute.id)

Pencanangan kampung perikanan budidaya Ikan bandeng dihadiri Analis Ekekutif Senior Grup Riset Sektor OJK, Edi Setijawan, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Anggota DPRD dari Partai Nasdem, Musa, Perwakilan Bea Cukai, Perwakilan Bank BNI, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Gresik Khoirul Anam, Kepala Desa Pangkah WetannSyaifullah Mahdi, dan Kelompok Pembudidaya ikan kampung perikanan budidaya bandeng.

Menurut data, lanjut Haeru Rahayu, pada 2020 Kabupaten Gresik memproduksi ikan bandeng sebanyak 87,12 ribu ton dengan total nilai produksi sebesar Rp 1,4 triliun. Pada 2021, produksi ikan bandeng meningkat hingga 90,38 ribu ton dengan total nilai produksi mencapai Rp 1,43 triliun. “Kita targetkan pada 2024 harus bisa mencapai Rp 4 triliun,”kata Haeru.
Ia berharap bagaimana peningkatan produksi harus terjadi serta pemasaran yang efektif dan efisien.

“Margingya tidak lari kemana namun berpihak ke pembudidaya ekspornya harus dari sini dengan demikian salah satu indikator suksesnya kampung perikanan budidaya yang dicanangkan oleh KKP sudah terbukti dan terlihat dari hulu hingga hilir,”ujarnya. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menambahkan sektor perikanan bisa beradaptasi dengan kondisi Pandemi. Indikatornya, produktivitas masih sekitar 80 ribu ton per tahun masih bisa dihasilkan dari sektor perikanan.

“Setelah dicanangkannya kampung perikanan budidaya ini tentunya Pemerintah Daerah tidak hanya diam di sini. Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat akan terus berkolaborasi untuk lahan 28 ribu hektar yang tersebar di Kabupaten Gresik sudah dicanangkan oleh KKP sebagai kampung Bandeng,”ujar Bupati berusia 36 tahun itu.

Untuk itu, pihaknya akan fokus dalam ekosistem perikanan yang tentunya tujuannya untuk kesejahteraan khususnya pembudidaya ikan bandeng yang nantinya manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. “Tidak hanya itu pemkab juga bekerjasama dengan Bea Cukai, Diskoperindag yang mendorong hasil olahan ikan bandeng,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad sambil mencontohkan Bandeng Mentari (Bandeng Tanpa Duri) sudah di ekspor ke Jepang. 

“Ekspor Bandeng Mentari itu sudah menunjukkan kualitas produk olahan Ikan Bandeng di Gresik sangat luar biasa,”puji Bupati Fandi Akhmad Yani. Usai pencanangan  dilanjutkan dengan pemberian bantuan dari  Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP)  berupa 1 unit ekskavator, 10 unit pompa air, 1 paket sarana pengolahan kesehatan ikan, 4 paket pengelolaan irigasi tambak partisipatif, kepada kelompok pembudidaya ikan kampung perikanan budidaya ikan bandeng. (yad)

KKP Canangkan Kampung Budidaya Ikan Bandeng, Target Produksi 2024 sekitar Rp 4 Triliun  Selengkapnya

Resmi Di Launching Bupati Gresik, Cinta Bumi, Ayo Bayar Listrik Pakai Sampah

GRESIK,1minute.id –  Semakin banyak pilihan bagi masyarakat yang mau peduli dengan sampah. Di Kampung Kreasi, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik warga bisa ngopi bayar sampah (Kosam). Kini, Dusun Sidorukun, Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik warga dusun setempat bisa bayar listrik pakai sampah.

Nah, inovasi baru warga Dusun Sidorukun itu diberi label “Bank Sampah Cinta Bumi” itu diresmikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Kamis, 17 Maret 2022. Temuan baru warga Dusun Sidokumpul ini mengganden PT Pertamina Lubricant. Fandi Akhmad Yani menyebut solusi terbaru penanganan sampah diubah menjadi berkah, ini merupakan sesuatu yang harus didukung secara maksimal. “Ayo bayar listrik dengan sampah,”kata Fandi Akhmad Yani. 

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani melanjutkan banyak hal yang harus  dilakukan ditengah kemajuan zaman ini. “Kita dituntut dengan banyak kreatifitas, seperti pada hari ini yang sudah dilakukan oleh Bank Sampah Cinta Bumi, Ayo Bayar Listrik Dengan Sampah* yang bisa dilakukan di Toko Tengah Sawah (TTS) merupakan sebuah inovasi yang sangat luar biasa,”ujar Gus Yani.

Peresmian Bank Sampah Cinta Bumi, Ayo Bayar Listrik Dengan Sampah dihadiri diantaranya oleh anggota DPRD Jawa Timur Ahmad Iwan Zunaih, Manager Pertamina Lubricant Gresik Setyo Nugroho, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Moh. Najikh, dan Kasun Sidorukun Tristianto. (yad,)

Resmi Di Launching Bupati Gresik, Cinta Bumi, Ayo Bayar Listrik Pakai Sampah Selengkapnya

Bupati Gresik dan Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur Jalin Bussiness Matching, Ekspor Produk UMKM Semakin Gampang


GRESIK1minute.id  –  Produk UMKM asal Kabupaten Gresik bakal semakin mudah masuk pasar negeri jiran, Malaysia. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menjalin koneksi ekspor “Bussiness Matching Lime & Sweet Potato” bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.

Acara yang digelar secara daring ini diikuti langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala Bea Cukai Gresik Bier Budy Kismulyanto, Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur Deden Muhammad, Director The Seeds and Shores Sdn Bhd Miller Ong, Kepala Diskoperindag  Gresik Agus Budiono. Serta, Kepala Desa Kebonagung, Ketua Koperasi Super Lime Kebonagung, dan pengurus Asosiasi UMKM Gading Emas Gresik.

Fandi Akhmad Yani, mengaku gembira dan bahagia serta apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan Bussiness Matching. Dimana kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas kegiatan pelepasan ekspor yang dilaksanakan 2 Februari 2022 lalu.

“Kegiatan Bussiness Matching ini merupakan wujud kesungguhan dan keseriusan dalam memberikan fasilitasi akses pasar di Malaysia, utamanya kepada UMKM dan Koperasi Kabupaten Gresik,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya pada Rabu, 16 Maret 2022. Ia melanjutkan, kegiatan ini juga tidak lepas dari kontribusi dari berbagai stakeholder yang terus bersinergi dalam upaya percepatan pemulihan perekonomian pasca pandemi.

“Menggelorakan semangat dan terus mendorong UMKM Gresik untuk naik kelas serta memiliki daya saing dan kemampuan berkompetisi di pasar global,”ujar Bupati berusia 36 tahun ini. Terkait produk Jeruk Nipis, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani,  kapasitas hasil panen tidak kurang dari 30 ton per hari. Luas luas  lahan 450 hektar. Setiap hektar bisa panen antara 2 ton sampai 3 ton per hektare per bulan. ” Bisa dikatakan bahwa potensi yang dimiliki sangat besar,”tegas Gus Yani.

“Dari potensi yang ada inilah, pemerintah bersama dengan Bea Cukai untuk terus berkolaborasi secara maksimal untuk terus mendengungkan dan ditingkatkan dari hulu sampai hilir dengan skema baik melalui ekspor, investasi, maupun skema kreatif lainnya,” ungkapnya

Kepala Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur Deden Muhammad mengungkapkan kesiapannya untuk terus membangun sinergi yang berkelanjutan, termasuk diantaranya melaksanakan kegiatan promosi produk baik secara offline maupun online melalui berbagai event atau program yang ada di KBRI Kuala Lumpur, Malaysia. (yad)

Bupati Gresik dan Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur Jalin Bussiness Matching, Ekspor Produk UMKM Semakin Gampang Selengkapnya

Naik Takhta Liga 2, Bupati Gresik Bertekad Kembalikan Kejayaan Gresik United 


GRESIK, 1minute.id – Paceklik prestasi sepak bola berakhir. Gresik United  naik takhta.  Tim besutan Khusairi itu lolos ke Liga 2 Nasional setelah menggebuk PSGC Ciamis dengan 3 gol tanpa balas di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada Minggu, 13 Maret 2022.

Ultrasmania, suporter kebanggaan arek-arek Gresik menyambut suka cita capaian positif itu. Pemain dan suporter pun melakukan konvoi  dari Stadion Gelora Joko Samudro di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas menuju Pendapa Bupati di Alun-alun Gresik. Mereka jalan kaki. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama sebagian manajemen GU  lainnya ikut dalam konvoi itu. 

Selama perjalanan sejauh kurang lebih 4,6 kilometer mereka terus bernyanyi dan melakukan yel…yel… Mengelu-elukan kesebelasan yang mereka dukung itu. Mereka menumpahkan kegembiraan secara tertib. 

Fandi Akhmad Yani meminta maaf kepada pengguna jalan karena arak-arakan suporter tersebut. “Mohon maaf, karena teman-teman Ultrasmania sedang bahagia. Lolos ke Liga 2,”kata Bupati berusia 36 tahun dalam sambutannya.

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad mengatakan, penantian Gresik United melaju ke Liga 2 Nasional sudah cukup lama ditunggu oleh Ultrasmania dan arek-arek Gresik. Karena itulah, keberhasilan Gresik United lolos Liga 2 Nasional menjadi kebanggaan Ultrasmania dan arek-arek-arek Gresik. Selain itu, keberhasilan Gresik United itu bisa menjadi tonggak awal kebangkitan olahraga yang paling banyak diminati oleh warga Kabupaten Gresik ini.  “Gresik United bakal kembali ke puncak kekayaannya,”tegasnya.  

HARU : CEO Gresik United Muhammad Alan menangis bahagia ketika Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi karena telah mengantarkan Gresik United naik tahkta ke Liga 2 di depan Pendapa Bupati pada Minggu malam, 13 Maret 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Target Gresik United berikutnya berlaga di Liga Indonesia. “Mari kita dukung terus. Kita doakan Gresik United kembali ke puncak kejayaan,”tegasnya disambut tepuk sorak Ultrasmania. Gresik United menjadi kebanggaan arek-arek Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Gresik United menjadi kebanggaan Ultrasmania. “Mari kita jaga kebersamaan, jaga kekompakkan , jaga silaturahim mudah-mudahan Gresik United yang kita dukung masuk Liga 2 dan terus ke Liga Indonesia,”tegas Gus Yani.

Untuk merayakan Gresik United naik tahkta itu, manajemen memborong makanan dari pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di depan Pendapa Bupati. “Silakan teman ultras menikmati makanan secara gratis,”kata manajer Gresik United Toriqi Fajerin. Usai makan gratis, para suporter itu balik kanan dengan tertib. Suasana Pendapa Bupati kembali lengang. (yad)

Naik Takhta Liga 2, Bupati Gresik Bertekad Kembalikan Kejayaan Gresik United  Selengkapnya

Pemkab Gresik Gandeng Swasta Pengolahan Sampah Berkapasitas 200 Ton Per Hari

PIAGAM ADIWIYATA : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wabup Gresik Aminatun Habibah menyerahkan Piagam Adiwiyata kepada 48 sekolah di Peringatan HUT ke-48 Kabupaten Gresik dan Hari Jadi ke-535 Kota Gresik di Halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 9 Maret 2022 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Problem sampah rumah tangga bakal segera teratasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bekerjasama dengan Danone untuk melakukan pengelohan sampah di dua lokasi. Yakni, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean dan TPA Ngipik di Desa Ngipik, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

Pengelohan sampah di dua TPST itu masing-masing berkapasitas 100 ton per hari atau 200 ton per hari. Volume sampah rumah tangga di Kabupaten Gresik mencapai 450 ton per hari. Sebanyak 216 ton sampai 250 ton sampah masuk ke TPA Ngipik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, bertepatan  HUT ke-48 Kabupaten Gresik dan Hari Jadi ke-535 Kota Gresik telah dilakukan nota kesepahaman alias MoU dengan pihak swasta dalam pengolahan sampah di Kabupaten Gresik. “Sudah tahun merdeka, sampah di kabupaten Gresik belum ada penanganan,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani usai upacara Peringatan HUT ke-48 Kabupaten Gresik dan Hari Jadi ke-535 Kota Gresik di Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 9 Maret 2022.

Pemkab Gresik, imbuhnya, kerjasamanya dengan PT Resigi dan Danone mengolah sampah di TPA ngipik di Desa Ngipik, Kecamatan Gresik dan Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean . “Target 200 ton perhari,”tegas Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Mekanismenya, sampah rumah tangga dambil dari rumah atau TPS di desa untuk ditarik ke TPA. Ada sejumlah keuntungan yang diperoleh oleh Pemkab Gresik dalam kerjasama pengolahan sampah ini. Antara lain, efisien anggaran operasional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik sebesar Rp 15 miliar per tahun. “Dan persoalan sampah di Gresik bisa teratasi Sudah terolah bahkan sampai zero waste sampah,”kata Bupati berusia 36 tahun itu. 

Kerjasama pengolahan sampah antara Pemkab Gresik  dengan swasta ini menjadi solusi dalam penanganan problem sampah perkotaan. Pasalnya, volume TPA Ngipik semakin penuh. Bukit sampah bahkan terlihat dari Telaga Ngipik.  

Karyanto Wibowo, Direktur Sustainable Development Danone menambahkan, pengolahan sampah di dua TPST itu akan menggunakan teknologi dari anak bangsa. “Seratus persen lokal,”tegasnya. Teknologi pengolahan sampah tersebut telah diujicobakan di sejumlah kabupaten/kota di Indonesia. Diantaranya, Lamongan,  Jawa Timur dan Bandung, Jawa Barat.  “Di dua pilot project itu, Saya optimistis pengelolahan sampah di Kabupaten Gresik ini lebih bagus,”kata.

Mengapa menggunakan teknologi anak bangsa? Karyanto mengatakan, pihaknya tidak impor alat karena karakteristik sampah itu unik. Tidak bisa disamakan dengan sampah di luar negeri. Sehingga solusinya harus solusi lokal. Bahkan, kalau di Indonesia, karakteristik sampah setiap daerah berbeda. Misalnya, sampah di Bali dengan Gresik berbeda  “Jadi itu kita mengenalkan teknologi lokal yang Insya Allah bisa membantu mengurangi sampah di TPA Ngipik,”katanya. (yad)

Pemkab Gresik Gandeng Swasta Pengolahan Sampah Berkapasitas 200 Ton Per Hari Selengkapnya