Caption Home Buka Gerai ke-18 di Gressmall, Produk Karpet dan Home Solution Kualitas Impor 

GRESIK,1minute.id – Caption Home membuka gerai di Gress Mall. Grand Launching outlet  kebutuhan sekunder rumah tangga itu pada Jumat, 7 Oktober 2022. Gerai Caption Home, perusahaan home Solution di lantai LG mal di Jalan Sumatera, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu. 

General Manager Caption Home M.Turjumani menyampaikan, sebagai penyedia barang-barang seperti karpet, beding text, sajadah, handuk, comforter dan sebagainya, pihaknya optimistis permintaan akan tinggi. “Karena kami lihat di Gresik ini perumahan dan permukiman tumbuh pesat, dengan banyak pekerja industri disini, sehingga proyeksi kami permintaan barang kebutuhan seperti yang kami sediakan akan tinggi,”kata Turjumani.

Outlet Caption Home di Gress Mall ini merupakan yang kedua di Gresik, setelah sebelumnya satu outlet telah beroperasi di Icon Mall. “Dan outlet ini yang ke-18 di seluruh Indonesia, gerai kami tersebar di Jatim, Jabar, Lombok dan Palembang,”terangnya.

Gerai pertama di Icon Mall, Gresik selalu mencapai target omzet bulanan yang ditetapkan. Bahkan melampaui. “Karena itu kami tak ragu membuka satu gerai lagi di sini (Gress Mall), karena customer kita tidak hanya dari Gresik, tapi dari sekitarnya seperti Lamongan dan Tuban,” imbuhnya.

Menghadapi kekhawatiran penurunan daya beli masyarakat akibat inflasi dan kenaikan harga energi, Turjumani menjabarkan strategi penjualan yang diterapkan Caption Home. Yakni dengan memberikan insentif harga bagi customer yang menjadi member, dan pembelian yang lebih dari satu.

“Selain itu kami juga menawarkan program angsuran yang bisa diterapkan dalam pembayaran, berapapun harganya,” imbuh dia. Nah, pada aspek kualitas dan spesifikasi barang, lanjut Turjumani, untuk menggaet pembeli Caption Home memproduksi barang yang unik, dengan bahan baku impor. 

“Dari sisi produk, ini unik sekali produk kami, seperti karpet ini halus sekali dengan kualitas impor, jadi pasti ada perbedaan dengan brand lain, itu bisa jadi referensi calon customer,”katanya. (yad)

Caption Home Buka Gerai ke-18 di Gressmall, Produk Karpet dan Home Solution Kualitas Impor  Selengkapnya

Minim Partisipasi Pembangunan Pujasera Tempat Relokasi Pedagang Terdampak Pelebaran Jalan Manyar

GRESIK,1minute.id – Rencana Pelebaran jalan deandles di Raya Manyar semakin dekat.  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus ngebut merampungkan pujasera tempat relokasi pedagang terdampak proyek pelebaran jalan nasional itu.

Camat Manyar Zainul Arifin mengatakan, tiga blok sudah terbangun. “Kini tinggal memasang atapnya,”kata Zainul Arifin dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Kamis, 6 Oktober 2022. Zainul berharap pembangunan pujasera sebagai tempat relokasi bagi pedagang yang terimbas proyek pelebaran jalan raya Manyar bisa kelar tahun ini. 

Ia berharap kepada para perusahaan yang tergabung dalam Formula Pertama (Forum Komunikasi Lingkungan Hidup Perusahaan-Perusahaan di Sekitar Kecamatan Manyar) berkomitmen dengan kesepakatan secara bergotong royong membangun pujasera itu. “Saat ini, masih minim kontribusi,”kata mantan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kebomas itu.

Zainul tidak mengilustrasikan saat ini kontribusi perusahaan untuk pembangunan pujasera itu tergolong kecil. Ada yang urun Rp 300 ribu,  ada Rp 1 juta. “Belum semua perusahaan berpartisipasi,”tegasnya. Dalam waktu dekat, katanya, pihaknya akan kembali melakukan pertemuan dengan stakeholder itu.

MAKET PUJASERA: Begini maket pujasera tempat relokasi pedagang terdampak proyek pelebaran jalan nasional di Manyar yang saat ini tengah dibangun oleh Pemkab Gresik (Foto: Istimewa). Foto atas pembangunan pujasera pada Kamis, 6 Oktober 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Dalam pengamatan wartawan 1minute.id tiang pancang cor sudah berdiri pada Kamis, 6 Oktober 2022. Sejumlah pekerja terlihat beraktivitas menuntaskan pekerja pembangunan pujasera yang menempati lahan samping timur Lapangan Sunan Giri di Desa ManyarSidomukti, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Pujasera yang bakal digunakan para pedagang yang terkena imbas proyek pelebaran jalan raya Manyar. 
Jarak pujasera dengan jalan raya sekitar 200-

an meter. Pujasera itu akan dilengkapi sarana penunjang seperti taman dan fasilitas umum dengan lahan parkir luas, musala, serta arena permainan anak. Seperti diberitakan sebelumnya, Camat Manyar Zainul Arifin mengatakan, pembangunan pujasera itu dibiayai secara gotong royong oleh perusahaan yang berada di Kecamatan Manyar. “Perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Formula Pertama,”kata Camat Zainul pada Selasa, 2 Agustus 2022. 

Untuk pembangunan pujasera serta kelengkapan lainnya, tambahnya, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 2,5 miliar. “Biaya pembangunan urunan anggota Formula Pertama,”tegasnya.

Pelebaran jalan Raya Manyar panjangnya sekitar 3,5 kilometer direncanakan awal 2023. Pemkab memiliki ruang milik jalan (rumija) sepanjang 3,1 kilometer dari kebutuhan 3,5 kilometer. Sehingga dibutuhkan pembebasan lahan. Pelebaran di mulai exit Tol Manyar hingga Jembatan Manyar. Untuk tahap awal, pelebaran jalan Raya Manyar sepanjang 1 kilometer. Estimasi pekerjaannya membutuhkan waktu 7-8 bulan. Sisanya, 2,5 kilometer akan dilanjutkan tahun berikutnya. Anggaran sekitar Rp 15 miliar. Lebar jalan nantinya menjadi 22 meter dan 4 lajur. Median jalan lebarnya 3 meter. (yad)

Minim Partisipasi Pembangunan Pujasera Tempat Relokasi Pedagang Terdampak Pelebaran Jalan Manyar Selengkapnya

PBM Tegaskan Tidak Menolak Pelebaran Jalan Nasional, Pedagang Ingin Jualan di TKD 

GRESIK,1minute.id – Rencana Pelebaran jalan deandles di Raya Manyar semakin dekat. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali merencanakan pelebaran jalan nasional yang masuk proyek strategis nasional (PSN) itu dimulai Januari 2023. Akan tetapi, pro dan kontra tentang tempat relokasi lapak terdampak pelebaran masih belum kelar.

Puluhan Paguyuban Bedak Manyar (PBM) turun jalan pada Kamis, 6 Oktober 2022. Mereka menggelar aksi demonstrasi di depan kantor parlemen di Alun-alun Gresik Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik. Aksi massa mengatasnamakan PBM itu tidak untuk menolak rencana pelebaran jalan nasional di pantai utara (Pantura) Gresik itu. Namun, mereka hanya menolak tempat relokasinya.

Berangkat dari markas mereka di Raya ManyarSidomukti menuju Kantor DPRD Gresik. Mereka konvoi kendaraan bermotor usai Salat Dhuhur. Sejumlah spanduk mereka bentangkan. Diantara Isinya adalah “Kami Tidak Menolak Pelebaran Jalan ; Tapi Kami Menolak Relokasi yang Kurang Tepat ; Penghasilan Kami Hanya Berjualan Gorengan dan Pak Jokowi Bantu Kami Warga PBM’, Penggusuran Berjalan, Gresik Gagal Sejahtera !!! “

Ketua PBM Abdullah Syafi’i dalam orasinya menyatakan para pedagang tidak menolak proyek nasional pelebaran jalan Raya Manyar. Selain itu, selama ini tidak ada anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Kecamatan Manyar yang mendengar keresahan pedagang di PBM. 

“Maka, tidak salah kita unjuk rasa ke sini, agar pimpinan DPRD Kabupaten Gresik bersedia dan mendengarkan keluhan pedagang,” kata Abdullah Syafi’i yang juga mantan Anggota DPRD Kabupaten Gresik. Mereka diterima Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muhammad serta beberapa anggota Komisi IV lainnya. 

Dalam pertemuan itu, Syafii kembali menegaskan pedagang tidak menolak proyek pelebaran jalan nasional itu. Dia menjelaskan 

ada 119 pedagang. Dan, para pedagang tidak menolak proyek pelebaran jalan Raya Manyar. Namun, pedagang hanya ingin berjualan di tanah milik  Desa ada di tepi jalan. Sebab, dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur – Bali telah setuju, pedagang bisa berjualan di atas sungai. 

Contohnya di Surabaya sudah ada pemanfaatan sungai yang ditutup dan di Gresik juga ada Kalitutup. “Kita akan membangun sendiri tanpa APBN dan APBD. Kita ingin membuat wisata kuliner untuk Desa Manyar Kompleks,”katanya. 

Sementara, Ketua DPRD Gresik Moch. Abdul Qodir mengatakan, memastikan bahwa para pedagang tidak menolak proyek pelebaran jalan. Namun, para pedagang ingin menempati Tanah Kas Desa (TKD) yang ada di tepi jalan. 

“Kita mendukung keinginan para pedagang, sehingga kita sampaikan ke Pemkab Gresik untuk membuat kajian studi kelayakan atau feasibility study agar jelas penataan para pedagang,”kata Qodir yang juga Ketua DPC PKB Gresik itu. Massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib dan pengawalan ketat aparat kepolisian Polres Gresik.

Terpisah, Camat Manyar Zainul Arifin dikonfirmasi mengatakan pihaknya siap untuk melakukan pendekatan kepada pedagang. “Tentu kalau ada aspirasi dari pedagang kita siap untuk membantunya,”katanya ketika dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Kamis, 6 Oktober 2022. (yad)

PBM Tegaskan Tidak Menolak Pelebaran Jalan Nasional, Pedagang Ingin Jualan di TKD  Selengkapnya

Siswa SMPN 2 Gresik Gelar Karya Kewirausahaan, Sajikan 35 Menu Khas Gresik, Sejam Ludes Terjual 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 35 jenis kuliner khas Gresik dipamerkan di halaman UPT SMPN 2 Gresik pada Kamis, 6 Oktober 2022. Kuliner itu hasil karya siswa kelas VII sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik.

Gelar Karya Kewirausahaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila itu dibuka oleh Kepala UPT SMPN 2 Gresik Muhammad Salim. Karena karya anak milenial, jenis menu cukup unik. Namun, tetap mempertahankan khas Gresik. Diantaranya, Kebab Krawu, Dimsum Otak-otak bandeng , Resoles Krawu, Susi Otak otak (Sutak) Bandeng, Onigiri Krawu, Bento Krawu, dan Lemper Krawu.

Ada juga Pie Pudak, Pudak Caramel (Pumel), Dadar Kemul , Bergedel Bandeng, Takoyaki Telur Bader serta Dawet Siwalan (Dalan). Kuliner itu, tidak hanya dipajang. Juga, di jual kepada siswa. Harganya tentu tidak bikin kantong bolong. Harga antara Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu.

GELAR KARYA SISWA: (ki-ka) Kepala UPT SMPN 2 Gresik Muhammad Salim, Koordinator Pengawas sekolah Sarjuni dan Ahli IKM Suyatno melihat gelar karya Kewirausahaan siswa SMPN 2 Gresik pada Kamis, 6 Oktober 2022 ( Foto : SMPN 2 Gresik for 1minute.id)

“Ini bagian dari pembelajaran kewirausahaan. Dalam waktu 1 jam semua ludes terjual,”kata Kepala UPT SMPN 2 Gresik Muhammad Salim pada Kamis, 5 Oktober 2022. Ia menambahkan, kedepannya kuliner karya siswa akan dijual secara online. “Penjualan bisa melalui media sosial juga melalui jejaring aplikasi pertemanan, WhatsApp,”imbuhnya. 

Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila mengusung tema Kewirausahaan ini, imbuhnya, bertujuan membentuk karakter profil pelajar Pancasila dengan sikap dan perilaku melalui praktik cinta produk khas daerah. “Inovasi dan kreasi mereka unik. Kami mengapresiasi. Semoga dengan kreasi unik tercipta semangat terus belajar berinovasi,”harap Salim. 

Salim mengatakan, sebelum gelar karya, siswa kelas VII berjumlah 225 siswa, mendapatkan pelatihan membuat kuliner khas Gresik. Pelatihan bertajuk Kewirausahaana, makanan khas Gresik menghadirkan fasilatator Hj. Nur Rahmawati, pemilik Pudak Sari Kelapa yang terkenal di Gresik. Nur juga komite sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu. Pelatihan digelar pada Rabu, 28 September 2022.

“Hari ini (Kamis) gelar karyanya,”katanya. Gelar Karya dihadiri oleh Koordinator pengawas sekolah Sarjuni dan pelatih ahli implementasi kurikulum merdeka (IKM) Suyatno. (yad)

Siswa SMPN 2 Gresik Gelar Karya Kewirausahaan, Sajikan 35 Menu Khas Gresik, Sejam Ludes Terjual  Selengkapnya

Ubah Limbah Faba jadi Filler Pupuk NPK, Petrokimia Gresik Hemat Rp 7,4 Miliar

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik terus berinovasi. Terobosan baru, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia  di bidang pupuk majemuk dengan mengubah limbah batu bara atau Fly Ash-Bottom Ash (FABA) menjadi bahan baku pengisi (filler) pupuk NPK, menggantikan clay. 

Inovasi ini, perusahaan mampu menghemat hingga Rp 7,4 miliar yang diperoleh dari penurunan biaya pengelolaan limbah serta pembelian clay.

 Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan, terobosan terbaru ini berhasil mengantarkan Petrokimia Gresik yang merupakan anggota holding Pupuk Indonesia sebagai Grand Champion dalam ajang Pupuk Indonesia Quality Improvement (PIQI) 2022, beberapa waktu lalu.

“Apresiasi juga datang dari banyak pihak. Temuan ini sudah disampaikan pada sejumlah seminar level nasional dan internasional, menjadi dasar dalam pembuatan naskah akademik Balitbangtan Kementerian Pertanian, serta sudah diadopsi oleh teman-teman dari Pusri Palembang. Petrokimia Gresik juga sudah mendapatkan surat pencatatan ciptaan atas inovasi ini,”tandas Dwi Satriyo.

Sebagai perusahaan Solusi Agroindustri, Petrokimia Gresik merupakan pioneer pupuk majemuk di tanah air yang saat ini menjadi produsen NPK terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi mencapai 2,7 juta ton/tahun. Meski demikian, Petrokimia Gresik tidak berpuas diri dan terus menghadirkan terobosan untuk meningkatkan daya saing NPK.

“Dari hasil uji coba, pemanfaatan FABA sebagai pengganti clay dalam pembuatan pupuk NPK masih dalam batasan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil pengaplikasian pupuknya pada tanaman padi juga memiliki kualitas yang sama baiknya dengan pupuk NPK tanpa FABA,” tandasnya.

Inovasi ini, lanjut Dwi Satriyo, dilatarbelakangi status FABA yang tidak lagi masuk dalam golongan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021. Sehingga Petrokimia Gresik melihat perubahan status ini sebagai peluang untuk substitusi bahan baku NPK.

Bahan baku pembuatan pupuk NPK sendiri dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu bahan baku utama (main material) yang membawa unsur hara seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K) dan Sulfur (S), serta bahan baku filler yang berfungsi sebagai bahan pelengkap sekaligus perekat untuk semua bahan baku agar menghasilkan produk granul yang sempurna.

Pada umumnya, bahan baku filler pada pupuk NPK menggunakan white clay yang biasanya diperoleh dari tambang bahan baku semen. Dengan memanfaatkan FABA yang sudah tersedia, Petrokimia Gresik tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk pembelian clay.

Selain itu, pemanfaatan FABA sebagai pengganti bahan baku filler NPK juga mampu menekan biaya pengelolaan limbah FABA dari yang sebelumnya mencapai Rp 269 juta/bulan menjadi nol rupiah atau turun 100 persen. Dampak positif lain dari inovasi ini yaitu, meningkatkan kualitas lingkungan karena limbah dapat termanfaatkan dengan optimal (zero waste), mengurangi nilai risiko gangguan kesehatan dan keselamatan, serta kenyamanan dalam bekerja menjadi lebih baik.

“FABA memiliki karakteristik dan kandungan yang sama dengan clay.  Melalui inovasi ini tentu akan semakin meningkatkan competitiveness NPK yang kami produksi, sehingga manfaatnya juga dapat dirasakan oleh petani sebagai konsumen kami,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Ubah Limbah Faba jadi Filler Pupuk NPK, Petrokimia Gresik Hemat Rp 7,4 Miliar Selengkapnya

Jaksa Tuntut 3 Tahun, PH Minta Terdakwa Dibebaskan Tindak Pidana Penadahan

GRESIK,1minute.id – Nasib Syarifudin al Mujib ditangan majelis hakim di Pengadilan Negeri Gresik. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik Nugroho Tanjung menuntut lelaki 33 tahun asal Desa Tenaru, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik hukuman penjara 3 tahun. 

Jaksa penuntut Nugroho Tanjung menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana penadah sesuai pasal 480 ke-1 KUHP. “Menghukum terhadap terdakwa selama 3 tahun penjara,”tegas Nugroho. Bunyi Pasal 480 ke-1 KUHP menyatakan bahwa melakukan perbuatan-perbuatan tertentu, yang diantaranya adalah menjual dan membeli, terhadap barang yang diketahui atau patut diduga berasal dari tindak pidana, dikategorikan sebagai kejahatan penadahan.

Atas tuntutan jaksa penuntut itu, penasehat hukum terdakwa Syarifudin, Wahyu Adi Prasetiyo dan Taufan Rezza melakukan pembelaan atau pledoi. Nota pembelaan setebal sebelas halaman dibacakan secara bergantian di PN Gresik pada Selasa, 4 Oktober 2022. Dalam nota pembelaannya, penasehat hukum terdakwa tidak sependapat atas tuntutan jaksa. Sebab, tuntutan jaksa penuntut dianggap tidak mencerminkan rasa keadilan bagi terdakwa. Selain itu, kata Wahyu, fakta-fakta yang terungkap di persidangan terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana.

Terdakwa ini membeli barang pipa PVC 135 lonjor sisa proyek milik temannya seharga Rp 8 juta. “Terdakwa awalnya menolak yang ditawarkan oleh terdakwa Agung Siswanto (berkas terpisah). Namun dipaksa untuk membeli, akhirnya terjadi kesepakatan sesuai harga pasaran,”kata Wahyu.

Masih menurut Wahyu, terdakwa awalnya tidak mengetahui jika barang yang dibeli itu barang hasil curian. Namun setelah dikirimi surat oleh pihak perusahaan PT Aria Dasaka Putratama jika barang yang dibeli itu hasil curian, terdakwa lalu berikhtikad baik untuk menegosiasi harga ganti rugi mengembalian.

“Ganti rugi terlalu tinggi yang diminta oleh PT ADP, sehingga terdakwa tidak sanggup untuk memenuhinya,”ujar Wahyu dalam sidang dengan ketua majelis Agus Walujo Tjahyono yang juga Ketua Pengadilan Negeri Gresik itu. 

Penasehat hukum terdakwa Syarifudin memohon kepada majelis memeriksa dan mengadili perkara aquo, kiranya berkenan memutus yang amarnya sebagai berikut: Diantaranya, Pertama, Menerima Nota Pembelaan Penasehat Hukum terdakwa Syarifudin Al Mujib untuk seluruhnya. 

Poin kedua, Menolak Surat Dakwaan yang masuk dalam Surat Tuntutan No. Reg. Perk. PDM-78/ GRESIK/ Eoh.2/ 07/ 2022 pada perkara pidana nomor : 228/Pid.B/2022/PN.Gsk. Ketiga, Menyatakan terdakwa Syarifudin Al Mujib tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan dan dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum berdasarkan pasal 480 ke-1 KUHP dan membebaskan terdakwa Syarifudin Al Mujib dari dakwaan dan tuntutan hukum yang diajukan Jaksa Penuntut Umum. Keempat, Memerintahkan agar terdakwa Syarifudin Al Mujib dibebaskan dari tahanan. 

“Atau apabila Yang Mulia Majelis Hakim berpendapat lain mohon putusan yang seadil – adilnya (Ex Aequo Et Bono),”sela Taufan Rezza. Usai pembacaan pembelaan, ketua majelis Agus Walujo Tjahyono menunda sidang pekan dengan dengan agenda Replik (jawaban atas pledoi oleh Jaksa Penuntut Umum). (yad)

Jaksa Tuntut 3 Tahun, PH Minta Terdakwa Dibebaskan Tindak Pidana Penadahan Selengkapnya

Bupati Gresik Lega, Yankes hanya Bawa e-KTP Bisa Langsung Dinikmati Warga

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Ibnu Sina Gresik pada Selasa, 4 Oktober 2022. Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu untuk memastikan pelayanan kesehatan (yankes) kepada warga cukup membawa kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) atau kartu keluarga (KK) bisa dinikmati warga.

Program Gresik Sehati, salah satu visi-misi Nawa Karsa, Gresik baru itu telah dilaunching tadi pagi, Selasa, 4 Oktober 2022. Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah langsung menuju instalasi gawat darurat (IGD). 

Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani menghampiri seorang lelaki yang menunggu di bagian IGD. Lelaki belakang diketahui bernama Ahmad Khusaini, warga Jalan Sindujoyo, Gresik itu mengaku sedang menunggui anaknya, Satriyo Agung menjalani perawatan setelah jatuh dari sepeda motor. Semula Khusaini bingung. Sebab, anaknya tidak memiliki BPJS Kesehatan. “Tadi, Saya hanya bawa KTP,”cerita Khusaini kepada Bupati Fandi Akhmad Yani. 

“Saat ini putra Saya sudah dirawat dan menunggu untuk tindakan operasi besok,” ungkap Khusaini. Satriyo Agung, satu diantara puluhan pasien mendapatkan pelayanan “hanya” berbekal e-KTP atau KK. Program anyar, duet Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah yang baru di launching tadi pagi, Selasa, 4 Oktober 2022. 

Sidak Bupati Fandi Akhmad Yani ke RSUD Ibnu Sina untuk memastikan sistem penjaminan kesehatan secara menyeluruh atau Universal Health Coverage (UHC) sudah berjalan di lapangan. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani pun lega.

“Kami Pemerintah Kabupaten Gresik bersama seluruh stakeholder yang ada, Alhamdulillah sudah bisa menjalankan UHC untuk memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Gresik,”katanya. “Hanya dengan menggunakan KTP atau KK. Dan tentunya yang penting ketika mengakses layanan kesehatan bisa mudah dan gratis,” tegas Gus Yani.

Gus Yani juga menitip pesan bahwa UHC ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang kurang mampu, dan masyarakat yang mampu bisa tetap berkontribusi dengan melaksanakan BPJS secara mandiri dengan tujuan mambantu sesama.

“Ini menandakan bahwasanya, seluruh ekosistem kesehatan yang ada di Kabupaten Gresik kita libatkan. Tujuannya adalah sinergitas dan kolaborasi bersama-sama untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat dari desa hingga kota di Kabupaten Gresik,”terang Gus Yani.

“Kalaupun nanti ada klinik atau faskes yang belum masuk dalam daftar tersebut, maka kita dorong agar bisa masuk. Ada syarat dan ketentuan bagi faskes yang ingin ikut serta dalam pelaksanaan UHC, tinggal dilengkapi saja syarat standar faskes tersebut dan bisa koordinasi dengan Dinkes dan BPJS Kesehatan Gresik,”tambahnya.

Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melaunching pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat Gresik cukup dengan menggunakan e-KTP atau KK. 

Pasalnya, cakupan UHC Gresik sebanyak 1.266.334 jiwa. Artinya, Kabupaten Gresik sudah bisa menjangkau 98,56 % dari jumlah populasi jumlah penduduk Kabupaten Gresik saat ini. UHC merupakan sistem penjaminan kesehatan secara menyeluruh untuk warga Gresik yang belum memiliki Kartu BPJS Kesehatan. 

Dengan cukup membawa e-KTP atau KK, masyarakat Kabupaten Gresik yang membutuhkan pelayanan kesehatan bisa terlayani pada 32 puskesmas, 51 klinik, dan 10 dokter praktik mandiri sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama. Sedangkan untuk fasilitas kesehatan tingkat rujukan, sudah disiapkan 2 rumah sakit pemerintah dan 17 rumah sakit swasta yang ada di Kabupaten Gresik. (yad)

Bupati Gresik Lega, Yankes hanya Bawa e-KTP Bisa Langsung Dinikmati Warga Selengkapnya

UHC Capai 98,56 Persen, Kini, Warga Gresik Berobat Cukup Bawa e-KTP

GRESIK,1minute.id – Kabar gembira bagi warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Kini, warga yang hendak berobat cukup membawa kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) atau kartu keluarga (KK). Sebab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik telah mencapai sistem penjaminan kesehatan secara menyeluruh. Sistem yang dikenal dengan Universal Health Coverage (UHC) itu tercapai sejak Oktober 2022 ini.

Dengan cakupan UHC sebanyak 1.266.334 jiwa ini, Kabupaten Gresik sudah bisa menjangkau 98,56 % dari jumlah populasi jumlah penduduk Kabupaten Gresik saat ini. UHC merupakan sistem penjaminan kesehatan secara menyeluruh untuk warga Gresik yang belum memiliki Kartu BPJS Kesehatan. 

Dengan cukup membawa e-KTP atau KK, masyarakat Kabupaten Gresik yang membutuhkan pelayanan kesehatan bisa terlayani pada 32 puskesmas, 51 klinik, dan 10 dokter praktik mandiri sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama. Sedangkan untuk fasilitas kesehatan tingkat rujukan, sudah disiapkan 2 rumah sakit pemerintah dan 17 rumah sakit swasta yang ada di Kabupaten Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam keterangannya menjelaskan bahwa tercapainya UHC ini merupakan perwujudan program Nawa Karsa, yakni Gresik Sehati. “UHC bisa memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat Gresik dengan mudah dan cepat,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani saat launching UHC pada Selasa, 4 Oktober 2022.

Sebagai suatu program yang baru, mantan Ketua DPRD Gresik, menambahkan bahwa diperlukan adanya rasa optimis untuk menghadapi kendala-kendala yang mungkin nanti muncul. “Kendala itu pasti ada, pasti muncul. Tapi kita harus yakin dan optimis, apa yang menjadi persoalan itu kita urai bersama-sama. Kita tahu, saat ini masih mencakup 98,56 % masih ada 1,4 % masyarakat Gresik yang belum tercover. Nanti kita selesaikan pelan-pelan, yang penting kita mulai pelayanan kesehatan dengan mudah di tahun ini,” terangnya.

Bupati Fandi Akhmad Yani jmenegaskan bahwa UHC ini pada prinsipnya adalah, membantu orang yang terdaftar dalam BPJS. Oleh karenanya akan dilakukan mitigasi, untuk mereka yang mampu tetap bayar dan mereka yang kurang beruntung ekonominya akan ditanggung pemerintah. 

“Oleh karenanya saya minta kepada seluruh kepala desa, seluruh lurah yang hari ini hadir untuk menjadi agen pelopor. Sampaikan kepada seluruh masyarakat Gresik hingga ke pelosok, yang membutuhkan pelayanan kesehatan bisa menggunakan e-KTP atau KK. Jangan sampai masyarakat di Kabupaten Gresik tidak mendapatkan pelayanan karena kurang beruntung ekonominya,”tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Gresik Tutus Novita Dewi, menjelaskan bahwa UHC merupakan wujud nyata kehadiran Pemerintah Kabupaten Gresik untuk memastikan kesehatan masyarakat Gresik. “Selanjutnya kami mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten Gresik dapat menjadi penggerak untuk meningkatkan dukungan terhadap keberlangsungan program JKN. Dari cakupan 98,56 % , Pemda Gresik mengcover sekitar 30%. Ini cukup luar biasa kontribusi dari Pemda,”ujar Tutus. (yad)

UHC Capai 98,56 Persen, Kini, Warga Gresik Berobat Cukup Bawa e-KTP Selengkapnya

Operasi Zebra Semeru 2022 di Gresik Dimulai, Tujuh Sasaran Penindakan, Kedepankan Tilang Elektronik

GRESIK,1minute.id – Operasi Zebra Semeru 2022 digelar mulai Senin, 3 Oktober 2022. Dalam operasi ini, ada tujuh jenis pelanggaran yang bakal dilakukan penindakan untuk menekan angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Gresik. Penindakan tilang secara elektronik. 

Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis menyebutkan Operasi  Zebra Semeru 2022 yang diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia ini mengusung tema “Tertib Berlalu Lintas Guna Mewujudkan Kamseltibcarlantas yang Presisi.”. 

Mekanisme Operasi Zebra Semeru 2022 dilakukan tanpa adanya tilang manual, melainkan akan mengandalkan Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) yang telah terpasang di sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik. 

“Operasi Zebra tahun ini dilarang melaksanakan penilangan secara manual, seluruh penilangan dilaksanakan dengan sistem e-TLE statis maupun mobile dan dengan teguran simpatik,”kata Kapolres AKBP Azis pada Senin, 3 Oktober 2022.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Gresik AKP Agung Fitransyah menambahkan pihaknya mengedepankan pengawasan melalui kamera e-TLE dalam penindakan selama Operasi Zebra Semeru 2022. Tilang secara manual hanya akan dilakukan di lokasi yang belum terdapat e-TLE. 

“Tilang manual mungkin pada tempat-tempat tertentu itu harus tetap dilaksanakan. Tapi pelaksanaan penindakan itu khususnya kita mengedepankan tilang elektronik, tapi tentunya tilang manual istilahnya (ada) pada tempat-tempat tertentu saja,”AKP Agung.

Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Semeru 2022 digelar di halaman Mapolres Gresik. Operasi Zebra 2022 digelar selama 2 pekan, mulai 3 – 16 Oktober 2022. Ini tujuh pelanggaran sasaran Operasi Zebra Semeru 2022: (1) Pengendara menggunakan ponsel saat  berkendara (2) Berkendara melawan arus (3) Pengemudi atau pengendalian dibawah  umur (4) Sepeda motor berboncengan lebih dari  satu orang (5) Sepeda motor tidak menggunakan helm SNI dan mobil tidak  menggunakan safety belt (6) Melebihi batas kecepatan dan (7) Pengemudi dalam pengaruh Alkohol (yad)

Operasi Zebra Semeru 2022 di Gresik Dimulai, Tujuh Sasaran Penindakan, Kedepankan Tilang Elektronik Selengkapnya

Bupati Gresik Besuk Korban Tragedi Kanjuruhan asal Gresik, Pemkab Jamin Biaya Perawatan 

GRESIK,1minute.id – Sejumlah warga Gresik dikabarkan ikut menjadi korban tragedi Kanjuruhan, Malang pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022. Kabar itu membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun tangan. Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini mendatangi sejumlah rumah sakit di Malang pada Senin, 3 Oktober 2022.

Kedatangan Bupati Fandi Akhmad Yani ke rumah sakit untuk memastikan kondisi korban dalam tragedi kericuhan itu. Korban luka yang dibezuk Bupati Fandi Akhmad Yani diantaranya Muhammad Refo Setiawan, 19, warga Desa Pongangan, Kecamatan Manyar. Refo menjalani perawatan di RSI Universitas Islam Malang (Unisma) karena patah kaki.

“Kami melihat langsung kondisi Refo salah satu korban di Stadion Kanjuruhan Malang. Kami cek langsung kondisinya membaik. RSI Unisma berkoordinasi terus dengan Dinkes Kabupaten Gresik,”kata Gus Yani-Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah dan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Gresik Johar Gunawan pada Senin, 3 Oktober 2022. Gus Yani dida

“Kami beri motivasi agar tumbuh kepercayaan, tidak traumatik. Melihat kondisi kakinya patah tulang di kaki kiri,”imbuh Gus Yani yang juga Presiden Gresik United itu. Ia menegaskan, pengobatan terhadap Refo akan ditanggung oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik dari menjalani perawatan di RSI Malang. Gus Yani juga memastikan hingga nanti saat kembali pulang di Gresik, Refo bisa melakukan kontrol rutin di RSUD Ibnu Sina.

Pada kesempatan itu, Gus Yani juga sempat menghubungi pihak perusahaan tempat kerja Refo untuk meminta izin tidak masuk kerja karena sedang menjalani perawatan di RSI Unisma. 

Bagaimana reaksi Refo dibezuk oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani? Refo mengaku sangat gembira dan terimakasih perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terhadap dirinya dan teman-temannya lainnya. 

” Saya terharu dan bangga dijenguk bupati, rela dari Gresik langsung kesini,”ujarnya. Refo yang kondisi kesehatan semakin membaik itu. Ia pun mengucapkan rasa syukurnya berulang kali. “Terima kasih pak bupati, karena pemerintah menanggung semua biaya,”katanya. 

Refo menceritakan, ia bersama sejumlah temannya berangkat dari Gresik tujuan Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu, 1 Oktober 2022 sekitar pukul 15.00 WIB. Rombongan naik satu mobil. Tiba di Stadion Kanjuruhan, tempat laga putaran kesebelas BRI Liga 1 antara Arema FC menjamu Persebaya Surabaya memasuki babak kedua. 

Suasana Stadion malam itu riuh. Tribun penuh Aremania, suporter Arema. Suasana juga kondusif. Usai pertandingan berakhir 2 : 3, Aremania mulai ada yang masuk lapangan. Dalam hitungan detik, suasana berubah kacau. Refo berusaha keluar stadion. Di dekat pintu keluar, Refo melihat ada anak balita terjebak kerumunan. “Saat itulah Saya terjatuh dari tangga pintu keluar dan tertimpa suporter lainnya dengan posisi kaki di atas, kepala di bawah selama kurang lebih 10 menit. Tubuh terinjak-injak suporter lainnya. Alhamdulillah saya selamat meski mengalami patah kaki,”katanya. 

Untuk diketahui Data Polri, korban tragedi Kanjuruhan mencapai 450 orang, 125 diantaranya meninggal. Korban meninggal diantaranya Hidayatus Tsaniah, 24, warga Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah. Jenazah alumni Unisma Malang dan Pondok Pesantren Mamba’ul Ihsan Ujungpangkah telah dimakamhan di TPU Desa Pangkahkulon, Kecamatan Ujungpangkah pada Minggu, 2 Oktober 2022. (yad)

Bupati Gresik Besuk Korban Tragedi Kanjuruhan asal Gresik, Pemkab Jamin Biaya Perawatan  Selengkapnya