Gugah Nasionalisme dan Bela Negara, Dandim 0817/Gresik Buka MPLS  SMK PGRI 1 Gresik 

GRESIK,1minute.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMK PGRI 1 Gresik dimulai Rabu,13 Juli 2022. Komandan Kodim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar, memimpin Upacara Pembukaan di  lapangan Makodim 0817/Gresik Jl. R.A. Kartini, Gresik. 

Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar menyatakan, MPLS merupakan kegiatan umum dilaksanakan sekolah sebagai metode menyambut siswa baru. “Kodim 0817/Gresik mendapat kepercayaan untuk memberi bekal siswa baru melalui pembelajaran dan pelatihan dalam waktu yang disediakan dengan harapan membentuk karakter siswa baru dalam hal disiplin, loyalitas dan bertanggung jawab,”kata Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar.

Dia melanjutkan, pembekalan ini bertujuan menggugah semangat Nasionalisme dan Bela Negara. “Laksanakan kegiatan ini dengan sungguh-sungguh agar bisa menyerap materi secara maksimal. Patuhi segala peraturan dan senantiasa pelihara kekompakan yang didasari semangat kebersamaan. Hindari segala perbuatan yang merusak citra SMK PGRI 1 Gresik selama kegiatan dan dimanapun kalian berada,”pesan Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar. 

Upacara pembukaan MPLS SMK PGRI 1 Gresik diikuti oleh Danramil jajaran Kodim 0817/Gresik, Kepala SMK PGRI 1 Arief Susanto serta pengajar sekolah berlokasi di Jalan dr Soetomo , Gresik itu berjalan khidmat. (yad)

Gugah Nasionalisme dan Bela Negara, Dandim 0817/Gresik Buka MPLS  SMK PGRI 1 Gresik  Selengkapnya

8 Jam Diperiksa, Dua Tersangka Terduga Penista Agama Ditahan, Viral Manusia Menikahi Kambing 

GRESIK,1minute.id – Penyidik perkara dugaan penistaan agama, perkawinan manusia dengan kambing menahan dua dari empat tersangka. Dua tersangka itu adalah Arif Syaifullah, pemilik Sanggar Cipta Alam juga pemilik konten dan Syaiful Arif, pengantin pria.

Sebelum ditahan kedua tersangka itu menjalani pemeriksaan selama 8 jam di Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Gresik pada Selasa, 12 Juli 2022. Sehari sebelumnya, penyidik mengagendakan pemeriksaan tiga tersangka. Yakni, Arif Saifullah, Syaiful Arif dan Sutrisno alias Kresna, penghulu perkawinan nyeleneh yang menjadi viral dan menimbulkan banyak kecaman dari warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

Irfan Choirie, kuasa hukum ketiga orang tersebut mengaku tidak mengetahuinya. Irfan ditunjuk mereka ketika proses penyelidikan.  “Maaf karena sejak ketiga orang ditetapkan sebagai tersangka, Saya belum mendapatkan kuasa lanjutan untuk mendampingi mereka. Jadi Saya tidak bisa berkomentar,”kata Irfan di konfirmasi selulernya pada Rabu, 13 Juli 2022.

Informasi yang dihimpun, dua dari empat tersangka mendampingi Mapolres Gresik sekitar pukul 16.00 WIB. Dua tersangka itu, Arif Syaifullah dan Syaiful Arif. Sedangkan, Kresna tidak terlihat. Arif dan Syaiful Arif langsung masuk ke ruang penyidik Pidum Satreskrim Polres Gresik. 

Mereka kemudian menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Pemeriksaan kali pertama sejak penyidik menetapkan sebagai tersangka pada 1 Juli 2022. Sekitar pukul 23.30 WIB pemeriksaan dua tersangka tuntas. Penyidik melakukan gelar perkara dan memutuskan kedua tersangka ditahan. 

“Dari proses itu kami melakukan penahanan,”kata Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro melalui Kasi Humas Polres Gresik Ipda Wiji Mulyono kepada wartawan pada Rabu, 13 Juli 2022. Kini, masih ada dua orang tersangka lainnya yang masih belum menjalani penahanan. Kedua orang itu adalah Sutrisna alias Kresna, penghulu perkawinan nyeleneh yang menjadi viral dan menimbulkan banyak kecaman dari warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu.

Tersangka lainnya adalah Nur Hudi Didin Ariyanto, anggota DPRD Gresik, pemilik Pesanggrahan Keramat Ki Ageng, tempat hajatan ngunduh mantu acara tersebut. Pesanggrahan Keramat berlokasi di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik itu telah di police line oleh polisi. Untuk pemeriksaan Nur Hudi, penyidik Polres Gresik masih menunggu izin dari Gubernur Jawa Timur. 

Seperti diberitakan, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik menyatakan perkawinan manusia dengan kambing menggunakan syariat Islam adalah penodaan atau penistaan agama. Keempat orang yang terlibat aktif dinyatakan telah murtad. Mereka menjalani mengucapkan Kalimat Syahadat di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik. 

Mereka menangis dan mengaku menyesali perbuatan itu. Namun, mereka bersikukuh perkawinan manusia dengan kambing betina bernama Sri Rahayu binti Bejo itu  untuk konten medsos. Syaiful Arif, pengantin pria mengaku tidak ada malam pertama dengan “Sri Rahayu”. Ia pun mengaku sejak video viral, ia dimarahi oleh istrinya. “Saya jelaskan itu hanya konten. Istri bisa menerima,”katanya waktu di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik. (yad)

Grafis : Tersangka Pernikahan Nyeleneh 

1. Arif Syaifullah selaku pembuat konten dan Pemilik Sanggar Cipta Alam. Jerat pasal 44a Ayat 2 UU ITE Juncto Pasal 156a KUHP

2. Syaiful Arif Pemeran selaku pengantin pria, jerat pasal Pasal 156a KUHP 

3. Sutrisna alias Krisna selaku pemeran penghulu, jerat pasal Pasal 156a KUHP 

4. Nur Hudi Didin Arianto selaku penyedia tempat, jerat pasal Pasal 156a KUHP

(Sumber Polres Gresik)

8 Jam Diperiksa, Dua Tersangka Terduga Penista Agama Ditahan, Viral Manusia Menikahi Kambing  Selengkapnya

IAD Dirikan Posyandu, Ning Nurul Mengapresiasi, Organisasi Wanita Pertama Membina Posyandu 

GRESIK,1minute.id – Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Gresik memiliki Posyandu. Namanya, Pos Pelayanan Keluarga Berencana-Kesehatan Terpadu (Posyandu) Melati. Posyandu binaan istri jaksa itu berada di Balai Rukun Warga (RW) 05 di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. 

Posyandu Melati binaan IAD itu diresmikan Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani pada Selasa,12 Juli 2022.

Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani mengapresiasi berdirinya Posyandu Melati itu. Sebab, baru kali pertama ada organisasi wanita di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik memiliki binaan Posyandu. Berdirinya Posyandu Melati ini menunjukkan kepedulian dan juga kemauan dari salah satu organisasi wanita untuk peduli terhadap Posyandu khususnya di Kabupaten Gresik,”katanya.

Hadirnya Posyandu penting karena salah satu sarana pendukung dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar pada masyarakat di tingkat paling bawah, khususnya bagi ibu dan balita. Tujuannya untuk mengurangi angka kematian ibu dan kualitas tumbuh kembang balita.

“Di Kabupaten Gresik sendiri terdapat kurang lebih 1.500 Posyandu, dan disitu kita harus bisa merangkul semuanya dan memastikan bahwa 1.500 Posyandu ini bisa berjalan dengan baik. Jadi dengan adanya organisasi wanita yang peduli dengan Posyandu akan memberi dampak yang sangat baik,”imbuh Ning Nurul yang juga Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Gresik ini.

Ketua ikatan Adhyaksa Dharmakarini Gresik Idar Hamdan, sepakat bahwa Posyandu memiliki peran yang sangat penting di tengah masyarakat. “Meski identik dengan bayi dan balita, tetapi sebenarnya peran Posyandu tidak hanya sebatas itu. Hadirnya Posyandu ditengah masyarakat merupakan penunjang pelayanan masyarakat yang terjangkau, masyarakat memperoleh kemudahan informasi disamping pertumbuhan balita bisa terpantau,”ujar istri Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik ini.

“Kami mengaharapkan Posyandu Melati binaan ikatan Adhyaksa Dharmakarini ini menjadi lebih baik dan bermanfaat dalam meningkatkan pelayanan bagi ibu hamil dan balita khususnya di wilayah Kecamatan Kebomas,”harapnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Husnah mengataka Posyandu Melati binaan ikatan Adhyaksa Dharmakarini yang diresmikan hari ini terdapat 100 balita dan 4 ibu hamil sebagai sasarannya. Tingkat kehadiran ibu hamil dan balita di Posyandu ini juga cukup tinggi, yakni mencapai 80%. “Ini bukti dengan tingginya antusiasme masyarakat sekitar untuk menerima pelayanan Posyandu begitu selesai diresmikan hari ini,”katanya. (yad)

IAD Dirikan Posyandu, Ning Nurul Mengapresiasi, Organisasi Wanita Pertama Membina Posyandu  Selengkapnya

Kampung Pecinan Bakal Semakin Elok, Pemkab Lakukan Pengecatan Rumah Warga 

GRESIK,1minute.id – Revitalisasi Kampung Pecinan berlanjut. Pasca revitalisasi infrastruktur jalan Kampung dan eksterior lampu penerangan jalan berornamen khas warga Tionghoa. 

Kini, revitalisasi menyasar bangunan rumah milik warga di kawasan heritage di Jalan Setiabudi, Desa Pulopancikan, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu. Bangunan rumah warga Kampung Pecinan itu bakal dilakukan pengecetan. Untuk Mempercantik kawasan itu, Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCK-PKP) Gresik menggandeng pabrik cat Nippon Paint. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala DCK-PKP Gresik Ida Lailatussa’diyah dan Asisten General Manager Nippon Paint Wirya Atmaja mengawali melakukan pekerjaan pengecatan di kawasan heritage di Gresik Kota Lama (GKL) itu. Rumah yang menjadi kali pertama dilakukan milik Mustafa. 

Kampung Pecinan, salah satu kawasan heritage di Gresik Kota Lama (GKL). Kawasan ini memiliki bangunan ikonik yakni Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) atau Klenteng Kiem Hien Kiong yang diklaim berdiri sejak 1 Agustus 1153 atau 869 tahun lalu itu. Kawasan ini juga dikenal multietnis yakni Arab, Tionghoa dan Melayu (warga pribumi). Mereka hidup rukun. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, revitalisasi tujuh kawasan di Gresik Kota Lama dibiayai oleh pemerintah pusat, dan pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. APBN 2022 mengalokasikan anggaran Rp 47 miliar. “Anggaran APBD untuk Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) untuk jalan lingkungan, ornamen lampu,”katanya didampingi Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Kadis CK-PKP Gresik Ida Lailatussa’diyah. 

BANTUAN : (ki-ka) Asisten GM Nippon Paint Wirya Atmaja, Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman menyaksikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan bantuan cat kepada warga di Kampung Pecinan pada Senin, 11 Juli 2022 (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Revitalisasi di Kota Bandar Gresik ini, adalah salah satu program Nawa Karsa, Gresik Lestari. Kota Bandar Gresik ini karena di kawasan ini terdapat 4 peradaban yakni kolonial, Arab, China dan Melayu. “Mudah-mudaha kawasan heritage kedepan semakin baik. Sehingga menjadi identitas Kota Gresik,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Revitalisasi Kotaku ini melibatkan masyarakat. Tujuannya, mengajak masyarakat untuk ikut merawat lingkungan serta menggandeng Nippon Paint. Bentuk CSR, Nippon Paint memiliki komitmen, kepedulian terhadap lingkungan. 

“(Rumah warga) di cat. Saya hakul yakin akan bertambah bagus, dan akan menambah daya tarik wisatawan. Mudah-mudahan bisa menjadi kebangkitan ekonomi kreatif, UMKM bisa tumbuh di lingkungan ini,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. Program Kotaku di kawasan GKL bakal berlanjut untuk tahun depan. “Tahun ini selesai dianggaran Rp 47 miliar, tahun depan ada tambahan anggaran dari pusat Rp 22 miliar dan APBD. sehingga desa di sekitar bisa ikut berkontribusi melakukan pembenahan disebuah kawasan heritage,”harapnya. 

Asisten GM Nippon Paint Wirya Atmaja menambahkan, pihaknya sangat senang  dilibatkan acara seperti ini (revitalisasi kawasan heritage). Kita akan support kampung lain. Termasuk heritage,”tegas Wirya Atmaja. Untuk pengecatan rumah warga di kawasan Pecinan ini, pihaknya telah menyediakan cat kualitas premium. “Cat ini minimal bisa bertahan sampai 5 tahun. Warna cat tidak akan memudar,”lanjutnya. Untuk mendapatkan hasil berkualitas itu, lanjut Wirya Atmaja, pihaknya akan melakukan pendampingan dalam proses pengecetan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahandan Kawasan Permukiman Gresik Ida Lailatussa’diyah mengatakan, pihaknya telah membentuk satuan tugas (satgas) pengecatan rumah warga. “Mereka bakal dibekali pelatihan hingga proses pelaksanaan pengecatan,”katanya. “Suatu kawasan akan bertambah cantik bila rumah warga juga cantik,”tambahnya. (yad)

Kampung Pecinan Bakal Semakin Elok, Pemkab Lakukan Pengecatan Rumah Warga  Selengkapnya

Pandemi Covid-19, Petrokimia Gresik Bukukan Laba sebesar Rp 1,94 triliun, Kinerja Positif untuk Indonesia 

GRESIK,1minute.id – PT Petrokimia Gresik genap berusia 50 tahun. Perusahaan Solusi Agroindustri itu telah memberikan kinerja positif dan kontribusi lebih bagi Indonesia sepanjang 2021.

Capaian tersebut tidak lepas dari semangat “Beyond Infinity” yang kemudian diusung sebagai tema ulang tahun emas Petrokimia Gresik. Dimana setiap insan Petrokimia Gresik harus mampu melewati tantangan, dan tidak boleh cukup berpuas pada target dan tanggung jawab semata.

“Tahun 2021 kemarin, Indonesia masih menghadapi gelombang kedua pandemi Covid-19 lantaran munculnya varian Delta. Sejumlah negara juga masih membatasi akses perdagangan mereka untuk mencegah penularan Covid-19. Alhamdulillah di tengah tantangan ini, Petrokimia Gresik masih bisa memberikan kinerja yang memuaskan,”tandas Dwi Satriyo dalam upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 pada Senin, 11 Juli 2022.

Petrokimia Gresik berhasil membukukan laba sebesar Rp1,94 triliun atau 175% dibandingkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar Rp1,11 triliun dengan laporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Begitu juga realisasi tingkat Kesehatan Perusahaan yang memperoleh skor 81,50 dengan predikat Sehat AA atau lebih tinggi dibandingkan skor RKAP sebesar 76,00 predikat Sehat A.

Capaian tersebut tentu bisa diraih Petrokimia Gresik karena didukung oleh terobosan-terobosan  insan di perusahaan. Sepanjang  2021 inovasi Petrokimia Gresik mampu menciptakan nilai tambah atau value creation riil sebesar Rp 240,68 miliar. Capaian ini merupakan sumbangsih dari 82% karyawan yang terus berpikir improvement.

Sejumlah inovasi tersebut juga telah  menarik perhatian dunia melalui empat predikat “3 Stars” atau kategori tertinggi dalam ajang konvensi inovasi internasional “26th Asia Pacific Quality Organization (APQO).

“Artinya, karya inovasi Petrokimia Gresik tidak hanya berdampak pada perolehan laba bagi perusahaan, tapi juga menginspirasi dan mampu membawa prestasi hingga level internasional,”tegas Dwi Satriyo.

Satu kebanggaan Petrokimia Gresik mampu mengambil peran besar melebihi apa yang menjadi tanggung jawabnya, selama pandemi Covid-19 berlangsung. Petrokimia Gresik mendapat amanah sebagai Koordinator Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur. Dalam menjalankan tugasnya, Petrokimia Gresik berhasil menjadi solusi pada saat krisis oksigen medis terjadi di sejumlah fasilitas kesehatan, dengan reaktivasi Unit Produksi Oksigen – Air Separation Plant (ASP).

“Kita buktikan bersama, Petrokimia Gresik sangat mampu menjadi inisiator dalam mendukung pemerintah melakukan pencegahan penularan Covid-19 dan menanggulangi dampaknya,”ujar Dwi Satriyo.

Upaya perusahaan dalam menanggulangi dampak Covid-19 juga terlihat dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sepanjang 2021. Petrokimia Gresik menyelaraskan TJSL dengan upaya pemerintah dalam percepatan kebangkitan ekonomi di masa pandemi dengan memberikan perhatian pada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pada 2021, Petrokimia Gresik telah mendukung 613 pelaku UMKM yang menjadi Mitra Kebanggaan (Mangga) yang tersebar Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY

Bantuan diberikan berupa modal usaha, pembinaan dan pendampingan untuk UMKM yang bergerak di sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, peternakan, perikanan, industri, dan jasa. Adapun total nilai penyaluran program Mangga tahun 2021 mencapai Rp 42,97 miliar. Salah satu program unggulan Petrokimia Gresik di bidang ini adalah Literasi (Lingkungan Peternakan Sapi Terintegrasi) yang ada di Kabupaten Lamongan.

“Dukungan terhadap kemajuan UMKM mengantarkan Petrokimia Gresik masuk ke dalam daftar “17 Perusahaan Paling Berkontribusi bagi UMKM” di Indonesia versi International Council for Small Business (ICSB) Indonesia,” ungkapnya.

Program TJSL 2021 Petrokimia Gresik juga memberikan porsi besar  pada bidang bina lingkungan. Petrokimia Gresik telah merealisasikan anggaran senilai Rp10 miliar untuk mendorong kelestarian lingkungan. Dalam implementasinya Petrokimia Gresik selalu mengedepankan prinsip keberlanjutan.  Atas komitmen di bidang lingkungan, Petrokimia Gresik berhasil mendapatkan Propernas Emas yang merupakan penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

 “Coverage area program TJSL Petrokimia Gresik tidak hanya dibatasi untuk masyarakat sekitar perusahaan, tapi lebih dari itu karena Petrokimia Gresik berkomitmen untuk maju bersama masyarakat dengan semangat Beyond Infinity,” ujar Dwi Satriyo. 

Launching Buku “Beyond Infinity”

Dalam rangkaian HUT,  Petrokimia Gresik juga meluncurkan buku berjudul “Beyond Infinity” yang menceritakan perjalanan 50 tahun Petrokimia Gresik bertransformasi. Buku ini dihadirkan sebagai sarana edukasi bagi Insan Petrokimia Gresik dan masyarakat Indonesia untuk memahami perjalanan industri pupuk di tanah air, khususnya Petrokimia Gresik.

“Perjalanan Petrokimia Gresik tidak bisa dilepaskan dari berdirinya Republik Indonesia, dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dan kemajuan pertanian. Semoga buku ini bermanfaat dan mengisnpirasi,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Pandemi Covid-19, Petrokimia Gresik Bukukan Laba sebesar Rp 1,94 triliun, Kinerja Positif untuk Indonesia  Selengkapnya

Disapu Ombak, Tongkang Muatan Tiang Listrik dan Tiang Pancang Tenggelam, 1 Kru Meninggal 

GRESIK,1minute.id – Satu unit tongkang muatan tiang pancang dan tiang listrik beton tenggelam di sekitar 4 mil laut dari Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Tenggelamnya Tongkang MR 01 mengakibatkan satu orang meninggal. Korban bernama Mahmud, 32, asal Lor Melati RK 27 Belawan, Sumatera Utara. 

Informasi yang dihimpun, pada Jumat, 8 Juli 2022 sekitar pukul 09.15 WIB tongkang AR 01 mengangkut tiang listrik dan tiang pancang berangkat dari Pelabuhan Gresik. Tongkang ditarik Tag Boat (TB) Baiduri A. 

Kondisi cuaca di perairan Gresik dan Bawean baik. Selama 4 perjalanan atau sekitar pukul 14.37 WIB tiba-tiba cuaca berubah memburuk. Ombak di perairan Pulau Bawean mencapai ketinggian diatas 2 meter. Empasan ombak membuat tongkang AR 01 berguncang keras. Puluhan biji tiang pancang dan tiang listrik yang akan dibawah ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan berjatuhan ke laut. 

Dua anak buah atau kru tongkang yakni Abdul Rahman dan Ririn, kelasi yang terjun bebas ke laut bisa terselematkan. Namun, Mahmud, bernasib sial. Tubuh Mahmud, 32 tahun asal Belawan, Sumatera Utara terjepit kren. Badai ombak yang menewaskan satu kru itu membuat rencana tongkang balik arah. Urung melanjutkan perjalanan menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Operator TB Baiduri A akhirnya memutuskan sandar di Pulau Bawean serta melakukan evakuasi korban. 

Kasat Polair Polres Gresik AKP Poerlaksono melalui Kanit Gakkum Aiptu Hajar Widagdo dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Korban Mahmud sudah dilakukan visum et Repertum di RSUD Ibnu Sina Gresik. “Keluarga korban membuat surat pernyataan tidak melakukan penuntutan. Karena kejadian akibat musibah ombak,”kata Hajar dikonfirmasi melalui selulernya pada Senin, 11 Juli 2022. (yad)

Disapu Ombak, Tongkang Muatan Tiang Listrik dan Tiang Pancang Tenggelam, 1 Kru Meninggal  Selengkapnya

Umat Muslim Antusias Rayakan Hari Raya Idul Adha, Panitia Gunakan Jasa Jagal Hewan Kurban Ditengah Wabah PMK 

GRESIK,1minute.id – Ribuan umat muslim di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik merayakan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah pada Minggu, 10 Juli 2022. Hari Raya Idul kurban di tengah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Meski begitu antusiasme masyarakat tetap tinggi. 

Mereka salat berjamaah. Dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban. Di Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik sebanyak seribu lebih jemaah. Di masjid Baitul Islah di Kompleks Perumahan Alam Bukit Raya (ABR) di Kecamatan Kebomas dan Masjid Jamik  Alun-alun Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim bagai lautan manusia untuk salat Idul Adha.

HEWAN KURBAN: Suasana penyembelihan hewan kurban di halaman Masjid Jamik Alun-alun Gresik pada Minggu, 10 Juli 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Di masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik, imam dan khatib adalah Prof Abd  Rahman Assegaf, Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.  Sementara itu, suasana penyembelihan hewan kurban di tengah wabah penyakit PMK berlangsung lancar.  Sebab, sebagian besar, panitia penyembelih hewan kurban memanfaatkan jasa jagal sapi.  Di masjid Jamik Alun-alun Gresik, misalnya. Ada empat jagal yang ikut melakukan penyembelihan hewan kurban. Sehingga, kebersihan tempat dan tata cara dijamin Halal. (yad)

Umat Muslim Antusias Rayakan Hari Raya Idul Adha, Panitia Gunakan Jasa Jagal Hewan Kurban Ditengah Wabah PMK  Selengkapnya

Petugas Perketat Perbatasan Cegah Hewan Kurban Tanpa SKKH Masuk Gresik

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melarang hewan kurban tanpa SKKH dari luar Kabupaten/kota masuk Gresik. Namun, sejumlah pedagang  mokong. Setelah tiga pilar di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. 

Kini, giliran petugas gabungan dari Koramil 0817/03, Polsek Kedamean dan petugas UPT Dinas Pertanian Gresik mengamankan truk dan pikap tertangkap basah mengangkut hewan kurban masuk ke Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Mereka ditengari melakukan kucing-kucing dengan petugas di Pos Pam PMK Legundi, Kecamatan Driyorejo. 

Kendaraan pengangkut hewan kurban dari luar Gresik diperkirakan semakin banyak karena Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah semakin dekat. Menghitung hari. Akan tetapi, tiga pilar yang terdiri dari TNI, Polri dan Dinas Pertanian Gresik semakin rajin melakukan penyekatan. Tujuan, menahan laju persebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK)

Setiap kendaraan yang dicurigai mengangkut hewan kurban dihentikan. Semua dokumen antara lain surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dipelototi untuk memastikan secara langsung kondisi  kesehatan hewan  yang ada didalam kendaraan.

Babinsa Koramil 0817/03 Kedamean Pelda Didik bersama Aiptu Munif serta Mustajab dari UPT Pertanian Wringinanom, memastikan secara langsung kondisi  kesehatan hewan  yang ada didalam kendaraan serta memeriksa SKKH. “Kami yang berada di Pos Pam PMK akan bersikap tegas tetapi tetap mengarahkan secara sopan dan humanis, hal ini bertujuan tidak adanya hewan yang masuk di Gresik dalam kondisi terpapar penyakit PMK,”kata Pelda Didik.

Selama di Pos Pam PMK, petugas konsentrasi untuk memantau setiap kendaraan yang membawa hewan ternak. “Memang kondisi masyarakat saat ini berharap bisa menjual hewan ternaknya diberbagai tempat, tetapi kami harap tetap mengikuti ketetapan yang sudah ada, saya harap himbauan yang kami sampaikan dapat diterima oleh masyarakat, kalaupun ada yang membandel tetap kita arahkan balik kanan,”katanya. (yad)

Petugas Perketat Perbatasan Cegah Hewan Kurban Tanpa SKKH Masuk Gresik Selengkapnya

Warga 4 Desa di Pantura Waspada Banjir Susulan Akibat Tanggul Waduk Desa Wotan Jebol

GRESIK,1minute.id – Banjir melanda empat desa di dua kecamatan yakni Panceng dan Sidayu, Kabupaten Gresik surut pada Kamis, 7 Juli 2022. Namun, warga empat yang terdampak air bah akibat tanggul jebol di Desa Wotan, Kecamatan Panceng tetap waspada. Sebab,  masih berpotensi hujan.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Surabaya cuaca Kabupaten Gresik tidak berpotensi hujan. Kondisi ini bisa menjadi angin segar bagi warga di empat desa yakni Desa Petung dan Wotan di Kecamatan Panceng. Serta Desa Sukorejo dan Gedangan di Kecamatan Sidayu. 

Di empat desa itu, ketinggian air antara 30 sampai 60 centimeter. Air bah akibat tanggul Desa Wotan jebol sepanjang 40 meter itu menggenangi infrastruktur jalan desa dan fasilitas lainnya. “Tadi pagi air sudah surut,”kata Camat Sidayu Muryadi pada Kamis, 7 Juli 2022.

Di ruas jalan poros desa (JPD) ketinggian air tersisa setinggi mata kaki orang dewasa. “Air cuma lewat saja,”imbuh Nuryadi. Untuk diketahui Rabu, 6 Juli 2022 sekitar pukul 04.30 atau Badal Subuh, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu panik. Pasalnya, tiba-tiba air bah masuk desanya. Air bah itu akibat tanggul di Desa Wotan, Kecamatan Panceng jebol sepanjang 40 meter pada pukul 01.20.

Tanggul waduk jebol akibat intensitas curah hujan tinggi. Kejadian tersebut mengakibatkan rumah warga, sawah, dan jalan poros desa putus. Di Desa Sukorejo sebanyak 214 rumah warga, 73 ha sawah, dan jalan lingkungan sepanjang 607 m terendam air. Serta putusnya jalan poros desa sepanjang 200 meter. 

Sedangkan di Desa Gedangan sebanyak 97 rumah warga, 13 ha sawah, jalan lingkungan sepanjang 200m terendam air, serta putusnya jalan poros desa sepanjang 1,2 km.

Kondisi terarah dialami warga Desa Petung. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik air bah itu menggenangi 166 rumah, 3 musala, jalan lingkungan sepanjang 1,15 kilometer dengan ketinggian sir antara 20-50 centimeter. Kemudian, JPD sepanjang 1 kilometer dengan ketinggian air antara 20-40 cm dan sawah 300 ha. Sementara itu, di pusat tanggul waduk jebol di Desa Wotan, Kecamatan Panceng hanya menggenangi 10 ha sawah.

Untuk mencegah banjir meluas, BPBD Gresik bersama warga setempat memasang tanggul pengaman dari karung berisi pasir. (yad)

Warga 4 Desa di Pantura Waspada Banjir Susulan Akibat Tanggul Waduk Desa Wotan Jebol Selengkapnya

Pande Besi di Kota Gresik Semakin Langka, Milenial Memilih Bekerja di Pabrik

GRESIK,1minute.id – Wagino terlihat lebih santai pada Kamis, 7 Juli 2022. Sudah hampir 3 tahun ini. Pande besi berusia 62 tahun di Jalan Sunan Giri, Desa Kawisanyar, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik tidak banyak pesanan pembuatan alat pemotong hewan. Seperti Pisau, kapak, bendo hingga golok.

Sebelum pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) apalagi menjelang Hari Raya Idul Adha, bapak 4 anak kuwalahan menerima pesanan perkakas sembelih hewan. Namun, sejak tiga tahun terakhir, pesanan penyembelih hewan itu berkurang drastis. 

“Sampai hari ini baru empat panitia penyembelih hewan kurban yang kesini,”kata Wagino ditemui 1minute.id pada Kamis, 7 Juli 2022. Mereka, imbuhnya, tidak memesan gaman alias alat penyembelih hewan. “Mereka hanya servis gaman,”katanya. 

PANDE BESI : Wagino 62, pande besi di Jalan Sunan Giri, Desa Kawisanyar, Kecamatan Kebomas, Gresik di bengkel pande besi milik almarhum Moh Ihsan pada Kamis, 7 Juli 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Mayoritas gaman yang minta di servis berjenis golok. “Menajamkan ada juga perbaikan gagang golok,”katanya. Meski tidak seramai sebelum pandemi Covid-19. Wagino terlihat tidak risau. Ia masih semringah. “Sepi ramai tertawa saja. Sing penting awak waras (sehat),”katanya. 

Wagino, bapak 4 anak ini kelahiran Tuban, Jawa Timur. Ia lahir pada 10 Oktober 1960. Sejak 1974 Wagino menjadi pande besi di bengkel pande besi milik H.Moh Ihsan di Jalan Sunan Giri, Desa Kawisanyar, Kecamatan Kebomas, Gresik. Moh Ihsan meninggal pada 2021. Ihsan adalah keturunan keempat H. Abdullah yang menekuni pembuatan golok, bendo, kapak dan pisau. Sejak Moh Ihsan meninggal bengkel pande besi diteruskan oleh Wagino. 

“Karena tidak ada keturunan almarhum H Abdullah yang meneruskan,”katanya. Profesi pande besi ditinggalkan oleh anak-anak milenial. Mereka lebih memilih bekerja di pabrik. Kini, di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, profesi pande besi semakin langka. Bisa di hitung dengan jari. Wagino, diantaranya yang masih setia menekuni profesi yang membutuhkan keterampilan khusus itu. (yad)

Pande Besi di Kota Gresik Semakin Langka, Milenial Memilih Bekerja di Pabrik Selengkapnya