Kahyuna, Tas Inovasi Siswa SMA Negeri 1 Gresik Memadukan Teknologi dan Batik Cocok untuk Milenial

GRESIK, 1minute.id – Sepintas tas motif batik khas Gresik ini terlihat seperti tas pada umumnya. Begitu diteliti lebih detail, tiga model tas karya inovasi Aiko Vitranty Araminta S., dan Sarasifa Mashia berbeda. Tas temuan dua siswa SMA Negeri 1 Gresik keren. Kekinian. Karena tas itu memadukan unsur teknologi dan budaya batik.

“Tas ini tetap modis buat belanja, mejeng bahkan naik gunung,”kata Kiko-panggilan-Aiko Vitranty Araminta S., kepada wartawan pada Minggu, 26 September 2021. Penasaran ? Kiko menceritakan tiga model tas motif batik itu memiliki fungsi berbeda. Ada berfungsi untuk kesehatan, traveling dan hangout di mal.

Kiko memberi label berbeda setiap model tas hasil ciptaannya. Tas Kahyuna Sehat. Tas ini didalamnya ada kotak berbahan kain aluminium foil dan teknologi UVC (sinar ultra violet) yang disalurkan ke USB layaknya kabel HP. Kemudian di alas tas tersebut diberi roda kecil, sehingga dapat ditarik seperti tas koper.

Para ibu yang biasa berbelanja di supermarket, dapat memasukkan barang-barangnya itu di tas setelah dari kasir. Kemudian ditarik menuju parkiran tanpa harus menjinjing . “Dan sesampai di rumah dapat menancapkan kabel USB yang sudah tersedia itu pada aliran listrik seperti kalau kita ngecharge HP untuk mensterilkan belanjaannya,”terangnya.

Berikutnya, Kahyuna Slim (Hasil Limbah). Tas ini cocok untuk para milenial ketika hang out ke mal. Sebab, bahannya dari  limbah konveksi denim jins. Bentuknya masih tote bag. Tetapi, bahan utama dari kain jins dan dipermanis dengan kain batik bergambar khas Gresik.

“Sama dengan tas Kahyuna Sehat, Tas Kahyuna Slim ini lebih manis jika dipakai remaja yang sangat dinamis dan tentu saja lebih murah,”sela Sarasifa Mashia, rekan Kiko.
Model tas ketiga adalah tas Kahyuna Amarta. Bentuknya tas ransel. Bedanya, jika desain ransel, kotak strerilisasi dari kain aluminium foil berada di bawah dan bisa dibuka dengan membuka ritslitingnya. Tetapi kalau Tas Kahyuna berada di dalam tasnya. “Tas ini cocok untuk traveling atau naik gunung,”tegasnya. 

Bagaimana awal mula gagasan itu muncul ? Kiko mengatakan, awal penemuan tas trendy berawal dari keisengan mengutak-atik tote bag atau tas kasual agar mempunyai manfaat lebih, multifungsi. Untuk mempercantik tampilan menggunakan motif batik.

“Kami menggunakan motif batik khas Gresik,”terangnya. 
Untuk memasarkan produk Inovasi ini, ia menggunakan media sosial dan menitipkan di beberapa toko. “Alhamdulillah, ternyata sambutan masyarakat positif.  Banyak yang order, baik lewat platform medsos, maupun menghubungi kami langsung untuk ke 3 model tas tersebut,”kata Mashia.  (yad)

Kahyuna, Tas Inovasi Siswa SMA Negeri 1 Gresik Memadukan Teknologi dan Batik Cocok untuk Milenial Selengkapnya

Turunkan Mobil Incar untuk Penindakan Pelanggaran Lalin

GRESIK, 1minute.id – Mobil patroli Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik sedang parkir di Jalan Raya Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Gresik. Sebuah alat pendeteksi kecepatan dan perilaku pengemudi dipasang di bagian kap mobil sedan itu.

Alat pendeteksi kecepatan dan perilaku pengguna jalan bernama INCAR (Integrated Node Capture Attitude Record). Hampir sepekan ini, Satlantas Polres Gresik mengoperasikan Mobil Incar itu. Inovasi baru dari Korp Sabuk Putih-sebutan lain-Satlantas Polres Gresik dalam melakukan penindakan pelanggar lalu lintas secara elektronik. 

Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melalui Kasatlantas Polres Gresik AKP Engkos Sarkosi mengatakan, Operasi Patuh Semeru 2021, selain melakukan sosialisasi protokol kesehatan (Prokes) untuk mencegah persebaran Covid-19 di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Juga, dilakukan penindakan terhadap pengendara yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. 

“Petugas melakukan patroli penindakan dengan menggunakan mobil INCAR,”ujar Kasatlantas Polres Gresik AKP Engkos Sarkosi pada Sabtu  25 September 2021. Petugas mengendarai mobil Incar melakukan patroli di sejumlah ruas jalan protokol. Antara lain di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo ; Jalan R.A Kartini ; Jalan Veteran dan Jalan Mayjend Sungkono. Kemudian, bergerak lagi menuju Jalan Panglima Sudirman ;  Jalan Pahlawan ; Jalan Dr Soetomo serta Jaksa Agung Suprapto.

Patroli dipimpin oleh Kanit Turjawali Satlantas Polres Gresik Iptu Darwoyo dan personil anggota lainnya.  “Mobil Incar itu patroli di Jalan rawan macet,”kata Engkos. Selain, patroli dilakukan sebagai upaya preventif dan represif. “Penindakan dilakukan kepada pengendara yang ugal-ugalan sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas,”tegasnya. (yad)

Turunkan Mobil Incar untuk Penindakan Pelanggaran Lalin Selengkapnya

Pemkab Gresik Terbaik Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan dari BBPOM

GRESIK,1minute.id – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya mengganjar Pemkab Gresik dengan penghargaan untuk kategori Pemerintah Daerah Terbaik dalam Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan di Jawa Timur. 

Apresiasi itu diberikan karena BPOM menganggap  Pemkab Gresik sukses dalam program pengawasan obat dan makanan untuk masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.  Piagam penghargaan itu diserahkan oleh Inspektur Utama BPOM RI Rr. Maya Gustina Andarini kepada Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dalam rangkaian acara Pencanangan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) BBPOM di Surabaya pada Jumat, 24 September 2021.

Wabup Aminatun Habibah didampingi oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusnah. Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan BBPOM Surabaya.

Dikatakannya, penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi Pemkab Gresik, terutama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam melakukan pengawasan obat dan makanan yang tujuan akhirnya adalah memastikan keamanan pangan masyarakat. 

Keberhasilan Gresik meraih penghargaan ini sejalan dengan masuknya 9 sekolah dan 2 desa binaan BBPOM Surabaya yang juga masuk dalam nominasi penghargaan BPPOM Surabaya. Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah juga mengingatkan, penghargaan ini tidak lantas membuat kita berpuas diri atas kinerja yang selama ini sudah dilakukan.

“Justru kita jadikan penghargaan ini sebagai motivasi dan semangat untuk terus memberikan pengabdian yang terbaik kepada masyarakat,”katanya. (yad)

Pemkab Gresik Terbaik Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan dari BBPOM Selengkapnya

Penjahat Satroni Konter, Seratusan Gawai Diringkisi Pelaku Membawa Karung

CCTV : Terduga pelaku memakai hoodie ketika masuk konter handphone di Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar pada Kamis, 23 September 2021 (foto : ist)

GRESIK,1minute.id – Konter dan aksesori handphone, Harapan Seluler Makmur dibolehkan kawanan penjahat dini hari tadi, Kamis, 23 September 2021.  Hampir seluruh isi konter berlokasi di Jalan Raya Sukomulyo, Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar itu diringkesi penjahat.

Dalam rekaman closed circuit television (CCTV) pelaku berjumlah empat orang. Mereka diantaranya menggunakan hoodie. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Informasi yang dihimpun, pembobolan konter dan aksesoris handphone ini terjadi sekitar pukul 03.00 pada Kamis, 23 September 2021.

Menurut salah satu karyawan konter, sekitar pukul 09.00 hendak membuka konter. Ia curiga karena gembok pintu harmonika rusak. Kecurigaan semakin kuat ketika melihat kaca etalase pecah berantakan. Diduga dikepruk benda tumpul. Diduga linggis. Seluruh isi dalam etalase diringkisi penjahat yang membawa mirip karung. Sekitar seratus gawai diangkut penjahat.

Smartphone berbagai merek. Harga gawai terendah Rp 2 juta dan Rp 5 juta. Dalam rekaman CCTV itu, tiga pelaku yang mengobrak-abrik isi konter. Mereka memakai hoodie dan masker. “Seorang lagi, menunggu di luar konter,”kata karyawan itu. 

Kapolsek Manyar AKP Windu Priyo dikonfirmasi membenarkan kejadian pembobolan konter dan aksesoris smartphone itu. “Tapi, sampai malam ini, korban belum melaporkan secara resmi ke Polsek,”kata Windu dikonfirmasi sekitar pukul 20.10 pada Kamis, 23 September 2021.

Meski, belum ada laporan resmi tim reserse kriminal Polres Gresik dan Polsek Manyar melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 11.30. Ada sepuluh polisi diantaranya dari tim Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Satreskrim Polres Gresik. Mereka menyelesik jejak pelaku yang tertinggal di lokasi kejadian. 

Terpisah, Kanit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Gresik Iptu Moch Dawud mengatakan pihaknya hanya membantu melakukan identifikasi. (yad)

Penjahat Satroni Konter, Seratusan Gawai Diringkisi Pelaku Membawa Karung Selengkapnya

Update Data Objektif, PKH plus Jaslut Bisa Entas Kemiskinan di Gresik

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mendatangi rumah nenek Sri, 84 tahun. Ia warga Desa Sirnoboyo, Kecamatan Benjeng. Usia lanjut membuat nenek Sri mengalami gangguan penglihatan dan pikun. Nenek Sri hanya bisa berbaring di tempat tidur dirumah yang sederhana. 

Kedatangan Wabup Aminatun Habibah bersama Plt Kepala Dinas Sosial Gresik Mahfud Ahmadi ; Camat Benjeng Suryo Wibowo ; serta Koordinator PKH Kabupaten Gresik Lestari Widodo untuk menyampaikan bantuan. Bantuan Program Keluarga Harapan plus Jaminan Sosial Lanjut Usia (PKH plus Jaslut).

Penyaluran PKH dan Jaslut dipusatkan di Balai Desa Sirnoboyo. Sebanyak 203 orang termasuk nenek Sri yang mendapatkan program triwulanan senilai Rp 2 juta tersebut. Penerima manfaat  PKH plus Jaslut minimal berusia 70 tahun.

Aminatun Habibah mengatakan bantuan sosial untuk masyarakat lanjut usia ini merupakan salah satu bantuan sosial dari pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia agar tidak menjadi beban di keluarga yang tidak mampu. Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah mewanti-wanti kepada Kepala Desa dan tim pendamping PKH agar bantuan ini dikawal dan dipastikan tepat sasaran. Mulai dari tahap pendataan maupun ketika proses pencairan dana kepada penerima manfaat. 

“Kepada Kepala Desa dan minta agar pendataannya selalu update. Harus obyektif nggih. Benar-benar murni karena kondisi ekonomi calon penerima manfaatnya,” pesan Bu Min. Ketepatan data ini merupakan faktor yang penting dalam keberhasilan program bantuan sosial. Sebab, bantuan sosial ini ditujukan untuk masyarakat yang membutuhkan sehingga bisa memutus kemiskinan. “Kedepan, Kabupaten Gresik akan dijadikan proyek percontohan untuk pengentasan kemiskinan di wilayah,”kata Bu Min. 

PKH plus Jaslut kerja sama antara Pemerintah  Kabupaten (Pemkab) Gresik dengan Bappeda Provinsi Jawa Timur, dimana nanti akan diracik strategi yang pas bagaimana cara untuk mengurangi angka kemiskinan. “Semangatnya adalah, bagaimana semua masyarakat di Kabupaten Gresik ini bisa menjadi masyarakat yang sejahtera,”kata Bu Min. (yad)

Update Data Objektif, PKH plus Jaslut Bisa Entas Kemiskinan di Gresik Selengkapnya

NasDem Manut Kiai, Geber Vaksinasi di Ponpes Ikhtiar Melindungi Kiai dan Santri

GRESIK, 1minute.id – Dewan Pimpinan Daerah Partai NasDem Gresik menggelar vaksinasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muniroh di Desa/Kecamatan Ujungpangkah, Gresik pada Rabu, 22 September 2021.

Vaksinasi dosis kedua ini sebanyak 750 dosis. Sasaran sama seperti dosis pertama. Yakni, khusus untuk Pengasuh Ponpes, santri dan masyarakat sekitar. Ketua DPD NasDem Gresik Syaiful Anwar mengatakan, vaksinasi untuk Ponpes ini sebagai langkah preventif untuk melindungi pengasuh dan santri. Sebab, mereka rentan terpapar wabah Covid-19 yang memasuki tahun kedua ini.

“Pelaksanaan vaksinasi untuk santri dan masyarakat sekitar adalah salah satu kegiatan preventif dari Satgas Covid-19 DPD Nasdem Gresik,”ujar Syaiful Anwar didampingi Sekretaris Nasdem Ainul Fuad pada Rabu, 22 September 2021. Nasdem, lanjut ketua partai berlatar pengusaha ini sengaja menyasar pondok pesantren, karena menjadi tempat berkumpulnya para santri. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Mereka sangat rentan menjadi klaster Covid-19, saat melakukan proses belajar mengajar, dan kegiatan keagamaan lainnya. “Makanya, vaksin ini sebagai ikhtiar untuk bersama-sama menjaga para ustadz/ustadzah, bu nyai, dan pak kiai, serta santri, agar tak terpapar Covid-19. Hal ini dilakukan sebagai bentuk bahwa NasDem manut kiai bukan hanya sebagai jargon, tetapi harus diimplementasikan ,”tegasnya. 

Selain di Kecamatan Ujungpangkah, NasDem Gresik juga masih akan melaksanakan vaksinasi dosis 1 di Kecamatan Benjeng, Duduksampeyan, Driyorejo, dan kantor DPD NasDem di Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas.

“Semoga ikhtiar DPD Partai Nasdem Gresik membantu perecepatan target vaksin 70 persen di Kabupaten Gresik cepat terwujud. Sehingga, diharapkan Gresik segera bebas dari pandemi,”harapnya. (yad)

NasDem Manut Kiai, Geber Vaksinasi di Ponpes Ikhtiar Melindungi Kiai dan Santri Selengkapnya

Klinik Pratama Muslimat NU Pertama Diresmikan Bupati dan Wabup

GRESIK,1minute.id – Muslimat Nahdlatul Ulama kini memiliki klinik kesehatan. Klinik kali pertama di salah satu badan otonom (Banom) NU itu berlokasi di Desa Masangan, Kecamatan Bungah. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meresmikan Klik Pratama NU pada Rabu, 22 September 2021.

Fandi Akhmad Yani  memberikan apresiasi terhadap Muslimat NU yang dinilai gigih atas kontribusinya terhadap pelayanan kesehatan. Muslimat NU hadir memberikan pelayanan kesehatan ditengah pandemi Covid-19. 

“Disaat pandemi belum berakhir, Muslimat NU hadir dengan membawa manfaat bagi masyarakat, yakni dengan beroperasinya klinik pratama. Bagi kami, ini merupakan bentuk kontribusi Muslimat NU terhadap pentingnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani menambahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik siap mensupport apa yang menjadi kebutuhan klinik sehingga pelayanan kesehatan untuk masyarakat dapat dilakukan secara optimal. Bentuk support  Pemkab Gresik diantaranya beru bantuan keuangan senilai Rp 200 juta. Bantuan itu sebagai penunjang beropersasinya klinik tersebut. 

“Mudah-mudahan membawa keberkahan dan manfaat terhadap menunjang pelayanan kesehatan masyarakat agar lebih optimal,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun menambahkan klinik ini merupakan satu-satunya klinik pratama yang dimiliki organisasi Muslimat NU di Gresik. Dirinya berharap, klinik tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat, utamanya dalam pelayanan kesehatan. 

“Kami berharap pelayanan klinik ini dapat berjalan sebaik mungkin, sehingga masyarakat merasa dilayani dengan baik,”kata Bu Min. Klinik Pratama Muslimat NU ini dibawah naungan Yayasan Muslimat NU Kecamatan Bungah. (yad)

Klinik Pratama Muslimat NU Pertama Diresmikan Bupati dan Wabup Selengkapnya

Panen Tembakau Dulu, Lalu Serap Aspirasi Petani

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani semakin intensif melakukan komunikasi dengan petani. Menyerap aspirasi dari para “pendekar” pertanian. Kali ini, Bupati Fandi Akhmad Yani menyapa petani di Desa Mojoroto, Kecamatan Balongpanggang pada Rabu, 22 September 2021. Petani tembakau. 

Sehari sebelumnya, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani menyapa petani tanaman padi di Desa Setro, Kecamatan Menganti.  Dalam kunjungan kerja ini, Gus Yani tidak sendirian. Mantan Ketua DPRD Gresik itu bersama dengan Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito, Asisten Vice Presiden (VP) CSR Petrokimia Gresik Wawan Arjuna, Anggota DPRD Gresik Khomsatun, perwakilan Dinas Perkebunan Jawa Timur Ambar Purwati. Kemudian perwakilan dari BNI 46 serta Muspika Balongpanggang. 

“Ini sengaja saya mengajak tim lengkap, ibaratnya seperti toko, apa yang bapak,  ibu petani mau, kita ada,”kata Gus Yani disambut tepuk sorak petani dalam pertemuan lesehan itu.

Menurut Gus Yani, pertanian, salah sektor yang tahan banting dan menjadi penyangga perekonomian daerah. Terbukti di masa pandemi Covid-19 sektor pertanian mampu beradaptasi sehingga produktivitas hasil pertanian meningkatkan. 

Sebelumnya, Gus Yani melakukan panen tembakau  secara simbolis.Tanaman tembakau bisa dijadikan komoditi untuk menambah penghasilan dari petani, selain karena tidak membutuhkan banyak air, juga karena tanaman ini termasuk tanaman yang dihindari hama tikus. Tembakau dari Jawa Timur memberikan sumbangsih sebesar 50 persen dari produksi tembakau nasional. Rata-rata menghasilkan produksi sebanyak 120 ribu ton per tahun. (yad)

Panen Tembakau Dulu, Lalu Serap Aspirasi Petani Selengkapnya

Vaksinasi Pfizer Pertama, Masyarakat Antusias, MCCC Mengalokasikan 6 Ribu Dosis

GRESIK,1minute.id – Antusiasme masyarakat untuk vaksinasi patut mendapatkan apresiasi. Apalagi, vaksin dosis pertama merek Pfizer. Vaksinasi Pfizer kali pertama digelar massal di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Penyelenggaranya, Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Gresik. MCCC bekerja sama dengan Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik (RSMG) dan Jaringan Rumah Sakit dan Klinik Muhammadiyah /Aisyiyah se-Kabupaten Gresik serta Dinas Kesehatan Gresik. Sebanyak 6 ribu dosis. Panitia menyiapkan 100 vaksinator.

Untuk mencegah terjadinya kerumunan massa, aksi mempercepat pembentukan herd immunity di Gresik dilakukan selama 4 hari, mulai Rabu sampai Sabtu, 22-25 September 2021. Gelaran vaksinasi ini dipusatkan di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) di Jalan Raya Permata Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

Sejak pukul 06.00, masyarakat yang hendak mengikuti vaksinasi yang sebelumnya melakukan pendaftaran online itu mengalir ke GDM. Vaksinasi dimulai pukul 08.00. Ribuan dosis itu diprioritaskan untuk masyarakat Gresik. Karena itu, proses administrasinya, peserta diharuskan menyerahkan foto kopi kartu tanda penduduk (KTP) menjelang pelaksanaan vaksinasi.

Panitia juga masih memberikan kelonggaran kepada warga non-KTP Gresik yang tinggal di luar wilayah kabupaten Gresik. Tetapi harus menyerahkan surat keterangan domisili dari desa/kelurahan. Ini dilakukan karena ditengarai banyak juga peserta yang berasal dari pekerja di Gresik, tetapi masih ber-KTP dari daerah asal di luar Gresik.

“Karena jumlah dosisnya lumayan banyak, kami juga melayani warga non-KTP Gresik. Tapi kami minta ada surat keterangan domisili, bahwa mereka memang tinggal di Gresik,”ujar Direktur RSMG dr Imam Suyuthi, Sp.An, didampingi Humasnya, Amang F. Rahman di sela pelaksanaan vaksinasi di GDM Gresik pada Rabu, 22 September 2021.

Untuk bisa tetap dalam jalur protokol kesehatan, panitia menyiapkan puluhan tenaga khusus dari Kokam untuk membantu pengamanan dan penertiban peserta. “Insya Allah bisa berjalan sesuai harapan dan tetap berada dalam koridor protokol kesehatan. Per hari kami plot untuk 1.500 dosis,”ujarnya.

Sementara Ketua MCCC Gresik Hilmi Aziz mengatakan, pelaksanaan vaksinasi ini sebagai bentuk ikhtiar kesehatan dan kepedulian kepada masyarakat, sekaligus membantu program pemerintah menghadang pandemi. Dikatakan, meski Gresik sudah berada di zona hijau atau level-1, masyarakat tidak boleh lengah dan terus waspada dalam berperilaku, khususnya terkait kesehatan.

“Sekarang kita memang sudah berada di zona hijau. Tetapi, kalau kita tidak hati-hati, bahkan sembrono, bukan tidak mungkin yang sudah hijau ini balik ke kuning atau orange, seperti sebelumnya. Karena itu, vaksinasi ini sebagai ihtiar kita agar masyarakat terus sehat,”tandas Hilmi yang juga Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik ini. (*)  

Vaksinasi Pfizer Pertama, Masyarakat Antusias, MCCC Mengalokasikan 6 Ribu Dosis Selengkapnya

Desa Setro, Pilot Project Ekosistem Pertanian

GRESIK,1minute.id – KomitmenBupati Gresik Fandi Akhmad Yani untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian mulai realisasikan. Bupati Fandi Akhmad Yani meluncurkan program “Sapa Tani”. Program kali pertama dilakukan di Desa Setro, Kecamatan Menganti pada Selasa, 21 September 2021.

Tema Sapa Tani perdana ini, adalah Pelaksanaan Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama tikus. Hama tikus ini menjadi momom bagi petani. Karena daya rusak sangat cepat. Sehingga sangat dikeluhkan oleh petani di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

Dalam pemberantasan hawa tikus itu, memerlukan  metode pengendalian hama yang efektif. Tim penyuluh dari Dinas Pertanian Gresik memberikan metode pengendalian untuk hama tikus. Diantaranya, dengan larutan urea, pemasangan umpan beracun, pengasapan dengan belerang, pengendalian dengan pertalite/ pertamax, fermentasi urin sapi dan pemanfaatan burung Hantu. 

Usai penyuluhan, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani melakukan dialog bersama para petani. Dialog santai. Lesehan. Suasana terasa cair. “Kunjungan kami kali ini dalam rangka untuk mengetahui apa masalah pertanian di Gresik. Oleh karena itu, saya mengajak dari rekan-rekan Petrokimia sebagai distributor pupuk dan bank BNI,”ucap Gus Yan.

Petani pun bisa menumpahkan uneg-unegnya langsung kepada orang nomor satu di Kabupaten Gresik itu. Persoalan kesulitan mendapatkan pupuk, harga padi anjlok ketika panen raya hingga kesulitan akses mendapatkan bantuan dari perbankan. 

Gus Yani menjawab satu per satu keluhan petani dengan telaten. “Kita petakan, daerah A ini tanahnya subur. Jadi jangan dipakai untuk pengembangan industrialisasi atau pemukiman. Sehingga jangan sampai industrialisasi menggerus lahan pertanian,”kata Gus Yani. Gus Yani berkeinginan agar terbentuk ekosistem yang baik dari hulu ke hilir, terkoneksi dengan baik sehingga akan menguntungkan semua pihak.

Sebagai tindak lanjut, Desa Setro direncanakan akan menjadi pilot project dibidang pertanian. “Secara keseluruhan, kita sudah menangkap apa permasalahan petani di Setro. Kedepan kita akan mencoba membuat satu ekosistem pertanian, mulai dari pendampingan waktu tanam hingga waktu panen. Nanti akan disiapkan, yang beli siapa, yang menyediakan pupuk siapa, dananya dari bank,”ujar Gus Yani. 

Kegiatan Sapa Petani ini merupakan program berkesinambungan dari Dinas Pertanian Gresik. Dalam kegiatan ini, tampak hadir mendampingi Gus Yani Kadis Pertanian Eko Anindito, Kades Setro Ahmad Syaiful, Ketua Asosiasi Gapoktan se-Kecamatan Menganti Muhaimin, dan Ketua Gapoktan Setro Sholihin. (yad)

Desa Setro, Pilot Project Ekosistem Pertanian Selengkapnya