GRESIK,1minute.id – Pemerintah resmi melarang mudik lebaran 2021. Kondisi pagebluk coronavirus disease 2019 ( Covid-19) belum berakhir. Mudik lebaran dikhawatirkan menjadi klaster baru. Lebaran di rumah saja.
Bagaimana dengan transportasi laut menuju Pulau Bawean? Pada tahun lalu, transportasi laut berjarak 80 mil laut ditutup. Ada dua momentun yang paling ditunggu masyarakat untuk pulang kampung. Dua momentum adalah Maulid Nabi Muhammad SAW dan Idul Fitri.
Lebaran Idul Fitri, transportasi laut cukup sibuk melayani pemudik lebaran. Kepala Dinas Perhubungan Gresik Nanang Setiswan mengatakan pihak mengetahui adanya kebijakan melarang mudik lebaran 2021.
Larang mudik itu untuk seluruh ASN, TNI, Polri, BUMN, karyawan swasta maupun pekerja mandiri, dan juga seluruh masyarakat mulai 6-17 Mei 2021. “Detail surat dan juknisnya, saya belum dapat,”kata Nanang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu, 27 Maret 2021.
Untuk diketahui tahun lalu, pemerintah melakukan penutupan moda transportasi penumpang ke pulau Bawean. Transportasi laut maupun udara. Namun, pemerintah tetap memperbolehkan kapal logistik.
Kapal logistik yang melayani Gresik-Bawean adalah KMP Gili Iyang. Kapal jenir Ro-Ro mengangkut barang dan penumpang. Selama lockdown tahun lalu, hanya mengangkut logistik untuk keperluan masyarakat di Pulau Putri -sebutan lain-Pulau Bawean. (*)
GRESIK,1minute.id– Upaya penanganan tanah longsor di kawasan Putri Cempo (Pucem) menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik.
Sebab, tanah longsor yang menjadi jalan alternatif menuju Pesarehan Sayyid Abdurahman, Paman Sunan Giri dan Putri Cempo berpotensi semakin parah. Bila tidak segera tertangani bisa mengancam keberadaan makam Sayyid Abdurahman, salah situs sejarah itu.
Nah di tengah upaya menuntaskan tanah longsor itu, musyawarah pimpinan kecamatan melakukan blusukan di kawasan tersebut. Dalam gerilya itu, petugas gabungan dari trantib, koramil dan polsek Kebomas menemukan sebuah gua. Sejumlah warga setempat menyebut “Gua Manten”.
Alas lantai ditemukan petugas gabungan ketika melakukan penyisiran kawasan Putri Cempo di Kecamatan Kebomas, Gresik ( foto : ist )
Sekretaris Kecamatan Kebomas Zainul Arifin dikonfirmasi membenarkan adanya temuan Gua Manten di Kawasan Pucem itu. “Waktu itu, ada seorang pertapa. Sudah kami minta untuk pulang,”ujar Zainul dikonfirmasi selulernya pada Jumat, 26 Maret 2021.
Sebab, kondisi Pucem mengkhawatirkan. Selain itu, muspika khawatir Gua itu menjadi tempat persembunyian orang. “Pelaku terorisme, diantaranya,”katanya. Gua Manten ini cukup besar. Bisa untuk 3 – 5 orang. Di tempat itu terdapat alas lantai. (*)
GRESIK,1minute.id– Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak perlu kecil hati untuk memiliki rumah hunian yang asri di Gresik. Apalagi, rumah hunian model minimalis ini cukup dekat dengan exit jalan Tol Krian, Legundi , Bunder dan Manyar (KLBM). Rumah ini seharga Rp 100 jutaan. Sangat cocok untuk keluarga muda.
Rumah siap huni dengan harga Rp 100 jutaan ini berada di kecamatan Kedamean. Kawasan yang bakal banyak dilirik masyarakat karena dekat pintu Tol KLBM dan kawasan Surabaya Barat.
Direktur Berkat Jaya Development, pengembang Perumahan Grand Kedamean Regency Paulus Yauri menuturkan dari 1.000 unit rumah yang akan dibangun, sebanyak 600 rumah subsidi seharga Rp 130 jutaan sudah sold out.
“Kondisi sekarang adanya exit tol KLBM sekitar 2,5 km atau 3 menit saja ke perumahan Grand Kedamean Regency, sekarang waktu edukasi untuk mereka, Kedamean juga bagus, lokasinya dengan industri dan perumahan mudah dijangkau,”kata Paulus Yauri pada Kamis, 25 Maret 2021.
Meski masa pandemi Covid-19, pihaknya telah membangun lebih dari 100 unit rumah dan telah siap diserahterimakan ke pembeli.
“Hari ini ada 28 unit yang kami serah terimakan dan akan terus berkelanjutan di bulan-bulan berikutnya,”ucapnya. Kondisi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan minat pembeli untuk memiliki rumah sendiri. Apalagi, dengan rumah subsidi, dengan harga terjangkau.
“Visi misi kami memang sejak awal menyiapkan rumah, siapapun bisa punya rumah. Pandemi memang membuat pengusaha di bidang properti tidak sedikit yang gulung tikar. Kami membuktikan Berkat Land tetap exis siapkan rumah untuk mereka,”terangnya.
Grand Kedamean Regency berdiri di atas lahan seluas 15 hektare, dengan 1.000 unit rumah terdiri dari 600 rumah subsidi dan 400 rumah non subsidi pada tahap awal. Rumah seharga Rp 100 jutaan itu memiliki tipe 29/60 meter, kemudian 30/66 meter dan 36/72 meter. Harga rumah non subsidi type 45/84 meter dipatok dengan harga Rp 190 juta.
Holidi, Marketing Grand Kedamean Regency menambahkan, mayoritas pembeli berasal dari wilayah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. “Kedamean memang lokasi strategis dihimpit Driyorejo, Menganti dan Surabaya Barat,” kata dia.
Selain mudah diakses dan dekat kawasan industri. Adanya tol KLBM, akses menuju pusat perbelanjaan di Surabaya Barat bisa dijangkau dengan waktu 30 menit.
“Kedamean mendapat respon positif dari pembeli, konsep kami para pekerja yang baru menikah dengan harga rumah kisaran Rp 100 jutaan sangat terjangkau,”katanya. (*)
GRESIK,1minute.id – Setahun lebih pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Hampir setahun pula proses belajar mengajar dilakukan secara daring. Para pelajar seakan mulai jenuh dan kangen dengan pembelajaran tatap muka (PTM).
Finalis lomba baca berita PWI Gresik mengadu ke wakil rakyat berkantor di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik agar bisa sekolah lagi. Mereka ditemui langsung Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir. Para finalis lomba baca berita PWI Gresik seakan tidak melewatkan kesempatan langka itu. Mereka mengungkapkan uneg-unegnya kepada Abdul Qodir.
Irsyad Maulana, diantaranya. Siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kebomas itu menyampaikan keluh kesah para siswa soal pembelajaran daring.
Menurut Irsyad, pembelajaran daring tidak begitu efektif jika dibandingkan pembelajaran tatap muka (PTM). Sebab, ketika PTM ada interaksi sesama siswa hingga guru secara langsung.
Terutama yang Irsyad keluhkan yakni, sudah kangen suasana di sekolah. “Kangen ketemu dengan teman-teman. Kangen hal-hal di sekolah pokoknya,”ucapnya dengan nada lirih.
KETUA DPRD Gresik Abdul Qodir ketika berdialog bersama finalis baca berita PWI Gresik do kantor DPRD Gresik ( foto : PWI Gresik for 1minute.id)
Atas keluhan itu, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir bisa memaklumi keinginan para pelajar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. Legislator dari Fraksi PKB itu menjelaskan Pemkab Gresik sebetulnya sudah siap melaksanakan PTM.
Bahkan peraturan bupati (Perbup) sudah diteken. Bahkan, saat akan diterapkan pada 4 Januari 2021 lalu, muncul kebijakan PPKM. Sehingga terpaksa PTM ditunda.
“Kita sudah siap dan kami pun pengennya PTM segera dilakukan. Bahkan teknis PTM pun sudah rinci dalam perbup itu. Misalnya hanya beberapa mata pelajaran saja yang di PTM-kan. Yang jelas PTM itu terbatas, ya jumlah siswanya, jamnya, hingga pelaksanaan secara bergantian,”jelasnya.
Sepuluh finalis lomba baca berita PWI mengunjungi kantor DPRD Gresik pada Selasa, 23 Maret 2021. Pada kesempatan itu, banyak pertanyaan yang dilontarkan para siswa kepada anggota dewan. Termasuk Ketua DPRD Abdul Qodir dan Sekertaris Komisi II Lilik Hidayati.
Rombongan pelajar itu juga diajak untuk melihat aktifitas para anggota dewan di masing-masing ruang fraksi. Mereka terlihat antusias saat berjumpa Lilik Hidayati di ruang fraksi Amanat Pembangunan DPRD Gresik. Lilik sendiri merupakan salah satu dari sepuluh perempuan yang menjadi anggota legislatif Gresik periode 2019-2024.
Salah satu finalis Sharim Dezhneva Denalis pun terinspirasi untuk mengikuti jejaknya. “Apa sih bu hal yang harus dimiliki untuk menjadi anggota dewan?” tanya siswi kelas IX SMPN 1 Gresik itu. Lilik pun menjawab bahwa modal sosial menjadi hal yang paling penting.
“Berbuat baik dan berpikir positif kepada siapapun. Sikap itu wajib dimiliki agar kita bisa mewakili berbagai aspirasi masyarakat untuk dituangkan dalam kerja-kerja legislatif,” terangnya.
Sekretaris Komisi II itu juga menceritakan sepenggal pengalamannya selama dua periode terkahir menjadi anggota dewan. “Tentunya, wajib juga memiliki kemampuan intelektual yang mumpuni,”ujarnya.
Fiinalis Baca Berita PWI Gresik bersama Ketua Ketua Komisi II DPRD Gresik Lilik Hidayati di kantor DPRD Gresik (foto : PWI Gresik for 1minute.id)
Agar bisa melaksanakan tugas dan fungsi anggota dewan dengan baik dan penuh amanah. Antara lain fungsi anggaran, pengawasan dan regulasi. “Jangan putus asa meraih mimpi. Tetap semangat dan berdoa untuk mewujudkan mimpi kalian sebagai generasi penerus,”pesannya.
Perlu diketahui, untuk menyambut PTM ini, vaksinasi covid-19 yang dilakukan Dinas Kesehatan kepada para tenaga pendidik juga mulai dilakukan. Setidaknya terdapat 45 ribu guru yang masuk sasaran vaksinasi. Vaksinasi itu dimulai dari guru SMA dan selanjutnya SMP pada minggu depan.
Tidak hanya vaksin, tahun 2021 ini kebijakan alokasi dana BOS berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika di tahun lalu, semua daerah mendapat alokasi yang sama. Kali ini, dana disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik ) Gresik Mahin mengatakan, untuk dana BOS Gresik bagi jenjang pendidikan SD dan SMP terdapat kenaikan. Kenaikan itu tidak lain agar digunakan sekolah untuk mempersiapkan PTM.
Pada 2020, setiap siswa SD mendapat jatah Rp 900 ribu. Tahun ini, siswa SD Gresik akan mendapat jatah sebesar Rp. 1,12 juta. Sedangkan untuk jenjang SMP ada peningkatan senilai Rp 290 ribu dari besaran dana sebelumnya yakni Rp 1,1 juta kini menjadi Rp 1,39 juta.
Mahin mengaku tidak bisa menyebutkan besaran anggaran BOS 2021 secara pasti, sebab Dispendik Gresik belum menerima keputusan. Terkait pengggunaan alokasi dana tersebut, sesuai dengan Permendikbud nomor 6/2021.
Penggunaan dana BOS tahun ini bisa dipakai lebih fleksibel sesuai dengan kebutuhan sekolah masing-masing, utamanya untuk persiapan PTM. “Ya amanatnya regulasi pusat kan fleksibel. Tapi saat ini kebutuhannya kan untuk PTM, ya digunakan saja untuk persiapan PTM. Untuk PTM akan dilaksanakan setelah ada intruksi bupati. Perkiraan setelah vaksin atau sekitar bulan Juni-Juli,”ujarnya.
Kabid Managemen Pendidikan Suwono menambahkan, besaran anggaran dana BOS bisa dihitung dari jumlah siswa yang terdaftar di Dapodik dengan alokasi dana per siswa yang sudah ditetapkan pemerintah pusat.
Anggaran dana BOS dari APBN 2021 mengacu pada Dapodik di bulan Agustus 2020. Yakni ada 900 siswa SD dan 1 juta siswa SMP. Sedangkan terkait anggaran BOS reguler 2020, Dispendik Gresik menerima dana sebesar Rp 103 miliar. Ia juga menambahkan jumlah siswa didik di Gresik untuk jenjang SD dan SMP selalu meningkat di tahun sebelumnya. (*)
GRESIK,1minute.id – Satu lagi lembaga swadaya masyarakat (LSM) berdiri di Gresik. Lembaga anyar itu bernama Gresik Ekologi dan Observasi (GEO).
LSM yang dipimpin oleh Johar Ismanto ini berfokus dengan misi lingkungan, pemberdayaan masyarakat serta melakukan penelitian uji kualitas polusi udara.
Menurut Johar Ismanto, Gresik dikenal sebagai kota industri. Ribuan pabrik berskala kecil hingga besar menjalankan operasi di Gresik. “Kami tidak menolak industrialisasi. Tapi, industri yang harus ramah lingkungan,”ujar Jhon Oi-sapaan-Johar Ismanto pada Rabu, 24 Maret 2021.
Pria 41 tahun ini, selama ini kerap terlibat aksi demonstrasi bersama sejumlah aktivis di Gresik ketika melihat ada ketimpangan sosial, maupun lingkungan di Gresik.
“Kami di GEO akan lebih banyak kajian dengan melibatkan akademisi melakukan penelitian uji kualitas polusi udara,”tegas Jhon Oi. (*)
GRESIK,1minute.id – Tongkat pimpinan di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) berganti dari Prof. Dr. Ir. Setyo Budi, M.S. kepada Dr. Eko Budi Leksono, S.T., M.T.
Prosesi pelantik Rektor baru di Hall Sang Pencerah UMG di Jalan Sumatera, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru ini diantaranya dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Saad Ibrahim, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Ketua Aisyiyah, serta Ketua Nasyiatul Aisyiyah.
Sedangkan, tamu yang hadir secara virtual adalah Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir. Masa pagebluk coronavirus disease 2019 (Covid-19) belum berakhir membuat pelantikan rektor dilakukan dengan protokol kesehatan dan dilakukan secara daring dan luring serta disiarkan melalui channel youtube.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan terpilihnya pemimpin baru, pimpinan daerah Gresik dapat meneruskan kerjasama yang baik dengan Universitas Muhammadiyah Gresik sehingga dapat terus berkontribusi kepada masyarakat. “Selamat kepada Dr Eko “kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir berharap agar kedepannya, baik Rektor terpilih maupun Rektor yang telah menyelesaikan masa jabatan dapat terus bekerja bersama dan berkesinambungan untuk membangun Universitas Muhammadiyah Gresik menjadi lebih baik.
Menurutnya, regulasi organisasi merupakan suatu proses yang akan berjalan terus menerus, sehingga diharapkan pemimpin yang lama ikhlas melepaskan dan pemimpin yang diamanahkan juga ikhlas dalam mengemban tugas baru.
“Kepada Rektor terpilih untuk terus membangun jaringan yang kuat, baik secara internal maupun eksternal. Hubungan yang baik secara internal akan memperkuat pembangunan dan kemajuan kampus,”kata Headar.
Sebelum mengakhiri sambutan, menyampaikanselamat kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik masa jabatan 2021-2025. Selain itu, Haedar juga menyampaikan terimakasih kepada Prof. Budi yang telah melaksanakan amanah selama satu periode.
“Selamat menunaikan amanah, ciptakan rasa saling bersaudara di seluruh civitas, InsyaAllah berkah dan rahmat Allah akan melimpah pada kita semua,”tutupnya.
Sebelumnya, Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Lincolin Arsyad menyampaikan keputusan Dr. Eko Budi Leksono, S.T., M.T., diberi amanah untuk menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik masa jabatan 2021-2025. Dr. Eko menggantikan Rektor masa jabatan sebelumnya yakni Prof. Dr. Ir. Setyo Budi, M.S. (*)
GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan inspeksi memdadak (sidak) di tiga kantor pelayanan publik di Kecamatan Dukun, Gresik pada Rabu, 24 Maret 2021.
Kantor pelayanan administrasi kependudukan, Puskesmas Mentaras dan Kantor Desa Mojopetung. Sidak ini untuk memastikan pelaksanaan program “Lahir Pulang Bawa Akta”. Program ini di launching pada Senin, 22 Maret 2021.
Program kalaborasi antara Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik. Setiap ibu yang baru melahirkan, ketika pulang sudah membawa akta kelahiran bagi si buah hatinya di 21 rumah sakit dan 32 puskesmas di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.
Nah, tadi pagi sekitar pukuln07.45 Wabup Gresik Aminatun Habibah mendatangi ruang layanan administrasi pencatatan kependudukan di Kantor Kecamatan Dukun. Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah celingukan ke kanan dan kiri.
Bu Min mencari petugas layanan tapi tidak menemukan petugas dari disdukcapil. “Tadi cuma ada pegawai kecamatan yang sifatnya diperbantukan. Seharusnya pegawai Disdukcapil tetap standby sesuai jam kerja. Sehingga masyarakat yang ingin mengurus KK, KTP atau catatan sipil lainnya bisa terlayani dengan baik,”ujar Bu Min pada Rabu, 24 Maret 2021.
Bu Min pun menyayangkan atas ketidakhadiran pegawai Disdukcapil di ruang layanan tersebut. Apalagi, layanan administrasi kependudukan di Kecamatan Dukun ini satu-satunya kecamatan di wilayah Pantura yang memiliki support cetak e-KTP.
“Apapun alasannya, jangan sampai pegawai yang bertugas melayani cetak e-KTP maupun catatan sipil lainnya meninggalkan tempat saat jam kerja. Kasihan masyarakat yang sudah jauh-jauh datang ternyata tidak terlayani,” ungkapnya.
Berikutnya, Bu Min menuju kantor UPT Puskesmas Mentaras. Bu Min mendengar adanya keluhan masyarakat terkait kurang ramahnya petugas resepsionis terhadap pasien. Tak hanya itu, dia juga menemukan adanya data yang tidak sinkron terkait jumlah kasus stunting atau kekurangan gizi anak.
“Waktu saya tanya data kasus stunting di wilayah kerja Puskesmas Mentaras, Kepala UPT-nya bilang cuma ada 7. Yakni 5 di Desa Lowayu dan 2 di Tirem. Setelah saya cek lagi ternyata data yang tercatat ada 172 kasus,” ucapnya.
Dia pun menghimbau agar pelayanan di UPT Puskesmas Mentaras lebih ditingkatkan. Salah satunya dengan tetap bersikap ramah kepada masyarakat atau pasien yang membutuhkan pelayanan medis.
“Tadi kami juga mampir ke Kantor Desa Mojopetung. Ternyata layanan di ruang Polindesnya tidak ada petugas medis satupun. Harusnya ada yang standby di situ,” imbuh perempuan berhijab itu. (*)
GRESIK,1minute.id – KH. Abdul Muis Zuhri, terpilih secara aklamasi dalam musyawarah daerah (Musda) VII Dewan Pimpinan Dearah Lembaga Dakwah Indonesia (LDII) Gresik pada Rabu, 24 Maret 2021.
Musda bertemakan Penguatan Organisasi yang Berintegritas, Profesional, Religius Mendukung Nawa Karsa menuju Gresik Baru di Gedung LDII di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik itu dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Musda dihadiri Ketua DPW LDII Jawa Timur Amrozi Konawi, Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, perwakilan Kodim 0817 Gresik dan perwakilan ormas. Sedangkan, peserta Musda dilakukan secara virtual.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada kesempatan itu memberikan pencerahan tentang Nawa Karsa Gresik Baru. Diakui oleh Gus Yani bahwa program kerja yang dicanangkan sudah sesuai dengan Program Nasional Presiden Jokowi Nawacita dan Program Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Nawa Bhakti.
“Kami memohon kepada semua jamaah LDII Gresik untuk mendukung, mendoakan dan memperjuangkan program Nawa Karsa Gresik Baru bisa terwujud di Gresik,”kata Gus Yani.
Gus Yani memint kepada para tokoh dan pemimpin memohon agar senantiasa mendampingi dan memberi penguatan kepada masyarakat. “Dimasa pandemi ini masyarakat butuh pendampingan dari kita dan pemerintah,”imbuhnya.
Terkait Musda VII LDII Gresik, Gus Yani berharap sukses dan melahirkan pemimpin baru yang hebat.
Ketua dua periode LDII Gresik Abdul Muiz Zuhri dalam sambutannya mengatakan bahwa, pihaknya mengangkat tema dalam Musda kali ini yaitu penguatan organisasi yang berintegritas, professional, religious mendukung Nawa Karsa menuju Gresik Baru.
“Tema ini kami ambil agar, kami dan seluruh jamaah LDII Gresik mendukung dan mensukseskan Pemerintahan Bupati Gus Yani dan Ning Min menuju Gresik Baru. Kami melihat program 99 hari yang telah dicanangkan serta progresnya sangat luar biasa,”katanya.
Tentang kepemimpinan Abdul Muiz selama dua periode, Ketua DPW LDII Jawa Timur Amrozi Konawi menilainya sangat sukses. Bahkan di tingkat Jawa Timur, LDII Gresik berada di urutan pertama. “Tingkat kesuksesan itu terbukti dari kehadiran seluruh undangan saat ini. Nilai plus dapat dirasakan pada sinergitas secara vertikal maupun horizontal,”katanya.
Sementara itu, musda berjalan khidmat ini, secara aklamasi memilih Abdul Muis Zuhri dan Andi Fajar Yulianto, sebagai Ketua dan Sekretaris DPD LDII Gresik periode 2021-2026. (*)
GRESIK,1minute.id – Hari Air Sedunia berlalu. Masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik masih sambat air bersih. Air mampet, kalau mengalir pun keruh. Kondisi ini tentu membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani prihatin. Ngelus dada.
Sebab, kabupaten berpenduduk 1,3 jiwa ini sejatinya mendapatkan alokasi dari SPAM Umbulan 1.000 liter per detik (lpd). PDAM Giri Tirta baru memgambil 300 ldp dari kuota 1.000 ldp itu. Celakanya lagi pasokan 300 ldp itu tidak bisa dimanfaatkan maksimal untuk memenuhi kebutuhan hajat hidup masyarakat. Dalih manajemen bermacam-macam. Pipa bocor, pipa usang dan seterusnya.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, yang belum genap sebulan menjabat orang nomor satu itu kebanjiran laporan dari masyarakat. Semuanya mengeluh tentang pelayanan PDAM Giri Tirta.
Usai menghadiri peresmian SPAM Umbulan di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Senin, 22 Maret 2021, Bupati Gresik termuda itu meminta manajemen PDAM Giri Tirta untuk menggandeng pihak ketiga mengatasi problem pipanisasi uzur itu.
Gus Yani-sapaan akrab-Fandi Akhmad Yani mengungkapkan, hingga saat ini dari total 1.000 liter per detik air yang disiapkan oleh SPAM Umbulan, PDAM Giri Tirta baru mampu menerima suplai air 300 liter per detik untuk kebutuhan 30 ribu pelanggan di wilayah perkotaan. Kecamatan Gresik, Kebomas dan sekitarnya.
“Jaringan pipa di wilayah perkotaan tak siap karena usia rata-rata di atas 30 tahun, sehingga banyak sudah keropos dan bocor. Kalau dipaksakan dihantam dengan tekanan air 1.000 liter per detik dari SPAM Umbulan, maka dipastikan pipa rusak dan pecah, sehingga air akan terbuang cuma-cuma,”terang Gus Yani kepada wartawan pada Senin, 22 Maret 2021.
Jaringan pipa yang sudah uzur karena usia pipa sudah puluhan tahun, sehingga mudah bocor dan mengganggu distribusi air di wilayah perkotaan selama ini. Apalagi jika dipaksakan 1.000 liter per detik.
Proyek peremajaan pipa dan infrastruktur PDAM di wilayah perkotaan, seperti Kecamatan Kebomas, Gresik dan sekitarnya harus segera dibenahi. Manajemen PDAM Giri Tirta mengajukan usulan peremajaan pipa yang sudah berkarat dan berusia di atas 30 tahun itu menyentuh angka Rp 400 miliar.
Anggaran ratusan miliar itu, akan membebani APBD Gresik. “Saya minta PDAM bisa kerja sama dengan pihak ketiga, agar tidak membebani APBD Gresik,”kata Gus Yani.
Kerjasamanya, berbentuk kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KBPU) bisa dengan model BOT (Build Operate Transfer). Dan, model kerjasama BOT itu pernah dilakukan oleh manajemem PDAM Giri Tirta sebelumnya selama puluhan tahun.
“Saya kira banyak perusahaan pihak ketiga yang mau diajak kerja sama seperti itu,”katanya. Bupati milenial ini berharap peremajaan pipanisasi di wilayah perkotaan cepat tuntas, sehingga distribusi air dari SPAM Umbulan Pasuruan sebanyak 1.000 liter per detik cepat terealisasi seperti harapan Presiden Joko Widodo.
“Untuk itu, saya minta PDAM inovatif, cari terobosan gandeng pihak ketiga untuk kerja sama dalam peremajaan pipa dan infrastruktur pendukung di wilayah perkotaan agar tak membebani APBD,”tegasnya lagi.
Perbaikan layanan dan penyediaan air bersih PDAM juga merupakan salah satu program prioritas di Nawa Karsa Pemerintahan Gresik Baru. “Tidak ada lagi keluhan masalah air di masyarakat,” tutupnya.
Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo meresmikan SPAM Umbulan di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan pada Senin, 22 Maret 2021.
SPAM Umbulan ini bisa mendistribusikan air sebesar 4.000 liter per detik untuk sejumlah wilayah kabupaten/kota di Jatim. Salah satunya, adalah Kabupaten Gresik yang mendapat jatah sebanyak 1.000 liter per detik. Hanya saja, Gresik masih belum bisa memaksimalkan 300 liter per detik. (*)
GRESIK,1minute.id – Sebuah pesan WhatsApps masuk ke gawai milik Nikmatul Tahqiro pada Kamis, 18 Maret 2021 sekitar pukul 13.00. Isi pesan disertai sejumlah foto berasal Miftakhul Khoir. Isi pesan apalagi disertai foto itu menyentakkan Nikmatul Tahqiro.
Isi pesan itu tentang kondisi Yanda Elvariani Suyanto Putri. Berdarah-darah di bagian pelipis. Baju dan celana juga terdapat bercak darah. Yanda, 21, asal Desa Kalipadang, Kecamatan Benjeng, Gresik berada dalam sebuah kamar. Yanda adalah diduga kekasih Miftkhul Khoir.
Dua orang sahabat itu kemudian bergegas melapor ke Polsek Benjeng. Sebab, mereka khawatir keselamatan Yanda. Laporan masyarakat itu membuat sejumlah polisi menelisiknya. Dalam laporan itu, disebutkan korban Yanda dirumah Azrul Ahmaludin.
Hasil penyelidikan polisi menemukan lokasi korban Yanda. Lokasi kejadian ada di rumah Azrul di Desa Puduttrate, Kecamatan Benjeng. Sejumlah polisi kemudian menggerebek rumah Azrul itu. Saat digerebek, korban disekap dalam sebuah kamar. Sedangkan, Azrul sedang tertidur dalam kamar lainnya.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Benjeng AKP Lukman Sholeh Hadi dikonfirmasi membenarkan kejadian dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap korban Yanda diduga dilakukan oleh Azrul. 20, warga Desa Puduttrate, Kecamatan Benjeng itu.
“Dugaan awal, diduga persoalan asmara. Cemburu,”kata Lukman dikonfirmasi gawainya pada Selasa, 23 Maret 2021. (*)