Lima Polsek Fokus Pelihara Kamtibmas, Penyidikan Ditangani Polres

GRESIK,1minute.id – Lima Polsek di jajaran Polres Gresik tidak bisa melakukan tindakan penyidikan. Lima Polsek itu adalah Polsek Benjeng, Balongpanggang dan Polsek Pelabuhan. Kemudian, Polsek Tambak dan Sangkapura. Kedua polsek itu berada di Pulau Bawean sekitar 80 mil dari Gresik.

Polsek-polsek tersebut hanya bertugas untuk pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kebijakan itu berdasarkan Surat Keputusan Kapolri Nomor: Kep/613/III/2021 tentang Penunjukan Kepolisian Sektor Hanya Untuk Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Pada Daerah Tertentu (Tidak Melakukan Penyidikan), per 23 Maret 2021 yang ditandatangani langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam keputusan tersebut, Kapolri memperhatikan soal program prioritas Comamnder Wish pada 28 Januari 2021 lalu.

Program prioritas di bidang transformasi,  penataan kelembagaan, kegiatan penguatan Polsek dan Polres sebagai lini terdepan pelayanan Polri dengan rencana aksi mengubah kewenangan Polsek hanya untuk pemeliharaan kamtibmas pada daerah tertentu tidak melakukan penyidikan.

“Polsek yang tidak melakukan penyidikan dalam hal kewenangan dan pelaksanaan tugasnya memedomani Surat Kapolri Nomor: B/1092/II/REN.1.3./2021 tanggal 17 Februari 2021 perihal direktif Kapolri tentang kewenangan Polsek tertentu,” tulis Sigit dalam surat keputusan itu.

Sementara atas surat keputusan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menerangkan kesiapannya bahkan akan maksimal dalam melayani masyarakat. “Secara prinsip kami siap melaksanakan. Akan lebih kedepankan fungsi preemtif dan preventif,”alumnus Akpol 2001 kepada wartawan (yad) 

Lima Polsek Fokus Pelihara Kamtibmas, Penyidikan Ditangani Polres Selengkapnya

Sinergi Bakorwil, Pemprov dan Empat Daerah, Percepat MoU Normalisasi Kali Lamong


GRESIK,1minute.id – Percepatan normalisasi Kali Lamong membuat empat kabupaten/kota bersatu. Mereka sepakat untuk menemui kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (Kemen-PUPR) di Jakarta. 

Selain itu, empat kepala daerah yakni Gresik, Lamongan, Mojokerto dan Surabaya dengan difasilitasi Pemprov Jatim dan Bakorwil II Bojonegoronakan mendesak BBWS meneken Memorandum of Understanding (MoU) untuk normalisasi Kali Lamong. Sebab, penanganan Kali Lamong tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus dilakukan secara bersama-sama.

Kesamaan persepsi, sinergitas antardaerah itu tercetus dalam sinkronisasi percepatan pembangunan sistem pengendali banjir Kali Lamon di ruang Graita Eka Praja  Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 1 April 2021.

Rakor itu dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala Bakorwil Bojonegoro Provinsi Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati, Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemerintah Provinsi Jatim Jempin Marbun serta Perwakilan BBWS Bengawan Solo,  Kepala Dinas PU Gresik Gunawan Setijadi dan perwakilan Dinas PU dari Lamongan, Mojokerto dan Surabaya.

Dalam rapat yang berlangsung satu jam lebih itu menyimpulkan, pengendalian banjir Kali Lamong, tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri harus bersama-sama.  “Perencanaan kegiatan oleh BBWS. Jadi untuk kabupaten dan Kota terlintas untuk samakan persepsi perencanaan kabupaten seperti apa akan kita selaraskan dengan Perencanaan BBWS,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani.

Perpres nomor 80/2019 merupakan satu apresiasi dari provinsi Jatim. Maka kabupaten/kota yang teraliri Kali Lamong , mengusulkan duduk bersama melakukan normalisasi. Harapannya, BBWS memberikan kelonggaran kepada kabupaten dan kota masing-masing membantu melakukan normalisasi. Pengerukan Kali Lamong.

“Bersama Kabupaten Mojokerto, Lamongan ingin punya satu cantolan, punya kewenangan sungai Kali Lamong beserta cucu sampai cicit-cicitnya Kali Lamong agar kita mengoptimalisasi air curah hujan tinggi bisa kita alirkan ke waduk-waduk kita. Kita sepakat dan dikomandoi oleh Bakorwil Bojonegoro dan BBWS mudah-mudahan ibu Gubernur hadir dalam MoU tersebut,”imbuh Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.

Provinsi membuka lebar berusaha lari kencang memberikan regulasi yang mudah. “Ini tidak boleh disia-siakan kabupaten dalam hal ini, Gresik memang lebih sedikit maju studi larap sudah selesai. Tinggal menentukan penentuan lokasi perencanaan BBWS, maka mudah-mudahan tahun ini pembangunan tanggul pembebasan lahan kali lamong dimulai tahun ini tentunya,”harapnya.

Rencana jangka panjang, penentuan lokasi sudah dipaparkan oleh Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Jatim Jempin Marbun. 

Jempin Marbun menyatakan pihak Pemprov akan menerbitkan penetapan LLokasi (penlok) sekitar 50 hari sejak pengajuan. Hal ini apabila semua syarat yang telah ditentukan sudah beres.

Pejabat Pemprov Jatim ini merinci profil pengendalian Kali Lamong di Gresik meliputi 6 kecamatan dengan total luas 282,78 hektare atau 2.391 bidang. Rinciannya TKD 79 bidang, Wakaf 2 bidang, Pemerintah 1 bidang dan masyarakat 2.309 bidang.  

“Untuk penentuan lokasi di atas 5 hektare kewenangan Provinsi, dibawah 5 hektare kewenangan daerah,”kata Jembun Marbun.

Kepala Bakorwil Bojonegoro Provinsi Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati menyebut pertemuan ini sudah selangkah lebih maju. Kesimpulan yang dihasilkan memiliki progres untuk mempercepat normalisasi Kali Lamong.

“Saya siap koordinasi dengan Pemprov untuk menekan MoU, saya juga siap untuk menjadi koordinator bersama kepala-kepala daerah yang dilintasi Kali Lamong,”katanya. (*)

Sinergi Bakorwil, Pemprov dan Empat Daerah, Percepat MoU Normalisasi Kali Lamong Selengkapnya

Gunakan Kartu Tani, Tebus Pupuk Subsidi Kini Non Tunai


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendorong penebusan pupuk bersubsidi lebih praktis. Antara lain, melalui Kartu Tani. Dinas Pertanian Gresik menggandeng bank plat merah, BNI 46 untuk penebusan kuota pupuk petani.

Bank BUMN ini menyediakan mesin EDC di setiap agen dan kios resmi pupuk bersubsidi. Petani yang bisa menebus pupuk harus sesuai elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK). Kartu ini berisi data pribadi, luas lahan, dan alokasi pupuk bersubsidi. Transaksi penebusan pupuk nontunai atau cashless.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap penebusan pupuk bersubsidi berdasarkan RDKK tidak dipersulit karena faktor administrasi. Kejadian di Balongpanggang dan Benjeng, petugas salah input NIK (nomor induk kependudukan) mengakibatkan petani tidak bisa menebus jatah pupuk bersubsidi.

“Padahal, musim tanam terus berjalan. Petani tidak bisa menanam karena kesulitan pupuk,” tegas Bupati Fandi Akhmad Yani. Kartu Tani menjadi harapan baru bagi petani garda terdepan menjaga ketahanan pangan Indonesia. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Eko Anindito Putro mengatakan, jumlah petani Gresik berjumlah 94 ribuan. Kartu tani yang baru tersalurkan 43 ribuan. Kartu Tani itu dimulai 2017. “Tapi, baru diaplikasi tahun ini,”kata Eko. 

Selama tiga tahun itu, ada sejumlah kartu tani yang hilang atau rusak. “Launching ini, untuk mendorong petani segera melapor bila kartu taninya hilang atau rusak,”ujar Eko.

Kabupaten Gresik, salah satu kabupaten lumbung pangan di Jatim. Hasil produksi beras kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini mencapai 270 ribu hingga 300 ribu ton pertahun. Jumlah penduduk 1,3 juta mengonsumsi sekitar 140 ribu ton per tahun. “Rata-rata Gresik masih surplus 110 – 120 ribu ton per tahun,”terang Eko. (*)

Gunakan Kartu Tani, Tebus Pupuk Subsidi Kini Non Tunai Selengkapnya

Gresikpedia dan Gresik Akas 112 Diluncurkan, Respon Lambat Lapor Bupati Gresik

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tidak menginginkan peluncuran layanan pengaduan masyarakat berbasis android sekadar serenomial.

Bupati Fandi Akhmad Yani meminta operator pengaduan untuk merespon cepat setiap pengaduan. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mengakuntidak segan-segan mengevaluasi jika ada respon lambat.

“Respon lambat akan kami evaluasi, mudah-mudahan Saya yang mencoba kalau lambat. Biar ada yang kontrol terus. Jadi kalau ada respon lambat tinggal mengadu saja jadi bahan evaluasi kita,”tegas Bupati Gresik termuda itu pada Rabu, 31 Maret 2021.

Gus Yani menjelaskan Gresikpedia dan Gresik Akas 112 memberikan ruang komunikasi pemerintah dengan masyarakat tidak menjadi jauh. Menjadi dekat, mudah akses layanan di era digitalisasi. “Kami yakin Gresik smart city akan kami wujudkan, sebentar lagi kami akan kumpulkan seluruh dinas akan saya datangi satu persatu,”ucapnya.

Untuk diketahui, selain Gresikpedia, Gresik Akas 112, ada aplikasi Apalan untuk pengaduan jalan rusak di Gresik. Gus Yani menyebut, respon pengaduan masyarakat harus ditindaklanjuti dengan cepat.

“Ada aplikasi Apalan, ada anggota dewan nyepet dijalan itu bagian kreativitas tidak apa-apa, yang penting kita aduan terbuka akuntabel transparan dan cepat responsif. Kita berbenah terus, mudah-mudahan Gresik Smart City dirasakan. Ada anggota DPRD pesimis, Saya dan Bu Min (Wabup Gresik Aminatun Habibah,Red) optimis ada anggota DPRD pesimis karena dia kolonial,”tutupnya. (yad)

Gresikpedia dan Gresik Akas 112 Diluncurkan, Respon Lambat Lapor Bupati Gresik Selengkapnya

Tidak Ribet Lagi, Bupati Gresik Luncurkan Layanan Masyarakat Berbasis Android Gresikpedia dan Gresik Akas Call Center 112


GRESIK,1minute.id – Masyarakat Gresik kini tidak perlu ribet bila membutuhkan bantuan maupun informasi tentang Kota Santri. Di luar maupun dalam rumah. Karena semua ada dalam genggaman, smartphone.

Caranya, mengunduh aplikasi Gresikpedia akan mendapatkan informasi up to date tentang Gresik. Sedangkan, pelayanan pengaduan cukup tekan 112 bebas pulsa. 

Gresikpedia dan Gresik Akas 112 adalah bagian dari program kerja 99 hari Nawa Karsa Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

Mengusung semangat perubahan pemerintahan ‘Gresik Baru’, Gus Yani sapaan akrabnya di era digitalisasi harus menjadi wadah untuk dekat dengan masyarakat. Mempermudah layanan masyarakat. 

“Aplikasi Gresikpedia dan Gresik Akas 112 bukanlah sekadar seremonial. Harus memiliki strategi khusus,”kata Gus Yani pada Rabu,31 Maret 2021. Gresikpedia dan Gresik Akas 112 memberikan ruang komunikasi pemerintah dengan masyarakat tidak menjadi jauh. Menjadi dekat, mudah akses layanan di era digitalisasi. 

“Kami yakin Gresik smart city akan kami wujudkan, sebentar lagi kami akan kumpulkan seluruh dinas akan saya datangi satu persatu,” ucapnya. Layanan komunikasi masyarakat bisa semakin dekat, semakin mudah bisa langsung. Gus Yani mencontohkan seperti layanan di Surabaya hanya 10 menit.

“Kami harus punya target, ketika ada kontak 112 langsung responsif. Ini harus cek langsung tidak hanya selesai di seremonial. Mungkin kita baru mulai ada kelanjutan bahkan di kabupaten atau kota lain sudah siap, saya tidak mau pesimis,”tegasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Gresik Budi Raharjo mengatakan para ASN di Gresik diajak untuk menginstal aplikasi Gresikpedia. 
“Aplikasi berbasis android one portal, one acces, aplikasi ini di download di android. Untuk iPhone menggunakan browser,” kata dia.

Sedangkan Gresik Akas 112 merupakan nomor telepon darurat atau hal-hal lain yang berkaitan pertolongan selama 24 jam. “Ada tiga sif bagian sistem panggilan nasional darurat di Indonesia,”terangnya.

Diketahui dalam Gresikpedia pemkab berkolaborasi dengan berbagai komunitas untuk mengembangkan Gresikpedia sebagai media sinkronisasi data dan integrasi sistem informasi menuju sistem satu data rujukan terpadu yang dapat diakses oleh semua. One data, one portal, and open access.

Gresik Akas 112 yang ditunjang berbagai kanal multiplatform (Suara Gresik, Lapor.go.id, dan platform media sosial). Kanal multiplatform ini menjadi pintu terbuka bagi seluruh masyarakat Gresik untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, saran, kritik dan berbagai tanggapan terhadap pembangunan maupun pelaksanaan pelayanan di Gresik. (yad) 

Tidak Ribet Lagi, Bupati Gresik Luncurkan Layanan Masyarakat Berbasis Android Gresikpedia dan Gresik Akas Call Center 112 Selengkapnya

Menparekraf Janji Datang dan Mempromosikan Destinasi Wisata Halal Gresik

GRESIK,1minute.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno siap mempromosikan destinasi wisata di Gresik. Wisata religi , minat khusus hingga sentra tanaman hias tropis di Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Gresik.

Sandiaga Uni berjanji akan mendatangi dan mempromosika sejumlah destinasi  di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu.

“Syaratnya cuma satu, ada nasi krawunya,”kata Sandiaga Uno saat acara Bincang Tokoh secara virtual yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik di Gresik di Hotel AstonInn di Gresik pada Selasa, 30 Maret 2021.

Bincang Tokoh, puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ini dihadiri Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim Gresik Letkol Inf Taufik Ismail.

Sandiaga Uno menambahkan ada dua destinasi wisata religi di Gresik, yakni Makam Sunan Malik Ibrahim dan Sunan Giri, hal ini membuktikan wilayah Gresik memiliki pasar pariwisata religi yang patut dikembangkan. 

Selain itu, sebagai Kota Santri, Sandiaga menilai Gresik dapat mengembangkan wisata halal. “Gresik memiliki potensi pariwisata besar yaitu makam Maulana Malik Ibrahim dan Makam Sunan Giri. Ini bisa dikembangkan sebagai wisata religi dan wisata halal,” katanya.

Selain pariwisata religi, Sandi Uno-yang dikenal dengan sebutan – Mas Menteri ini pun menyebut beberapa potensi wisata Gresik lain, di antaranya Bukit Jamur, Bukit Gosari, dan Pantai Gili Niko di Pulau Bawean.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang berbicara langsung kepada Sandiaga menjelaskan di Gresik juga ada wisata tanaman hias tropis. Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah mengatakan destinasi baru di launching bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

“Ini merupakan terobosan terbaru di tengah suhu Kabupaten Gresik yang terbilang panas. Oleh karena itu, kami minta Kemenparekraf mendukung dan membantu mempromosikan ini,”kata Bu Min. 

Mendengar hal itu, Sandiaga menekankan perlunya pemerintah daerah untuk mendukung pariwisata yang dikelola dan dikembnagkan oleh tiap desa.

Menurut Sandiaga, saat ini ada peningkatan desa yang dikembangkan menjadi pariwisata, pada 2020, tercatat ada 16 desa wisata dan 2021 ada peningkatan yakni 26 desa wisata. “Ini yang harus didukung terus oleh pemerintah daerah, yakni munculnya desa-desa wisata,”kata Sandiaga.

Selain Bincang Tokoh, PWI Gresik memberikan penghargaan kepada lima tokoh yang dianggap memiliki jasa untuk membumikan Kota Santri itu bertajuk Giri Pancasuar Award (GPA). 

Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir (foto : chusnul cahyadi)

Terpisah, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir mengapresiasi Bincang Tokoh dan GPA. Ketua DPC PKB Gresik ini berjanji akan mensupport gelaran yang dihelat PWI Gresik ini. Penganugerahan, imbuh Abdul Qodir, telah memacu masyarakat termotivasi dan motivasi melakukan hal yang positif.  “Kalau bisa tahun depan kategorinya di tambah,”saran Qodir. (*)

Menparekraf Janji Datang dan Mempromosikan Destinasi Wisata Halal Gresik Selengkapnya

Bupati Warning Perusahaan untuk Utamakan Naker Gresik

GRESIK,1minute.id – Angka kemiskinan di Gresik masih dua digit. Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Fandi Akhmad Yani -Aminatun Habibah kerja ekstra keras untuk mengurangi angka kemiskinan di Kota Santri ini.  Antara lain, mengajak  perusahaan pengguna maupun pengerah tenaga kerja agar berkolaborasi dengan baik.

“Saya minta agar mereka ikut mensukseskan program Pemkab Gresik yaitu mengurangi pengangguran di Gresik dengan menempatkan penduduk Gresik sebagai tenaga kerja,”kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika memberikan sambutan Focus Group Discussion (FGD) di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati pada Senin, 29 Maret 2021.

FGD ini dihadiri Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir,  anggota Komisi IV DPRD Gresik, perwakilan perusahaan pemberi tenaga kerja, perusahaan penyedia jasa pekerja (PPJP), perusahaan pemborong pekerjaan, serikat pekerja/buruh serta beberapa OPD. 

Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani terlihat serius untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran sehingga mengulangi beberapa kali. Bahkan, orang nomor satu di Gresik ini akan keliling ke sejumlah perusahaan atau perusahaan pengerah tenaga kerja untuk memeriksa KTP pekerjanya.

“Kalau memang masih ada perusahaan pengerah tenaga kerja yang masih mengutamakan orang luar Gresik dengan kompensasi tertentu, Saya tidak segan-segan untuk meminta kepada perusahaan penyedia tenaga kerja agar menghentikan kontraknya,” tegas Bupati Fandi Akhmad Yani.

Sebelumnya, Gus Yani Bupati menyampaikan beberapa pesan Presiden Joko Widodo dalam pertemuan asosiasi pemerintah kabupaten seluruh Indonesia (Apkasi) dimasa pandemi ini sebaiknya pemerintah tidak boleh merencanakan banyak hal, tetapi fokus pada satu atau dua target perencanaan yang terukur.

“Sebagai orang muda saya menyampaikan, kalau Gresik punya tiga target yaitu penyelesaian Kali Lamong, Penyempurnaan Insfrastruktur dan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran” katanya didepan peserta FGD.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyoroti banyak alumni SMK yang tidak terserap dunia kerja. Bu Min-sapasn-Aminatun Habibah menganggap hal ini tidak sesuai yang diharapkan.

“Kami mohon dukungan dari dunia industri dan pengusaha agar dapat membantu permasalahan ini. Misalnya mengadakan kerjasama dengan SMK dengan memberikan bantuan atau semacam informasi jenis kebutuhan tenaga kerja yang diinginkan. Hal ini agar masyarakat sekitar industri bisa terserap,”katanya.

Menanggapi yang disampaikan oleh Wabup Gresik, Ketua DPRD Gresik Abdul Qosir juga mengusulkan tata kelola pendidikan diubah agar lebih responsif terhadap industri yang ada. (*)

Bupati Warning Perusahaan untuk Utamakan Naker Gresik Selengkapnya

Kabar Gembira, Seluruh Pasien Pondok Rehabilitasi G-Jos Sembuh

GRESIK,1minute.id –  Kabar gembira bagi masyarakat Kota Santri. Jumlah pasien corona virus disease 2019 (Covid-19) terus berkurang. Bahkan, pasien Cohid-19 yang dirawat di pondok rehabilitasi Gelora Joko Samudro (G-Jos) sudah sembuh semuanya. 

Mereka pun sudah balik ke rumah masing-masing. Berkumpul dengan keluarga dan bersosialisasi dengan masyarakat. Pondok Rehabilitasi G-Jos pun ditutup sementara.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifudin meninjau langsung ke G-Jos pada Senin, 29 Maret 2021. Gus Yani memantau ruang pasien melalui closed circuit television (CCTV).

Sudah enam hari belakangan ini tidak pasien yang masuk ke pondok rehabilitasi berlokasi di Jalan Veteran, Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Gresik itu.

Kamar-kamar di stadion terlihat kosong tidak ada aktivitas sama selali. “Alhamdulillah, seluruh pasien di G-Jos sudah pulang dan mulai hari ini di tutup sementara,”kata Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani pada Senin, 29 Maret 2021.

Gus Yani mengatakan, terakhir ada tujuh orang dan telah dipulangkan pada Selasa lalu, 23 Maret 2021. Setelah itu, tidak ada pasien yang datang hingga  Senin hari ini, 29 Maret 2021.

Bupati termuda di Kota Santri itu menyebut, penutupan ini bukan capaian penurunan Covid-19 di Gresik. Tapi, ikhtiar bersama tetap menerapkan protokol kesehatan. Satgas Covid-19 tetap melakukan 3T (testing, tracing, dan treatment) pengawasan juga terus berjalan.

“Mudah-mudahan Gresik masuk zona kuning dan selanjutnya menjadi zona hijau,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Saifudin Ghozali menuturkan, penutupan ini bersifat sementara.

Para nakes dikembalikan ke puskesmas masing-masing. “Misalkan, tapi jangan sampai terjadi ya, kalau ada lonjakan pasien kami siap. Para nakes tinggal di telepon langsung bertugas kembali di Gejos,”kata dia.

Terpisah updste data Satgas Covid-19 jumlah kasus baru dan sembuh sama. Yakni 7 kasus. Untuk kasus terakumulasi menjadi 5.374 kasus. Sembuh menjadi 4.958 kasus. Meninggal dunia 351 kasus. Sedangkan, isolasi mandiri 65 kasus. (*)

Kabar Gembira, Seluruh Pasien Pondok Rehabilitasi G-Jos Sembuh Selengkapnya

Integrasi Moda transportasi, Pemkab Fasilitasi Bus Penjemputan untuk Santri, Gratis

GRESIK,1minute.id – Santri asal Kota Santri  yang akan menikmati liburan sekolah di kampung halaman tidak ribet lagi. Sebab, pemerintah kabupaten akan menjemput para santri untuk pulang dari pondok pesantren (ponpes) masing-masing.

Penjemputan santri itu, bagian dari program integrasi moda transporasi untuk percepatan pembangunan ekonomi di Gresik daratan maupun kepulauan. Integrasi antarmoda di Gresik masuk dalam program 99 hati kerja, duet Bupati – Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah.

Kemudahan pelayanan itu kali pertama dinikmati 97 santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri, Pasuruan pada Minggu, 28 Maret 2021.
Sebanyak 97 santriwati yang hendak liburan ke tanah kelahirannya di Pulau Bawean itu mendapatkan fasilitas penjemputan dari pondok pesantren (Ponpes) Sidogiri, Pasuruan menuju Pelabuhan Gresik gratis. Semula Dishub memberikan penjemputan untuk santri. Akan tetapi, para santri ini telah meneken kontrak penjemputan dengan trasporter lainnya.

Mereka dijemput dua armada bus oleh Dinas Perhubungan Gresik. Mereka tiba di Pelabuhan Gresik pada Minggu, 28 Maret 2021 sekitar pukul 06.00. Kedatangan santriwati itu disambut Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani dan Bu Min -panggilan-Aminatun Habibah.

Gus Yani memakai sarung, berkopiah dan memakai masker. Bu Min memakai busana muslim juga bermasker. Kedatangan dua pucuk pimpinan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik nyaris tidak dikenali petugas maupun calon penumpang kapal cepat, KM Express Bahari (EB) 8E.

Santriwati yang turun dari bus kemudian melakukan cuci tangan, dan menjalani pemeriksaan suhu badan dengan thermo gun. “Saya baru ngeh setelah dibisiki seorang,”cerita Kepala Bidang Angkutan Dishub Gresik Muhammad Amri pada Minggu, 28 Maret 2021.

Menurut Amri, program menjemput santri dan santriwati ketika hendak pulang kampung akan terus dilakukan. Amri memperkirakan ada sekitar 500-an santri dan santriwati asal Bawean yang sedang mondok di beberapa ponpes di Jawa Timur. 

“Ini bukan progran mudik. Karena program mudik kami belum dapat izin dari pusat dan provinsi,”kata mantan Kasi Kepelabuhan Dishub Gresik itu. Program menjemput santri bagian dari mempermudah pelayanan kepada masyarakatan.

“Tadi pak Bupati ( Fandi Akhmad Yani,Red) menyebut program integrasi antarmoda di Gresik untuk percepatan ekonomi dan pembangunan,”terang Amri.

Untuk diketahui, program 99 hari kerja Nawa Karsa, duet Gus Yani dan Bu Min terdapat Gresik Mapan dan Gresik Seger. Gresik Mapan, inisiasi sistem transportasi terpadu. Sedangkan, Gresik Seger, subsidi angkutan  penyeberangan  Bawean, subsidi seluruh masyarakat miskin dan pelajar. Dua program itu dalam waktu dekat akan dilaunching. 

Puluhan satriwati yang dijemput oleh Dishub Gresik itu kemudian di falitasi untuk pembelian tiket kapal. Mereka dan penumpang lainnya, kemudian di lepas oleh Gus Yani dan Bu Min menuju Pulau Bawean. Untuk saat ini, dua  transportasi laut menuju Pulau Bawean.

Dua kapal itu adalah KM EB 8E dan KMP Gili Iyang. Gili Iyang, kapal penumpang dan barang. 
Untuk KM EB 8E berangkat dua kali sepekan yakni Minggu dan Kamis. “Tapi, bila kondisi penumpang menumpuk jadwal KM EB 8E bisa ditambah,”kata Amri. (*)

Integrasi Moda transportasi, Pemkab Fasilitasi Bus Penjemputan untuk Santri, Gratis Selengkapnya

Suasana Malam di Kawasan Pucem, Seakan Tidak ada Kekhawatiran Tanah Longsor

GRESIK,1minute.id – Kawasan Putri Cempo (Pucem) masih cukup ramai pada Sabtu malam, 27 Maret 2021. Puluhan kafe, warung kopi berlomba menarik konsumen. Selain, suasana malam Gresik. Ada juga menyuguhkan live musik.

Kawasan di Jalan Awikoen Tirta, Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik inj seakan tidak pernah sepi pengunjung. Apalagi, Sabtu malam. Pengunjung tumblek-blek.

Pengunjung riuh. Kafe-kafe disesaki pengunjung. Terutama bertingkat bisa melihat suaana Gresik penuh warna. Area parkir juga penuh. Roda dua dan empat di bahu jalan, kanan dan kiri.

Kawasan Bukit Pucem menjadi sentra kafe di Gresik. Sayangnya, geliat ekonomi di kawasan yang dulu sebagai lokasi satu wisata religi ke Makam Putri Cempo dan Sayyid Abdurahman, Paman Sunan Giri diduga belum berdampak pendapatan asli daerah (PAD) Gresik.

GEMERLAP : Sejumlah kafe yang berdiri di kawasan Pucem di Jalan Awikoen Tirta, Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Sabtu malam, 27 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Bahkan, ada sebagian masyarakat mengaitkan tanah longsor di kawasan itu diduga maraknya pembangunan kafe di kawasan itu. Apalagi, proses pendirian bangunannya ditengarai tidak melalui prosedur. Indikatornya, mayoritas bangunan di kawasan belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB).

Anehnya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Gresik mulai bergerak melakukan pendataan psscabupati Gresik Fandi Akhmad Yani inspeksi mendadak (sidak) tanah longsor di kawasan Pucem pada awal Maret 2021.

Padahal, puluhan bangunan itu sudah berdiri tahunan. Sayangnya, Kepala DPM-PTSP Gresik Mulyanto tidak bisa dikonfirmasi. Konfirmasi yang kirim 1minute.id melalui pesan WhatApps sudah centang dua. Tapi, tidak dibalas. 

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gresik Abu Hasan dikonfirmasi membenarkan bila bangunan kafe maupun warung kopi di kawasan Pucem tidak ber-IMB. Abu Hasan mengatakan, pihak sudah memanggil 22 pemilik bangunan kafe yang berdiri di kawasan Pucem itu. Tapi, yang datang waktu 16 orang. “Hampir semua kafe di Pucem belum memiliki IMB,”kata Abu Hasan.

SUASANA MALAM : Salah satu sudut pemandangan Kota Gresik dari salah satu kafe di kawasan Bukit Putri Cempo pada Sabtu malam, 27 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Akan tetapi, kata mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, menutup kafe secara paksa dianggap bukan solutif.  Abu Hasan, mengusulkan untuk rembugan bareng bersama OPD lainnya yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) , DPM-PTSP dan Dishub Gresik untuk mensikapi berdiri kafe di Pucem itu.

Sebab, kondisi kawasan Pucem yang longsor sangat mengkhawatirkan. Bahkan, satu bangunan kafe tiga lantai telah di bongkar sendiri oleh pemiliknya. Ada tiga usulan yang diusung kepala organisasi penegak peraturan daerah itu.

Yakni, pertama melarang mendirikan bangunan bertingkat. Kedua, membatasi mobil masuk kawasan Pucem. Dan, ketiga membatasi jam operasional kafe. “Dalam kondisi rawan longsor, operasional jam malam harus dibatasi untuk antisipasi bencana yang tidak diinginkan,”kata Abu Hasan. 

Terpisah, Asisten Adiministrasi Perekonomian dan Pembangunan Setkab Gresik Ida Lailatussa’diyah membenarkan kafe di Pucem tidak ber-IMB. “Sat Pol PP sudah memanggil para pemiliknya. Tapi, tidak semuanya hadir,”kata Ida Lailatussa’diyah di Pemkab Gresik pada Selasa lalu, 23 Maret 2021. (*)

Suasana Malam di Kawasan Pucem, Seakan Tidak ada Kekhawatiran Tanah Longsor Selengkapnya