Suropadi, Camat Duduksampeyan Menyusul Kades Dooro ke Rutan Gresik, Diduga Korupsi Rp 1 Miliar

GRESIK,1minute.id – Camat Duduksampeyan, Gresik Suropadi menyusul Kades Dooro, Kecamatan Cerme Mat Ja’i. Penyidik seksi pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik melakukan penahanan terhadap mantan Camat Cerme dan Tambak, Pulau Bawean.

Penyidik Pidsus Kejari Gresik sebelumnya melakukan pemeriksaan terhadap Suropadi sebagai tersangka. Suropadi yang datang ke kantor Korp Adyaksa memakai baju dinas hari berwarna keki dan memakai topi warna merah itu didampingi pengacaranya, Fajar Trilaksana Yulianto dan Idham Kholid menjalaji pemeriksaan selama 4 jam.

Suropadi datang pukul 09.00. Sekitar pukul 10.45 tim kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik melakukan tes kesehatan. “Tadi juga menjalani rapid test antigen dan hasilnya negatif,”ujar Idham Kholid ditemui saat rehat siang di kantor kejaksaan negeri (Kejari) Gresik pada Senin, 15 Februari 2021.

Dalam pemeriksaan sebagai tersangka itu, Suropadi dicecar enam terkait dugaan penyalagunaan keuangan di Kecamatan Duduksampeyan kurun waktu 2017, 2018 dan 2019.  Penyidik seksi Pidsus Kejari Gresik kemudian memutuskan melakukan penahanan terhadap Suropadi.

Humas Kejaksaan Negeri Gresik Dimaz Atmadi Brata Anandiansyah, penyidik seksi pidana khusus (Pidsus) Gresik melanjutkann penyidikan dugaan korupsi penyalagumaan anggaran keuangan di kecamatan Duduksampeyan kurum waktu 2017, 2018 dan 2019.

“Pemanggilan pertama tersangka tidak hadir,”ujar Dimaz yang juga Kasi Intel Kejari Gresik itu didampingi Kasi Pidsus Kejari Gresik Dimas Adji Wibowo pada Senin, 15 Februari 2021.

Berdasarkan hasil audit Inspektorat Pemkab Gresik ditemukan kerugian uang negara sebesar Rp 1 miliar lebih. “Tersangka dilakukan penahanan,”ujar Dimaz.

Sementara itu, kuasa hukum Suropadi, Fajar Trilaksana Yulianto mengatakan, pihaknya telah mengajukan permohonan penangguhan penahanan. “Permohonan penangguhan penahanan klien tidak dikabulkan kejaksaan,”ujar Fajar. (*)

Suropadi, Camat Duduksampeyan Menyusul Kades Dooro ke Rutan Gresik, Diduga Korupsi Rp 1 Miliar Selengkapnya

Besok, Program Mengaji untuk Anjal dan Orang Tua Direalisasikan

GRESIK,1minute.id – Iin Budiarti dan Fatimah tidak bisa menahan air mata. Mereka terharu,  senang melihat anak jalanan dan orang tuanya mau belajar mengaji, salat bahkan olah raga. Mereka yang biasanya mendapat stigma kumuh,  lecek, kotor,  jorok serta stempel lainnya berkeinginan hidup bersih dan sehat.

Bagi Bunda Iin dan Fatimah, dua perempuan pembimbing di kawasan anak jalanan di terminal Gubernur Suryo, Gresik, keinginan anjal dan orang tuanya itu bagai sebuah hidayah. Saban Ahad pagi, Iin Budiarti mendatangi kawasan terminal Gubernur Suryo, Gresik. 

Mereka ngobrol bareng sambil mendengarkan harapan mereka. Mendengarkan keinginan anak-anak anjal dan orang tua. Selama ini, kehidupan mereka seakan tidak ada yang mempedulikan.  “Dengan pendekatan hati, dan juga contoh perilaku secara langsung, sehingga kebiasaan baik akan biasa dilakukan bagi penghuni kawasan terminal,”ujar Bunda Iin Budiarti pada Minggu, 14 Februari 2021.

Dalam ngobrol santai itu, keta Guru PAUD itu, mereka memiliki mimpi bisa menjalani kehidupan layaknya masyarakat lainnya. Hidup di lingkungan sehat. “Kita begitu bergaul dengan anak-anak dan juga orang tuanya, ternyata mereka butuh bimbingan dalam senam dan mengaji bahkan bacaan dalam salat,”terang Bunda Iin menirukan permintaan warga penghuni terminal.

Bunda Fatimah menambahkan, saat mendampingi ibu-ibu membaca alquran masih banyak menjumpai mereka belum hafal bacaan bahkan gerakan salat. “Baca surat Al Fatihah saja, ibu-ibu yang usianya 40-an tahun ke atas tidak hafal,”kata Fatimah. Fatimah bertekad bisa membimbing, melatih dan mengajarkan ilmu agama, terutama dalam bacaan salat kepada mereka.

“Semoga saya bisa ikut mendampingi dalam pembelajaran ilmu agama, baik pada ibu ibu, juga pada anak anak, karena ini sangat penting bagi kehidupan mereka saat ini dan buat yang akan datang,”paparnya. 
Rencananya, bimbingan agama untuk anak anjal dan orang tuanya itu akan memulai memberikan pembelajaran membaca alquran pada Senin, 15 Februari 2021. (*)

Besok, Program Mengaji untuk Anjal dan Orang Tua Direalisasikan Selengkapnya

Asyik Nimbang SS, Rumah Digerebek Polisi, Pengedar Jaringan Oknum Pelajar Gresik Diringkus

GRESIK,1minute.id – Satu per satu, anggota jaringan pengedar sabu-sabu melibatkan pelajar Gresik diringkus. Setelah Catur Agung Purnawan alias Nyamuk diringkus. Kali ini, giliran Budi Santoso alias Patek.

Pemuda 28 tahun ini pemasok barang haram kepada Nyamuk dan pelajar Gresik berinisial AA, 17 tahun. 
Tersangka Budi, tetangga Nyamuk di Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. Budi dan Nyamuk menjadikan para milenial dan pelajar Gresik sasaran memasarkan sabu-sabu.

Pelajar berinisial AA, 17, diantaranya. Pelajar kecanduan hingga mengedarkan barang haram itu adalah fonomena gunung es. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dikonfirmasi membenarkan penangkapan Budi Santoso, pengesar SS asal Sidoarjo itu. “Tersangka ditangkap anggota Reskoba dirumahnya,”kata Kapolres Arief Fitrianto pada Minggu, 14 Februari 2021.

Alumnus Akpol 2001 itu menambahkah, Budi Santoso adalah bandar narkoba dari Catur Agung Purnawan alias Nyamuk. “Tersangka BS (Budi Santoso) digerebek dirumahnya ketika menimbang sabu-sabu,”imbuh mantan Kapolres Ponorogo itu.

Anak buah Kasatreskoba Polres Gresik AKP Hari Kusnanto menyita 14 poket sabu-sabu. Barang haram itu siap diedarkan untuk milineal atau pelajar menghabiskan malam mingguan. Beruntung polisi menggagalkan rencana jahat Budi Santoso itu. Budi kini ditahan di rutan Polres Gresik.

Seperti diberitakan, anak buah AKP Hari Kusnanto menangkap seorang pelajar berinisial AA, 17 di Gresik. Dalam penangkapan itu muncul nama Catur Agung Purnawan alias Nyamuk, juri parkir berpenampilan perlente. Kerap swafoto berlatar mobil. Dan, gonta-ganti. Nyamuk dibekuk di area Angkringan di Balongbendo, Sidoarjo.  Nyamuk bernyanyi mendapatkan sabu-sabu dari Budi Santoso , tetangga di Kenangsen, Balongbendo, Sidoarjo. (*)

Asyik Nimbang SS, Rumah Digerebek Polisi, Pengedar Jaringan Oknum Pelajar Gresik Diringkus Selengkapnya

Dua Anggota Komplotan Curanmor Dibekuk di Gresik dan Wonogiri


GRESIK,1minute.id – Dua pelaku curanmor dibekuk anggota reserse kriminal (reskrim) Polsek Driyorejo dan Polres Gresik. Dua pelaku satu komplotan itu ditangkap di tempat berbeda.

Tersangka Armiana Nur Syarifudin, 21, dicokok dirumahnya Kompleks Perumahan Kota Baru Driyorejo (KBD) di Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik. Sedangkan, Sandi, 24, ditangkap di Bulurejo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. 

Polisi mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam nomor polisi (nopol) W 6117 DI. Motor matik itu milik M.Roziq, 40, warga Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Gresik.

“Kedua pelaku curanmor kami tangkap tidak lebih dari sehari,”kata Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Driyorejo Kompol Wavek Arifin pada Sabtu, 13 Februari 2021. Tersangka berinisial ANS (Armiana Nur Syarifudin) dibekuk pada Jumat, 12 Februari 2021 pukul 11.30.

Sedangkan, tersangka berinisial S (Sandi), tambah alumnus Akpol 2001 itu, disergap Jumat tengah malam. “Tersangka S ditangkap ditempat persembunyiannya di Wonogiri, Jateng,”terang mantan Kapolres Ponorogo itu.

Sementara itu, kejadian pencurian sepeda motor (curanmor) Honda Beat nopol W 6117 DI terjadi Kamis malam, 11 Februari 2021. Motor matik kelir hitam milik M. Roziq, 40, di parkir teras rumah Suwaji, orang tua korban di Desa Cangkir, Driyorejo, Gresik.

Pelaku yang sudah mengincar motor itu dalam hitungan menit bisa membawa kabur. “Korban masuk rumah hanya sebentar,”kata polisi. Kurniana Fajriyah, 17, adik korban saat itu tidak jauh dari TKP melihat dua laki-laki tak dikenal membawa lari motor kakaknya kearah barat. Sontak berteriak maling-maling! 

Masa mencoba mengejarnya tapi kehilangan jejak. Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Driyorejo. Iptu Suhari, Kanitreskrim Polsek Driyorejo melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan anggota reserse mobile (resmob) Satreskrim Polres Gresik. Dan, mereka berhasil mengungkap dan menangkap kedua pelaku. Dan, mengamankan barang bukti motor.

“Kedua pelaku curanmor sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan kedalam penjara, dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,”tegas Kapolsek Driyorejo Kompol Wavek Arifin. (*)

Dua Anggota Komplotan Curanmor Dibekuk di Gresik dan Wonogiri Selengkapnya

Gus Yani : Gagas Konektivitas Infrstruktur Alternatif Antarkecamatan, Dilengkapi TPST

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik terpilih Fandi Akhmad Yani terus blusukan ke desa-desa. Menyerap aspirasi pagi hari disela Ngowes Berdesa. Kegiatan rutin setiap Sabtu pagi Bupati yang bakal dilantik 17 Februari 2021 itu.

Bupati kelahiran Juni 1985 atau 35 tahun ini ngowes dari Desa Sumari menuju Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan pada Sabtu, 13 Februari 2021.
Gus Yani-begitu sapaan-Fandi Akhmad Yani menyusuri jalan poros desa.

Kondisi jalan rusak, berlubang dan tergenangi air hujan. Rombongan ngowes harus ekstrahati-hati agar terhindar dari jeglongan jalan rusak. Suami Nurul Haromaini ini sesakali turun untuk menyapa masyarakatan.

Memasuki Desa Gredek, mantan Ketua DPRD Gresik itu, menyempatkan mampir ke tokoh-tokoh masyarakat, melongok aktivìtas pengelolaan bank sampah yang sebulannya menghasilkan Rp 9 juta itu. Gowes Berdesa finish di tanggul telaga Desa Gredek.

Saat itulah puncak gowes. Gus Yani mendengarkan semua keluh kesah warga. Mulai pengelolaan sampah hingga jalan rusak.  Diantaranya JPD antara di Sumari ada SMK Negeri. Sehingga jadi jalur alternatif.

“Jalannya itu rusak Pak Bupati. Apalagi yang jalur Gedang Kulut di Cerme, parah,”ujar Kepala Desa Gredek Bahrul Ghofar. Menyikapi itu, Bupati termuda, kelahiran Juni 1985 atau 35 tahun itu menyampaikan beberapa konsep Gresik Baru. Diantaranya konsep konektivitas antarkecamatan. Sebagai upaya menumbuhkan ekonomi lokal. 

“Ada perbaikan dan penguatan infrastruktur jalan dan jembatan sebagai jalur alternatif. Seumpama menghubungkan Kecamatan Duduksampeyan, Benjeng dan Cerme,”ujarnya.Khusus insfrastruktur jalan dan jembatan, pihaknya punya harapan bisa dituntaskan secepat-cepatnya. Sehingga tidak ada lagi keluhan jalan kabupaten maupun pedukuhan yang rusak.

“Kayak saat ini jalan poros Desa Sumari ke Gredek rusak parah,” katanya.Bila sudah terhubung beberapa kecamatan, lanjut Gus Yani, akan ada infrastruktur pendukung. Diantaranya, tempat pengolaan sampah terpadu (TPST).

“Saya sudah komunikasi dengan pihak-pihak pengelola sampah modern. Selain untuk upaya zero sampah plastik, juga menyerap tenaga kerja lokal,”katanya. Ditambahkan, bila pihaknya, punya konsep membangun TPA di kecamatan. Atau terkoneksi beberapa kecamatan. Sehingga, sampah tidak lagi terkonsentrasi di TPA Ngipik yang lahannya sewa. (*)

Gus Yani : Gagas Konektivitas Infrstruktur Alternatif Antarkecamatan, Dilengkapi TPST Selengkapnya

Hanya Pengurus Inti yang Sembayang Sambut Imlek


GRESIK,1minute.id – Suasana Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Kim Hin Kiong masih lengang pada Kamis malam, 11 Februari 2021. Hanya terlihat beberapa pengurus kelenteng berlokasi di kampung Pecinan di Jalan Setiabudi, Gresik itu.

Satu, dua orang  atau satu keluarga umat tridharma yakni Budha, Tao dan Konghucu itu terlihat datang bergantian untuk sembayang menjelang perayaan tahun baru Imlek 2571 Kongzil atawa 2021 masehi. Kondisi itu berbeda tahun-tahun sebelumnya.

Pandemi coronavirus yang belum berujung menjadi penyebab umat yang mendewakan, Dewi Samudera atau Yang Mulai (Y.M.) Mazhu Thian Shang Sing Boo tidak menyelenggarakan sembayang menyambut tahun baru Imlek bersama-sama. 

Ketua TITD Kim Him Kiong Budi Prasetyo Tejo mengatakan, Imlek tahun ini difokuskan pada ritual-ritual minta do’a. Antara lain, ritual penutup tahun, tanda terimakasih kepada kaisar langit, yang akan diadakan pada Kamis malam, pukul 23.00. 

“Hanya lima orang pengurus inti yang sembayang menyambut Imlek,”kata Budi Prasetyo Tejo pada Kamis, 11 Februari 2021. Dalam sembayang itu akan berdoa tolak bala, dijauhkan mara bahaya, bencana banjir, gunung meletus juga berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

Sedangkan, pengurus dan umat sembayang sendiri-sendiri. “Kami sudah imbau kepada para jemaat agar melakukan sembayang pada besok Jumat secara bergiliran. Hal ini dimaksudkan supaya tidak ada perkumpulan orang dalam jumlah besar,”katanya. (*)

Hanya Pengurus Inti yang Sembayang Sambut Imlek Selengkapnya

Rumah Guru Madrasah Digerayangi Maling, Uang dan Perhiasan Raib


GRESIK,1minute.id – Rumah guru madrasah di Jalan Poros Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik disatroni pencuri. Fitri, guru berusia 32 tahun itu menyadari rumahnya diobok-obok penjahat sekitar pukul 10.00 pada Rabu, 10 Februari 2021.

Pelaku menggasak uang korban sekitar Rp 6 juta dan sejumlah perhiasan. Maling spesialis pembobol rumah itu leluasa mengacak-acak isi rumah guru madrasah di kecamatan Manyar itu karena kosong.

Diduga pelaku telah “menggambar” aktivitas penghuni rumah terlebih dahulu. Informasi yang dihimpun setiap pagi rumah keluarga Fitri itu kosong. Suami Fitri, Yudi , 50, keluar rumah untuk bekerja. Sedangkan, Fitri ada kegiatan di sekolah.

Rumah berlokasi di Jalan Poros Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik itu kosong. Kondisi kampung juga lengang. Nah, Rabu lalu, 10 Februari 2021 sekitar pukul 10.00 Fitri pulang. Jendela rumah terbuka. Fitri masih belum curiga. Perempuan 36 tahun sok begitu melihat dalam rumahnya.

Isi lemari kayu kamarnya , seperti baju dan lainnya berserakan di lantai kamar. Fitri baru ngeh rumahnya disatroni penjahat. “Uang saya sejumlah Rp 6 juta dan sejumlah perhiasan hilang di bawa kabur pelaku,”katanya.  

Sementara Kapolsek Manyar Iptu Bimasakti membenarkan kejadian tersebut dan sudah mengirim anggotanya ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Desa Leran Kecamatan Manyar. “Anggota saya sudah turun, Mohon waktu dan masih lidik,”katanya kepada wartawan. (*)

Rumah Guru Madrasah Digerayangi Maling, Uang dan Perhiasan Raib Selengkapnya

Kejari Gresik Naikkan Status Camat Duduksampeyan sebagai Tersangka

GRESIK,1minute.id – Kejaksaan negeri (Kejari) Gresik kembali melayangkan surat pemanggilan pemeriksaan kepada Camat Duduksampeyan, Gresik Suropadi.
Surat pemanggilan kali kedua ini status Suropadi meningkat menjadi tersangka.

Mantan Camat Tambak, Pulau Bawean itu disangka melakukan tindak pidana korupsi anggaran Kecamatan Duduksampeyan kurun waktu tiga tahun yakni 2017, 2018 dan 2019.

Berdasarkan hasil audit inspektorat Kabupaten Gresik nilai kerugian negara sekitar Rp 1 miliar. Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik Dimas Adji Wibowo mengatakan, surat pemanggilan pemeriksaan sebagai tersangka telah kami dikirimkan,”ujar Kasi Pidsus Kejari Gresik Dimas Adji Wibowo pada Kamis, 11 Februari 2021.

Pemeriksaan Suropadi sebagai tersangka akan dilakukan Senin, 15 Februari 2021 nanti. Dimas meminta Suropadi koorporatif memenuhi panggilan pemeriksaan. “Pemanggilan sebelumnya (Rabu) mangkir. Sampai jam kerja pukul 16.00 tidak datang,”tegas Dimas.

Apakah nasib Suropadi akan bernasib sama dengan Mat Ja’i, Kepala Desa Dooro, Kecamatan Cerme, Gresik setelah menjalani pemeriksaan langsung ditahan oleh penyidik Seksi Pidsus Kejari Gresik kita tunggu pada Senin, 15 Februari 2021 nanti.

Seperti diberitakan, Seksi Pidana Khusus Kejari Gresik melanjutkan proses penyelidikan dugaan korupsi anggaran di Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. Kejaksaan memanggil Suropadi, Camat Duduksampeyan, Gresik untuk menjalani pemeriksaan pada Rabu, 10 Februari 2021. Namun, Suropadi tidak memenuhi panggilan tersebut.

Penyelidikan dugaan korupsi kembali dilakukan setelah kejaksaan menerima hasil audit kerugian negera dari Inspektorat Kabupaten Gresik senilai Rp 1 miliar. (*)

Kejari Gresik Naikkan Status Camat Duduksampeyan sebagai Tersangka Selengkapnya

Diduga Korupsi ADD, Kejari Gresik Tahan Kades Dooro


GRESIK,1minute.id – Mat Ja’i,  Kepala Desa Dooro,  Kecamatan Cerme, Gresik dijebloskan ke rumah tahanan (Rutan) Gresik di Jalan Raya Banjarsari,  Kecamatan Cerme, Gresik pada Kamis, 11 Februari 2021.

Mat Ja’i diduda melakukan tindak pidana korupsi alokasi dana desa (ADD) periode 2015, 2016 dan 2017. Berdasarkan audit inspektorat Pemkab Gresik kurun waktu tiga tahun itu, terdapat kerugian negara senilai Rp 253 juta. Tersangka Mat Ja’i telah menggembalikan kerugian negara senilai Rp 210 juta. Pengembalian kerugian negara itu tidak menghapus unsur pidana yang diduga telah dilakukan oleh tersangka. 

Mat Ja’i, kades dua periode ini adalah kades kali pertama ditahan oleh seksi pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik pada 2021. Sekitar pukul 10.00 Mat Ja’i tiba di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik memenuhi pemeriksaan sebagai tersangka.

Selama 5 jam kades dua periode menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Seksi Pidsus Gresik. Sekitar pukul 14.00, tim kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik keluar dari kantor korp Adyaksa di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

Setelah tim nakes pulang, petugas kejaksaan menyiapkan ropi warna oranye bertuliskan tahanan kejaksaan. Indikasi tersangka dugaan korupsi ADD kurun waktu 3 tahun, mulai 2015 hingga 2017 itu akan menjalani penahanan semakin kuat.  Apalagi, mobil tahanan kejaksaan sudah disiapkan di depan kantor. 

Sekitar pukul 15.00, tersangka Mat Ja’i digiring petugas kejaksaan menuju mobil tahanan. Tangan terborgol  akan tetapi ditutupi oleh rompi warna oranye. 
Humas Kejari Gresik Dimaz Atmadi Brata Anandiansyah mengatakan, tersangka berinisial MJ (Mat Ja’i) diduga melakukan tindak pidana korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) pada 2016 sampai 2017. 

“Dari hasil audit yang dikeluarkan oleh inspektorat kabupaten Gresik negara mengalami kerugian sebesar 253 juta,”terang Dimaz didampingi Kasi Pidsus Kejari Gresik Dimas Adji Wibowo usai pemeriksaan.

Dimaz yang juga Kasi Intel Kejari Gresik itu menambahkan, sebelumnya tersangka ini pernah mengembalikan uang diduga hasil korupsi. Saat itu,  proses penyelidikan. “Kurang lebihnya uang yang dikembalikan sebesar Rp 210 juta,”tegasnya. 

Dugaan korupsi ADD Dooro, Kecamatan Cerme, Gresik ini mulai ditelisik sejak Maret 2020. Tim Pidsus Kejari Gresik sempat melakukan cek fisik pembangunan waduk dan filterisasi air bersih pada 14 Mei 2020 lalu. 

Pada waktu itu, tim pidsus fokus pada pembuatan waduk dan filterisasi air bersih, yang menggunakan anggaran dana desa. Proses pembuatan waduk dan filterisasi air sendiri dilakukan dengan menggunakan anggaran dana desa. (*)

Diduga Korupsi ADD, Kejari Gresik Tahan Kades Dooro Selengkapnya

Berbagi Nasi Bungkus Saban Hari untuk Masyarakat Terdampak Covid-19


GRESIK,1minute.id – Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di Kabupaten Gresik memasuki hari ketiga, Kamis 11 Februari 2021.
Satuan polisi lalu lintas (Satlantas) Polres Gresik semakin aktif menggelar kegiatan sosial.

Membagikan nasi bungkus kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Bertajuk “Tiada Hari tanpa Berbagi”.  Baksos dipusatkan di Sub Terminal Bunder di Jalan Sumatera, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) dipimpin Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto dan Kanit Dikyasa Satlantas Polres Gresik Ipda Yonandha Adi Yuliansyah itu menyasar para pekerja informal dimulai pukul 07.30.

Pekerja informal itu diantaranya, pemulung , pengayuh becak dan petugas kebersihan atau pasukan kuning yang ditemui di sekitar subterminal yang berlokasi dalam kompleks perumahan di Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas itu. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto mengatakan, sesuai tema “Tiada Hari Tanpa Berbagi”, kegiatan baksos membagikan nasi bungkus ini untuk masyarakat yang terdampak coronavirus disease 2019 (Covid-19) dilakukan setiap hari. Lokasi pembagian secara mobile. 

“Baksos hari ini kami bagikan untuk pemulung, pengayuh becak dan petugas kebersihan di sekitar subterminal Bunder,”kata AKP Yanto pada Kamis, 11 Februari 2021. Selain membagikan nasi bungkus, tambahnya, baksos ini menyosialisasikan protokol kesehatan. Saat ini, Gresik sedang menerapkan PPKM berskala Mikro.

“Memberikan himbauan terkait protokol kesehatan Covid-19 dengan pola hidup bersih dan sehat  (PHBS) dengan 5-M,”ujarnya. 5-M adalah Selalu menggunakan masker pada saat beraktifitas dan keluar rumah, Selalu mencuci tangan , Selalu jaga jarak, Menghindari Kerumunan dan Mengurangi mobilitas apabila tidak sangat penting. “Himbauan untuk semua orang yang kami temui di lokasi,”katanya. (*)

Berbagi Nasi Bungkus Saban Hari untuk Masyarakat Terdampak Covid-19 Selengkapnya