Kabar Baik, Pahlawan Covid-19 Bermunculan, Penyintas Berbondong-bondong Daftar Donor Plasma Convalense

GRESIK,1minute.id – Pahlawan Covid-19 bermunculan. Pemahaman penyitas coronavirus diseass 2019 untuk berbagi dan menolong sesama semakin tinggi. Perkembangan yang menggembirakan bagi masyarakat kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Antusiasme penyintas Covid-19 untuk donor plasma covalense terlihat dalam kegiatan yang dilakukan oleh Petrokimia Gresik (PG), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia pada Selasa, 9 Februari 2021.

Sebanyak 300 penyintas yang mendaftar untuk donor plasma convalense di kantor Cabang Palang Merah Indonesia (PMI) Gresik di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Saking banyaknya yang kepingin menjadi pahlawan Covid-19 pendaftaran dibagi lima sesi.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program “Plasma BUMN untuk Indonesia”, arahan Menteri BUMN Erick Thohir. Kegiatan dilaksanakan serentak secara nasional bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

“Kami mendukung penuh upaya pemerintah dalam memerangi Covid-19 di tanah air. Untuk itu, Petrokimia Gresik mewakili BUMN di wilayah Jawa Timur (Jatim) berkolaborasi dengan PMI Provinsi Jatim turut ambil bagian dalam gerakan donor plasma ini,”ujar Dwi Satriyo.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi implementasi salah satu core value AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmoni, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) yang dimiliki Petrokimia Gresik sebagai perusahaan BUMN.

“Selain menjaga ketahanan pangan nasional, Petrokimia Gresik juga diberi amanah untuk membantu pemerintah dalam memerangi Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi,”imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa donor darah yang digelar Petrokimia Gresik mendapat dukungan dan sambutan positif dari berbagai pihak. Terbukti dari banyaknya pendonor yang mendaftarkan diri.

“Kami mengapresiasi dukungan dan peran aktif para pendonor. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa menyelematkan saudara kita yang masih berjuang untuk sembuh dari Covid-19,” ujarnya.

Dwi Satriyo berharap, apa yang dilakukan pendonor ini dapat menginspirasi penyintas Covid-19 lainnya untuk mendonorkan plasmanya, sehingga gerakan ini berkelanjutan dan menyebar kepada masyarakat lebih luas lagi.

“Saya mengimbau penyintas lain yang sudah sembuh untuk mendonorkan plasma guna meningkatkan rasio kesembuhan penderita Covid-19. Permintaan plasma sangat tinggi dan tidak sebanding dengan jumlah plasma yang dapat dikumpulkan dari sejumlah penyintas Covid-19, untuk itu ayo berdonor,” ajaknya.

Dwi Satriyo juga mengajak masyarakat untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan dengan 5M, yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas. Selain itu menjaga kesehatan dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Covid-19 masih ada di sekitar kita, kita tidak boleh lengah untuk melindungi diri dan keluarga kita,” ujar Dwi Satriyo.

Sementara itu, salah satu pendonor di Petrokimia Gresik, Muhammad Salahudin A., berharap upaya yang ia lakukan bisa bermanfaat bagi penyintas Covid-19 yang saat ini berjuang untuk kesembuhan. Ia juga mengajak sesama penyintas yang sudah sembuh untuk segera mendonorkan plasmanya.

“Saya mengapresiasi kegiatan positif yang diinisasi oleh Kementerian BUMN. Ini akan membantu meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia. Ayo kita donor plasma,”katanya. (*)

Kabar Baik, Pahlawan Covid-19 Bermunculan, Penyintas Berbondong-bondong Daftar Donor Plasma Convalense Selengkapnya

SIG Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan, #MulaiBerubahDariRumah


GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) peduli lingkungan. BUMN penghasil semen ini mengajak masyarakat untuk ikut menyelamatkan lingkungan bertajuk #MulaiBerubahDariRumah.

Direktur Utama SIG Hendi Prio Santoso mengatakan, gerakan ini merupakan rangkaian perayaan 8 tahun transformasi perusahaan. Seperti namanya, gerakan ini dirancang untuk bisa dilakukan dari rumah. Pasalnya,  pemerintah masih memasuki masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). 

SIG ikut ambil peran dengan membuat gerakan tentang lingkungan, keberlanjutan dan pemberdayaan yang mungkin banyak tertunda karena pandemi. “Kami ingin melibatkan komunitas dan masyarakat yang selama ini juga peduli dan cukup dimulai dari rumah,”ujar Hendi Prio Santoso.

Gerakan ini dapat diikuti seluruh lapisan masyarakat, termasuk komunitas. Caranya, buat foto atau video yang disertai cerita perubahan yang mereka lakukan untuk lingkungan. 

Foto atau video dan cerita tersebut kemudian diunggah di Instagram sesuai dengan misi perubahan yang telah ditentukan. Pastikan akun Instagram tidak di private. Sebelum diunggah, mention @sig.id dan 3 akun instagram teman untuk ikut serta. Kemudian, beri tagar #MulaiBerubahDariRumah dan tagar tambahan sesuai dengan misi yang peserta pilih pada periode 8 Februari – 7 Maret 2021.

Hendi mengatakan, perubahan yang dilakukan tak perlu berskala besar. Langkah kecil yang bisa di lakukan di rumah sudah cukup untuk mengikuti gerakan ini. “Karena tujuannya adalah membangun kesadaran tentang lingkungan hidup dan semangat berkelanjutan,”kata Hendi Prio.

Pada pelaksanaannya nanti, peserta akan diberikan misi mingguan terkait kepedulian terhadap lingkungan dan kesejahteraan sosial yang bisa dilihat pada akun instagram @sig.id . Foto/video dan cerita dari misi mingguan ini diharapkan bisa menjadi sarana untuk saling menginspirasi antarpeserta.

“Kebaikan itu menular dan perubahan tak boleh berujung. Melalui gerakan ini, hanya dari rumah, Bumi bisa terselamatkan dan kesejahteraan masyarakat sekitar dapat terbant,”imbuh Hendi Prio.

Di Indonesia sendiri, sebenarnya banyak komunitas yang sudah bergerak ke arah tersebut. Ada komunitas Zero Waste yang mencanangkan gaya hidup ramah lingkungan seperti diet kantong plastik. Ada juga gerakan Lyfe With Less yang mengajak masyarakat bergaya hidup minimalis dengan decluttering.

Ada pula komunitas yang mengolah sampah menjadi kompos, komunitas yang mengajak orang untuk tie die baju lama, hingga gerakan sosial beli di tetangga yang memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Namun banyak dari gerakan ini terhambat seiring pandemi Covid-19 yang merebak. Tapi, toh Bumi tak bisa menunggu lagi. Kerusakan di planet biru ini sudah semakin parah. Sementara kebutuhan mendorong kesejahteraan yang setara juga semakin mendesak.

Karena itulah SIG tergerak untuk menginisiasi gerakan peduli lingkungan. Ayo #MulaiBerubahDariRumah bersama SIG. (*)

SIG Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan, #MulaiBerubahDariRumah Selengkapnya

Kapolres dan Bupati Gresik terpilih Peringati HPN Bagikan Masker dan Hand Sanitizer untuk Pengguna Jalan


GRESIK,1minute.id –  Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid II berakhir hari ini, Senin 8 Februari 2021. Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik berencana menerapkan PPKM skala Mikro. 

Sosialisasi kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) tetap gencar dilakukan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda). Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto bersama pasangan bupati-wakil bupati terpilih, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah. 

Ada juga, Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto dan Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifudin Ghozali membagikan ratusan masker dan hand sanitizer kepada pengguna jalan di Jalan Basuki Rahmat dekat Mapolres Gresik lama.Semua pengguna jalan, seperti pengendara motor, mobil, pengayuh becak maupun pejalan kaki yang kebetulan melintas mendapatkan masker atau hand sanitizer.

Pembagian masker dan hand sanitizer ini untuk memeriahkan Hari Pers Nasional yang puncaknya diperingati besok, Selasa 9 Februari 2021. Puncak HPN akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo secara virtual. Kapolres Arief Fitrianto menghimbau kepada masyarakat agar mentaati anjuran pemerintah terkait protokol kesehatan dan 5 M guna mencegah terjadinya penyebaran virus Covid-19 .

 “Kegiatan operasi yustisi akan selalu dilakukan , diikuti dengan rapid antigen untuk memperluas testing sehingga bisa mengurangi angka positif dan grafik bisa menurun,”tegas alumnus Akpol 2001 itu.

Hari ini adalah PPKM terakhir, dan selanjutnya PPKM skala mikro akan diterapkan didaerah mana di tingkat desa  atau kelurahan akan diputuskan Pemkab Gresik bersama Satgas Covid-19 untuk menekan penyebaran virus berawal dari Wuhan,Tiongkok itu. (*)

Kapolres dan Bupati Gresik terpilih Peringati HPN Bagikan Masker dan Hand Sanitizer untuk Pengguna Jalan Selengkapnya

Kuras Uang di Kotak Amal, Pemuda Arjosari Diringkus Polisi


GRESIK,1minute.id – Azan salat Subuh berkumandang di musala Al Islah pada Senin, 8 Februari 2021. Seorang lelaki tidak dikenal menenteng tas rangsel keluar musala berlokasi di Desa Watuagung, Kecamatan Bungah.

Lelaki misterius gelagatnya mencurigakan itu sudah duduk diatas jok motornya, Honda Supra nomor polisi (nopol) W 2924 JJ. Nahas, ada jamaah musala yang melihat kotak amal terbuka. Lelaki belakangan diketahui bernama Prasetyo, 44 tahun, itu kabur.

Pengurus musala lalu menghubungi kring serse Polsek Bungah. Sejumlah anggota reserse kriminal polsek setempat dipimpin Aipda Dwi Rahmanto menuju lokasi kejadian. Terduga pelaku asal Desa Arjosari, Kecamatan Blimbing, Malang kabur ke arah Desa Watuagung-Mengare. Nahas, pelaku yang mengendarai motor itu terjatuh.

Mantan Kanitreskrim Polsek Wringinanom itu menggeledah tas rangsel terduga pembobol kotak amal musala Al Islah itu. Polisi menemukan obeng dan uang Rp 1,7 juta lebih.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Bungah AKP Sujiran membenarkan telah mengamankan pelaku pembobol kotak amal. “Pelaku mengambil uang dengan cara mencongkel kotak amal menggunakan dua obeng,”kata Sujiran didampingi Kanitreskrim Polsek Bungah Aipda Dwi Rahmanto. (*)

Kuras Uang di Kotak Amal, Pemuda Arjosari Diringkus Polisi Selengkapnya

Pemkab Gresik Berencana Memberlakukan PPKM Berskala Mikro

GRESIK,1minute.id- Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid II berakhir hari ini, Senin 8 Februari 2021. Untuk meningkatkan efektivitas pencegahan coronavirus disease 2019 (Covid-19) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berencana melanjutkan PPKM. Tapi berskala lebih kecil, yakni PPKM Mikro.

Penegasan ini disampaikan oleh Plt. Bupati Gresik Moh Qosim saat memberi sambutan pada apel pemberian bantuan perlengkapan protokol kesehatan (prokes) dari PT Smelting Gresik pada Senin, 8 Februari 2021. Apel pagi di halaman Kantor Bupati Gresik.

“Kita yang berada di wilayah Surabaya Raya masuk bagian dari pemberlakukan PPKM berskala mikro yang telah diputuskan oleh Presiden,”katanya di hadapan para peserta apel serta para Kepala OPD Pemkab Gresik.

Menurut Qosim, PPKM berskala mikro ini akan menyasar pada wilayah yang selama ini terindikasi masuk pada zona merah sebaran yang terkonfirmasi Covid-19.

Beberapa wilayah yang masuk dalam zona merah itu diantaranya, Kecamatan Manyar, Kebomas, Gresik dan Menganti. Wilayah kecamatan yang terindikasi masuk pada zona merah akan dipersempit pada tingkat Desa, Rukun Warga (RW) sampai ketingkat Rukun Tetangga (RT). “Tracing akan dilakukan secara masif pada tingkatan tersebut,”tegas Qosim.

Pada kesempatan itu, PT Smelting memberikan bantuan berupa sarana prasarana prokes dan alkes kepada Pemkab Gresik. Wawan mewakili pihak PT Smelting secara simbolis menyerahkan bantuan kepada Plt Bupati Gresik Moh Qosim.

Bantuan itu berupa masker medis, sarung tangan, face shield, hand sanitizer masing masing berjumlah 2500 dus. Dan, juga memberikan 2500 unit Hazmat.  Bantuan sarana prasarana prokes dari perusahaan peleberan tembaga itu oleh Pemkab Gresik  akan dialokasikan ke puskesmas di Gresik.

“Kami sampaikan terima kasih. Dimasa pandemi yang berkepanjangan ini, kami mohon semuanya bahu membahu untuk mencegah penyebaran Covid dan meringankan beban masyarakat,”ujar Qosim. (*)

Pemkab Gresik Berencana Memberlakukan PPKM Berskala Mikro Selengkapnya

Sewindu Kepemimpinan Budi Prasetyo Tejo, Kelenteng menjadi Jujugan Umat Tridharma, Pengurus Siapkan Tempat Tidur, Makan secara Gratis


GRESIK,1minute.id – Umat Tridharma di Tempat Ibadat Tridharma (TITD) Kim Hin Kiong Gresik mempersiapkan diri memyambut tahun baru Imlek 2571 Kongzil atawa 2021 Masehi. Tahun baru warga Tionghoa itu jatuh pada 12 Februari 2021. 

Pengurus Kelenteng berada di kampung Pecinan di Jalan Setiabudi, Gresik itu mulai mempersiapkan diri. Bersih-bersih kelenteng, menyusikan rupang patung para dewa dan dewi pada Sabtu, 6 Februari 2021. Rupang patung itu diantaranya Dewi Samudera atau Yang Mulia (Y.M) Mazhu  Thian Shang Sing Boo dan Dewi Kwan Im.

Aktivitas bersih-bersih tempat ibadat, Kelenteng dan menyusikan rupang patung dewa dan dewi terasa guyup. Kondisi harmonis umat tiga agama dan kepercayaan yakni Budha, Tao dan Konghucu tidak lepas dari gaya kepimimpinan The Ing Tiong. Pria Maret nanti genap berusia 63 tahun bisa mengayomi umatnya. 

Bapak lima anak yang memiliki nama Indonesia Budi Prasetyo Tejo itu sudah dua periode memimpin salah satu kelenteng tertua di Jawa ini. “Tahun ini memasuki tahun kedelapan,”kata Budi Prasetyo Tejo ditemui 1minute.id pada Sabtu, 6 Februari 2021.

Selama satu windu memimpin umat tiga keyakinan yakni Budha, Tao dan Konghucu itu, Budi Prasetyo Tejo selalu menjaga keguyuban dan kedamaian antarpengurus dan umat. 

Ketua TITD kim Hin Kiong Gresik Budi Prasetyo Tejo bersama dua putrinya ikut bersih-bersih kelenteng menyambut Tahun Baru Imlek pada Sabtu, 6 Februari 2021 ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id)

“Prinsip pengurus guyup dan akur. Satu kedamaian dan ketenangan dalam kepengerusan sehingga ysng beribadat disini berkah dan terkabul doanya. Kalau kita geger mana mungkin bisa terkabul,”kata Budi Prasetyo Tejo.

Kelenteng Kim Hin Kiong Gresik ini berada di dekat pesisir atau pelabuhan Gresik. Kelenteng berusia 8 abad  lebih. Budi mengaku selama masa kepemimpinan mencoba terus belajar tentang ajaran dan keyakinan yang dianutnya. 

Kelenteng Kim Hin Kiong berdiri 1 Agustus 1153 masehi atau 868 tahun ini.Umat yang beribadat tempat ibadat di kampung Pecinan ini tidak hanya dari Gresik. Menurut Budi Prasetyo Tejo,  umat di luar Gresik cukup banyak.

“Mereka umat  Tridharma dari Jakarta, Semarang atau luar pulau ketika ke Jawa Timur pasti mampir kesini. Karena ini salah satu kelenteng tertua di Jawa. Bahkan, mungkin tertua di Indonesia,”tegas Budi.

Selain itu,  para nakhoda kapal sembayang di Kelenteng Kim Hin Kiong ini. Mereka berdoa untuk keselamatan, kesehatan dan meminta rezeki berkecukupan.  “Jiamsi obat sangat manjur. Jiamsi juga sangat Cun (cocok),”kata Budi Prasetyo Tejo. 

Kelenteng Kim Hin Kiong berdiri di dekat pelabuhan Gresik. Pusat perekonomi Gresik saat itu. Karena transportasi jasa dan barang melalui sungai atau pelabuhan begitu ramai. Bahkan, antarnegara. 

Banyaknya umat yang sembayang dinl kelenteng Kim Hin Kiong, pengerus menyediakan tempat untuk menginap bagi umat dari luar Gresik. Kelenteng bisa menampung seratus umat untuk menginap. 

Pengurus menyediakan matras, batal dan makan untuk umat yang menginap. “Semuanya gratis,”tegasnya.  (*)

Sewindu Kepemimpinan Budi Prasetyo Tejo, Kelenteng menjadi Jujugan Umat Tridharma, Pengurus Siapkan Tempat Tidur, Makan secara Gratis Selengkapnya

Uangel… Tuturane, 72 Milenial Terjaring Operasi Yustisi PPKM, Jalani Rapid Test, Begini Hasilnya


GRESIK,1minute.id – Wis angel dikandani alias dinasehati. Kerumunan di warung kopi atau kafe masih tetap terjadi di masa pemberlakuan pembatasan sosial masyarakat (PPKM).

Sanksi diberikan kepada pelanggar protokol kesehatan (prokes). Seperti yang dilakukan oleh satuan tugas Covid-19 Kecamatan Menganti. Tiga pilar di kecamatan itu menggelar operasi yustisi prokes. 

Sasaran operasi yang dipimpin Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno, Danramil Menganti Mayor Mawardi dan Camat Menganti Sujarto itu adalah warkop dan kafe. Operasi Yustisi minggu terakhir masa PPKM jilid II ini melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas Menganti dan Polisi Pamong Praja menjaring 72 pelanggar prokes. 

Mereka melanggar jam malam dan mengabaikan anjuran memakai masker, dan menjaga jarak, diantaranya. Petugas nakes langsung melakukan rapid test antigen. Bagaimana hasil rapidnya ? 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno  mengatakan operasi yustisi prokes dilakukan dengan cara hunting. Tim gabungan melakukan patroli ke tempat-tempat kongkow para milenial menghabiskan malam Mingguan.

Ada sejumlah kafe yang dijujug. Sebanyak 72 milenial yang terjaring operasi yustisi PPKM ini. “Patroli gabungan dan pemeriksaan pendisiplinan protokol kesehatan secara lebih ketat dan rapid test di tempat bagi pelanggar prokes,”ujar Tatak Sutrisno pada Minggu, 7 Februari 2021.

Hasil pemeriksaan kesehatan itu, 72 pelanggar prokes dinyatakan non reaktif atawa negatif. “Peningkatan Ops Yustisi protokol kesehatan di masa PPKM ini, semakin tinggi pula tingkat kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan,”harap mantan Kapolsek Cerme itu. 

Nakes UPT Puskesmas Menganti ketika mengambil sampel rapid test kepada milenial yang terjaring ops yustisi masa PPKM pada Sabtu, 6 Februari 2021.

Sementara itu, update kasus berdasarkan data Satgas Covid-19 jumlah kasus terus bertambah. Setelah beberapa hari jumlah kasus sembuh lebih banyak daripada kasus positif Covid-19. 

Berdasarkan data Sabtu, 6 Februari 2021 kasus konfirmasi bertambah 15 kasus terakumulasi menjadi 4.886 kasus. Sedangkan kasus sembuh “hanya” 12 kasus menjadi 4.248 kasus. Kasus meninggal bertambah 2 kasus menjadi 326 kasus. 

Dua orang meninggal dunia itu berasal dari Kecamatan Manyar dan Wringinanom. Kecamatan Manyar masih bertengger di posisi teratas penyumbang virus corona di Kota Santri dengan 902 konfirmasi. Runner up diduduki kecamatan Kebomas dengan 566 kasus. Kemudian Kecamatan Gresik dengan 522 kasus konfirmasi. (*)

Uangel… Tuturane, 72 Milenial Terjaring Operasi Yustisi PPKM, Jalani Rapid Test, Begini Hasilnya Selengkapnya

Sambut Imlek, Umat Tridharma Sucikan Dewa


GRESIK,1minute.id – Umat Tridharma di Klenteng Kim Hin Kiong mulai sibuk menyambut tahun baru Imlek 2571 Kongzil atawa 2021 Masehi. Para pengurus tempat ibadat Tridharma (TITD) berlokasi di Jalan Setiabudi, Gresik, itu membersihkan klenteng dan menyucikan rupang para dewa pada Sabtu, 6 Februari 2021.

Ratusan dewa yang berada di tujuh altar kelenteng yang berlokasi di Jalan Setiabudi, Gresik itu. Pengurus memulai membersihkan dan mensucikan dewa di altar utama. Di altar utama ini ada Dewi Samudra atau Y.M. Mazhu Thian Shang Sing Boo.Dengan begitu hati-hati, pengurus mensucikan dewa yang paling  dipuja dan dihormati oleh umat tiga agama yakni Budha, Tao dan Konghucu di Gresik itu.

Baju rupang Dewi Samudera yang sudah setahun dipakai digantikan dengan pakaian yang baru. Rupang YM Mazhu Thian Shang Sing Boo itu disucikan dengan air kembang. Tidak semua pengurus atau umat bisa mensucikan rupang Dewi Samudera itu.  Hanya orang yang mendapatkan restu dari Mazhu dan pengurus klenteng yang berdiri 1 Agustus 1511 masehi itu. Setelah rupang Dewi Samudera disucikan berikutnya rupang Kwan Im dan lainnya. Imlek 2021 pada 12 Februari 2021.

Dua umat Tridharma di Kelenten Kim Hin Kiong mengganti baju dewa untuk menyambut tahun baru Imlek 2021 ( foto : Chusnul cahyadi /1minitee.id)

Menurut Ketua TITD Kim Hin Kiong Budi Prasetyo Tejo, ritual sembayang menyambut Imlek tetap dilakukan. Karena ritual itu sebagai pembuka awal tahun sekaligus sebagai doa umat Tridharma. Berdoa untuk kelancaran rezeki, kesehatan , dan lainnya untuk umat Tridharma. 

Tentu juga berdoa Indonesia khususnya Gresik terhindar dari bala bencana dan pandemi Covid-19 segera sirna. Akan tetapi, ritual sembayang itu dilakukan secara terbatas. “Hanya lima orang pengurus yang akan ikut ritual sembayang malam Imlek,”kata lelaki bernama Tionghoa The Ing Tiong ini.

Pengurus tidak mengundang umat untuk bersembayang Imlek. Namun, bila ada umat yang sembayang dan berdoa pada malam Imlek tetap diperbolehkan. “Tapi, sembayangnya setelah pengurus. Sembayang sendiri-sendiri,”tegas Tejo yang sudah delapan tahun memimpin Klenteng Kin Hin Kiong ini. (*)

Sambut Imlek, Umat Tridharma Sucikan Dewa Selengkapnya

Perketat Jalur Laut, Polisi Tangkap Pengedar SS Antarpulau

GRESIK,1minute.id – Polisi melakukan memperketat pengawasan peredaran narkoba jalur laut. Tujuannya mengantisipasi peredaran narkoba antarpulau dalam dan luar provinsi yang masuk ke Kota Santri.
Hasil dari pengawasan itu, satuan reserse narkoba (Reskoba) Polres Gresik menangkap pemuda berinisial Dedi Susanto, 33 tahun. Dia asal Tanjungan, Bangkalan, Madura. 

Pemuda berkulit sawo matang itu dibekuk di terminal religi Malik Ibrahim di Jalan R.E.Martadinata, Gresik. Dia beberapa menit turun dari perahu yang ditumpanginya.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengapresiasi masyarakat yang telah peduli dengan memberikan informasi untuk pemberantasan narkoba di Gresik. Informasi orang yang mencurigakan.
Tidak peduli bandar, pengedar atau pemakai yang “bermain” di wilayah hukum Polres Gresik akan diproses sesuai hukum. 

“Polres Gresik tidak akan memberi toleransi akan kami libas,”tegas AKBP Arief Fitrianto pada Jumat, 5 Februari 2021. Dedi Susanto, pengedar asal Madura itu tiba di Gresik dengan naik perahu. Dedi menganggap jalur laut itu aman. Namun, dugaan pemuda 33 tahun meleset. Satreskoba Polres Gresik menengendus. Dedi yang turun dari perahu kemudian berjalan kaki menuju terminal penumpang bus wisata religi Malik Ibrahim kemudian disergapnya. 

Narkoba yang dibawa Dedi dari Madura itu dimasukkan dalam kotak rokok. Dedi yang diduga sudah lama menekuni bisnis haram itu terhenti sementara waktu. “Tersangka kami tahan di Rutan Polres,”ujar Kasubag Humas Polres Gresik AKP Bambang Angkasa didampingi Kasat Reskoba Polres Gresik AKP Hery Kusnanto. (*)

Perketat Jalur Laut, Polisi Tangkap Pengedar SS Antarpulau Selengkapnya

Ciptakan Peci dengan Lampu LED, UMKM Mitra Binaan SIG Sukses Ditengah Pandemi


GRESIK,1minute.id – Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) berkepanjangan berdampak di semua sektor usaha.  Diantaranya, usaha mikro kecil menengah (UMKM). Kondisi ini mengharuskan UMKM untuk melakukan inovasi agar bisa bertahan bahkan berkembang. Salah satunya UMKM mitra binaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Ramli Collection yang memproduksi baju koko dan peci yang berada di Jalan Sindujoyo Gresik. Dengan melakukan inovasi, usahanya bisa bertahan.

Muhammad Jefri, pemilik Ramli Collection mengatakan, pandemi Covid-19 yang terjadi sangat memukul usahanya. Permintaan baju koko dan peci menurun. Hal itu tidak menjadi penghalang untuk terus meningkatkan usahanya. Bahkan Jefri semakin terpacu untuk melakukan inovasi dengan menghadirkan produk baru. Yaitu, peci dengan lampu LED untuk anak-anak. Hadirnya produk baru ini disambut baik oleh pasar karena produk ini baru pertama di Indonesia.

“Selain peci dengan lampu LED, baju koko yang kami produksi juga menyesuaikan model kekinian yang digemari oleh milenial,”kata Jefry. Jefry mengeber promosi dan mempermudah sistem traksaksi. Konsumen tidak perlu lagi keluar rumah karena transaksi dilakukan secara online. 

“Konsumen cukup mendownload aplikasi store kami melalui handphone atau melalui platform e-commers kami yang lain,”kata  Muhammad Jefri. Muhammad Jefri mengharapkan adanya dukungan pemerintah dan instansi lain agar para pelaku UMKM tetap bisa bertahan seperti usahanya. Ramli Collection menjadi mitra binaan SIG sejak  2018. 
Selama menjadi mitra, Ramli Collection sudah diajak mengikuti pameran sebanyak tiga kali. “Saya sangat terbantu sekali dalam pemasaran produk,  kini usaha kami sudah dikenal oleh masyarakat luas,”ujarnya bangga.  

Ramli Collection merupakan usaha keluarga yang dirintis sejak 1975. Ramli Collection  memproduksi baju koko dan peci. Bermula dari industri rumahan, kini berkembang dan memiliki workshop untuk produksi. Ramli Collection juga memiliki beberapa toko di Jakarta, Surabaya, Malang, Madura, Sidoarjo, Jember dan beberapa kota di Sumatera. 

Sementara itu, General Manager of CSR SIG Edy Saraya mengatakan, UMKM merupakan usaha berbasis ekonomi masyarakat yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
SIG, tambahnya, terus berupaya untuk mendorong UMKM mitra binaan, untuk bertahan bahkan berkembang di masa pandemi Covid-19 saat ini. Salah satunya dengan melakukan inovasi  produk serta memberikan kemudahan bertransaksi bagi konsumennya. (*)

Ciptakan Peci dengan Lampu LED, UMKM Mitra Binaan SIG Sukses Ditengah Pandemi Selengkapnya