Optimistis Ekonomi Tumbuh, Satu lagi Hotel Berdiri di Gresik, Bidik Pasar Middle Low

GRESIK,1minute.id – Sinyal ekonomi tumbuh tahun ini mendapatkan respon positif dari pengusaha. Diantaranya, pengusaha perhotelan.  Front One Budget Gresik, telah selesai pembangunan. Hotel ke-52 di Indonesia melirik Kota Santri-sebutan-Gresik untuk pengembangan sayap bisnisnya.

Berdiri di Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas, Gresik menunggu waktu secara resmi di launching.
Manajer hotel FrontOne Budget Gresik Ady Wijanarko mengatakan, pihaknya optimistis ekonomi Indonesia akan tubuh tahun ini.

“Sinyal dari pemerintah itu kami anggap sebagai peluang sehingga harus gerak cepat,”ujar adi Wijanarko dalam media gathering pada Jumat, 29 Januari 2021.

Hotel FrontOne Budget memiliki 60 kamar. Terbagi dalam tiga sekmen yakni superior, duluxe dan eksekutif. Ady mengatakan, segmen pasar yang dibidik adalah middle-low. “Pontensi masih sangat tinggi di Gresik,”tegasnya. 

Meski, middle-low dengan harga terjangkau. Hotel FrontOne Budget bukan kategori hotel murahan. “Privasi dan kenyamanan konsumen tetap menjadi prioritasnya,”katanya. 

FrontOne Budget menjamin hotel yang dikelola akan memenuhi persyaratan dari pemerintah terkait tamu yang bakal menginap. Setiap tamu yang akan menginap akan menjalani validasi indentitas.

Untuk tamu berpasangan, tambahnya, pihaknya akan validasi kesamaan identitasnya.  “Image Gresik sebagai Kota Wali, tidak sampai mencederai kota Gresik,”tegasnya. Kapan hotel secara resmi beroperasi? Ady Wijanarko mengaku belum bisa memastikannya. “Kami masih harus menunggu restu,”katanya. (*)

Optimistis Ekonomi Tumbuh, Satu lagi Hotel Berdiri di Gresik, Bidik Pasar Middle Low Selengkapnya

Hujan-hujan, Tiga Gadis Cilik Terpeleset di Telaga, Ditemukan Meninggal Dunia


GRESIK,1minute.id – Duka menyelimuti warga Desa Cerme Kidul  Kecamatan Cerme. Tiga anak perempuan ditemukan meninggal dunia,  Rabu 27 Januari 2021. 

Mereka adalah korban tenggelam di Telaga Baru di desa setempat. Korban adalah Yulia Andini, 13 ; Eka Fitria, 15 dan Trisnia Rahma, 15. Semuanya warga Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Gresik. 

Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 14.40 hujan deras menguyur Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Termasuk wilayah Kecamatan Cerme. Sudah menjadi tradisi mulai anak-anak hingga dewasa untuk hujan-hujan alias mandi air hujan bersama teman sepermainnya. 

Siang itu, ada lima anak sedang mandi air hujan di sekitar Telaga Baru. Lokasi sebelah utara SMK Negeri Cerme di Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Gresik. Telaga itu seluas lapangan bola voli. Kedalaman sekitar 2 meter. 

Saat main di pinggir telaga itu,  tiga dari lima anak itu terpereset masuk telaga. Dua teman mereka bergegas lari minta pertolongan warga setempat. Agus Irwanto, diantaranya. Lelaki 40 tahun mendengar teriakan dua anak tolong itu langsung menuju lokasi Telaga Baru. 

Dalam hitungan menit, masyarakat semburat keluar rumah. Mereka langsung melakukan pencarian. Telaga Baru “diobok-obok” warga untuk mencari korban. Pencarian membuahkan hasil. “Ada tiga anak yang ditemukan,”kata petugas menirukan kesaksian Agus Irwanto, Rabu 27 Januari 2021.

Mereka bergegas membawa ketiga anak gadis itu ke puskesmas Cerme. Namun, sayang kesigapan masyarakat dalam melakukan pertolongan belum bisa menyelamatkan korban. 

Camat Cerme Suyono dikonfirmasi membenarkan kejadian tiga anak meninggal karena tenggelam itu. “Kesaksian warga ketiga anak itu tenggelam karena tidak bisa berenang,”kata Suyono dihubungi gawainya, Rabu malam 27 Januari 2021. (*)

Hujan-hujan, Tiga Gadis Cilik Terpeleset di Telaga, Ditemukan Meninggal Dunia Selengkapnya

PPKM jilid II, Gaspol, Ekonomi Tetap Jalan di Tengah Pandemi


GRESIK,1minute.id – Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berakhir hari ini, Senin 25 Januari 2021. Besok, Selasa 26 Januari memasuki PPKM jilid II.  Aparat gabungan akan semakin tegas memberikan sanksi kepada warga yang mokong mematuhi protokol kesehatan (Prokes). 

Kepala Sat Pol PP Gresik Abu Hasan menyatakan, selama 14 hari masa PPKM pertama, mulai 11 sampai 25 Januari 2021, ribuan warga terjaring operasi yustisi penegakan protokol kesehatan. Sebagai besar melanggar tidak memakai masker dan berkerumun. 

Selain itu, ada juga tempat usaha yang melanggar jam malam. “Untuk tempat usaha yang mendapatkan teguran di PPKM pertama kembali melanggar akan kami cabut izinnya,”tegas Abu Hasan, Senin malam. 25 Januari 2021.

Ia menambahkan,tindakan tegas diberitakan tetap mengacu peraturan bupati (Perbup) 22/2020. Pada masa PPKM pertama aparat gabungan masih belum memberikan sanksi pencabutan izin tempat usaha yang melanggar masa PPKM.  “105 pemilik usaha kami berikan teguran,”ujar mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik ini. 

Pada PPKM kedua, tambah Abu Hasan, pihaknya bersama tim gabungan dari TNI, Polri dan Dinkes akan lebih intensif melakukan operasi yustisi. “Gaspol dan tetap injak rem agar ekonomi tetap jalan di tengah pandemi,”katanya.

Data didapat 1minute.id dari aparat penegak peraturan daerah-sebutan lain- Polisi Pamong Praja, periode 11 Januari hingga 25 Januari 2021, petugas gabungan telah memberikan sanksi kepada 1.572 orang yang melanggar protokol kesehatan. 

Rinciannya, Sanksi sosial  126  kali ; Denda (127 kali) ; Teguran (1.214 kali) dan sanksi teguran pada pemilik usaha (105 kali). (*)

PPKM jilid II, Gaspol, Ekonomi Tetap Jalan di Tengah Pandemi Selengkapnya
Tiga ABK yang selamat dievakuasi petugas

TB Mitra Jaya XIX Tenggelam di Perairan Gresik, 3 Awak Selamat, 5 Orang lainnya Hilang


GRESIK,1minute.id – Kapal tunda (tugboat/TB) Mitra Jaya XIX tenggelam di perairan Gresik tepatnya sekitar alur pelayaran Barat Surabaya (ABPS), Sabtu 23 Januari 2021. Kecelakaan itu mengakibatkan lima dari delapan awak TB yang sedang menarik tongkong (TK) Makmur Abadi-5 itu hilang. Tim gabungan dari Polair Polda Jatim, Basarnas, Polair Polair Gresik dan KPLP Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik belum ditemukan. 

Tiga awak TB Mitra Jaya XIX yang selamat karena di tolong nelayan itu telah di evakuasi oleh tim gabungan menuju kantor KSOP Gresik. Tiga awak TB yang selamat itu, adalah Nakhoda Syahrul, 43, warga Semarang,  Masinis-2 dan 3, yakni Larusman, 26, asal Buton dan La Ode Ahmad Syukur,  22, asal Wakatobi. 

Selain mengevakuasi anak buah kapal (ABK) TB Mitra Jaya XIX, tim gabungan juga mengevakuasi dua orang kru TK Makmur Abadi-5 yang bernama Basuni, 52, asal Sungai Raya Kubu Raya, Pontianak dan surveyor Agung Dwi Prayitna, 20, Jalan DR Sutomo, Pontaianak. Basuni adalah kepala tongkang dab Agung adalah surveyor kapal yang mengangkut minyak kelapa sawit itu. 

Informasi yang dihimpun, kecelakaan kapal di sekitar Bouy-3 terjadi Sabtu 23 Januari 2021 sekitar pukul 03.00. Pagi itu, Tugboat (TB) Mitra Jaya XIX dinakhodai Syahrul, 43, asal Semarang menarik tongkong (TK) Makmur Abadi-5.

TB Mitra Jaya XIX dengan delapan awak itu berangkat dari Pelabuhan Sungai Puting, Kalimantan Selatan, Senin 11 Januari 2021 sekitar pukul 11.00. TB menarik TK Makmur Abadi-5 yang mengangkut minyak kelapa sawit tujuan Gresik. 

Pada Sabtu 23 Januari 2021 sekitar pukul 03.0K0 TB Mitra Jaya XIX itu memasuki alur pelayaran Surabaya Barat (APBS) tepatnya sekitar anjungan PHE WMO di perairan Gresik. Saat bersamaan Kapal motor (KM) Tanto Bersinar melintasi APBS yang dikenal alur tersibuk itu. KM Tanto Bersinar berangkat dari Surabaya. Bagian tali TB Mitra Jaya XIX untuk menarik TK Makmur Abadi-5 diduga tertarik KM Tanto Bersinar. 

Akibatnya, TB Mitra Jaya XIX miring kemudian terbalik dan tenggelam. Sedangkan, TK Makmur Abadi-5 muat ratusan ton minyak kelapa sawit yang ditarik TB selamat. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasat Polair Polres Gresik AKP Masyhur Ade mengatakan korban selamat telah di evakuasi tim gabungan ke kantor KSOP Gresik. “Lima awak lainnya masih dilakukan pencarian,”ujar Kasat Polair Gresik Mashyur Ade. Pencarian awak yang hilang melibatkan tim Polair Polda Jatim, Basarnas dan KPLP Gresik. “Doakan bisa cepat ditemukan,”imbuh alumnus Akpol 2007 itu. (*)

TB Mitra Jaya XIX Tenggelam di Perairan Gresik, 3 Awak Selamat, 5 Orang lainnya Hilang Selengkapnya

Masa PPKM, Jumlah Konfirmasi Covid-19 Meningkat, Ini Jawaban Kadinkes

Dua tenaga kesehatan Gresik membaca hasil rapid antigen di Bundaran I Love GKB beberapa waktu lalu ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id)


GRESIK, 1minute.id – Gencarnya rapid antigen dalam operasi yustisi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) membuka fakta baru. Jumlah kasus konfirmasi meningkat tajam dalam sepekan terakhir ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Syaifudin Ghozali mengatakan, pihaknya bersama TNI, Polri semakin masif melakukan testing dan tracing. “Selama PPKM ini kita gebyar (testing dan tracing)  habis-habisan,”kata drg Syaifudin Ghozali ditemui di sela konferensi pers di Mapolres Gresik, Rabu 20 Januari 2021. 

Akibatnya, terjadi peningkatan jumlah kasus konfirmasi di Gresik. “Ini sangat baik. Kita cepat mengetahui ya semakin baik,”imbuh Ghozali. Hasil testing, tracing selama PPKM ini akan bisa diketahui dalam beberapa hari kedepan. 

“Efektivitas hasil PPKM akan diketahui dua minggu berikutnya,”ujarnya. Pasca PPKM jumlah kasus konfirmasi coronavirus disease 2019 (Covid-19) diharapkan turun signifikan. 

Seperti diberitakan, Pemkab Gresik mengalokasikan 5 ribu rapid test antigen selama masa PPKM. Pemberlakuan PPKM dimulai 11 Januari 2021 sampai 25 Januari 2021. Selama PPKM ini, tim gabungan TNI, Polri, Satuan Pol PP dan Dinkes Gresik menggelar operasi yustisi pagi, siang dan malam. 

Petugas ketika mengetahui ada potensi kerumanan masyarakat yang melanggar protokol kesehatan langsung melakukan rapid antigen atawa tes usap. Tes usap ini memiliki tingkat akurasi lebih 90 persen. Sehingga, banyak menemukan kasus baru. 

Sementara itu, data Satgas Covid-19 Gresik jumlah kasus konfirmasi bertambah 25 terakumulasi menjadi 4.575 kasus. Sedangkan, jumlah sembuh bertambah 11 menjadi 3.996 kasus.  Kemudian meninggal dunia bertambah 2 orang menjadi 305.

Untuk jumlah akumulasi  konfirmasi corona terbanyak terdapat di Kecamatan Manyar dan Kebomas. Masing-masing 829 kasus dan 815 kasus. Urutan ketiga di Kecamatan Gresik 542 kasus,  Driyorejo 504 kasus dan Menganti 469 kasus. (*)

Masa PPKM, Jumlah Konfirmasi Covid-19 Meningkat, Ini Jawaban Kadinkes Selengkapnya

Vaksinasi Masal Nakes di Gresik Dimulai Hari Ini


GRESIK,1minute.id – Dinas Kesehatan Gresik memulai vaksinasi Covid-19 masal hari ini, Senin 18 Januari 2021. Gudang Farmasi UPT Pengelolaan dan  Pelayanan Dinas Kesehatan Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik penuh mobil ambulan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Gresik. 

Mereka antre mendapatkan vaksin  Sinovac dari Tiongkok itu. Dengan membawa cold box,  vaccine carrier dengan temperatur antara 2 derajat celsius hingga 8 derajat celsius berwarna biru. 

Petugas puskesmas yang mengambil vaksin itu dikawal anggota TNI dan Polri, masing-masing dua personel. Diantaranya, Puskesmas Driyorejo. “Dapat 51 dosis (vial) sesuai registrasi,”ujar seorang petugas dari Puskesmas Driyorejo ditemui 1minute.id, Senin 18 Januari 2021. Antrean pengambilan vaksin itu sudah terlihat sejak pukul 07.00. 

Kepala Kesehatan Gresik drg Syaifudin Ghozali mengatakan Ribuan tenaga kesehatan (nakes) akan menjalani suntik vaksin itu. Untuk vaksinasi berskala besar ini Pemkab Gresik menyiapkan 56 fasilitas kesehatan (faskes). Setiap faskes dibatasi saat melaksanakan vaksinasi untuk nakes. 

“Setiap hari kami mengirimkan sesuai data yang mereka kirimkan,”ujar Ghozali. Ia mengaku senang semua nakes telah menyatakan kesiapan untuk vaksinasi. “Sampai saat ini tidak ada nakes yang menolak untuk divaksinasi,”tegasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Pencanangan vaksin Sinovac dilakukan  Pemkab Gresik pada Jumat lalu, 15 Januari 2021. Sebanyak 10 orang yang mendapatkan vaksin kali pertama. Pencanangan vaksin disaksikan Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak.  Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifudin Ghozali kali pertama divaksinasi. (*)

Vaksinasi Masal Nakes di Gresik Dimulai Hari Ini Selengkapnya

Ops Yustisi PPKM, Pelanggar Jalani Rapid Antigen

GRESIK,1minute.id – Operasi yustisi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) makin masif dilakukan aparat. Jumat malam, operasi yustisi skala besar dipusatkan di Bunderan I Love GKB. 

Ratusan petugas gabungan dilibatkan. Petugas itu dari unsur TNI, Polri, Pol PP dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik. Sebagian besar warga masyarakat yang terjaring ops yustisi PPKM memasuki hari kelima ini tidak memakai masker. 

Ratusan pelanggar yang terjaring ops yustisi itu dikenai sanksi teguran dan denda. Pelanggar prokes yang dicurigai orang tanpa gejala (OTG) langsung menjalani rapid test antigen.  Ada 20-an pelanggar prokes yang di rapid antigen. Mayoritas anak-anak usia produktif. 

Abdur Rahman, diantaranya. Pemuda 23 tahun yang indekos di Jalan Gubernur Suryo, Gresik. Motor yang dikendarai Rahman dihentikan petugas karena tidak memakai masker. Petugas nakes langsung melakukan rapid antigen. 

Tes usap itu membuat Rahman grogi. Ada juga, pelanggar prokes yang senang menjalani rapid antigen ini. “Makasi ya dapat rapid gratis,”cerita Kasi Penyidikan dan Penindakan Pol PP Gresik Nur Haedah kepada 1minute.id di sela Ops Yustisi, Jumat malam, 15 Januari 2021.

Disisi lain, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menginstruksikan anggota di Polsek jajaran Polres untuk semakin intensif melakukan operasi yustisi. “Polsek jajaran kami dorong untuk bersama aparatur tiga pilar menggelorakan peningkatkan kepatuhan protokol kesehatan ditengah masyarakat baik siang maupun malam,”tegas AKBP Arief Fitrianto.

Jumat, operasi yustisi PPKM memasuki hari kelima. Ops yustisi dimulai Senin, 11 Januari 2021. Berdasarkan data Polres Gresik, selama lima hari operasi yustisi telah menindak ribuan pelanggar prokes. 

Rinciannya, teguran lisan 58.404 kali, tertulis 14.985 kali, sanksi sosial 6.853 kali, dan menyita  KTP, SIM , HP sebanyak 6.938. “85 kali pelanggar sidang tipiring,”terang alumnus Akpol 2001 ini. (*)

Ops Yustisi PPKM, Pelanggar Jalani Rapid Antigen Selengkapnya

Kadinkes Pertama, Ketua DPRD Kedua Disuntik Vaksin Sinovac


GRESIK, 1minute.id – 
Sejarah baru dicetak Pemkab Gresik dalam ikhtiar pencegahan coronavirus disease 2019 (Covid-19). Gresik tercatat sebagai kabupaten pertama yang melaksanakan vaksinasi Covid-19.  Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak di Ruang Poli VIP RSUD Ibnu Sina Gresik, Jumat 15 Januari 2021. Pencanangan vaksin buatan Sinovac asal Tiongkok itu disuntikkan kepada sepuluh pejabat publik dan tokoh masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Syaifudin Ghozali, pejabat kali pertama yang mendapatkan vaksin Sinovac itu. Urutan kedua, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir.  Menurut Wagub Jatim Emil Elistianto Dardak, vaksin ini, salah satu perjuangan dan ikhtiar dalam mengentaskan pandemi Covid-19. Vaksin asal Tiongkok ini sudah melalui berbagai proses. Pemerintah menjamin keamanan dengan telah terbitnya izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Juga, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa vaksin COVID-19 halal dan suci. “Vaksin ini sudah melalui berbagai uji klinis dan dijamin keamanannya. MUI juga sudah menyatakan halal terhadap vaksin ini,”katanya. Emil memantau langsung vaksinasi di rumah sakit milik Pemkab Gresik di Jalan DR. Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Gresik ini. 

PANTAU VAKSINASI : Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak memantau pencanangan vaksinasi di RSUD Ibnu Sina Gresik didampingi forkopimda Gresik, Jumat 15 Januari 2021

Emil melanjutkan masyarakat tidak perlu khawatir dan merasa waswas terhadap vaksinasi yang dilakukan. “Saya sebagai orang pertama di Jawa Timur yang disuntik vaksin kemarin (Kamis, 14/01). Kenapa saya lebih dulu? Karena saya ingin memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa vaksin ini benar-benar aman,”imbuhnya. Pelaksanaan vaksinasi kali ini, tambahnya, pemerintah memfokuskan pemberian vaksin kepada tenaga kesehatan (Nakes). Sebab mereka adalah garda terdepan di bidang pelayanan kesehatan dan harus di vaksin terlebih dulu. Selanjutnya adalah masyarakat dengan usia rentan.

Kedatangan Emil disambut Wakil Bupati Gresik Moh Qosim, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poentjoadmodjo Iswinarno dan Kadinkes Gresik drg Syaifudin Ghozali. 
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Moh Qosim menambahkan  sepuluh orang yang mengawali vaksinasi COVID-19 di Gresik merupakan pionir untuk menjadi contoh dan menyebarkan semangat bervaksin. “Untuk dijadikan semangat, contoh, dan dapat menyebarkan kebaikan dari vaksin ini,” ucap Wabup Qosim. (*)

Kadinkes Pertama, Ketua DPRD Kedua Disuntik Vaksin Sinovac Selengkapnya

BNNK Gresik Tangkap Pemakai dan Pengedar SS Jaringan Lapas

GRESIK,1minute.id – Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Gresik menciduk dua maniak narkoba. Dua tersangka itu bernama Eko Rusdiyanto, 32, warga Desa Sidowungu dan Khusnul Fauzi, 23, warga Desa Hulaan. Keduanya asal Kecamatan Menganti, Gresik.

Eko, ditengarai sebagai pengedar. Sedangkan, Fauzi, pemakai. Mereka ditangkap ditempat berbeda. Dalam pemeriksaan, kedua maniak sabu-sabu ini mendapatkan barang dari pengedar besar bernama Pucem, jaring lapas. 

Menurut Kepala BNNK Gresik AKBP Supriyanto, kali pertama yang dibekuk anggota BNNK Gresik adalah Fauzi. Pemuda 23 tahun ditangkap di sebuah bengkel di dekat rumahnya, Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Gresik.

“Tersangka KF ditangkap Selasa sore pukul 17.00,”terang perwira dua melati di pundak itu di kantor BNNK Gresik, Kamis 14 Januari 2021. Barang bukti yang diamankan satu poket sabu-sabu berat 0,5 gram dan sebuah gawai. “Pengakuan tersangka KF sudah dua tahun memakai sabu-sabu,”terang Supriyanto didampingi Kabag Umum BNNK Gresik Diaz Prananda. 

Selang 5 jam kemudian anggota mengamankan Eko Rusdiyanto. Pemuda 32 tahun ini ditengarai sebagai pengedar barang haram di Gresik Selatan. Ketika dibekuk anak buah AKBP Supriyanto menyita 7,2 gram, timbangan digital dan smartphone sebagai sarana bertransaksi. 

Kepada penyidik BNNK Gresik, Eko mengaku baru tiga bulan menjadi pengedar sabu-sabu.  Dia mendapatkan kristal bening itu dari seorang penghuni lapas. “Dua tersangka tidak saling kenal, tapi pengakuan mereka mendapatkan barang dari satu orang pengedar jaringan lapas,”kata Supriyanto. 

Eko membeli dari Pucem seharga Rp 1,1 juta pet gram. Eko lalu menjual sistem eceran. Paket hemat. “Eko menjual Rp  200 ribu per poket,”kata AKBP Supriyanto.  Eko mengaku beralih profesi sebagai pengedar SS karena usahanya berjualan ayam potong sepi. (*)

BNNK Gresik Tangkap Pemakai dan Pengedar SS Jaringan Lapas Selengkapnya

Dinkes Gresik Alokasikan Lima Ribu Rapid Test Antigen untuk Ops Yustisi PPKM

GRESIK,1minute.id – Jumlah kasus konfirmasi Covid-19 terus bertambah. Seminggu terakhir jumlah kasus konfirmasi lebih tinggi dibandingkan kasus sembuh. Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mengendalikan, pencegahan penyebaran wabah berawal dari Wuhan, Tiongkok itu.

Tim gabungan dari TNI, Polri dan Pol PP berharap masyarakat Kota Santri-sebutan lain-kabupaten Gresik mematuhi protokol kesehatan (Prokes).  Bagaimana bila masih ada warganya membandel? Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, masa PPKM ini pihaknya bersama TNI, dan Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan Dinas Kesehatan Gresik akan semakin intensif melakukan operasi yustisi, testing dan tracing kepada masyarakat. 

Sasaran operasi yustisi adalah tempat publik yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa. Warung kopi, rumah makan, mal maupun destinasi wisata. Pun, di jalan raya. Operasi yustisi masa PPKM ini berbeda dengan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebelumnya.

“Operasi yustisi masa PPKM sanksinya lebih berat,”kata Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Kamis 14 Januari 2021. Kapolres Arief didampingi Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Syaifudin Ghozali itu, 

“Untuk pelaku usaha yang membandel sanksi bisa denda sampai pencabutan izin usaha,”ujar mantan Kapolres Ponorogo itu.  Operasi yustisi dilakukan petugas gabungan akan menyisir jalan raya Petugas menemukan ada kerumunan massa mengabaikan prokes petugas akan melakukan rapid test antigen. “Rapid test antigen ini tingkat keakuratan hasilnya mencapai 90 persen,”ujar alumnus Akpol 2001 itu. 

Dinas Kesehatan Gresik mengalokasikan 5 ribu rapid test antigen. Dikutip dari berbagai sumber cara kerja rapid test antigen ini mengambil sampel usap dari kedua lubang hidung. Rapid test antigen untuk mendeteksi protein nukklekapsid virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Hasil pemeriksaan diketahui lebih cepat dibandingkan PCR. Karena itu, hasil test rapid antigen dinyatakan positif atau negatif, sama seperti test PCR. “Operasi yustisi masa PPKM akan melibatkan dinas kesehatan,”kata AKBP Arief Fitrianto.
Kapolres AKBP Arief Fitrianto mengajak kepada seluruh masyarakat Gresik tetap mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. “Menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,”sarannya. (*)

Dinkes Gresik Alokasikan Lima Ribu Rapid Test Antigen untuk Ops Yustisi PPKM Selengkapnya