Penyisiran hingga Muara Kali Lamong, Anak Terseret Arus Belum Ditemukan

GRESIK,1minute.id – Orang tua yang memiliki anak harus ekstra melakukan penjagaan ketika anak sedang bermain di luar rumah. Hujan deras membuat sejumlah tempat tergenangi banjir. 

Setelah Nusifah, 13, siswa asal Benjeng terseret arus dan ditemukan meninggal dunia. Senin sore, Alfareno Eka Aditya hanyut terseret arus ketika hendak mandi di bagian hilir Kali Lamong di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

Hingga pukul 17.20, pencarian dilakukan tim gabungan terdiri dari Basarnas, BPDB dan Polair Polres Gresik belum membuahkan hasil. 

Tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran hingga radius 2 kilometer dari lokasi kejadian. Derasnya arus membuat tim SAR gabungan kesulitan untuk melakukan pencarian. 

“Sampai sore ini, belum bisa ditemukan,”ujar Kepala Desa Sukorejo Fatkhur Rahman, Selasa 15 Desember 2020.

Informasi yang dihimpun Senin 14 Desember 2020 sekitar pukul 16.30 korban Alfareno Eka Aditya, 12 tahun bermain dengan tiga temannya. Semuanya, warga desa setempat.  

Setelah bermain mereka hendak mandi aliran Kali Lamong itu. Kondisi air sungai bagian hilir Kali Lamong itu cukup tinggi. Air pun keruh. Bahkan, di sejumlah kecamatan mulai Balongpanggang, Benjeng hingga Cerme air bah luapan Kali Lamong itu menggenangi ratusan unit rumah, jalan desa, hingga jalan kabupaten. 

Korban setelah melepas baju kemudian masuk ke sungai untuk berenang. Korban terseret arus. Tiga temannya berusaha menolongnya. Akan tetapi upaya pertolongan gagal. Korban pun hanyut. 

Kabar hanyutnya korban itu terdengar nelayan setempat. Puluhan perahu nelayan dikerahkan untuk melakukan penyisiran. Namun, upaya pencarian hingga larut malam belum juga menemukan korban. (*)

Penyisiran hingga Muara Kali Lamong, Anak Terseret Arus Belum Ditemukan Selengkapnya

Genangan Air Bah Luapan Kali Lamong Semakin Tinggi, Jalan Raya Morowudi Terputus

Cabup Terpilih Fandi Akhmad Yani takziah ke rumah duka keluarga korban luapan Kali Lamong, Senin 14 Desember 2020


GRESIK, 1minute.id – Air bah luapan Kali Lamong semakin besar di Kecamatan Cerme. Jalan Raya Morowudi terputus, Selasa 15 Desember 2020. Genangan air bah setinggi 70 sentimeter.

Menurut penasehat Tagana Gresik Abdul Mukhid, genangan air di sepanjang jalan Morowudi, Kecamatan Cerme sudah setinggi 70 sentimeter. “Sehingga akses jalan menuju Benjeng dari Morowudi dialihkan melewati Metatu, Benjeng,”kata Mukhid, Selasa 15 Desember 2020.

Kondisi Jalan Raya Morowudi, Kecamatan Cerme, Senin 14 Desember 2020 ( foto : chusnul cahyadi)

Sejumlah kendaraan roda dua dan empat jenis MPV yang nekat menerobos genangan air harus didorong karena mogok. “Jalan Morowudi memang tidak ditutup warga. Akan tetapi, pengendara memilih memutar haluan daripada mogok ditengah perjalanan,”ujarnya. 

Penasehat Tagana Gresik Abdul Mukhid

Disisi lain, kata Mukhid, perkembangan air semakin tinggi membuat taruna tangguh bencana (Tagana) Gresik memindahkan dapur umum dari Benjeng menuju Selter Dinas Sosial (Dinsos) di Kecamatan Cerme. 
Terpisah, Camat Cerme Suyono mengatakan derasnya arus luapan Kali Lamong membuat tanggul di Desa Iker-ikergeger ambrol.

“Tanggul Iker-iker jebol Senin siang,”kata Suyono dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Data Kecamatan Cerme, air luapan Kali Lamong telah menggenangi sembilan desa. Sembilan Desa itu adalah Lengkong ; Dadapkuning ; Sukoanyar dan Ngembung. Kemudian, Desa Dungus ; Dampaan ; Dooro ; Guranganyar dan Morowudi. 

Di sembilan desa yang tergenangi luapan Kali Lamong itu sebanyak 957 unit. Ketinggian air di dalam rumah warga antara 20 – 40 sentimeter. Di Desa Dungus yang paling parah. Ada 500 unit rumah yang terendam. 

Seperti diberitakan, curah hujan tinggi di hulu Kali Lamong yakni Mojokerto dan Lamongan membuat Kali Lamong meluap sejak Minggu dini hari. Air bah itu mengabikatkan seorang siswa terseret arus dan ditemukan meninggal dunia pada Senin, 14 Desember 2020. Korban bernama Nusifah, 13 tahun.

Sementara itu, Cabup terpilih versi perhitungan real count KPU Fandi Akhmad Yani melihat langsung kondisi luapan Kali Lamong di Desa Munggungianti, Kecamatan Benjeng. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mampir ke posko banjir di desa setempat. Gus Yani juga menyempatkan takziah kerumah keluarga Nusifah. (*) 

Genangan Air Bah Luapan Kali Lamong Semakin Tinggi, Jalan Raya Morowudi Terputus Selengkapnya

Niat Tunggu Penetapan KPU sebagai Bupati dan Wabup Gresik, Hasil Real Count Memperoleh 51 Persen Suara


GRESIK, 1minute.id – Selangkah lagi pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) akan ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati Gresik. 

Merujuk hasil real count Sirekap KPU, perolehan paslon nomor urut 2 yang bertengger di posisi 51 persen bakal sulit dikejar rivalnya, paslon nomor urut 1, Moh Qosim – Asluchul Alif. 

Pasalnya, real count Sirekap KPU di situs Pilkada2020.kpu.go.id sekitar pukul 12.48 telah kelar seratus persen. Berdasarkan Sirekap KPU itu, Niat mengantongi 369.585 suara dan QA mendapatkan 355.438 suara.

Bila tidak aral melintang, komisi pemilihan umum (KPU) akan menetapkan perolehan suara Niat itu dalam rapat pleno paling lambat 23 Desember 2020. 

Ketua DPC PPP Gresik Ahmad Nadir

Bagaimana reaksi partai pengusung Niat? Ketua DPC PPP Gresik Ahmad Nadir dikonfirmasi mengungkapkan rasa bersyukurnya. “Ini kemenangan masyarakat Kota Santri,”ujar Nadir dikonfirmasi selulernya, Senin 14 Desember 2020.

Namun, Nadir tetap meminta kepada para relawan dan masyarakat untuk terus mengawal perolehan suara Niat hingga penetapan oleh KPU. “Tetap harus dikawal hingga KPU menetapkan Gus Yani dan Bu Min sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik,”tegasnya. 

Nadir berharap masa kepemimpinan Gus Yani dan Bu Min kedepan Gresik semakin baik. “Dan, bupati dan wabup terpilih bisa amanah,”ujarnya. (*)

Niat Tunggu Penetapan KPU sebagai Bupati dan Wabup Gresik, Hasil Real Count Memperoleh 51 Persen Suara Selengkapnya

Terseret Arus, Gandengan Tangan Terlepas, Siswa SMP Hanyut, BPBP Lanjutkan Pencarian Senin


GREEIK,1minute.id – Badan penanggulangan bencana daerah (BPDB) Gresik menghentikan sementara pencarian anak hilang terseret luapan Kali Lamong di Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Minggu 13 Desember 2020.

Korban hilang bernama Nasifah, 13 tahun.  Kapala BPBD Gresik Tarso Sagito mengatakan, pencarian dihentikan karena kondisi malam hari. “Besok (Senin) pencarian akan kami lanjutkan,”ujar Tarso dikonfirmasi selulernya, Minggu 13 Desember 2020 malam. 

Korban Nasifah sekitar pukul 11.00 berjalan melintasi air bah luapan Kali Lamong di  Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng. 
Ketinggian air sekitar 60 sentimeter di jalan desa. Ratusan unit rumah terendam. Siang itu, Nasifah berjalan bergandengan tangan dengan temannya. 

Tarso menambahkan, perkembangan air bah Kali Lamong mengarah kw Benjeng dan Cerme. “Sebagian desa di Balongpanggang mulai surut. Air mengarah ke Benjeng dan Morowudi, Cerme,”katanya.

Luapan Kali Lamong ini mulai masuk kw desa-desa di Kecamatan Balongpanggang sejak Minggu 13 Desember 2020 pukul 02.00. Hujan lebat mengguyur Gresik Selatan, Lamongan hingga Mojokerto membuat Kali Lamong di area Gresik tidak bisa menampung.

Sebab, kondisi Kali Lamong dangkal dan sempit. Akibatnya air menggenangi sawah, tambak, jalan desa, hingga rumah penduduk. (*)

Terseret Arus, Gandengan Tangan Terlepas, Siswa SMP Hanyut, BPBP Lanjutkan Pencarian Senin Selengkapnya

Kelas Industri mulai Pembelajaran, Kuliah Perdana Menghadirkan Direktur Human Capital Indospring

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 24 siswa kelas industri Indospring SMK PGRI 1 Gresik memulai pembelajaran, Sabtu 12 Desember 2020. Kuliah perdana angkatan VII ini dibimbing langsung Human Capital Director PT Indospring Bob Budiono.

Masa pandemi Covid-19 Bob Budiono lebih banyak memotivasi siswa untuk disiplin protokol kesehatan dan budaya kerja. Sebab, virus corona tidak terlihat oleh mata.

Sehingga disiplin menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan dengan sabun harus dilakukan. “Vaksin sesungguhnya adalah memenuhi prokes,”tegas Bob Budiono dihadapan 24 siswa dan perwakilan wali murid di lantai 2 Gedung SMK PGRI 1 Gresik, Sabtu 12 Desember 2020. 

Dia melanjutkan masa pandemi semua industri terdampak. Pabrik pegas daun maupun pegas keong (pegas ulir) terdampak virus berawal dari Wulan, Tiongkok itu sempat terdampak. 

“Terpuruk di bulan Mei.Beruntung pencipta alam sangat baik dengan Indospring. Dan, kemudian merangkak naik terutama ekspor,”katanya. “Dan, hari ini Indospring akan melakukan ekspor perdana ke Taman,”imbuhnya. 

Kuncinya, disiplin dan inovasi. Bob berharap 24 dari 380 siswa lolos seleksi ini dari segi kemampuan hampir sama. Lalu apa pembedanya? “Harus memiliki agile (tangkas),”kata Bob Budiono. 

Selain itu, siswa harus berbakti kepada orang tua. “Nanti bila di terima di Indospring jangan lupa berikan perhatian kepada orang tua,”pesannya.

Biasanya, Bob Budiono memberikan kuliah perdana bisa lebih 60 menit. Namun, masa pandemi Bob hanya memberikan kuliah perdana selama 30 menit. Bob mempersilakan siswa untuk mengcopi materi di flasdisk. “Silakan di copi untuk dipelajari,”ujarnya. 

Sementara itu, Kepala SMK PGRI 1 Gresik Arief Susanto mengatakan, mengapresisi kepedulian Bob Budiono dan Indospring atas kepedulian kepada dunia pendidikan.

Selain itu, Arief juga meminta kepada 24 siswa kelas industri untuk selalu bersyukur karena terpilih menjadi siswa Indospring Class. 

“Dan utamakan budaya kerja,  seperti tempat waktu, menggunakan APD dan K3,”tegas Arief. (*)

Kelas Industri mulai Pembelajaran, Kuliah Perdana Menghadirkan Direktur Human Capital Indospring Selengkapnya

Pandemi Covid-19, Sertijab Waka Polres Gresik dengan Prokes, Tetap Khidmat

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto didampingi (kiri) Kompol Dhyno Indra Setyadi dan (kanan) Kompol Eko Iskandar


GRESIK,1minute.id – Gerbong mutasi di Polres Gresik kembali bergerak. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto memimpin serah terima jabatan (sertijab) Waka Polres Gresik Kompol Dhyno Indra Setyadi kepada Kompol Eko Iskandar. 

Sertijab dilanjutkan pisah sambut secara sederhana dengan protokol kesehatan itu digelar di Mapolres Gresik di Jalan Basuki Rahmat,  Gresik. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dalam sambutannya mengatakan mutasi dalam institusi Polri adalah hal yang wajar. Hal ini sebagai upaya penyegaran dan promosi jabatan anggota kepolisian.

“Puji syukur kita semua bisa menghantarkan sekaligus menyambut pergantian pejabat Wakapolres Gresik,” ujarnya, Jumat 11 Desember 2020.

Alumnus Akpol 2001 menyampaikan apresiasinya terhadap Kompol Dhyno yang telah mengemban tugas dengan baik selama menjabat di Polres Gresik. Dhyno bakal menempati pos barunya sebagai Kasubbag TIK Bagbinopsnal Ditlantas Polda Jatim.

Sedangkan penggantinya Kompol Eko Iskandar sebelumnya menjabat Kasatlantas Polresta Sidoarjo. 

“Momen ini merupakan acara yang haru namun penuh optimisme. Di mana orang-orang hebat pergi untuk mengemban tugas yang baru dan telah datang orang yang hebat untuk menggantikannya,”ungkapnya. 

Sementara itu, Kompol Dhyno mengaku bersyukur dapat menjalankan tugas selama dua tahun tiga hari sebagai Wakapolres Gresik. Perjalanan begitu tak terasa hingga berganti tiga Kapolres.

“Mohon maaf kepada rekan-rekan apabila dalam tutur kata maupun perbuatan yang telah kami perbuat disengaja ataupun tidak disengaja,”kata Dhyno. (*)

Pandemi Covid-19, Sertijab Waka Polres Gresik dengan Prokes, Tetap Khidmat Selengkapnya

DPP PDI-P Datang ke Gresik Bawa Hasil Survei Kemenangan Niat, Kawal Pemenangan di PPK

(ki-ka) Ketua DPC PDIP Gresik Mujib Ridwan, By Risma dan Sadarestuwati di kantor DPC PDI-P


GRESIK,1minute.id – Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesian Perjuangan mengunjungi kantor DPC PDI-P Gresik di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik, Kamis 10 Desember 2020.

Kunjungan Wasekjen DPP PDIP Sadarestuwati didampingi Tri Rismaharini itu membawa hasil survei Dari Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDIP. Mereka disambut Ketua DPC PDI-P Gresik Mujib Ridwan dan jajaran pengurus partai.

“Dari hasil survei BSPN itu,  paslon nomor urut 1, pak Qosim dan dokter Alif mendapatkan suara 48,97 persen. Pasangan yang diusung PDIP nomor urut 2, Gus Yani dan Bu Min alhamdulilah bisa 51,03 persen,”paparnya di kantor DPC PDIP Gresik, Kamis 10 Desember 2020. 

Pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) diusung enam partai. Yakni, PDI-P, PPP, Nasdem, Partai Demokrat, Partai Golkar dan PAN. 

“Ini bukan akhir tugas dari tim, karena mulai besok (Jumat) akan bertugas mengawal pemenangan di PPK,”tegas Sadarestuwati. 

Sementara itu, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang juga Ketua DPP PDIP menyampaikan harapannya kepada pemerintahan Gresik baru.

Adanya wakil Bupati dari kalangan perempuan akan memberikan sifat perempuan yang lebih detail dalam pembangunan di Gresik.
Menjadi kepala daerah, lanjut Risma, bukanlah kuat-kuatan badan atau kuat-kuatan fisik.

“Saya percaya kedepan di Gresik kotanya akan lebih ramah, lebih bersih, nyaman dengan hal-hal yang sifatnya kecil-kecil. karena kita terbiasa Kabupaten itu adalah rumahnya,”katanya.

Lebih nyaman, karena sifat perempuan peduli kepada anak-anak memberikan rasa aman dan nyaman. (*)

DPP PDI-P Datang ke Gresik Bawa Hasil Survei Kemenangan Niat, Kawal Pemenangan di PPK Selengkapnya

Diduga Pengaruh Miras, Dua Pemuda Bersenjata Pisau Dapur Keroyok Tetangga


GRESIK,1minute.id – Aksi brutal diduga dilakukan Robert, 18 tahun. Pemuda asal Lampung itu tiba-tiba masuk rumah Nuh al Mubarok di Desa Campurrejo, Kecamatan Penceng, Gresik, Rabu 9 Desember 2020. 

Robert dan temannya, Aris, 18, membawa pisau dapur lalu menyerang korban Nuh itu. Serangan mendadak itu membuat Nuh kelagapan untuk menangkis. Akibat serangan itu, Nuh mengalami luka di jari dan bagian kepalanya. Korban Nuh dilarikan ke RSUD Ibnu Sina Gresik. 

Informasi yang dihimpun Rabu, 9 Desember 2020 badal Mahgrib Roziqin bertemu keponakan Nuh al Mubaroq Di Desa Campurrejo, Kecamatan Penceng, Gresik untuk menanyakan terkait kepergiannya dengan anaknya. 

Setelah bercengkrama Roziqin masuk rumah. Tiba-tiba, lelaki 41 tahun itu mendengar keributan di luar rumahnya. Roziqin melihat ada dua pemuda menyerang Nuh menggunakan pisau dapur. 

Robert, Sarah satu pelaku mengarahkan pisau dapur kearah korban Nuh. Serangan dadakan itu membuat Nuh berusaha menangkisnya. Akibatkan jari tangan terluka. Roziqin keluar dan mencoba melerai akan tetapi Roberts berusaha menyerangnya.

Korban Nuh memilih lari menyelamatkan diri. Melihat Nuh kabur Aris, teman Robert memburunya dengan membawa pisau dapur. Sebetan pisau Aris mengenai bagian tangan korban dan kepala. Masyarakat yang mendengar adanya keributan itu berhamburan keluar rumah. 

Massa berhamburan keluar rumah membuat , Robert dan Aris kabur. Korban Nuh lalu ditolong masyarakat. Setelah itu, Roziqin melaporkan kejadian pengeroyokan itu ke Polsek Penceng. 

Kapolsek Panceng AKP D. Jannah melalui Kanitreskrim Polsek Penceng Iptu Dawud membenarkan kejadian pengeroyokan tersebut. “Setelah dapat laporan kami lakukan pengejaran. Malam itu juga kedua pelaku kami tangkap,”ujar Iptu Dawud, Kamis 10 Desember 2020.

Kedua pelaku, tambahnya, dijerat pasal 170 KUHP tentang penganiayaan. “Mereka kami than,”umar mantan Kanit Pidum Satreskrim Polres Gresik itu. Tentang motif penganiayaan, kedua pelaku mengaku dendam terhadap korban. “Pengaruh minuman keras,”tegasnya. (*)

Diduga Pengaruh Miras, Dua Pemuda Bersenjata Pisau Dapur Keroyok Tetangga Selengkapnya

Peringati Hari Anti Korupsi,Kejari Gresik Baberkan Hasil Kinerja Penanganan Korupsi, Tidak Ada Perkara yang Dihentikan

Kajari Gresik Heru Winoto didampaingi Kasi Pidsus Kejari Gresik,  Dymas Adji Wibowo


GRESIK,1minute.id – Masa pandemi Covid – 19 membuat Peringatan HariAnti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2020 terasa beda. Apalagi, Harkodia bertepatan Pemilihan kapala daerah (Pilkada)  Serentak ,9 Desember 2020.

Kejaksaan Negeri Gresik untuk memperingati Harkodia itu dengan meliris hasil kinerja kurun waktu Januari hingga 8 Desember 2020. 

Kurun waktu itu, korp Adhyaksa telah menangani dua perkara korupsi saat ini telah naik ke penyidikan, yakni kasus dugaan penyalahgunaan pengelolahan ADD tahun 2015-2017 Desa Dooro Kecamatan Cerme dan Dugaan tindak pidana korupsi pengelolahan dan keuangan di Kecamatan Duduksampeyan antara 2017- 2019.

Terbaru Kejari Gresik melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa pekerjaan perbaikan lingkungan di lokasi Driyorejo Perumahan Nasional (Perumnas)  Cabang Gresik 2018 sebesar Rp 11 miliar. 

Sedangkan, perkara melalui bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) telah melakukan penuntutan atas dugaan tindak pidana korupsi di Badan Pendapatan, Pengelolahan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Dan perkara mask tingkat kasasi.

Kajari Gresik Heru Winoto mangatakan bahwa saat ini perkara tindak pidana korupsi ditingkat penyidikan masih menungu hasil audit pemeriksaan kerugian negara dari Inspektorat Gresik,  sehingga pihaknya belum bisa menentukan kerugian negara dan tersangka. 

“Hasil pemeriksaan audit kerugian negara saat ini masih diperiksa oleh tim audit dari Inspektorat Kabupaten Gresik sehingga kami belum bisa menentukan berapa kerugian negara,” jelas Heru Winoto didampaingi Kasi Pidsus Kejari Gresik,  Dymas Adji Wibowo kepada wartawan, Rabu 9 Desember 2020.

Ketika ditanya terkait progres penyidikan perkara dugaan penyalahgunaan ADD Desa Dooro dan dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan Kecamatan Duduksampeyan apakah akan dihentikan,  Kajari Gresik dengan tegas mengatakan tidak ada penghentian perkara yang sudah masuk ke tingkat penyidikan. 

“Kami tegaskan, kejaksaan tidak akan pernah menghentikan perkara ditingkat penyidikan yang saat ini ditangani,  seperti perkara penyalahgunaan ADD Desa Dooro maupun di Kecamatan Duduksampeyan,”tegas Kajari.

Sementara itu, terkait penyelidikan dugaan pengadaan barang dan jasa pekerjaan perbaikan lingkungan dilokasi Driyorejo Perumahan Nasional (Perumnas) saat ini sedang dilakukan pemeriksaan.  

“Kami mendapatkan laporan jika ada dugaan penyimpangan korupsi sebesar Rp 11 miliar di Perumnas cabang Gresik tahun 2018. Saat ini tim pidsus masih melakukan progres pemeriksaan dan sudah memanggil beberapa orang untuk dimintai keterangan,”jelasnya juga didampingi Kasi Intel Kejari Gresik, Dimaz Atmadi Brata Anandiansyah.

Pada kesempataan ini, Kajari Gresik juga membeberkan kinerja kejaksaan selama 2020.  Kejaksaan juga telah melakukan eksekusi pada tepidana korupsi Agus Eko Isnanto ;  dr. Nurul Dholam dan terpidana Mukhtar.  

Tidak hanya itu, Kejaksaan juga berhasil mengamankan kerugian negara dari hasil uang pengganti dari terpidana Elly Sundari sebesar Rp 478.824.400, dari terpidana dr. Nurul Dholam sebesar Rp. 500 juta dan dari terpidana Mukhtar sebesar Rp 542.086.000. (*)

Peringati Hari Anti Korupsi,Kejari Gresik Baberkan Hasil Kinerja Penanganan Korupsi, Tidak Ada Perkara yang Dihentikan Selengkapnya

1.144 Personel Amankan Pilbup Gresik, Ingatkan Prokes

Ape pergeseran personel pengamanan Pilbup Gresik


GRESIK ,1minute.id – Ribuan personel pengamanan Pilbup Gresik mulai digest ke tempat pemungutan suara (TPS). Sebelum menempati posisinya, mereka  menjalani apel pagi di halaman Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo,Kecamatan Kebomas, Selasa 8 Desember 2020.

Apel pergeseran pengamanan itu dipimpin Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto itu dihadiri Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan pengamanan pilbup Gresik melibatkan 1.144 personel. Personel yang terlibat berasal dari berbagai kesatuan. Yani, 584 Dari Polres Gresik ; 60 BKO Polda Jatim;  300 anggota Sat Brimob Polda Jatim ; 200 personel Kodim 0817 Gresik dan 4.305 Linmas.

“Apel kesiapsiagaan ini untuk mengecek kesiapan personel sebelum bergeser untuk melaksanakan PAM TPS,” kata Kapolres AKBP Arief Fitrianto saat apel pergeseran pasukan di halaman Kantor Bupati Gresik, Selasa 8 Desember 2020.

Dalam kesempatan itu, alumnus Akpol 2001, juga mengingatkan ke personel yang bertugas agar terus mengawasi dan mentaati protokol kesehatan ketat. Kewajibkan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M).

Pasukan ini disebar di seluruh kecamatan yang ada di Kota Pudak. Bahkan, juga ada yang bertugas di Pulau Bawean. Selain menjaga Kamtibmas, personel juga mengawal penyaluran surat suara, pemungutan suara hingga penghitungan suara.

Alumnus Akpol 2001 ini juga mewanti-wanti anggotanya agar berhati-hati dalam menjalankan tugas, hal ini karena pemilihan Bupati 2020 ini berlangsung dalam masa pandemi Covid-19.

“Satukan tekad untuk mensukseskan pelaksanaan Pilbup Gresik 2020 sehingga berjalan aman dan lancar dan tentu sehat semua tidak ada kluster penyebaran Covid-19,”pungkasnya. (*)

1.144 Personel Amankan Pilbup Gresik, Ingatkan Prokes Selengkapnya