Pasukan Emak-emak Tak Sabar Paslon Niat Realisasikan Program Bunda Puspa

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) semakin optimistis memenangi perhelatan Pilbup Gresik 9 Desember 2020. Dukungan terus mengalir kepada paslon nomor urut 2 yang diusung enam partai politik di Kota Santri itu. 

Amunisi baru bagi paslon mengusung Perubahan Gresik Baru itu datang dari emak-emak mengatasnamakan Bunda Cantik (Butik). Dukungan itu disampaikan secara langsung ketika cawabup Aminatun Habibah memaparkan visi dan misi di Posko Pemanangan Niat di Desa Suci,  Kecamatan Manyar, Gresik,  Jumat 6 November 2020.  

Kehadiran Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah, cawabup pertama di Gresik itu disambut antusias bunda-bunda cantik menggenakan hijab warna merah itu. Mereka menyanbut dengan salawat dan menyanyikan jingle Niat Perubahan. Dalam kesempatan itu,  Bu Min menyampaikan visi dan misi sambil menyerukan coblos kudung abang (Jilbab Merah, Red). 

Bu Min menyampaikan misi Niat, diantaranya Gresik Mapan dan Gresik Cerdas dalam Program Bunda Puspa yakni pemberdayaan untuk emak-emak  yang memiliki usaha dan anak yang sedang sekolah. 

Program dalam misi Niat itu direspon positif. “Tidak ada lagi nanti ibu-ibu yang memiliki usaha bergerak di sektor UMKM tapi kesulitan mendapatkan suntikan modal atau pinjaman hanya karena masalah validasi data sehingga terancam tidak bisa mengembangkan usahanya,”ujar Bu Min saat menyampaikan visi misinya, Jumat 6 November 2020.

Rosita, salah satu anggota Bunda Cantik mengaku bersemangat menjemput perubahan. Sebab, ia tertarik dengan program Bunda Puspa untuk menghidupkan kembali sumber income dari usahanya yang selama ini merasa terabaikan.

“Bantuan tidak ada, ya sulit mengembangkan usaha. Lalu pelatihan juga tidak ada, sehingga produk rumahan yang kita hasilkan ya tidak punya pangsa pasar yang jelas,”tutur Rosita yang punya produk rumahan makanan kering itu. Rosita membandingkan mekanisme penyaluran bantuan program untuk perempuan usaha (UMKM) dari pemerintah daerah ternyata lebih rumit dibanding dengan bantuan dari pemerintah pusat melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Meekar). 

Misalnya dari segi validasi database peserta, program Meekar bisa rampung cepat sehingga peserta tidak perlu menunggu terlalu lama untuk melakukan pinjam kredit lunak.  “Program Meekar yang dari Presiden Jokowi itu cepat pendataannya, gak ribet jadinya uang bisa cair Rp 2,4 juta dan bisa langsung buat ngembangkan usaha saya. Kalau dari Pemkab Gresik ngajukan mulai dulu sampai sekarang gak ada kabar,”tandasnya. (*)

Pasukan Emak-emak Tak Sabar Paslon Niat Realisasikan Program Bunda Puspa Selengkapnya

Dipukul Balok Kayu, Diikat Tali Lalu Dicerburkan ke Kubangan. Motif Sakit Hati

GRESIK,1minute.id – Dua terduga pelaku pembunuhan terhadap AAH telah meringkuk ditahanan khusus anak Polres Gresik.  Kedua anak itu bernisial MKS alias S, 15, dan MSI atawa Si,  16.

Mengapa kedua anak bau kencur itu tega menghabisi teman sebayanya itu ?  Menurut Kapolres Gresik AKBP arief Fitrianto mengatakan,  kedua tersangka atau anak berhadapan hukum (ABH) itu tega melakukan pembunuhan terhadap korban AAH karena sakit hati.  

Berdasarkan pengakuan ABH, tambah alumnus Akpol 2001 itu,  korban AAH mengganggu teman perempuan S.  “Anak korban berkirim pesan WA agar MSK (S, Red) menjauhi teman perempuannya,”ujar Kapolres AKBP Arief Fitrianto didalam konferensi pers di Mapolres Gresik, Jumat 6 November 2020.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto didampingi Kasatreskrim AKP Bayu Febrianto Prayoga, Kasub bag Humas AKP Bambang Angkasa,  Kanit Pidum Satreskrim Ipda Joko Kristiono, dan Kanitreskrim Polsek Bungah Aipda Dwi Rahmanto.
Sedangkan,  ABH MSI atau Si mengaku sakit hati karena orang tua kerap diolok-olok anak korban AAH. “Orang tua MSI sering diejek korban,”tegasnya.  

Kedua ABH itu kemudian merancang balas dendam. Kamis malam, 30 Oktober 2020, mereka mengajak korban AAH pertemuan di sebuah lapangan di sekitar Kecamatan Bungah. 

Korban dan pelaku Si bertemu kemudian jalan kaki menuju salah satu lapangan di Kecamatan Bungah. “Dilapangan itu sudah S menyiapkan tali. Ketiga anak itu lalu jalan kaki menuju kawasan Bukit Jamur di Desa/Kecamatan Bungah.  

Begitu sampai di tempat kejadian perkara (TKP) korban AAH dipukul dengan kayu balok. Korban AAH lalu di ikat kaki dan kedua tangannya kemudian diceburkan disebuah kubangan yang ada airnya.  “Kedua ABH membalik tubuh korban sehingga tengkurap,”jelasnya. 

Setelah itu,  kedua ABH itu pulang.  Si ikut orang tuanya kerja sebagai kuli bangunan. Sedangkan,  S sempat balik ke TKP untuk memastikan korban sudah meninggal atau belum.

“Waktu S balik lihat tubuh korban mengambang. Sempat mau menenggelamkan lagi,”jelas alumnus Akpol 2001 itu.  Setelah memastikan korban AAH meninggal ABH itu lari ke Pasuruan.  “Satu kami tangkap di Pasuruan.  Satu lagi kami tangkap di kecamatan Bungah,”ujarnya. 

Kedua ABH yang tega menghabisi teman sepermainnyan itu anak putus sekolah. Penyidik menjerat dua ABH itu dengan pasal 76 jo Pasal 80 ayat (3) UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak.  “Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun,”tegas Kapolres AKBO Arief Fitrianto. (*)

Dipukul Balok Kayu, Diikat Tali Lalu Dicerburkan ke Kubangan. Motif Sakit Hati Selengkapnya

Wujudkan Tatanan Gresik Baru, Niat Usung Sembilan Program

GRESIK – 1minute.id – Sembilan program diusung pasangan calon (paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT) mewujudkan tatanan Gresik Baru.

Program yang diusung oleh paslon nomor urut 2 itu salah satunya menjembatani visi mereka. Mandiri, sejahtera, berdaya saing dan berkemajuan, berlandaskan akhlaqul karimah.

Sembilan program itu, pertama misi yang diusung tertuang dalam Gresik Akas. Program ini ditujukan untuk memudahkan sistem pelayanan kepada masyarakat. Misalnya, pengurusan kependudukan (catatan sipil) cukup hanya sampai di tingkat kecamatan. Termasuk pengaduan layanan bisa dilakukan di tingkat RT (rukun tetangga) juga bisa via online.

Kedua, Gresik Seger. Di sini paslon diusung enam partai politik di parlemen Gresik berkeinginan bagaimana memberikan pendampingan dan bantuan perlindungan bagi pekerja perempuan, termasuk Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Gresik dan juga pemberdayaan perempuan. Program ini juga meliputi peningkatan kesejahteraan guru ngaji, takmir masjid dan musala.

Kemudian,  program ketiga Gresik Mapan. Dalam program ini Paslon Niat berkeinginan memberikan bantuan khusus untuk pembangunan infrastuktur dusun. Termasuk di antaranya, menata dan menambah fasilitas taman kota serta memberikan ruang ekonomi kepada UMKM.

“Ini menjadi ikhtiar kami untuk menuntun UMKM dan para pelaku usaha baru. Salah satunya dengan menumbuhkan nasabah bankable, sehingga mendapat kemudahan persyaratan untuk mendapatkan kredit usaha,”ujar Cabup Fandi Akhmad Yani,  Jumat 6 November 2020.

Paslon Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah besama masyarakat untuk wujudkan tatanan Gresik Baru

Berikutnya, misi keempat adalah Gresik Cerdas. Yakni, dengan cara memberikan voucher dana pendidikan untuk siswa dari tingkat SD/MI hingga SMA/SMK, bagi anak yatim-piatu, huffadz dan penyandang disabilitas, insentif bagi guru tidak tetap dan non sertifikasi, serta guru PAUD dan TK. Serta meningkatkan potensi infrastruktur pendidikan di Pulau Bawean.

“Kami ingin rintisan Bawean sebagai pulau pendidikan seperti Unimap (Universiti Malaysia Perlis) di negara bagian Perlis, semenanjung Malaysia. Dulu di daerah tersebut awalnya hutan belantara, tapi sekarang bisa eksis dan memberikan dampak kesejahteraan bagi warga sekitar,” ungkap Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Sedangkan, misi kelima Gresik Sehati. Yakni, menyangkut peningkatan fasilitas kesehatan dan tenaga medis profesional dengan menjadikan puskesmas sebagai basis program komunitas rumah sehat. Memberikan pelayanan kesehatan gratis pada masyarakat kurang mampu, membangun rumah sakit baru di daerah selatan.

“Masyarakat di bagian Gresik selatan itu biasa berobat ke Surabaya atau Mojokerto, itu wajar sebab lebih dekat ke sana (Surabaya dan Mojokerto) dari pada ke Gresik. Tapi kan beda bila kita nantinya punya rumah sakit sendiri dengan sarana pra sarana mumpuni,”tambah mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Adapun misi keenam adalah Gresik Lestari. Melakukan pengembangan dan revitalisasi ekowisata dengan mengedepankan keunggulan kompetitif di setiap desa, revitalisasi Gresik Kota Tua sebagai salah satu icon heritage, mendorong terciptanya industri ramah bagi lingkungan dan berkelanjutan, serta membangun sistem pengelolaan sampah terpadu di tingkat kecamatan.

Ketujuh Gresik Barokah. Yakni, dengan cara menguatkan pembentukan karakter pemuda yang didasarkan pada nilai agama, budaya lokal dan toleransi, terbebas dari narkoba dan HIV/AIDS, serta pemuda berdaya guna.

Misi kedelapan tertuang dalam Gresik Agropolitan. Di sini yang menjadi poin utama adalah peningkatan kesejahteraan petani, peternak, dan sektor perikanan dengan menerbitkan kartu Go Tani untuk akses bantuan dan pendampingan peningkatan usaha.

Terakhir, misi kesembilan adalah Gema Karya. Program akan disasar oleh paslon Niat adalah memberikan permodalan serta penguatan manajemen terhadap produk yang dihasilkan pesantren, peningkatan dan percepatan pelayanan yang terkoneksi.

“Generasi milenial kreatif di Gresik juga menjadi konsentrasi kami melalui program co-working space yang nantinya kita bangun dengan Gresik Creative Hub,” pungkas Gus Yani. (*)

Wujudkan Tatanan Gresik Baru, Niat Usung Sembilan Program Selengkapnya

Jalin Silaturahmi, Kapolres Gresik Kunjungi Pondok Pesantren

GRESIK, 1minute.id – Perhelatan pesta demokrasi, pemilihan bupati (Pilbup) Gresik semakin dekat. Sementara, pandemi korona belum ada tanda-tanda berakhir. 

Untuk tetap menjaga kondusifitas kamtibmas dan mengerem laju penularan korona di Kota Santri, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melakukan silaturahmi ke sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) di Gresik, Selasa 3 November 2020. Diantaranya, Ponpes Nur Muhammad di Jalan Proklamasi, Gresik. 

Alumnus Akpol 2001 itu didampingi Kasat Binmas AKP Zunaedi. Sekitar pukul 14.00, Kapolres AKBP Arief Fitrianto tiba Ponpes Nur Muhammad dan disambut langsung pemangku pondok KH Nur Muhammad biasa disapa Gus Nur itu.

Duduk bersila berlatar kiswah Kakbah pembicaraan terasa gayeng. Pada kesempatan Kapolres AKBP Arief Fitrianto mengatakan tujuan datang untuk silaturahmi. 

Perwira dua melati di pundak itu menceritakan kondisi pandemi korona di Gresik. Kapolres menghimbau kepada santri tetap menerapkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.  Tradisi bulan Maulid , pasentren biasanya merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW secara sederhana..

“Dimasa pandemi Covid-19 dalam perayaan maulid Nabi Muhammad SAW agar tidak mengadakan acara yang mengundang terkumpulnya masyarakat banyak untuk menghindari penyebaran Covid-19,”harap Arief Fitrianto.

Sementara itu, menjelang Pilbup Gresik, Kapolres Gresik Arief Fitrianto, berharap perlehatan lima tahunan itu bisa berjalan sukses dan aman. “Semoga agar terciptanya kabupaten Gresik yang aman, damai dan sejuk,”harapnya. (*)

Jalin Silaturahmi, Kapolres Gresik Kunjungi Pondok Pesantren Selengkapnya

The Avengers Ikut Operasi Zebra. Bagikan Masker, Nasi Bungkus dan Stiker

GRESIK,1minute.id – Operasi Zebra Semeru 2020 dilakukan berbeda, Selasa 3 November 2020. Petugas satuan polisi lalu lintas (Satlantas) Polres Gresik yang turun ke jalan itu memakai kostum Avengers. Diantaranya, kostum Captain Amerika dan Iron Man

Operasi digelar di simpang empat  landmark Gardu Suling di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik menjadi hiburan menarik bagi pengguna jalan. Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto mengatakan operasi Zebra di masa pandemi korona dilakukan secara berbeda. 

“Selain mencegah terjadinya laka lantas. Juga, memberikan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat melaksanakan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,”ujar Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto, Selasa 3 November 2020.

Kegiatan sosialisasi dilakukan bersama siswa SD Muhammadiyah 1 GKB  (Mugeb) dan superhero. Operasi Zebra 2020 digelar mulai 26 Oktober 2020 hibgga 8 November 2020 lebih banyak digunakan kegiatan preemtif dan preventif.  Sedangkan penindakan tilang dilakukan kepada pengendara yang membahayakan keselamatan berlalu lintas.

Operasi Zebra di mulai pukul 06.30 ini, selain memberikan sosialisasi  untuk mengajak masyarakat disiplin pola hidup sehat kunci pencegahan virus Covid-19. Juga, membagikan sejumlah helm kepada anak-anak yang dibonceng orang tuanya tanpa memakai helm. “Tadi kami bagikan nasi bungkus kepada masyarakat,”tegas Yanto. (*)

The Avengers Ikut Operasi Zebra. Bagikan Masker, Nasi Bungkus dan Stiker Selengkapnya

Hilirisasi Perkuat Industri Nasional, Petrokimia Gresik Bakal Bangun Dua Pabrik Baru Tahun Depan

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik bakal membangun dua pabrik baru tahun depan. Yakni, Pabrik Aluminium Fluorida (AlF3) dan Soda Ash. Pabrik baru AIF3 ini akan meningkatkan kapasitas produksi AIF3 menjadi dua kali lipat menjadi 25 ribu MT pertahun.

Produk aluminium khususnya pada segmen transportasi terus meningkat setiap tahunnya. “Nah, kebutuhan AlF3 yang merupakan bahan penolong peleburan juga menjadi meningkat,”ujar Dwi Satriyo Annurogo dalam siaran pers Minggu, 1 November 2020.

Saat ini, tambahnya, kapasitas produksi AlF3 sebesar 12.600 ton per tahun. Dari jumlah tersebut, pada tahun ini, sekitar 5.000 ton diantaranya dijual kepada PT Inalum (Indonesia Asahan Aluminium) sebagai bahan penolong peleburan aluminium.

Selain dalam negeri, kebutuhan AlF3 di pasar global juga sangat besar. Petrokimia Gresik selama ini mengekspor ke negara-negara yang masih defisit seperti Amerika, Eropa, India, Middle East, dan Afrika. Apalagi, AlF3 produk Petrokimia Gresik memiliki harga jual produk yang kompetitif dibandingkan dengan pasar global, bahkan margin profit bisa mencapai 25 persen apabila menggunakan bahan baku limbah dari Pabrik Asam Sulfat.

Sedangkan keuntungan lain pembangunan pabrik AlF3 bagi Petrokimia Gresik adalah mengurangi limbah H2SiF6 yang merupakan hasil samping (by product) dari Pabrik Asam Sulfat.  Apabila perusahaan tidak memproduksi AlF3 maka akan menghabiskan biaya sekitar Rp 40 miliar per tahun untuk mengelola limbahnya.

Sedangkan dengan adanya pabrik baru AlF3 ini perusahaan bisa meningkatkan revenue sebesar Rp 245 miliar per tahun. Selain pembangunan pabrik baru AIF3, Petrokimia Gresik akan bertransformasi dari single industry firm menjadi related diversified industry. Strategi ini tentu dilakukan dengan meneruskan hilirisasi produk.

“Kita akan pilih produk hilir berbasis gas alam, fosfat dan sulfur yang mempunyai nilai tambah yang besar,”ujar Dwi Satriyo. Tahun 2020 Petrokimia Gresik telah berhasil memproduksi produk baru, Methyl Ester Sulfonate (MES). MES Petrokimia Gresik ini dikembangkan bersama dengan Surfactant 
Bioenergy Research Centre Institut Pertanian Bogor (SBRC IPB).

MES adalah bio-degradable surfactant yang dapat digunakan di sektor minyak dan gas (migas) untuk meningkatkan produksi lapangan minyak tua melalui teknologi EOR (Enhanced Oil Recovery). “Ini merupakan terobosan penting dan diharapkan bagi pelaku industri sektor migas di Indonesia,”tandasnya.

MES diproduksi di Pabrik III dengan memanfaatkan gas SO3 yang biasa digunakan untuk memproduksi asam sulfat. Produksi MES ini akan meningkatkan profitabilitas Pabrik III, karena harga MES bisa mencapai 200 kali lipat lebih mahal dibandingkan harga asam sulfat.

Dwi Satryo menambahkan proyek pembangunan pabrik baru harus bisa memperkuat posisi Petrokimia Gresik sebagai perusahaan berbasis Related Diversified Industry. “Untuk itu pembangunan pabrik baru akan difokuskan pada hilirisasi produk,” tandas Dwi Satriyo.

Dalam kerangka itu, Petrokimia Gresik segera membangun Pabrik Soda Ash dengan kapasitas 300 ribu ton. Pabrik Soda Ash ini, ungkap Dwi Satriyo, bakal menjadi yang pertama di Indonesia, dan akan menjadi penopang penting dalam mendukung tumbuh kembangnya industri kaca dan deterjen dalam negeri. “Pabrik ini nanti juga mampu mengurangi dampak dari CO2 yang merupakan hasil samping dari Pabrik Amoniak sebesar 174 ribu ton,” ungkapnya.

Bagi Petrokimia Gresik, Soda Ash mampu menyumbangkan revenue USD 87 juta tiap tahunnya. Selain itu, produk samping berupa Alumunium Klorida (NH4CL) dapat digunakan sebagai bahan baku NPK, sehingga kebutuhan ZA untuk bahan baku dapat berkurang sebesar 364 ribu ton setiap tahunnya.  “Dan untuk itu kita tidak akan perlu lagi mengimpor ZA,” kata Dwi Satriyo.

Sedangkan bahan baku yang dibutuhkan adalah garam, Petrokimia Gresik dapat bersinergi bersama PT Garam (Persero) dengan jumlah kebutuhan mencapai 100.000 MTPY, dan hal ini juga telah mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa guna peningkatan taraf hidup petani garam.

“Melalui program hilirisasi ini diharapkan Petrokimia Gresik akan semakin mampu melaksanakan tugas pokok sebagai penopang ketahanan pangan nasional, dan di saat yang sama dapat memperkuat industri nasional sebagai penggerak ekonomi nasional,” tutup Dwi Satriyo. (*)

Hilirisasi Perkuat Industri Nasional, Petrokimia Gresik Bakal Bangun Dua Pabrik Baru Tahun Depan Selengkapnya

Petrokimia Gresik Komitmen Cetak Petani Muda Sambut Indonesia Emas

GRESIK,1minute.id – Memasuki satu tahun pemerintahan Presiden Jokowi – Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir, telah mencanangkan lima program prioritas.

Diantaranya, pengembangan talenta untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Petrokimia Gresik, sebagai perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding BUMN Pupuk Indonesia, turut mendukung upaya tersebut, utamanya dalam mencetak generasi petani muda.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satrio Annurogo mengatakan regenerasi petani menjadi program prioritas perusahaan, yang salah satu kunci sukses pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture).

Data demografi petani saat ini petani dengan usia 55 tahun atau lebih jumlahnya terbilang besar, berkisar 35,9 persen. Sedangkan petani muda atau berusia 34 tahun ke bawah hanya 11 persen. Petani di tanah air saat ini didominasi antara usia 35 sampai 54 tahun sebanyak 52,4 persen.

“Jika regenerasi petani gagal, maka pertanian ketahanan pangan di Indonesia terancam. Padahal, menyongsong Indonesia Emas kebutuhan pangan di tanah air mencapai 35,3 juta ton, atau meningkat 5,44 juta ton (18,2 persen) dibandingkan 2019 sebesar 29,86 juta ton,”ujarnya dalam siaran pers, Senin 2 November 2020.

Untuk menyukseskan program regenrasi petani, Petrokimia Gresik memiliki empat strategi andalan. Yaitu, Jambore Petani Muda (JPM), kerjasama Politeknik Enjineering Pertanian Indonesia (PEPI), Program Mahasiswa Magang Bersertifikat (PMMB) yang menggandeng Politeknik dari berbagai daerah, serta membuka magang online sebagai inovasi pelaksanaan praktik kerja industri (prakerin) di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Pertama JPM, pada November 2020  merupakan pelaksanaan JMP keempat yang diselenggarakan Petrokimia Gresik. Program ini merupakan upaya perusahaan untuk menumbuhkan minat generasi milenial terhadap dunia pertanian. 

“Peran generasi muda pada sektor ini masih terbilang rendah, padahal sektor pertanian ini jika dikelola dengan baik dan benar, tak kalah prospektif dengan sektor lainnya,”katanya. Pada JMP ketiga, Petrokimia Gresik menggandeng 12 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia untuk mempertandingkan inovasi para mahasiswa di bidang pertanian.

Sedangkan, JPM kedua menggandeng murid dan guru dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pertanian dari berbagai daerah, dan JMP pertama dikemas dalam Pelatihan Anak Tani Remaja (PATRA). “Jambore Petani Muda ini adalah salah satu solusi konkrit yang kami lakukan  untuk mendukung masa depan pertanian Indonesia yang berkelanjutan,”ujar Dwi Satriyo.

Kedua, Petrokimia Gresik menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) ini pada tahun 2019 lalu. PEPI merupakan kampus Politeknik Enjiniring Pertanian pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mendukung upaya Pemerintah untuk melakukan transformasi pertanian tradisional menjadi modern, dan membangun SDM pertanian unggul, sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor ini.

Kerja sama ini meliputi pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan, pengembangan keterampilan mahasiswa, penyusunan kurikulum dan sistem pembelajaran, serta pengembangan teaching factory. 

Ketiga, Petrokimia Gresik memulai program PMMB sejak 2019. Petrokimia Gresik bekerjasama dengan Kementerian BUMN dan didukung oleh Forum Human Capital Indonesia (FHCI) dalam upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja di Indonesia. Peserta magang mendapatkan sejumlah materi, termasuk skill penjualan dan pemasaran.

“Petrokimia Gresik memiliki komitmen untuk membantu pemerintah dalam menyiapkan calon tenaga kerja yang berkompeten dan bersertifikat melalui program PMMB ini. Kami berharap kegiatan ini dapat menunjang program Nawa Cita Presiden dan Sinergi BUMN untuk berkontribusi dalam pengembangan SDM Indonesia Unggul terutama dalam menghadapi persaingan global,”ujar Dwi Satriyo.

Terakhir adalah magang online. Petrokimia Gresik membuka program magang atau prakerin untuk mahasiswa mulai awal Agustus lalu menggunakan metode pembelajaran digital sebagai bentuk penyesuaian di masa AKB. 

Dwi Satriyo mengungkapkan bahwa inovasi ini mengantarkan Petrokimia Gresik sebagai BUMN pertama yang menggunakan metode pembelajaran digital dalam program magang, baik reguler maupun PMMB yang kembali dibuka secara serentak setelah sempat ditunda sejak Maret 2020.

“Magang model digital ini merupakan inovasi Petrokimia Gresik untuk tetap menjalankan perannya dalam mendukung pemerintah mencetak SDM unggul, namun senantiasa memperhatikan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19,”tegas Dwi Satriyo.

Mahasiswa dapat mempelajari proses bisnis perusahaan dengan tiga metode, yaitu Online Classroom dengan Expert Petrokimia Gresik, Self Learning melalui aplikasi Enterprise University, serta Customized Project Learning.
Platform digital Enterprise University sendiri disiapkan dengan berbagai fitur terkini yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar sesuai kompetensi yang dibutuhkan melalui berbagai konten pembelajaran seperti Video Based Learning, Digital Handout dan juga ujian secara online.

Bahkan, mahasiswa juga bisa melakukan plant tour tanpa harus datang ke pabrik, yaitu melalui aplikasi 360º Digital Plant Tour Learning.

Dwi Satriyo berharap peranan Petrokimia Gresik dalam pengembangan talenta ini mampu menjadi spirit bagi mahasiswa, siswa, perguruan tinggi, sekolah dan stakeholder terkait untuk kembali optimistis mencetak SDM unggul di tanah air. (*)

Petrokimia Gresik Komitmen Cetak Petani Muda Sambut Indonesia Emas Selengkapnya

Kelenger, Pemuda Bawean Dikeroyok Didepan Rumah

GRESIK,1minute.id – Sulaimi masih tergolek sakit di klinik Aminah Fathorrozi, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Minggu 1 November 2020.

Pemuda 20 tahun asal Desa Suwari, Kecamatan Sangkapura itu menjalani perawatan sejak Kamis 29 Oktober 2020 karena dikeroyok sejumlah orang tidak dikenal di depan rumahnya. Polisi masih melakukan penyelidikan pelaku pengeroyokan tersebut.

Informasi yang dihimpun Kamis 29 Oktober 2020 Sulaimi ngopi di kawasan  Pudakit di Kecamatan Sangkapura. Malam itu, Sulaimi secara tidak sengaja menginjak kaki salah satu pemuda yang sedang ngopi disana.
Pemuda yang kaki terinjak oleh Sulaimi murka. Terjadi cekcok dan berujung perkelahian di sekitar warung kopi.

“Saat ini langsung dilerai massa,”kata seorang warga. Sulaimi menganggap kejadian itu sudah klir.  Dia pun pulang ke rumahnya di Desa Suwari, Kecamatan Sangkapura. Sekitar 50 meter di depan rumahnya sekelompok pemuda tidak dikenal kemudian menyerangnya. Mereka begitu brutal mengeroyok Sulaimi.

Ada memakai kayu dan botol. Pukulan benda keras itu membuat Sulaimi terkapar. Dia mengerang kesakitan sambil memegangi bagian kepala dan tangan. Mengetahui Sulaimi sudah terkapar, sekelompok pemuda itu kemudian kabur. Sulaimi kemudian dilarikan ke klinik Aminah Fathorrazi, Sangkapura, Pulau Bawean.

Kapolsek Sangkapura AKP Rahmad Triyanto ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian dugaan pengeroyokan terhadap Sulaimi tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan,”kata AKP Rahmad dikonfirmasi telepon selulernya, Minggu 1 November 2020.

Sejumlah saksi, kata mantan Kanit Intel Polsek Driyorejo, itu masih dimintai keterangan di mapolsek. “Semoga bisa segera terungkap dan menangkap pelakunya,”ujarnya. (*)

Kelenger, Pemuda Bawean Dikeroyok Didepan Rumah Selengkapnya

Cawabup Perempuan Pertama di Gresik dan Garnita Nasdem Blusukan untuk Wujudkan Perempuan Terampil dan Berdaya

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon bupati dan wakil bupati, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) mendapatkan amunisi baru. Amunisi baru itu adalah Garda Wanita (Garnita) Malahayati 

Komunitas emak-emak dibawah naungan DPD Partai Nasdem Gresik itu, bergerak aktif mengkampanyekan program paslon nomor urut dua itu. Mereka ikut melakukan blusukan bersama Cawabup Aminatun Habibah ( Bu Min) ke masyarakat. Mereka terlihat antusias menggalang gerakan perubahan kepada akar rumput (grassroot).

Ketua Garnita Malahayati Nasdem Gresik Hj Erni Rofikah mengaku pihaknya sejak awal all out mendukung paslon Niat. Saat kampanye Bu Min di beberapa desa, ia menginstruksikan anggotanya di desa tersebut untuk mengawal dan mendampingi cawabup perempuan pertama di Gresik itu. 

“Garnita ini adalah garda perempuannya partai Nasdem. Sehingga wajib bagi kami untuk membackup calon perempuan (Bu Min) yang diusung Nasdem,”kata Erni Rofikah.

Tak hanya mendampingi Bu Min, Garnita Malahayati Gresik juga turut mensosialisasikan visi misi paslon Niat yang programnya berorientasi pada pemberdayaan perempuan. Salah satunya memberdayakan ibu rumah tangga melalui sektor UMKM.

“Sudah menjadi tugas kami untuk memberdayakan ibu-ibu rumah tangga. Mereka sebagai istri selain bisa melayani suami, sambil di rumah dan menunggu suami pulang kerja nantinya juga bisa dapat penghasilan,”terang istri Ketua DPD Nasdem Gresik Saiful Anwar ini.

GARNITA NASDEM : Antusiasme emak-emak Partai Nasdem untuk mengkampanyekan Bu Min, cawabup pertama di Gresik dalam Pilbup 2020 ( foto : tim media NIAT for 1minute.id)

Selain melakukan pendampingan terhadap cawabup Bu Min, tambahnya,  juga melakukan konsolidasi ke kecamatan maupun desa. Hal ini dilakukan karena sudah saatnya perempuan di Gresik berdaya memiliki soft skill yang output-nya bisa menghasilkan income. 

Menurutnya, semangat memberdayakan para perempuan ini didasari keprihatinan dia terhadap para perempuan di Gresik yang selama ini kurang mendapatkan peran. Pihaknya ingin menumbuhkan jiwa kewirausahaan para perempuan dengan training peningkatan sumber daya yang dimilikinya.

“Selama pandemi Covid-19 Garnita juga mendampingi banyak perempuan untuk memproduksi makser untuk dijual dan hasilnya bisa dinikmati keluarga. Dan ini sejalan dengan visi misi paslon Niat terhadap kaum perempuan. Karena itu kami dan Bu Min komitmen memperjuangkan peran perempuan,”tandasnya. (*)

Cawabup Perempuan Pertama di Gresik dan Garnita Nasdem Blusukan untuk Wujudkan Perempuan Terampil dan Berdaya Selengkapnya

Identitas Korban Masih Misterius. Usia antara 13 Tahun hingga 15 Tahun. Memakai Celana Pendek dan Kaus Lengan Pendek

GRESIK,1minute.id – Polisi masih harus kerja ekstra keras untuk mengungkap identitas dan penyebab kematian korban. Remaja berusia antara 13 tahun hingga 15 tahun yang ditemukan mengambang sebuah kubangan bekas galian C di Desa/Kecamatan Bungah, Jumat 30 Oktober 2020.

Saat ditemukan mengambang bagian kaki terikat tali plastik. Sedangkan, kedua tangannya terikat ke belakang. Korban diduga korban pembunuhan. Memasuki hari kedua, Sabtu 31 Oktober 2020 sekitar pukul 15.00 polisi masih belum bisa mengidentifikasi identitas korban.

Jenazah remaja itu masih di kamar mayat RSUD Ibnu Sina Gresik. Jasad remaja memakai celana pendek warna biru muda, kaus lengan pendek warna putih itu kondisinya mengenaskan. Membusuk sehingga menimbulkan bau menusuk hidung. 

Sumber1minute.id menyebutkan telah melakukan otopsi luar. Dalam otopsi itu tidak ditemukan adanya kerusakan pada tubuh korban akibat kekerasan. Apakah, korban setelah diikat kedua kaki dan tangan kemudian dicerburkan oleh pelaku dalam kubangan air di bekas galian C itu?

“Saya belum bisa memastikan,”katanya sambil meminta identitasnya dirahasiakan.
Sumber lain menyebutkan pelaku diperkirakan lebih dari satu orang. Sebab, pelaku harus mengikat korban terlebih dahulu. “Kalau pelaku sendirian seperti tidak mungkin. Karena korban pasti berontak melakukan perlawanan,”tegas sumber itu. 

Kapolsek Bungah AKP Sujiran mengatakan, pihaknya masih terus berupaya mengungkap kejadian itu. Tahap awal adalah mengetahui identitas korban. “Sampai hari ini identitas jenazah masih belum kami ketahui,”ujarnya dikonfirmasi Sabtu 31 Oktober 2020.

Mantan Kapolsek Ujungpangkah itu menghimbau orang tua kehilangan anak untuk melapor ke polsek. Ciri-ciri korban berjenis kelamin laki-laki, usia antara 13 tahun hingga 15 tahun. Memakai celana pendek warna biru muda, kaus lengan pendek warna putih. (*)

Identitas Korban Masih Misterius. Usia antara 13 Tahun hingga 15 Tahun. Memakai Celana Pendek dan Kaus Lengan Pendek Selengkapnya