Pilih Kampanye Tatap Muka, Anjuran KPU Kampanye Daring Belum Dilirik Paslon

GRESIK,1minute.id – Masa kampanye memasuki bulan kedua. Dimulai 26 September 2020. Dua pasangan calon (paslon) yakni nomor urut satu, Moh Qosim-Asluchul Alif (QA) dan nomor urut dua, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) pun memilih blusukan ke kantong-kantong massa.

Pedesaan hingga perkotaan. 
Kampanye daring mengenalkan visi-misi paslon untuk menjaring suara pemilih pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Gresik 9 Desember 2020 yang dianjurkan penyelenggara masih minim dilakukan paslon. 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik menggelar rapat koordinasi untuk memaksimalkan peran media sosial dan media daring dalam kampanye, Rabu 28 Oktober 2020. Rakor itu mengundang dua paslon QA dan Niat.

Komisoner KPU Divisi Sosialisasi dan SDM Makmun membenarkan jika presentasi kampanye daring masih rendah. Data dari KPU hanya 4 persen tim paslon yang menggelar kampanye daring. Baik dari tim paslon QA dan NIAT.

KPU, tambahnya, melihat kedua tim paslon masih lebih banyak kampanye menggunakan tatap muka. “Kampanye tatap muka memang tidak dilarang, tetapi KPU tetap menghimbau agar kedua tim paslon memaksimalkan kampanye daring,”kata Makmun dikutip 1minute.id dari laman kab-gresik.kpu.gresik.go.id.

Makmun menambahkan apa yang dilakukan oleh KPU adalah ikhtiar bersama untuk melakukan pencegahan penularan Covid19. Karena itu semua pihak diminta untuk menjaga dan mentaati protokol kesehatan agar pelaksanaan pemilihan tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. 

Seperti diberitakan persebaran kasus korona mulai bisa dikendalikan. Gresik yang beberapa lalu masuk zona oranye kini menjadi zona kuning. Bupati Gresik Sambari Halim Radianto memperkirakan Desember 2020, Gresik masuk zona hijau. Asalkan, tidak ada klaster baru. Dan, masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan yakni mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker. Perubahan zona tetap bergantung kepada kepatuhan masyarakat melaksanakan prokes.

Pilbup 2020, penyelenggara pemilu telah diwanti-wanti untuk melaksanakan prokes.(*)

Pilih Kampanye Tatap Muka, Anjuran KPU Kampanye Daring Belum Dilirik Paslon Selengkapnya

Tri Brata dan Catur Prasetya, Implementasi dari Tugas dan Kewajiban Malaikat dan Nabi. Ikhlas Pahala Luar Biasa

GRESIK,1minute.id – Suasana masjid As Syafa’a Polres Gresik terasa adem. Masjid berlokasi di Jalan AKS Tubun, Gresik dipenuhi jamaah, Kamis 29 Oktober 2020.

Mayoritas jamaah yang duduk bersila dengan menjaga jarak, memakai masker itu adalah anggota Polres Gresik. Diantara jamaah itu tampak Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Waka Polres Gresik Kompol Dhyno Indra Setyadi serta pejabat utama Polres Gresik.

Kehadiran mereka di masjid itu untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan kelahiran Rasulullah itu dihadiri KH Najib Muhammad, pimpinan Ponpes Al Madinah Denanyar, Jombang. Acara diawali pembacaan salawat nabi dan ayat suci alquran itu dipimpin ustad Achmad Ishaq. Jamaah pun hanyut dalam pujian kepada sang Khaliq dan Nabi Muhammad SAW.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dalam sambutannya mengatakan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini serentak dilaksanakan seluruh Polres se-Indobesia. “Harapan seluruh anggota Polri nantinya dikelompokkan kedalam golongan orang saleh,”ujar AKBP Arief Fitrianto.

Alumnus Akpol 2001 ini menambahkan, kegiatan Maulid Nabi merupakan bagian dari Program Polres Gresik yaitu RESIK (Religius, Empati, Solid, Integritas dan Konsisten). “Dimana tantangan kedepan Polri semakin besar maka dengan semangat Maulid Nabi sebagai teladan insan Polri dalam menjalankan tugas sehari-sehari serta mendapat rida dari Allah SWT,”katanya dijawab Amin oleh jamaah.

Perwira dua melati di pundak itu berharap kepada KH Nadjib Muhammad memberikan motivasi, semangat dan bekal serta doa agar dalam pelaksanaan tugas Polri kedepan mendapat perlindungan Allah SWT serta rida dalam kehidupan keluarganya sehari-hari.

PROKES : Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Waka Polres Gresik Kompol Dhyno Indra Setyadi menjalani protokol kesehatan sebelum masuk masjid As Syafa’a Polres Gresik mengikuti Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ( Foto : Humas Polres Gresik)

Sementara itu, KH Nadjib Muhammad menceritakan tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kelahiran Nabi akhir zaman ini telah dituliskan dalam alquran. “Segala tindak lakunya Nabi Muhammad merupakan Alquran yang berjalan dan memiliki fisik dan kebutuhan seperti manusia biasa yang mampu memanusiakan manusia biasa,”kata pemangku Ponpes Al Madinah, Denanyar, Jombang ini.

Nabi Muhammad SAW, tambahnya, mengemban tugas untuk memperbaiki akhlak manusia. “Beliau juga merupakan negosiator luar biasa khususnya pada perintah salat,”ujar KH Nadjib.

KH Nadjib mengatakan pemahaman para ulama, bahwa Tri Brata dan Catur Prasetya yang ada pada tubuh Polri merupakan implementasi dari tugas dan kewajiban para malaikat dan nabi yang diutus oleh Allah SWT. Sangat mulia.  “Bila tugas Polri dilandaskan berdasarkan ibadah kepada Allah SWT maka pahalanya luar biasa besar dimata Allah SWT,”kata KH Nadjib.

“Yang menjadi tolak ukur adalah rasa keimanannya, sehingga setiap langkah tugas niatkanlah untuk ibadah kepada Allah SWT,”imbuhnya. KH Nadjib mencontohkan tugas keamanan dan ekonomi yang diemban Polri. “Sehingga perlunya untuk menjaga keamanan suatu negara agar ekonomi tetap berjalan,”pesannya. (*)

Tri Brata dan Catur Prasetya, Implementasi dari Tugas dan Kewajiban Malaikat dan Nabi. Ikhlas Pahala Luar Biasa Selengkapnya

Klarifikasi ke Bawaslu, Tim Niat Tegaskan Musala Milik Pribadi Gus Yani

GRESIK, 1minute.id – Tim advokat pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) mendatangi kantor Bawaslu Gresik, Rabu 28 Oktober 2020. 

Kedatangan tim advokat paslon nomor urut dua yang diusung enam parpol itu untuk melakukan klarifikasi terkait beredarnya video Niat yang ditudingkan seseorang melakukan kampanye di musala. 

Sekitar pukul 14.00, ketua harian tim advokat Niat Irfan Choirie dan juru bicara Sururi tiba di kantor Bawaslu. Sururi lalu disumpah di bawah Alquran oleh Divisi Pengawasan Bawaslu Syafi’ Jamhari. 

Juru bicara paslon Niat Sururi mengaku jika kegiatan di musala tersebut bukan kampanye melainkan acara doa bersama. “Itu acara doa bersama alumni Ponpes Tebuireng yang berada di barisan Niat. Jadi saya tegaskan tidak ada kampanye di situ,”kata Sururi.

Dikatakan Sururi saat sambutan pihaknya menyampaikan kepada Kiai Ponpes Tebuireng Gus Fahmi yang berkesempatan hadir bahwa teman-teman alumni ponpes Tebuireng mendukung Gus Yani, karena kebetulan Kyai dan santri banyak yang mendukung Gus Yani.

“Banyak teman-teman alumni ponpes Tebuireng yang mendukung paslon Niat karena selain manut Kyai, visi misi Niat programnya peduli kepada pesantren dan agama,”ujar Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Timur usai disumpah. 

Sementara Ketua Harian Tim Advokat Niat Irfan Choiri mengatakan musala yang dituduhkan seseorang itu merupakan musala milik pribadi di rumah Gus Yani. Bukan musala umum di kampung maupun perumahan. 

“Musala itu ada di dalam rumahnya Gus Yani. Jadi yang biasa beribadah di situ kalau bukan keluarganya Gus Yani ya tamunya,”tegas Irfan Choiri yang juga Ketua Bappilu DPC Nasdem Gresik.

Irfan menambahkan musala yang dipersoalkan itu juga berlokasi di posko pemenangan paslon Niat di Srembi, Desa Kembangan Kecamatan Kebomas. Sehingga musala tersebut termasuk fasilitas dari tim pemenangan Niat. 

“Karena itu, acara yang dipimpin oleh H. Sururi tidak menggunakan tempat ibadah sebagai fasilitas umum tetapi fasilitas pribadi,”katanya.  

Terpisah, Ketua Bawaslu Gresik Imron Rosyadi mengatakan bahwa temuan video yang beredar itu masih berupa dugaan di tempat ibadah. Karena itu pihaknya akan melakukan investigasi nantinya. 

“Karena masih dugaan maka harus dilakukan investigasi. Dari hasil investigasi nanti kami putuskan lewat pleno. Termasuk definisi tempat ibadah yang dimaksud sebagai fasilitas umum sesuai UU nomor 10 tahun 2016 akan kami lakukan kajian-kajian,”katanya kepada wartawan. (*)

Klarifikasi ke Bawaslu, Tim Niat Tegaskan Musala Milik Pribadi Gus Yani Selengkapnya

Gelar Refleksi Hari Sumpah Pemuda, Mahasiswa Serukan Cabut Omnibus Law dan Desak Hentikan Kriminalisasi Aksi Massa

GRESIK,1minute.id – Puluhan aktivis Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Gresik menggelar refleksi Sumpah Pemuda di Tetenger Keris Sumelang, Rabu 28 Oktober 2020.

Momentum kebangkitan pemuda ini digunakan oleh mahasiswa berbagai perguruan tinggi itu untuk menyatukan tekad mendesak pemerintah mencabut omnibus law. Undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker) yang disahkan 5 Oktober 2020 dianggap cacat prosedural dan berpotensi menyengsarakan rakyat. 

“Omnibus law Cipta Kerja harus dicabut,”teriak Ketua PC PMII Gresik Ahmad Faishol Ridho Abdillah, Rabu 28 Oktober 2020. Selain itu, mahasiswa terus mendesak pemerintah menghentikan tindakan represif, intimidasi dan penangkapan terhadap aktivis. 

Aksi dilakukan mulai pukul 11.30 itu mendapatkan penjagaan ketat aparat kepolisian. Bahkan, jumlah personil pengamanan lebihi perserta aksi yang berlangsung tertib hingga pukul 12.30 itu.

Aktivis mahasiswa itu berusaha menggelorakan semangat pemuda di Kota Santri-sebutan lain- Kabupaten Gresik mengambil peran aktif untuk mewujudkan dan memajukan kesejahteraan rakyat.

Momentum memperingati ke 92 tahun Sumpah Pemuda kembali merajut Persatuan Rakyat untuk mendesak pemerintah mencabut omnibus law dan hentikan kriminalisasi, intimidasi dan penangkapan massa aksi. (*)

Gelar Refleksi Hari Sumpah Pemuda, Mahasiswa Serukan Cabut Omnibus Law dan Desak Hentikan Kriminalisasi Aksi Massa Selengkapnya

Gresik Masuk Zona Kuning, Perubahan Zona ada Ditangan Masyarakat untuk Patuhi Prokes

GRESIK,1minute.id – Kerja keras pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik menahan laju persebaran corona virus disease 2019 (Covid-19) menunjukkan tren positif.

Pertambahanan pasien terkonfirmasi terus berkurang. Sedangkan tingkat penyembuhan terus meningkat. Kota Santri yang semula masuk zona oranye kini menjadi zona kuning.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengapresiasi kerja tenaga kesehatan (nakes) yang telah membantu penyembuhan pasien yang sakit. “Saya mengapresiasi kinerja nakes bekerjasama baik dengan pemerintah dan rumah sakit swasta yang kerjakeras membantu penyembuhan pasien yang sedang sakit,”tegas Bupati Sambari yang juga ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 itu di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik, Rabu 28 Oktober 2020.

Bupati Sambari didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) drg Syaifudin Ghozali, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Gresik Tursilowanto Harijogi dan Kasubag Humas dan Protokol Gresik Reza Pahlevi menambahkan, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, pasien positif korona berjumlah 3.568 orang. Pasien sembuh 3.199 orang, dirawat 146 orang dan meninggal dunia 231 orang.

“Sebanyak 146 orang yang terpapar segera habis. Target nanti Desember 2020 terpapar kurang 10 orang,”tegas Sambari. Perkiraan itu, tambahnya, berdasarkan tren tingkat penyembuhan yang stabil, pada Desember 2020 bisa kurang dari sepuluh orang.”Selama tidak ada klaster baru,”tegasnya.

Ratusan orang yang tahap penyembuhan itu dirawat di 14 rumah sakit swasta, satu rumah sakit pemerintah RSUD Ibnu Sina Gresik dan satu rumah sakit lapangan Pondok Rehabilitasi Gelora Joko Samudro. “Kapasitas G-Jos 144 TT (tempat tidur), kondisi sekarang hampir kosong,”katanya.

Namun, Bupati Sambari mengingatkan, perubahan zona dari oranye ke kuning kemudian hijau tersebut akan sia-sia bila masyarakat lengah. Abai dalam beraktivitas tidak memakai masker, menjaga jarak dan sering cuci tangan.

“Semua (perubahan zona) ada ditangan masyarakat. Alhamdulillah hari ini Gresik berupa berubah dari yang tidak disenangi menjadi senang,”ujarnya bertamsil. Perubahan  dari orenye menjadi kuning, mudah-mudahan  ditingkatkan jadi hijau. “Semua ini harapan kami semua, harapan masyarakat secara keseluruhan,”tegasnya.

Terkait libur panjang, Bupati Sambari, menghimbau kepada aparatur sipil negara (ASN) untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Pihaknya, telah meminta kepada para kepala OPD untuk memantau kondisi kesehatan ketika awal masuk kerja lagi, Senin 2 November 2020. “Nek ASN loyo, harus membawa surat sehat. Surat sehat diatas itu diatas rapid test,”katanya. (*)

Gresik Masuk Zona Kuning, Perubahan Zona ada Ditangan Masyarakat untuk Patuhi Prokes Selengkapnya

Bupati Ingatkan ASN Tidak Lakukan Perjalanan ke Zona Merah Saat Libur Panjang

GRESIK,1minute.id – Pemerintah memutuskan libur panjang mulai Rabu, 28 Oktober hingga 1 November 2020. Bupati Gresik Sambari Halim Radianto berpesan kepada semua ASN Pemkab Gresik agar tetap melaksanakan disiplin protokol kesehatan dimanapun berada.

“Saya harap Anda tidak melakukan perjalanan ke wilayah yang berindikasi zona merah,”kata Bupati Sambari dalam apel pagi di halaman Kantor Bupati, Senin 26 Oktober 2020.

Selama ini, tambahnya, Gresik sudah menunjukkan perbaikan dalam pencegahan penyebaran Covid-19. “Mari kita jaga diri kita, keluarga kita dan masyarakat kita bersama agar terhindar dari Covid. Kalaupun kita sekadar jalan-jalan boleh lah, asal tidak keluar dari mobil. Bawalah bekal makanan dari rumah,”pesannya.

Apel Senin pagi itu terasa beda. Sebab, peserta apel ada memakai kostum ala pejuang, santri hingga petani. Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) membawa sayur mayur dan buah-buahan. Hasil pertanian itu tentu tidak di konsumsi sendiri. 

Tapi, berikan kepada peserta apel pagi lainnya. Saking antusiasnya, para abdi negara, pelayan masyarakat itu rebutan untuk menikmati buah atau membawa sayur mayur sebagai buah tangan keluarga dirumah. 

Apel pagi ini, bertujuan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Hari Santri, Hari Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan dan Hari Tani. “Sengaja kami memperingati bersamaan kali ini karena masih belum ada petunjuk tentang peringatan hari besar tersebut, baik perayaannya maupun upacaranya,”kata Bupati Sambari Halim Radianto didampingi Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi.

Bupati Sambari menambahkan, kegiatan ini bentuk refleksi dari hasil pertanian yang ada di Gresik. Meski sebagian besar adalah kawasan Industri. Namun pertanian di Gresik sangat menggembirakan. “Ada 35 ribu hektare luas areal merupakan bukti Gresik masih tetap potensi sebagai wilayah agraris,”tegas bupati berlatar pengusaha itu.

Bupati menyebutkan, luas tanam padi di Gresik mencapai 64 ribu hektere pertahun dengan produksi beras sebesar 264 ribu ton. “Gresik masih surplus beras pada setiap tahun,”tegasnya. (*)

Bupati Ingatkan ASN Tidak Lakukan Perjalanan ke Zona Merah Saat Libur Panjang Selengkapnya

Gelar Operasi Zebra untuk Keselamatan

GRESIK, 1minute.id – Operasi Zebra Semeru mulai digelar Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Gresik, Senin 26 Oktober 2020. 
Ada delapan target operasi keselamatan berlalu lintas dilakukan hingga 8 November 2020 itu.

Delapan prioritas itu, pertama tidak mengunakan helm standar SNI ; kedua boncengan tiga dan ketiga knalpot racing. Kemudian, ke empat tidak gunakan sabuk keselamatan (safety belt) ; kelima melawan arus. Berikutnya, enam menggunakan HP saat berkendara ; ketujuh kelebihan muatan dan kedelapan over dimensi.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto mengatakan, operasi tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pola kegiatan operasi zebra  45 persen preemtif, 45 persen preventif, dan 10 persen penegakkan hukum atau penindakan.

Tidak hanya pelanggaran lalu lintas yang akan tindak. Operasi Zebra di tengah pandemi covid-19 ini akan memberikan sanksi kepada pelanggaran terhadap Protokol Kesehatan. “Termasuk, bagi pengendara yang tidak menggunakan masker,”ujar AKP Yanto.

“Selain mengurai angka kecelakaan dan kemacetan lalu lintas, kami berharap dengan adanya operasi Zebra Semeru 2020 ini diharapkan dapat menekan penyebaran penularan Covid-19 khusunya di Kabupaten Gresik,”imbuhnya. (*)

Gelar Operasi Zebra untuk Keselamatan Selengkapnya

KPU Sediakan Bilik Khusus Pemilih Suhu Badan Diatas 37,5 Derajat Celcius. Pemilih Terkonfirmasi Korona Petugas Datangi Pakai Hazmat

GRESIK, 1minute.id – Potensi adanya klaster baru, pemilihan bupati (Pilbup) masih menjadi momok bagi penyelenggara pemilu. Komisi Pemilihan Umum (KPU) berusaha keras mengantisipasi.

Bahkan, untuk mencegah adanya klaster baru itu, kerja komisioner bagai petugas satuan gugus tugas (satgas) Covid-19. Hal itu diungkapkan Ketua KPU Gresik Akhmad Roni dalam sosialisasi pemilihan bupati dan wakil bupati Gresik di Hotel Aston Inn Gresik, Senin 26 Oktober 2020.

“Pilbup ini tantangan bagi kami. Karena aturan cukup rigit terkait protokol kesehatan. Bahkan, kami bagai satgas Covid-19 meski tidak punya kompetensinya,”kata Akhmad Roni dalam sosialisasi kerjabareng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik.

Sosialiasi dimoderatori Ketua PWI Gresik Sholahuddin itu berlangsung gayeng. Roni menjelaskan semua kegiatan terkait tahapan pilbup harus dilakukan dengan protokol kesehatan. “Seperti satgas covid. Ngurusi prokes itu ribet. Karena tidak ada keahlian untuk penanganan covid,”imbuhnya.

Dia mencontohkan rencana hari pencoblosan 9 Desember 2020. Seluruh petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) lebih 22 ribu anggota itu harus menjalani rapid test. Anggaran tes cepat itu berasal dari APBN setiap anggota dianggarkan maksimal Rp 150 ribu. “Anggarannya sekitar Rp 3,4 miliar,”tegasnya. 

Data didapat 1minute.id  pilbup Gresik ini ada 2.264 tempat tempat pemungutan suara (TPS). Setiap TPS rata-rata 7 petugas. Total petugas yang terlibat sekitar 15.848 orang.  Ditambah Petugas Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) mencapai 22 ribuan. Anggaran Covid-19 sebesar Rp 150 ribu per anggota dibutuhkan anggaran Rp 2,4 miliar.

Roni mengatakan, setiap TPS akan disiapkan tiga bilik suara. Dua bilik suara untuk pemilih yang suhu tubuhnya di bawah 37 derajat celcius. “Satu bilik suara untuk pemilih yang hasil pengecekan thermo gun diatas 37,5 derajat celcius,”terangnya.

SOSIALISASI : Ketua KPU Gresik Akhmad Roni dalam sosialisasi Pilbup Gresik kerjabareng PWI Gresik, Senin 26 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Saat ini, pihaknya sedang mengusulkan tinta tetes bagi pemilih yang telah melaksanakan hak pilihnya. “Pemilu sebelumnya pemilih mencelup jari ke wadah tinta,”katanya.

Bagaimana dengan pemilih yang terkonfirmasi korona? Mereka ada melakukan isolasi mandiri, dirawat di rumah sakit atau di pondok rehabilitasi korona di Stadion Gelora Joko Samudro (G-Jos).

Roni mengatakan, pemilih yang terkonfirmasi korona tetap memiliki hak untuk partisipasi dalam pilbup. “Nanti ada petugas memakai hazardous materials (hazmat) yang mendatangi pemilih yang terkonfirmasi korona,”tegasnya. Perkembangan korona di Kota Santri menunjukkan indikasi tertangani semakin baik.

Saat ini, status Gresik di zona oranye akan terus baik hingga zona hijau. “Saat pencoblosan wabah korona telah terselesaikan,”harapnya. 

Sehingga partisipasi masyarakat dalam pilbup ini bisa mencapai standar nasional yakni 77,5 persen. “Target itu memang sulit. Apalagi saat ini kegiatan dibatasi,”tegasnya.
Sebagai ilustrasi pemilu 2010 tingkat partisipasi masyarakat “hanya” 70,1 persen. Pad 2015 meningkat menjadi 70,10 persen. Pada pemilu 2019 menjadi 85,18 persen. (*)

KPU Sediakan Bilik Khusus Pemilih Suhu Badan Diatas 37,5 Derajat Celcius. Pemilih Terkonfirmasi Korona Petugas Datangi Pakai Hazmat Selengkapnya

Satu Komando, Menangkan NIAT. Mbalelo Siapkan Sanksi Pemecatan

GRESIK, 1minute.id – Kontestasi pemilihan bupati (Pilbup) semakin dekat. Pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Gresik terlihat semakin solid untuk memenangkan pasangan calon (paslon) Bupati – Cawabup, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (NIAT).

Seluruh pengurus  partai yang mengusung paslon nomor urut dua itu menyatakan akan all out untuk memenangkan NIAT. 
Sekretaris DPC PPP Gresik Khoirul Huda mengatakan, dalam pertemuan dilakukan Minggu, 25 Oktober 2020, pimpinan pusat telah menginstruksikan kepada pengurus mulai kabupaten hingga desa untuk memenangkan paslon NIAT.

“Semua jajaran PPP Gresik mulai tingkat kabupaten hingga desa harus satu komando memenangkan Niat. Hal ini tak bisa ditawar-tawar lagi,”tegas Ketua DPC PPP Gresik Ahmad Nadlir, Senin 26 Oktober 2020.

Dia menanbahkan pihaknya telah menginstruksikan semua pengurus dan kader PPP agar satu suara, satu tujuan, satu perjuangan untuk mewujudkan kemenangan Niat di Pilbup Gresik. “Alhamdulillah, semua kader dan pengurus sudah bulat, satu suara siap memenangkan Niat,”ujar Nadlir.

SOLID : Pengurus DPC PPP Gresik siap menangkan NIAT pada Pilbup Gresik ( foto : NIAT for 1minute.id)

Sementara Sekretaris DPC PPP Gresik Khoirul Huda menambahkan proses penentuan rekomendasi oleh DPP kepada Gus Yani-Bu Min di Pilbup Gresik 2020 membutuhkan waktu cukup panjang. “Makanya, kenapa akhirnya DPP menjatuhkan pilihan kepada Niat, sebab DPP menilai Niat yang terbaik untuk pemimpin Gresik lima tahun mendatang,”kata Huda.

Karenanya, DPC PPP telah menginstruksikan kepada semuanya pengurus dan kader wajib memenangkan Gus Yani – Bu Min di Pilbup 2020,”imbuh Huda yang juga Ketua Tim Pemenangan Niat ini.

“Insya Allah, semua infrastruktur untuk berikhtiar memenangkan Paslon Niat sudah siap. Insya Allah ikhtiar kami ini akan berbuah hasil, Niat yang akan memenangkan Pilbup 2020 untuk mewujudkan Perubahan Gresik Baru yang lebih baik,”tambahnya. (*)

Satu Komando, Menangkan NIAT. Mbalelo Siapkan Sanksi Pemecatan Selengkapnya

Tim Kesehatan Lingkungan Kemenkes dan Hakli Visitasi ke Desa Sekargadung, UMKM Produksi Alkes

GRESIK,1minute.id – Pagebluk korona belum diketahui kapan berakhir. Pemkab Gresik terus berupaya membangkitkan usaha menengah kecil mikro (UMKM). Tentu tetap memperhatikan protokol kesehatan (Prokes). 

Upaya dilakukan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto sampai ke Kementerian Kesehatan. Tim kemenkes itu bersama himpunan ahli kesehatan lingkungan Indonesia (Hakli) mengunjungi kantor Pemkab Gresik, Kamis 22 Oktober 2020.

Tim kemenkes dipimpin Direktur Kesehatan Lingkungan lmran Agus itu diterima langsung Bupati Gresik Sambari Halim Radianto di ruang Putri Cempo. Kedatangan Tim Kemenkes dan jajaran pengurus pusat Hakli diketuai Arif Sumantri itu  kulonuwun  untuk melaksanakan  visitasi kegiatan intervensi Kesehatan lingkungan pada pencegahan dan penaganan Covid-19 di Desa Sekargadung, Kecamatan Dukun.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menyambut dengan tangan terbuka kedatangan tim kemeskes dan jajaran pengurus Hakli dari pusat, regional hingga kabupaten. “Kami berterima kasih karena tempat yang dipilih untuk kegiatan visitasi ini ada di desa yang jauh dari kota Kabupaten Gresik,” kata Bupati Sambari.

Berdasarkan google map jarak Pemkab Gresik – Desa Sekargadung, Kecamatan Dukun sejauh 33 kilometer. 

Masih menurut Bupati Sambari. pemilihan visitasi di Desa Sekargadung sangat tepat. “Mengingat, bila yang jauh dari kota Gresik saja bisa berhasil dan baik, maka akan memperbaiki wilayah sekitarnya terutama yang dekat dengan wilayah kota,”kata bupati berlatar pengusaha ini.

Pada kesempatan itu, Bupati Sambari tidak lupa juga menyampaikan tentang penaganan Covid-19 di Gresik yang semakin hari semakin sangat menggembirakan.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes lmran Agus Nurali memuji upaya yang dilakukan oleh Pemkab Gresik dalam pencegahan Covid-19. “Kami melihat sungguh sangat baik yang sudah dilakukan Bupati Gresik dan jajarannya. Dengan menyiapkan 15 rumah sakit rujukan Covid-19 ditambah satu rumah sakit lapangan itu sudah menunjukkan keseriusan Pemkab Gresik. Apalagi dari data yang ada tingkat kesembuhannya menunjukkan hasil yang menggembirakan,”kata Imran Agus.

Imran Agus mengatakan tujuan  kegiatannya di Gresik bersama Hakli bertujuan menggerakkan masyarakat serta UKM untuk aktif melaksanakan protokol Kesehatan.

Melakukan pembinaan dan menggerakkan UMKM untuk memproduksi masker, membuat hand sanitizer, membuat desinfektan, tempat cuci tangan dan lain-lain. “Kami ingin UMKM di desa ini tetap eksis ditengah pandemik Covid-19. Bahkan UMKM ini dapat membantu mensukseskan pelaksanaan protokol Kesehatan di wilayahnya,”harap Imran Agus.

Usai bertemu Bupati,  anggota tim ini langsung melaksanakan kegiatannya yaitu visitasi kegiatan intervensi Kesehatan lingkungan pada pencegahan dan penaganan Covid 19 di Desa Sekargadung, Kecamatan Dukun, Gresik. (*)

Tim Kesehatan Lingkungan Kemenkes dan Hakli Visitasi ke Desa Sekargadung, UMKM Produksi Alkes Selengkapnya