Baznas Gresik Borong 5 Kategori Baznas Award RI, Wapres : Perbuatan Ekosistem Zakat 

GRESIK,1minute.id – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memperkuat ekosistem zakat. Ada tiga hal yang harus dilakukan Baznas untuk menguatkan ekosistem zakat. Pertama, meminta pengembangan strategi penguatan ekosistem zakat melalui potensi, kekuatan, dan tantangan dari setiap komponen ekosistem zakat.

“Kembangkan strategi penguatan ekosistem zakat nasional. Potensi, kekuatan, dan tantangan dari tiap komponen ekosistem zakat perlu dipetakan dengan saksama. Selanjutnya, agar disusun strategi penguatan dari masing-masing komponen ekosistem zakat tersebut,” ujar Wapres Ma’ruf Amin dalam sambutannya Penganugerahan Baznas Award di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta pada Selasa, 21 Maret 2023. 

Dalam ajang yang mengusung tema “Berkah Berzakat, Terima Kasih Muzakki Terima Kasih Mustahik” ini dihadiri Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki, Ketua Baznas RI KH Noor Achmad. Juga Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan diwakili Sesmenko Letjend TNI Teguh Puji Rumekso. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, salah satu penerima awarding dalam kategori Bupati Pendukung Utama Pengelolaan Zakat diwakili oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Sedangkan, Baznaz Gresik menyabet kategori Infrastruktur terbaik, pengelola Sumber Daya Manusia (SDM) amil zakat, serta pengguna Sistem Informasi Management Baznaz (SIMBA) terbaik kali ke-4 se-Indonesia.

Wapres melanjutkan, sertifikasi kompetensi amil zakat diperbanyak sebagai salah satu strategi meningkatkan kepercayaan muzaki (pemberi zakat). “Salah satunya, saya minta sertifikasi kompetensi amil zakat agar terus diperbanyak. Sebagai komponen utama ekosistem zakat. Sertifikasi ini sertifikasi kompetensi amil zakat, akan menambah kepercayaan muzaki karena dana zakatnya dikelola oleh pihak yang profesional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Baznas RI Noor Achmad mengatakan, kepercayaan masyarakat terus meningkat kepada Baznas. Indikator ada pengumpulan zakat ada kenaikan 30 persen hingga 35 persen. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengapresiasi Baznas Gresik yang ikut berkontribusi membantu permasalahan sosial di daerah. “Mudah mudahan Baznas Gresik terus mendorong bantuan-bantuan yang disalurkan ini dapat memiliki nilai produktif untuk masyarakat. Sehingga bermanfaat secara berkelanjutan,” tutur Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah.

Dikatakan, pemerintah daerah akan terus berupaya mendorong penyaluran zakat, infaq dan sedekah melalui melalui Baznas Gresik. “Atas nama pemerintah daerah kami ucapkan terima kasih kepada Baznas Gresik, yang telah bekerja maksimal dalam mengumpulkan dan mengelola zakat. Juga kepada masyarakat, para muzakki dan organisasi pengumpul dan pengelola zakat lainnya,” katanya. 

Pada kesempatan sama, Ketua Baznas Gresik Muhammad Mujib berharap, Baznas menjadi lembaga yang terus dipercaya masyarakat dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat, infaq, dan sedekah. “Dengan perolehan 5 kategori penghargaan ini kedepan kita lebih mengoptimalkan pengelolaan zakat dan pemberdayaan. Baik pemberdayaan SDM, distribusi serta program Baznas,” ungkap Mujib. (yad)

Baznas Gresik Borong 5 Kategori Baznas Award RI, Wapres : Perbuatan Ekosistem Zakat  Selengkapnya

Jazilul Fawaid, Wakil Ketua MPR RI Dorong Perusahaan Dukung Fasilitas Kesehatan Warga Gresik

GRESIK,1minute.id – Fasilitas kesehatan Klinik Mabarrot Hasyimiyah MWC NU Manyar bertambah. Yakni, satu unit mobil ambulans. Penyerahan mobil ambulans itu dilakukan oleh Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid pada Selasa, 21 Maret 2023.

Mobil ambulans tersebut merupakan bentuk tanggungjawab sosial dan lingkungan (Corporate Social Responsibility/CSR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai wujud aspirasi yang diperjuangkan oleh anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur X (Gresik-Lamongan) itu. 

Jazilul Fawaid mengajak industri yang ada di Gresik untuk berpartisipasi terhadap lingkungan sekitar, diantaranya fasilitasi kesehatan masyarakat. Terlebih perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Sesuai mandat konstitusi, semua warga negara punya hak untuk mendapatkan akses kesehatan, termasuk fasilitas-fasilitas lain. Nah, negara harus bertanggungjawab. BRI sebagai salah satu wajah negara, selain memiliki fungsi ekonomi, juga harus membantu pemerintah dalam hal-hal lain seperti fasilitasi kesehatan masyarakat,” ujar Gus Jazil-panggilan akrab-Jazilul Fawaid pada Selasa, 21 Maret 2023.

Ia melanjutkan NU selalu memiliki semangat untuk membangun berbagai sarana sosial kemasyarakatan seperti lembaga pendidikan maupun kesehatan. Semangat membangun tersebut harus didukung oleh semua kalangan. Sebab, NU tidak bisa berjalan sendiri untuk mewujudkan berbagai program yang dicanangkan. “Kehadiran perusahaan seperti BRI bisa meringankan iuran warga NU. Bantuan ini bisa memberikan keberkahan buat BRI maupun NU serta warga Manyar dan sekitarnya,” kata pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Sunanul Muhtadin, Kecamatan Sidayu, Gresik ini.

Gus Jazil juga mengajak semua pihak untuk mendukung mimpi Klinik Mabbarot Hasyimiyah Manyar sebagai rumah sakit (RS). Selain itu, saat ini PCNU Gresik juga mencanangkan pembangunan RS di wilayah Cerme. “Ini perlu juga disiapkan sumber daya manusianya (SDM). Sebab nggak bisa rumah sakit berdiri kalau nggak ada dokternya. Kita ini sangat kekurangan dokter, terutama dokter spesialis,” katanya.

Karena itu, ia menyarankan agar NU Gresik bekerjasama dengan wali murid yang memiliki anak berprestasi untuk menyiapkan program pembibitan dokter. “Anak yang punya kecerdasan tapi nggak punya biaya dibantu karena biaya sekolah kedokteran itu tinggi. Jadi jangan sampai kita membangun klinik atau rumah sakut tapi dokternya nggak ada,” katanya.

Kesehatan menjadi hak dasar manusia, selain hak untuk menjalankan agama, menjaga akal, menjaga harta dan keturunan. Salah satu fungsi dari mendirikan mabarrot, klinik atau rumah sakit adalah menjaga agar warga NU di Gresik ini sehat jasmaninya. “]Jadi NU selain menjaga rohani, juga jasmaninya,” kata Ketua Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran (PTIQ) Jakarta ini.

Pemberian mobil ambulans ini, katanya, sebagai wujud partisipasi perusahaan di Gresik dalam mendukung kesehatan warga. “Di Kecamatan Manyar ini banyak sekali perusahaan. Bahkan sekarang ada JIIPE, smelter emas pun ada. Ayo semua perusahaan di Gresik untuk ikut membantu kesehatan warga sebab keberadaan perusahaan pasti memberikan pengaruh terhadap kesehatan lingkungan,” tuturnya.

Hadir dalam penyerahan mobil ambulans tersebut, Ketua Fraksi PKB DPRD Gresik M Syahrul Munir, Ketua Tanfidziyah MWC NU Manyar Ainul Maarif, Syuriah MWC NU Manyar Suhaili Idris, Direktur Klinik Mabarrot Hasyimiyah dr. Atabik, dan perwakilan BRI Christine Mayasari. (yad)

Jazilul Fawaid, Wakil Ketua MPR RI Dorong Perusahaan Dukung Fasilitas Kesehatan Warga Gresik Selengkapnya

104 Mahasiswa Kandidat Dapat Bansos Beasiswa dari Pemkab Gresik, Siapa Saja Mereka!

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 104 mahasiswa asal Gresik berasal dari 12 perguruan tinggi mengikuti sosialisasi bantuan sosial (bansos) di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 20 Maret 2023. Mereka ini kandidat penerima beasiswa 2023 dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. 

Bansos beasiswa ini disalurkan oleh Bagian Sosial Sekretariat Daerah (Setda) Gresik. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, bantuan sosial beasiswa ini merupakan bentuk support dari Pemerintah Kabupaten Gresik kepada mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di jenjang perguruan tinggi.

“Kita mendengar masukan dari masyarakat, bahwa banyak dari mahasiswa kita yang tidak terakomodir dalam program beasiswa yang ada. Oleh karenanya, ini menjadi tanggung jawab dari Pemerintah Kabupaten Gresik membantu mahasiswa tersebut,” ujar Bu Min-sapaan karib-Wabup Aminatun Habibah.

Program bansos beasiswa ini, lanjutnya, merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah kepada mereka yang telah membawa harum nama Kabupaten Gresik baik di kancah nasional maupun internasional. Pendidikan merupakan jawaban atas semua permasalahan yang ada di kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

“Mudah-mudahan ini menjadi bantuan yang bermanfaat bagi adik-adik semua. Semoga menjadi motivasi untuk belajar lebih baik, menjadi insan-insan berprestasi yang nantinya bisa mengabdikan dirinya kepada Kabupaten Gresik dimanapun berada,” kata Wabup berlatar Pendidik itu.

Sebagai informasi, bantuan sosial beasiswa ini berdasarkan peraturan Bupati Gresik nomor 19 tahun 2023. Dalam Perbup tersebut, bagian Kesra Sekda Gresik didapuk untuk mengelola bantuan sosial beasiswa untuk mahasiswa.

Dalam Perbup nomor 19 tahun 2023 tersebut, terdapat 4 kriteria calon penerima bantuan sosial. Yakni mahasiswa kurang mampu, mahasiswa hafidz Quran, mahasiswa berprestasi, dan mahasiswa difabel. (yad)

104 Mahasiswa Kandidat Dapat Bansos Beasiswa dari Pemkab Gresik, Siapa Saja Mereka! Selengkapnya

Suasana Tradisi Padusan Menyambut Ramadan di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Marhaban Ya Ramadan. Bulan suci yang paling tunggu-tunggu umat muslim ini kurang hitungan hari. Tradisi menyambut Ramadan mulai terasa di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik pada Minggu, 19 Maret 2023. Diantaranya, padusan.

Padusan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik berbeda dengan yang lainnya. Padusan atau Megengan di kota berpenduduk 1,2 juta jiwa ini berziarah dan membersihkan makam leluhur atau keluarga jelang Ramadan. Karena itulah, hampir setiap pemakaman Islam dan umum di Gresik banyak dikunjungi warga.

BUAH LANGKA : Buah Kinco atau Kawista menjadi dagangan “wajib” saat Padusan menyambut bulan suci Ramadan di Makam Islam Tlogopojok pada Minggu, 19 Maret 2023 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Yang paling ramai dikunjungi warga Kota Santri ini adalah makam Islam Tlogopojok yang berada di Jalan Gubernur Suryo, Kelurahan Tlogopojok, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Dan, Pemakaman Umum Sumur Song di Jalan Panglima Sudirman, Gresik. Dua tempat pemakaman ini cukup luas. Ada ratusan bahkan ribuan orang yang dimakamkan di sana.

Pemakaman Islam Tlogopojok yang hari-hari bisa sepi. Saat, padusan berubah 180 derajat. Riuh. Ratusan ribu peziarah mengalir mulai pagi hingga sore. Padusan menjadi momentum warga sekitar untuk membuka lapak. Berjualan mulai kembang untuk nyekar, kuliner hingga mainan. Seperti, nasi kuning wadah perahu karton, endog Bader, Sego Romoo dan Buah Kinco alias Kawista. 

Kinco jarang ditemukan di tempat perbelanjaan pada hari-hari biasa. Karena itu, ada yang menyebutkan buah dengan kelopak keras dengan isi berwarna kecoklatan dan berbiji itu buah khas Padusan. Sedangkan, permainan yang biasa dijual adalah kapal perang tek..tek..tek. Dan, damarkurung. 

KAPAL TEK…TEK : Penjual kapal mainan ini mudah ditemui setiap Padusan di Makam Islam Tlogopojok pada Minggu, 19 Maret 2023 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Menurut Muslimin, 50, padusan atau megengan ini tradisi turun temurun. Padusan disini beda. “Padusan di Gresik melakukan bersih-bersih makam dan kemudian berdoa kepada sang Khaliq,” katanya.  “Nah, selesai dari nyekar di makam leluhur atau kerabat ini, mereka pulang dan mandi untuk mensucikan diri,” imbuhnya. 

Padusan berasal dari bahasa Jawa adus yang berarti mandi. Makna padusan bagi masyarakat Jawa adalah menyucikan diri serta membersihkan jiwa dan raga dalam menyambut datangnya bulan suci. Tujuannya agar saat Ramadan datang, umat Islam dapat menjalani ibadah dalam kondisi suci lahir maupun batin. (yad)

Suasana Tradisi Padusan Menyambut Ramadan di Gresik  Selengkapnya

Fasyen Batik Tenun Khas Gresik Meriahkan Festival Pariwisata Budaya dan Konser Anak Bangsa 

GRESIK,1minute.id – Festival Pariwisata Budaya dan Konser Anak Bangsa di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) semarak pada Sabtu malam, 18 Maret 2023. Semua yang tampil dalam festival sebagai penuntup rangkaian perayaan HUT ke-49 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dan Hari Jadi (Harja) ke-536 Kota Gresik ini adalah warga Gresik. 

Diantaranya,  kelompok seni dari Pemkab Gresik menampilkan busana kostum karnival, peragaan busana batik diperagakan oleh Duta Wisata, Cak dan Yuk Gresik dengan diiringi musik yang begitu apik menambah kemeriahan acara tersebut.

Gedung olah raga indoor berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik itu terus bergerumuruh menirukan lagu-lagu hits yang dinyanyikan oleh Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar itu dengan lagu penutup berjudul Ojo Di Bandingke yang sempat viral ketika dinyanyikan oleh Farel Prayogo itu.

FASYEN BATIK : Seorang model memakai rancangan baju batik tenun khas Gresik dalam Festival Pariwisata Budaya dan Konser Anak Bangsa di Gedung WEP pada Sabtu malam, 18 Maret 2023 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Semua tamu maju dan bernyanyi bersama dengan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya mengajak untuk wujudkan kolaborasi dalam pelayanan untuk Gresik baru lebih maju. “Jaga selalu Kota Gresik, jaga kebersamaan ketertiban dan kedamaian Kota Gresik,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Selain itu, mantan Ketua DPRD Gresik itu, juga mengajak para milenial di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini ikut bersama-sama membangun Kabupaten Gresik. “Kepada seluruh organisasi kepemudaan dan seluruh masyarakat mari secara bersama-sama membangun Kabupaten Gresik menuju Gresik baru lebih maju,” ujarnya.

Dandim Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar mengaku bangga dengan ada Festival Pariwisata Budaya dan Konser Anak Bangsa ini berlangsung sukses dan meriah. “Sinergitas serta kolaborasi antar stakeholder dalam pelayanan masyarakat akan mendapatkan hasil yang lebih optimal. Mari kita bersama-sama wujudkan,” tegas Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar yang jug koordinator dalam acara ini. (yad)

Fasyen Batik Tenun Khas Gresik Meriahkan Festival Pariwisata Budaya dan Konser Anak Bangsa  Selengkapnya

Gayeng! 1,5 Jam Ngobrol Bareng Gus Miftah dan Gus Yani tentang Kebangsaan di SMA NUSA 

GRESIK,1minute.id – Sekitar 37 persen pelajar dan mahasiswa di Indonesia terindikasi terpapar faham radikalisme. Bagaimana mereka bisa terpapar. Belajarnya dari mana? “Mereka terpapar radikalisme karena belajar dari internet (media sosial),” kata Gus Miftah dalam Talk Show Kebangsaan di halaman SMA Nahdlatul Ulama 1 (NUSA) Gresik pada Sabtu, 18 Maret 2023.

Saking banyaknya siswa yang hadir lapangan bola basket tidak bisa menampung peserta talkshow atau Ngobrol bareng Gus Miftah yang bernama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman bersama Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini. 

Sehingga, peserta ngobrol bareng yang diikuti seluruh siswa SMA NUSA dan siswa kelas IX SMP Negeri se-Kecamatan Gresik meluber hingga di Jalan Raden Santri depan sekolah itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak semua yang hadir untuk memanfaatkan momen ini untuk belajar bersama dan mengaji bersama. “Kita nikmati masa-masa belajar di sekolah ini. Karena saat kita ingin sukses, maka kita harus menyiapkan ilmu seluas-luasnya. Lulus dari SMA bisa melanjutkan kuliah, jangan buru-buru menikah,” ujar Gus Yani.

Ngobrol bareng selama 1,5 jam cukup gayeng karena Gus Miftah dengan joke-joke segarnya “menembak” Agus Syamsudin, Kepala SMA NUSA seakan mati kutu. Sementara, pelajar berulangkali harus tersenyum. “Agus Syamsudin statusnya D2 (Duda),” kata Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Jogjakarta itu membuat siswa tersenyum. 

Kondisi itu, membuatnya prihatin. Realita sosial yang terjadi saat ini, dimana anak muda banyak yang belajar dari internet. “Perlu diperhatikan sumber-sumber keilmuan yang kita pelajari ilmunya. Harus jelas dan tidak menyesatkan. Apalagi disusupi berbagai paham-paham yang menyesatkan,” ungkap Gus Miftah. Ia pun berpesan kepada generasi muda saat ini untuk terus menjaga rasa cinta tanah air, sebagai antitesis paham radikalisme. (yad)

Gayeng! 1,5 Jam Ngobrol Bareng Gus Miftah dan Gus Yani tentang Kebangsaan di SMA NUSA  Selengkapnya

Siswa Kelas IX UPT SMP Negeri 4 Gresik Gelar Karya Daur Ulang Di Ruang Kelas, Begini Kehebohannya!

GRESIK,1minute.id – Siswa kelas IX menggelar pameran hasil karya mereka selama di UPT SMP Negeri 4 Gresik. Gelar Karya siswa terbesar dalam sejarah berdirinya sekolah berada di Jalan Proklamasi, Gresik itu digelar sembilan ruang kelas pada Sabtu, 18 Maret 2023. 

18032023-kolamIKAN
Botol plastik bekas menjadi barang menarik berbentuk ikan di tangan siswa kelas IX UPT SMP Negeri 4 Gresik dalam Gelar Karya Seni, Budaya dan Keterampilan (SBK) pada Sabtu, 18 Maret 2023 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

« dari 6 »

Temanya bebas memilih. Akan tetapi, karya yang dipamerkan tetap menggunakan bahan utama yakni bahan daur ulang dan ramah lingkungan. Seperti, botol dan gelas plastik, kertas bekas, kain, zat pewarna alami dan bahan lain. 

Sebab, lembaga yang dipimpin oleh  Arif Abd Rohman itu menyandang predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri dan Sekolah Penggerak di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Setiap kelas berlomba menjadi terbaik dan paling menarik bagi pengunjungnya. Pasalnya gelar karya atau pameran ini akan menjadi penilaian dalam praktik mata pelajaran seni, budaya dan keterampilan (SBK).

Menurut Guru SBK UPT SMP Negeri 4 Gresik Sigit Sasongko, Gelar Karya atau pameran kelas IX dalam rangka ujian praktek mata pelayanan seni budaya dan keterampilan (SBK). 

Kenapa di bikin Gelar Karya atau Pameran? Sekolah menginginkan mengekspose hasil kerajinan anak peserta didik kepada teman-teman atau adik kelas serta bapak ibu guru.  “Harapannya siswa lebih percaya diri terhadap hasil karya selama belajar di UPT SMP Negeri 4 Gresik,” kata Sigit Sasongko didampingi guru SBK Fakhruddin Yusuf, dan guru IPS Surya Yetni pada Sabtu,18 Maret 2023.

Selain itu, Gelar Karya ini diharapkan menjadi inspirasi bagi adik kelas mereka yang saat ini duduk di kelas VII dan VIII SMP Negeri 4 Gresik lainnya. “Ini (Gelar Karya) ini pertama,” sela Fakhruddin Yusuf, guru SBK lainnya. Karya yang dipamerkan bisa karya siswa waktu mereka masih kelas VII, VIII dan IX. Karya di koreksi oleh teman-teman satu kelas sendiri. Mana karya yang layak untuk dipamerkan. 

“Kami, para guru hanya melakukan pendampingan. Keputusan berada di seksi kelas masing-masing,” terangnya. Masih menurut Sigit, ada tiga kreteria penilaian yang dilakukan oleh guru mapel. Pertama, Karya individu masuk ke dalam karya kelas. “Keaktifan panitia kelas masing-masing,” ujarnya.  

Kedua penilaian proses. “Penilaian proses ini berdasarkan waktu deadline. Penyelesaian pekerjaan mulai dekorasi, kebersihan dan kekompakkan,” terangnya. Dan, penilaian ketiga terakhir, daftar pengunjung. ” Ada buka daftar pengunjung di hari pelaksanaan Gelar Karya dan respon dari pengunjung,” tegasnya. Dari tiga kriteria itu, kemudian diambil rata-rata untuk masuk dalam nilai praktek. 

Dalam pengamatan wartawan 1minute.id , setiap kelas menggemas ruang kelas mereka dengan apik. Ada yang melengkapi dengan kolam ikan , ada mengusung tema halloween atau rumah hantu. Ada menyerupai sebuah gua, ada mengusung tema Harry Potter. Dan, ada memakai baju kustom burung merak berbahan daur ulang plastik, dan karton. Setiap kelas juga membuat brosur yang menarik dengan embel-embel setiap pengunjung mendapatkan snak dan minuman gratis. 

“Siswa setiap kelas urunan sendiri-sendiri. Mulai dekorasi hingga makanan ringan untuk pengunjung,” kata Fakhruddin Yusuf dan diamini oleh Sigit Sasongko dan Surya Yetni. (yad)

Siswa Kelas IX UPT SMP Negeri 4 Gresik Gelar Karya Daur Ulang Di Ruang Kelas, Begini Kehebohannya! Selengkapnya

Sinergi Bangun Kesadaran Peduli Lingkungan dan Perubahan Iklim di Pulau Bawean

“Peran serta anak muda sangat penting dalam merespon ancaman dari kerusakan lingkungan dan perubahan iklim masa kini”

Kesadaran peduli lingkungan perlu di bangun dan disuarakan oleh berbagai pihak baik itu pemerintah dan masyarakatnya. Isu kerusakan lingkungan dan  perubahan iklim adalah tanggungjawab bersama untuk terus menjaga dan melestarikan alamnya, karena pemanasan global yang tambah meningkat, memicu perubahan iklim yang tidak menentu.

Banyak kegiatan-kegiatan masyarakat yang peduli tentang lingkungan, terkait juga tentang masyarakat pesisir pulau Bawean yang perlu terus dibangun sumber daya masyarakat pesisir dan nelayannya, seperti menjaga ekosistem didalam laut contohnya ekosistem lamun dan karangnya, selain itu bagian daratnya mulai dari mangrove dan Nipah, tidak lupa mengenai sampahnya di bibir-bibir pantai, karena itu semua berkaitan dengan keberlangsungan jenis mahluk hidup di laut.

Kegiatan pada umumnya di masyarakat sudah memiliki konsentrasi dan kemauan yang sama untuk menjaga lingkungannya terutama masyarakat adat Bawean  yang mewarisi dalam menjaga dan melestarikan alam sekitar. Semangat ini, perlu dimotivasi dan di bangun oleh pemerintah dan bersama masyarakatnya.

Ada beberapa kegiatan berbagai pendekatan seperti aksi lingkungan, Edukasi, advokasi, pendidikan dan adat leluhur ( Masyarakat Adat Bawean )  semuanya bersinergi menjaga bumi Bawean dari ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang terjadi di 3 tahun terakhir ini perlu digalakkan.

“Peran serta anak muda sangat penting dalam merespon ancaman dari kerusakan lingkungan dan perubahan iklim masa kini. Kita bisa lakukan mulai dari hal kecil untuk melestarikan lingkungan kita dengan merawat tanaman, menanam pohon, merawat sungai, tidak membuang sampah ke sungai maupun ke pantai serta menjaga kelestarian alam kita mengingat suhu bumi meningkat lebih cepat dari prediksi yang sudah ditentukan”.

Kita berharap, anak muda Bawean bagian dari masyarakat adat Bawean itu sendiri yang merupakan ujung tombak dalam hal menciptakan perubahan akan semakin peduli terhadap isu iklim dan lebih tahu untuk mencintai dan melestarikan alam.

“Kalau kita bersama sama dan semakin sadar untuk mencintai lingkungan, khususnya terkait alam pulau Bawean dari ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, pulau kita akan aman dari berbagai ancaman,”.

Sedikit usulan kami pada pemerintah daerah atas bencana banjir dan longsor yang terjadi di Bawean.Pemetaan kemampuan tanah atau lahan terkena curah hujan tinggi dalam kategori rentan (agregat tanah kurang mampu menahan run off). Melakukan dan memperhatikan kawasan yang lebih tinggi (dataran tinggi atau medium) agar segera membuat resapan alami dengan tanaman bambu  yang mampu menahan limpahan air run off.

Dan pada desa desa terdampak bisa dipetakan bagaimana model serapan run off saat dalam intensitas tinggi. Pentingnya waduk sebagai penampung dan pengendali debit air di beberapa kawasan yang rawan. “Selain konservasi, alam juga perlu direkayasa secara alami”. 

Oleh : Yusra, S.Pd., M.Si  (Koordinator Penelitian, pendidikan, Pengembangan SDM dan Inovasi dari Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean)

Sinergi Bangun Kesadaran Peduli Lingkungan dan Perubahan Iklim di Pulau Bawean Selengkapnya

Mulai Bupati Gresik Hingga Camat Teken Komitmen Bersama Percepat Zero Stunting

GRESIK,1minute.id – Angka Stunting masih dua digit atau 10,7 persen sebelumnya mencapai 23 persen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik tidak mengendorkan niatnya untuk menuntaskan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak itu. 

Bahkan, duet Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah, Bupati Gresik dan Wakil Bupati Gresik bertekad mewujudkan zero stunting di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Bupati Fandi Akhmad Yani, Wabup Aminatun Habibah, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman bersama Kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat, Perwakilan unsur pendidikan, Organisasi Masyarakat (Ormas) menandatangani komitmen bersama percepatan penanggulangan stunting.

“Angka prevalensi stunting kita memang sudah terjun bebas, dari 23% menjadi 10,7%, dibawah angka Provinsi Jawa Timur. Ini merupakan hasil kerja bersama dari berbagai pihak dan akan terus kita lakukan hingga stunting kita nol,” ujar Gus Yani, begitu Bupati Fandi Akhmad Yani

saat membuka kegiatan Rembuk Stunting 2023 di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 15 Maret 2023.

Ia menambahkan, dari data yang ada saat ini terdapat 3.701 kasus stunting yang ada di Kabupaten Gresik. Dirinya membayangkan, jika pegawai di lingkungan Kabupaten Gresik dan masyarakat yang berkecukupan mau untuk menjadi orang tua asuh, maka angka tersebut sudah selesai.

“Kita lakukan intervensi dengan menyisihkan rezeki minim 10 ribu rupiah per hari. Kita berikan susu, kacang hijau, atau makanan bergizi lainnya selama 90 hari. Saya yakin permasalahan ini selesai, karena kecenderungannya angka yang sembuh dari stunting lebih besar dibandingkan jumlah kasus baru,” katanya. 

Semangat sosial ini, lanjutnya, sejatinya telah diawali jajaran ASN dan BUMD di lingkungan Kabupaten Gresik. Lewat surat edaran awal Maret 2023 lalu, jajaran ASN dihimbau untuk berbelanja kebutuhan pokok guna disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk diantaranya untuk balita stunting. Hal ini lantas dilanjutkan dengan terbitnya Peraturan Bupati Gresik No.9 tahun 2023 tentang percepatan penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Gresik.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang juga sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) melakukan sinergi antarlembaga dalam mewujudkan zero stunting.

“Prevalensi angka stunting kita memang turun, namun angkanya masih tinggi. Saat ini kita ada di posisi ke 6 dari bawah di tingkat Jatim. Oleh karenanya, perlu intervensi lebih lanjut melalui sinergi semua lembaga,” ujar Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah. 

Intervensi ini, menurutnya harus terintegrasi satu dengan yang lain. Contohnya adalah intervensi lewat konsumsi tablet tambah darah bagi siswi SMA/pondok pesantren. Diinisiasi oleh dinas kesehatan lewat puskesmas di tiap kecamatan, intervensi ini juga harus bersinergi dengan dinas pendidikan agar tujuan intervensi bisa tercapai.

“Contoh lain adalah sinergi kita dengan pengadilan agama. Kita sudah membangun komunikasi intens agar izin nikah di usia muda bisa diminimalisir. Hal-hal semacam inilah yang harus terus kita lakukan,” tegas Wabup berlatar pendidik itu.

Dalam kesempatan ini, Pemkab Gresik telah memetakan calon Lokasi Fokus (Lokus) intervensi percepatan penurunan stunting terintegrasi Gresik 2024. Calon lokus tersebar di 19 desa di 7 kecamatan. Harapannya, dengan ditetapkannya lokus akan semakin memudahkan upaya penurunan stunting di daerah tersebut. (yad)

Mulai Bupati Gresik Hingga Camat Teken Komitmen Bersama Percepat Zero Stunting Selengkapnya

3 Pengedar Sabu-sabu Ditangkap Di Mengare dan Bawean 

GRESIK,1minute.id – Peredaran narkoba beralih ke kepulauan. Pulau Bawean dan Pulau Mengare, menjadi sasaran baru para pengedar sabu-sabu. Warga di kepulauan yang religius harus ekstrawaspada. Indikasi peredaran barang haram ke warga kepulauan berdasarkan hasil ungkap Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gresik dalam sepekan terakhir ini.

Di kepulauan Bawean yang berjarak 80 mil laut, anak buah AKBP Adhitya Panji Anom, Kapolres Gresik mengamankan dua orang tersangka. Mereka berinisial NH, 30, warga Desa Kepuh Legundi dan AW. warga Desa Kepuh Teluk. Keduanya berada di Kecamatan Tambak, Pulau Bawean. Pengedar dan pemakai. Bila di daratan  biasanya transaksi jual beli dilakukan malam hari. Di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean transaksi sabu-sabu dilakukan pagi hari, sekitar pukul 08.00 WIB.

“Ada dua orang pelaku yang kami amankan di Pulau Bawean.  Keduanya adalah pengedar sabu-sabu,” kata Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kasatreskoba Polres Gresik AKP Tatak Sutrisno pada Rabu, 15 Maret 2023.

Berikutnya, anggota Satresnarkoba Polres Gresik menyasar ke Pulau Mengare,  Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Pulau Mengare terdapat tiga desa yakni Kramat, Tanjung Widoro dan Watuagung. Mayoritas warga adalah petani tambak. Mengare dikenal dengan ikan bandeng yang gurih dan tidak bau tanah. Petambak di pulau  langganan menjuarai kontes ikan bandeng kawak di Pasar dan Lelang Bandeng di Gresik. 

Pulau ditengarai menjadi sasaran para bandar dan pengedar narkoba. Dugaan polisi mendekati kebenaran. Seorang pemuda berinisial MN, 41, asal Desa Watuangung dibekuk. Tersangka yang diduga pengedar sabu-sabu ini sedang berada di warung kopi di desanya sekitar pukul 18.30 WIB. ” Kami berhasil gagalkan peredaran narkoba di Mengare. Seorang tersangka dengan tiga poket sabu-sabu kami amankan,” tambah AKP Tatak Sutrisno. Dalam penggeledahan di rumah tersangka polisi kembali menemukan barang bukti dua klip sabu-sabu masing-masing berat kotor 0,93 gram dan 1,35 gram. 

Polisi menjerat ketiga pengedar di dua kepulauan itu dengan  Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (yad)

3 Pengedar Sabu-sabu Ditangkap Di Mengare dan Bawean  Selengkapnya