Harlah Emas PPP, Bupati Gresik Ingatkan Lagi tentang Loyalitas, Kompak dan Konsisten

GRESIK,1minute.id – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Pantai Persatuan Pembangunan (PPP) Gresik menggelar puncak Hari Lahir (Harlah) ke-50 pada Minggu, 29 Januari 2023. Harlah Emas dipusatkan di Gedung Nadwah Rushaifah Mambaus Sholihin, Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. 

Ribuan kader dan simpatisan partai berlambang Kakbah itu memenuhi gedung tersebut. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hadir langsung untuk mengucapkan selamat Hari Lahir PPP di acara sederhana namun khidmat itu.

Harlah ke-50 ini juga dihadiri oleh Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono, Sekretaris Jenderal PPP Moh. Arwani Thomafi, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Timur Mundjidah Wahab, Ketua DPC PPP Gresik Khoirul Huda, Pengasuh Pondok Pesantren KH. Masbuhin Faqih, dan anggota Gerakan Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Gresik. 

Pada kesempatan itu, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani memberikan “tausiyah” politik dihadapan kader partai itu. Ada masukkan yang diberikan dalam membangun organisasi yang solid. Diawali dengan loyalitas, yang merupakan kekuatan utama dalam menjalankan organisasi.

“Buntut organisasi adalah loyalitas. Maka organisasi tanpa loyalitas tidak akan bisa melampah (berjalan),” ujarnya di depan ribuan kader PPP Gresik. Yang kedua adalah kekompakan. Ini dimaksudkan agar sesama anggota tidak melihat anggota lain sebagai kompetitor. Dan yang ketiga, adalah konsisten.

“Jangan anggap rekan kita sebagai kompetitor. Harus sama-sama berjuang. Maka saya berpesan kepada seluruh kader PPP Gresik agar selalu konsisten dalam menjalankan tugas-tugasnya,” ucap Gus Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Gus Yani juga menyerahkan 18 unit motor listrik bermerek Tangkas kepada DPC PPP Gresik. Penyerahan ini sebagai bentuk dukungan dan apresiasi. “Mudah-mudahan alat operasional motor listrik ini, dapat membantu dalam berkhidmat kepada masyarakat Gresik. Contoh kecil kalau ada warga yang sakit, langsung jemput dan antarkan ke rumah sakit naik motor itu,” katanya. (yad)

Harlah Emas PPP, Bupati Gresik Ingatkan Lagi tentang Loyalitas, Kompak dan Konsisten Selengkapnya

Ditinggal ke Sawah, Rumah Petani di Kricak Ludes Terbakar

GRESIK,1minute.id – Matahari baru setinggi tombak. Pardi, 70, warga Dusun Kricak, Desa Karangan, Kecamatan Benjeng,  Kabupaten Gresik sudah berada di sawah. Kakek dua cucu  itu bertani ditemani  istrinya, Ika, 60. Rumah sederhana berdinding gebyok itu kosong. 

Pardi baru satu jam berada di sawah mendapatkan kabar rumahnya terbakar. Saat itu, sekitar pukul 07.30 WIB. Pardi bergegas pulang. Namun, api yang diduga berasal dari bagian dapur itu terus membesar. Tiuapan angin dan bangunan rumah terbuat dari kayu dan bambu semakin mempercepat api membesar. Sejumlah warga setempat berusaha memadamkan amuk si jago merah itu. 

Mereka menggunakan ember, bak mandi berisi air untuk menjinakkan api. Namun, ikhtiar warga belum berhasil memadamkan api. Husen, salah satu warga setempat  berinisiatif meminta bantuan petugas Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik. Api terus membesar dan melahap seluruh bangunan rumah milik Pardi tersebut. Bangunan rumah pun ambruk, rata dengan tanah. Beruntung api tidak sampai merebet ke rumah warga lainnya. Ketika api mulai padam, petugas Damkar Gresik tiba di lokasi kebakaran. 

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik Agustin Halomoan Sinaga mengatakan, petugas damkar mendapatkan laporan kebakaran sekitar pukul 07.28 WIB. Petugas tiba di lokasi kebakaran sekitar pukul 08.00 WIB. Ada sejumlah penyebab petugas tidak bisa cepat datang ke lokasi kebakaran. Pertama, lokasi tempat kejadian kebakaran (TKK) cukup jauh. Selain itu, imbuhnya, ketika laporan masuk api sudah besar dan nyaris menghabiskan bangunan rumah. “Rumah cepat terbakar habis dikarenakan terbuat dari kayu dan bambu,” tegasnya. 

Informasi yang dihimpun keluarga Pardi masih menggunakan tungku pemasak bahan bakar kayu. Diduga, saat meninggalkan rumah, api di tungku pemasak belum mati total. Tiuapan angin membuat api di tungku membesar. Api kemudian membakar rumah. Benarkah? “Belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Masih dalam penyelidikan,” imbuhnya.

Musibah kebakaran rumah Pardi ini menambah panjang jumlah kebakaran di awal tahun ini. Catatan Dinas Damkar Gresik selama Januari 2023 terjadi 6 kali kebakaran. (yad)

Ditinggal ke Sawah, Rumah Petani di Kricak Ludes Terbakar Selengkapnya

UHC Mencapai 99,65 Persen, Bupati Gresik: Psikologis Orang Sakit Tdak Sabar, Niati Pelayanan Penuh Keikhlasan

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik  melakukan pemantapan program Universal Health Coverage (UHC). Program jaminan kesehatan masyarakat Gresik telah menca cakupan sebanyak 99,65 persen sejak dilaunching pada Oktober 2022.

“Prinsipnya, kita berani memulai sesuatu yang baru itu sudah jempol. Tinggal bagaimana kita mengevaluasi apa yang salah, apa yang kurang kita perbaiki bersama-sama,” kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat bertemu dengan seluruh ekosistem kesehatan pada Fasilitias Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) wilayah Kecamatan Manyar pada Kamis, 26 Januari 2023.

Menurut Gus Yani, begitu Bupati Fandi Akhmad Yani kerap disapa, dengan adanya UHC ini program pelayanan jaminan kesehatan di Kabupaten Gresik menjadi tuntas. Pemantapan ini, menurutnya, juga harus dibarengi dengan peningkatan mutu kualitas pelayanan dasar.

Gus Yani berharap, dalam pelayanan kepada masyarakat sudah tidak ada lagi pelayanan yang kurang ramah, cemberut, atau kurang simpatik. “Ini harus benar-benar tidak ada lagi. Karena panjenengan semua ini bersentuhan langsung dengan masyarakat. Harus diingat bahwa secara psikologis, orang yang sakit itu cenderung tidak sabar. Jadi harus diniati pelayanan ini penuh keikhlasan,” tegas Gus Yani.

Orang nomor satu di Kabupaten Gresik ini juga menegaskan akan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak dalam penyempurnaan program UHC. Contohnya dalam permasalahan BPJS bagi tenaga kerja, Gus Yani mengungkapkan agar dilakukan koordinasi antara Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk ditemukan solusi.

Contoh lain menurut Gus Yani adalah, penyelarasan data kependudukan tiap-tiap wilayah yang bisa dilakukan oleh pemerintah desa sehingga bisa memudahkan program UHC berjalan lancar. Rama, salah warga Gresik yang telah menikmati program jaminan kesehatan (UHC) itu. 

Remaja 16 tahun menangis karena menahan sakit setelah terjatuh di rumah. Rama dibawa oleh orang tuanya  ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Ia hanya berbekal kartu induk anak (KIA) dan Kartu Keluarga (KK).
Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan dokter rumah sakit milik Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik itu memutuskan untuk melakukan operasi karena tulang yang patah. Proses operasi hingga obat diberikan secara gratis. Rama, satu dari ratusan warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang menikmati program 

Universal Health Coverage (UHC). 

Tahun ini, duet Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah, Bupati dan Wakil Bupati Gresik itu menganggarkan salah satu program Nawa Karsa itu sebesar Rp 100 miliar. 

Sementara itu, Kadinkes Gresik dr. Mukhibatul Khusnah, inovasi yang dilakukan oleh Puskesmas di Kabupaten Gresik ini banyak dan menyentuh permasalahan kesehatan di masyarakat. Salah satunya adalah penurunan angka stunting serta kematian ibu dan bayi.

Tak hanya membahas masalah UHC, dalam kesempatan ini ditampilkan juga berbagai kebolehan dari dokter dan perawat Puskesmas di Kecamatan Manyar. Momen haru terasa kala dipertunjukkan berbagai kebolehan dari anak-anak berkebutuhan khusus dari Puskesmas Sukomulyo. 

Di Puskesmas Sukomulyo memiliki pelayanan khusus bagi anak-anak spesial. Inovasi pelayanan tersebut juga mendapatkan apresiasi tinggi dari Gus Yani. “Pemerintah Kabupaten Gresik terus mendorong kesetaraan. Dan kedepan harapannya seluruh Puskesmas di Kabupaten Gresik memiliki pelayanan sama seperti yang ada di Puskesmas Sukomulyo ini,” pungkasnya. (yad)

UHC Mencapai 99,65 Persen, Bupati Gresik: Psikologis Orang Sakit Tdak Sabar, Niati Pelayanan Penuh Keikhlasan Selengkapnya

Kajati Jawa Timur Resmikan Rumah Rehabilitasi Napza, Khusus Pencandu Narkoba Gresik Gratis

GRESIK,1minute.id – Rumah Rehabilitasi Napza resmi berdiri di Kabupaten Gresik. Rumah rehabilitasi bagi pencandu narkotika, psikotropika dan zat terlarang (Napza) berada di kompleks Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik itu diresmikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Mia Amiarti pada Selasa, 24 Januari 2022.

Peresmian rumah rehabilitasi Napza ke-22 di Jawa Timur dan rumah rehabilitasi Napza ke-31 di Indonesia itu bersamaan dengan peresmian rumah dinas (Rumdin) Kejari Gresik dan musala Nurul Jannah dipusatkan di Kompleks Rumdin Kejari Gresik di Jalan Jurit, Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.  

Rumdin Kejari Gresik berdiri diatas lahan seluas 3.645 meter persegi (m²). Dilahan itu terdapat 14 bangunan dengan total luas bangunan 1.375 m². Belasan bangunan rumah itu, terdiri dari 1 rumdin Kejari Gresik, 6 rumdin jaksa dan 6 rumdin staf tata usaha (TU). Serta, 1 unit musala Nurul Jannah. Nama musala itu usulan dari Kejati Jawa Timur Ami Amiarti. Semua bangunan beratsitektur minimalis. 

Tanah dan bangunan rumah di kompleks rumdin Kejari Gresik itu dibangun oleh Dinas Cipta Karya Kawasan Perumahan dan Permukiman (DCKPKP) Gresik selama 4,5 bulan adalah hibah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. 

Kajati Ami Amiarti mengapresiasi berdirinya rumah rehabilitasi Napza hasil sinergi dan kolaborasi antara Kejari Gresik dengan Pemkab Gresik ini. “Ini rumah rehabilitasi Napza ke-22 di Jawa Timur. Dan, rumah rehabilitasi Napza ke-31 di Indonesia,” kata Ami Amiarti kepada  wartawan usai peresmian pada Selasa, 24 Januari 2023. Kajati Ami Amiarti didampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Muhammad Hamdan Saragih dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

“Ini suatu kebanggaan bagi kami. Karena rumah rehabilitasi Napza di Indonesia berjumlah 31. Sebanyak 22 rumah Napza ada di Jawa Timur,” imbuhnya. Berdirinya rumah rehabilitasi Napza di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini, patut diapresiasi. Apalagi, rumah rehabilitasi bagi para pencandu narkotika itu tidak dipungut biaya. “Ini kebaikan dari Bupati dan tentu bersama-sama DPRD setempat. Kami sangat terima kasih,” ujar Ami Amiarti. 

Ia menyebutkan tidak semua pencandu narkotika dilakukan rehabilitasi. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Diantaranya, pencandu bukan anggota jaringan narkoba. Baik, kurir hingga pengedar. Selain itu, bukan seorang residivis. “Pencandu yang bisa dilakukan rehabilitasi adalah untuk diri sendiri. Ia menjadi korban. Sehingga, ketika perkara masuk ke Kejaksaan bisa dilakukan upaya restoratif jaustice,” katanya. Untuk penetapan pecandu masuk rehabilitasi, kata Ami Amiarti, telah mendapatkan assement dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) setempat.

Kajati Ami Amiarti menyebutkan kasus narkoba di Gresik cenderung meningkat dalam tiga tahun terakhir. Indikasi, adalah jumlah surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) yang masuk di Kejari Gresik. Pada 2020 sebanyak 160 SPDP perkara narkoba. Pada 2021 meningkat menjadi 173 kasus dan tahun lalu sebanyak 188 perkara. 

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, berdirinya rumah rehabilitasi Napza sebagai strategi menurunkan angka penyalahgunaan narkoba. 

Kami mengajak semua stakeholder jajaran forkopimda, khusus Kejari Gresik melihat banyak anak Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik terkait bahaya penyalahgunaan narkoba ini. “Mudah-mudahan dengan berdirinya rumah rehabilitasi Napza ini bisa menurunkan angka kecanduan narkoba,” harap Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad. 

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik Muhammad Hamdan Saragih mengatakan, rumah rehabilitasi Napza berada di kompleks RSUD Ibnu Sina Gresik. Rumah rehabilitasi napza ini memiliki dua fungsi yakni rehabilitasi bagi terpidana narkoba. Dan, kedua khusus untuk melakukan rehabilitasi bagi warga Gresik yang kecanduan. “Khusus untuk rehabilitasi warga Gresik gratis,” kata Kajari Hamdan. 

Telah disepakati untuk rehabilitasi bagi warga Gresik yang kecanduan narkotika dilakukan dua tahap secara gratis. “Tahap ketiga berbayar karena kalau sudah 3 kali itu sudah keterlaluan,” tegasnya. (yad)

Kajati Jawa Timur Resmikan Rumah Rehabilitasi Napza, Khusus Pencandu Narkoba Gresik Gratis Selengkapnya

Jari Nenek Sumiati “Dimakan” Cincin, Damkarmat Turun Tangan 

GRESIK,1minute.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik kembali melakukan penyelamatan jari manusia pada Senin, 23 Januari 2023. Bila sebelumnya, jari anak masuk lubang kunci. 

Kali ini, penyelamatan jari manis nenek Sumiati. Perempuan 70 tahun tinggal di Jalan Siwalan, Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik itu harus menahan sakit karena cincin “memakan” jari manisnya. Akibatnya, jari nenek itu bengkak. Andry, anak Sumiati kelabakan. Sebab, nenek Sumiati terus menangis menahan rasa sakit. 

Andry membawa nenek Sumiati ke puskesmas terdekat. Namun, petugas puskesmas angkat tangan. Karena keterbatasan alat. “Petugas puskesmas menghubungi kami meminta bantuan,” kata Kepala Dinas Damkarmat Gresik Agustin Halomoan Sinaga pada Senin, 23 Januari 2023.

Sekitar pukul 14.05 WIB, Andry bersama nenek Sumiati tiba di posko damkar kota di Jalan DR.Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. Selama 30 menit petugas melakukan upaya penyelamatan dengan cara memotong cincin emas dengan menggunakan gerinda. Cincin akhirnya terlepas. Nenek Sumiati kembali bisa tersenyum.

Ia pun berulangkali mengucapkan rasa syukurnya. Ia pun tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada petugas Damkarmat. “Matur nuwun nak. Mugi-mugi pinaringan lancar nyambut gawe,” doa nenek Sumiati dan diamini oleh delapan orang petugas yang melakukan operasi penyelamatan. 

Data Damkarmat Gresik Periode 1 – 23 Januari 2023 telah melakukan rescue sebanyak 40 kejadian. Mayoritas penyelamatan hewan ular. (yad)

Jari Nenek Sumiati “Dimakan” Cincin, Damkarmat Turun Tangan  Selengkapnya

Pergama Wadah Pemuda Produktif dan Kreatif 

GRESIK,1minute.id – Perkemahan Pramuka Penggalang Ma’arif NU (Pergama) ke-IV digelar di Bumi Perkemahan di Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik pada Jumat, 20 Januari 2023.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyatakan Pramuka merupakan cikal bakal dari generasi muda yang produktif. “Melihat kondisi saat ini, masih banyak pemuda yang kesulitan mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu, adik-adik sekalian nanti harus menjadi seorang Pramuka produktif yang memiliki jiwa kreatif dalam bidang apapun,” ujar Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat dari 8,42 juta pengangguran di Indonesia, 59% berasal dari rentang usia 15-29 tahun. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Gresik pada 2021 mencapai 56.261 orang. Sehingga perlu adanya pembinaan terkait produktivitas sejak dini.

Bu Min melanjutkan, bahwa Pramuka adalah media dalam membentuk moral anak bangsa. “Proses membentuk kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia adalah dengan pengamalan nilai-nilai kepramukaan. Ini bertujuan untuk menjadi warga Negara Indonesia yang setia dan patuh pada NKRI.” kata Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Gresik itu.

Pergama ke-IV kali diikuti oleh 71 regu (32 regu putra dan 39 regu putri) dari 10 kecamatan. Total peserta 710 siswa Madrasah Ibtidaiyah. Selama tiga hari, mulai Jumat, 20 Januari 2023, mereka akan diberikan berbagai macam materi dan perlombaan. Kegiatan bidang religius (Salat berjamaah, tahlil dan istighosah), teknik kepramukaan (upacara, pendirian tenda, sandi, morse, semaphore, peonering), dan seni budaya (kreasi seni, damar kurung, karnaval budaya). Kesehatan (senam pagi), Permainan Ketangkasan, dan daya nalar. (yad)

Pergama Wadah Pemuda Produktif dan Kreatif  Selengkapnya

2018: Ruang SDN 26 Gresik Ambruk Di Sapu Angin Puting Beliung, 2023 : Dispendik Anggarkan Pembangunan 

GRESIK,1minute.id – Ratusan sarana pendidikan tidak memadai. Rusak ringan hingga berat. Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik menganggarkan pembangunan Rp 5 milar dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Gresik pada 2023. Dan, dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 14 miliar. 

Diantaranya, sarana pendidikan yang rusak berat yang bakal dibangun adalah SDN 26 Gresik di Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.  Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik Herawan Eka Kusuma ketika dikonfirmasi 1minute.id membenarkan rencana pembangunan SDN 26 Gresik. “Iya dianggarkan tahun ini. Tapi kecil hanya Rp 200 jutaan,” kata Herawan pada Rabu, 18 Januari 2023. Anggaran tersebut, imbuhnya, untuk pembangunan satu ruangan.

SDN 26 Gresik berada di Jalan Mayjend Sungkono, Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas ini berdiri pada 1948 dengan nama SDN Prambangan. Pada 2019, namanya berganti menjadi UPT SDN 26 Gresik. Di sekolah yang dipimpin oleh Sunardi itu terdapat 3 ruangan yang hancur karena di sapu angin puting beliung pada 2018. 

Tiga ruangan itu rata dengan tanah. Selama 4 tahun tidak mendapatkan kucuran anggaran pembangunan membuat ruangan tersebut ditumbuhi tanaman perdu. Kondisi sangat mengenaskan. 

Terpisah, Kepala UPT SDN 26 Gresik Sunardi mengatakan pihaknya telah mengusulkan perbaikan kepada Dinas Pendidikan Gresik. “Semoga tahun ini, ada upaya pembangunan ruang sekolah yang ambruk itu,” kata Sunardi dikonfirmasi 1minute.id pada Rabu, 18 Januari 2023. Sebab, imbuhnya, keberadaan ruangan itu sangat penting untuk memperlancar proses pembelajaran. 

Sebelum ambruk diterjang angin lesus, katanya, tiga ruangan difungsikan masing-masing untuk kantor, perpustakaan dan ruang kelas. “Kami saat ini kesulitan untuk mengembangkan program literasi karena tidak memiliki ruang perpustakaan,” terang Sunardi yang menjabat sebagai Kepala UPT SDN 26 Gresik mulai Juni 2021 itu. 

Sedangkan, proses belajar mengajar untuk siswa kelas II ditempatkan salah satu ruang yang kosong. “Tapi, ruangan lebih kecil,” ujarnya.  Kondisi sarana sekolah yang kurang memadai itu ditengarai menjadi penyebab berkurang minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SDN 26 Gresik. Padahal sebelumnya SDN 26 Gresik, salah satu sekolah dasar favorit. Siswanya pernah mencapai 400-an anak. 

Namun, sejak 2021 jumlah siswa mulai merangkak bertambah. “Saat ini jumlah siswa sudah 90-an anak,” katanya. Bertambahnya jumlah siswa itu, kata mantan Kepala SDN Petisbenem, Kecamatan Duduksampeyan itu setelah sekolah melakukan sejumlah inovasi. 

Inovasi yang dilakukan diantaranya adalah hafidz alquran. Ia beri nama Al Barru, menuju sekolah masa depan dan Islami. “Program hafalan alquran mulai 2021,” katanya. Hafalan alquran itu untuk semua siswa kelas I sampai kelas VI. “Masuk program pembiasaan dan ekstrakurikuler,” terangnya.

Setiap pagi sebelum mulai pembelajaran siswa wajib membaca alquran. Sekarang hafalan alquran ini sudah masuk dalam kurikulum sekolah mata pelajaran pendidikan agama Islam (PAI) selama 4 jam seminggu. Yakni, alquran 2 jam, dan akidah serta akhlak masing-masing 1 jam. (yad)

2018: Ruang SDN 26 Gresik Ambruk Di Sapu Angin Puting Beliung, 2023 : Dispendik Anggarkan Pembangunan  Selengkapnya

Wabup Gresik Apresiasi Pameran Media Pembelajaran dan Deklarasi Anti Narkoba 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 39 SD/MI Muhammadiyah  memamerkan media pembelajaran yang biasa diterapkan saat belajar mengajar. Tiap sekolah pun memiliki cara masing-masing. Pameran yang digelar di Iconmall itu mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

Pameran media pembelajaran siswa itu rangkaian kegiatan yang diadakan oleh Forum Silaturahmi dan Komunikasi Kepala Sekolah Muhammadiyah (Foskam SD/MI) Gresik “Tentunya kami sangat mengapresiasi kegiatan ini,” kata Wabup Aminatun Habibah pada  Selasa, 17 Januari 2023.

Setelah membuka, Wakil Bupati perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu menyempatkan keliling melihat media pembelajaran yang dipamerkan oleh peserta.  Selain pameran media pembelajaran numerasi, Aksi Foskam SD/MI Gresik ini menggelar kegiatan itu diisi diskusi dan deklarasi anti narkoba dengan dihadiri stekholder pendidikan seperti Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Kepala Dispendik Gresik S Hariyanto mendukung apa yang dilakukan Foskam SD/MI Gresik. Dia berharap, lembaga sekolah menjadi garda terdepan pencegahan sekaligus benteng peredaran narkoba. “Sebelumnya juga kami deklarasi anti narkoba di Masjid Agung, nah ini ditindaklanjuti oleh teman teman di lembaga naungan Muhammadiyah,” kata Hariyanto.

Ia berharap, aksi ini bisa dilakukan lembaga lain sehingga anak-anak terhindar dari segala bentuk penyalahgunaan narkoba. “Ini jadi benteng, semiga lembaga lain mengikuti,” tutupnya menanggapi usai meninjau pameran adu kreativitas puluhan sekolah di Gresik terkait media pembelajaran numerasi.

Untuk di ketahui, peredaran narkoba di Kabupaten Gresik cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Data yang dihimpun dari Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Gresik Periode Januari-Desember 2022 telah mengamankan 276 tersangka penyalahgunaan narkotika dan zat terlarang lainnya. Barang bukti yang diamankan yakni sabu-sabu 230,46 gram. Bila harga serbuk kristal seharga Rp 1 juta per gram mencapai Rp 230 juta lebih. Sedangkan, ganja sebanyak 582,79 gram dan pil koplo sebanyak 12.972 butir.  (yad)

Wabup Gresik Apresiasi Pameran Media Pembelajaran dan Deklarasi Anti Narkoba  Selengkapnya

Wabup Gresik : Nakes Tidak Boleh Bedakan Status Pasien, Utamakan 3S atau Mundur

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus memperbaiki pelayanan program Universal Health Coverage (UHC). Salah satu program Nawa Karsa, Bupati-Wakil Bupati, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah yang dilaunching pada September 2022 lalu.

Program pelayanan kesehatan gratis bagi warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik cukup menggunakan nomor induk kependudukan (NIK). Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, bidang kesehatan, salah satu bidang yang paling banyak disorot oleh masyarakat. 

Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah meminta agar Puskesmas bisa terus melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Apalagi dengan sudah berjalannya program Universal Health Coverage (UHC). Bu Min berharap puskesmas bisa memanfaatkan secara maksimal untuk masyarakat.

“Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat harus memberikan pelayanan paripurna,” kata Bu Min di dampingi Kepala Dinas  Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah dalam kunjungan kerja dalam rangka pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Puskesmas Menganti pada Selasa, 17 Januari 2022. 

Pembinaan kepada tenaga kesehatan (nakes) ini diikuti oleh Kepala Puskesmas Menganti Estu Tanjungsari dan Kepala Puskesmas Kepatihan Herlyati Nur Hidayati serta tenaga medis, paramedis, analis kesehatan dan apoteker ini, Bu Min melanjutkan program UHC sudah berjalan kurang lebih tiga bulan, masih banyak kendala yang ditemui di lapangan. Ia berharap kendala yang muncul secepatnya bisa mendapatkan solusi.

Bu Min mengingatkan kepada para nakes dalam memberikan pelayanan  kepada masyarakat tidak boleh membeda-bedakan fisik ataupun status masyarakat. Semuanya harus dilayani sama baiknya dengan mengutamakan 3S, yakni, senyum, sapa dan salam. 

“Sebagai nakes sekaligus ASN, kita harus sadar bahwa kita adalah pelayan masyarakat. Seperti sumpah panjenengan semua, untuk bersedia kapan pun dibutuhkan oleh masyarakat. Sehingga kalau dalam pelayanannya masih saja tidak ramah, sebaiknya mundur saja dari nakes,” tegas wakil Bupati perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu. 

Bu Min menegaskan, arahan ini tidak hanya berlaku untuk puskesmas wilayah Menganti saja. Namun juga seluruh Puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Gresik. Dalam kesempatan itu, terungkap sejumlah persoalan kerap membuat pelayanan tidak maksimal.

Diantaranya, warga datang ke tempat pelayanan tanpa membawa identitas diri. Selain itu, banyak bayi usia diatas tiga bulan tidak memiliki NIK karena belum tercatat di kartu keluarga (KK). Berdasarkan aturan bayi diatas 3 bulan tidak boleh menggunakan NIK orang tuanya. 

Menanggapi hal tersebut, Bu Min dan Kadinkes memberikan arahan untuk kasus semacam ini dilakukan pelayanan terlebih dahulu, sambil di catat datanya untuk di kroscek pada desa masing-masing. Namun, harapannya tentu masyarakat bisa lebih sadar tentang pentingnya memiliki dokumen kependudukan. Apalagi dengan berbagai kemudahan dalam mengurus dokumen tersebut.

“Akan kita sampaikan kepada kepala desa untuk bisa membantu mem follow up terkait dokumen kependudukan warganya. Sehingga kedepan, hal semacam ini tidak menghambat kinerja  panjenengan semua,” pungkas Bu Min. (yad)

Wabup Gresik : Nakes Tidak Boleh Bedakan Status Pasien, Utamakan 3S atau Mundur Selengkapnya

Menyambut Imlek, Warga Tionghoa di Gresik Sucikan Patung Dewa 

GRESIK,1minute.id – Kesibukan warga Tionghoa menyambut Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili mulai terasa. Di Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Kim Hin Kiong, puluhan jemaat mulai melakukan bersih-bersih pada Selasa, 17 Januari 2023. Mereka mensucikan rupang atau patung dewa mereka. 

Suasana klenteng berada di Jalan Setia Budi, Desa Pulopancikan, Kecamatan/Kabupaten Gresik lebih ramai dari biasanya. Kegiatan mensucikan dewa itu dimulai pukul 08.00 WIB. Tan Sutanto, Ketua TITD Kim Hin Kiong Gresik tampak di tengah-tengah umat yang sedang  mensucikan dewa dan membersihkan tempat sembayang yang berdiri pada 1 Agustus 1153 Masehi itu. Mereka terlihat bahagia.

Menurut Tan Sutanto, pihaknya tidak membatasi umat yang mau mensucikan para dewa yang jumlahnya ratusan itu. Karena pikiran jemaat masing-masing itu berbeda. Ada jemaat yang menganggap ikut memegang dan mensucikan dewa membawa berkah. Bisa memegang dewa langsung bisa membawa rezeki, membawa kebahagiaan rumah tangganya, bisa umur panjang. Monggo yang mau ikut mensucikan dewa. “Yang penting niatnya baik,” kata Tan Sutanto ditemui 1minute.id di sela bersih klenteng pada Selasa, 17 Januari 2023.

Ada ratusan rupang para dewa disucikan. Untuk mensucikan rupang para dewa itu membutuhkan waktu sampai  2 hari. Di klenteng Kim Hin Kiong Gresik, ada beberapa rupang dewa yang paling dihormati. Diantaranya, Mak Co Thian Sang Sing Bo atau Dewi dan Dewi Kwan in. Rupang Dewa Mak Co Thian Sang Sing Bo diletakkan di bagian tengah altar.

Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) wabah Covid-19 telah dicabut membuat perayaan tahun baru Imlek 2574 Kongzili di Gresik diperkirakan akan lebih meriah. Tan Sutanto mengatakan untuk ritual sembayang tahun baru Imlek akan dilakukan pada Sabtu, 21 Januari 2023 pukul 24.00 WIB diperkirakan diikuti 50-an jemaat.

Harapannya, tahun ini, lebih maju dari tahun sebelumnya. ” Dengan berakhir Imlek 2573 dan menjalani Imlek 2574 nanti lebih baik lagi. Keharmonisan dalam rumah tangga maupun masyarakat termasuk negara. Toleransi antarumat beragama semakin digalakkan dan NKRI Harga Mati,” tegasnya. (yad)

Menyambut Imlek, Warga Tionghoa di Gresik Sucikan Patung Dewa  Selengkapnya