Gus Yani : Normalisasi Kali Lamong Dimulai Musim Kemarau Tahun Ini, Alokasi Anggaran Rp 100 Miliar dari Pusat

GRESIK,1minute.id – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik dalam waktu dekat akan memulai normalisasi Kali Lamong. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta doa restu ketika menemui warga terdampak banjir Kali Lamong pada Senin malam, 15 Maret 2021.

Kapan dan bagaimana cara Pemkab Gresik melakukan normalisasi Kali Lamong yang menjadi problem bertahun-tahun bagi masyarakat di Gresik Selatan itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, normalisasi Kali Lamong akan dimulai pada musim kemarau tahun. Diperkirakan sekitar bulan depan, April 2021.

“Kita akan mengawali pengerjaan normalisasi Kali Lamong pada bulan depan, April 2021,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani kepada wartawan pada Senin malam, 15 Maret 2021.

Tahap awal ini,  tambahnya, berupa pekerjaan pembuatan tanggul dan parapet. Parapet adalah sebuah tembok pembatas penghalang yang merupakan perluasan dari dinding di tepi. 

“Pengerjaan akan dimulai dari Desa Jono dan Tambakberas, Kecamatan Cerme,”ujar Gus YaniKementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar untuk normalisasi. 

“Sedangkan untuk pembebasan lahan menggunakan dana APBD sekitar Rp 3,8 miliar,”kata Gus Yani. Karena itulah, Gus Yani memohon doa restu kepada masyarakat agar pengerjaan normalisasi bisa lancar. Sehingga banjir luapan Kali Lamong segera teratasi.

SIDAK BANJIR : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menemui korban banjir Kali Lamong di Kecamatan Cerme pada Senin malam, 15 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Bahkan, untuk akselerasi pekerjaan agar lebih cepat lagi dalam melakukan normalisasi, Gus Yani berinisiatif menyurati Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. “Agar kita tidak disalahkan dalam normalisasinya, kita minta MoU (Memorandum of understanding) dengan BBWSnya. Bahwasannya, ini boleh diberikan kewenangan oleb BBWS ke daerah, maka musim kemarau kedepan akan kami terjunkan alat-alat berat mengatur anak sungai Kali Lamong,”kata Gus Yani.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji membenarkan rencana normalisasi Kali Lamong itu. “Nanti diperkirakan bulan April akan dilakukan normalisasi. Pembangunan parapet dan sejumlah tanggul,”kata Gunawan kepada wartawan. (*)

Gus Yani : Normalisasi Kali Lamong Dimulai Musim Kemarau Tahun Ini, Alokasi Anggaran Rp 100 Miliar dari Pusat Selengkapnya

Bupati Gresik Temui Warga Terdampak Banjir hingga Larut Malam. Minta Doa Normalisasi Kali Lamong


GRESIK,1minute.id – Curah hujan masih tinggi. Banjir Kali Lamong berpontesi semakin meluas. Kondisi itu membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani harus turun gunung bertemu masyarakat terdampak hingga larut malam pada Senin, 15 Maret 2021.

Masih mengenakan seragam dinas, orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik mendatangi sejumlah warga desa terdampak banjir Kali Lamong di tiga kecamatan yakni Balongpanggang, Benjeng dan Cerme.

Mulai dari Desa Sambiroto, Kecamatan Balongpanggang. Desa Karangankidul, Kecamatan Benjeng dan desa Guranganyar, Kecamatan Cerme. Menggunakan sepatu boots, Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani membagikan bantuan kepada warga.

Bantuan berupa sembako itu diberikan bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Tarso Sagito, Camat dan kepala desa setempat.

Selain membagikan sembako, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyambangi para korban banjir luapan Kali Lamong memohon doa restu kepada masyarakat terkait rencana normalisasi Kali Lamong. 

“Mohon doa, normalisasi Kali Lamong akan kita mulai musim kemarau nanti,”katanya kepada warga yang ditemui pada Senin malam, 15 Maret 2021. 

SEMBAKO : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membagikan sembako kepada warga terdampak luapan Kali Lamong di Kecamatan Cerme, Gresik pada Senin malam. 15 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id

Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam apel pagi di kantor Bupati Gresik memberikan perhatian serius banjir luapan Kali Lamong ini. Sebab, kurun waktu Januari hingga 15 Maret 2021, air bah kiriman dari kabupaten tetangga itu sudah kali keempat menerjang puluhan desa di empat kecamatan yakni Balongpanggang, Benjeng, Kedamean dan Cerme.

Bupati Gus Yani mengajak ASN bekerja lebih keras lagi membantu masyarakat agar terbebas dari banjir rutin. “Ini merupakan suatu bencana tahunan dan bencana kita semua. Untuk itu saya berharap kepada seluruh masyarakat terutama ASN untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini,” jelas Gus Yani. (*)

Bupati Gresik Temui Warga Terdampak Banjir hingga Larut Malam. Minta Doa Normalisasi Kali Lamong Selengkapnya

Banjir Kali Lamong Meluas, Merambah 19 Desa di Benjeng dan Cerme, Bupati Ajak ASN Peduli

GRESIK,1minute.id – Luapan Kali Lamong semakin meluas. Sebanyak 19 desa tersebar di dua kecamatan yakni Benjeng dan Cerme. Rincianya, tujuh desa di kecamatan Benjeng dan 12 desa di Kecamatan Cerme. 

Ratusan rumah tergenangi air bah kiriman dari kabupaten tetangga itu. Ratusan hektare sawah dan tambak tenggelam. Kondisi yang dialami ribuan jiwa masyarakat terdampak banjir Kali Lamong ini membuat Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah prihatin.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati mengajak seluruh aparat sipil negara (ASN) untuk berubah. Bekerja lebih keras lagi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

“Kita harus punya strategi, inovasi dan kreatifitas.Kita tidak boleh santai dan selalu mengulang-ulang hal yang sama,”tegas Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. Gus Yani lalu menyinggung tentang banjir Kali Lamong yang melanda masyarakat di Gresik Selatan.

Yakni, di Kecamatan Cerme, Benjeng, Kedamean dan Balongpanggang. Bupati yang baru dilantik 26 Februari 2021 itu, menyatakan keprihatinannya.  Bupati Gresik termuda, 35 tahun itu kembali mengajak ASN di Gresik bekerja keras lagi, memiliki rasa empati membantu masyarakat di Gresik Selatan agar terbebas dari banjir rutin itu.

“Ini merupakan suatu bencana tahunan dan bencana kita semua. Untuk itu Saya berharap kepada seluruh masyarakat terutama ASN untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini,”kata Gus Yani. Keprihatinan Gus Yani beralasan. Pasalnya, kurun waktu 2,5 bulan sudah kali keempat Kali Lamong meluap. 

Sementara itu, Camat Benjeng Suryo Wibowo melalui Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi mengatakan sejak Minggu hingga Senin, hari ini ada tujuh desa terdampak banjir. Tujuh desa itu, adalah Sedapurklagen ;  Karangankidul ; Munggugebang dan Klampok. Berikutnya, Desa Deliksumber ; Bengkelolor  dan Gluranploso.

“Camat bersama  muspika yang lain sudah mendatangi wilayah yang terdampak banjir dan terus memantau perkembangan debet air, dan selalu berkoordinasi dengan beberapa Instansi terkait,”kata Reza Pahlavi.

Sedangkan, banjir Kali Lamong di Kecamatan Cerme semakin parah. Bila siang hari tadi masih sembilan desa yang tergenangi luapan Kali Lamong. Berdasarkan data diperoleh 1minute.id pada Senin. 15 Maret 2021 pukul 20.00 , air bah meluas ke tiga desa lainnya.

“Debit air malam ini semakin tinggi, sudah 12 desa yang tergenangi banjir Kali Lamong,”ujar Camat Cerme Suyono dikonfirmasi Senin malam. Belasan desa yang kebanjiran itu yaitu Dadapkuning ; Ngembung ; Sukoanyar dan Guranganyar. Kemudian, Desa Dungus ;  Morowudi ; Pandu ; Betiting dan Iker-ikergeger.Tiga desa terendam susulan yakni Tambakberas ; Lengkong dan Jono. (*)

Banjir Kali Lamong Meluas, Merambah 19 Desa di Benjeng dan Cerme, Bupati Ajak ASN Peduli Selengkapnya

Demi Anak Bisa Masuk Pesantren, Ibu Empat Anak Jualan Peyek Keliling, Kaget Pembelinya Gus Yani, Bupati Gresik

GRESIK,1minute.id – Seorang ibu bersama Gerhana, anaknya berusia sekitar 3 tahun berdiri di depan Mapolres Gresik pada Senin, 15 Maret 2021. Ibu itu menawarkan kepada sejumlah orang yang hendak masuk maupun keluar Mapolres Gresik berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirosodo, Kebomas.

Hingga pukul 09.00 belum laku. Pagi itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hendak balik ke kantor Bupati usai menjadi pimpinan Apel Kalaborasi Indonesia Sehat, vaksinasi kedua untuk anggota Polres dan Polsek Jajaran Polres Gresik meminta drivernya menghentikan mobilnya.

Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani kemudian membuka kaca mobil dinasnya. Hilma terlihat kaget. Dia pun gemetaran. Ibu empat anak berusia 36 tahun itu tidak mengetahui bila mobil Toyota Innova kelir putih adalah mobil dinas Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Gus Yani lalu mengeluarkan dua lembar pecahan Rp 50 ribu dan perempuan itu menyerahkan beberapa bungkus keripik peyek itu. Gus Yani kemudian pamit sambil mengatupkan ke dua tangan di dada (Namaste). Hilma semringah. 

Hilma mengaku sejak pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) setahun ini berjualan keripik peyek dengan berkeliling. Salah satu kantor yang menjadi tujuan tetapnya adalah Mapolres Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas. 

Setiap harinya, Hilma membawa 30 bungkus keripik peyek seharga Rp 6 ribu per bungkus. Bila habis Hilma membawa pulang uang hasil jualannya Rp 180 ribu. Namun, tidak setiap hari  terjual habis. “Alhamdulillah, pagi ini saya senang sekali karena peyek saya dibeli Gus Yani 100 ribu,”katanya.

Hilma mengaku dirinya sempat  nderedek  mengetahui mobil yang menghampirinya itu ditumpangi Gus Yani. Perasaan langsung campur aduk antara senang dan khawatir. 

Senang karena bisa tertemu Gus Yani, Bupati Gresik. Khawatir, orang di dalam mobil marah-marah. Tapi, kekhawatiran langsung hilang seketika karena Gus Yani ramah dan sopan. “Senang sekali bisa bertemu dengan Gus Yani. Ini kali kedua saya melihat Gus Yani secara langsung, pertama saat beliau kampanye dulu,” kata Hilma.

Ibu empat anak ini mengungkapkan jika dirinya sengaja berjualan keripik peyek untuk menambah penghasilan keluarga, terutama untuk biaya sekolah anak-anaknya.

“Anak sulung saya tahun ini lulus SMP, saya dan suami bertekad bisa melanjutkan sekolah anak sulung saya di pesantren agar mendapat pelajaran agama yang lebih baik.

Karena itu saya berjualan agar punya biaya yang cukup untuk mendaftarkan anak saya di pesantren,”ujarnya sambil berulangkali mengucapkan syukur kepada sang Khaliq. (*)

Demi Anak Bisa Masuk Pesantren, Ibu Empat Anak Jualan Peyek Keliling, Kaget Pembelinya Gus Yani, Bupati Gresik Selengkapnya
Bupati dan Nakes

Kasus Sembuh Lebih Tinggi, Bupati Gresik Menilai PPKM Mikro Efektif Tekan Kasus Aktif Covid-19


GRESIK,1minute.id – Tren jumlah kasus konfirmasi coronavirus disease 2019 (Covid-19) terus menurun. Memasuki hari keempat, Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala Mikro jilid-3 hari ini,  Jumat, 12 Maret 2021 kasus sembuh lebih tinggi dari jumlah kasus konfirmasi Covid-19.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, telah meneken surat edaran (SE) terkait perpanjangan masa PPKM skala Mikro jilid-3. Dalam SE bernomor 800/513/437.73/2021 itu, PPKM skala Mikro mulai 9 – 21 Maret 2021. Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, jumlah aktif kasus Covid-19 selama tiga kali PPKM terus mengalami penurunan signifikan. Jumlah kasus aktif pada PPKM jilid I sebanyak 338 kasus. Kemudian, PPKM Mikro jilid II turun lagi menjadi 312 kasus

“Setelah diterapkan PPKM Mikro I kasus aktif turun drastis menjadi 112, kemudian PPKM Mikro II turun lagi 96,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani pada Jumat,12 Maret 2021.  Selain mengoptimalkan operasi yustisi, Gus Yani melanjutkan pihaknya secara maraton melaksanakan vaksinani tahap dua dengan memprioritaskan pelayan publik seperti ASN, TNI-Polri, Jurnalis, Imam masjid, pedagang pasar, sopir angkutan transportasi dan guru serta tenaga pendidik.

“Kemampuan tracking, sistem dan manajemen tracing, perbaikan treatment. Kita juga sudah menggagas program donor konvalesen dan vaksinasi secara maraton,”tambahnya. Dalam PPKM skala Mikro ini, masih membatasi tempat kerja dengan menerapkan Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO), masing-masing sebesar 50 persen. Kegiatan belajar mengajar juga masih berlangsung secara daring atau online. 

Pengaturan  pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan atau mal, toko modern, grosir, toko kelontong sampai dengan pukul 21.00. Ditambahkan Bupati Yani, pihaknya tetap mengimbau protokol kesehatan dilaksanakan seperti menggunakan masker yang baik dan benar, mencuci tangan mengunakan sabun atau handsanitizer, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan.

Dinas Kesehatan Gresik harus memperkuat kemampuan tracking, sistem dan manajemen tracing, perbaikan treatment termasuk meningkatkan fasilitas kesehatan (tempat tidur, ruang Intensive Care Unit (ICU), maupun tempat isolasi/karantina). “Satuan Polisi Pamong Praja Gresik agar berkoordinasi dengan Polres dan Kodim guna meningkatkan pengawasan, operasi yustisi, dan penegakan hukum lainnya. Dinas pariwisata dan Kebudayaan untuk meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan sosial budaya,”terangnya. 

Sementara itu, berdasar data Satgas Covid-19 Gresik jumlah kasus konfirmasi bertambah 7 kasus pada Jumat, 12 Maret 2021. Sedangkan, kasus sembuh bertambah 8 kasus menjadi 4.810 kasus. Meninggal dunia terakumulasi menjadi 347 kasus .(*)

Kasus Sembuh Lebih Tinggi, Bupati Gresik Menilai PPKM Mikro Efektif Tekan Kasus Aktif Covid-19 Selengkapnya

Hari Libur, Sidak Jalan, Geleng-geleng Kepala, Melihat Jalan Rusak di Mengare, Bupati Gresik Minta Maaf


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tetap bekerja sambil berolahraga di hari libur Isra Miraj pada Kamis, 11 Maret 2021. Mengayuh sepeda balap, Gus Yani-sapaan akrabnya-Fandi Akhmad Yani, geleng-geleng kepala merasakan jalan rusak di wilayah Mengare, Kecamatan Bungah.

Dia mencari keberadaan alat berat yang disampaikan jajarannya di dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik untuk perbaikan jalan. Mengenakan masker, helm sepeda balap dan jaket berwarna biru membuat banyak orang tidak mengenali inspeksi mendadak yang dilakukan Bupati milenial ini di wilayah Mengare.

Gus Yani sudah melintasi akses masuk ke Mengare bahkan ke tiga desa di Mengare pagi hari sejak pukul 05.30. Gus Yani melihat kondisi jalan rusak itu  merasa bersalah. Bupati yang baru dilantik pada 26 Februari 2021 itu pun meminta maaf kepada para pengguna jalan yang melintas.  

“Ngapunten pak, ngapunten nggih margine risak, segera kulo dandosi (maaf pak, maaf nggih, jalannya rusak secepatnya saya perbaiki),”kata Gus Yani kepada warga yang melintas pada Kamis, 11 Maret 2021.

Akses jalan itu satu-satu bagi masyarakat di tiga desa beraktivitas di luar desa itu  bertahun-tahun rusak. Belum tersentuh perbaikan. Kalau pun ada perbaikan tambal sulam ala kadarnya.Tiga Desa di Mengare itu, adalah Watuagung, Tanjung Widoro dan Kramat. 

Gus Yani tidak menemukan keberadaan alat berat untuk perbaikan jalan tersebut. Saking kesalnya, dia menuntun sepedanya itu, kemudian menata paving yang rusak dengan kondisi bergelombang dan tidak beraturan di tengah jalan. Paving yang mengelupas hanya diuruk dengan pasir dan batu (sirtu).

Gus Yani mendapatkan keluhan kerusakan jalan di Mengare itu dari warga. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik sudah memberi laporan, bahwa ada alat berat untuk pengerjaan perbaikan jalan di Mengare. 

Akan tetapi, Gus Yani yang mengeliling jalan itu sejak pukul 05.30 hingga 08.30 tidak menemukan keberadaan alat berat itu. “Ternyata tidak ada pengerjaan pagi hari ini, saya berharap dinas PU (DPUTR,red) harus konsisten mengawal pekerjannya. Beberapa hari yang lalu masih ada alat berat, saya pikir dikerjakan sampai tuntas, pada pagi hari ini ternyata tidak ada,”kata dia dengan nada kecewa.

Infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas Gus Yani bersama Wabup Gresik Aminatun Habibah. Jalan rusak menjadi keluhan di masyarakat Kota Santri-sebutan lain- Kabupaten Gresik. Bahkan, tidak hanya di Mengare saja, Gus Yani menyebut masih banyak di wilayah Gresik Selatan seperti di Kecamatan Menganti, Kecamatan Driyorejo dan lainnya. 

Dia berharap para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera menindaklanjuti dan konsisten dengan pembangunan di Kabupaten Gresik. “Kami berharap tidak ada lagi korban kecelakaan akibat kondisi jalan rusak yang ada di Gresik,”kata dia.

Ridholah Amanu, 58, seorang pengguna jalan mengaku sudah lama, akses jalan ini rusak. Pengendara sepeda motor ini bekerja di pelabuhan dan melintasi jalan Mengare menuju Sembayat, Kecamatan Manyar ke tempat kerjanya setiap hari.

“Pernah ada kejadian kecelakaan jatuh gara-gara jalan rusak disini,”terangnya. Annna, warga lainnya setali tiga uang dengan Amanu. Pekerja pabrik di kawasan Manyar itu berharap  perbaikan harus tuntas, akses jalan sudah lama rusak.

“Harusnya segera diperbaiki. Kondisi jalannya dari dulu ya rusak begini sampai sepeda motor saya pernah rusak,”ucapnya.  Sejatinya, Pemkab Gresik sudah membuka akses kepada warga untuk melaporkan jalan rusak. Mulai dari media sosial, Facebook, Instagram dan WhatsApp.

Warga bisa memberikan pengaduan jalan rusak melalui aplikasi APALAN (Aplikasi Pengaduan Pengguna Jalan) yang bisa diunduh di playstore.
Kemudian spanduk layanan pengaduan nomor WhatsApp Unit Reaksi Cepat (URC) yang tersebar di Gresik dengan slogan ‘Tiada Hari Tanpa Menambal jalan’.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji ketika dikonfirmasi 1minute.id mengaku masih rapat. “Maaf, saya masih rapat,”katanya. (*)

Hari Libur, Sidak Jalan, Geleng-geleng Kepala, Melihat Jalan Rusak di Mengare, Bupati Gresik Minta Maaf Selengkapnya

Jadi Etalase Gresik, Jalan Malik Ibrahim, Masuk Rencana Aksi Kota Pusaka, Konsep Kota Modern


GRESIK,1minute.id – Gerbang selamat datang di Wisata Religi Sunan Maulana Malik Ibrahim terlihat begitu megah. Jalan Malik Ibrahim juga terlihat mulus.  Lampu penerangan jalan tertata rapi di kanan dan kiri jalan yang terdapat makam penyebar agama Islam di Indonesia, Syeh Maulana Malik Ibrahim itu. 

Di jalan legendaris itu, juga tidak terlihat kabel telepon, listrik semrawut diatas langit di dekat kawasan makam Waliyullah itu. Sebuah konsep kota modern. 

Konsep itu tertuang dalam Rencana Aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau. Dalam video berdurasi 3 menit, 7 detik itu,  yang didapat 1minute.id  konsep revitalisasi tujuh jalan legendaris di Gresik Kota Lama (GKL) itu di konsep sejak 2019. 

Tujuh ruas jalan itu, Jalan Basuki Rahmat,  AKS Tubun, Setiabudi, Malik Ibrahim,  Agus Salim, Kramatlangon dan Jalan KH Zubair.

Bagaimana kondisi kawasan Jalan Malik Ibrahim itu. Dalam pengamatan 1minute.id kondisi jalan sudah beraspal. Akan tetapi, gorong-gorong atawa drainase yang kecil mengakibatkan area Makam Syeh Maulana Malik Ibrahim kerap kebanjiran. 

Padahal, sebelum pagebluk coronavirus disease 2019, jumlah wisatawan yang berkunjung Syeh Maulana Malik Ibrahim itu lebih 1 jutaan per tahun. Para wisatawan religi berasal dari berbagai penjuru nusantara. 

BUPATI Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Habib Luthfi ketika berziarah ke Makam Syeh Maulana Malik Ibrahim pada Sabtu, 27 Februari 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Jutaan wisatawan yang berziarah seharusnya Jalan Malik Ibrahim dan sekitarnya bisa bagai sebuah etalase bagi Gresik Kota Santri-sebutan lain-Pemkab Gresik. Harus menarik. Enak di pandang mata. Sehingga wisatawan religi nyaman.

Harapannya, tentu mereka pun bisa betah berlama-lama di sekitar wisata religi itu. Ekonomi masyarakat sekitar terdongkrak. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, telah menyanggupi untuk membantu perbaikan saluran air di kawasan Malik Ibrahim itu. 

“Saya meminta ada pengajuan rehabilitasi makam. Sebab, saat hujan deras air masuk ke area makam,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani ketika mengawali rangkaian peringatan HUT ke-47 Pemkab Gresik dan Hari Jadi ke-534 Kota Gresik pada Senin, 8 Maret 2021.

Gus Yani juga meminta kepada pengelolah supaya di area makam juga dibuatkan selokan air. Hal ini agar air yang masuk ke makam bisa teresap keluar.

Terkait dengan rehabilitasi ini, salah satu pengelola Makam Syeh Maulana Ibrahim Gresik, Taufiq Harris mengatakan, mengenai rehabilitasi harus ada kordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Mojokerto.

“Sesuai UU  nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Rehabilitasi makam diatur di undang-undang tersebut. Sebab, ada beberapa zona yang masuk cagar budaya. Di antaranya zona inti, pendukung, dan pengembang,”katanya.

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Gresik Achmad Washil Miftachul Rochman mengatakan, selama ini, tujuh ruas jalan di Gresik Kota Lama (GKL) utilitasnya kurang memenuhi syarat. Dia mencontohkan saluran drainase kecil. 

RUAS Jalan Malik Ibrahim dalam video Rencana Aksi Kota Pusaka dan Hijau ( Foto : tangkapan layar/1minute.id)

“Ketika hujan, kawasan itu sering kebanjiran,”ujar Washil ditemui disela memantau tanah longsor di kawasan Bukit Cempo, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Kamis pekan lalu. 

Nah, rencana aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau, DPKP, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dan organisasi perangkat lainnya berkalaborasi. “Rencana aksi ini dibiayai oleh pemerintah pusat,”kata Washil. Bila rencana aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau terealisasi akan mengubah wajah GKL semakin elok. Gresik Baru dalam gagasan Nawa Karsa segera terwujud. (*)

Jadi Etalase Gresik, Jalan Malik Ibrahim, Masuk Rencana Aksi Kota Pusaka, Konsep Kota Modern Selengkapnya

Balongpanggang Surut, Banjir Kali Lamong merambah 4 Desa di Cerme

GRESIK,1minute.id – Kali Lamong kembali meluap. Curah hujan tinggi membuat air bah membanjiri empat desa di Kecamatan Cerme pada Sabtu, 6 Maret 2021.
Data Posko Bencana Alam Kecamatan Cerme, empat desa terdampak banjir luapan Kali Lamong itu adalah Desa Dungus, Morowudi, Betiting dan Dadapkuning. 

Di Desa Dungus menggenangi 50 rumah dengan ketinggian antara 10-20 centimeter. Selain rumah, air bah kiriman dari kabupaten tetangga itu merendam sawah seluas 30 hektare,  tambak seluas 20 ha serta jalan poros desa (JPD) sepanjang 650 meter dengan ketinggian air 50 cm serta jalan lingkungan sepanjang 250 m dengan ketinggian air 30 cm. 

Sedangkan, di Desa Morowudi, air menggenangi sawah seluas 50 ha, tambak seluas 25 ha serta jalan raya sepanjang 250 m dengan ketinggian air 3 cm. Di Desa Betiting air menggenangi sawah seluas 20 ha dan tambak seluas 10 ha. Kemudian, di Desa Dadapkuning. sawah seluas 10 ha dan JPD sepanjang 100 m dengan ketinggian air 15 cm.

“Air mulai datang siang hari,”kata Rahman, warga Desa Dungus,”katanya pada Sabtu, 6 Maret 2021. Camat Cerme Suyono ketika dikonfirmasi mengatakan, sebagian besar banjir Kali Lamong masih menggenangi area sawah, tambak dan jalan poros desa. “Hanya di Desa Dungus ada sekitar 50-an unit rumah yang tergenangi banjir. Ketinggian airnya antara 10-20 centimeter,”ujar Suyono yang juga Plt Camat Duduksampeyan ini ketika dikonfirnasi melalui WhatsApp pada Sabtu, 6 Maret 2021. 

Penyelesaian banjir Kali Lamong di Gresik Selatan berasal dari kabupaten tetangga yang bertahun-tahun ini menjadi prioritas masa kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah yang baru dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 26 Februari 2021. 

“Kali Lamong akan tetap menjadi prioritas dalam masa bakti kami, Gresik Baru,”kata Gus Yani usai acara serah terima jabatan (sertijab) dari Plh Bupati Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Gedung DPRD Gresik pada Sabtu, 6 Maret 2021. (*)

Balongpanggang Surut, Banjir Kali Lamong merambah 4 Desa di Cerme Selengkapnya

Bupati Gresik Turun Gunung, Warga Nurut Ajakan Mengungsi

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatussa’diyah, Kepala DPKP Gresik Achmad Washil dan Kepala DLH Gresik Mokh Najikh melihat kondisi bagian dapur rumah keluarga Musa’adah lantainya mulai longsor (foto : chusnul cahyadi1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik bergerak cepat mengantisipasi terjadinya korban jiwa akibat tanah longsor di kawasan Bukit Putri Cempo. Pemkab menyediakan rumah untuk keluarga Musa’adah, 70, yang semakin mengkhawatirkan. Apalagi, lantai dapur sudah bolong. Longsor. 

Rumah tinggal sementara tersebut tidak jauh dari rumah Musa’adah sebelumnya.  Jaraknya sekitar 100 meteran. Letaknya, dekat Makam Putri Cempo. Rumah berdinding tembok itu selama ini ditempati oleh Sulaiman, ASN di Dinas Informasi dan Komunikasi (Diskominfo) Gresik. Leman-sapaan-Sulaiman bertugas menjaga tower komunikasi milik Diskominfo tersebut.

Tower komunikasi ini sangat vital karena pusat pengendali jaringan internet semua kegiatan Pemkab Gresik. 

Tawaran Bupati Gresik termuda itu membuat kepala organisasi perangkat daerah (OPD) turun tangan. Pasca Gus Yani – panggilan akrab – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun tangan. Ada tiga kepala OPD yang berusaha menyakinkan keluarga Musa’adah agar mau menerima tawaran Gus Yani itu.

Tiga kepala OPD itu adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ida Lailatussa’diyah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh. Mereka didampingi Sekcam Kebomas Zainul Arifin dan Lurah Gending dan Ngargosari.

MENGUNGSI : Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatussa’diyah untuk melihat rumah keluarga Musa’adah pada Rabu,3 Maret 2021 ( foto : ,chusnul cahyadi/1minute.id)

Musa’adah dan keluarganya luluh hatinya. Mereka menyatakan akan segera boyongan ke “rumah” barunya itu. 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ida Lailatussa’diyah pun lega. Ida mengatakan, pemerintah mengantisipasi kondisi terjelek. “Bila longsor terus jadi, jangan sampai ada korban,”kata Ida Lailatussa’diyah.

Sebab, kondisi rumah kediaman keluarga Musa’adah sangat mengkhawatirkan. “Lantai dapur sebagian sudah longsor,”katanya.  Karena itulah, Pemkab Gresik menyediakan rumah pengungsian sementara. “Untuk kondisinya ya apa adanya,”katanya. 

Saifuddin, anak Musa’adah mengaku selama ini, bila hujan turun keluarga pindah ke tempat yang lebih aman. “Setelah hujan reda ya kembali lagi,”ujar pria yang berprofesi sebagai juru kunci Makam Putri Cempo itu. Namun, Syaifudin mengaku sesekali tinggal rumah.

Sebab, profesi sebagai juru kunci Makam Putri Cempo -ada menyebut-Putri Campa harus memberikan pelayan kepada masyarakat hendak berziarah ke Putri Cempo. Tamu, tambahnya, datang sewaktu-waktu. Kadang pagi, sore hingga malam hari. “Kalau Saya hampir tidak tidur malam. Semoga diparingi keselamatan semua,”katanya. (*)

Bupati Gresik Turun Gunung, Warga Nurut Ajakan Mengungsi Selengkapnya

Bupati Gresik Sidak Bukit Putri Cempo, Longsor Semakin Mengkhawatirkan

GRESIK,1minute.id – Kondisi Jalan Bukit Putri Campa semakin mengkhawatirkan. Longsor semakin parah. Bahkan, bagian dapur rumah juri kunci Makam Putri Campa dan salah satu kafe tanahnya mulai tergerus.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan inspeksi mendadak (sidak) kawasan bukit yang sekarang banyak berdiri bangunan untuk kafe itu pada Rabu, 3 Maret 2021.

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Perkerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji.  “Jadi, sepulang dari Stadion G-JOS, saya pun langsung meninjau lokasi longsor di Putri Cempo,” ujar Bupati Gus Yani pada Rabu , 3 Maret 2021.

Menurut Gus Yani, sidak ini dilakukan sebagai tindak lanjut banyaknya pengaduan masyarakat di media sosial (medsos) terkait kondisi Bukit Pucem. “Jadi, ketika sampai di lokasi (Putri Cempo), saya langsung menelepon Pak Kadis PU untuk mendampingi saya meninjau lokasi,”ungkapnya

Gus Yani berjanji longsornya Bukit Putri Cempo akan menjadi perhatiannya. Ia mengatakan akan membahas penanganan Bukit Putri Cempo dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. 

Dalam pengamatan 1minute.id selama musim hujan sudah beberapa kawasan bukit Putri Campa-ada menyebut-Putri Cempo mengalami longsor. Jalan alternatif menghubungkan kelurahan Gending dan Ngargosari sudah terputus total. “Kemarin (Selasa) pagi longsor cukup parah,”ujar Ny Musa’ada ditemui 1minute.id dirumahnya pada Rabu sore, 3 Maret 2021.

Menurut nenek 70 tahun itu, tanah longsor di sisi selatan di dekat deretan berdirinya kafe di kawasan itu. Untuk saat ini, akses jalan menuju selebar 1 meter dibangun masyarakat sekitar ke makam Putri Campa dan makam Syeh Sayyid Abdurahman, Paman Sunan Giri sudah hilang. Longsor. Bahkan, bangunan gapura ke  makam Paman Sunan Giri juga hilang. 

MENGKHAWATIRKAN : Bangunan dapur rumah nenek Musa’ada, ibunda Juru Kunci Makam Putri Cempo yang semakin mengkhawatirkan. Pemkab Gresik telah menyiapkan sebuah rumah untuk pengungsian sementara. (Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Petugas memasang pita garis plastik di dekat makam aman Sunan Giri itu. Sekitar pukul 14.00, tiga kepala organisasi perangkat daerah mendatangi rumah nenek Musa’ada yang tidak lain ibunda juru kunci Makam Putri Campa, Syaifuddin. 

Mereka adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatussa’diyah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh. Mereka didampingi Sekcam Kebomas Zainul Arifin dan Kades Gending dan Ngargosari.

Tujuannya, mereka meminta kepada Musa’ada dan keluarganya mengungsi. Pemkab Gresik telah menyiapkan rumah sementara di dekat Makam Putri Campa. “Mohon untuk sementara jangan tidur disini karena kondisi mengkhawatirkan,”ujar Ida Lailatussa’diyah. (*)

Bupati Gresik Sidak Bukit Putri Cempo, Longsor Semakin Mengkhawatirkan Selengkapnya