SURABAYA,1minute.id – Upaya untuk menciptakan kekebalan/ imunitas pribadi dan kelompok serta dorongan dari anak anak yang rindu belajar di kelas serta bermain di sekolahnya, membuat kita setuju untuk dilakukan vaksinasi, demikian dikatakan Plt Kepala SDN Ngagel Rejo I Surabaya Gatot usai pelaksanaan vaksin pada Sabtu, 12 Februari 2022.
“Saat masih dilakukan pembelajaran jarak jauh (daring), kadang ada beberapa siswa kami yang datang ke sekolah, kangen dengan suasana belajar didalam kelas bersama teman yang lain,”ujar Gatot. Tak jarang ditemui beberapa siswanya yang waktunya belajar daring, malah pergi bermain diluar, hal ini lantaran pengawasan orang tua yang kendor, dan juga kebosanan mendengarkan suara guru lewat HP.
Koordinator nakes dari Puskesmas Ngagel Rejo, Surabaya Helga mengapresiasi langkah dari kepala sekolah yang berlokasi di Jl Ngagel Mulyo no 35 Surabaya untuk dilakukan vaksinsii serta keberanian siswa dalam mengikuti vaksinasi. “Kami beserta tim dan dari BIN, setelah menjelaskan kepada siswa siswi manfaat dari diadakan vaksinasi, serentak semua menyatakan ikut, dan hingga usai, tercatat ada 350 siswa- siswi yang berhasil di vaksin, “jelasnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-93 DPC Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) Gresik bersama Pemerintah Kabupaten Gresik mengadakan vaksinasi pada Kamis, 28 Oktober 2021. Serbuan vaksinasi dipusatkan di Gedung Pramuka di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas itu diikuti 700 peserta.
Ada tiga merek vaksin yang disuntikkan kepada masyarakat. Tiga vaksin itu adalah AstraZeneca, Pfizer dan Sinovac. Vaksinasi massal itu dihadiri Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusna, Ketua DPC Peradi Gresik Kukuh Pranomo dan para pengurusnya itu dimulai pukul 08.00.
Serbuan vaksinasi untuk membantu Pemkab Gresik ini sebagai ikhtiar percepatan pembentukan herd immunity. “Harapannya kekebalan komunal dan herd immunity di Kabupaten Gresik tercapai. Alkhamdulillah Peradi diberi kesempatan untuk andil dalam percepatan vaksinasi,” kata Kukuh Pranomo.
Selain menggelar vaksinasi, Peradi juga memberi fasilitas pelayanan konsultasi hukum gratis untuk peserta vaksin maupun masyarakat umum dilokasi vaksinasi. Sebanyak empat peserta vaksinasi terlihat mengambil kesematan disela-sela waktu vaksin untuk berkonsultasi hukum, mereka dilayani oleh beberapa anggota Peradi dilokasi vaksinasi.
“Kami juga melayani konsultasi hukum secara gratis diluar dari lokasi vaksin ini, namun dengan tetap melaksanakan prokes ketat,”imbuhnya. Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik dr Ummi Khoiroh bahwa vaksin adalah cara keenam mencegah virus setelah 5M, untuk itu ia menginbau agar terus menerapkan 5M yakni memakai masker ; mencuci tangan ; menjaga jarak ; menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.
“Jadi jangan andalkan vaksin saja untuk menekan penyebaran Covid-19 yang memang melandai saat ini. Namun juga harus terus menerapkan 5 M, dan jangan melepas masker saat aktivitas diluar,”pungkas dr. Umi Khoiro. (yad)
GRESIK,1minute.id – Vaksinasi terus digeber. Sepanjang hari. Dalam sepekan tanpa libur akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Vaksinasi semakin digenjot karena Gresik mencapai level 1 atawa zona hijau 3 menjadi momentum bagi satuan tugas (Satgas) Covid-19 Gresik untuk mempercepat terbentuknya herd immunity di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik sekitar 70 persen.
Bahkan, Gresik menargetkan kekebalan kelompok paling lambat November 2021 nanti. Optimistis itu terungkap dalam Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik pada Senin, 20 September 2021.
Rapat tersebut membahas evaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dihadapan Camat se-Gresik dan pegiat pendidikan di kantor Bupati Gresik. Analisis dan evaluasi (anev) diadakan untuk mengetahui bagaimana perkembangan di lapangan mengenai pelaksanaan kegiatan PTM selama 3 pekan diadakan, apa saja kendala yang muncul dan bagaimana solusi terbaik untuk mengatasinya.
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah memberikan apresiasi kepada semua pihak yang sudah bekerja keras sehingga PTM bisa berjalan lancar dan kondusif. Kegiatan vaksinasi Covid-19 untuk pelajar dan santri yang terus diakselerasi. Dalam sepekan terakhir, kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah, ada kenaikan angka vaksinasi sebesar 13 persen.
Dengan perhitungan jumlah penduduk sebanyak 1,3 juta jiwa. Target kekebalan kelompok atau herd immunity sebesar 917 ribu penduduk atau 70 persen dari populasi penduduk. Sedangkan update per Senin,20 September 2021 capaian vaksinasi Covid-19 Gresik secara keseluruhan sebanyak 520 ribu penduduk.
Selisih angka inilah yang ditargetkan bisa dikejar oleh Pemkab dan semua elemen didalamnya dalam 2 minggu kedepan. “Kita harus mencapai minimal 10 ribu vaksinasi per hari, oleh karena itu perlu sinergitas yang baik hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan sehingga vaksinasi bisa berjalan lancar,”kata Bu Min-Min-sapaan-Aminatun Habibah.
Kegiatan PTM di Gresik ini sendiri sudah berlangsung kurang lebih 3 minggu berjalan. Walaupun dalam pelaksanaannya masih dilakukan secara terbatas dan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Bu Min yakin bahwa kegiatan PTM ini yang dilaksanakan baik di tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas sudah mengikuti protokol kesehatan. “Kami lihat sekolah-sekolah yang ada sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Insya Allah anak-anak melakukan pembelajaran dengan aman,”harapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Hariyanto mengatakan selama 3 minggu kegiatan PTM berjalan, tidak ada laporan mengenai adanya pelajar yang terinfeksi Covid-19 akibat dari kegiatan PTM. Dari laporan yang disampaikan, diketahui bahwa saat ini hampir 94 persen pelajar sudah melakukan PTM. “Dan sisanya sebesar 6 persen melakukan pembelajaran jarak jauh atau melalui daring,”ujar Hariyanto. (yad)
NGEMAL : Pengunjung di Iconmall antre vaksinasi pada Kamis, 16 September 2021 (Foto : ist)
GRESIK,1minute.id – Percepatan pemulihan ekonomi digeber Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Memasuki level 1 atawa zona hijau, serbuan vaksinasi semakin masif dilakukan. Antara lain, menggelar vaksinasi tempat perbelanjaan modern, mal.
Ada dua mal yang menggelar vaksinasi kepada masyarakat yakni Icon Mall dan Gressmall. Diskoperindag mengalokasikan 500 dosis dua mal itu. Dalam pantauan pelaksanaan vaksinasi Icon Mall hari kedua pada Kamis, 16 September 2021 berjalan lancar. Sebab, masyarakat yang hendak vaksin membawa pulpen. Vaksinasi diperuntukkan pelajar dan masyarakat umum.
Masyarakat yang sudah kebelet belanja atau nge-mal yang belum menerima dosis vaksin bisa bernafas lega. Mereka tidak perlu gigit jari karena aturan masuk mal harus vaksin.
Kepala Dinas Koperasi, Perindag dan usaha mikro (Diskoperindag) Gresik Agus Budiono menyatakan vaksinasi di mal ini sebagai ikhtiar untuk percepatan pembentukan herd immunity. Diskoperindag berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan ini melakukan pemulihan ekonomi.
“Kami jemput bola agar kelompok kekebalan tubuh di masyarakat atau herd immunity segera terbentuk, minimal 70 persen di akhir tahun ini,” kata Agus pada wartawan pada Kamis, 16 September 2021. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) jenjang PAUD hingga SMA sederajat sudah mulai digelar sejak 31 Agustus 2021. PTM dilakukan secara terbatas dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. Vaksinasi untuk pelajar semakin diintensifkan.
Hari ini, Selasa, 7 September 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menggelar serbuan vaksinasi di dua lembaga pendidikan yakni SMP Negeri 4 Gresik dan SMP Negeri 16 Gresik di Kecamatan Kedamean. Di SMP Negeri 16 Gresik, serbuan vaksinasi dipantau langsung oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah target 2 ribu pelajar di Kecamatan Kedamean itu. Sedangkan, SMP Negeri 4 Gresik menargetkan 1.000 dosis vaksinasi.
Menurut Aminatun Habibah, serbuan vaksinasi untuk pelajar ini merupakan suatu ikhtiar bersama untuk menghadapi pandemi Covid-19. Dengan adanya vaksinasi ini, imbuhnya, kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah berjalan ini semakin mantap dilakukan.
“Hal ini karena selain dari pihak guru yang sudah divaksin lengkap 2 dosis, dari sisi siswa juga dikejar vaksinasinya dengan kegiatan serbuan vaksinasi ini,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah didampingi Camat Kedamean Arifin dan Kepala Puskesmas Kedamean Titik Ernawati dan jajaran guru di SMPN 16 Gresik.
VAKSINASI PELAJAR SMP: Vaksinator melakukan suntik vaksinasi pelajar SMP Negeri 4 Gresik pada Selasa, 7 September 2021 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Kegiatan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Gresik sudah dimulai satu minggu yang lalu setelah hampir 17 bulan ditiadakan karena pandemi. Beberapa kali sebelumnya sudah ada wacana PTM, tetapi di lain pihak muncul kekhawatiran baik dari pemerintah maupun orang tua siswa munculnya klaster penyebaran baru.
Dengan kegiatan vaksinasi ini seakan menjawab kekhawatiran tersebut, tentu saja tetap dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. “Vaksinasi ini merupakan usaha dari pemerintah kabupaten Gresik untuk mengejar herd immunity yaitu tingkat vaksinasi 75 persen dari populasi. Sisa 25 persen ini merupakan kelompok masyarakat yang tidak bisa divaksin seperti bayi dan anak anak yang berusia dibawah 12 tahun,”ujar Bu Min.
Bu Min berpesan agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan. Selain itu, para guru juga diharapkan terus mengingatkan siswanya mengenai apa itu Covid-19 dan bagaimana cara mengurangi resiko terpaparnya.
Camat Kedamean Arifin mengatakan, selain di SMP Negeri 16 Gresik, serbuan vaksinasi satu dari berapa lokasi serbuan vaksinasi yang tersebar di beberapa balai desa di Kecamatan Kedamean, diantaranya di Balai Desa Kedamean, Balai Desa Banyuurip, Balai Desa Tanjung dan Balai Desa Glidih.“Dengan gencarnya kegiatan vaksinasi yang kita lakukan ini, angka vaksinasi kecamatan Kedamean sudah mencapai 60 persen,”ngkap Arifin. (yad)
GRESIK,1minute.id – Upaya Pemkab Gresik melakukan percepatan pembentukan herd immunity di Kota Santri dilakukan disokong oleh Pengadilan Negeri Gresik. Lembaga peradilan berkantor di Jalan Permata Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, itu menggelar vaksinasi bagi keluarga pegawai dan hakim pada Senin 23 Agustus 2021.
Dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, puluhan dari keluarga hakim dan pegawai honorer melakukan vaksinasi Sinovac dosis pertama berkerjasama dengan Urusan Kesehatan (Urkes) Polres Gresik.
Humas Pengadilan Negeri Gresik Fatkhur Rochman mengatakan, vaksinasi tersebut sebagai ikhtiar pencegahan bahaya virus Covid-19. Sekaligus wujud kepedulian Pengadilan Negeri Gresik pada masyarakat khususnya pencari keadilan agar tidak lagi ragu datang ke Pengadilan Negeri Gresik.
“Pegawai dan Hakim disini tidak lagi waswas dalam melayani dan berhadapan dengan masyarakat. Namun harus tetap menerapkan protokol kesehatan meski sudah di vaksin,” terang Fatkhur. Fatkhur menjelaskan, total ada 33 peserta yang mengikuti vaksinasi pertama, dan dua peserta tidak lolos sekrening. Selain keluarga, vaksin juga diberikan pada masyarakat di lingkungan Pengadilan Negeri Gresik.
“Vaksin diberikan pada keluarga hakim dan pegawai honorer. Ada tambahan dari mahasiswa magang, dan masyarakat yang bekerja di lingkungan Pengadilan Negeri Gresik,”lanjutkan.
Sementara itu, Paurkes Polres Gresik Ipda Sugioto menyebut, sebanyak dua peserta tidak lolos saat sekrining dikarenakan satu masih dibawah umur, dan satu lagi merupakan penyintas. “Peserta yang lolos vaksin akan melakukan vaksinasi dosis ke dua pada 22 September mendatang. Hal ini juga sebagai bukti jika Pengadilan Negeri Wates telah bersinergi melawan Covid 19,”tambahnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Ratusan relawan tenaga kesehatan (nakes) telah menjalani pelatihan sebagai vaksinator. Mereka dipersiapkan untuk gerebeg vaksinasi di Kota Santri. Dimana lokasi gelar vaksinasi masal untuk mencapai herd immunity (kekebalan kelompok).
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani merencanakan menggelar di empat destinasi wisata di Gresik. Empat destinasi itu yakni Lontar Sewu di Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti ; Wisata Selo Tirta Giri (Setigi) di Desa Sekapuk dan Wisata Gosari (Wagos) Desa Gosari. Keduanya di Kecamatan Ujungpangkah. Serta, Wisata Pasir Indah Delegan (WISID) di Desa Delegan, Kecamatan Panceng.
Empat pengelola destinasi itu telah diundang dalam rapat koordinasi (Rakor) Gerebeg Vaksinasi di ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 27 Juli 2021. “Kami menggunakan tempat wisata ini untuk kegiatan gerebeg vaksin untuk pemerataan vaksinasi diseluruh wilayah Gresik Utara, Tengah dan Selatan. Mumpung ada PPKM sehingga tempat wisata tersebut tutup dan dimanfaatkan untuk kebaikan bersama,”kata Gus Yani dihadapan para pengelola wisata.
Ide bupati itu bersambut. Para pengelola wisata tersebut menyatakan kesanggupannya. Sistem vaksinasi masal mengadopsi kegiatan vaksinasi yang berlangsung di Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP) yang sudah berlangsung selama 3 minggu. Pendaftaran secara online itu dianggap sukses. Tidak terjadi kerumunan.
“Kami rencanakan gerebeg vaksin ini berlangsung mulai Senin depan. Saat ini kami masih akan mengadakan persiapan termasuk membuat dan merapikan aplikasinya, agar nantinya mudah digunakan oleh masyarakat,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.
Selain Gerebeg vaksin, pada Sabtu besok Pemkab Gresik bekerjasama dengan Ikatan Alumni Universitas Airlangga (Ika Unair) Surabaya akan mengadakan vaksinasi masal di destinasi wisata Lontar Sewu. Pada kegiatan tersebut, Pemkab Gresik akan mengerahkan masyarakat sekitar lokasi melalui para Camat dan Kepala Desa untuk menjadi peserta vaksinasi. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pemerint <ah Kabupaten (Pemkab) Gresik melakukan percepatan vaksinasi. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menargetkan palinh lambat September 2021 tercapai 70 persen herd immunity (kekebalan kelompok). Kota Santri terbebas dari corona virus disease 2019 (Covid-19).
Untuk mencapai target herd immunity itu, Gus Yani-begitu sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani melakukan berbagai terobosan dan inovasi menyeluruh untuk memutus penyebaran penyakit yang disebabkan virus corona tersebut. Diantaranya, merekrut ratusan relawan tenaga kesehatan sebagai vaksinator, ean menggeber vaksinasi di sejumlah tempat destinasi di Gresik.
Ratusan relawan nakes itu, telah menjalani pelatihan di kantor Dinas Kesehatan Gresik pada Selasa, 27 Juli 2021. Pelatihan dibuka oleh Gus Yani.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, relawan nakes ini berasal dari para dokter, perawat, bidan, apoteker dan mahasiswa kesehatan yang masih duduk pada semester akhir di Fakultas Kesehatan.
“Kami sangat menghargai dan berterimakasih sekali kepada Anda yang telah bersedia mengabdikan diri untuk masyarakat yang membutuhkan. Hal ini akan menjadi kebanggaan Anda sebagai generasi milenial,”kata Gus Yani.
Menurut Bupati, pelatihan vaksinator ini sebagai langkah persiapan vaksinasi masal yang diperkirakan dimulai Agustus 2021. “Sekitar bulan Agustus dan September akan ada droping vaksin dalam jumlah besar dari Pemerintah pusat. Dengan demikian kami sudah mempersiapkan tenaga, sarana dan prasarana untuk vaksinasi masal,”ujar mantan Ketua DPRD Gresik ini.
Bupati berharap setelah vaksinasi massal ini, maka 70 persen masyarakat Gresik sudah melaksanakan vaksinasi. Herd imunity bisa dicapai di Gresik. Gus Yani menyatakan bangga terhadap masyarakat Gresik karena animonya sangat tinggi untuk mengikuti vaksinasi. Bahkan beberapa saat sampai kehabisan vaksin.
Saat ini, program vaksinasi telah mencapai 30 persen. Gus Yani optimistis kurun waktu dua bulan bisa mencapai 70 persen. Mayoritas warga Kota Santri telah mendapatkan vaksin. (yad)