Pangkas Prosedur Birokrasi, PN Gresik Luncurkan e-Berpadu

GRESIK,1minute.id –Pengadilan Negeri / Hubungan Industrial  Kelas 1A Gresik meluncurkan aplikasi e-Berpadu pada Kamis, 13 Oktober 2022. Elektronik Berkas Pidana Terpadu ini sebagai pelaksanaan yang diamanatkan oleh Mahkamah Agung (MA).

Untuk menjalankan program tersebut, PN Gresik bersama Kejaksaan Negeri Gresik , Polres Gresik dan Rumah Tahanan (Rutan) Gresik melakukan pendatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) tentang Pengembangan dan Implementasi Sistem Peradilan Pidana Terpadu Berbasis Teknologi Informasi Dalam Rangka Mendukung Aplikasi e-Berpadu.

Ketua Pengadilan Negeri/Pengadilan Hubungan Industrial Gresik Agus Walujo Tjahjono mengatakan bahwa penerapan aplikasi e-Berpadu dapat menjadikan Mahkamah Agung menuju proses Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“e-Berpadu dapat digunakan untuk stakeholder meliputi Penyidik (Kepolisian), Penuntut Umum (Kejaksaan), Pengadilan, Lembaga Pemasyarakatan, pengguna layanan Advokat dan Masyarakat selama 1X24 jam. Hal tersebut diterapkan dengan tujuan untuk memangkas prosedur birokrasi, menghemat waktu dan biaya. Masyarakat tidak perlu datang ke Pengadilan untuk izin besuk tahanan (saat ini),” terang Agus pada Kamis, 13 Oktober 2022.

Agus melanjutkan manfaat e-Berpadu bisa mengirim notifikasi pemberitahuan melalui email dan WhatsApp, bahkan mendapat penetapan Pengadilan secara elektronik.

“Sebagai catatan, saat ini aplikasi e-Berpadu tersedia dalam versi 1.0.0. Fitur yang tersedia meliputi, penyitaan, penggeledahan, perpanjangan penahanan, pembantaran, pelimpahan berkas perkara. Tidak hanya itu, juga tersedia fitur izin besuk, penetapan diversi, permohonan pinjam pakai barang bukti, dan kedepan akan dikembangkan dengan penambahan beberapa fitur sesuai dengan proses persidangan perkara pidana,”jelasnya.

Sementara itu, Humas PN Gresik Mochamad Fatkur Rochman menambahkan e-Berpadu adalah berbasis aplikasi Web. “e-Berpadu merupakan inovasi aplikasi yang dibuat MA untuk mendorong perwujudan sistem basis data penanganan perkara tindak pidana secara terpadu berbasis teknologi informasi sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung No.04 tahun 2020,”terang Humas PN Gresik Mochamad Fatkur Rochman.

Program aplikasi e-Berpadu, imbuhnya, agar administrasi perkara pidana dapat dilaksanakan dengan mudah. Melalui e-Berpadu semua adimistrasi yang berhubungan dengan persidangan perkara pidana dapat diakses melalui elektronik. 

PKS tentang Pengembangan dan Implementasi Sistem Peradilan Pidana Terpadu Berbasis Teknologi Informasi Dalam Rangka Mendukung Aplikasi e-Berpadu ini lakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri/Pengadilan Hubungan Industrial Kelas 1A Gresik Agus Walujo Tjahjono, Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis, Kajari Gresik Hamdan Saragih dan Rutan Gresik diwakili oleh Kepala Subsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Gresik Anis Handoyo.

Penandatanganan PKS ini disaksikan diantaranya Wakil Ketua PN Gresik Ida Ayu Sri Adriyanthi Astuti Widja serta hakim PN Gresik , jaksa , polisi dan advokat. (yad)

Pangkas Prosedur Birokrasi, PN Gresik Luncurkan e-Berpadu Selengkapnya

Ubah Limbah Faba jadi Filler Pupuk NPK, Petrokimia Gresik Hemat Rp 7,4 Miliar

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik terus berinovasi. Terobosan baru, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia  di bidang pupuk majemuk dengan mengubah limbah batu bara atau Fly Ash-Bottom Ash (FABA) menjadi bahan baku pengisi (filler) pupuk NPK, menggantikan clay. 

Inovasi ini, perusahaan mampu menghemat hingga Rp 7,4 miliar yang diperoleh dari penurunan biaya pengelolaan limbah serta pembelian clay.

 Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan, terobosan terbaru ini berhasil mengantarkan Petrokimia Gresik yang merupakan anggota holding Pupuk Indonesia sebagai Grand Champion dalam ajang Pupuk Indonesia Quality Improvement (PIQI) 2022, beberapa waktu lalu.

“Apresiasi juga datang dari banyak pihak. Temuan ini sudah disampaikan pada sejumlah seminar level nasional dan internasional, menjadi dasar dalam pembuatan naskah akademik Balitbangtan Kementerian Pertanian, serta sudah diadopsi oleh teman-teman dari Pusri Palembang. Petrokimia Gresik juga sudah mendapatkan surat pencatatan ciptaan atas inovasi ini,”tandas Dwi Satriyo.

Sebagai perusahaan Solusi Agroindustri, Petrokimia Gresik merupakan pioneer pupuk majemuk di tanah air yang saat ini menjadi produsen NPK terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi mencapai 2,7 juta ton/tahun. Meski demikian, Petrokimia Gresik tidak berpuas diri dan terus menghadirkan terobosan untuk meningkatkan daya saing NPK.

“Dari hasil uji coba, pemanfaatan FABA sebagai pengganti clay dalam pembuatan pupuk NPK masih dalam batasan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil pengaplikasian pupuknya pada tanaman padi juga memiliki kualitas yang sama baiknya dengan pupuk NPK tanpa FABA,” tandasnya.

Inovasi ini, lanjut Dwi Satriyo, dilatarbelakangi status FABA yang tidak lagi masuk dalam golongan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021. Sehingga Petrokimia Gresik melihat perubahan status ini sebagai peluang untuk substitusi bahan baku NPK.

Bahan baku pembuatan pupuk NPK sendiri dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu bahan baku utama (main material) yang membawa unsur hara seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K) dan Sulfur (S), serta bahan baku filler yang berfungsi sebagai bahan pelengkap sekaligus perekat untuk semua bahan baku agar menghasilkan produk granul yang sempurna.

Pada umumnya, bahan baku filler pada pupuk NPK menggunakan white clay yang biasanya diperoleh dari tambang bahan baku semen. Dengan memanfaatkan FABA yang sudah tersedia, Petrokimia Gresik tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk pembelian clay.

Selain itu, pemanfaatan FABA sebagai pengganti bahan baku filler NPK juga mampu menekan biaya pengelolaan limbah FABA dari yang sebelumnya mencapai Rp 269 juta/bulan menjadi nol rupiah atau turun 100 persen. Dampak positif lain dari inovasi ini yaitu, meningkatkan kualitas lingkungan karena limbah dapat termanfaatkan dengan optimal (zero waste), mengurangi nilai risiko gangguan kesehatan dan keselamatan, serta kenyamanan dalam bekerja menjadi lebih baik.

“FABA memiliki karakteristik dan kandungan yang sama dengan clay.  Melalui inovasi ini tentu akan semakin meningkatkan competitiveness NPK yang kami produksi, sehingga manfaatnya juga dapat dirasakan oleh petani sebagai konsumen kami,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Ubah Limbah Faba jadi Filler Pupuk NPK, Petrokimia Gresik Hemat Rp 7,4 Miliar Selengkapnya

Rayakan 9 Tahun SIG secara Virtual, Menteri Erick Thohir Dorong BUMN Semen Kelas Dunia

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) genap berusia 9 tahun pada Jumat, 7 Januari 2022. Perayaan hari ulang tahun di masa pagebluk coronavirus disease 2019 dengan varian baru, Omicron sedang mewabah di Indonesia Ini digelar secara virtual.

Seluruh karyawan di lokasi operasional perseroan mengikuti hari ulang tahun dengan mengusung tema Growing Together, sembilan tahun perjalanan transformasi, SIG terus bertumbuh dalam semangat kebersamaan untuk menghadapi segala tantangan yang ada. SIG hadir untuk memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan dengan terus berinoivasi, kreatif, dan membangun semangat untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan Indonesia.

Direktur Utama SIG Donny Arsal mengatakan kolaborasi dan sinergi menjadi semangat utama dalam perayaan tahun ini. Perayaan HUT ke-9 SIG membawa semangat baru bagi perusahaan dalam menjalankan semua strategi dan inisiatif untuk mencapai target yang diharapkan melalui semangat kebersamaan.

“Kebersamaan menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan industri semen kedepan yang akan semakin berat, dimana peta persaingan semakin ketat dengan munculnya beberapa pemain baru. Apalagi kondisi over supply semakin mempertajam tingkat kompetisi di market,”kata Donny Arsal.

Lebih lanjut, Donny Arsal menambahkan, tahun ini SIG telah mencanangkan strategic bussiness priority dengan inisiatif, salah satunya peningkatan operational excellence serta melakukan optimalisasi supply chain.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir dalam sambutannya menyampaikan, sebagai salah satu BUMN semen terbesar di Asia Tenggara yang memiliki kontribusi besar bagi masyarakat dan Indonesia. “Saya terus mendorong agar SIG dapat bertransformasi menjadi BUMN kelas dunia.

Melalui Inovasi, produk dan layanan serta inovai teknologi dan digital untuk meningkatkan daya saing secara global, hal ini sesuai dengan taglinenya Go Beyond Next,”kata Erick Thohir.

“SIG berkembang dan berinovasi, meningkatkan prestasi untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan bangsa Indonesia yang kita cintai,”imbuhnya. Dalam rangkaian perayaan HUT ke-9, SIG memberikan Penghargaan Kesetiaan Kerja kepada 363 karyawan.

Penghargaan diberikan sebagai apresiasi atas masa bakti karyawan yang telah bekerja selama 10, 25, dan 30 tahun. Selain itu, Perseroan juga menyelenggarakan kegiatan Virtual Race, sujud syukur, khataman Al-Quran serta pemberian santunan kepada anak yatim piatu di 8 lokasi operasional perusahaan. (yad)

Rayakan 9 Tahun SIG secara Virtual, Menteri Erick Thohir Dorong BUMN Semen Kelas Dunia Selengkapnya

Petrokimia Gresik Borong Tiga Penghargaan Diajang IHCA untuk Program Inovatif Pengembangan SDM


GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik memborong tiga penghargaan dalam ajang Indonesia Human Capital Award (IHCA) VII Tahun 2021. Penghargaan itu diraih karena perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia terbukti mendukung pemerintah mencetak SDM unggul. 

Tiga penghargaan adalah “Best of Five Company in HR Contribution to Community”, “4th Best of The Year 2021 PLATINUM AWARD-A-Excellent” dan “The Best Indonesia-HC Director 2021 untuk Direktur Keuangan & Umum, Budi Wahju Soesilo” dalam kategori Subsidiary of SOE’s Company-Non Finance Company.

Budi Wahju Soesilo mengatakan, program pengembangan talenta yang dihadirkan Petrokimia Gresik tidak hanya untuk peningkatan SDM karyawan, tapi juga menjadi upaya perusahaan dalam mendukung pemerintah mencetak tenaga kerja atau SDM unggul guna menghadapi persaingan global. “Berbagai program pengembangan talenta yang dijalankan atau diciptakan Petrokimia Gresik memiliki semangat untuk membangun SDM Indonesia,”tandas Soesilo dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Senin, 4 Oktober 2021.

Ada program peningkatan SDM yang luncurkan oleh Petrokimia Gresik.  Lima program itu adalah Digital Learning Center (DLC) yang baru saja diluncurkan oleh Asisten Deputi Bidang Industri Pangan dan Pupuk (Asdep IPP) Kementerian BUMN RI, Zuryati Simbolon, beberapa waktu lalu.

Soesilo menjelaskan bahwa DLC Petrokimia Gresik merupakan inovasi digital yang telah dicanangkan sejak 2020, dan merupakan hasil sinergitas Kementerian BUMN, melalui Pupuk Indonesia dan Petrokimia Gresik, serta Kementerian Perindustrian sebagai upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja di Indonesia.

DLC dibangun untuk mempercepat penguasaan kompetensi karyawan, serta menjadi sarana bagi mahasiswa dan siswa magang dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah Menengah Kejuruan atau sederajat. Dimana, mahasiswa dan siswa tidak perlu datang ke pabrik untuk melakukan praktik kerja industri, karena mereka bisa mendapatkan pengalaman magang yang riil melalui platform DLC, diantaranya Virtual Reality dan 360 Plant Facility Learning.

“Fasilitas ini juga menjadi solusi bagi mahasiswa magang di masa pandemi Covid-19, karena banyak mahasiswa kesulitan mencari tempat praktik lantaran banyak perusahaan menutup program magang guna mencegah penyebaran Covid-19,”terang Soesilo.

Kedua, Jambore Petani Muda (JPM) yang telah diselenggarakan sebanyak empat kali oleh perusahaan sejak 2017. Dengan total alumni mencapai 190 orang, program ini merupakan upaya perusahaan menumbuhkan minat generasi milenial terhadap dunia pertanian. Sebab peran generasi muda pada sektor ini masih terbilang rendah, padahal sektor pertanian, tak kalah prospektif dengan sektor lainnya.

“Jambore Petani Muda merupakan salah satu bentuk komitmen Petrokimia Gresik dalam membangun pertanian di Indonesia sekaligus menegaskan arah kebijakan perusahaan yang berorientasi kepada petani dan pertanian masa depan,” ujar Soesilo.

Ketiga, Program Magang Mahasiswa kerja sama dengan 6 Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) yang tersebar di seluruh Indonesia sejak 2019. Keempat, Program Magang Mahasiswa Besertifikat (PMMB) yang sudah berjalan sejak 2019, kerjasama dengan Kementerian BUMN dan didukung oleh Forum Human Capital Indonesia (FHCI) dalam upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja di Indonesia. 

Kelima, Program Vokasi Industri setara Diploma 1 bekerjasama dengan Politeknik APP Jakarta dan Politeknik ATI Makassar. Program ini merupakan wujud komitmen Petrokimia Gresik dalam mengimplementasikan instruksi Presiden RI tentang revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) guna meningkatkan kualitas SDM.

Dalam hal ini, Petrokimia Gresik memberikan kesempatan bagi lulusan SMA/SMK untuk mengikuti program pengembangan pendidikan vokasi industri yang berbasis kompetensi dan link and match,”imbuh Soesilo.
Terakhir, Soesilo memastikan bahwa Petrokimia Gresik akan terus menjalankan program pengembangan talenta unggul untuk Indonesia secara kontinyu guna menghasilkan SDM yang berkompeten.

“Kami akan terus menciptakan program inovatif agar pengembangan talenta berjalan lebih masif, sehingga ke depan tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di pasar global,”tutupnya. (yad)

Petrokimia Gresik Borong Tiga Penghargaan Diajang IHCA untuk Program Inovatif Pengembangan SDM Selengkapnya

Komisi 1 DPRD Gresik Dorong OPD Inovasi untuk Dongkrak PAD dari Sektor Telekomunikasi


GRESIK, 1minute.id – Komisi I DPRD Gresik mendorong kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berinovasi untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Gresik.  Diantaranya, memaksimalkan sewa lahan yang dipergunakan untuk microcell pole atawa mini tower.

Sebab, komisi yang membidangi pemerintahan itu menganggap sewa lahan mikrosel saat ini tergolong murah. Wakil Ketua Komisi I DPRD Gresik Syaichu Busyiri mengatakan penggunaan lahan aset Pemkab Gresik untuk pendirian mikrosel sangat murah. Dibutuhkan inovasi dan regulasi agar bisa memungut retribusi dari mikrosel itu.

“Memang, permasalahan telekomunikasi belum tuntas yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) karena sudah bertahun-tahun. Kami akan undang hearing dengan Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informasi),”ungkap Wakil Ketua Komisi I DPRD Gresik Syaichu Busyiri didampingi Anggota Komisi I Kamja Wiyono dalam Konferensi Pers di Ruang Komisi pada Senin, 23 Agustus 2021.

Inovasi perlu dilakukan untuk menambah pundi-pundi PAD Gresik. Penggunaan telekomunikasi semakin tinggi di Kota Santri-sebutan Lain-Kabupaten Gresik. Akan tetapi, kontribusi kepada daerah belum signifikan.  Akan tetapi, Syaichu tidak menyebutkan nilai kontribusi dari sewa lahan untuk perangkat dalam infrastruktur telepon selular yang berdiri media jalan yang digunakan sebagai taman penghijau itu. 

Politisi dar PKB Gresik itu, berharap pemerintah kembali mengajukan kembali Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan atas Perda nomor 19/2012 tentang Penataan, Pembangunan dan Pengendalian Menara Telekomunikasi Bersama dalam Perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2018 lalu. 

Sebab, pengajuan tersebut dihapus oleh Tim Legislasi (Timleg) Pemkab Gresik pada 2019 silam. “Insya Allah, tahun depan bisa kita tuntaskan. Karena bukan menjadi program prioritas bupati di masa pandemi. Tetapi, pemberdayaan UMKM yang menjadi program prioritas,”tandas anggota FPKB DPRD Gresik itu.

JUMPA PERS: Wakil Ketua Komisi I DPRD Gresik Syaichu Busyiri didampingi Anggota Kamja Wiyono ketika menggelar jumpa pers fi Ruang Komisi DPRD Gresik pada Senin, 23 Agustus 2021

Diakui politisi PKB ini, banyak permasalahan telekomunikasi  yang harus dituntaskan. Seperti keberadaan menara (base transceiver station/BTS) diduga ilegal hingga biaya sewa lahan milik Pemkab Gresik yang terlalu murah. Maupun, rencana Pemkab Gresik mendirikan menara telekomunikasi bersama.  

Padahal, sektor telekomunikasi bisa menjadi peluang menggali PAD ketika dana transfer dari pemerintah pusat dan provinsi semakin menurun. Apalagi, PAD dari pajak dan retribusi daerah juga tak tercapai sesuai target.“Inovasi untuk menggali PAD dari sektor telekomunikasi masih ada peluang besar,”tegas dia. 
Sementara itu, Kamja Wiyono mendukung Komisi I untuk menuntaskan permasalahan tersebut. “Apalagi, Pak Syaichu Busyiri sangat paham dengan permasalahan itu,”pungkas dia. (yad)

Komisi 1 DPRD Gresik Dorong OPD Inovasi untuk Dongkrak PAD dari Sektor Telekomunikasi Selengkapnya

Kado HUT, Petrokimia Gresik Luncurkan Tiga Produk Baru Ramah Lingkungan

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik terus berinovasi. Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia ini kembali memberikan kontribusi nyata untuk sektor pertanian Indonesia itu menghadirkan tiga produk baru yaitu Pupuk SP-26 PETRO, Petro Niphos, dan Phonska Alam bertepatan HUT ke-49 pada Sabtu lalu, 10 Juli 2021.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyatakan tiga produk baru itu  merupakan respon perusahaan atas berbagai masalah pertanian saat ini yang tujuannya bermuara pada peningkatan produktivitas pertanian untuk mendongkrak kesejahteraan petani, sekaligus mewujudkan pertanian berkelanjutan.

“Tiga produk ini nantinya akan bersaing di pasar non-subsidi atau komersial,”tandas Dwi Satriyo dalam siaran pers diterima 1minute.id pada Senin, 12 Juli 2021.

Seperti diketahui, tahun ini terdapat penyesuaian formula unsur hara P dalam pupuk NPK Phonska bersubsidi dari NPK 15-15-15 menjadi NPK 15-10-12. Selain itu, alokasi pupuk SP-36 bersubsidi juga mengalami penyesuaian dan hanya diperuntukkan bagi tanaman hortikultura, sehingga tidak bisa ditebus untuk tanaman pangan.

“Untuk itu, SP-26 PETRO hadir sebagai respon atas penyesuaian unsur hara P tersebut dan juga alternatif atas penyesuaian alokasi pupuk SP-36 bersubsidi,”ujar Dwi Satriyo. 

Pupuk ini memiliki kandungan unsur hara makro Fosfor (P) sejumlah 26% dan Sulfur (S) sejumlah 5% yang mudah larut dan tersedia bagi tanaman. Selain itu juga tidak bersifat higroskopis, sehingga tidak mudah menggumpal (cacking) dalam suhu ruangan.

Secara fisik, SP-26 berwarna abu kecoklatan dan berbentuk granul dengan ukuran yang seragam sehingga memudahkan petani dalam aplikasinya, yaitu ditabur atau dibenamkan. Dosisnya antara 150 kg hingga 500 kg per hektar tergantung pada komoditas tanaman.

“SP-26 PETRO berperan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas panen pada komoditas pangan, hortikultura dan perkebunan,” imbuh Dwi Satriyo. Berikutnya, Petro Niphos diciptakan sebagai respon atas kebutuhan petani hortikultura yang menggunakan pupuk non-subsidi khususnya NPS.

Petro Niphos mengandung unsur hara N (Minimal 20%), P (Minimal 20%), dan S (Minimal 13%) yang lebih tinggi dibanding pupuk majemuk pada umumnya. Pupuk ini juga berbentuk granul (butiran), dan diperuntukkan khusus untuk komoditas hortikultura (sayuran daun) dan pangan. Dosisnya bervariasi antara 250 kg hingga 700 kg per hektar sesuai dengan komoditas atau tanaman. Phonska Alam untuk Pertanian Berkelanjutan.

Lebih lanjut Dwi Satriyo menegaskan, komitmen Petrokimia Gresik untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan dapat dilihat dari konsistensi perusahaan dalam menghadirkan produk-produk terobosan transformatif yang ramah lingkungan. Diantaranya,  Petroganik di tahun 2005 dan Phonska OCA di tahun 2020, yang keduanya berhasil masuk dalam skema pupuk bersubsidi hingga saat ini.

Tahun ini, Petrokimia Gresik menghadirkan Phonska Alam yang merupakan produk pupuk majemuk pertama dengan kandungan bahan-bahan mineral alami sebagai sumber N (dalam bentuk nitrat maksimal 5%), P (minimal 10%), dan K (minimal 10%) yang telah mendapatkan sertifikat organik dan berlogo Organik Indonesia.

Secara fisik Phonska Alam berbentuk granul dan berwarna abu kehitaman. Pupuk ini diperuntukkan untuk komoditas organik pangan, hortikultura dan perkebunan. Dosis yang digunakan antara 500 kg per hektar hingga 1.800 kg per hektar menyesuaikan dengan komoditas tanaman.

“Phonska Alam adalah rangkaian pupuk yang dibutuhkan dalam sistem pertanian organik. Ini menjadi wujud kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan,” ujarnya. Ke depan, sambil menunggu kebijakan pemerintah terkait Pembatasan Wilayah, Petrokimia Gresik juga berencana akan melakukan demonstration plot (demplot) di sejumlah daerah, agar petani dapat mengetahui langsung khasiat dari penggunaan ketiga pupuk non-subsidi ini.

“Semoga produk-produk ini bisa menjadi solusi andalan petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga kesejahteraan petani pun terdongkrak. Ini merupakan tonggak sejarah baru bagi Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia Group dalam menciptakan masa depan Indonesia, khususnya dalam hal mewujudkan ketahanan pangan nasional dan pertanian berkelanjutan,” tandas Dwi Satriyo. (yad)

Kado HUT, Petrokimia Gresik Luncurkan Tiga Produk Baru Ramah Lingkungan Selengkapnya

Inovasi, Ciptakan Varian Baru, Pemasaran Digital, Bandeng Mentari, UMKM Mitra Binaan SIG, Bertahan di Tengah Pandemi


GRESIK,1minute.id – Masa pandemi menuntut pelaku usaha berinovasi untuk bisa bertahan hidup. Diantaranya dilakukannya Anim Falahuddin. Pemilik bidang olahan Bandeng dengan merk Bandeng Mentari yang beralamat di Kecamatan Manyar, Gresik ini. 

Anim, satu diantara ratusan UMKM Mitra binaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bisa tetap bertahan di tengah pandemi korona. Dan, berkembang pesat.

Anim Falahudin menceritakan awal pandemi Covid-19 sempat kesulitan berjualan produk bandeng olahannya. Pendapatannya menurun hingga 60 persen. Namun, pemilik UD Multi Sarana Niaga itu tak lantas membuatnya putus asa. 

Anim memutar otak untuk melakukan inovasi dengan menambah varian produk baru berbahan baku ikan bandeng. Inovasinya membuahkan hasil, hingga saat ini Anim Falahuddin memililki 33 varian produk yang telah dipasarkan. Selain itu pemasaran juga sudah memanfaatkan platform digital.

Anim Falahuddin mengungkapkan, saat ini produk Bandeng Mentari sudah tersebar di beberapa wilayah di seluruh Indonesia. “Beberapa produk olahan yang kami jual diantaranya bandeng cabut duri, otak-otak, bandeng presto, bandeng pepes, bandeng sapit, abon bandeng, nuget bandeng rolade, siomay, fillet bandeng, kerupuk dan lainnya,”katanya. 

Dalam menjalankan usahanya Anim Falahuddin dibantu 15 karyawan yang merupakan warga sekitar. Setiap harinya bisa memproduksi hingga 200 kilogram. “Saat ini penjualan Bandeng Mentari mampu meraup omzet hingga Rp 120 juta perbulan,”ujarnya. 

Anim telah memiliki 13 mitra yang tersebar di kota-kota besar di Jawa, Bali dan Kalimantan. “Kini produk kami dapat ditemui di berbagai swalayan, pusat oleh-oleh dan restoran,”ujar Anim Falahuddin bangga. 

Sementara itu, General Manager of CSR SIG, Edy Saraya mengatakan, UMKM Bandeng Mentari ini memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang. Ikan bandeng merupakan makanan khas Gresik yang digemari oleh masyarakat.

“Semoga kedepan kehadiran UMKM ini mampu mendorong peningkatakan ekonomi, karena dapat membuka lapangan kerja bagi warga sekitar,”harap Edy Saraya dalam siaran pers diterima 1minute.id, Kamis 19 November 2020.

Edy Saraya menambahkan, SIG terus mendukung upaya UMKM binaan untuk maju dan berkembang ditengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Antara lain dengan memberikan fasilitas pelatihan dan pameran guna memperkenalkan produk kepada masayarakat luas. (*)

Inovasi, Ciptakan Varian Baru, Pemasaran Digital, Bandeng Mentari, UMKM Mitra Binaan SIG, Bertahan di Tengah Pandemi Selengkapnya