Gudang Biji Plastik di Gresik Ludes Terbakar, Petugas Kesulitan Dapat Suplai Air

GRESIK,1minute.id – Gudang biji plastik U.D. Maju Mapan terbakar hebat pada Selasa malam, 21 April 2026. Gudang berisi penuh bijih plastik berada di Jalan  Raya Tanjung, Desa Tanjung, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu ludes diamuk si jago merah.

Kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab gudang tersebut terbakar. Tidak korban jiwa dalam kebakaran ini. Kerugian ditaksir ratusan juta hingga miliar rupiah. 

Menurut keterangan petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik menerima laporan kejadian kebakaran pada Selasa, 21 April 2026 sekitar pukul 20.45 WIB. Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan enam unit mobil Damkar ke tempat kejadian kebakaran (TKK). Enam mobil damkar dengan 24 personel itu, berasal dari unit pos Driyorejo, Menganti dan Kota. 

Sekitar pukul 21.15 WIB petugas tiba di lokasi kebakaran. “Api sudah membesar di area gudang belakang,” ujar seorang petugas Damkar. Angin kencang membuat lidah api semakin besar. Hingga nyaris bangunan gudang ludes terbakar. Petugas sulit memadamkan api. Pasalnya, petugas mengalami kesulitan mendapatkan suplai air. “Sudah padam, karena air telat kembali membawa,” katanya. 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik Suyono membenarkan pihaknya sempat mengalami kesulitan mendapatkan suplai air. “Api baru bisa kami padamkam  dinihari tadi (Rabu, 22 April 2026),” kata Suyono. Kebakaran gudang bijih plastik di Kedamean menambah panjang kejadian kebakaran di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini. “Bulan ini (April) ada sepuluh kejadian kebakaran,” ujar Suyono. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Gudang Biji Plastik di Gresik Ludes Terbakar, Petugas Kesulitan Dapat Suplai Air Selengkapnya

Kades Slempit Suyitno: Jalan Sehat Jadi Puncak Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia Wadah Mempererat Tali Silaturahmi, Semangat Kebersamaan 

GRESIK,1minute.id – Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik telah berakhir. Keguyupan dan semangat kebersamaan warga dalam menyemarakan hari kemerdekaan masih terasa hingga saat ini.

Kebersamaan dan gotong royong menjadi modal utama bagi pemdes yang dipimpin oleh Suyitno dalam menjalankan program pembangunan Pemerintah Desa setempat. Kepala Desa Slempit Suyitno mengatakan, Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia berlangsung sukses, meriah dan kondusif. Dalam perayaan hari kemerdekaan itu, pemerintah desa menggelar banyak kegiatan, antara lain, tasyakuran malam 17 Agustus ; ada perlombaan Agustusan untuk anak-anak: bola voli antar Rukun Warga putra dan putri ; wayang kulit hingga jalan sehat sebagai puncak atau Gebyar HUT Ke-80 Republik Indonesia. 

Antusiasme warga begitu besar dalam mengikuti semua kegiatan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia itu. “Bentuk syukur atas kemerdekaan,” kata Suyitno pada Kamis, 11 September 2025.

Ia mencontohkan kegiatan jalan sehat sebagai puncak perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Seluruh warga tumplek-blek mengikuti kegiatan yang digelar pada Ahad, 31 Agustus 2025. Sejak pagi, warga Desa Slempit berduyun-duyun menuju balai desa setempat. Tempat strat dan finish. Mulai dari anak- anak, pemuda, emak-emak, hingga orang tua. Laki-laki dan perempuan mengikuti jalan sehat kemerdekaan yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB sampai siang tersebut.

MERIAH : Peserta memakai busana ala putri raja menjadikan jalan sehat yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik semakin meriah (Foto : Istimewa)

Masyarakat antusiasme mengikuti jalan sehat selain ada banyak door prize. Juga tertarik karena menarik. Sebab, peserta  juga berdandan rapi dengan mengenakan  busana adat nusantara. Busan kebaya Jawa, hingga busana adat Sumatera hingga yang berpenampilan bagai permaisuri. Ada juga memakai kostum pahlawan revolusi. Jalan Sehat bagai sebuah karnaval. Antusiasme dan keguyupan warga membuat suasana perayaan terasa meriah. 

Kepala Desa (Kades) Slempit Suyitno, mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat dan para peserta yang telah hadir dan yang telah mengikuti kegiatan jalan sehat ini. Bahkan, warga di kompleks Perumahan Grand Kedamean Regency (GKR) dan Perumahan Diomond ikut menyemarakan kegiatan jalan sehat itu. Pemdes Slempit pun memberikan apresiasi kepada warga perumahan yang antusias menyemarakan hari kemerdekaan Indonesia itu.

“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan jalan sehat ini, Warga masyarakat desa Slempit dan para peserta jalan sehat sangat antusias sekali bahwa kegiatan jalan sehat pada tahun ini terasa lebih meriah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, dengan dihadiri langsung oleh, ribuan para peserta yang turut mengikuti kegiatan jalan sehat ini, Untuk memeriahkan, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke–80 Tahun,” kata Suyitno.

Ia melanjutkan, kegiatan jalan sehat ini bukan hanya sekedar acara olahraga saja tetapi juga wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat kebersamaan di antara warga masyarakat Desa Slempit ini. (yad)

Kades Slempit Suyitno: Jalan Sehat Jadi Puncak Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia Wadah Mempererat Tali Silaturahmi, Semangat Kebersamaan  Selengkapnya

Liburan Kerja, Gudang Rongsokan Di Kedamean Ludes Diamuk Bara Api 

GRESIK,1minute.id – Gudang barang bekas di Desa/Kecamatan Kedamean ludes di amuk si jago merah pada Minggu,15 Mei 2022. Tidak ada korban jiwa kejadian pada pukul 14.42 WIB. Kini, aparat kepolisian sedang melakukan penyelidikan penyebab terbakarnya gudang milik Manu tersebut. 

Informasi yang dihimpun, asap hitam pekat membumbung tinggi pada Minggu, 15 Mei 2022. Saat hitam itu terlihat hingga radius 2 kilometer. Sejumlah warga terlihat mulai panik karena asap hitam semakin tebal dan tinggi pada pukul 14.50 WIB. Asap itu menyeruak dari sebuah gudang barang rongsokan milik Manu. Barang rongsokan yang terbakar antara lain plastik sehingga menimbulkan asap hitam.

Siang itu, gudang barang rongsokan itu sedang tutup karena libur. Tiupan angin membuat api cepat membesar. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Gresik Agustin Halomoan Sinaga mengatakan, pihaknya baru mendapatkan laporan pukul 14.40 WIB.

“Pelapor adalah warga setempat,”terang Sinaga dikonfirmasi 1minute.id pada Minggu, 15 Mei 2022. 
Selama 2 jam, delapan anggota dipimpin oleh Eka Prabagasta bersama TNI dan Polri bisa melokasir dan memadamkan si jago merah. “Ada satu unit pikap yang hangus. Kerugian ratusan juta,”tegas mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Gresik itu. (yad)

Liburan Kerja, Gudang Rongsokan Di Kedamean Ludes Diamuk Bara Api  Selengkapnya

Pertahankan Surplus Beras, Usulkan Ranperda RTRW untuk Lindungi Lahan Pertanian

GRESIK,1minute.id – Program blusukan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani untuk Sapa Petani dilakukan di Desa Turirejo, Kecamatan Kedamean pada Selasa, 28 September 2021. Desa itu, selain penghasilan padi juga bawang. Kedatangan orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu disambut antusias oleh petani setempat. 

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dengan humanis menyapa mereka. Sesekali ia melambaikan tangan membalas sapaan warga setempat. Dihadapan para petani itu, mantan Ketua DPRD Gresik itu mengapresiasi kerjakeras petani sehingga Pemkab Gresik meraih penghargaan Abdi Bakti Tani dari Kementerian Pertanian. Piagam Penghargaan diberikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Istana Wapres di Jakarta. 

“Penghargaan Abdi Bakti Tani yang saya terima kemarin, sejatinya adalah penghargaan kepada njenengan semua. Bapak, Ibu tani di Kabupaten Gresik. Terima kasih atas upayanya dalam peningkatan produktivitas padi,”ujar Gus Yani disambut tepuk tangan petani Desa Turirejo. 

Bupati kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi para petani. Diantaranya, bersama DPRD Gresik membuat rancangan peraturan daerah (Ranperda) Inisiasi tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang tujuannya menjaga luas lahan pertanian agar tidak semakin berkurang di Gresik. 

“Sektor pertanian ini tidak boleh diremehkan, terbukti di masa pandemi seperti saat ini, sektor pertanian adalah sektor yang bisa bertahan menembus keterbatasan yang ada,”katanya.

Sementara itu, Camat Kedamean Arifin mengatakan, Kecamatan Kedamean, salah satu lumbung padi di Gresik. Luas lahan pertanian di Kecamatan Kedamean sekitar 3.400 hektare dari 6.400 hektare luas wilayah Kecamatan Kedamean. Rata-rata hasil panen padi 6,5 ton per hektare.  “Kecamatan Kedamean merupakan salah satu daerah penopang peningkatan produktivitas padi. Surplus padi di Kabupaten Gresik,”kata Arifin. (yad)

Pertahankan Surplus Beras, Usulkan Ranperda RTRW untuk Lindungi Lahan Pertanian Selengkapnya