Wabup Gresik : Nakes Tidak Boleh Bedakan Status Pasien, Utamakan 3S atau Mundur

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus memperbaiki pelayanan program Universal Health Coverage (UHC). Salah satu program Nawa Karsa, Bupati-Wakil Bupati, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah yang dilaunching pada September 2022 lalu.

Program pelayanan kesehatan gratis bagi warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik cukup menggunakan nomor induk kependudukan (NIK). Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, bidang kesehatan, salah satu bidang yang paling banyak disorot oleh masyarakat. 

Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah meminta agar Puskesmas bisa terus melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Apalagi dengan sudah berjalannya program Universal Health Coverage (UHC). Bu Min berharap puskesmas bisa memanfaatkan secara maksimal untuk masyarakat.

“Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat harus memberikan pelayanan paripurna,” kata Bu Min di dampingi Kepala Dinas  Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah dalam kunjungan kerja dalam rangka pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Puskesmas Menganti pada Selasa, 17 Januari 2022. 

Pembinaan kepada tenaga kesehatan (nakes) ini diikuti oleh Kepala Puskesmas Menganti Estu Tanjungsari dan Kepala Puskesmas Kepatihan Herlyati Nur Hidayati serta tenaga medis, paramedis, analis kesehatan dan apoteker ini, Bu Min melanjutkan program UHC sudah berjalan kurang lebih tiga bulan, masih banyak kendala yang ditemui di lapangan. Ia berharap kendala yang muncul secepatnya bisa mendapatkan solusi.

Bu Min mengingatkan kepada para nakes dalam memberikan pelayanan  kepada masyarakat tidak boleh membeda-bedakan fisik ataupun status masyarakat. Semuanya harus dilayani sama baiknya dengan mengutamakan 3S, yakni, senyum, sapa dan salam. 

“Sebagai nakes sekaligus ASN, kita harus sadar bahwa kita adalah pelayan masyarakat. Seperti sumpah panjenengan semua, untuk bersedia kapan pun dibutuhkan oleh masyarakat. Sehingga kalau dalam pelayanannya masih saja tidak ramah, sebaiknya mundur saja dari nakes,” tegas wakil Bupati perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu. 

Bu Min menegaskan, arahan ini tidak hanya berlaku untuk puskesmas wilayah Menganti saja. Namun juga seluruh Puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Gresik. Dalam kesempatan itu, terungkap sejumlah persoalan kerap membuat pelayanan tidak maksimal.

Diantaranya, warga datang ke tempat pelayanan tanpa membawa identitas diri. Selain itu, banyak bayi usia diatas tiga bulan tidak memiliki NIK karena belum tercatat di kartu keluarga (KK). Berdasarkan aturan bayi diatas 3 bulan tidak boleh menggunakan NIK orang tuanya. 

Menanggapi hal tersebut, Bu Min dan Kadinkes memberikan arahan untuk kasus semacam ini dilakukan pelayanan terlebih dahulu, sambil di catat datanya untuk di kroscek pada desa masing-masing. Namun, harapannya tentu masyarakat bisa lebih sadar tentang pentingnya memiliki dokumen kependudukan. Apalagi dengan berbagai kemudahan dalam mengurus dokumen tersebut.

“Akan kita sampaikan kepada kepala desa untuk bisa membantu mem follow up terkait dokumen kependudukan warganya. Sehingga kedepan, hal semacam ini tidak menghambat kinerja  panjenengan semua,” pungkas Bu Min. (yad)

Wabup Gresik : Nakes Tidak Boleh Bedakan Status Pasien, Utamakan 3S atau Mundur Selengkapnya

732 Nakes Status Honorer, Bupati Gresik Dorong Kemenkes Beri Nilai Afirmasi

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 732 tenaga kesehatan (nakes) berstatus honorer di Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendorong Kementerian Kesehatan bersinergi dan dan kolaborasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) maupun Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN/RB) terkait afirmasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kinerja (PPPK) Nakes. 

Afirmasi tersebut, merupakan suatu penghargaan terhadap honorer nakes atas kerja keras dan pengabdian mereka selama ini. Hal itu diungkapkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai menerima penghargaan 

Kabupaten/Kota terbaik pertama dalam Kinerja Pencapaian Imunisasi Rutin Lengkap (IRL) periode Januari hingga Mei 2022.

Fandi Akhmad Yani menegaskan penghargaan yang diterima dipersembahkan kepada seluruh ekosistem kesehatan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik atas seluruh perjuangannya dalam memastikan masyarakat Gresik mendapatkan kualitas kesehatan yang terbaik, termasuk diantaranya program imunisasi.

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan teman-teman Nakes kita, juga kepada kader PKK dan Pokja Imunisasi yang turun hingga ke desa, kepala desa dan seluruh perangkatnya, dan tidak lupa kepada para orang tua dan masyarakat yang secara aktif mendorong kesuksesan program imunisasi kepada anak-anak kita,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 2 Agustus 2022.

Penghargaan diberikan oleh Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, ini merupakan rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Program Prioritas Bidang Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2022. Dengan mengangkat tema “Tantangan Pelayanan Kesehatan di Jawa Timur”. Rakor  diselenggarakan di Hotel Mercure selama dua hari, dimulai Selasa hingga Rabu (2-3 Agustus 2022). Kegiatan itu menandai launching Bulan Imunisasi Anak Nasional. 

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah dan Direktur Utama RSUD Ibnu Sina Gresik dr Soni.

Besarnya peran serta nakes dan usahanya tersebut, ia menaruh harapan kepada Kementerian Kesehatan agar bisa menjalin suatu sinergitas dan kolaborasi dengan Kementerian Dalam Negeri maupun Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terkait afirmasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kinerja (PPPK) Nakes. Afirmasi tersebut, merupakan suatu penghargaan terhadap tenaga honorer nakes atas kerja keras dan pengabdian mereka selama ini.

Hal ini karena dalam kinerjanya, peran nakes dengan status honorer dan pegawai tetap merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Diantara tenaga honorer tersebut banyak juga yang telah mengabdikan diri bertahun-tahun untuk pelayanan kesehatan masyarakat, bahkan bertaruh nyawa dikala pandemi Covid-19.

“Kita berharap kepada Kemenkes untuk bisa menjalin sinergitas dengan Kemendagri maupun KemenpanRB untuk mengusahakan afirmasi PPPK bagi nakes. Nakes honorer banyak yang sudah mengabdikan diri bertahun-tahun, dan mereka juga berjuang sama kerasnya, berjuang mati-matian juga demi memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik,”tegasnya.

Data di Dinas Kesehatan Gresik tercatat komposisi nakes honorer di Kabupaten Gresik sebanyak 732 orang dan 194 honorer non nakes. Sementara yang berstatus ASN sebanyak 1.101 ASN dan 90 PPPK yang tersebar di 32 Puskesmas dan rumah sakit daerah Kabupaten Gresik. (yad)

732 Nakes Status Honorer, Bupati Gresik Dorong Kemenkes Beri Nilai Afirmasi Selengkapnya

Bergerak Bersama, Pemkab Perkuat Bantalan Sosial, Relawan Perkuat Pemulasaran, Distribusi Bantuan, Nakes untuk Vaksinasi

PELATIHAN : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyaksikan pelatihan pemulasaran di Gedung Putri Mijil Komplek Pendapa Bupati pada Sabtu, 17 Juli 2021 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)


GRESIK,1minute.id – Antusiasme arek-arek Gresik menjadi relawan pemulasaran jenazah terpapar Covid-19 patut mendapatkan apresiasi. Dalam kurun waktu dua hari relawan pemulasaran jenazah yang mendaftar tercatat 91 orang yakni 84 laki-laki dan 7 perempuan. 

Puluhan relawan itu akan ditempatkan di sembilan rumah sakit rujukan pemulasaran jenazah. Yaitu, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sekapuk ; RS Fathma Medika, RS Petrokimia Gresik (RSPG) ; RS Semen Gresik (RSSG) ; RS Randegan Sari, RS Surya Medika, RS Wates Husada, RS Petrokimia Driyorejo dan RSUD Ibnu Sina Gresik. 

Sebagian lainnya di posko PPKM Darurat yang mulai beroperasi pada Jumat lalu, 16 Juli 2021.
Puluhan relawan dari berbagai organisasi kemasyarakatan maupun komunitas di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Mereka berasal komunitas suporter Ultras Gresik ;  GP Ansor ;  Pemuda Muhammadiyah, Fatayat ; Nasyiatul Aisyiyah, dan unsur masyarakat lainnya menjalani training di gedung Putri Mijil Komplek Pendapa Bupati Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik pada Sabtu, 17 Juli 2021.

Harapannya, relawan ini bisa mulai beraktivitas membantu pemulasaran jenazah pada Senin lusa, 19 Juli 2021. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka training pemulasaran jenazah Covid-19 itu mengaku terharu melihat antusiasme relawan yang mayoritas generasi milenial di Kota Santri ini. Sebuah tugas suci saling bantu sesama.

“Antusiasme sahabat-sahabat ini menjadi semangat baru untuk menangani Covid-19. Semoga dicatat sebagai amalan baik,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. Penanganan pagebluk corona virus disease 2019 memasuki tahun kedua ini berbeda dibandingkan awal Covid-19 pada Maret 2020 lalu.

Varian baru membuat persebaran Covid-19 begitu cepat. Pemerintah membutuhkan penanganan cepat. Apalagi, korban meninggal akibat terpapar Covid-19 terus bertambah. Petugas pemulasaran kewalahan. Penanganan jenazah terjadi delay atau antre.

RELAWAN : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama para relawan pemulasaran dan nakes di Gedung Putri Mijil Komplek Pendapa Bupati pada Sabtu, 17 Juli 2021 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Sahabat-sahabat relawan ini nantinya bisa membantu mempercepat pelayanan pemulasaran jenazah,”kata Gus Yani. “Semoga ikhtiar ini bermanfaat bagi masyarakat Gresik. Kita tunjukkan, dengan kebersamaan, dengan gotong royong, Gresik bisa melalui pandemi Covid ini. Gresik kompak, Gresik kuat,”tegas Gus Yani  didampingi koordinator relawan pemulasaran  Toriqi Fajerin.

Selain relawan pemulasaran, ada dua devisi lainnya yang bergerak membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19. Dua relawan itu tenaga kesehatan (nakes) untuk tenaga vaksinasi yang dikomandani oleh dr Singgih Widi Pratomo.

Lalu, ketua koordinator Posko PPKM darurat Covid-19, bantalan sosial bagi warga terdampak PPKM darurat dan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah adalah Zainal Abidin. Untuk bantalan sosial, relawan  bergerak ke masyarakat untuk menyalurkan obat-obatan, multivitamin, sembako serta layanan konseling kesehatan melalui daring 24 jam sejak Jumat, 16 Juli 2021. 

Gus Yani mengatakan relawan nakes akan difokuskan guna akselerasi vaksinasi. Nantinya, pusat vaksinasi kabupaten akan disebar di wilayah selatan, tengah, dan utara. “Tidak hanya bertumpu di WEP (Wahana Ekspresi Poesponegoro) saja. Sistemnya nanti sama dengan apa yang berlangsung di WEP. Kami akan mengoptimalkan aplikasi yang sudah kita miliki, yakni Gresikpedia,”terang mantan Ketua DPRD Gresik ini. (yad)

Bergerak Bersama, Pemkab Perkuat Bantalan Sosial, Relawan Perkuat Pemulasaran, Distribusi Bantuan, Nakes untuk Vaksinasi Selengkapnya

Nakes Naik Pikap Ajak Masyarakat untuk Vaksin


GRESIK,1minute.id – Pagebluk corona belum ada tanda-tanda berakhir. Setiap hari selalu ada penambahan kasus dan sembuh baru. Sinergitas semua elemen masyarakat diperlukan untuk menghambar persebaran wabah berawal dari Wuhan, Tiongkok itu.

Seperti yang dilakukan sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di Puskesman Alun-alun Gresik pada Senin, 7 Juni 2021. Nakes Puskesmas Alun-alun Gresik bersama anggota Koramil, Polsek dan Trantib Kecamatan Gresik naik mobil pikap menggunakan pengeras suara mengajak masyarakat untuk vaksinasi.

Mereka tidak hanya membawa pengeras suara. Juga membentangkan bener, poster yang isinya mengajak masyarakat untuk vaksinasi. Serta atribut menyerupai suntik vaksin. Mereka keliling Kota Gresik, berangkat dan finish dari Puskesmas Alun-alun Gresik. Kemudian keliling menuju  Jalan Pahlawan, Panglima Sudirman – Kapten Dulasim –  Amak Kasim – Harun Thohir dan Pelabuhan Gresik.

Neneng Rahayu, salah satu nakes Puskesmas Alun Alun Gresik mengatakan kegiatan bersama 3 pilar  untuk sosialisasi vaksin Covid- 19. “Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat mau berbondong bondon vaksin ke Balai Desa, Balai Kelurahan, maupun ke Puskesmas terdekat,”ujar perempuan 40 tahun yang juga koordinator aksi sosialisasi vaksinasi Covid-19 pada Senin, 7 Juni 2021.

Neneng melanjutkan, ia dan temannya terpanggil  turun langsung  untuk menepis kabar hoax yang beredar di masyarakat mengenai vaksin agar masyarakat percaya akan manfaat untuk mencegah penularan Covid-19. “Kendalanya memang seperti itu, karena itu kita harus terjun langsung ke lapangan sosialisasi, karena banyak masyarakat yang masih galau terkait vaksinasi atau pun efek dari vaksinasi itu seperti apa,” terangnya. (yad)

Nakes Naik Pikap Ajak Masyarakat untuk Vaksin Selengkapnya

Vaksinasi Masal Nakes di Gresik Dimulai Hari Ini


GRESIK,1minute.id – Dinas Kesehatan Gresik memulai vaksinasi Covid-19 masal hari ini, Senin 18 Januari 2021. Gudang Farmasi UPT Pengelolaan dan  Pelayanan Dinas Kesehatan Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik penuh mobil ambulan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Gresik. 

Mereka antre mendapatkan vaksin  Sinovac dari Tiongkok itu. Dengan membawa cold box,  vaccine carrier dengan temperatur antara 2 derajat celsius hingga 8 derajat celsius berwarna biru. 

Petugas puskesmas yang mengambil vaksin itu dikawal anggota TNI dan Polri, masing-masing dua personel. Diantaranya, Puskesmas Driyorejo. “Dapat 51 dosis (vial) sesuai registrasi,”ujar seorang petugas dari Puskesmas Driyorejo ditemui 1minute.id, Senin 18 Januari 2021. Antrean pengambilan vaksin itu sudah terlihat sejak pukul 07.00. 

Kepala Kesehatan Gresik drg Syaifudin Ghozali mengatakan Ribuan tenaga kesehatan (nakes) akan menjalani suntik vaksin itu. Untuk vaksinasi berskala besar ini Pemkab Gresik menyiapkan 56 fasilitas kesehatan (faskes). Setiap faskes dibatasi saat melaksanakan vaksinasi untuk nakes. 

“Setiap hari kami mengirimkan sesuai data yang mereka kirimkan,”ujar Ghozali. Ia mengaku senang semua nakes telah menyatakan kesiapan untuk vaksinasi. “Sampai saat ini tidak ada nakes yang menolak untuk divaksinasi,”tegasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Pencanangan vaksin Sinovac dilakukan  Pemkab Gresik pada Jumat lalu, 15 Januari 2021. Sebanyak 10 orang yang mendapatkan vaksin kali pertama. Pencanangan vaksin disaksikan Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak.  Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifudin Ghozali kali pertama divaksinasi. (*)

Vaksinasi Masal Nakes di Gresik Dimulai Hari Ini Selengkapnya

10 Perwakilan Ormas dan Nakes Kali Pertama Dapat Vaksin Covid-19

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 3 ribu vial vaksin buatan Sinovac disimpan di gudang farmasi kantor Dinas Kesehatan Gresik. Jumat, 15 Januari 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memulai melakukan vaksinasi anti Covid-19 di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Imunisasi kekebalan tubuh dari virus asal Wuhan, Tiongkok itu berikan kepada tenaga kesehatan di Gresik. Secara simbolis ada sepuluh tokoh yang siap di vaksinasi. “Saya siap di vaksin,”ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto. “Saya juga siap di vaksin,”imbuh Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail.

Selain dua pucuk pimpinan di Kota Santri -sebutan lain-Kabupaten Gresik itu, tokoh masyarakat dan agama dari organisasi kemasyarakatan bakal mendapatkan vaksin di tahap pertama. Usia mereka minimal 18 tahun, maksimal 58 tahun. 

Mengapa pencanangan vaksinasi Sinovac dilakukan di RSUD Ibnu Sina Gresik? Menurut Wakil Bupati Gresik Moh Qosim, RSUD Ibnu Sina Gresik semua ready. Tempatnya, tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, obat-obatanya. 

“Jika terjadi Kipi (kejadian ikutan pasca imunisasi) vaksin Covid-19 bisa langsung kita tangani rekan-rekan di rumah sakit Ibnu Sina,”kata Wabup Qosim didampingi Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Kadinkes Gresik drg Syaifudin Ghozali.

JAGA KETAT : Anggota gabungan TNI, Polri menjaga gudang penyimpanan vaksin di gudang farmasi Dinkes Gresik ( foto : Chusnul Cchusnul Chusnul Cahyadi /1minute.id)

Sementara itu, pascaserahterima 3 ribu vial vaksin Sinovac. Gudang Farmasi di UPT Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi Dinkes Gresik dijaga petugas gabungan TNI dan Polri. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan gudang farmasi penyimpanan vaksin Sinovac dilakukan penjagaan selamaa 24 jam nonstop. “Setiap harinya ada 10 anggota yang berjaga disini,”kata alumnus Akpol 2001 itu.  

Seperti diberitakan  Pemkab Gresik mendapatkan kuota vaksin Sinovac sebanyak 5.920 vial. Vial adalah wadah dosis tunggal dengan penutup karet diatasnya. Distribusi pertama, sebanyak 3 ribu vial. Sisanya, 2.920 vial menyusul karena kapasitas gudang farmasi Dinkes Gresik terbatas. (*)

10 Perwakilan Ormas dan Nakes Kali Pertama Dapat Vaksin Covid-19 Selengkapnya