QA Legawa, Selangkah Lagi Paslon Niat Ditetapkan sebagai Bupati dan Wabup Gresik

Gresik,1minute.id –  Komisi pemilihan umum (KPU) Gresik akan menggelar rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara tingkat kabupaten, malam ini,  Rabu 16 Desember 2020.

Rekapitulasi perhitungan suara di mulai pukul 19.00 di hotel AstonInn Gresik Kota Baru (GKB) itu tetap menggunakan  protokol kesehatan.

Berdasarkan hasil perhitungan kecamatan pasangan calon (paslon) Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) memperoleh 369.584 suara atau  51 persen. 

Sementara paslon Moh Qosim- Asluchul Alif (QA) mengantongi 355.438 suara atau 49 persen.  Berdasarkan perhitungan suara tingkat kecamatan itu, Niat unggul 14.147 suara atau sekitar 2 persen dari QA.  

Bila tidak aral melintang rekapitulasi tingkat kabupaten nanti malam akan berlangsung lancar. Dan, penyelenggara pemilu akan menetapkan Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik. 

Apalagi kabar yang berkembang paslon QA sudah legawa menerima proses perhitungan suara berjenjang yang telah dilakukan KPU Gresik itu. Benarkah? 

Ketua Tim Hukum dan Advokasi Paslon QA, Hariyadi ketika dikonfirmasi telepon genggam mengatakan, tim kuasa hukum dan paslon QA telah bertemu sebelumnya. 

Berdasarkan sejumlah pertimbangan dan kajian hukum sepakat untuk tidak akan mengajukan gugatan sengketa pemilihan kepada Mahkamah Konstitusi (MK). 
Hariyadi mengatakan ada beberapa pertimbangan yang mendasari sikap tersebut.

Yakni, dasar hukum Undang- Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada dan beberapa Peraturan KPU (PKPU) yang memuat penjelasan detail terkait proses pemungutan, penghitungan, serta rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan hasil pemilihan serentak tahun 2020.

“Hasil rekapitulasi suara dan syarat formil untuk mengajukan gugatan ke MK sudah tidak memenuhi syarat. Sesuai aturan tersebut selisihnya harus dibawah 0,5 persen atau sekitar 3.000 suara,”terang Hariyadi dikonfirmasi, Rabu 16 Desember 2020

“Berdasarkan hasil rapat evaluasi kami bersama paslon 1 dan tim pemenangannya. Kami menerima hasil tersebut dan tidak akan mengajukan sengketa Pilkada ke MK,”imbuhnya.

Menurut dia, pihaknya juga tidak menemukan bukti pendukung tentang dugaan pelanggaran secara terstruktur,  sistemik, dan masif (TSM). Baik oleh pihak penyelenggara maupun tim dari paslon 2. 

“Sesuai komitmen QA sejak awal pendaftaran calon yakni Gresik Ayem Tentrem. Kami pun legawa dan mengucapkan selamat,”tegasnya.

Namun, pihaknya mengaku akan menggunakan momentum Pilkada 2020 ini sebagai evaluasi dalam pelaksanaan pemilihan kedepan.

“Kami sudah menginventarisir semua laporan dan temuan dugaan pelanggaran. Akan kami sampaikan kepada pihak penyelenggara sebagai bahan evaluasi agar bisa melaksanakan pemilihan lebih baik,”jelasnya.

Bahkan, pasca penetapan hasil rekapitulasi oleh KPU selesai. Paslon QA berencana mengucapkan selamat kepada Niat.

“Teknisnya akan dibahas lebih lanjut. Semoga bisa membawa Gresik lebih baik dan melaksanakan semua program dan janjinya saat masa kampanye lalu,”harapnya. 

Terpisah,  Ketua Tim Pemenangan Niat  Khoirul Huda mengatakan pihaknya akan tetap menunggu hasil resmi dari KPU Gresik. Dia juga berharap para pendukung, relawan dan simpatisan tidak terlalu euforia berlebih dengan menjaga kondusifitas di Gresik. 

“Kami akan kawal terus sampai penetapan resmi dari KPU Gresik. Lagipula pandemi Covid-19 juga masih terjadi, wajib untuk patuhi protokol kesehatan,”ungkapnya. (*)

QA Legawa, Selangkah Lagi Paslon Niat Ditetapkan sebagai Bupati dan Wabup Gresik Selengkapnya

Niat Tunggu Penetapan KPU sebagai Bupati dan Wabup Gresik, Hasil Real Count Memperoleh 51 Persen Suara


GRESIK, 1minute.id – Selangkah lagi pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) akan ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati Gresik. 

Merujuk hasil real count Sirekap KPU, perolehan paslon nomor urut 2 yang bertengger di posisi 51 persen bakal sulit dikejar rivalnya, paslon nomor urut 1, Moh Qosim – Asluchul Alif. 

Pasalnya, real count Sirekap KPU di situs Pilkada2020.kpu.go.id sekitar pukul 12.48 telah kelar seratus persen. Berdasarkan Sirekap KPU itu, Niat mengantongi 369.585 suara dan QA mendapatkan 355.438 suara.

Bila tidak aral melintang, komisi pemilihan umum (KPU) akan menetapkan perolehan suara Niat itu dalam rapat pleno paling lambat 23 Desember 2020. 

Ketua DPC PPP Gresik Ahmad Nadir

Bagaimana reaksi partai pengusung Niat? Ketua DPC PPP Gresik Ahmad Nadir dikonfirmasi mengungkapkan rasa bersyukurnya. “Ini kemenangan masyarakat Kota Santri,”ujar Nadir dikonfirmasi selulernya, Senin 14 Desember 2020.

Namun, Nadir tetap meminta kepada para relawan dan masyarakat untuk terus mengawal perolehan suara Niat hingga penetapan oleh KPU. “Tetap harus dikawal hingga KPU menetapkan Gus Yani dan Bu Min sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik,”tegasnya. 

Nadir berharap masa kepemimpinan Gus Yani dan Bu Min kedepan Gresik semakin baik. “Dan, bupati dan wabup terpilih bisa amanah,”ujarnya. (*)

Niat Tunggu Penetapan KPU sebagai Bupati dan Wabup Gresik, Hasil Real Count Memperoleh 51 Persen Suara Selengkapnya

Paslon Niat Terpilih, Jamin Sinergitas Pemkab dan Pemdes untuk Majukan Kearifan Lokal dan Pemerataan Pembangunan

GRESIK,1minute.id – Calon Bupati (Cabup)  Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) menyatakan Kabupaten Gresik memiliki banyak potensi kearifan lokal yang bisa menumbuhkan ekonomi kerakyatan bagi masyarakat.

Cabup berpasangan dengan Cawabup Aminatun Habibah itu blusukan ke Desa Banyuurip,  Kecamatan Kedamean. Cabup nomor urut 2 itu takjub dengan adanya pasar seribu satu bunga. Sebuah sentra tanaman hias. Pengelolanya,  Pemerintah desa (Pemdes) setempat.

“Pasar tanaman hias itu ternyata diinisiasi pihak desa sejak 2012. Dengan memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD), sebagai budidaya lahan para petani bunga. Hal itu didasari pada warga lokal yang banyak berbudidaya tanaman hias, terutama berjenis adenium,”ujarnya, Selasa, 1 Desember 2020.

Sentra tanaman adenium di desa tersebut luasnya berhektar-hektar. Telah terbukti dapat menghidupi ekonomi warga desa. “Saya lihat halaman dan teras rumah di Desa Banyuurip dipenuhi tanaman hias dan tanaman buah yang siap dijual,”ungkap menantu KH Agoes Ali Masyhuri itu. 

Sentra tanaman hias berhasil menarik minat pembeli. Bahkan, pembeli yang datang tidak hanya dari warga Gresik saja, melainkan banyak yang dari luar Gresik.

Ke depan, jika terpilih memimpin Gresik lima tahun. Dirinya dan pasangannya Aminatun Habibah (Bu Min) akan menggarap lebih lanjut daya tarik Desa Banyuurip tersebut. 

“Dibutuhkan sinergitas antara pemerintah kabupaten dan desa untuk memajukan keunggulan kompetitif tiap desa atau wilayah. Sehingga, secara infrastruktur, tata kelola dan promosi keunggulannya bisa dioptimalkan dengan baik lagi,”tandasnya.

Gus Yani juga menyoroti pembangunan di Gresik yang tidak merata ini karena pihak pemerintah tidak memiliki sense of belonging (rasa memiliki) terhadap potensi-potensi lokal yang menjamur. Akibatnya, tidak sedikit potensi lokal itu tidak maksimal karena tidak adanya dukungan dari pemerintah daerah.

“Dibawah kepimpinan Saya nanti pembangunan harus dilakukan secara lebih merata. Seluruh potensi bisa digarap lebih maksimal. Baik itu wilayah selatan, kota, utara, bahkan Bawean. Yang mana pembangunan terselenggara dengan saling topang-menopang.Antara Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Desa,”tegasnya. (*)

Paslon Niat Terpilih, Jamin Sinergitas Pemkab dan Pemdes untuk Majukan Kearifan Lokal dan Pemerataan Pembangunan Selengkapnya

Pemerataan Pembangunan, Paslon Niat Luncurkan Program Gresik Mapan, Program Bantuan Khusus untuk Bangun Dusun Senilai Rp 100 Juta/Dusun

GRESIK, 1minute.id – Pemerataan pembangunan menjadi salah satu prioritas pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat). 
Paslon yang diusung enam dari delapan partai yang memiliki kursi di DPRD Gresik itu mengenalkan Program Gresik Maju, Pintar dan Aman (Mapan).

Harapannya, tidak ada pagi istilah Gresik Utara dan Selatan.  Menurut Cabup Fandi Akhmad Yani, Program Gresik Mapan itu adalah program bantuan keuangan khusus Rp 100 juta untuk pembangunan infrastruktur dusun. 

“Guna meningkatkan pelayanan di desa, kami siapkan program Gresik Bangun Dusun. Nantinya setiap dusun mendapat Rp 100 juta. Bantuan keuangan khusus itu meliputi kesehatan, fasilitas pendidikan di RT/RW beserta operasionalnya,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani ketika melakukan blusukan menyapa warga di Kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI)  di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Gresik, Minggu 15 November 2020.

Cabup nomor urut 2 itu menambahkan, Program Gresik Mapan itu untuk mewujudkan pemerataan pembangunan.  Langkah ini ditempuh agar tidak ada lagi istilah yang selama ini kerap digaungkan oleh masyarakat bahwa masih terjadi ketimpangan pembangunan antara Gresik Utara dan Selatan.

Ia dan cawabup Aminatun Habibah, menambahkan pihaknya ingin di masa kepemimpinannya nanti saat terpilih menjadi Bupati Gresik periode 2021-2025, unsur pemimpin terkecil di masyarakat seperti RT dan RW harus dilibatkan dalam pembangunan daerah. 

Gus Yani menilai selama ini pembangunan di Gresik masih memiliki sekat antara kepala daerah dengan RT dan RW. “Pak RT dan Pak RW itu garda terdepan di lingkungan masyarakat. Tapi selama ini mereka tidak pernah dilibatkan di setiap pembangunan. Hanya dilibatkan saat dibutuhkan saja,”ungkap mantan Ketua DPRD Gresik ini. 

Selain gerakan membangun (Gerbang) Dusun, Paslon Niat juga akan menciptakan Gresik sebagai Kota 4.0 dengan membangun infrastruktur jaringan online terpadu untuk pengawasan infrastruktur, lingkungan hidup, dan mobilitas masyarakat yang berpusat pada Command Center. 

“Komitmen paslon Niat membangun Gresik sebagai Smart City (Kota Pintar),”tegasnya. Saat ini, tambahnya,  hampir setiap kota di dunia berlomba-lomba menjadi yang paling depan dalam mengintegrasikan produk teknologi informasi.

“Surabaya, Malang, Tangerang, Bandung dan Cirebon sudah menjadi Smart City. Masak Gresik belum. Padahal APBD kita besar,”jelasnya serius. 

Gus Yani memaparkan, konsep Kota 4.0 itu merupakan salah satu inovasi dalam pelayanan publik yang menyediakan berbagai informasi di lingkup pemerintahan. Sehingga kabupaten Gresik nantinya bisa melengkapi dirinya dengan pusat kendali berbasis teknologi informasi atau yang dikenal sebagai Command Center. 

“Integrasi teknologi informasi dalam kehidupan masyarakat saat ini tidak dapat dihindari. Bahkan akhir-akhir ini konsep smart city atau kota pintar semakin mengemuka di beberapa kota. Gresik tidak boleh ketinggalan, supaya maju maka Gresik harus menuju Smart City,”tegasnya.  (*)

Pemerataan Pembangunan, Paslon Niat Luncurkan Program Gresik Mapan, Program Bantuan Khusus untuk Bangun Dusun Senilai Rp 100 Juta/Dusun Selengkapnya

Program Gresik Sehati, Paslon Niat Siap Gratiskan BPJS Kelas 3 dan Subsidi Kelas 2 dan 1

GRESIK,1minute.id – Calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2 Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) kembali mendapat keluhan dari masyarakat saat melakukan kampanye blusukan di Dusun Glintung, Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, kabupaten Gresik, Jumat Malam 13 November 2020.

Cabup milenial itu, disambati warga Gresik Selatan persoalan di sektor kesehatan. Salah seorang warga peserta BPJS ketika berobat ke rumah sakit mendapatkan perlakukan berbeda dengan pasien umum maupun asuransi. 

“Bukan hanya saya. Tapi,  banyak peserta BPJS mendapatkan perlakuan berbeda ketika berobat,”kata warga tersebut.

Menanggapi keluhan masyarakat itu, Cabup Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, mengatakan bila mendapatkan amanah terpilih sebagai Bupati Gresik akan menjamin tidak akan ada lagi perlakuan berbeda dari Rumah Sakit terhadap pasien BPJS di semua kelas.

Bahkan, Gus Yani menjanjikan akan mengratiskan iuran seluruh pasien BPJS kelas 3 ber KTP Gresik.  “Melalui program Gresik Sehati bakal menggratiskan pasien BPJS kelas 3 ber-KTP Gresik melalui APBD,”kata Cabup yang diusung enam parpol di DPRD Gresik ini. 

Tak hanya pasien kelas 3, tambahnya,  pasien BPJS kelas 2 dan 1 nantinya juga disubsidi oleh Pemkab Gresik senilai iuran BPJS kelas 3. Sehingga peserta BPJS kelas 2 dan 1 tinggal mengangsur sisanya.  “Semua peserta BPJS kelas 3 nanti akan saya gratiskan. Yang kelas 2 dan 1 juga saya subsidi senilai kelas 3,”tegasnya.

Gus Yani mengilustrasikan,  kalau sekarang kelas 3 angsuran BPJS Rp 42 ribu ;  kelas 2 Rp 100 ribu dan kelas 1 Rp  150 ribu. 
“Maka kelas 2 tinggal ngangsur sisanya Rp. 58 ribu, dan kelas 1 tinggal bayar 108 ribu,”ucap Gus Yani yang disambut tepuk tangan emak-emak berkerudung merah.

Lebih jauh Gus Yani menjelaskan, pihaknya bersama Bu Min (Aminatun Habibah) sudah mengkaji dan memperhitungkan matang program ini. Sebab menurut mantan Ketua DPRD Gresik itu,  kesehatan merupakan sektor yang fundamental di dalam masyarakat. Sehingga alokasi APBD pada sektor kesehatan bisa ditambah tanpa  menyebabkan APBD defisit.

“Masyarakat bisa menagih dan mengawal realisasi program Niat”

Cabup Fandi Akhmad Yani

“APBD kita ini besar Rp 3,5 triliun. Karena itu alokasi anggaran di sektor kesehatan masih bisa ditambah. Dan tidak perlu khawatir defisit, karena APBD kita masih bisa ditingkatkan lagi,”tegasnya. 

Salah satunya dengan cara intensifikasi pendapatan serta efisiensi dan efektifitas belanja daerah. “Dengan begitu sangat mungkin iuran BPJS nanti akan ditanggung pemerintah daerah melalui integrasi layanan BPJS dengan kebijakan jaminan sosial daerah,”terangnya. 

Selain masalah BPJS, tidak sedikit warga yang mengharapkan adanya rumah sakit daerah baru di wilayah Gresik Selatan. Gus Yani mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Karena itu pihaknya menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit itu sudah masuk dalam visi misinya. Termasuk masalah BPJS. 

“Saya tidak tega warga Menganti sakit harus ke rumah sakit Surabaya, termasuk warga  Driyorejo. Warga Wringinanom juga kalau sakit harus ke Mojokerto. Makanya saya jamin warga tidak perlu berobat ke luar Kota Gresik karena nanti kita bangunan rumah sakit daerah baru di wilayah selatan. Dan subsidi BPJS oleh pemerintah daerah. Semua itu ada di visi misi Niat dalam program Gresik Sehati,”jelasnya.

Gus Yani melanjutkan ini bukan sekedar janji politik tapi ini komitmen kami untuk mengurangi beban masyarakat di sektor kesehatan. “Sehingga masyarakat bisa menagih dan mengawal realisasi program Niat,”tegas Cabup milenial.

Ditambahkan dia, dalam program Gresik Sehati itu paslon Niat juga melakukan optimalisasi pelayanan kesehatan di tingkat desa dengan cara peningkatan kualitas serta kuantitas bidan desa. Bahkan, tunjangan kinerja tenaga kesahatan juga ditingkatkan agar tercipta pelayanan yang maksimal untuk kesehatan masyarakat terutama yang kurang mampu.

“Program Gresik Sehati akan meningkatkan fasilitas kesehatan dan menyiapkan tenaga medis profesional pada pusat layanan kesehatan masyarakat gresik. Dan juga menjadikan puskesmas sebagai basis program komunitas rumah sehat,”pungkasnya. (*)

Program Gresik Sehati, Paslon Niat Siap Gratiskan BPJS Kelas 3 dan Subsidi Kelas 2 dan 1 Selengkapnya

Kabar Baik dari Paslon Niat untuk Masyarakat Bawean, Program Gresik Cerdas akan Beri Subsidi Penumpang Kapal

GRESIK, 1minute.id – Program Gresik Cerdas yang diluncurkan pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah tidak hanya untuk pelajar di Gresik daratan.

Program mencerdaskan anak Kota Santri itu diperuntukkan bagi pelajar, mahasiswa dan santri asal Pulau Bawean.  Bahkan, paslon diusung enam partai di DPRD Gresik itu, pulau berjarak 80 mil dari Kota Gresik sebagai Pulau Rintisan Pendidikan sehingga sarana dan prasarana pendukung untuk menjadikan Bawean sebagai pulau pendidikan, menjadi perhatian serius bagi Niat.

Diantaranya, kemudahan transportasi bagi pelajar, mahasiswa dan santri asal Pulau Putri – sebutan lain – Pulau Bawean. 
“Awal pemerintahan diawali dengan kemudahan transportasi penyeberangan,”ujar Cabup Fandi Akhmad Yani dalam siaran pers diterima 1minute.id, Jumat 13 April 2020.

Pulau Bawean adalah pulau yang terletak di Laut Jawa, sekitar 120 kilometer sebelah utara Gresik dengan luas 197,4 kilometer persegi.  Terbagi menjadi dua kecamatan, yakni Sangkapura dan Tambak. Pulau bawean memiliki wilayah administratif sebanyak 30 desa dengan populasi penduduk 100 ribu lebih. 

Selama ini banyak warga asli Pulau Putri itu yang menuntut ilmu di luar Bawean. Sehingga transportasi dari Bawean ke Gresik atau sebaliknya menjadi cukup vital.  Sebab, tidak sedikit warga Bawean yang bekerja, menuntut ilmu di pondok pesantren maupun menempuh pendidikan formal di daratan pulau Jawa. 

Salah satu transportasi publik yang kerap digunakan warga Bawean ialah kapal cepat seperti Express Bahari dan Natuna Express dengan jarak tempuh antara 3-4 jam. Namun, saat cuaca buruk terpaksa warga Bawean bergantung menggunakan KMP Gili Iyang dengan jarak tempuh cukup lama 8 – 10 jam.

Hadirnya bandara Harun Tohir dengan pesawat perintis nampaknya juga belum efektif untuk mengakomodasi kebutuhan transportasi publik warga Bawean. Sebab, transportasi udara tersebut hanya berkapasitas 10-12 penumpang. 

Selain itu harga tiket pesawat juga tidak ekonomis untuk penumpang kelas ekonomi menengah ke bawah, maupun penumpang berlatarbelakang santri, mahasiswa dan pelajar. 

Untuk mengurangi beban biaya para penumpang kapal Bawean – Gresik, paslon nomor urut 2 Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) akan memudahkan kebutuhan transportasi laut tersebut.
Melalui programnya Gresik Cerdas, jika terpilih menjadi Cabup – cawabup Gresik periode 2021-2025. 

Gus Yani – sapaan akrab – Fandi Akhmad Yani menjelaskan program Gresik Cerdas tersebut memberikan subsidi sebesar 20-30 persen untuk penumpang kapal cepat baik Express Bahari maupun Natuna Express. Subsidi tersebut berlaku bagi warga asli ber KTP Bawean dengan syarat mahasiswa, pelajar, santri dan masyarakat tidak mampu. 

“Usai dilantik kami akan bekerja sama langsung dengan pihak kapal selama satu periode untuk memberikan diskon tiket ekonomi kapal cepat Bawean Gresik Pulang Pergi (PP). Syaratnya hanya menunjukkan KTP asli warga bawean dan kartu tanda pelajar, mahasiswa, santri di loket serta untuk warga tidak mampu,”jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pengadaan kapal besar. Yakni menjalin  kerjasama dengan Komando Armada  (Koarmada) Surabaya selama satu periode untuk mengakomodasi para penumpang warga Bawean agar tetap bisa menjalankan rutinitasnya meski dalam kondisi cuaca buruk. Tak hanya itu, paslon Niat juga memberikan subsidi sesuai syarat yang berlaku. 

“Karena selama ini, kalau ke Bawean itu seringkali tidak bisa terlaksana sebab kapal cepat dilarang berlayar sesuai imbauan BMKG karena gelombang besar (tinggi). Dan itu tidak memungkinkan kapal berlayar. Maka solusi dari kami ya menyebrang dengan kapal perang Komando Utama TNI Angkatan Laut,”bebernya. 

Program Gresik Cerdas ini merupakan komitmen paslon Niat untuk meningkatkan pelayanan publik di Pulau Bawean sebagai rintisan Pulau Pendidikan. Salah satunya dengan memudahkan transportasi penyebrangan sebagai upaya menunjang infrastruktur ke Pulau Bawean yang selama ini dirasakan warga belum berfungsi secara maksimal. (*)

Kabar Baik dari Paslon Niat untuk Masyarakat Bawean, Program Gresik Cerdas akan Beri Subsidi Penumpang Kapal Selengkapnya

Paslon Niat Dirikan Perusahaan Daerah untuk Jamin Kepastian Harga Pasca Panen yang Untungkan Petani

GRESIK,1minute.id – Panen raya biasanya dibarengi anjloknya harga. Kondisi tersebut kerap dikeluhkan petani di Kota Santri.  Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) menawarkan solusi untuk menjaga stabilitas harga produk pertanian melalui Program Agropolitan.  

Hal itu disampaikan paslon Niat usai mendapat keluhan dari para petani saat kampanye blusukan di sejumlah desa di Kecamatan Manyar, Minggu 8 November 2020. 

Menurut Cabup Fandi Akhmad  Yani,  melalui program Gresik Agropolitan, ini menjamin kepastian harga semua produk pertanian. Antara lain, produk pertanian pangan, perikanan, peternakan dan holtikultura di areal seluas 67.900 hektare di kabupaten Gresik melalui subsidi pemerintah kabupaten nantinya. 

“Jika Niat jadi (terpilih) , kami akan buat plafon harga agar produk pertanian pascapanen yang harganya di bawah plafon nantinya akan dibeli pemerintah  lewat program Gresik Agropolitan sesuai harga plafon supaya petani tetap bisa untung pascapanen,”kata Gus Yani-sapaan- Fandi Akhmad Yani dihadapan para petani dalam rilis yang diterima 1minute.id,  Minggu 8 November 2020. 

Biasanya, ketika memasuki masa tanam stok gabah para petani mulai menipis, sehingga persediaan beras juga menipis lantaran gabah maupun beras petani diborong oleh spekulan sejak pasca panen dan ditimbun sampai musim tanam. 

Hal ini berdampak karena petani tidak bisa menjual beras lagi di pasaran saat musim tanam. Oleh sebab itu, paslon Niat nantinya akan mengatasinya dengan cara membeli gabah maupun beras tersebut melalui pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berstatus Perusahaan Daerah (PD) untuk bidang Pertanian. 

Cawabup Aminatun Habibah (Bu Min) menambahkan pemerintah kabupaten Gresik nantinya bisa memanfaatkan dana subsidi untuk membeli gabah hasil panen para petani. Maka, bila harga gabah yang semula dipatok Rp 4.000 per kilogram, nantinya dibeli pemerintah kabupaten Gresik dengan harga Rp 5.000 sampai Rp 6.000 per kilogram.

“Dengan pola ini, maka ada kepastian harga karena pemerintah kabupaten bisa menjaga harga gabahnya yang bisa menguntungkan petani. Dana tersebut juga bisa dirasakan langsung oleh petani, karena yang diinginkan oleh mereka ialah melindungi harga pasca panen,”jelas Cawabup perempuan pertama di Gresik ini. 

Selain masalah ketidakpastian harga pasca panen, persoalan yang kerap dihadapi para petani ialah masalah kelangkaan pupuk saat memasuki masa tanam. Oleh karena itu melalui program Gresik Agropolitan, Bu Min menjamin ketersediaan pupuk bagi para petani di Kabupaten Gresik. 

“Masalah ketersediaan pupuk saat petani memasuki masa tanam, kami akan berikan jaminan tidak akan ada kelangkaan pupuk melalui program Gresik Agropolitan,”tandasnya. (*)

Paslon Niat Dirikan Perusahaan Daerah untuk Jamin Kepastian Harga Pasca Panen yang Untungkan Petani Selengkapnya