Pertama di Gresik, UPT SMP Negeri 2 Gresik Raih SKK Paripurna Nasional 

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik meraih predikat Sekolah Siaga Kependudukan (SKK) Paripurna. Sekolah yang berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik ini, menjadi pioner untuk satuan pendidikan jenjang SMP di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik yang mendapatkan predikat tertinggi yang disematkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), dulu bernama, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) itu.

Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) adalah satuan pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga ke dalam mata pelajaran atau kurikulum, ekstrakurikuler serta budaya sekolah. Program ini bertujuan membentuk generasi muda yang sadar isu kependudukan, berperilaku sehat dan berencana sejak dini.

Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim menceritakan, pihaknya bersama tim SKK sekolah melakukan studi tiru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Gresik. Selanjutnya, melakukan workshop penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Terintegrasi SSK. 

“Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KBPPPA) Gresik, kami ikut asesmen monitoring dan evaluasi SSK. Alhamdulillah berkat kerja keras TIM sekolah kita meraih predikat paripurna,” ujar Salim melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 3 Februari 2026.

Implementasi yang telah dilakukan oleh Spenda Gresik adalah mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam materi pembelajaran. Di Spenda Gresik, kegiatan yang dilakukan, antara lain, pelatihan, seminar dan workshop tentang isu kependudukan bagi Guru, TU dan murid ; Kegiatan ekstrakurikuler, Duta Genre, Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) yakni sudut baca yang terkait dengan isu kependudukan dan proyek komunitas yang berfokus pada sekolah Aman Nyaman dan Menyenangkan.

“Dengan demikian, SSK dapat membantu murid menjadi warga negara yang peduli dan bertanggung jawab terhadap isu kependudukan,” ujar Salim. Data yang didapat wartawan  1minute.id ,  ada tiga satuan pendidikan di Kabupaten Gresik yang masuk kategori SKK Paripurna. Tiga sekolah itu, adalah SMA Negeri 1 Kedamean; MAN 1 Gresik dan UPT SMP Negeri 2 Gresik. “Insya Allah di Hari Kependudukan piagam akan diterimakan,” kata Salim. Hari Kependudukan Nasional biasanya diperingati bersamaan dengan Hari Populasi Sedunia yang diperingati setiap 11 Juli. (yad)

Pertama di Gresik, UPT SMP Negeri 2 Gresik Raih SKK Paripurna Nasional  Selengkapnya

Tradisi Jelang HPN, PWI Gresik Kolaborasi Lintas Sektor Lakukan Penghijauan di Bantaran Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik melakukan penanaman ratusan pohon produktif di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Senin, 2 Februari 2026. Aksi nyata pelestarian lingkungan hasil kolaborasi lintas sektor dari instansi pemerintah dan perusahaan di Kota Industri, sebutan lain, KabupatenGresik.

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono mengatakan, kegiatan penanaman pohon bertajuk “Satu Pohon Sejuta Manfaat” ini rutin digelar PWI Gresik setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN). Pihaknya berkomitmen menjadi bagian dari solusi konkret dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan kehidupan.

Pada kegiatan tahun ini, sebanyak 400 pohon produktif ditanam. Terdiri dari mangga, nangka, jambu air, jambu kristal, dan alpukat. Pemilihan pohon produktif tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat mitigasi bencana alam di kawasan rawan banjir, tetapi juga sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah.

“Penanaman pohon ini menjadi agenda rutin PWI Gresik setiap tahun, sebagai rangkaian peringatan Hari Pers Nasional dan HUT PWI. Tidak hanya menulis saja, kita juga turut andil dalam langkah kecil menjaga lingkungan. Mudah-mudahan bermanfaat untuk lingkungan,” kata Deni.

Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dan kerja sama berbagai pihak. PWI Gresik menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh, antara lain Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Kecamatan Cerme, Desa Jono.

Juga kepada.manajemen perusahaan, PT Freeport Indonesia, SKK Migas Jabanusa, PGN Saka, Petronas, Prima Energi Baweran, PT Smelting, Bank Jatim, PT Petrokimia Gresik, PT Indospring Tbk, PT PLN Nusantara Power UP Gresik, PT Cargill Indonesia, PT Wilmar Nabati Indonesia, PT BKMS/JIIPE Gresik, serta Aston Gresik.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, langkah nyata PWI Gresik ini selaras dengan program prioritas pemerintah daerah dalam Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik dalam penanggulangan banjir Kali Lamong sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Tentu yang pertama, kami menyampaikan apresiasi atas inisiasi penanaman pohon yang rutin dilakukan PWI Gresik setiap tahun. Tahun lalu di Ngargosari, sebelumnya di daerah lain juga. Artinya PWI Gresik istiqomah, mendukung kesinambungan dalam menjaga lingkungan dengan penanaman pohon. Setiap pohon yang ditanam akan men-support oksigen di Gresik,” tandasnya.

Washil menyebut, 5 ribu hektar di wilayah perkotaan sudah menjadi kawasan industri. Untuk itu, penanaman pohon ini menjadi sangat penting untuk mendukung kebutuhan oksigen bagi Kota Gresik. “Sekali lagi saya sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PWI Gresik, perusahaan dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini,” tutupnya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa (Kades) Jono Asrun menyampaikan terima kasih karena penanaman pohon PWI Gresik tahun 2026 ini dipusatkan di Desa Jono. Daerah yang berada di bantaran Sungai Kali Lamong dan berada di bayang-bayang banjir setiap tahun.

“Untuk diketahui, 3/4 wilayah kami dikelilingi Kali Lamong. Dengan adanya penanaman pohon ini, mudah-mudahan bermanfaat khususnya untuk penguatan tanggul Desa Jono, meminimalisir tanggul jebol akibat luapan Kali Lamong,” tukas Asrun.

Asrun bercerita, tanggul Desa Jono pernah jebol dan mengakibatkan permukiman warga tergenang 2 minggu. “Itu bukan waktu yang sebentar, efeknya banyak. Warga banyak yang sakit dan mobilitas terganggu,” tandasnya. “Untuk itu, saya atas nama warga Desa Jono menghaturkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada seluruh pihak dalam penanaman pohon di desa kami,” sambung Asrun memungkasi.

Acara penanaman pohon dihadiri Wakapolres Gresik Kompol Sabdha Purusha, Kasdim 0817 Mayor Inf. Siari, Forkopimcam Cerme, PKDI Cerme, dan perwakilan dari perusahaan-perusahaan. Hal ini menunjukkan aksi nyata penghijauan lingkungan berbasis kolaborasi.

Mengutip Meta AI, sebatang pohon dapat menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis, yang menggunakan energi dari sinar matahari untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi glukosa dan oksigen.

Jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebatang pohon dapat bervariasi tergantung pada jenis pohon, ukuran, dan kondisi lingkungan. Namun, berikut adalah beberapa perkiraan tentang jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebuah pohon:

– Sebatang pohon yang berusia 1 tahun dapat menghasilkan sekitar 10-20 kilogram oksigen per tahun.

– Sebatang pohon yang berusia 10 tahun dapat menghasilkan sekitar 100-200 kilogram oksigen per tahun.

– Sebuah pohon yang berusia 50 tahun dapat menghasilkan sekitar 1.000-2.000 kilogram oksigen per tahun.

Dalam satu hari, sebatang pohon dapat menghasilkan sekitar 2-5 kilogram oksigen. Jadi, jika kita asumsikan bahwa sebatang pohon dapat menghasilkan 3 kilogram oksigen per hari, maka dalam satu tahun, pohon tersebut dapat menghasilkan sekitar 1.095 kilogram oksigen.

Namun, perlu diingat bahwa jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebatang pohon juga tergantung pada faktor-faktor lain seperti intensitas sinar matahari, suhu, kelembaban, dan ketersediaan nutrisi. Oleh karena itu, angka-angka di atas hanya merupakan perkiraan dan dapat bervariasi tergantung pada kondisi lingkungan.

Dalam konteks ini, sebatang pohon dapat menyediakan oksigen untuk sekitar 2-4 orang per hari, tergantung pada jumlah oksigen yang dihasilkan dan kebutuhan oksigen manusia. Namun, perlu diingat bahwa pohon tidak hanya menghasilkan oksigen, tetapi juga memiliki banyak manfaat lain seperti menyediakan makanan, tempat tinggal, dan perlindungan dari erosi.

Bila PWI Gresik menanam 400 pohon dan semua hidup, telah menyediakan oksigen  sekitar 1.600 orang. Karena setiap pohon dapat menyediakan oksigen untuk sekitar 2-4 orang per hari. Yuk kita tanam pohon. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Tradisi Jelang HPN, PWI Gresik Kolaborasi Lintas Sektor Lakukan Penghijauan di Bantaran Kali Lamong Selengkapnya
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif (tengah) didampingi Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusnah (dua dari kiri) dalam acara Penghargaan UHC Award 2026 di Jakarta pada Selasa, 27 Januari 2026 ( Foto : Istimewa)

Pemkab Gresik Raih UHC Award 2026 Kategori Madya, Wabup Gresik Bukti Nyata Jamin Hak Dasar Masyarakat 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik meraih penghargaan kategori Madya dalam ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026. Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, yang mewakili Bupati Gresik, pada acara penganugerahan di Jakarta International Expo (JIEXPO) pada Selasa, 27 Januari 2026.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan.

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa upaya Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memperluas akses layanan kesehatan serta memastikan seluruh warga memperoleh perlindungan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” ujar dokter Alif, sapaan, Asluchul Alif.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan capaian Universal Health Coverage melalui penguatan kolaborasi lintas sektor serta peningkatan kualitas layanan kesehatan yang mudah diakses dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Gresik dalam Nawakarsa, khususnya program Gresik Sehati.

“Fokus kami ke depan bukan hanya mempertahankan capaian, tetapi memastikan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara melalui layanan kesehatan yang berkualitas,” ujar Wabup Gresik.

Universal Health Coverage (UHC) Awards merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil menjamin penduduknya memperoleh akses layanan kesehatan yang adil, merata, dan terjangkau melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

Penghargaan ini terdiri atas beberapa kategori, dengan kategori utama sebagai tingkat tertinggi yang diberikan kepada daerah dengan tingkat kepesertaan dan keaktifan JKN yang tinggi serta didukung oleh kebijakan daerah yang berkelanjutan. 

Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa capaian Universal Health Coverage tidak boleh berhenti pada status atau kategori semata.

“Tahun depan, daerah yang berada pada kategori Madya harus naik menjadi Utama. Bagi daerah yang telah mencapai kategori Utama, tidak ada pilihan lain selain terus meningkatkan kualitas layanan kesehatannya,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan daerah dalam mencapai UHC harus diiringi dengan peningkatan mutu layanan kesehatan agar manfaat jaminan kesehatan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr. Mukhibatul Khusnah, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan serta arahan pimpinan daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

“Alhamdulillah, terima kasih atas arahan dan bimbingan bapak bupati, wakil bupati, dan  sekretaris daerah, serta peran aktif seluruh kepala perangkat daerah dan masyarakat. Capaian Penghargaan UHC Awards ini dapat kita pertahankan. Mari terus memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Gresik. Sehatnya rakyat adalah tujuan utama,” tuturnya. (yad) 

Editor : Chusnul Cahyadi

Pemkab Gresik Raih UHC Award 2026 Kategori Madya, Wabup Gresik Bukti Nyata Jamin Hak Dasar Masyarakat  Selengkapnya
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) bersama Kades Pangkah Wetan Syaifullah Mahdi (kanan) di kampung Bandeng di Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik pada Selasa, 27 Januari 2026 ( Foto : Istimewa)

Zulhas Kunjungi Kampung Bandeng, Gresik Siap Pasok Bandeng untuk Program MBG

GRESIK,1minute.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) melakukan kunjungan kerja ke Kampung Perikanan Budidaya (KPB) “Kampung Bandeng” dan Desa Nelayan Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik pada Selasa, 27 Januari 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Zulhas mengapresiasi Kampung Bandeng dengan luas potensi budidaya 3.840 hektar tersebut. Sekaligus momentum penting sinkronisasi kebijakan pusat dengan potensi lokal di wilayah yang dikenal sebagai sentra bandeng.

Menurut Zulhas, sektor perikanan menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, pemerintah pusat berkomitmen mendorong pembangunan infrastruktur pendukung di daerah-daerah pesisir, termasuk di Kabupaten Gresik.

“Pemerintah akan membangun 20 ribu hektar tambak ikan pada 2026 untuk memenuhi kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG). Ribuan tambak ikan itu dipastikan bisa memenuhi kebutuhan 82,9 juta porsi untuk penerima manfaat MBG di 2026,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) harus dipercepat. Tahun ini ditargetkan 80 ribu KDMP. Hingga Maret, diperkirakan sudah selesai 30 ribu KDMP. Terima kasih kepada TNI dan pemerintah daerah yang luar biasa atas kontribusinya dalam mendorong percepatan pembangunan koperasi ini.

“Program ini merupakan bagian dari gerakan ekonomi rakyat yang dicanangkan Bapak Presiden. Koperasi desa nantinya menjadi pusat penampungan hasil ekonomi rakyat dan akan bekerja sama dengan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG),” jelasnya.

Di tempat sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Gresik Misbahul Munir mewakili Bupati Gresik menyampaikan bahwa kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan menjadi momentum penting bagi Kabupaten Gresik dalam memperkuat sektor pangan dan perikanan.

“Kampung budidaya perikanan atau Kampung Bandeng Desa Pangkah Wetan menjadi salah satu perhatian serius pemerintah pusat terhadap pengelolaan tambak ikan budidaya di wilayah Gresik sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan berbasis perikanan,” singkatnya.

Sementara itu,  Kepala Desa Pangkah Wetan Saifullah Mahdi, memaparkan perkembangan signifikan sektor perikanan budidaya, khususnya ikan bandeng, yang menjadi komoditas unggulan desa tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran pemerintah memberikan dampak nyata terhadap kualitas dan kuantitas hasil panen petani tambak, hingga lonjakan produksi dan potensi pasar.

“Total produksi budidaya mencapai 20.000–25.000 ton per tahun. Sedangkan untuk produksi tangkap 15.000–20.000 ton per tahun,” terang Sandi, sapaan,  Syaifullah Mahdi. 

Menurutnya, permintaan pasar tinggi, hingga saat ini, seluruh hasil produksi masih terserap habis oleh pasar lokal. Tingginya antusiasme pasar domestik membuat stok bandeng sering kali masih belum mencukupi untuk memenuhi permintaan luar daerah maupun ekspor.

Menanggapi arahan pemerintah pusat terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sandi menyatakan kesiapannya untuk memasok kebutuhan protein dari ikan bandeng. Namun, ia menyadari adanya tantangan fisik pada ikan bandeng, yaitu durinya yang tajam.

“Kami sedang mencari formulasi pengolahan yang tepat. Karena bandeng memiliki banyak duri yang rentan bagi anak-anak. Kami berencana mengolahnya menjadi bandeng presto atau otak-otak agar aman dan nyaman dikonsumsi dalam menu MBG,” ujar Sandi. “Langkah hilirisasi ini diharapkan tidak hanya mendukung kecukupan gizi anak sekolah, tetapi juga meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi warga Pangkah Wetan,” tandasnya.(yad) 

Editor: Chusnul Cahyadi

Zulhas Kunjungi Kampung Bandeng, Gresik Siap Pasok Bandeng untuk Program MBG Selengkapnya

Dahlan Iskan dan Puluhan Pengusaha Kunjungi Gresik, Pemkab Saguhkan Menu Sego Krawu

GRESIK,1minute.id – Puluhan pengusaha peserta DISWAY Explore Business with Dahlan Iskan di Kabupaten Gresik berkunjung ke Pemkab Gresik pada Minggu, 25 Januari 2026. Rombongan yang dipimpin langsung oleh founder Harian Disway, Dahlan Iskan disambut oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif,  Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Asisten II Setda Gresik Misbahul Munir, serta Kepala DPMPTSP Gresik Reza Pahlevi. 

Mereka diterima di ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik. Untuk menyambut tamu tersebut, Pemkab Gresik menyuguhkan menu Sego Krawu. Kuliner khas Gresik yang tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) sejak 2022 itu. Peserta pun lahap menyantap makanan khas Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik itu. 

Sebelum beraudiensi di Kantor Bupati Gresik, para peserta terlebih dahulu mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Manyar, kawasan industri strategis yang menjadi salah satu penggerak utama investasi nasional dan internasional di Jawa Timur.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan bahwa Gresik memiliki potensi strategis yang lengkap, mulai dari garis pantai yang panjang, keberadaan sembilan pelabuhan, hingga basis industri dan tenaga kerja yang kuat.

“Investasi di Gresik kami dorong tumbuh, tetapi prinsipnya jelas: investasi naik, angka kemiskinan wajib turun. Sebelum merekrut tenaga kerja dari luar, kami mendorong optimalisasi tenaga kerja asal Gresik. Kami siapkan tenaga kerjanya dengan berbagai pelatihan dengan sertifikat BNSP,” tegas dokter Alif, sapaan,  Asluchul Alif. 

Wabup Alif turut menekankan implementasi Perda No. 7 Tahun 2022 yang diatur lebih lanjut dengan Perbup No. 71 Tahun 2024, yang mengatur kewajiban perusahaan mempekerjakan minimal 60 persen tenaga kerja asal Gresik, sebagai bentuk keberpihakan nyata pada masyarakat lokal.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan kemudahan berinvestasi. Jika terdapat hambatan meski persyaratan telah dipenuhi, Pemkab Gresik membuka ruang aduan secara terbuka. “Pintu kami terbuka. Pak Bupati dan saya berkomitmen akan menindak tegas jika ada pihak yang menghambat Bapak-Ibu dalam berinvestasi di Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, dokter Alif menjelentrehkan capaian dan keunggulan sektor unggulan daerah. Meskipun dikenal sebagai kota industri, di bidang perikanan Gresik dikenal sebagai salah satu sentra penghasil bandeng. Sementara di sektor pertanian, Gresik merupakan daerah lima besar di Jawa Timur dalam penghasil beras yang menopang ketahanan pangan. Pada sektor investasi, Gresik tercatat sebagai penyumbang terbesar realisasi investasi di Jawa Timur, dengan capaian Rp 29,4 triliun dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, lima Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang siap ditawarkan kepada investor juga diperkenalkan, meliputi: Industri Pengolahan Logam Tembaga, Industri Alat dan Mesin Pertanian, Industri Hilirisasi Timah, Industri Garam Farmasi, dan Unit Pengolahan Ikan (UPI) bernilai tambah di Kabupaten Gresik.

Sementara itu,  Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftachul Rachman, menyampaikan bahwa arah kebijakan investasi di Gresik berlandaskan prinsip kemaslahatan masyarakat. “Investasi di Kabupaten Gresik bukan sekadar mengejar nilai ekonomi. Prinsipnya adalah kemaslahatan masyarakat. Investasi yang masuk harus benar-benar memberi manfaat nyata bagi warga Gresik,” tegas Sekda.

DISWAY Explore Business with Dahlan Iskan menjadi ruang temu antara Pemerintah Kabupaten Gresik dan pelaku usaha lintas sektor. Sekaligus momentum untuk menunjukkan bahwa pertumbuhan industri di Gresik tumbuh berdampingan dengan identitas lokal, kekuatan ekonomi rakyat, serta keberpihakan pada masyarakat. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Dahlan Iskan dan Puluhan Pengusaha Kunjungi Gresik, Pemkab Saguhkan Menu Sego Krawu Selengkapnya

2026 : Pemkab Gresik Fokus Perbaikan JPD Rusak menjadi Mantap

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bakal fokus melakukan pembenahan infrastruktur Jalan Poros Desa (JPD). Kebijakan yang bakal dimulai tahun ini diambil sebagai tindak lanjut evaluasi capaian kinerja pembangunan jalan sepanjang tahun 2025 sekaligus menjawab masih tingginya kebutuhan penanganan jalan desa di berbagai kecamatan.

“Bangun Desa, Menata Kota”. Berdasarkan rekapitulasi yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik penanganan infrastruktur JPD di seluruh kecamatan, baik di wilayah daratan maupun kepulauan kategori rusak ringan, sedang dan berat diestimasikan sebesar Rp 2,83 triliun. 

Duet Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif, Bupati dan Wakil Bupati Gresik akan memfokuskan pembangunan infrastruktur JPD dengan kategori jalan rusak menjadi mantap kebutuhan anggaran diestimasikan sebesar Rp 1 triliun. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap selama 4 tahun, periode 2026 sampai 2029. Setiap tahun, akan mengalokasikan minimal sebesar Rp 250 miliar.

Pada 2026, Pemkab Gresik akan memprioritaskan peningkatan dan pelebaran JPD pada ruas-ruas strategis yang berfungsi sebagai penghubung antar desa, jalur distribusi hasil pertanian dan industri, serta akses utama layanan pendidikan dan kesehatan. 

Sejumlah program yang direncanakan antara lain peningkatan JPD di beberapa wilayah kecamatan, pelebaran jalan pada jalur dengan tingkat kepadatan tinggi, serta pemeliharaan berkala untuk menjaga kemantapan jalan yang telah dibangun sebelumnya.

Sebagai gambaran capaian, sepanjang tahun 2025 DPUTR  Gresik telah melaksanakan perbaikan infrastruktur jalan dengan total panjang 22,257 kilometer menggunakan konstruksi beton, aspal, dan paving yang tersebar di 37 titik. Pekerjaan tersebut meliputi peningkatan dan pelebaran jalan, rekonstruksi ruas jalan, pembangunan jembatan baru, serta perbaikan fasilitas pendukung infrastruktur di Pulau Bawean.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan bahwa keberhasilan perbaikan jalan tidak dapat dilakukan secara parsial dan harus dikerjakan secara menyeluruh. Ia mendorong Dinas PUTR untuk memperkuat kolaborasi dengan perangkat daerah terkait, khususnya para camat di wilayah yang memiliki ruas jalan rusak.

“Upaya peningkatan kemantapan jalan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Camat memiliki pemahaman langsung terhadap kondisi wilayahnya. Insight dari mereka sangat dibutuhkan agar perbaikan jalan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dalam menentukan prioritas perbaikan, Pemkab Gresik turut melibatkan partisipasi masyarakat. Aduan dan laporan yang masuk melalui media sosial, kanal Lapor Gus, hingga layanan panggilan darurat 112 dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan ruas jalan yang akan ditangani. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

2026 : Pemkab Gresik Fokus Perbaikan JPD Rusak menjadi Mantap Selengkapnya

SPPG GMMS Libatkan 80 Persen Relawan Warga, Siap Layani 1000 Siswa

GRESIK,1minute.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Gresik bertambah satu lagi. SPPG anyar itu bernama Yayasan Gresik Mentari Mandiri Sejahtera (GMMS) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang meresmikan SPPG GMMS itu pada Kamis, 15 Januari 2026.

Hal ini merupakan bagian dari penguatan layanan pemenuhan gizi masyarakat khususnya anak-anak usia sekolah, ibu hamil dan menyusui, serta balita. Menariknya, SPPG ini digerakkan oleh relawan yang sebagian besar berasal dari masyarakat setempat.

Wabup Gresik Asluchul Alif menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama organisasi masyarakat yang telah berkontribusi langsung dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Terima kasih atas keterlibatan semua pihak. Ini bentuk kolaborasi nyata yang kami butuhkan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, selain pemenuhan gizi, aspek lingkungan harus menjadi perhatian serius. Wabup Alif berpesan kepada relawan maupun pengelola SPPG agar manajemen sampah dan kebersihan lingkungan benar-benar dijaga. “Pelayanan gizi harus berjalan seiring dengan lingkungan yang sehat. Ini penting agar manfaat program bisa berkelanjutan,” tambah dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Sebagai tahap awal, SPPG Yayasan GMMS akan menyuplai MBG bagi dua sekolah dengan sasaran sekitar 1.000 siswa. Ke depan, kapasitas layanan ditargetkan meningkat hingga maksimal 3.000 porsi per hari, mencakup peserta didik, ibu menyusui, ibu hamil, serta balita.

Keberadaan SPPG ini juga memberi dampak sosial langsung bagi warga sekitar. Sekitar 80 persen relawan yang terlibat berasal dari masyarakat Yosowilangun, sehingga program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga membuka ruang partisipasi dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Ketua PDM Gresik Muhammad Thoha Mahsun, berpesan agar kebersihan menjadi perhatian utama dalam operasional SPPG. Menurutnya, lingkungan yang bersih dan gizi yang terpenuhi menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak secara optimal. “Jika kebersihan terjaga dan gizi tercukupi, anak-anak kita bisa tumbuh sehat dan maksimal,” ujarnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

SPPG GMMS Libatkan 80 Persen Relawan Warga, Siap Layani 1000 Siswa Selengkapnya

Jaga Daya Beli Masyarakat Jelang Ramadan, Pemprov Jatim dan Pemkab Gresik Gelar Pasar Murah

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim berkolaborasi dengan Pemkab Gresik menggelar pasar murah di Balai Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Selasa, 14 Januari 2026.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memantau langsung pasar murah yang menjual bahan kebutuhan pokok penting (bapokting), seperti, beras, minyak goreng, telur, gula dan daging ayam itu. 

Kehadiran dua pucuk pimpinan di Jawa Timur dan Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik itu untuk memastikan pelaksanaan Pasar Murah berjalan tertib serta benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Ekspektasi masyarakat sangat tinggi. Dalam hitungan tidak lebih 3 jam, nilai transaksi mencapai Rp 39.127.000 atau Rp 39,12 juta. 

Menurut Khofifah Indar Parawansa, menjelang bulan suci, Ramadan biasanya harga kebutuhan pokok akan terkerek naik bila kebutuhan meningkat sedangkan pasokan berkurang. “Sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadan. Kebutuhan logistik pasti meningkat. Kalau permintaan tinggi tapi pasokan standar, harga akan naik,” ujar Khofifah di sela-sela kegiatan.

Pasar Murah, imbuhnya, menjadi cara pemerintah menjawab situasi tersebut. Bukan hanya menahan harga, tetapi memastikan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan pokoknya. “Kita ingin memastikan bahwa di Jawa Timur ketika demand tinggi, supply juga kuat. Dengan begitu, daya beli masyarakat bisa kita jaga melalui pasar-pasar murah seperti ini,” tegasnya. 

Ia menjamin sluruh komoditas yang dijual dipastikan berada jauh di bawah harga pasar. Daging ayam ras yang di pasaran rata-rata Rp 39.000 per kilogram, di pasar murah dijual Rp30.000. Telur ayam ras yang biasanya Rp 29.000, dilepas Rp22.000 per pack. Beras SPHP yang di pasar bisa mencapai Rp13.500 per kilogram, di sini dijual Rp 11.000. Bahkan gula pasir yang HET-nya Rp 17.800, dijual Rp14.000 per kilogram.

“Ini bentuk konkret bagaimana pemerintah menjaga keterjangkauan daya beli masyarakat,” tegas Khofifah. Antusiasme warga terlihat jelas dari cepatnya stok habis. Gula pasir, Minyakita, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, tepung terigu, hingga daging ayam ras ludes terjual. Dari stok beras SPHP sebanyak 4 ton, tercatat 1 ton terjual hanya dalam waktu singkat.

Berdasarkan data transaksi, Pasar Murah di Balai Desa Banjarsari mencatat total nilai transaksi sebesar Rp39.127.000. Dari jumlah tersebut, transaksi komoditas bahan pokok mencapai Rp32.944.000, sementara produk IKM menyumbang Rp6.183.000. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Jaga Daya Beli Masyarakat Jelang Ramadan, Pemprov Jatim dan Pemkab Gresik Gelar Pasar Murah Selengkapnya

Jelang TKA SMP, Wabup Gresik Inginkan Tendik Ubah Metode Pelajaran Matematika Menyenangkan

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meminta para tenaga pendidik (Tendik) mengubah cara mengajar matematika agar lebih menyenangkan. Pelajaran matematika tidak menakutkan lagi bagi sebagian siswa.

“Yang sedang kita pikirkan adalah bagaimana matematika bisa menjadi pelajaran yang menyenangkan. Saya hanya menitipkan satu pesan penting, yakni kejujuran,” ujar Wabup Asluchul Alif saat membuka pelatihan guru di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 12 Januari 2026.

Menurutnya, pembelajaran yang jujur, baik dalam proses mengajar maupun menilai, menjadi fondasi utama peningkatan kualitas pendidikan. Tanpa itu, target peningkatan hasil belajar hanya akan menjadi angka di atas kertas.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan guru bertajuk Pembelajaran Diferensiasi dan Motivasi Siswa ala Jepang yang digelar pada selama 3 hari, 12–14 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti 321 guru SD dan SMP se-Kabupaten Gresik, serta dihadiri Staf Ahli Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga  Prof. Biyanto.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mengajarkan konsep matematika secara inovatif dan menyenangkan. Guru didorong keluar dari pola pembelajaran yang kaku, menuju pendekatan yang lebih kontekstual dan ramah bagi siswa. “Pelatihan ini memperkuat numerasi guru sekaligus mensosialisasikan pembelajaran ala Jepang. Tujuannya jelas, menyiapkan peserta didik menghadapi TKA April 2026,” kata Hariyanto.

Ia menyebutkan, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA sederajat tahun 2025 secara nasional menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Nilai rata-rata Bahasa Indonesia tercatat 57,39, Matematika 37,23, dan Bahasa Inggris 26,71. “Angka ini menjadi peringatan serius. Karena itu, kami berharap di Gresik tidak ada lagi nilai TKA di bawah 5 untuk SD dan SMP pada April mendatang. Target minimal Matematika 6,00 dan Bahasa Indonesia 7,00,” tegasnya.

Sejumlah langkah antisipatif telah dijalankan. Untuk penguatan Bahasa Inggris, Pemkab Gresik bekerja sama dengan Kampung Inggris Pare melalui pilot project di SDN 4 Petrokimia Gresik dan SMP Plus Jauharul Maknuun Sidayu. Di sekolah tersebut, ekosistem Bahasa Inggris telah dibangun, melibatkan tenaga tata usaha, siswa, hingga petugas kebersihan.

Sementara untuk matematika, pendekatan pembelajaran ala Jepang dipilih agar siswa terbiasa bernalar, memahami konsep, dan menikmati proses belajar. Pemkab Gresik menargetkan peningkatan nilai TKA berjalan konsisten dan mampu menembus 10 besar tingkat Provinsi Jawa Timur.

Pelatihan ini terlaksana melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Gresik dengan dukungan program CSR dari PT Petrokimia Gresik sebagai bagian dari komitmen memperkuat kualitas pendidikan daerah. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Jelang TKA SMP, Wabup Gresik Inginkan Tendik Ubah Metode Pelajaran Matematika Menyenangkan Selengkapnya

Lantik 55 Kepala Sekolah, Bupati Gresik : Titip Sekolah Ramah Anak, No Bullying & Radikalisme

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengambil sumpah dan melantik 55 kepala sekolah serta 21 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 5 Januari 2026.

Puluha kepala sekolah yang dilantik, terdiri dari 53 kepala Sekolah Dasar (SD) dan 2 kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pelantikan kepala sekolah ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025, yang menggantikan Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.

Penerapan regulasi tersebut bertujuan untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah yang terjadi di sejumlah satuan pendidikan. Kondisi kekosongan kepala sekolah ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Gresik, tetapi juga hampir di seluruh wilayah Indonesia, sehingga diperlukan percepatan pengisian jabatan melalui mekanisme berbasis merit.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan bahwa seluruh kepala sekolah dan pejabat fungsional yang dilantik telah melalui proses seleksi yang komprehensif, mulai dari manajemen talenta, uji kompetensi, hingga penelusuran rekam jejak. Selain itu, aspek jarak tempat tinggal dengan lokasi kerja juga menjadi pertimbangan dalam penempatan.

“Panjenengan semua terpilih sesuai dengan hasil manajemen talenta dan nilai uji kompetensi yang sudah memenuhi syarat. Tapi saya juga melihat latar belakang pendidikan serta jarak rumah dengan tempat tugas. Kami tidak ingin jarak penempatan menjadi alasan menurunnya integritas dan kinerja,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Ia berpesan agar mengelola sekolah secara profesional dan akuntabel, baik dalam pengelolaan administrasi maupun pengelolaan anggaran pendidikan, seperti bantuan operasional sekolah daerah maupun nasional (BOSDAdan BOSNAS). Selain itu, juga mengistruksikan membangun kerja sama yang solid antara kepala sekolah dan para guru guna menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

“Titip sekolah ini menjadi sekolah ramah anak. Tidak ada bullying, tidak ada radikalisme. Mudah-mudahan Bapak-Ibu menjadi guru yang terus dicintai oleh murid-muridnya,” pesan Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Dalam pelantikan tersebut, sebanyak lima peserta dari Pulau Bawean turut dilantik secara daring sebagai bentuk pemerataan pelayanan serta efisiensi pelaksanaan pemerintahan.

Sebagai penutup, Bupati Yani menyampaikan bahwa kepala sekolah yang telah menjabat selama dua periode atau kurang lebih delapan tahun akan segera didorong untuk mengikuti uji sertifikasi pengawas. Kebijakan ini bertujuan untuk membuka ruang regenerasi dan pengembangan karier di bidang pendidikan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Lantik 55 Kepala Sekolah, Bupati Gresik : Titip Sekolah Ramah Anak, No Bullying & Radikalisme Selengkapnya