Wabup Gresik Tegaskan Kelompok Perempuan Memperoleh Akses yang Sama Program Pemerintah 

GRESIK,1minute.id – Aktivis perempuan di Gresik menggelar Forum Diskusi Kelompok Perempuan bertema “Sinergi Perempuan dalam Mewujudkan Pembangunan Inklusif”. Kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif ini digelar di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 25 November 2025.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, dalam sambutannya menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis di setiap lapisan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan seluruh organisasi perempuan dapat mengakses program-program yang ada, baik program daerah maupun nasional.

“Semua organisasi perempuan di Gresik harus bisa mengakses program yang disediakan pemerintah. Baik itu program pemberdayaan, sosial, kesehatan, hingga program nasional. Kita ingin perempuan terlibat dan mendapatkan manfaat yang setara,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Terkait layanan kesehatan, Ia kembali mengingatkan bahwa Pemkab Gresik telah menerapkan Universal Health Coverage (UHC). Masyarakat tidak perlu bingung mengenai kartu BPJS. “Cukup bawa KTP atau KK, sudah bisa mendapatkan layanan. Ini harus terus disampaikan kepada masyarakat kita,” ujarnya.

Wabup Alif mengajak kelompok perempuan untuk bersinergi dalam menyelesaikan persoalan sosial di Gresik. Ia menyampaikan data bahwa mulai Januari hingga November 2025 terdapat 1.350 kasus perceraian. Penyebabnya, antara lain, faktor utama ekonomi, kemudian judi, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kondisi ini, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama karena berdampak langsung terhadap ketahanan keluarga, kesejahteraan anak, dan stabilitas sosial.

“Kelompok perempuan memiliki kekuatan besar dalam edukasi dan pemberdayaan keluarga. Karena itu, mari bersama pemerintah menangani persoalan sosial ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Gresik Shinta Puspitasari menguraikan materi tentang pentingnya sinergi perempuan dalam memperkuat pembangunan inklusif.

Pembangunan inklusif harus memastikan semua warga. Termasuk kelompok anak, difabel, perempuan, lansia, dan kelompok rentan lainnya, memiliki hak yang sama dalam mengakses manfaat pembangunan.

“Sinergi membuka jalan bagi peluang yang lebih setara. Kelompok perempuan memiliki pengalaman besar dalam pemberdayaan masyarakat. Kolaborasilah yang mempercepat tercapainya inklusivitas,” ujar dokter Shinta, sapaan, istri Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif ini. (yad)

Wabup Gresik Tegaskan Kelompok Perempuan Memperoleh Akses yang Sama Program Pemerintah  Selengkapnya

Pegawai Setkab Gresik Jalani Pelatihan dan Pembinaan, Sekda : Tinggalkan Budaya Kerja Bertele-tele

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 73 pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda).Gresik menjalani Pelatihan dan Pembinaan. Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. 

Achmad Washil Miftahul Rachman, dalam arahannya menegaskan bahwa PNS dan PPPK adalah support sistem utama dalam memberi layanan terbaik kepada masyarakat maupun kepada pimpinan daerah. Aparatur di lingkungan Setda juga harus hadir sebagai tim yang solid, responsif, dan memiliki standar kerja yang tinggi.

Ia mengingatkan kembali pentingnya disiplin ASN sebagaimana diatur dalam PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Disiplin, merupakan dasar integritas dan kualitas kerja seorang aparatur.

“ASN memiliki peran sebagai pelayan masyarakat. Kita harus memastikan bahwa pelayanan berjalan dengan baik dan profesional. Disiplin adalah hal pertama yang harus dijaga, karena dari situlah integritas dan kualitas pelayanan akan terlihat,” tegasnya.

Tinggalkan budaya kerja bertele-tele dan mulai menerapkan pola kerja yang lebih produktif dan terukur. Para pegawai harus memiliki kemampuan adaptif terhadap dinamika pemerintahan yang sangat cepat. Setiap hari mereka bersinggungan dengan dokumen strategis, protokol pimpinan, hingga koordinasi lintas-OPD yang membutuhkan ketelitian, ketepatan, dan kecepatan respon. 

Karena itu, pembinaan seperti ini penting untuk membentuk pola kerja yang lebih rapi dan terstruktur.

Dalam kegiatan pelatihan dan pembinaan ini, pegawai yang terdiri dari 37 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan 36 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ini mendapat materi yang dirancang untuk meningkatkan profesionalitas aparatur. Di antaranya Disiplin PNS, Komunikasi dalam Pelayanan Publik, Public Speaking, Service Excellence, Table Manner, serta Etika dan Kepribadian. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari di kantor Bupati Gresik. (yad)

Pegawai Setkab Gresik Jalani Pelatihan dan Pembinaan, Sekda : Tinggalkan Budaya Kerja Bertele-tele Selengkapnya

Urai Banjir Perkotaan, Dinas CKPKP Gresik Bongkar Bangunan Rumah Warga di Kramat Langon yang Makan Saluran Air

GRESIK,1minute.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mengurai penyebab banjir kota. Wabil khusus di kawasan heritage, Kampung Arab. Saluran air di kawasan itu kerap meluber ketika hujan.

Padahal, Pemkab Gresik telah melakukan revitalisasi saluran air dan bersih-bersih Kali yang berada di kawasan heritage itu. Antara lain, Kali Kramat Langon, Desa Gapurosukolilo, Kecamatan/Kabupaten Gresik. Hampir seminggu, petugas dari Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik melakukan penyisiran. 

Hasilnya? Petugas CKPKP Gresik menemukan adanya saluran air bottleneck. Penyebab, terjadinya penyempitan Kali akibat termakan bangunan rumah warga setempat. Dinas CKPKP Gresik kemudian membongkar bangunan rumah permanen itu.

Kepala Dinas CKPKP Gresik Ida Lailatus Sa’diyah ketika dikonfirmasi membenarkan pembongkaran rumah seorang warga di Jalan Kramat Langon, Desa Gapurosukolilo, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu. 

Ida Lailatus Sa’diyah mengatakan, saluran air yang semestinya lebar 3 meter kini tersisa 60 centimeter. “Saluran air termakan bangunan rumah selebar lebih dari 2 meteran,” katanya dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Senin, 24 November 2025. 

Sebelum dilakukan pembongkaran bangunan, kata Ida, pihaknya sesuai arahan dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani untuk melakukan pendekatan persuasif dan humanis kepada pemilik bangunan rumah. Melalui pendekatan persuasif Dinas CKPKP Gresik bersama Camat, Pemerintah Desa (Pemdes) Gapurosukolilo dan pemilik rumah mengakui kesalahan. 

Pada Jumat, 21 November 2025, pemilik rumah membuat surat pernyataan tidak keberatan bangunan rumah dibongkar. Selain, pemilik rumah juga tidak menuntut ganti rugi dalam pembongkaran bangunan rumah. “Karena pemilik rumah sudah menyatakan tidak keberatan dan tidak menuntut ganti rugi, bangunan rumah itu kami lakukan pembongkaran,” tegasnya. 

Bagaimana dengan pembangunam plengsengan Kali-nya? Ida mengatakan, pembangunan plengsengan akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik. “Pembangunan plengsengan nanti akan dibangun oleh Pemkab Gresik melalui DPU,” ujarnya. (yad)

Urai Banjir Perkotaan, Dinas CKPKP Gresik Bongkar Bangunan Rumah Warga di Kramat Langon yang Makan Saluran Air Selengkapnya

Pemkab Gresik Bangun Gedung Sekolah Rakyat baru Lebih Modern, ada Fasilitas Mini Soccer, RTH hingga Bozem

GRESK,1minute.id – Siswa Sekolah Rakyat Menengah  Atas (SRMA) 30 Gresik bakal memiliki gedung anyar. Lokasinya di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

Gedung baru itu akan lebih megah, nyaman dan modern bila dibandingkan gedung  yang berada di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu. Fasilitas juga bakal lebih komplet. Selain ruang kelas, asrama siswa putra, putri dan guru, laboratorium, masjid, kantin. Gedung sekolah rakyat (SR) akan dilengkapi fasilitas lapangan basket, mini soccer hingga ruang terbuka hijau (RTH). 

Semua fasilitas itu dibangun di atas lahan seluas lebih dari 5 hektar dengan total luas bangunan mencapai 62.577 meter persegi. 

Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik Ida Lailatus Sa’diyah mengatakan, persiapan pembangunan telah dilakukan melalui rapat koordinasi sebagai langkah awal sebelum proyek dimulai.

Ia menjelaskan bahwa gedung SR akan berdiri di atas lahan seluas lebih dari 5 hektar dengan total luas bangunan mencapai 62.577 meter persegi. Di dalamnya, akan dibangun 26 jenis bangunan yang dirancang untuk menunjang seluruh kebutuhan kegiatan belajar dan pengembangan siswa.

Fasilitas yang tersedia mencakup 36 ruang kelas, laboratorium, klinik, hingga gedung olahraga yang lengkap seperti lapangan basket, mini soccer, dan jogging track.

“Selain itu ada juga taman ruang terbuka hijau (RTH),” kata Ida Lailatus Sa’diyah dikonfirmasi pada Minggu, 23 November 2025. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa di kawasan tersebut juga akan dibangun tempat ibadah hingga bozem.

 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memiliki komitmen untuk terus meningkatkan fasilitas pendidikan di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. 

Persiapan pembangunan telah dilakukan melalui rapat koordinasi sebagai langkah awal sebelum proyek dimulai. “Seluruh fasilitas ini akan menunjang para siswa, dan bahkan akan lebih lengkap dibandingkan SRMA Mriyunan,” kata Ida Lailatus Sa’diyah. 

 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik  terus berupaya meningkatkan fasilitas pendidikan. Pembangunan akan dilakukan pada Desember 2025. Targetnya, gedung SR baru ini sudah harus bisa digunakan pada tahun ajaran baru 2026.

Untuk diketahui, kegiatan belajar mengajar di SMRA 30 Gresik menempati gedung eks UPT SMP Negeri 30 Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Gresik. Sebanyak 75 siswa atau tiga rombongan belajar (rombel). Sebelumnya, Pemkab Gresik melakukan revitalisasi gedung eks UPT SMP Negeri 30 Gresik itu. 

Bila pembangunan gedung baru sekolah rakyat di Deaa Raci Tengah kelar, pemkab Gresik akan gedung tersebut sebagai panti lansia. Selain halaman luas, fasilitas juga bagus. (yad)

Pemkab Gresik Bangun Gedung Sekolah Rakyat baru Lebih Modern, ada Fasilitas Mini Soccer, RTH hingga Bozem Selengkapnya

Hari Kesehatan Nasional, Kolaborasi IIDI-Dinkes Gresik Gelar Gelar Lomba Kader Kesehatan Remaja 

GRESIK,1minute.id – Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Gresik bersama Dinas Kesehatan Gresik menggelar Lomba Kader Kesehatan Remaja (KKR) di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Sabtu, 22 November 2025.

Lomba KKR diikuti pelajar dari jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas  sederajat se-Kabupaten Gresik untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025. HKN yang diperingati setiap 12 November, memasuki 61 tahun ini mengusung tema besar “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”.

Kader KKR adalah peserta didik yang dipilih untuk membantu meningkatkan kesehatan di lingkungan sekolah dan sekitarnya, dengan menjadi promotor, motivator, dan pelaksana upaya kesehatan. 

Seperti di ketahui, KKR dilatih untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar kesehatan, seperti penyuluhan, konseling sebaya, serta pemecahan masalah kesehatan pada teman sebayanya, keluarga, dan lingkungan sekolah. Program ini bertujuan untuk mengembangkan generasi muda yang peduli dan berperilaku hidup sehat. 

Ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Gresik dr. Titin Ekowati mengatakan bahwa peran IIDI dalam lomba Kader Kesehatan Remaja (KKR) ini untuk mendukung penuh giat dalam rangka memperingati hari kesehatan Nasional ke-61. Peran lainnya, dikarenakan anggota IIDI juga ada yang ahli dalam bidang nutrisi, sehingga masing-masing anggota berperan juga sebagai juri.

“Kebetulan anggota IIDI juga ada yang seorang dokter, ahli nutrisi, mereka sebagai juri UKS dan juri untuk presentasi anak-anak,” ucap Titin yang juga Ketua Biro Hukum, Pembinaan, dan Pembelaan Anggota (BHP2A) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gresik ini. 

Lomba KKR ini, ia melanjutkan IIDI berkolaborasi dengan Dinkes Gresik agar berjalan dengan baik, sehingga bisa menjadi kader kesehatan yang benar-benar kompeten di masa depan. Jadi KKR ini adalah mewujudkan generasi muda yang bisa menolong diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar dalam menanamkan hidup sehat. Mereka agen perubahan untuk generasi yang sehat dan lebih baik.

“Peran kami mensupport anak-anak yang sudah di tunjuk sebagai kader kesehatan remaja di daerahnya di 18 kecamatan yang mengikuti lomba. Namun, lomba kali ini yang datang 14 kecamatan, dikarenakan 2 kecamatan di wilayah Bawean tak bisa hadir terkendala cuaca,” terang Titin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr. Mukhibatul Khusnah menerangkan pada lomba ini, para kader kesehatan menjalani berbagai macam ujian pengetahuan tentang kesehatan, mulai dari tes tulis, wawancara dan presentasi yang semuanya berkaitan dengan kesehatan.

“Pada tahap awal lomba, dilakukan tes tulis pengetahuan kesehatan untuk semua peserta, yang kemudian naik ke tahap berikutnya yakni tes wawancara, setelah itu tahap terakhir yakni para kader mengikuti tahap presentasi. Hingga KKR mana yang di nilai layak menjadi juara oleh juri,” katanya. 

Selain itu, Khusnah menambahkan tugas dan peran utama KKR yakni menjadi promotor kesehatan, menjadi penggerak dan motivator dalam meningkatkan kesadaran akan kesehatan di kalangan teman sebaya, keluarga, dan lingkungan sekolah. “Kader KKR bisa memberi penyuluhan, memberikan informasi tentang kebersihan, gizi, bahaya narkoba, dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.

Juga bisa menjadi konseling sebaya, membantu teman-temannya untuk menghadapi masalah kesehatan, termasuk kesehatan jiwa, dan memberikan rujukan ke pelayanan kesehatan jika diperlukan,” ucapnya. 

Setelah melalui serangkaian kegiatan, panitia Lomba KKR hasil kolaborasi IIDI Gresik dan Dinkes Gresik ini menetapkan KKR Kecamatan Panceng menjadi juara 1 tingkat SD/MI dengan skor 154,6, tingkat SMP/MTs diraih Kecamatan Benjeng dengan skor 140,5 dan tingkat SMA/MA di raih Kecamatan Cerme yang mengumpulkan skor 142. (yad)

Hari Kesehatan Nasional, Kolaborasi IIDI-Dinkes Gresik Gelar Gelar Lomba Kader Kesehatan Remaja  Selengkapnya

Pemkab Gresik Ubah Skema Penyaluran BOSDA, Tak lagi Merata agar Tepat Sasaran 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik akan melakukan evaluasi penyaluran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Pada Senin, 17 November 2025,  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memimpin rapat koordinasi dan evaluasi BOSDA jenjang SMP Negeri dan Swasta di Aula UPT SMP Negeri 22 Gresik.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaporan serta memperbaiki skema penyaluran BOSDA agar lebih tepat sasaran. Dalam arahannya, Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan, perlunya pembaruan skema pembagian BOSDA yang selama ini diberikan secara merata kepada seluruh sekolah.

“Skema BOSDA yang merata selama ini perlu kita evaluasi kembali, karena setiap sekolah memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada yang membutuhkan dukungan lebih besar, ada yang kebutuhannya sudah mencukupi. Kami ingin penyaluran dana ini benar-benar tepat sasaran,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani dihadapan seluruh perwakilan SMP Negeri dan swasta se-Kabupaten Gresik, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Negeri dan Swasta, para komite sekolah, serta bendahara BOS dari seluruh SMP se-Kabupaten Gresik itu.

Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperbaiki tata kelola BOSDA secara lebih efektif dan berkeadilan. Selain itu juga menyampaikan kondisi fiskal Kabupaten Gresik yang akan terpengaruh akibat pemangkasan dana dari pemerintah pusat.

“Pada tahun 2026, dana pusat untuk Kabupaten Gresik dipangkas setengah triliun. Namun kami pastikan, belanja yang bersifat langsung untuk masyarakat tetap berjalan dan tidak mengalami pengurangan,” tegasnya. 

Gus Yani juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan pendidikan di tengah besarnya alokasi dana BOSDA yang dikelola daerah. “Harapan kami mutu kualitas pendidikan yang terus berkembang. Mengingat anggaran BOSDA yang begitu tinggi,” ungkapnya.

Rincian anggaran BOSDA disampaikan oleh Kabid Pengelolaan Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik M.Syifaul Qulub, sebagai berikut:

– SMP Swasta & MTs: Rp 20.661.400.000 (242 lembaga)

– SMP Negeri: Rp 14.597.490.000 (35 sekolah)

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto, menuturkan bahwa masukan dari sekolah dan komite akan menjadi dasar peninjauan ulang skema penyaluran agar tidak lagi bersifat merata, tetapi berbasis kebutuhan riil satuan pendidikan. (yad)

Pemkab Gresik Ubah Skema Penyaluran BOSDA, Tak lagi Merata agar Tepat Sasaran  Selengkapnya

Gudang Penyimpanan Karet dan Minyak PT Ritek Energi Lestari Terbakar

GRESIK,1minute.id – Gudang pabrik PT Ritek Energi Lestari di Jalan Raya Metatu KM.07 Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik terbakar pada Ahad. 16 November 2025.

Asap hitam membumbung tinggi ke angkasa. Sebab, gudang pabrik itu menyimpan karet dan minyak. Tidak korban jiwa dalam kebakaran kali kelima di bulan November 2025 di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik itu.

Menurut petugas Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik kebakaran gudang penyimpanan karet dan minyak, PT Ritek Energi Lestari terjadi pada Ahad, 16 November 2025 sekitar pukul 08.09 WIB. Pagi itu, pengguna jalan melihat ada asap hitam membumbung ke angkasa dari dalam gudang berlokasi di Jalan Raya Metatu KM.07 , Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. 

“Gudang dalam kondisi tertutup. Karena tidak ada aktivitas pekerja. Libur hari Minggu,” ujar Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono pada Ahad, 16 November 2025. Petugas Pos Menganti yang lokasi terdekat peristiwa kejadian kebakaran meluncur ke lokasi. 

Sebanyak delapan personil dengan mengendarai satu unit mobil pemadam dan satu unit mobil suplai air tiba di lokasi sekitar pukul 08.39 WIB alias 30 menit pascamenerima laporan. “Kami juga mengerahkan dua mobil Damkar dari pos kota untuk mempercepat proses pemadaman,” imbuh mantan Asisten Pemerintah Sekretariat Daerah (Setda) Gresik itu. 

Butuh waktu lebih dari 3 jam petugas menjinakkan amuk si jago merah. Hampir seluruh isi gudang pabrik ludes terbakar. Dugaan awal kebakaran dipicu konsleting listrik. “Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran karena saat kejadian tidak ada aktivitas pekerjaan,” tegas Suyono. (yad)

Gudang Penyimpanan Karet dan Minyak PT Ritek Energi Lestari Terbakar Selengkapnya

Denny Caknak Hipnotis Ribuan Pasang Mata Pagelaran Seniora Gresik 2025 & Apresiasi Maestro Damarkurung

GRESIK,1minute.id –  Pagelaran Seniora di halaman Kantor Bupati Gresik pada Jumat malam, 14 November 2025 berlangsung seru. Pagelaran yang memadukan seni, kebudayaan dan olahraga khas lokal kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik  untuk memperingati Hari Pahlawan ini menghadirkan bintang tamu, Denny Caknan.

Penyanyi dan pencipta lagu yang dikenal dengan lagu “Kartonyoni Medot Janji”, salah satu magnet dari pagelaran ini. Magnet lainnya, adalah apresiasi kepada maestro seni lukis Damarkurung almarhumah Mbah Masmundari. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyebut, berkat lukisan Mbah Masmundari telah menaikkan citra Kabupaten Gresik dikancah nasional. Bahkan, Damarkurung telah masuk warisan budaya takbenda (WBTB) Indonesia. 

Sebagai bentuk apresiasi atau penghargaan terhadap warisan budaya tersebut, Pemkab Gresik membagikan ribuan suvenir Damarkurung kepada pengunjung. Langkah ini menjadi simbol bahwa tradisi tidak hanya dipamerkan, tetapi juga dibawa pulang sebagai cahaya yang terus dijaga. Sebagai wujud penghormatan, panitia juga memberikan apresiasi kepada keluarga maestro Damarkurung. 

Lukis Damarkurung juga menjadi backdrop di pementasan Seniora menambah khazanah budaya di pagelaran terbesar Pemkab Gresik menjelang tutup tahun 2025 ini. “Semoga tahun depan, bisa tampil lagi di Gresik,” kata Denny Caknan yang kali pertama menghibur penggemar di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. 

Bagi penyanyi dan pencipta lagu berusia 31 tahun kelahiran Ngawi adalah penampilan kali perdana. Sejumlah lagu hits antara lain, Sigar, Wirang hingga Kertonyono Medot Janji dan Kalih Welasku melantun dengan apik. Penonton pun ikut bernyanyi.

Selain dua magnet itu, Seniora Gresik 2025 juga menghadirkan momen makan gratis sebanyak 3.000 porsi, yang menyajikan kuliner khas Gresik seperti nasi krawu, pudak, dan kupat keteg. Jamuan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus promosi cita rasa lokal. Penonton yang beruntung bisa membawa pulang doorprize sepeda motor dan hadiah lainnya. (yad)

Denny Caknak Hipnotis Ribuan Pasang Mata Pagelaran Seniora Gresik 2025 & Apresiasi Maestro Damarkurung Selengkapnya

Hujan Intensitas Tinggi, Tanggul Cermen Jebol, Wabup Gresik: Segera Kita Bangun Permanen 

GRESIK,1minute.id – Tanggul Desa Cermen, Kecamatan Kedamean jebol. Panjangnya, sekitar 3 meteran. Akibat jebolnya tanggul di anak Kali Lomong, sejumlah desa di daerah aliran Kali Lamong banjir. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meninjau langsung tanggul yang jebol itu pada Jumat, 14 November 2025. Dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif berjanji akan membangun tanggul tersebut secara permanen. 

Wabup Alif menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus bergerak cepat melakukan penanganan darurat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial. Ia juga memastikan bahwa perbaikan tanggul akan dilakukan secara permanen agar kejadian serupa tidak berulang.

“Sebelumnya sudah kita perbaiki, namun jebol lagi. Begitu air benar-benar surut, alat berat akan masuk dan tanggul ini akan kita permanenkan,” ujarnya. “Pak Bupati (Fandi Akhmad Yani) dan saya terus memantau bersama BPBD dan Dinsos. Kondisi saat ini sebagian besar sudah mulai surut, tinggal sekitar 10–20 sentimeter. Jika hari ini tidak hujan, Insya Allah bisa surut total dan perbaikan segera dimulai,” tambahnya

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD  Gresik, banjir terjadi sejak Rabu, 12 November 2025 pukul 04.00 WIB akibat hujan berintensitas tinggi, drainase yang tidak memadai, serta meluapnya Kali Cermen. Banjir melanda beberapa kecamatan, yaitu Benjeng, Menganti, dan Kedamean.

Di Desa Glindah, jebolnya tangkis aliran Kali Cermen dengan kedalaman sekitar dua meter mengakibatkan genangan di jalan lingkungan serta menenggelamkan kurang lebih 70 hektare persawahan. Meski terjadi di beberapa titik, tidak ada laporan korban jiwa.

Sejumlah kawasan permukiman di Kecamatan Menganti juga terdampak, seperti Perumahan Oma Indah, Maharaja, dan Graha 2. Genangan bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter, dengan beberapa warga harus dievakuasi ke tempat aman dan satu tenda darurat didirikan di Dusun Bibis, Desa Beton.

BPBD bersama pemerintah desa dan kecamatan hingga kini masih melakukan pemantauan, penyedotan air, evakuasi terbatas, serta penyaluran bantuan logistik. Upaya pemompaan oleh warga dan instansi terkait juga terus berlangsung di lokasi yang genangannya masih tersisa.

Untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, Dinas Sosial Gresik telah mendirikan dapur umum di Balai Desa Domas sejak kemarin. Bantuan makanan siap saji disalurkan setiap hari untuk memastikan warga yang rumahnya belum bisa ditempati tetap mendapatkan dukungan.

Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan komitmen untuk mempercepat pemulihan di wilayah terdampak dan melakukan langkah mitigasi struktural agar masyarakat lebih terlindungi pada musim penghujan.

“Prioritas kita sekarang adalah memastikan keselamatan warga dan memperbaiki tanggul secara permanen agar lebih kuat menghadapi debit air di masa depan,” tegasnya. (yad)

Hujan Intensitas Tinggi, Tanggul Cermen Jebol, Wabup Gresik: Segera Kita Bangun Permanen  Selengkapnya

Pemkab Gresik Bagikan Insentif 1.100 Penghafal Alquran di Kota Santri

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik  menyalurkan tunjangan alias insentif kehormatan kepada 1.100 khuffadz di Masjid Al Inabah Kompleks Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 14 November 2025.

Insentif tahap kedua ini diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dan Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. Tahap pertama pada Juni 2025. Setiap penghafal Alquran mendapatkan insentif Rp 550  ribu. 

Dalam sambutannya, Wabup Asluchul Alif menyampaikan bahwa pemberian insentif ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah daerah terhadap para penjaga Al-Qur’an. “Insentif ini mungkin nilainya tidak besar, namun ini adalah bentuk pemerintah mengapresiasi para huffadz. Semoga dukungan ini memberi manfaat dan semakin menguatkan peran para penghafal Al-Qur’an di tengah masyarakat,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Insentif bagi khuffadz Sekretariat Daerah Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, dalam laporannya menjelaskan total dana yang disalurkan pada tahap kedua mencapai Rp 550 juta. Rinciannya, 1.100 huffadz masing-masing menerima Rp 500.000. Sehingga total insentif yang digelontorkan Pemkab Gresik melalui program ini mencapai Rp 1,1 miliar.

Para penerima merupakan huffadz yang tergabung dalam organisasi Robithoh Hamalatil Qur’an. Pemkab Gresik berharap program ini dapat memperkuat syiar Al-Qur’an, meningkatkan semangat para huffadz dalam mengabdi, serta membina generasi Qur’ani di Kabupaten Gresik. (yad)

Pemkab Gresik Bagikan Insentif 1.100 Penghafal Alquran di Kota Santri Selengkapnya