TKD Pemkab Gresik Berpotensi Dipangkas Rp 571 Miliar, Bupati Gresik Jamin Pelayanan Masyarakat Prioritas 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berpotensi kehilangan dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 571 miliar pada 2026. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan komitmennya bahwa belanja yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Pemangkasan TKD yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) dilakukan oleh pemerintah pusat kepada semua Kabupaten/Kota di Indonesia. Nah, wacana yang berkembang TKD ke Pemkab Gresik dipangkas sebesar Rp 571 miliar. 

Menanggapi hal tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, komitmennya bahwa belanja yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

“Harapan kami, pemangkasan anggaran TKD itu bisa dievaluasi kembali. Meski demikian Pemerintah Kabupaten Gresik sudah ada persiapan, yakni merasionalisasi kembali belanja. Belanja yang berkaitan langsung dengan masyarakat itu menjadi poin utama,” ujar Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani usai meresmikan Musala di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Dikatakan, anggaran belanja Pemkab yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti infrastruktur dan kesehatan, akan tetap dikawal. “Infrastruktur akan kami evaluasi mana yang benar-benar bisa mengungkit ekonomi masyarakat. Begitu juga dengan target Universal Health Coverage (UHC) tetap kami kawal agar masyarakat bisa merasakan manfaat nyata,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Sebaliknya, belanja yang bersifat umum dan seremonial akan dievaluasi. Pemerataan infrastruktur tetap berjalan, namun lebih selektif berdasarkan manfaat yang dihasilkan. “Kami pastikan pembangunan yang memberikan dampak luas bagi masyarakat tidak akan terhenti.” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Gresik juga memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk menutup potensi kekurangan akibat pemangkasan. Optimalisasi pajak daerah, pengelolaan aset dan inovasi pelayanan publik disiapkan agar pembangunan dan pelayanan masyarakat terus berlanjut.

“Rasionalisasi bukan berarti memangkas hak masyarakat, tetapi memastikan setiap rupiah dipakai untuk program yang berdampak nyata bagi warga Gresik,” pungkas mantan Ketua DPRD Gresik itu. (yad)

TKD Pemkab Gresik Berpotensi Dipangkas Rp 571 Miliar, Bupati Gresik Jamin Pelayanan Masyarakat Prioritas  Selengkapnya

Rumah yang Disewa untuk Gudang Indomarco di Driyorejo Ludes Terbakar

GRESIK,1minute.id – Sebuah rumah yang digunakan sebagai gudang oleh Indomarco di Jalan Semeru, Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik ludes terbakar pada Ahad, 5 Oktober 2025.

Hampir isi gudang di bangunan dua lantai itu terbakar. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) membutuhkan waktu lebih 5 jam untuk menjinakkan api. Kebakaran kali pertama dilaporkan pukul 10.40 WIB. Petugas Damkar gabungan dari Dinas  Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik dibantu Damkar Kota Surabaya dan PT Agrindo pulang pukul 17.36 WIB. 

Dugaan sementara, kebakaran gudang dua lantai dipicur korsleting. Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik Suyono, pihaknya kali pertama menerima laporan kebakaran rumah milik Haji Asmadi di Jalan Semeru, Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik sekitar pukul 10.40 WIB.

Tim pemadam dari Posko Driyorejo tiba di lokasi sekitar pukul 10.46 WIB. Kemudian, disusul tim Damkar posko Kecamatan Menganti, dan Damkar PT Agrindo. “Ketika tim damkar tiba, bangunan lantai dua sudah terbakar,” ujar Suyono pada Ahad, 5 Oktober 2025.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah warga, bangunan rumah dua lantai itu milik H. Asmadi yang di sewa oleh Indomarco untuk difungsikan sebagai gudang penyimpanan kebutuhan pokok dan sehari-hari dengan konsep waralaba. Saat kejadian, tidak ada aktivitas. “Karena waktu libur kerja membuat tempat tersebut luput dari pengawasan pegawai yang bekerja,” ujar mantan Asisten Bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran keenam di bulan Oktober 2025 ini. (yad)

Rumah yang Disewa untuk Gudang Indomarco di Driyorejo Ludes Terbakar Selengkapnya

Lagi, Pemkab Gresik Raih Investment Award Terbaik 1 Jawa Timur, Realisasi Investasi 2024 Rp 37,9 Triliun 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kembali meraih Investment Award 2025 kategori Terbaik 1 tingkat Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif di Surabaya pada Rabu, 1 Oktober 2025. 

“Penghargaan ini adalah buah kerja keras seluruh jajaran DPMPTSP Gresik dan tentunya dukungan seluruh masyarakat Gresik. Dengan penghargaan ini, kami semakin termotivasi untuk memberikan layanan terbaik bagi investor sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Gresik,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gresik sepanjang tahun 2024, Kabupaten Gresik mencatatkan nilai realisasi investasi sebesar Rp 37,9 triliun, dengan kontribusi 69,13% Penanaman Modal Asing (PMA) dan 30,87% Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Realisasi investasi ini juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja sebanyak 24.092 orang. Bahkan, tren investasi yang terus meningkat diproyeksikan akan menjadi peluang baru untuk meningkatkan jumlah penyerapan tenaga kerja di tahun-tahun mendatang, seiring bertambahnya proyek dan diversifikasi sektor investasi di Gresik. 

Kontribusi terbesar investasi datang dari pertambangan dengan realisasi Rp 15,5 triliun, disusul industri mineral non-logam sebesar Rp 3,55 triliun, industri kimia dan farmasi Rp3,32 triliun, serta perumahan & kawasan industri Rp2,23 triliun.

Kepala DPMPTSP Gresik A.M.Reza Pahlevi, melalui Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Imam Basuki menegaskan, komitmen Pemkab Gresik dalam menarik investasi baru. “Sebagai wujud keseriusan menarik investasi, Pemkab Gresik memberikan stimulus fiskal melalui Peraturan Bupati No 80 Tahun 2023 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal,” jelasnya.

Selain DPMPTSP Gresik, penghargaan juga diberikan kepada pelaku usaha. PT. Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) yang mengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik – JIIPE berhasil meraih Investment Award 2024 kategori Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Terbaik 2.

Prestasi Investment Award 2024 ini sekaligus melengkapi capaian Gresik yang pada tahun sebelumnya juga berhasil meraih Juara 1 Investment Award 2023 Jawa Timur. Konsistensi ini menegaskan posisi Gresik sebagai salah satu daerah tujuan investasi paling kompetitif di Jawa Timur. (yad)

Lagi, Pemkab Gresik Raih Investment Award Terbaik 1 Jawa Timur, Realisasi Investasi 2024 Rp 37,9 Triliun  Selengkapnya

Belasan Tiang Lampu Selasar Alun-alun Gresik Raib, Dicuri atau …?

GRESIK,1minute.id – Belasan tiang lampu penerangan di selasar atas Alun-alun Gresik hilang. Rusak atau dicuri?. Tidak diketahui secara pasti penyebab raibnya belasan tiang lampu yang ada di ruang terbuka hijau (RTH) berada di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik Kota Lama (GKL) itu.

TERCERABUT : Tiang lampu terbuat dari baja di Selasar atas Alun-alun Gresik yang raib. Foto diambil pada Sabtu, 27 September 2025 ( Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Dalam pengamatan wartawan 1minute.id pada Sabtu, 27 September 2025, tiang-tiang lampu penerangan yang raib lebih kurang sebanyak sebelas unit. Satu unit tiang lampu yang berbahan baja itu diperkirakan memiliki berat lebih kurang 10 kilogram itu.

SEPINTAS KORMAL : Kalau dicermati lebih teliti banyak tiang lampu terbuat dari baja di Selasar atas Alun-alun Gresik yang raib. Foto diambil pada Sabtu, 27 September 2025 ( Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Anehnya, tiang-tiang lampu yang tercerabut dari tembok pagar selasar itu mayoritas berada di luar jangkauan kamera pengintai alias closed circuit television (CCTV). Ndelik.

SEPINTAS KORMAL : Kalau dicermati lebih teliti banyak tiang lampu terbuat dari baja di Selasar atas Alun-alun Gresik yang raib. Foto diambil pada Sabtu, 27 September 2025 ( Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sepintas tidak kentara pagar selasar dilengkapi lampu penerangan dengan arsitektur tiang yang artistik itu bogang alias tidak komplit. (Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Belasan Tiang Lampu Selasar Alun-alun Gresik Raib, Dicuri atau …? Selengkapnya

Diduga Lupa Matikan Kompor, Rumah Warga di Gresik Terbakar 

GRESIK,1minute.id – Rumah Soni Saputra di Jalan Harun Thohir 17, Desa Pulopancikan, Kecamatan/Kabupaten Gresik terbakar pada Ahad pagi, 28 September 2025. Kebakaran yang diduga dipicu oleh kompor itu tidak menimbulkan korban jiwa. 

Namun, kejadian pada 00.49 WIB itu membuat warga di perkampungan padat penduduk itu panik. Mereka bersyukur, api tidak sampai merembet ke rumah tetangga karena petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik cepat tiba di lokasi tempat kejadian kebakaran (TKK). 

Setelah api, padam sebagian warga pun melanjutkan tidur nyenyak. Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik Suyono, pihaknya menerima laporan call center 112 sekitar pukul 00.50 WIB dari seorang warga bernama Ny Azka Melia. “Delapan personil dengan dua unit mobil damkar tiba di lokasi pukul 00.58 WIB. Karena kondisi lalu lintas sepi,” ujar Suyono.

Ketika tiba di lokasi kejadian, terang Suyono, warga setempat sudah memadati lokasi kebakaran. Mereka datang untuk memadamkan api dengan alat seadanya. “Ada bawa ember, panci dan lainnya. Tapi, upaya warga belum bisa memadamkan api,” terangnya. Delapan personil dengan dua unit mobil damkar kemudian melakukan penyemprotan. Melokalisir bara api agar tidak merembet ke rumah warga lainnya. 

“Kami meninggalkan lokasi kejadian sekitar setengah dua (pukul 01.28 WIB) karena api sudah padam,” ungkap mantan Asisten Bidang Pemerintahan Setkab Gresik ini. Suyono menyatakan, berdasarkan penuturan sejumlah warga kebakaran diduga dari kompor. “Korban mungkin lupa mematikan kompor sebelum keluar rumah,” katanya.  Ia bersyukur, kebakaran yang kali ke-60 di bulan September 2025 ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Ia pun mengimbau kepada semua warga untuk melakukan pengecekan alat elektronik, kompor dan barang yang mudah terbakar sebelum meninggal rumah. “Kondisi cuaca panas saat ini berpotensi menimbulkan kebakaran,” tegas mantan Kepala Bagian Humas , kini Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setkab Gresik ini. (yad)

Diduga Lupa Matikan Kompor, Rumah Warga di Gresik Terbakar  Selengkapnya

Goodbye Kabel Semrawut, Tahap Awal Pemkab Gresik Tanam Kabel di Kawasan Heritage 

GRESIK,1minute.id –  Dinas Pekerja Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik bakal melakukan penataan ulang jaringan utilitas kabel udara ke kabel bawah tanah di wilayah perkotaan.

Untuk mewujudkan rencana itu, DPUTR Gresik menggelar Rembug Utilitas di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 25 September 2025. Rembug Utilitas yang dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif ini, dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, anggota Komisi III DPRD Gresik Yuyun Wahyudi, Kepala DPUTR Gresik Dhiannita Tri Astuti. Serta, pimpinan provider jaringan telekomunikasi.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, dalam sambutannya menyampaikan bahwa relokasi kabel udara ke bawah tanah merupakan bagian dari upaya penataan infrastruktur utilitas. Agar lebih rapi dan aman, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di jalan raya.

“Banyak warga mengeluh karena kabel serabut mengganggu akses jalan, menimbulkan risiko keselamatan, dan mengurangi estetika lingkungan. Sebagai pemerintah daerah, kita tidak boleh acuh,” ujarnya.

Penataan ini, menurutnya, akan dimulai dari tujuh ruas jalan yang berada di kawasan heritage. Proses awal akan dilakukan dengan sistem ducting, yakni pemasangan saluran kabel di bawah tanah.

“Apabila berjalan sesuai rencana, diharapkan akan memberikan berbagai manfaat keamanan masyarakat melalui penataan kabel, memperindah wajah kota agar tampak lebih tertib, serta mewujudkan kepastian infrastruktur sebagai bagian dari pembangunan kota yang modern dan berkelanjutan,” ucap dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia melanjutkan bahwa relokasi ini bukan hanya sekadar memindahkan kabel, melainkan menjadi langkah awal menuju transformasi wajah baru Gresik. “Kami berharap operator jaringan terus konsisten melakukan pemeliharaan. Jangan sampai setelah dirapikan, kondisinya kembali semrawut. Ke depan, kita ingin seluruh kabel di Kota Gresik tidak lagi terlihat menggantung di udara, tetapi sudah tertata rapi di bawah tanah,” tegasnya.

Melalui program ini, Pemkab Gresik menargetkan peningkatan keamanan, kenyamanan, dan estetika lingkungan, serta memperkuat infrastruktur kota dalam jangka panjang, seiring dengan komitmen menuju tata kelola kota yang modern, tertib, dan berkelanjutan. (yad)

Goodbye Kabel Semrawut, Tahap Awal Pemkab Gresik Tanam Kabel di Kawasan Heritage  Selengkapnya

AKI & AKB di Gresik Tren Menurun, Driyorejo Penyumbang AKI Terbanyak, AKB Terbanyak Kebomas 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif membuka Workshop Verifikasi dan Analisis Kematian Ibu dan Bayi di Hotel Aston pada Kamis, 25 September 2025. Salah program prioritas Pemkab Gresik untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Wabup Gresik Asluchul Alif menegaskan bahwa isu kematian ibu dan bayi bukan hanya persoalan medis, tetapi juga persoalan sosial, kemanusiaan, sekaligus masa depan generasi bangsa.

“Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi menyangkut nyawa manusia. Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen penuh untuk memastikan setiap ibu dan bayi di Gresik mendapatkan pelayanan terbaik, terjamin keselamatannya, dan terlindungi,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir rekomendasi yang dapat menjadi dasar kebijakan Pemkab Gresik ke depan, sehingga upaya penurunan AKI dan AKB lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Semua elemen harus bersinergi, tenaga kesehatan, pemerintah, masyarakat, bahkan keluarga. Karena keselamatan ibu dan bayi adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Wabup Alif.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr. Mukhibatul Khusna, menyampaikan perkembangan positif dalam penurunan AKI dan AKB. Pada 2023, AKI tercatat 99,38 per 100.000 kelahiran hidup, sementara pada 2024 turun menjadi 77,59. Untuk AKB, dari 4,82 per 100.000 kelahiran hidup pada 2023, turun menjadi 4.38 di tahun 2024.

“Ini pencapaian yang patut diapresiasi, tetapi belum cukup. Kita harus bekerja lebih keras dan berkolaborasi lintas sektor agar penurunan ini berlanjut secara signifikan,” ujarnya. Berdasarkan analisis data, kasus kematian ibu terbanyak tercatat di Kecamatan Driyorejo, Kedamean, dan Tambak. Sementara kasus kematian bayi paling banyak terjadi di Kecamatan Kebomas, Manyar, dan Sangkapura. Selain itu, kasus ibu hamil berisiko tinggi terbanyak ditemukan di Kecamatan Manyar, Menganti, dan Kebomas.

Workshop hari ini dihadiri oleh para dokter, bidan, perawat, dan petugas kesehatan dari puskesmas serta rumah sakit se-Kabupaten Gresik. Mereka diajak untuk melakukan diskusi interaktif, mengidentifikasi akar masalah, serta mencari solusi komprehensif dalam penanganan kasus. (yad)

AKI & AKB di Gresik Tren Menurun, Driyorejo Penyumbang AKI Terbanyak, AKB Terbanyak Kebomas  Selengkapnya

Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Pendapa Alun-alun Gresik

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di depan Pendapa Rumah Dinas Bupati Gresik. GPM ini digelar serentak di Jawa Timur. Masyarakat menyambut antusias GPM ini.

GPM menyediakan berbagai kebutuhan pokok, diantaranya, beras medium stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog seharga Rp 57.500 per 5 kg, gula premium Rp16.500 per kg, serta minyak goreng kemasan Minyakita seharga Rp15.000 per liter.

Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro, memastikan bahwa stok pangan di wilayah Gresik masih sangat mencukupi. “Untuk hari ini ada sembilan titik pelaksanaan, dan khusus di Pendopo kami siapkan delapan ton. Jika stok kurang, kami akan berkoordinasi dengan Bulog, dan insya Allah siap untuk dropping tambahan,” ujarnya.

Eko menegaskan, bahwa harga beras SPHP di Gresik saat ini masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). “Insya Allah harganya tetap di bawah HET,” tegasnya. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Mereka tidak hanya membeli beras. Tapi, kebutuhan pokok lainnya, seperti gula, dan minyak goreng karena harga terjangkau. “Ini sangat membantu stabilisasi harga dan juga mendukung para pelaku usaha untuk memasarkan produknya,” tuturnya.

Pelaksanaan GPM ini merupakan tindak lanjut atas arahan dari Kementerian Pertanian. “Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, berapa pun kebutuhan masyarakat terhadap beras SPHP akan kami komunikasikan dengan Bulog. Insya Allah semuanya dapat terpenuhi,” tambah Eko.

Sementara itu, Ervina, warga Kelurahan Bedilan, Kecamatan Gresik, menyambut positif kegiatan ini dan berharap GPM dapat rutin digelar. “Bagus sekali ada kegiatan seperti ini. Saat ini harga beras sedang naik, dan gerakan pangan murah ini sangat membantu perekonomian masyarakat. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa sering diadakan,” katanya.

Senada, Nani, warga asal Kelurahan Lumpur, yang merasa sangat terbantu dengan adanya GPM. “Saya senang sekali dengan adanya gerakan pangan murah ini. Sangat membantu masyarakat, terutama yang kurang mampu. Semoga kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan,” ujarnya. (yad)

Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Pendapa Alun-alun Gresik Selengkapnya

Gresik Masuk Nominasi Kabupaten Sehat Nasional, Tim Verifikator Pusat Lakukan Penilaian Lapangan

GRESIK,1minute.id – Kabupaten Gresik masuk nomine Kabupaten Sehat nasional 2025.  Tim validasi lapangan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Nasional  2025 mulai melakukan penilaian faktual di Kabupaten Gresik selama dua hari, Selasa dan Rabu, 23-24 September 2025.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang menyambut kedatangan tim verifikator pusat yang dipimpin oleh Ahmad Shobiri, Ahli Madya Analis Kebijakan Kementerian Sosial di kantor Bupati Gresik pada Selasa, 23 September 2025.

Shobirin didampingi oleh Firman Septiadi, Penyusun Bahan Kebijakan Kementerian Kesehatan, serta Koordinator tim Pembina KKS Jawa Timur drg. Sulvy Dwi Anggraeni yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jawa Timur. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan, program Kabupaten Sehat bukan sekadar untuk mengejar penghargaan. “Kami ingin kebiasaan hidup sehat dijalankan setiap hari, bukan hanya saat ada penilaian. Lebih baik penghargaan diraih karena konsistensi di lapangan demi kebaikan dan manfaat masyarakat luas,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif.

Ia menambahkan, Pemkab Gresik siap menerima arahan dari tim verifikator guna memperkuat tatanan Kabupaten Sehat yang sudah berjalan. “Upaya ini bukan hanya program sesaat, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Kabupaten Sehat harus menjadi gerakan kolektif yang tumbuh dari kebiasaan sehari-hari, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ahmad Shobirin menyampaikan bahwa validasi ini merupakan bagian dari rangkaian penilaian nasional. “Secara dokumen sudah baik, kini kami ingin memastikan pelaksanaannya di lapangan. Kami sependapat dengan Pak Wakil Bupati, penghargaan hanyalah bonus, yang utama adalah menjadikan perilaku sehat sebagai budaya,” jelasnya.

Berdasarkan daftar kegiatan, hari pertama, tim meninjau beberapa lokasi, antara lain,  Taman Prambangan, Wisata Lontar Sewu Hendrosari, Kecamatan Menganti; Lembaga Kesejahteraan Anak (LKSA) Al Amin, Munggugebang, Kecamatan Benjeng ; Terminal Bunder, Kecamatan Kebomas dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik, Kecamatan Gresik.

Hari kedua, kunjungan berlanjut ke UPT Pengujian Kendaraan Bermotor, Kecamatan Cerme; Pasar Baru Gresik, Kecamatan Gresik; Puskesmas dan Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas ;  Kantor Semen Indonesia Gresik, Kecamatan Kebomas, UPT SMP Negeri 1 Gresik, Desa Sidorukun, hingga Mall Pelayanan Publik. Agenda ditutup dengan diskusi kelompok terfokus (FGD) evaluasi hasil verifikasi di Kantor Bupati.

Pemkab Gresik optimistis dapat meraih hasil terbaik, namun tetap menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (yad)

Gresik Masuk Nominasi Kabupaten Sehat Nasional, Tim Verifikator Pusat Lakukan Penilaian Lapangan Selengkapnya

Gedung Rawat Jalan & Diagnostik Terpadu RSUD Ibnu Sina Resmi Beroperasi, Bupati Gresik : Percepat  Layanan Kesehatan, Kurungi Waktu Tunggu Pasien

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meresmikan gedung Rawat Jalan dan Diagnostik Terpadu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina pada Senin, 22 September 2025. Masyarakat menyambut positif ikhtiar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam meningkatkan layanan kesehatan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, gedung rawat jalan dan diagnostik terpadu ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih modern, cepat, nyaman dan profesional. Sehingga masyarakat Gresik dapat merasakan manfaat langsung dari kemajuan di bidang kesehatan.

Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani melanjutkan, gedung baru ini diharapkan adanya peningkatan cakupan rawat jalan yang semakin profesional. Begitu juga dengan kualitas dan pelayanan, begitu juga SDM nya harus baik agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

“Gedung rawat jalan dan diagnostik terpadu ini bertujuan untuk mempercepat penanganan penyakit, mengurangi waktu tunggu pasien, dan meningkatkan efisiensi pelayanan medis,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Dikatakan, pembangunan gedung baru ini merupakan satu inovasi yang tidak mudah ditengah isu efisiensi secara nasional. Di mana tidak mudah dalam membangun infrastruktur baik jalan maupun kesehatan. Tapi kita lihat salah satu prioritas yang lebih utama dari masyarakat yaitu layanan kesehatan. 

Pihaknya, akan terus berupaya memberikan pelayanan yang maksimal di bidang kesehatan medis kepada masyarakat. Tidak hanya itu, Pemkab Gresik juga akan terus memperbaiki manajemen administrasi layanan kesehatan. “Kehadiran gedung rawat jalan dan diagnostik terpadu RSUD Ibnu Sina siap memberikan layanan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi bagi masyarakat Kabupaten Gresik, ” tandasnya didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. 

Di tempat sama, Direktur Utama (Dirut) RSUD Ibnu Sina Gresik dr. Soni, dalam laporannya menyampaikan, latar belakang pembangunan gedung baru ini mempercepat pelayanan kepada masyarakat, agar lebih mudah baik dan terjangkau. 

Selain itu, dr Soni menjlentrehkan dengan adanya gedung baru ini diharapkan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik, sesuai yang diharapkan. Ia juga berharap naiknya kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap layanan kesehatan di RSUD Ibnu Sina. 

“Pembangunan ini merupakan salah satu proyek strategis Pemkab Gresik, dibangun di lahan 1.200 meter persegi dengan anggaran Rp 64,8 milliar. Bangunan ini diwujudkan dalam 2 tahap dengan 7 lantai. Terdapat juga gedung perkantoran, pendidikan dan pelatihan, sebagai salah satu peningkatan SDM,” pungkasnya. Pada kesempatan itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani juga membagikan paket hampers kepada keluarga pasien. (yad)

Gedung Rawat Jalan & Diagnostik Terpadu RSUD Ibnu Sina Resmi Beroperasi, Bupati Gresik : Percepat  Layanan Kesehatan, Kurungi Waktu Tunggu Pasien Selengkapnya