Kafilah Gresik Sabet Juara Umum MTQ XXXI Jatim, Ungguli Sidoarjo dan Tuan Rumah Jember

GRESIK,1minute.id – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Jawa Timur resmi ditutup pada Sabtu malam, 19 September 2025. Kabupaten Gresik meraih juara umum. Kafilah Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik memperoleh 132 poin.

Poin itu mengungguli Kabupaten Sidoarjo (113 poin) dan tuan rumah Jember (97 poin). Dalam perhelatan yang diikuti 38 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur ini, Gresik tampil dengan kekuatan 85 orang yang terdiri dari 56 peserta utama, 12 pembina, 7 pendamping, dan 10 official. Mereka turun di berbagai cabang, mulai dari Tilawah, Hifzh, Tafsir, Fahm, Syarhil, Khath, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Capaian ini merupakan bukti nyata bahwa Kabupaten Gresik adalah gudang hafiz di Jawa Timur. “Alhamdulillah, kemenangan ini adalah buah dari kerja keras peserta, pembina, dan doa masyarakat Gresik. Juara umum ini bukan hanya soal piala, melainkan bukti bahwa Gresik tetap menjadi gudang kafilah Qur’ani di Jawa Timur,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani yang hadir di acara penutupan tersebut. 

Raihan juara umum tahun ini melanjutkan tradisi panjang Gresik dalam ajang MTQ Jawa Timur. Kali terakhir, kafilah Gresik merebut juara umum pada 2017. Sebelumnya, 2013 dan 2025.  Pada 2021, prestasi kafilah Gresik sempat turun ke posisi empat dan 2023 raih prestasi perseorangan. Setelah satu windu, Kabupaten Gresik sukses menjadi juara umum. 

Fandi Akhmad Yani menegaskan, prestasi ini akan menjadi dorongan bagi Pemkab Gresik untuk terus memperluas pembinaan Qur’ani sejak dini. “Kami ingin generasi muda Gresik tumbuh dengan cinta Al-Qur’an dan siap berprestasi tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga di tingkat nasional,” tegas suami Nurul Haromaini Ali ini. (yad)

Kafilah Gresik Sabet Juara Umum MTQ XXXI Jatim, Ungguli Sidoarjo dan Tuan Rumah Jember Selengkapnya

Pemkab Gresik Teken MoU dengan Ditjen Migas Kementerian ESDM Penyediaan dan Pendistribusian Jaringan Gas Rumah

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui jaringan gas rumah tangga.

Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman disaksikan oleh Plt. Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Agung Kuswardono dan Sekjen Kementerian ESDM Dadan Kusdiana di Jakarta pada Kamis, 9 September 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, penandatanganan ini bertujuan untuk mendukung kelancaran penyediaan dan pendistribusian gas bumi demi menjamin ketahanan energi nasional serta mewujudkan energi berkeadilan.

“Dengan adanya kerja sama ini, pemerintah daerah berharap dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses gas bumi sebagai sumber energi yang lebih bersih dan efisien,” ucap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani didampingi 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Edi Hadisiswoyo, Kepala Bagian Pemerintahan Nurul Puspita Wardani, serta Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Gresik Dian Palupi Chrisdiani. 

Menurutnya, penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Gresik dengan menyediakan akses energi yang lebih bersih dan murah. Pemkab Gresik berkomitmen untuk mendukung program ini demi kesejahteraan masyarakat.

Ia melanjutkan, nota kesepahaman ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas penggunaan gas bumi di sektor rumah tangga, yang sejalan dengan program pemerintah dalam menyediakan energi yang lebih baik dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, saya berharap masyarakat Gresik dapat menikmati manfaat dari akses energi yang lebih bersih, murah, dan ramah lingkungan. Apalagi bagi UMKM yang bergerak di bidang kuliner, tentu dari sisi ekonomi lebih hemat dan bisa meningkatkan produksinya,” kata mantan Ketua DPRD Gresik ini. 

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman menyampaikan, bahwa MoU ini menjadi landasan penting untuk memperlancar proses pembangunan jaringan gas (jargas) di daerah. “Tujuan dilaksanakannya MoU hari ini adalah pertama, memastikan proses perizinan di daerah dapat dipermudah karena jaringan gas akan melewati jalan, rumah, dan fasilitas publik yang sudah ada,” ujar Laode Sulaeman.

Kedua, lanjutnya, MoU ini memperkuat koordinasi antara Ditjen Migas dengan pemerintah daerah agar proses implementasi tidak mengalami hambatan, termasuk saat jaringan ini nantinya akan dioperasikan oleh operator untuk melayani masyarakat. “Program pembangunan jargas ini adalah salah satu program prioritas Kementerian ESDM, dan akan terus dilanjutkan hingga mencapai target 1 juta sambungan rumah (SR) di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Ditjen Migas Laode Sulaeman juga menyampaikan apresiasi atas dukungan para gubernur, bupati, dan wali kota yang hadir. Ia menargetkan tahun ini pembangunan total 115.264 SR di 15 kabupaten/kota yakni Kabupaten Gresik, KaKabupaten Sidoarjo, Kabupaten Wajo, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Oku Timur, dan Kabupaten Musi Banyuasin. Kemudian, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, Kabupaten Demak, Kota Samarinda, Kota Bontang, serta Kota Jambi

“Mari kita bersama-sama mewujudkan pemanfaatan sumber daya gas bumi ini sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah,” tandasnya. (yad)

Pemkab Gresik Teken MoU dengan Ditjen Migas Kementerian ESDM Penyediaan dan Pendistribusian Jaringan Gas Rumah Selengkapnya

Pemkab Gresik Wujudkan Mimpi RSUD Ibnu Sina Gresik jadi Rumah Sakit Pendidikan 

GRESIK,1minute.id – RSUD Ibnu Sina sebagai Rumah Sakit Pendidikan. Itu tema Forum Group Discussion (FGD) yang dihelat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama RSUD Ibnu Sina Gresik pada Kamis, 18 September 2025.

Wacana itu muncul sebagai ikhtiar memperkuat fungsi RSUD Ibnu Sina sebagai pusat pelayanan kesehatan sekaligus wahana pendidikan dan penelitian bagi berbagai perguruan tinggi.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menekankan pentingnya penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dalam pengelolaan rumah sakit pendidikan. “SOP harus jelas, agar tidak ada kekeliruan. Serta jangan lupa, adab dan soft skill juga wajib dijaga,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif dalam sambutannya.

Menurutnya, mahasiswa yang menempuh pendidikan di RSUD Ibnu Sina tidak hanya dituntut cakap secara teknis, tetapi juga harus memiliki empati dan etika dalam melayani pasien.

Ditempat sama, Direktur RSUD Ibnu Sina Gresik dr. Soni menjelaskan, bahwa hingga saat ini terdapat 45 institusi pendidikan yang telah menjalin kerja sama dengan RSUD Ibnu Sina. “RSUD Ibnu Sina kini menjadi rumah sakit tipe B pendidikan dengan akreditasi paripurna. Selain pelayanan, pendidikan juga menjadi komitmen besar kami,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Gresik Jumanto dan Imam Syaifudin, mengingatkan agar status rumah sakit pendidikan tidak mengurangi mutu layanan kepada masyarakat. “Integritas pelayanan harus tetap nomor satu. Ini juga harus ditanamkan kepada mahasiswa yang magang, bahwa pasien adalah prioritas utama,” tandasnya.

Forum ini juga membahas gagasan pengembangan program ke depan, diantaranya, peluang beasiswa kedokteran bagi keluarga tidak mampu melalui skema kerja sama dengan universitas mitra. Langkah tersebut diharapkan sejalan dengan visi Pemkab Gresik untuk menurunkan angka kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan.

Untuk diketahui, RSUD Ibnu Sina Gresik, merupakan rumah sakit milik Pemerintah Daerah dengan kelas Tipe B Pendidikan dan berstatus akreditasi paripurna. Berlokasi di Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 234B, Kecamatan Kebomas. Rumah sakit ini memiliki 347 tempat tidur.

Hingga September 2025, tercatat ada 148 peserta didik dari berbagai institusi yang sedang menempuh pendidikan klinik di RSUD Ibnu Sina. Mereka terdiri dari dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya, residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Airlangga Surabaya, serta mahasiswa keperawatan, gizi, farmasi, dan kebidanan dari berbagai perguruan tinggi. (yad)

Pemkab Gresik Wujudkan Mimpi RSUD Ibnu Sina Gresik jadi Rumah Sakit Pendidikan  Selengkapnya

Pemkab Gresik Perpanjang Diskon 80 Persen Pajak BPHTB Waris dan Hibah

GRESIK,1minute.id – Kabar gembira bagi warga Kota Santri, sebutan lain,  Kabupaten Gresik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperpanjang diskon 80 persen untuk BPHTB waris dan hibah dari orang tua. 

Perpanjangan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan itu berlaku sebulan, mulai hari ini, 18 September sampai 18 Oktober 2025. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang mengumumkan langsung perpanjangan diskon 80 persen BPHTB waris dan hibah dari orang tua pada Rabu malam, 17 September 2025.

Sebelumnya, diskon alias insentif pajak 80 persem diberikan oleh Pemkab Gresik pada HUT ke-80 Republik Indonesia. Insentif berupa penghapusan denda dan diskon 80 persen pajak bumi dan bangunan (PBB). Insentif yang sama juga diperuntukkan untuk BPHTB waris dan hibah berlaku mulai 17 Agustus sampai 17 September 2025.

Tingginya antusiasme serta kebutuhan masyarakat, Pemkab Gresik melalui Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) memperpanjang masa pengajuan agar semakin banyak warga yang dapat memanfaatkan kesempatan tersebut.

Kategori waris dan hibah dari orang tua ke anak:

NPOP ≤ Rp1 miliar : diskon 80%

Rp1 miliar–Rp2 miliar : diskon 25%

Lebih dari Rp2 miliar : diskon 15%

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, bahwa kebijakan ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam meringankan beban masyarakat. “Perpanjangan insentif pajak ini bukan hanya memberikan keringanan biaya, tetapi juga menjadi stimulus bagi warga untuk terus bergerak dan memperkuat perekonomian keluarga maupun daerah. Kami ingin memastikan masyarakat lebih ringan dalam memenuhi kewajiban perpajakan, khususnya terkait proses perolehan hak atas tanah dan bangunan yang berasal dari warisan maupun hibah,” kata Fandi Akhmad Yani didampingi oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif usai  Kolaboraya 9th International Conference of Postgraduate School (ICPS) 2025 di halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu malam, 17  September 2025.

Konferensi internasional kolaborasi dengan Universitas Airlangga  Surabaya ini dihadiri ratusan mahasiswa master dan doktoral berbagai jurusan dari 17 negara.

Pemkab Gresik berharap langkah ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat pondasi ekonomi daerah. (yad)

Pemkab Gresik Perpanjang Diskon 80 Persen Pajak BPHTB Waris dan Hibah Selengkapnya

Malam ini, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Bakal Buka Konferensi Internasional diikuti Postgraduate dari 17 Negara

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani akan membuka konferensi internasional, Kolaboraya The 9th  International Conference of Postgraduate School (ICPS) 2025 di halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu malam, Rabu, 17 September 2025.

Konferensi yang bekerja sama dengan Universitas Airlangga Surabaya yang akan diikuti ratusan mahasiswa program pascasarjana dan doktoral berasal dari 17 negara. Mereka adalah mahasiswa Postgraduate dari semua jurusan. Mulai Human Resource Manajemen, hukum, kedokteran, ilmu kepolisian, data analitik dan lainnya.

Mereka antara lain berasal dari Singapura, Belanda, Yaman, Guinea, Libya, Myanmar, Rwanda, dan Afganistan. Kemudian, Mesir, Pakistan, Ghana, India, Sierra Leone, Kyrgyzstan, Nigeria, dan Tanzania. Dan, tuan rumah Indonesia.

Pada kesempatan itu, kandidat Doktor  Universitas Airlangga Surabaya akan memaparkan potensi dan keunggulan kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik yang mendunia, “Geopolitical Risk and Resilience on Developing for Better World: Indonesia Aman, Investasi Gresik Mendunia“.

Kabupaten Gresik yang memiliki luas wilayah sebesar 125.675 hektar yang terbagi menjadi 18 Kecamatan, 26 Kelurahan dan 330 Desa di daratan dan kepulauan ini telah menjadi magnet bagi investor. Investasi yang masuk ke Gresik menunjukkan tren meningkat dalam lima tahun terakhir, mulai 2021 hingga 2025. Pada 2021 realisasi investasi mencapai Rp 16,76 triliun. Pada 2024 investasi tembus Rp 37,90 triliun. Pada semester pertama tahun 2025 realisasi investasi mencapai Rp 16,41 triliun. 

Tren positif itu menjadikanGresik berhasil meraih Investment Opportunity Award dalam ajang East Java Investment Forum (EJIF) 2024, sebagai bentuk pengakuan terhadap komitmen daerah dalam mendorong iklim investasi yang berkelanjutan dan inklusif.

Selain industri, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani juga memaparkan perkembangan sektor ekonomi kreatif yang tumbuh sebesar 47 persen pada 2024. seiring berkembangnya produk kuliner, kriya, wastra, dan karya-karya kreatif lainnya.

Destinasi unggulan seperti wisata alam di Pulau Bawean, Pantai Delegan semakin dikenal luas, sementara wisata religi Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim menghubungkan generasi hari ini dengan sejarah penyebaran Islam di Jawa.

Gresik yang dikenal dengan sebutan Kota Santri, adalah salah penghasil kerajinan kopyah terbesar di Indonesia. Sebanyak  240 unit usaha perajin kopyah atau songkok dan 1.142 tenagakerja. Pada 27 Juni 2024, Pemkab Gresik melepas ekspor produk kopyah ke Brunei Darussalam.

Kolaborasi antar unsur seperti kebudayaan, ekonomi kreatif dan warisan budaya/cagar budaya yang dibalut dalam program rutin yang menyatukan musik, seni pertunjukan, seni rupa, hingga kuliner dalam satu wadah yaitu Cokro Ekraf Festival yang berlokasi pada Jalan Nasional terpendek yaitu H.O.S Cokroaminoto

Kolaborasi ekonomi kreatif melalui koperasi merah putih. Gresik telah membentuk 356 Koperasi dan melanjutkan dengan pendampingan rencana bisnis yang didampingi oleh 6 perguruan tinggi. Beberapa koperas telah beroperasi seperti koperasi merah putih pangkah wetan yang menjadi salah satu dari 80 percontohan nasional dari 82.000 koperasi yang terbentuk di Indonesia, Pangkah Kulon menjadi koperasi merah putih pertama di Indonesia yang siap ekspor. 

Konferensi terbesar kolaborasi antara Pemkab Gresik dengan Universitas Airlangga Surabaya akan dihadiri antara lain, Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen TNI Dr. Yenny Purnama, Sp. A(K). M.A.R.S. ;  Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksamana Muda TNI Dato Rusman S.N ; Prof. Cedomir Nestorovic, ESSEC Business School, Singapore ; Prof. T.A. Esteban, TU Delft University Netherland.

Kemudian, Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR, Prof. A.C. Romdhoni ; Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana UNAIR, Prof. H. Jusuf Irianto, yang menjadi promotor Fandi Akhmad Yani  dalam menempuh pendidikan S3 Sosiologi di FISIP Unair dan lainnya. 

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setkab Gresik Imam Basuki mengatakan, peserta konferensi internasional ada yang sudah hadir di Kantor Bupati. “Sudah ada peserta konferensi internasional yang datang,” kata Imam Basuki ketika dikonfirmasi 1minute.id pada Rabu sore, 17 September 2025. (yad)

Malam ini, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Bakal Buka Konferensi Internasional diikuti Postgraduate dari 17 Negara Selengkapnya

Strategi Mitigasi Logistik Pulau Bawean : Menuju Kemandirian yang Tangguh 

Oleh : Ali Yusa*

TANTANGAN logistik di Pulau Bawean, yang terpisah sekitar 80 mil dari daratan Jawa, seringkali menjadi hambatan serius bagi kehidupan masyarakat dan perekonomian pulau ini. Ketergantungan tinggi pada transportasi laut membuat rantai pasokan sangat rentan terhadap kondisi cuaca ekstrem, terutama gelombang tinggi yang sering terjadi di Laut Jawa. 

Untuk membangun ketahanan, diperlukan strategi mitigasi yang komprehensif dan inovatif, tidak hanya mengandalkan solusi konvensional. Pulau-pulau kecil terpencil seperti Bawean memerlukan pendekatan logistik yang fleksibel dan berbasis risiko untuk mengatasi keterbatasan geografis dan cuaca dan ini harus segera menjadi peta jalan bagi Pembangunan di Kepulauan Bawean dan Gresik.

Salah satu kunci utama adalah fleksibilitas waktu berangkat kapal. Alih-alih jadwal tetap yang kaku, pemerintah dan operator kapal perlu mengadopsi sistem jadwal dinamis yang responsif terhadap prakiraan cuaca real-time. Kapal penumpang dan barang utama bisa menunda keberangkatan beberapa jam atau bahkan sehari jika prakiraan menunjukkan gelombang berbahaya di rute, daripada memaksakan diri dan menghadapi risiko tinggi atau pembatalan total. 

Penelitian Notteboom dan Rodrigue (2022) menekankan bahwa fleksibilitas operasional seperti ini adalah pilar utama ketahanan rantai pasokan maritim di era ketidakpastian iklim, mengurangi biaya akibat gangguan dan kerusakan kargo.

Selanjutnya, optimasi kecepatan kapal menjadi aspek krusial. Selama kondisi laut normal, kapal dapat beroperasi pada kecepatan ekonomis (slow steaming) untuk menghemat bahan bakar dan mengurangi emisi, sebagaimana dibahas dalam studi Psaraftis dan Kontovas (2023) tentang efisiensi operasional pelayaran.

Namun, ketika menghadapi potensi gelombang tinggi yang tidak terlalu ekstrem namun masih berisiko, kapal memiliki opsi untuk sementara meningkatkan kecepatan pada segmen perjalanan tertentu untuk “melewati” area bermasalah lebih cepat, atau sebaliknya, mengurangi kecepatan secara signifikan untuk meningkatkan stabilitas dan keselamatan jika kondisi memburuk secara tiba-tiba. 

Fleksibilitas kecepatan ini memberi nakhoda ruang gerak vital untuk menyesuaikan diri. Pemanfaatan rute alur kapal yang fleksibel dalam Surat Perijinan Berlayar (SPB) juga merupakan langkah strategis. SPB saat ini seringkali menetapkan satu rute tetap. Strategi mitigasi mendorong penerbitan SPB yang mencantumkan beberapa rute alternatif yang telah dipetakan dan dianggap aman untuk berbagai kondisi cuaca. 

Jika rute utama terkena dampak ombak tinggi di sektor tertentu, nakhoda dapat beralih ke rute alternatif yang lebih terlindung (misalnya, lebih dekat ke pesisir utara atau selatan pulau, atau memanfaatkan celah antar pulau kecil jika memungkinkan) tanpa harus menunggu persetujuan ulang yang memakan waktu.

Konsep rute alternatif berbasis risiko ini telah terbukti efektif dalam meningkatkan ketahanan pelayaran, seperti ditunjukkan oleh Christiansen et al. (2023) dalam analisis sistem transportasi maritim regional.

Untuk kondisi ombak sangat tinggi di mana kapal-kapal utama tidak dapat beroperasi sama sekali, peran kapal perintis dan Kapal Motor Penyeberangan Rakyat (Pelra) menjadi sangat vital. Kapal-kapal berukuran lebih kecil ini umumnya memiliki draft lebih dangkal dan desain yang lebih lincah, memungkinkannya untuk tetap beroperasi di laut yang agak bergelombang atau menavigasi rute alternatif yang lebih terlindung yang tidak bisa dilalui kapal besar. 

Pemerintah perlu memastikan ketersediaan dan kesiapsiagaan armada perintis dan Pelra khusus untuk misi darurat logistik saat cuaca buruk, mengangkut kebutuhan pokok dengan prioritas tinggi. Brooks dan Frost (2021) menyoroti pentingnya layanan feeder (seperti perintis dan Pelra) sebagai jaring pengaman logistik untuk komunitas pulau terpencil, terutama saat layanan utama terganggu.

Di samping itu, kemandirian pangan dan pemenuhan kebutuhan pokok di Pulau Bawean sendiri adalah fondasi mitigasi jangka panjang. Mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar berarti mengurangi tekanan pada rantai logistik saat terjadi gangguan. 

Strategi ini mencakup pengembangan pertanian berkelanjutan (tanaman pangan, hortikultura, perikanan budidaya) yang adaptif dengan iklim lokal, penyediaan sarana penyimpanan (cold storage, gudang kering) yang memadai, serta penguatan sistem distribusi internal di pulau. 

Laporan FAO (2022) tentang ketahanan pangan di pulau-pulau kecil menekankan bahwa diversifikasi produksi pangan lokal dan infrastruktur pascapanen adalah kunci untuk mengurangi kerentanan terhadap gangguan eksternal dan fluktuasi harga.

Integrasi semua elemen ini – jadwal fleksibel, kecepatan adaptif, rute SPB berganda, pemanfaatan optimal kapal kecil untuk darurat, dan peningkatan kemandirian lokal – harus dikelola dalam sistem terkoordinasi. 

Diperlukan pusat komando logistik pulau yang memantau cuaca, koordinasi antar operator kapal (Pelni, Perintis, Pelra), Pemerintah Daerah, TNI AL, serta pelaku usaha lokal. Sistem ini memastikan informasi mengalir cepat, keputusan diambil tepat waktu, dan sumber daya (termasuk kapal darurat dan stok pokok) dapat digerakkan secara efisien saat ancaman gangguan muncul. Koordinasi yang kuat antarpemangku kepentingan adalah jantung dari strategi mitigasi yang efektif.

Dengan mengimplementasikan strategi mitigasi yang holistik ini, Pulau Bawean dapat secara bertahap mengurangi kerentanan rantai logistiknya. Fleksibilitas operasional pelayaran, didukung oleh teknologi dan regulasi yang adaptif, menjadi perisai langsung terhadap dampak cuaca buruk. 

Sementara itu, pengembangan kemandirian pangan dan kebutuhan pokok membangun fondasi ketahanan dari dalam. Upaya ini membutuhkan komitmen jangka panjang, investasi, dan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator transportasi, pelaku usaha, dan masyarakat Bawean itu sendiri. Hanya melalui sinergi inilah Bawean dapat mencapai ketahanan logistik yang sejati, memastikan keberlanjutan kehidupan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat pulau, menjadikannya contoh ketangguhan bagi pulau-pulau terpencil lainnya di Indonesia. (*)

Catatan :

Mahasiswa Doktoral FPIK UB ; Ketua Living Lab. Maritim & Wakil Ketua PII Gresik

Strategi Mitigasi Logistik Pulau Bawean : Menuju Kemandirian yang Tangguh  Selengkapnya

Kunker Komisi IX DPR RI, 5 Tahun ada Lima Pengaduan UMK Gresik, Diselesaikan sambil Ngopi Bareng

GRESIK,1minute.id  – Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gresik pada Jumat, 12 September 2025. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang menyambut kedatangan komisi yang membidangi kesehatan, Ketenagakerjaan dan jaminan sosial ini.

Namun, kunker ke kota industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik berfokus pada isu strategis ketenagakerjaan, khususnya pembahasan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK)  2025 serta dinamika investasi. Sebab, Gresik yang dikenal sebagai daerah intanpari (industri, pertanian, pariwisata) memiliki UMK cukup tinggi. Namun, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan bersama melalui dialog dan kolaborasi.

Wakil Bupati Asluchul Alif menyampaikan, bahwa Kabupaten Gresik menjadi salah satu daerah tujuan utama investasi di Jawa Timur dengan dominasi Penanaman Modal Asing (PMA). Meski demikian, Pemkab berkomitmen menjaga keseimbangan antara keberlanjutan investasi dan perlindungan hak-hak pekerja.

“Kami terus mengedepankan dialog dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pekerja, dan pengusaha agar kebijakan ketenagakerjaan termasuk UMK dapat diterima semua pihak. Dengan cara ini, iklim usaha terjaga dan tenaga kerja terlindungi,” ujar dokter Alif, sapaan, Asluchul Alif.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Gresik Zainul Arifin, menambahkan bahwa selama tahun ini terdapat lima pengaduan terkait penerapan UMK. Semuanya berhasil diselesaikan secara dialogis melalui metode khas Gresik “duduk dan minum kopi bersama” bersama para pihak terkait.

“Kami memfasilitasi pertemuan rutin Dewan Pengupahan setiap bulan, yang juga sering dihadiri Forkopimda. Forum ini menjadi wadah diskusi terbuka,” jelas Zainul.

Sebagai bentuk respons cepat terhadap persoalan ketenagakerjaan, Pemkab Gresik juga memiliki Unit Reaksi Cepat (URC) yang bertugas menangani kondisi darurat pekerja, termasuk pencegahan konflik dan koordinasi lintas instansi.

Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini, menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah yang dilakukan Pemkab Gresik. “Kami melihat pola kemitraan dan komunikasi yang baik antara pemerintah, pekerja, dan pelaku usaha. Praktik seperti ini dapat menjadi contoh daerah lain untuk menjaga iklim usaha dan kesejahteraan pekerja,” ujar Yahya Zaini.

Dalam kesempatan ini, BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada ahli waris peserta sebagai wujud nyata perlindungan kepada pekerja.Penyerahan ini menunjukkan sinergi yang erat antara pemerintah, DPR RI, pelaku usaha, serikat pekerja, dan lembaga jaminan sosial. (yad)

Kunker Komisi IX DPR RI, 5 Tahun ada Lima Pengaduan UMK Gresik, Diselesaikan sambil Ngopi Bareng Selengkapnya

Guru Sekolah Industri di Launching, Program Anyar di Kota Industri, Kolaborasi Pemkab Gresik, Kadin dan Indospring Tbk

GRESIK,1minute.id – Guru Sinau Industri (GSI). Program anyar hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, sekolah vokasi, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Gresik, serta pelaku pendidikan dan industri resmi di launching pada Jumat, 12 September 2025.

Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik juga Ketua Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) Achmad Washil Miftachul Rachman yang melaunching kegiatan itu di pabrik PT Indospring Tbk. Washil menegaskan pentingnya menyiapkan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar memiliki pengalaman langsung di dunia industri.

“Dari temuan di lapangan, ada disparitas antara apa yang diajarkan di sekolah dengan kebutuhan industri. Karena itu, kita punya pandangan untuk bagaimana ‘menyekolahkan’ guru sehingga nantinya mereka bisa mengajarkan siswanya dengan tepat. Cara ini efektif dan efisien, serta diharapkan dapat mendorong penyesuaian kurikulum sekolah dengan teknologi terkini di industri,” tegas Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Ia  mengapresiasi PT Indospring yang telah memfasilitasi program ini. Ia berharap perusahaan-perusahaan lain di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik mau membuka diri dan berkolaborasi dengan sekolah.“Semakin banyak ilmu yang diserap guru, semakin baik kualitas lulusan sekolah kejuruan di Kabupaten Gresik,” katanya. 

Senada, Direktur PT Indospring Tbk Bob Budiono menjelaskan, bahwa GSI lahir dari kesadaran adanya perbedaan budaya sekolah dan industri. “Selain budaya, guru juga harus memahami perkembangan teknologi yang berjalan pesat. Guru adalah penyokong negara dalam bidang pendidikan. Karenanya, melalui GSI kami tidak hanya berbagi pengalaman industri, tetapi juga belajar dari budaya dunia pendidikan,” katanya.

Program GSI diikuti oleh 62 guru dari 61 SMK Negeri dan Swasta se-Kabupaten Gresik. Peserta akan menempuh pelatihan dalam tiga tahap, masing-masing terdiri dari 12 batch. Setiap batch berisi lima peserta dengan durasi lima hari kerja. Evaluasi dilakukan di setiap tahap untuk memastikan kompetensi peserta sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

Kurikulum GSI dirancang untuk menjawab tantangan dunia kerja modern. Materi yang diajarkan meliputi budaya kerja, proses produksi, teknologi industri, keselamatan kerja, supply chain management, hingga mekanika robotika. 

Pelaksanaan mengadopsi metode internasional 4M (Menyiapkan, Merencanakan, Melaksanakan, dan Menyelesaikan) dengan melibatkan instruktur bersertifikat hasil kerja sama Kadin Jawa Timur dan IHK-Trier Jerman. Selain Launching, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat BNSP P3 Skema Welder 3G kepada 23 siswa SMK lulusan 2024. (yad)

Guru Sekolah Industri di Launching, Program Anyar di Kota Industri, Kolaborasi Pemkab Gresik, Kadin dan Indospring Tbk Selengkapnya

Kafilah Berangkat ke Jember, Bupati Gresik : MTQ bukan Sekadar Lomba, tapi Menanamkan Nilai-nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 85 kafilah asal Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Jawa Timur di Jember.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang memberangkatkan kafilah terdiri dari 56 peserta, 9 pendamping, 12 pembina, dan 8 ofisial di kantor Bupati Gresik pada Kamis, 11 September 2025.

Mereka akan berkompetisi di tujuh cabang lomba yakni, Tilawah Al-Qur’an (16 peserta), Hifzhil Qur’an (10 ), Tafsir Al-Qur’an (6 ), Fahmil Qur’an (6), Syarhil Qur’an (6 ), Khot Al-Qur’an (10), serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (2).

Acara pemberangkatan dihadiri Plt. Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik Muhammad Ali Faiq, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Suprapto, Kepala Dinas PMD Abu Hassan, serta Koordinator Pembina Kafilah MTQ KH. Syaiful Munir.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, bahwa keikutsertaan kafilah Gresik dalam MTQ ini bukan sekadar rutinitas lomba, tetapi juga upaya menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.

“Alhamdulillah, seluruh cabang lomba dapat kami ikuti. Kita tidak ada kesulitan untuk memberangkatkan kafilah, karena Gresik memang gudangnya santri. Mudah-mudahan, ini tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga menjadi budaya yang diimplementasikan ke seluruh masyarakat Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia juga mengingatkan kembali tentang Peraturan Bupati yang mewajibkan baca Al-Qur’an di tingkat sekolah dasar. “Momentum MTQ ini menjadi pengingat sekaligus penguat komitmen kita untuk terus memuliakan Al-Qur’an dalam setiap momen kehidupan. Semoga keberangkatan kafilah ini membawa berkah dan dapat meraih prestasi terbaik,” tambah Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Wildan Faruqil Ahkam, salah satu kafilah menyampaikan rasa syukur bisa mengikuti MTQ yang akan berlangsung di Kabupaten Jember mulai 11 sampai 20 September 2025. “Sebelum lomba, saya menjalani pembinaan, latihan setiap hari, juga tirakat dan ikhtiar lahir batin. Target saya tentu ingin meraih juara, tapi lebih dari itu saya berharap mendapatkan berkah dari Al-Qur’an,” ucap Wildan yang akan berlaga di cabang Tilawah Al-Qur’an Anak-anak ini. (yad)

Kafilah Berangkat ke Jember, Bupati Gresik : MTQ bukan Sekadar Lomba, tapi Menanamkan Nilai-nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan  Selengkapnya

TPID Gresik Bahas Stabilisasi Harga dan Pasokan Bahan Pokok di Pulau Bawean Akibat Cuaca Buruk 

GRESIK,1minute.id –  Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggelar High Level Meeting di Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 10 September 2025. Pertemuan ini membahas langkah stabilisasi harga dan pasokan bahan pokok di Pulau Bawean yang terdampak cuaca buruk dan kendala transportasi.

Rapat ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Surabaya, Perum Bulog, Kodim 0817 Gresik, serta TPID Gresik. 

Camat Sangkapura Umar Junid dan Camat Tambak Muhammad Nursyamsi hadir secara daring menyampaikan kondisi terkini di lapangan.

Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman menjelaskan, bahwa cuaca buruk serta tidak beroperasinya kapal motor penumpang (KMP) Gili Iyang menjadi faktor utama terganggunya pasokan. Kapal yang menjadi tumpuan utama distribusi kebutuhan pokok ke Bawean tersebut terbakar beberapa waktu lalu dan masih dalam tahap perbaikan.

“Kami memahami kesulitan yang dirasakan masyarakat Bawean. Pemkab Gresik bersama seluruh pihak terkait berkomitmen memastikan ketersediaan bahan pokok dan menjaga harga tetap stabil,” ujar Sekda Washil.

Dalam kesempatan itu, Camat Sangkapura memaparkan kebutuhan bahan pokok di wilayahnya saat ini cukup besar. “Setiap harinya, masyarakat Sangkapura membutuhkan beras 16 ton, gula 12 ton, tepung 13 ton, kanji 9 ton, bawang merah 5.4 ton, bawang putih 4.2 ton, dan telur sekitar 1.000 rak,” jelasnya.

Sementara itu, stok beras di Kecamatan Tambak relatif aman karena sedang memasuki musim panen padi. Namun, momentum perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pulau Bawean yang selalu berlangsung meriah meningkatkan permintaan bahan pokok secara signifikan.

“Kegiatan Maulid Nabi di Bawean selalu menarik kunjungan dan konsumsi besar, sehingga stok bahan pokok lebih cepat menipis,” ujar Camat Tambak.

Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur menekankan pentingnya koordinasi lintas pihak untuk menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi bahan pokok.

“Mengingat angka kebutuhan bahan pokok di Pulau Bawean sangat tinggi, diperlukan kontribusi berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, penyedia logistik, hingga pelaku usaha, untuk memastikan stok tetap terjaga dan harga tidak melonjak,” ungkapnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Kabupaten Gresik pada Agustus 2025 berada di 1,80%, lebih rendah daripada rata-rata Jawa Timur yang sebesar 2,17%. Pemkab Gresik memberikan perhatian khusus agar masyarakat di kepulauan merasakan harga yang setara dengan daratan.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyalurkan bantuan bahan pokok pada 5 September lalu untuk masyarakat Bawean. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga hingga distribusi kembali normal.

Selanjutnya, Pemkab Gresik melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) akan menggelar Pasar Murah bersama para penyedia bahan pokok. Skema ini dirancang agar harga bahan pokok yang dijual di Pulau Bawean setara dengan harga di daratan, dengan menekan biaya ongkos distribusi melalui kerja sama dengan pihak penyedia.

TPID Gresik menegaskan bahwa upaya ini bukan hanya langkah jangka pendek untuk mengendalikan harga, tetapi juga bagian dari strategi menjaga inflasi tetap terkendali, terutama di daerah kepulauan yang sangat bergantung pada distribusi logistik. Pemkab Gresik bersama TPID akan terus memonitor perkembangan harga dan distribusi bahan pokok di Pulau Bawean secara berkala hingga situasi normal kembali. (yad)

TPID Gresik Bahas Stabilisasi Harga dan Pasokan Bahan Pokok di Pulau Bawean Akibat Cuaca Buruk  Selengkapnya