Pemkab Gresik Alokasikan Anggaran Rp 7 Miliar untuk Insentif Guru IGTK PGRI, Bupati Gresik: Guru Ujung Tombak Pendidikan

GRESIK,1minute.id – Ribuan guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanan Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI PGRI) semringah. Pasalnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat mengikuti Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 IGTKI PGRI di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) mengumumkan telah mengalokasi anggaran tahun 2025 insentif senilai Rp 7 miliar bagi guru IGTKI yang non-sertifikasi.

Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani mengatakan insentif guru IGTKI PGRI itu merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terhadap guru sebagai ujung tombak pendidikan. 

“Tadi Kadispendik (Kepala Dinas Pendidikan Gresik S.Hariyanto,Red) sudah ngomong ke Saya bahwa tahun 2025 ini, terdapat anggaran 7 miliar yang kita anggarkan untuk insentif guru IGTKI non sertifikasi. Ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memajukan pendidikan dan kesejahteraan guru,” ujarnya pada Rabu, 20 Agustus 2025.

Gus Yani hadir di acara itu bersama Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali melanjutkan usulannya untuk terus menaikkan insentif para guru non sertifikasi setiap dua tahun sekali. Ia menilai guru TK, maupun PAUD benar benar punya peranan lebih dalam mengendalikan anak didiknya.

“Guru juga menjadikan sekolah rumah kedua yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi anak anak. Dua tahun sekali dinaikkan tapi dengan melihat kemampuan keuangan daerah,” imbuh  mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Di tempat sama, Ketua IGTKI PGRI Kabupaten Gresik Ma’rifah menambahkan, HUT ke-75 IGTKI PGRI mengusung tema “Guru TK bermartabat anak Indonesia hebat mendukung wajib belajar 13 tahun dimulai dari TK”, merupakan wadah penting dalam meningkatkan kemampuan kompetensi dan menciptakan generasi cerdas, inovatif dan berakhlak. 

“IGTKI PGRI mendukung penuh wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari taman kanak-kanak. Selain itu, untuk mengangkat kearifan lokal budaya Gresik akan ada tari sinopsis siwalan nan indah yang akan dibawakan oleh 1.000 guru TK se Kabupaten Gresik,” ungkapnya. (yad)

Pemkab Gresik Alokasikan Anggaran Rp 7 Miliar untuk Insentif Guru IGTK PGRI, Bupati Gresik: Guru Ujung Tombak Pendidikan Selengkapnya

Ini Skema dan Masa Berlaku Diskon PBB-P2 & BPHTB hingga 80 Persen  di Pemkab Gresik 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memberikan diskon pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB P2) hingga 80 persen. Diskon yang berlaku selama sebulan, mulai 17 Agustus sampai 17 September 2025, bagai hadiah bagi masyarakat Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini.

Selain PBB, Pemkab Gresik juga memberikan diskon yang sama, sampai 80 persen untuk Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, stimulan Pemkab Gresik untuk PBB-P2 dan BPHTB sudah diberlakukan sejak 2023. Namun, stimulan yang diberikan tidak sebesar tahun 2025. Pada 2023 itu, stimulan untuk Niaga sebesar 50 persen, sedangkan  untuk masyarakat sebesar 30 persen. 

Akan tetapi, “kehadiran” Pemkab Gresik dalam pemberian stimulan tidak familier di masyarakat berpenduduk 1,3 juta ini ditengarai kurang sosialisasi. “Nah, di HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, kami berikan lagi stimulan yang lebih besar hingga 80 persen,” ujarnya usai Resepse Kenegaraan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Ahad, 17 Agustus 2025.

Berikut skema stimulan yang diberikan Pemkab Gresik kepada masyarakat Gresik yang berlaku mulai 17 Agustus hingga 17 September 2025 ;

Diskon PBB-P2

• Ketetapan hingga Rp 1 juta : diskon 80%

• Rp. 1 juta–Rp. 5 juta : diskon 50%

• Rp. 5 juta–Rp. 10 juta : diskon 30%

• Rp. 10 juta–Rp. 15 juta : diskon 20%

• lebih dari Rp 15 juta pengurangan dapat diberikan berdasarkan permohonan sesuai ketentuan yang berlaku.

Diskon BPHTB

Jual beli, tukar-menukar, akta pembagian hak bersama, putusan hakim, penggabungan usaha, pemekaran, hadiah, PTSL, dan hibah selain dari orang tua ke anak:

• NPOP ≤ Rp1 miliar : diskon 40%

• Rp 1 miliar – Rp 2 miliar : diskon 10%

• lebih dari Rp 2 miliar : diskon 5%

Waris dan hibah orang tua ke anak: 

• NPOP ≤ Rp 1 miliar : diskon 80%

• Rp 1 miliar–Rp 2 miliar : diskon 25%

• lebih dari Rp 2 miliar : diskon 15%. (yad)

Ini Skema dan Masa Berlaku Diskon PBB-P2 & BPHTB hingga 80 Persen  di Pemkab Gresik  Selengkapnya

Rayakan HUT ke-80 Republik Indonesia, Pemkab Gresik Berikan Diskon PBB P2 hingga 80 Persen 

GRESIK,1minute.id – Kabar gembira bagi warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Di HUT ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memberikan diskon Pajak Bumi  Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) hingga 80 persen.

Wajib pajak tidak perlu mengajukan  permohonan sebab stimulan yang diberikan pada masa kepemimpinan Fandi Akhmad Yani- Asluchul Alif ini sudah tersistem. Selain diskon PBB P-2, Pemkab Gresik juga membebaskan denda pajak daerah itu. Program diskon pajak ini berlaku sebulan, mulai 17 Agustus sampai September 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, sebenarnya stimulan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P-2) sudah diberlakukan sejak 2023 lalu. “Akan tetapi, stimulan ini belum falimier di masyarakat,” kata Gus Yani, sapaan akrab,  Fandi Akhmad Yani usai acara Resepsi Kenegaraan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Ahad, 17 Agustus 2025.

Gus Yani didampingi oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik Andhi H. Wijaya melanjutkan, dalam kurun selama 20 tahun terakhir atau dua dekade Pemkab Gresik Gresik tidak menaikkan pajak daerah, antara lain, PBB P2. “Pada 2023, Pemkab Gresik menaikkan pajak untuk niaga sebesar 50 persen dan masyarakat sebesar 30 persen,” terang Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

“Akan tetapi, saat itu juga mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) memberikan stimulan terkait diskon pajak tersebut. Tetapi kan, perbup belum falimiler di masyarakat karena kurang sosialisasi,” ujar Mantan Ketua DPRD Gresik itu. Nah, di momen Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemkab Gresik kembali memberikan stimulan berupa diskon pajak daerah hingga 80 persen. 

“Stimulan diskon PBB P2 dan NOP (Nomor Objek Pajak) hingga 80 persen berdasarkan Perbup tahun 2023,” tegasnya. Diskon PBB P2 tidak gebyah uyah alias pukul rata. Pemkab Gresik memberikan sejumlah kriteria. “Mudah-mudahan ini untuk masyarakat Gresik silakan dimanfaatkan Mudah-mudahan ini bermanfaat untuk masyarakat Gresik,” kata Gus Yani. 

Ia menjlentrehkan, untuk PBB P2 sebesar Rp 0 hingga Rp 1 juta diskon 80 persen. “Dari jumlah penduduk total 98,31 persen wajib pajak. Masyarakat bisa dapat diskon 80 persen,” tegasnya. Kemudian, PBB P2 sebesar Rp 1 juta – Rp 5 juta diskon 50 persen ; PBB P2 sebesar Rp 5 juta – Rp 10 juta diskon 30 persen dan PBB P2 Lebih dari Rp 10 juta – 15 juta diskon 20 persen.

“Waris hibah dari orang tua kepada anak atau hibah wasiat juga mendapatkan diskon 80 persen,” katanya.  Kreterianya,  Nilai Objek Pajak (NOP) antara Rp 0 sampai Rp 1 miliar diskon sampai 80. ” NOP antara Rp 1 Miliar sampai Rp 2 Miliar diskon 25 persen dan NOP diatas Rp 2 Miliar diskon sebesar 15 persen,” urai suami Nurul Haromaini Ali itu. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan, stimulan berupa diskon pajak daerah ini juga diberikan kepada masyarakat yang menunggak bayar pajak antara 2023 hingga 2024. “Kami membebaskan denda pajak. Jadi, ayo segera bayar pajak,” tegasnya. (yad)

Rayakan HUT ke-80 Republik Indonesia, Pemkab Gresik Berikan Diskon PBB P2 hingga 80 Persen  Selengkapnya

DPRD Gresik Buka Layanan Pengaduan, 5 Anak Diduga Ditelantarkan Ortu pun Masuk ke Dewan

GRESIK,1minute.id – Puluhan pengaduan masyarakat masuk ke parlemen. Selama dua bulan, itu jenis pengaduan yang masuk beraneka ragam. Persoalan lingkungan (tambang galian C, dugaan pencemaran lingkungan), infrastruktur,  dugaan penyalagunaan anggaran desa di wilayah Kecamatan Balongpanggang, pedagang kaki lima hingga dugaan penelantaraan anak.

” Hampir semua pengaduan yang masuk telah ditindaklanjuti oleh setiap komisi,” kata Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir dalam Konferensi Pers Kinerja Anggota DPRD Terhadap Pengaduan Masyarakat Tahun 2025 pada Kamis, 14 Agustus 2025. 

Syahrul didampingi tiga Wakil Ketua DPRD Gresik yakni Achmad Nurhamim, Mujid Riduan dan Lutfi Dhawam serta empat orang Ketua Komisi I, II, III dan IV. Dari pengaduan yang masuk ke gedung parlemen yang berada di Jalan KH Wachid Hasyim, Alun-alun Gresik itu, dugaan penelantaraan anak yang menyita perhatian dan viral. 

Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muchamad Zaifudin, mengungkapkan ada lima anak yang diduga ditelantarkan oleh orang tuanya. Mereka satu keluarga. “Mereka hidup dari bantuan warga dan menjual perabot rumah tangga,” terang Syaifudin. 

Lima anak itu, dua sudah dewasa, tiga anak-anak. “Ada anak yang berusia 11 tahun tapi belum sekolah. Seharusnya, anak itu sudah kelas VI SD,” katanya. Agar anak tersebut bisa sekolah, imbuhnya, akan dimasukkan ke program Paket A (setara lulusan SD). “Setelah lulus Paket A bisa masuk ke jenjang SMP,” katanya. “Anak yang paling kecil, belum memiliki akta kelahiran,” imbuhnya.

Sedangkan, dua kakaknya yang sudah dewasa, imbuhnya, akan di fasilitasi bergabung di Dapur Umum Makan Bergizi Gratis (MGB) Desa Yososwilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. 

Informasi yang dihimpun 1minute.id, lima bersaudara itu asal luar Jawa kemudian tinggal di Desa Yosowilangun, Manyar. “Mereka ini, awalnya anak orang kaya. Punya rumah dan mobil.  Bapaknya kerja pelayaran,” ujar seorang warga. Mereka adalah SA bersama lima anaknya, tiga laki-laki dan dua perempuan yang berinisial ES, 21, AN, 19, DE, 13,, KI, 11, dan CE, 3. Mereka adalah yatim karena ayahnya meninggal dalam kecelakaan kapal dua tahun lalu. Sejak itu, kehidupan rumah tangga lima bersaudara itu berubah 180 derajat. Gaya hidup ibu lima anak itu juga berubah. 

Keluarga SA bersama lima anaknya pun pindah ngontrak di sejumlah tempat. Kali terakhir mengontrak kompleks perumahan di kawasan Kecamatan Kebomas. Rumah itu sangat bagus. Semua kamar di lengkapi fasilitas pendingin udara alias AC. 

Dua bulan terakhir, SA, ibu lima anak itu jarang pulang. Anak-anak pun terlantar. Untuk biaya hidupnya, mereka kemudian menjual perkakas rumah tangga, seperti,  AC, tabung elpiji, galon air serta apa saja yang laku di jual. 

Tidak hanya itu, pemilik rumah juga  melakukan penagihan uang kontrak yang mencapai sekitar Rp 10 juta. Pemilik rumah mengancam akan mengusir mereka. Penderita yang dialami lima anak yatim mematik keprihatinan warga perumahan itu. Diantara mereka kemudian mengadukan ke layanan pengaduan di gedung DPRD Gresik. Layanan pengaduan itu baru di buka selama dua bulan. 

Layanan pengaduan DPRD Gresik ini, menambahkan deretan alternatif bagi warga di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Sebelumnya, ada Layanan pengaduan Call Center 112, Lapor GUS via WhatsApp 0812 3225 4001..

Dugaan anak ditelantarkan oleh ortu itu kini ditangani oleh Dinas Sosial (Dinsos) Gresik dan Kantor Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPA) Gresik. (yad)

DPRD Gresik Buka Layanan Pengaduan, 5 Anak Diduga Ditelantarkan Ortu pun Masuk ke Dewan Selengkapnya

Wabup Gresik Asluchul Alif Launching  Dapur Badan Gizi Nasional ke-10 di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meresmikan Dapur Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Kebomas pada Kamis, 14 Agustus 2025.

Hadirnya dapur BGN ini wujud komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mendukung dan menyukseskan program strategis nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Asluchul Alif menyatakan, pihaknya mendukung penuh pelaksanaan MBG yang saat ini sudah mulai dijalankan di beberapa titik. Ia menekankan kolaborasi dan sinergi agar ke depan program tersebut cakupannya semakin luas khususnya di Kabupaten Gresik. 

“Dukungan dari Pemda tentu sudah menjadi bagian dari komitmen terhadap program strategis nasional ini. Kami akan membackup, mendukung, dan menyukseskan MBG melalui berbagai lini salah satunya dengan Yayasan Perempuan Semangat Garuda saat ini,” jelas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia melanjutkan  program MBG ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah dasar dan sederajat. Sebagai bentuk intervensi untuk menekan angka stunting serta meningkatkan konsentrasi dan daya tahan belajar peserta didik. 

Ia pun berharap dengan adanya dapur MBG juga dapat menurunkan angka pengangguran dan membuka lapangan pekerjaan. Pemkab Gresik menargetkan 100 titik calon dapur MBG yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Gresik. “Alhamdulillah saat ini sudah 10 titik dapur MBG yang sudah terverifikasi. Bekerjasama dengan TNI, POLRI dan pihak swasta kedepan mudah mudahan terus bertambah,” ujarnya. 

Dalam peresmian itu, Wabup Asluchul Alif didampingi oleh Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Ketua Yayasan Perempuan Semangat Garuda Susmiati Rahmawati, Ketua KADIN Jatim Adek Dwi Putranto, serta perwakilan dari BGN Syahrir.

Kolaborasi dalam pendirian dapur BGN-SPPG dapat bermitra dengan Koperasi Desa (Kopdes) maupun Koperasi Kelurahan (Kopkel) Merah Putih. Dalam menyediakan sarana dan prasarana penyelenggaraan MBG. “Saya yakin program MBG ini dapat sejalan dengan program strategis lainnya seperti Kopdes/Kopkel merah putih. Karena Kopdes/Kopkel Merah Putih bisa menjadi pemasok atau suplai bahan baku untuk program makan bergizi gratis,” tambahnya. (yad)

Wabup Gresik Asluchul Alif Launching  Dapur Badan Gizi Nasional ke-10 di Gresik  Selengkapnya

Polres Gresik dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah, Beras Dijual Rp 11.500 Kilogram, Sehari Terjual 2,5 Ton 

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik dan Badan Logistik Cabang Surabaya menggelar  Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Kamis, 14 Agustus 2025. Antusiasme masyarakat menyambut GPM di Pasar Burung Giri, Jalan Sunan Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik ini.

Sebab, harga kebutuhan yang dijual lebih kompetitif. Beras, misalnya. Di GPM hanya dijual Rp 11.500 per kilogram padahal harga pasaran berkisar Rp 13 ribu per kilogram. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari Launching GPM Polri yang dilaksanakan serentak secara virtual di seluruh Indonesia. Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu hadir bersama Korwil Gresik Bulog Surabaya Utara Yudid, Kepala Disperindag Gresik Darmawan, serta perwakilan Kodim 0817 Gresik.

Menurut AKBP Rovan, Gerakan Pangan Murah ini merupakan wujud kepedulian untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau, terutama beras yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. “Dalam rangka memperingati Hari ke-80 Kemerdekaan RI, kami Forkopimda Kabupaten Gresik menjual beras murah. Harga di pasaran biasanya Rp13.000 per kilogram, namun kami jual hanya Rp11.500,” ujar AKBP Rovan.

Sejak pagi, warga tampak antusias memanfaatkan kesempatan membeli beras murah. Pada hari pertama pelaksanaan, 2.500 kilogram beras langsung ludes terjual. Selain beras, GPM juga menyediakan tepung beras dan minyak goreng dari berbagai merek dengan harga terjangkau.

Rangkaian kegiatan GPM akan berlangsung di 17 titik. Terdiri dari 16 lokasi di Polsek jajaran Polres Gresik yang buka setiap hari, serta satu titik yang berpindah lokasi sesuai jadwal.

“Untuk masyarakat Kabupaten Gresik, jangan lupa datang membeli beras kita. Mari bersama mendukung ketahanan pangan Indonesia. Salam Merdeka!” seru alumnus Akpol 2006 itu. Selain GPM, Polisi juga membagikan ribuan bendera kepada masyarakat dan pengguna jalan di sekitar lokasi Gerakan Pasar Murah. (yad)

Polres Gresik dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah, Beras Dijual Rp 11.500 Kilogram, Sehari Terjual 2,5 Ton  Selengkapnya

77 Anggota Paskibraka Gresik Dikukuhkan, Siap Jalankan Tugas

GRESIK, 1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengukuhkan 77 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gresik 2025 pada Kamis, 14 Agustus 2025.

Pengukuhan dipusatkan di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik itu berlangsung khidmat dan haru. Perasaan haru tatkala 77 anggota (39 putra dan 38 putri) calon Paskibraka dalam upacara HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia itu mencium bendera Merah Putih. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan semangat para Paskibraka. “Kami mengucapkan terima kasih dan selamat kepada seluruh anggota Paskibraka yang hari ini resmi dikukuhkan. Kalian adalah putra-putri terbaik Gresik yang akan menjadi teladan bagi generasi muda. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan kebanggaan,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Menjadi anggota Paskibraka suatu kebanggaan bagi mayoritas pelajar SMA sederajat. Persaingan pun sangat ketat. 

Almira Dita Cahyani, contohnya. Salah satu anggota Paskibraka Gresik mengungkapkan rasa bangga bisa menjadi bagian dari tim Paskibraka tahun ini. “Saya sangat senang dan menikmati selama menjalani pelatihan. Rasanya semua lelah terbayar. Sekarang saya sudah siap untuk menjalankan tugas besok pada upacara 17 Agustus 2025,” ujar siswa SMA Negeri 1 Driyorejo itu. (yad)

77 Anggota Paskibraka Gresik Dikukuhkan, Siap Jalankan Tugas Selengkapnya

Di Pleno Tim Pendampingan, Wabup Gresik Tegaskan Lagi Komitmen Pemkab Hidupkan Koperasi Merah Putih

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk menghidupkan Koperasi Merah Putih (KMP). 

“Kehadiran kita di sini adalah wujud konsen terhadap program Presiden dan Bupati. Pak bupati menginginkan Koperasi desa Merah Putih betul-betul bisa hidup di Kabupaten Gresik. Karenanya, Kami berharap proposal bisnis dan segala hal yang nanti dimatangkan oleh tim ini, bisa dijalankan dan bukan suatu hal yang tidak bisa direalisasikan,” tegas Wabup Alif saat menghadiri pleno Tim Pendampingan KMP Gresik di Gedung Semen Indonesia pada Rabu, 13 Agustus 2025.

Tim pendampingan ini terdiri dari lima perguruan tinggi. Di antaranya, Universitas Ciputra Surabaya, Universitas Qomarudin, Universitas Gresik, Universitas Muhammadiyah Gresik, dan Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) serta perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Gresik. 

Tim yang dipimpin oleh Rian Pramana Suwanda akan melakukan pendampingan mulai dari pemetaan potensi desa, penyelarasan proses bisnis, penguatan kelembagaan, hingga membuka akses pendanaan dari Himbara, dana desa, CSR, maupun kemitraan swasta.

Wabup menekankan bahwa tujuan akhir dari pendampingan adalah menghidupkan KMP secara berkelanjutan. Ia berharap proposal bisnis (probis) dan rencana aksi yang dirumuskan bukan hanya sebatas konsep, tetapi dapat diwujudkan di lapangan.

“Bekerjalah sebagai tim. Data yang didapat dari lapangan harus diolah bersama, sehingga muncul teamwork dan terjadi sharing pengetahuan antar universitas maupun pihak pendamping lainnya,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Sedangkan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang menjadi coach utama tim ini, memastikan arah pendampingan selaras dengan visi pembangunan daerah. Program Koperasi Merah Putih di Gresik sendiri menjadi bagian dari strategi menjadikan koperasi sebagai payung pengembangan ekonomi desa, sebagaimana dijamin UU Nomor 6 Tahun 2023.

Untuk diketahui, KMP diharapkan mampu mengelola potensi lokal secara optimal. Mulai dari pemanfaatan sumber daya pesisir, hutan, dan sumber daya air, hingga pengembangan energi alternatif, wisata, industri kreatif, dan usaha berbasis syariah.

Data Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan (Diskoperindag) Gresik mencatat sebanyak 1.569 unit koperasi dan yang aktif sebanyak 816 koperasi. Dari 816 koperasi yang aktif itu, sebanyak 344 koperasi desa berpotensi menjadi embrio KMP. Melalui pendampingan yang terstruktur, KMP diharapkan mampu meningkatkan Return of Investment (ROI) dan return on asset (ROA) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sekaligus membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal. (yad)

Di Pleno Tim Pendampingan, Wabup Gresik Tegaskan Lagi Komitmen Pemkab Hidupkan Koperasi Merah Putih Selengkapnya

Lagi, Kabupaten Gresik Raih Kabupaten Layak Anak 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) 2025. KLA kategori Nindya. Selangkah lagi, KLA Utama. 

Penghargaan berasal dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA)  tersebut diserahkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Eddy Hartono didampingi Wakil Menteri PPPA Veronica Tan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman di Auditorium KH. M Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat pada Jumat, 8 Agustus 2025.

penghargaan KLA kategori Nindya yang merupakan pengakuan atas komitmen dan upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak secara berkelanjutan. Dan, Kabupaten Gresik telah memenuhi sebagian besar indikator yang ditetapkan dalam evaluasi KLA oleh Kemen-PPPA. 

Achmad Washil Miftachul Rachman menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kerja keras seluruh pihak yang telah mendukung tercapainya predikat tersebut. “Penghargaan ini adalah hasil dari kolaborasi semua pihak, baik perangkat daerah, lembaga masyarakat, dunia usaha, hingga komunitas yang peduli terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak di Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik berusaha maksimal memenuhi hak-hak anak dan perlindungan anak melalui lima klaster KLA. Meskipun masih ada beberapa hal yang harus didorong untuk lebih ditingkatkan seperti pemenuhan sarana dan prasarana yang ramah anak maupun perlindungan terhadap anak.

“Harapan ke depan dengan capaian dan peringkat KLA ini menjadi motivasi dan semangat bersama empat pilar KLA, berkomitmen untuk lebih meningkatkan kembali upaya-upaya pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan anak di Kabupaten Gresik,” imbuhnya.

Ia juga berharap kedepan Kabupaten Gresik dapat meraih predikat utama. Yang terpenting, lanjutnya, adalah dengan adanya kabupaten layak anak ini dapat dirasakan manfaatnya untuk anak-anak Kabupaten Gresik secara nyata. “Ini menjadi komitmen pemerintah Kabupaten Gresik dalam rangka memenuhi hak-hak anak dan melindungi anak-anak dari kekerasan dan diskriminasi demi tumbuh kembang yang lebih baik,” harapnya. (yad)

Lagi, Kabupaten Gresik Raih Kabupaten Layak Anak  Selengkapnya

Wabup Asluchul Alif Bersihkan Pesisir Pantai Gresik, Sejam Kumpulkan Sampah 628 Kilogram 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif melakukan aksi bersih-bersih pesisir pantai Gresik. Pesisir pantai mulai Kelurahan Lumpur hingga Kelurahan Kroman. Aksi peduli lingkungan ini untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia.

Menurut Asluchul Alif semangat nasionalisme yang tidak hanya diwujudkan melalui simbol, tetapi juga lewat aksi nyata. “Semangat nasionalisme tidak hanya ditunjukkan melalui simbol, tetapi juga lewat aksi konkret seperti menjaga kebersihan dan kelestarian alam,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif pada Jumat, 8 Agustus 2025.

Sebelumnya, ia membagikan bendera merah putih secara simbolis kepada  peserta kegiatan kegiatan Jumat bersih tersebut. Peserta kegiatan peduli lingkungan ini antara lain kelompok masyarakat nelayan, termasuk ASN Pemkab Gresik, warga sekitar pelabuhan, serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah pesisir.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Gresik menyiapkan  10 ribu bendera merah putih kepada masyarakat sebagai bagian dari semangat peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya bersifat simbolis. Namun menjadi upaya memotivasi masyarakat agar peduli terhadap lingkungan dan menjadikannya budaya yang dilakukan secara rutin.

“Kami berharap kegiatan bersih-bersih ini bisa menjadi budaya masyarakat Gresik, terutama di wilayah pesisir. Dampaknya sangat besar dalam menjaga kebersihan dan kelestarian laut serta pantai,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar dalam merayakan HUT RI tidak perlu menciptakan timbunan sampah berlebihan. Hal ini disampaikannya saat melihat tumpukan sampah yang cukup besar di lokasi kegiatan. “Dalam sejam pelaksanaan aksi ini, telah terkumpul 628 kg sampah. Kami berharap warga bisa merayakan Hari Kemerdekaan dengan penuh sukacita, namun tetap menjaga lingkungan dan tidak menimbulkan sampah,” tambah Sri Subaidah. (yad)

Wabup Asluchul Alif Bersihkan Pesisir Pantai Gresik, Sejam Kumpulkan Sampah 628 Kilogram  Selengkapnya