Hari Pertama, Gerakan Pangan Murah yang Digelar Polres Gresik dan Pemkab Gresik,  1.615 Kilogram Beras Ludes dalam 3 Jam

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berkolaborasi menggelar Gerakan Pangan Murah. Aksi nyata untuk membantu masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok ini diawali di Kecamatan Gresik pada Jumat, 8 Agustus 2025.

Pasar murah pun diserbu oleh warga. Sebab, harga bahan pokok, antara lain, beras, minyak goreng, tepung dan lainnya lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Beras, misalnya, dijual seharga Rp 11.500 per kilogram atau Rp 57.500 per kemasan 5 kilogram. Untuk pemerataan, pembelian dibatasi maksimal dua karung atau 10 kilogram per orang.

Hari pertama Gerakan Pangan Murah ini dipusatkan di Pendapa Kecamatan Gresik berlokasi di Jalan Usman Sadar, Gresik sebanyak 323 sak beras, setara 1.615 kilogram, ludes terjual hanya dalam beberapa jam. Minyak goreng dan tepung pun ikut habis diserbu pembeli.

Pangan murah ini akan berlangsung hingga Jumat, 15 Agustus 2025 yang tersebar di enam titik, yakni :

11 Agustus: Pasar Sidayu

12 Agustus: Pasar Petikan Driyorejo

13 Agustus: Pendapa Kecamatan Balongpanggang

14 Agustus: Pasar Giri Kebomas

15 Agustus: Pendapa Kecamatan Manyar.

Selain itu, masyarakat juga bisa membeli kebutuhan pokok di seluruh Polsek jajaran Polres Gresik. Langkah ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi warga sekaligus menjaga daya beli tetap stabil.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Wakapolres Gresik Kompol Danu Anindhito menegaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk komitmen Polri bersama pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan pangan aman, terutama bagi warga yang membutuhkan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Pantauan 1minute.id  Gerakan Pangan Murah tertib. Ada dua meja untuk melayani masyarakat. Meja pertama untuk pembelian minyak goreng, tepung dan lainnya. Sedangkan, meja lainnya untuk pembelian beras.

Kompol Danu Anindhito Kuncoro Putro dan anggotanya terlihat berulang kali ikut membantu membawakan barang belanjaan warga hingga tempat parkir karena mayoritas pembeli emak-emak lanjut usia. Camat Gresik Jalesvie Triyatmoko pun demikian. “Untuk pembelian beras dibatasi. Tapi, untuk pembelian tepung, minyak goreng tidak dibatasi,” kata Jelesvie. (yad)

Hari Pertama, Gerakan Pangan Murah yang Digelar Polres Gresik dan Pemkab Gresik,  1.615 Kilogram Beras Ludes dalam 3 Jam Selengkapnya

Desa Leran, Duta Kabupaten Gresik Di Ajang Desa Cantik Nasional 2025

GRESIK,1minute.id – Pemerintahan Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur menjadi percontohan Desa Cantik alias Desa Cinta Statistik di Kabupaten Gresik. 

Program Desa Cantik ini dinisiasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Desa yang dipimpin oleh Supriyadi, pelaksana tugas  ini, menjadi wakil Kabupaten Gresik diajang Nasional.  Leran, satu-satunya Desa Cantik di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini.

Sosialisasi Hasil Akhir Pembinaan Desa Cinta Statistik, Pendataan Lengkap Pekerja Pekerja Rentan Desa Leran dilakukan pada Jumat lali, 25 Juli 2025. Sosialisasi dihadiri antara lain, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala BPS Gresik Indriya Purwaningsih, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gresik Bunyamin Najmi. 

Kemudian, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik Abu Hassan dan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik Zainul Arifin, dan Camat Manyar Hendriawan Susilo serta Tim Agen Statistik Pemerintah Desa Leran.

Desa Leran, salah satu desa di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Desa Leran, memiliki sejarah penting sebagai tempat penyebaran agama Islam pertama kali di Gresik. Situs Makam Siti Fatimah binti Maimun atau Makam Panjang, sebagai tetengernya.

Siti Fatimah, putri raja Malaka adalah penyebar agama Islam perempuan tertua di Indonesia. Beliau wafat pada 1082 Masehi. Saat itu Siti Fatimah atau Dewi Retno Swari masih remaja. Usia baru 18 tahun. 

AGEN DESA CANTIK : Desa Leran, Kecamatan Manyar mewakili Kabupaten Gresik dalam Ajang Desa Cantik Nasional 2025. (Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kini, perkembangan Kabupaten Gresik sebagai Kota Industri, letak geografis Desa Leran sangat penting karena berada di dekat Industri besar, antara lain, PT Smelting, Petrokimia Gresik, Kawasan Industri Maspion, dan Kawasan Ekonomi Khusus Java Integreted Industrial and Port Estate (JIPPE) diantaranya, tempat beroperasinya PT Freeport Indonesia (PTFI). 

Banyak warga urban yang memilih untuk bermukim di Desa Leran. Sebagai Desa Cantik yang memiliki filosofi akan pentingnya desa sebagai penyedia data statistik yang akurat dan dapat dipercaya. Desa bukan hanya sebagai tempat tinggal penduduk, tetapi juga menjadi sumber data yang sangat berharga dalam perencanaan pembangunan.  

Plt Kepala Desa Leran Supriyadi mengungkapkan, pemerintah desa telah memiliki agen statistik. Tugas agen statistik yang berjumlah 20 orang (9 orang perangkat desa dan sisanya, relawan) ini mirip petugas sensus penduduk. Mereka mendatangi rumah warga untuk melakukan pendataan.

Tim Agen Statistik dari pemerintah desa Leran antara lain, Mahmudi, Sekretaris Desa ; Mahmuda, Kasi Kesejahteraan Rakyat serta Elin Indahsari, Kaur TU dan Umum, Mohammad Hadi Yanto, Kepala Dusun Leran. Mereka dibantu oleh ralawan desa setempat. 

“Semua warga di data, termasuk warga pendatang yang kos maupun kontrak,” kata Supriyadi ditemui pada Kamis, 7 Agustus 2025. Selain mendata identitas, juga data tentang pekerjaan. “Berdasarkan data agen Statistik, warga yang ber-KTP semuanya memiliki pekerjaan alias tidak ada pengangguran disini (Desa Leran),” kata Supriyadi yang juga Kepala Seksi Perencanan Program Kecamatan Manyar itu.

“Tidak pengangguran karena warga yang ber-KTP mengaku bekerja wiraswasta,” imbuhnya. Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) merupakan program strategis dalam meningkatkan literasi statistik di tingkat desa, Desa Cantik di Leran 2025, fokus memperkuat basis data perlindungan sosial, terutama untuk kelompok pekerja rentan. 

Pekerja wiraswasta ini masuk kategori pekerja rentan. Sebab, mereka tidak memiliki penghasilan tetap. Ia mencontohkan, profesi nelayan, ojek dan UMKM. “Di Desa Leran ini, yang masuk pekerja rentan dan belum tercover BPJS Ketenagakerjaan berjumlah 133 orang,” katanya. 

Supriyadi pun meminta doa dan dukungan kepada masyarakat Desa Leran agar bisa mempersembahkan hasil yang terbaik bagi Kabupaten Gresik di ajang lomba Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat tersebut.

Pada 2023 Desa Leran meraih juara pertama Desa Digital dalam Nawa Karsa Award Kabupaten Gresik. Pada 2024, Desa Leran meraih penghargaan sebagai Badan Publik Desa Informatif Terbaik dalam KI (Keterbukaan Informasi) Award Jawa Timur. Prestasi itu, menjadikan Desa Leran menjadi Duta Kabupaten Gresik untuk ajang serupa jenjang Nasional pada 2025.  “Tahun ini, ada dua lomba Nasional. Mohon doa dan restunya,” kata Supriyadi. (yad)

Desa Leran, Duta Kabupaten Gresik Di Ajang Desa Cantik Nasional 2025 Selengkapnya

Kunjungi SRMA 37 Gresik Boarding School Gratis, Mensos Syaifullah Yusuf : Sekolah Rakyat Memuliakan Wong Cilik, Memutus Rantai Kemiskinan 

GRESIK,1minute.id – Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf bersama Wamensos Agus Jabo Priyono meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik yang berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Gus Ipul, sapaan akrab, Syaifullah Yusuf disambut langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Mereka kemudian meninjau ruang kelas, kamar asrama, ruang guru hingga ruang makan siswa. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kunjungan Mensos dan Wamensos ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah untuk memastikan inisiatif pendidikan ini dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Menurutnya, program ini bertujuan menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini sulit mengakses pendidikan, dari keluarga desil 1.

“Meski persiapannya hanya dilakukan dalam waktu enam bulan, namun kami yakin program ini akan sukses. Pemkab Gresik telah melakukan pendekatan bonding antara guru, kepala sekolah, dan seluruh pihak terkait, mengingat banyak tenaga pendidik yang baru pertama kali bergabung SRMA,” terang magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Ia menjelaskan pemilihan Sidayu didasari pertimbangan efektivitas. Sebelumnya, fasilitas di wilayah tersebut dinilai kurang optimal karena berdekatan dengan SMP Negeri lain. Kemudian dilakukan pengelompokan, siswa SMPN 30 Gresik diarahkan ke SMPN 6 Gresik, sehingga fasilitas di SMPN 30 bisa dimanfaatkan untuk sekolah rakyat. 

“Informasi ini kami sampaikan ke Kementerian Sosial, dan alhamdulillah mendapat respon positif. Mudah mudahan SRMA 37 Gresik menjadi model pendidikan inklusif yang mampu memberi kesempatan lebih luas bagi generasi muda dari keluarga tidak mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik,” harap Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani. 

Mensos Syaifullah Yusuf  menyampaikan, SRMA 37 Gresik merupakan salah satu dari banyak Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Selain itu diperlukan persiapan matang agar pelaksanaan Sekolah Rakyat berjalan optimal. 

Salah satu aspek krusial dalam persiapan ini adalah survei lahan. Kementerian menargetkan lahan minimal 5 hektar untuk setiap sekolah, dengan rekomendasi ideal 6 hektar agar dapat menampung hingga 1.000 siswa serta fasilitas asrama dan perumahan guru “Lahan yang luas sangat penting untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana yang memadai,” kata Gus Ipul, sapaan, Syaifullah Yusuf. 

Ia menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat memiliki tiga tujuan, yaitu percepatan pengentasan kemiskinan, memuliakan wong cilik, serta memberikan harapan kepada warga miskin dan miskin ekstrem.” Anak-anak mereka bisa mendapatkan pendidikan yang setara dengan anak-anak lain,” ujarnya. 

Gus Ipul menyebut, Sekolah Rakyat menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi emas 2045 dari anak-anak kurang mampu. Menurutnya, program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo untuk pemerataan pendidikan dari keluarga miskin bisa melanjutkan di Sekolah Rakyat.

Kehadiran program Sekolah Rakyat, lanjut gus Ipul, diharapkan dapat mencetak generasi emas yang berkualitas dengan memiliki pendidikan yang baik. Sehingga dapat memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, Sekolah Rakyat ada tiga kunci gagasan Presiden Prabowo, yakni pertama memuliakan wong cilik atau memuliakan kaum dhuafa yang kurang beruntung dan belum tercover proses pembangunan.

Kedua, kata Mensos, menjangkau yang belum terjangkau dengan banyaknya saudara yang belum dan tidak sekolah serta berpotensi putus sekolah. Diperkirakan anak usia sekolah mulai tingkat SD, SMP dan SMA sekitar 3 juta anak lebih tidak sekolah, putus sekolah dan berpotensi putus sekolah.

“Karena itu, Sekolah Rakyat dapat menjangkau yang belum terjangkau bagi anak-anak yang belum sekolah, putus sekolah dan berpotensi putus sekolah,” ujar Mensos Syaifullah Yusuf.

Pihaknya juga mengatakan kunci ketiga Sekolah Rakyat, yakni memungkinkan yang tidak mungkin karena banyak anak putus harapan, karena tak menyadari orang tuanya tak mampu menyekolahkan anaknya. Dengan Sekolah Rakyat tentu memberikan harapan dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang baik.

“Untuk itu, memungkinkan yang tidak mungkin bagi anak-anak bisa diterima di Sekolah Rakyat,” jelasnya. Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat di Gresik, Mensos Syaifullah Yusuf menyempatkan berdialog langsung dengan guru, siswa, serta wali asrama Sekolah Rakyat.

Dalam forum terbuka ini, para siswa dan guru diberi kesempatan menyampaikan cerita dan harapan mereka. SRMA 37 Gresik oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin pada Senin, 4 Agustus 2025. Peresmian menandai dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM) di SRMA 37 Gresik Boarding School. 

Gus Ipul menambahkan, untuk mengetahui fisik dan mental siswa akan diadakan rutin cek kesehatan gratis. Selain itu ada pemberdayaan untuk orang tua siswa seperti modal usaha atau kursus usaha hingga tempat tinggal melalui program bedah rumah. “Program seperti Sekolah Rakyat dan pemberdayaan masyarakat juga menjadi fokus dalam upaya pengentasan kemiskinan,” pungkasnya. (yad)

Kunjungi SRMA 37 Gresik Boarding School Gratis, Mensos Syaifullah Yusuf : Sekolah Rakyat Memuliakan Wong Cilik, Memutus Rantai Kemiskinan  Selengkapnya

Bersama BAZNAS, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Siap Kawal Langkah Mustahik Menuju Muzzaki 

GRESIK,1minute.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Gresik bersama BAZNAS Pusat dan Jawa Timur menyalurkan bantuan kepada masyarakat pra sejahtera pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang membagikan secara simbolis kepada mustahik di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bantuan yang bisa diberikan bisa mengangkat derajat mustahik menjadi muzzaki.

Mustahik adalah kelompok orang yang berhak menerima zakat karena kondisi ekonomi dan sosial mereka yang membutuhkan  bantuan.  Sedangkan, muzakki adalah orang yang memenuhi syarat untuk mengeluarkan zakat.

“Saya ucapkan terima kasih atas perhatian dari Baznas RI dan Baznas Jawa Timur untuk Kabupaten Gresik. Tapi perhatian ini harus kita balas dengan upaya bersama. Jangan ada lagi pola pikir mau menjadi mustahik terus-menerus. Kita harus tumbuh, berubah, dan kelak menjadi muzakki,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Hadir dalam kegiatan pendistribusian bantuan ini antara lain, Pimpinan BAZNAS RI Kolonel (Purn.) Nur Chamdani, Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Jatim Muhammad Zakki, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman.

Pemerintah Kabupaten Gresik, Ia melanjutkan, juga sedang menyiapkan skema distribusi bantuan langsung tunai (BLT) melalui sistem uang digital. Melalui sistem ini, penggunaan dana akan bisa dipantau, apakah betul digunakan untuk kebutuhan pendidikan atau justru untuk konsumsi berisiko bahkan judi online.

“Kalau ditemukan penyalahgunaan, bantuannya akan kami evaluasi. Bahkan bisa dihentikan di periode berikutnya,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. Dalam kegiatan yang berlabel Pendistrubusian Program Gresik Cerdas “1000 Beasiswa Pelajar” meliputi Mahasiswa, Bantuan Perbaikan Rumah, Bantuan Alat Kerja dan Bantuan Ternak ini, Baznas Gresik fokus pada tiga sektor utama yakni pendidikan, ekonomi dan sosial.  

Di bidang pendidikan, disalurkan beasiswa pendidikan dasar hingga menengah kepada 720 siswa sekolah dasar, 320 siswa sekolah menengah pertama, dan 100 siswa sekolah menengah atas. Total 1.140 siswa tersebut menerima dukungan langsung dari zakat yang dikelola BAZNAS Gresik.

Untuk jenjang perguruan tinggi, BAZNAS Gresik juga menyalurkan beasiswa kepada 145 mahasiswa. Jumlah tersebut terdiri dari 82 mahasiswa asal Gresik yang kuliah di Gresik dan 63 mahasiswa asal Gresik yang kuliah di luar daerah.

Selain itu, BAZNAS Gresik juga menyalurkan bantuan alat kerja dan rombong untuk pelaku usaha kecil, dengan total nilai Rp 763 juta. Program bantuan ekonomi produktif ini, tak lain bertujuan untuk mengangkat kualitas hidup mustahik.

Sedangkan, bantuan BAZNAS Jawa Timur berupa perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) senilai total Rp 100 juta dan program peternakan sebesar Rp 75 juta. 

BAZNAS Pusatmenyalurkan program khusus ke wilayah selatan Gresik berupa: Microfinance berbasis desa, Microfinance berbasis masjid, Balai Ternak, BAZNAS Auto, hingga Z-Mart. Keseluruhan bantuan yang diberikan BAZNAS RI tersebut mencapai Rp1,86 miliar.

Ketua BAZNAS Gresik M. Mujib, menegaskan bahwa seluruh pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dilakukan dengan transparansi berbasis digital. Aplikasi yang dikembangkan BAZNAS Pusat memungkinkan kontrol langsung dari pusat hingga ke daerah. “Ini bagian dari komitmen kami. Karena itu, selama empat tahun berturut-turut, BAZNAS Gresik mendapat penghargaan dari BAZNAS RI,” ujarnya.

Bantuan yang diberikan BAZNAS  mendapat sambutan positif oleh masyarakat. Nurhayati Rosdiana, salah satu mahasiswi Institut Al-Azhar Menganti penerima bantuan, menyampaikan rasa syukurnya. “Saya dapat Rp1,5 juta per semester untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT). Ini sangat membantu, tapi masih banyak teman saya yang belum dapat. Semoga penerimanya bisa ditambah,” ujar mahasiswi asal Driyorejo itu. (yad)

Bersama BAZNAS, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Siap Kawal Langkah Mustahik Menuju Muzzaki  Selengkapnya

Empat Pelajar Gresik Berjaya di Ajang Matematika Internasional di Singapura, Arfan, Siswa MI Nurul Ulum Raih Medali Perak 

GRESIK,1minute.id – Empat pelajar sekolah dasar asal Gresik mengharamkan nama Indonesia dikancah internasional. Mereka berhasil membawa medali di ajang 21th IMC International Mathematics Contest 2025 di Singapura. 

Empat bocah brilian itu, adalah Muhammad Arfan Nabhan Wahyudi, meraih Medali Perak ; Aransha Hafizh Firmansyah (Medali Perak) ; Davina Azqiara Pramesti (Medali Perunggu) dan Usaid Abdurrahman Nasrullah (Merit Award). Mereka berasal dari sekolah berbeda, antara lain, MI Nurul Ulum, Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, ; SD IT Al Ibrah dan SD Muhammadiyah Manyar.

IMC adalah ajang kompetesi anak-anak berotak encer dalam bidang matematika yang digelar sejak 2005. Ada ratusan lembaga atau institusi pendidikan di seluruh dunia yang ambil bagian dalam event tahunan bermarkas di Singapura itu. Ratusan lembaga pendidikan atau sekolah diantaranya, Singapore Tourism Board (STB) – Education Services Division ;  National University Singapore (NUS) High School of Mathematics and Science ; Jetwings Institution ;  ISS International School of Singapore ; Sekolah Olimpiade Matematika Hong Kong ; Klinik Pendidikan MIPA (Indonesia). 

Berikutnya, Persatuan Pelatih Matematika (Filipina) ; Sekolah Kota Montessori India ;  Asosiasi Komunikasi Matematika Internasional (Taiwan) ; Sistem Olimpiade Matematika E (Malaysia) ; Asosiasi Identifikasi Matematika Internasional (Selatan Korea), Akademi Pratabong (Thailand), Simbol Matematika (Iran) dan lainnya. 

Untuk bisa lolos di ajang ini, mereka harus menjalani seleksi ketat. Didik Wahyudi, ayah Muhammad Arfan Nabhan Wahyudi menceritakan seleksi dilakukan secara berjenjang mulai tingkat sekolah atau Kabupaten, Provinsi hingga nasional. Indonesia mengirimkan 110 anak diajang bergengsi itu. 

“Mereka yang terbaik di tingkat nasional yang bisa mewakili Indonesia di ajang tersebut,” terang Wahyudi ketika dikonfirmasi 1minute.id pada Selasa, 5 Agustus 2025. Seleksi berjenjang membutuhkan waktu yang lama. “Anak Saya (Muhammad Arfan Nabhan Wahyudi) waktu ikut kompetisi itu masih kelas 2. Sekarang naik di kelas 3,” terangnya.

Dalam final kompetisi Matematika, peserta harus menjawab 18 soal dalam kurun waktu 90 menit. Arfan Bocil, sapaan, Muhammad Arfan Nabhan Wahyudi berhasil menjawab 17 soal. “Soal yang diberikan sangat sulit. Arfan yang sering ikut kompetisi baru sekali itu menemukan soal begitu sulit,” kata Wahyudi menirukan  ucapan anaknya itu. 

Karena itu, Arfan hanya menargetkan bisa bisa meraih perunggu. ‘Medali Perunggu saja sudah senang. Tapi, Arfan bisa meraih medali perak. Bangga!,” katanya.  Siapa Muhammad Arfan Nabhan Wahyudi yang biasa disapa Arfan Bocil ? 

Arfan adalah anak nomor 2 dari 3 bersaudara pasangan Didik Wahyudi dan Lilik Muafiyah. Arfan, siswa kelas III MI Nurul Ulum, Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Bocah berotak encer dan jago matematika ini langganan juara kelas di sekolah. 

Didik Wahyudi menceritakan, Arfan senang matematika sejak sebelum masuk sekolah dasar. “Di TK, Arfan sudah hafal perkalian. Ngelontok,” ujarnya sambil tersenyum. Bila  sebagian anak-anak pelajar matematika adalah momok. Arfan sebaliknya. Matematika adalah bagai makanan setiap harinya. “Setiap hari Arfan belajar matematika, meski hanya satu jam. Liburan pun tetap belajar matematika,” katanya.  

Hebatnya lagi, Arfan tidak mendatangkan guru khusus matematika. “Saya yang ngajarinya,” ujarnya. Kerja keras Arfan dengan bimbingan langsung orang tua akhirnya bisa mengharumkan nama orang tua, sekolah, Gresik dan Indonesia. 

Arfan bukan satu-satunya anak berotak encer yang jago matematika di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Arfan bsgaikan fonomena gunung es. Terbukti, tiga pelajar Gresik lainnya, juga bisa meraih prestasi gemilang di ajang internasional itu. (yad)

Empat Pelajar Gresik Berjaya di Ajang Matematika Internasional di Singapura, Arfan, Siswa MI Nurul Ulum Raih Medali Perak  Selengkapnya

13 Tahun Pemkab Gresik dan Habitat Berkolaborasi Bangun 16.290 Rumah Layak 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menjalin kerja sama dengan Habitat For Humanity Indonesia dengan meluncurkan program Home Equal 2025-2026 yang dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif di kantor Bupati Gresik pada Kamis, 31 Juli 2025.

Sejak 2012 Habitat menjalin kerjasama dengan pemkab Gresik untuk bangunan rumah keluarga berpenghasilan rendah. Selama 13 tahun berkolaborasi dengan Pemkab Gresik lebih dari 16.290 penerima. Untuk diketahui, Habitat for Humanity Indonesia adalah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pembangunan perumahan layak dan berkelanjutan bagi keluarga berpenghasilan rendah di Indonesia. Organisasi ini merupakan bagian dari Habitat for Humanity International dan bekerja untuk mewujudkan visi dunia  di mana setiap orang memiliki tempat tinggal yang layak. 

Tahun ini, program Home Equal akan berjalan di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng dan berlangsung selama dua tahun. Nantinya, program ini tidak hanya mencakup pembangunan dan renovasi rumah tidak layak huni, tetapi juga edukasi kebiasaan hidup sehat, pelatihan kebencanaan, hingga penguatan peran komunitas lokal.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan apresiasinya terhadap peran panjang Habitat di Gresik. “Saya mewakili Pemkab Gresik mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Habitat. Selama bertahun-tahun hadir di Gresik, mereka telah membangun ribuan rumah bagi warga yang tinggal di hunian tidak layak. Ini bukan sekadar soal pembangunan fisik, tetapi soal menghadirkan harapan,” ujar dokter Alif, sapaan, Asluchul Alif. 

Ia melanjutkan,  bahwa layak atau tidaknya sebuah rumah tidak hanya ditentukan oleh material bangunan, tetapi juga oleh kebiasaan dan pola pikir masyarakat. “Program seperti ini harus dilihat secara utuh. Tidak hanya membangun tembok dan atap, tapi juga mengubah cara pandang warga tentang arti sebuah rumah. Ini menjadi penting karena kehidupan yang layak, selalu dimulai dari rumah yang layak,” tambahnya.

Sementara itu, National Director Habitat for Humanity Indonesia Handoko Ngadiman, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Gresik adalah salah satu bentuk kolaborasi terbaik yang pernah dilakukan pihaknya di Indonesia. “Sejak 2012 kami hadir di Gresik, dan sudah ada lebih dari 16.290 penerima manfaat. Ini bukan angka semata, tapi cerita-cerita hidup yang berubah,” kata Handoko.

Secara nasional, Habitat telah menjangkau 17 provinsi selama 28 tahun, membangun lebih dari 200.000 rumah. Namun, menurut Handoko, yang mereka bangun bukan hanya rumah, melainkan juga keluarga dan masa depan. “Fokus kami adalah masyarakat desil 1 dan 2. Mereka yang bahkan tidak terpikir untuk bisa punya rumah sendiri. Kami juga memberi perhatian khusus kepada perempuan kepala keluarga dan penyandang disabilitas. Rumah yang kami bangun adalah rumah yang sebelumnya hanya bisa mereka impikan,” tuturnya. (yad)

13 Tahun Pemkab Gresik dan Habitat Berkolaborasi Bangun 16.290 Rumah Layak  Selengkapnya

Green Team SMABOM Studi Tiru  Kantin Halal dan Zero Waste ke UPT SMP Negeri 2 Gresik 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak lima guru SMA Negeri 1 Kebomas (SMABOM) melakukan studi tiru ke UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pada Rabu, 30 Juli 2025. Lima guru tergabung Green Team SMABOM itu belajar tentang  Kantin Halal dan Zero Waste yang diterapkan di sekolah berada berlokasi di Jalan KH. Kholil, Gresik. 

Kantin Halal di Spenda adalah pioner di lembaga pendidikan di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik karena telah mengatongi sertifikat halal dikeluarkan oleh Komite Fatwa Produk Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Kementerian Agama (Kemenag) itu tertanggal 20 Juni 2023. Selain sertifikat halal, kantin sekolah juga telah mengantongi nomor induk berusaha (NIB).Sedangkan, Zero Waste telah diterapkan di sekolah penyandang Adiwiyata tersebut. 

Rombongan Green Team SMABOM yang dipimpin oleh M.Alil Himah, guru Sarana dan Prasarana disambut oleh Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim. Dalam ruang pertemuan, mendapatkan pemaparan sekolah bersih dan kantin halal dari Sumiarsih, pembina Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) Spenda.

“Kami terharu, karena SMABOM melakukan studi tiru ke sekolah kami. SMABOM bermitra dengan Spenda,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim melalui pesan WhatsApp pada Rabu, 30 Juli 2025. Dalam studi tiru ini, Sumiarsih, pembina Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) Spenda menjlentrehkan bagaimana sekolah membiasakan siswa dan guru untuk mengurangi sampah di kantin dengan menerapkan praktik pengelolaan sampah yang efektif.

Beberapa langkah yang dilakukan oleh Spenda, antara lain, Mengurangi Penggunaan Plastik sekali pakai dengan mengganti peralatan makan sekali pakai dengan alternatif ramah lingkungan, seperti wadah makanan stainless steel atau botol minum reusable.

Berikutnya, Mengelola Sampah dengan memisahkan  sampah organik dan anorganik, dan siapkan tempat sampah terpisah di kantin. Sampah organik dapat diolah menjadi biogas atau kompos, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang. Langkah berikutnya,  Menerapkan Sistem Pengembalian Wadah yakni siswa dapat mengambil makanan dalam wadah khusus dan mengembalikannya ke kantin setelah selesai makan.

Menggunakan Wadah Makanan yang Dapat Digunakan Berulang*: Kantin dapat menyediakan makanan dalam wadah besar dan siswa dapat membawa wadah mereka sendiri untuk mengambil makanan.

Berikutnya, Menghemat Energi dan Air yakni memasang poster edukatif tentang pentingnya menghemat energi dan air, serta matikan lampu dan perangkat elektronik saat tidak digunakan.

“Program Zero Waste Kantin di UPT SMP Negeri 2 Gresik, di mana kantin sekolah telah menerapkan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan Meniadakan penggunaan plastik sekali pakai. Mereka juga menyediakan air minum sehat dan menggalakkan siswa untuk membawa botol minum sendiri,” terang Salim. (yad)

Green Team SMABOM Studi Tiru  Kantin Halal dan Zero Waste ke UPT SMP Negeri 2 Gresik  Selengkapnya

Pemkab Gresik dan Kejari Gresik Teken MoU, Fokus pada Pengembalian Aset Daerah

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kejaksaan Negeri Gresik pada Rabu, 30 Juli 2025.

Kesepakatan bersama ini terkait Penanganan Perkara di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN) ditandatangani oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Yanuar Utomo di di Kantor Bupati Gresik. Kejaksaan Negeri Gresik melalui Bidang Perdata dan TUN akan memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum, serta tindakan hukum lain kepada Pemkab Gresik, baik secara litigasi maupun non-litigasi.

Fokus utama kerja sama ini adalah memaksimalkan upaya pengembalian aset-aset milik Pemerintah Kabupaten Gresik yang saat ini dikuasai oleh pihak ketiga atau perorangan tanpa dasar hukum yang sah.

Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Yanuar Utomo menyampaikan bahwa pengembalian aset merupakan prioritas utama Kejari di bidang Perdata dan TUN. “Kami akan memaksimalkan fungsi kejaksaan untuk mengembalikan aset-aset Pemkab Gresik yang saat ini dikuasai oleh pihak ketiga atau masyarakat. Ini adalah bentuk pengamanan terhadap kekayaan negara agar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar mantan Kajari Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara itu.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyambut baik sinergi ini sebagai bentuk nyata komitmen dalam membangun pemerintahan yang akuntabel dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Kami sangat terbuka untuk didampingi oleh Kejaksaan Negeri dalam menyelesaikan berbagai permasalahan hukum. Terlebih terkait aset, ini menyangkut keberlanjutan pembangunan dan tanggung jawab negara,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Penandatanganan MoU ini turut disaksikan oleh jajaran pejabat struktural Pemkab Gresik, serta pejabat Kejari Gresik yang turut memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan kerja sama lintas kelembagaan tersebut.

Melalui kerja sama ini, Pemkab Gresik berharap setiap langkah hukum yang diambil pemerintah daerah dapat berjalan secara legal, terukur, dan tuntas, sehingga berbagai potensi pendapatan dari aset daerah dapat dioptimalkan demi kesejahteraan masyarakat Gresik. (yad)

Pemkab Gresik dan Kejari Gresik Teken MoU, Fokus pada Pengembalian Aset Daerah Selengkapnya

Bupati Gresik Gedung Sekolah Rakyat Gresik Memenuhi Standar dan Siap Beroperasi

GRESIK,1minute.id – Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Gresik dijadwalkan dimulai awal Agustus 2025. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan bahwa gedung Sekolah Rakyat (SR) Gresik telah memenuhi standar dan siap beroperasi. 

“Pengecekan kelengkapan ini penting untuk memastikan semua fasilitas dan kebutuhan siswa telah siap sebelum mereka menempati asrama. Ini menjadi bagian dari persiapan untuk dimulainya kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat,” ungkap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani saat meninjau progres renovasi gedung eks UPT SMPN 30 Gresik yang bakal digunakan untuk SR Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu pada Selasa, 29 Juli 2025. 

Ia menyatakan bahwa kesiapan fisik bangunan SR tersebut sangat layak dan memenuhi syarat yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Menurutnya, seluruh fasilitas telah dipersiapkan dengan baik, termasuk pembagian ruang kelas dan asrama bagi siswa laki-laki dan perempuan demi meningkatkan kenyamanan.

“Dari ruang kelas, semua komponen seperti bangku, meja, papan tulis, dan kipas angin sudah lengkap. Selain itu, asrama putra maupun putri masing-masing telah dilengkapi fasilitas tempat tidur, kamar mandi, toilet, serta jemuran dalam kondisi baik dan bersih,” terangnya.

Selain aspek akademik, mantan Ketua DPRD Gresik itu, juga menyiapkan kegiatan non-akademik untuk siswa Sekolah Rakyat. Ini dilakukan guna memberikan pendidikan yang lebih holistik bagi siswa, termasuk pengembangan keterampilan hidup dan karakter, agar dapat mencetak lulusan yang unggul dan bertalenta.

“Untuk menunjang itu semua, Pemkab Gresik nantinya juga menyediakan bimbingan belajar (bimbel) bahasa asing, matematika, atau pelajaran lainnya. Selain itu, kami akan melibatkan guru ngaji setempat untuk mendorong anak-anak menjadi tahfidz Al-Qur’an, juga pelatih olahraga bagi siswa yang bercita-cita masuk TNI dan Polri, hingga menyediakan kelas seni dan musik,” beber magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Ia melanjutkan, saat ini Sekolah Rakyat Menengah Atas 37 Gresik siap menampung 75 siswa kelas X SMA dalam tiga rombongan belajar (rombel), khususnya anak-anak dari keluarga prasejahtera kategori Desil 1. Pemkab Gresik, ujarnya, akan terus mengawal Sekolah Rakyat yang merupakan program prioritas Presiden kedelapan Indonesia Prabowo Subianto. Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden, Kementerian Sosial, dan Kementerian PUPR atas dukungan dan kepercayaan kepada Pemkab Gresik. Ini akan menjadi harapan baru bagi anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas,” tandasnya. Dalam peninjauan itu, Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi  Wakil Bupati Asluchul Alif, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. 

 Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Hariyanto, Plt Kepala Dinas Kominfo Johar Gunawan, Kepala Dinas CKPKP Ida Lailatussa’diyah, Kepala Dinas Sosial Umi Khoiroh, Forkopimcam Sidayu, serta Kepala Sekolah, Pengawas, dan Guru Sekolah Rakyat Menengah Atas 37 Gresik. (yad)

Bupati Gresik Gedung Sekolah Rakyat Gresik Memenuhi Standar dan Siap Beroperasi Selengkapnya

Pemkab Gresik & Pemprov Jatim Kolaborasi Salurkan Bansos, Gubernur Jatim : Agar Barokah, Jangan Digunakan Judol

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim  menggelontorkan bantuan sosial (bansos) memperkuat jaring pengaman sosial senilai Rp 5,8 miliar tepatnya, Rp 5.806.690.000.

Bansos bertajuk SAPA Bansos ini diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kepada sejumlah kelompok penerima manfaat, antara lain lanjut usia, penyandang disabilitas, keluarga kurang mampu, pelaku UMKM perempuan, hingga relawan sosial di Pendapa Bupati Gresik pada Senin, 28 Juli 2025.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan pentingnya tanggung jawab dalam memanfaatkan bantuan sosial secara tepat. “Saya mohon kepada masyarakat Gresik agar menjaga amanah ini. Mengingat adanya temuan penyalahgunaan bansos untuk perjudian online di tingkat nasional, saya minta bantuan ini digunakan sesuai peruntukannya. Semoga Gresik barokah, Jawa Timur barokah, dan Indonesia barokah,” pesan Khofifah. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong pemulihan sosial-ekonomi masyarakat serta memperkuat solidaritas sosial di tingkat daerah.

Sementara itu, Fandi Akhmad Yani yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Jatim dalam upaya pengentasan kesenjangan sosial di daerah.“Ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membantu dan memberdayakan masyarakat. Kami berkomitmen mengawal penyaluran agar seluruh bantuan tepat sasaran dan benar-benar menyentuh yang membutuhkan,” ujar Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani. (yad)

Pemkab Gresik & Pemprov Jatim Kolaborasi Salurkan Bansos, Gubernur Jatim : Agar Barokah, Jangan Digunakan Judol Selengkapnya