Ini Pesan Plt Bupati Gresik Asluchul Alif kepada Pengurus Dewan Masjid Indonesia 

GRESIK,1minute.id –  “Sebagai wadah strategis dalam membina dan memakmurkan masjid. DMI memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung program pemerintah daerah. Khususnya dalam aspek spiritual, sosial dan pemberdayaan masyarakat,” Plt Bupati Gresik Asluchul Alif di Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim pada Ahad,  11 Mei 2025.

Dokter Alif-sapaan akrab-Asluchul Alif menghadiri pelantikan bersama dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI), PD Korps Muballighah masa bhakti 2024 – 2029 dan PD Perhimpunan Remaja Masjid (Prima) masa bhakti 2024 – 2027, Badan Koordinasi Majelis Ta’lim Masjid (BKMM) serta Lembaga Mualaf Center (eLMC).

Acara itu dihadiri di antaranya, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir, Pimpinan Wilayah DMI Jawa Timur KH. M Sudjak, Pimpinan Pusat Korps Muballighah Hj. Rita Ariyani, Ketua Mustasyar PD DMI Kabupaten Gresik KH Afif Ma’shum, Ketua MUI Gresik KH Ainur Rofiq, Wakil Bupati Gresik Periode 2021 – 2024 Hj. Aminatun Habibah serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Gresik Imam Basuki. 

Menurutnya, peran DMI juga harus ikut menangkal ataupun mencegah kenakalan remaja juga angka perceraian di Kabupaten Gresik. Ini bisa dicegah dengan aktif menggelar kajian kajian kekinian, pelatihan digital, hingga kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan generasi muda saat ini. 

Pihaknya menambahkan, penanganan kenakalan remaja dan angka perceraian perlu menjadi perhatian utama. Penyebab utama kenakalan remaja dan perceraian yang sering disebutkan adalah pernikahan dini dan kurangnya pemahaman nilai nilai agama dan moral. 

“Pentingnya membekali anak muda dengan nilai nilai agama yang kuat, bukan hanya sebagai penindakan, tetapi juga sebagai upaya pencegahan. Masjid dapat dirancang sebagai ruang ekspresi anak muda yang islami, kreatif dan produktif, tanpa kehilangan nilai nilai ketaqwaan,” ujarnya. 

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik atau BPS tahun 2023, jumlah masjid di Kabupaten Gresik sebanyak 1.213 yang tersebar di 18 kecamatan. Ia berharap kedepan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah ritual tetapi juga sebagai pusat pembinaan akhlak, pengembangan ilmu pengetahuan serta pemberdayaan ekonomi umat. 

“Keberadaan DMI Kabupaten Gresik menjadi mitra yang sangat strategis dalam menciptakan masyarakat yang bertaqwa dan sejahtera. Selamat kepada pengurus yang baru saja dilantik semoga amanah yang diemban dapat dijalankan dengan penuh keihklasan dan semangat pengabdian,” tutupnya. (yad) 

Ini Pesan Plt Bupati Gresik Asluchul Alif kepada Pengurus Dewan Masjid Indonesia  Selengkapnya

1.001 Bonsai Kelas Bintang Ramaikan Giri Kedaton Bonsai Dihelat Pemkab Gresik

GRESIK,1minute.id –  Giri Kedaton Bonsai 2025 di helat di halaman Kantor Bupati Gresik di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. Pameran bonsai kelas bintang berskala nasional ini dibuka oleh Plt Bupati Gresik Asluchul Alif pada Jumat, 9 Mei 2025.

Pameran berlangsung hingga 13 Mei 2025 mendatang menghadirkan  sebanyak 1.001 bonsai dari berbagai jenis, gaya, dan usia dipamerkan. 

Tak hanya dari Gresik, peserta datang dari seluruh penjuru Indonesia untuk ambil bagian dalam kontes bergengsi ini. Mereka terbagi dalam lima kategori: kelas bintang (12 peserta), kelas utama (23 peserta), kelas madya (64 peserta), kelas pratama (274 peserta), dan kelas prospek (628 peserta).

Dalam sambutannya, Plt Bupati Gresik Asluchul Alif, menekankan pentingnya pameran ini bukan hanya sebagai ajang seni, tetapi juga sebagai peluang ekonomi baru.

“Bonsai bukan sekadar hobi atau seni. Di tangan yang tepat, bonsai bisa menjadi solusi konkret untuk mengurangi pengangguran. Kami ingin mendorong masyarakat untuk menjadikan budidaya bonsai sebagai ladang usaha, sebagai gerakan ekonomi kreatif berbasis hortikultura yang menjanjikan,” tegasnya.

Langkah ini, menurut dokter Alif, sejalan dengan semangat Gresik sebagai daerah yang terus mencari terobosan dalam membuka lapangan kerja dan menumbuhkan wirausaha baru di sektor non-industri.

Animo peserta Pameran Bonsai ini sangat besar. Hal ini seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro. Dirinya menyebut peserta berasal dari wilayah di luar Pulau Jawa.

Giri Kedaton Bonsai 2025 menunjukkan bahwa Gresik mampu menjadi episentrum baru bagi perkembangan seni bonsai di Indonesia,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Pusat, Alex R. Tangkulung. Menurutnya, pameran kelas nasional semacam ini menjadi ajang _show off_ kualitas bonsai nasional.

“Pameran ini bukan hanya meningkatkan kualitas bonsai nasional, tapi juga membuka ruang baru bagi pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat,” katanya.

Tidak hanya kontes bonsai, rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan berbagai agenda lain seperti pelayanan kesehatan hewan dan vaksinasi gratis, gelar pangan murah, serta agrimart dan bazar UMKM binaan Dinas Pertanian. Dengan begitu, pengunjung bisa menikmati produk-produk UMKM Gresik sekaligus melihat bonsai yang dilombakan.

Dalam kegiatan ini, diberikan beberapa penghargaan-penghargaan penting di antaranya

• Desa Petung, Kecamatan Panceng: dinobatkan sebagai Desa Bonsai Kabupaten Gresik Tahun 2025, atas perannya dalam pengembangan bonsai di tingkat desa.

• Best in Show: diraih oleh Andre Sutanto dari Jakarta, dengan karya yang memukau dewan juri.

• Grand Champion: disabet oleh Chandra Wijaya, juga dari Jakarta.

• Bonsai Favorit pilihan Plt Bupati Gresik: diberikan kepada Toyo dari Gresik Kota atas keunikan media tanam yang menyatu harmonis dengan keindahan bonsai.

Plt Bupati Alif mengajak seluruh masyarakat untuk turut menikmati keindahan dan nilai seni tinggi dari karya-karya bonsai yang dipamerkan. “Silakan datang dan nikmati. Pameran ini terbuka untuk umum hingga 13 Mei 2025. Siapa tahu, dari sekadar melihat, tumbuh minat, lalu muncul usaha baru dari bonsai,” pungkasnya. (yad)

1.001 Bonsai Kelas Bintang Ramaikan Giri Kedaton Bonsai Dihelat Pemkab Gresik Selengkapnya

Piutang PBB Capai Rp 271,1 Miliar, Pemkab Gresik Bentuk Juru Sita Pajak

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik kini memiliki petugas juru sita pajak daerah. Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji kepada 17  petugas juru sita dilakukan di ruang Mandala Bhakti Praja kantor Bupati Gresik pada Kamis, 8.Mei 2025.

Acara tersebut di hadiri oleh Plt Bupati Gresik Asluchul Alif, Sekretaris Daerah Achmad Washil Miftachul Rachman, serta Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah atau BPPKAD Gresik Andhy Hendro Wijaya.

Pelantikan ini menjadi tonggak sejarah baru dalam pengelolaan keuangan daerah, karena untuk kali pertama Pemkab Gresik memiliki jajaran Jurusita Pajak Daerah secara resmi.

Para jurusita ini akan menjadi ujung tombak dalam menegakkan kewajiban perpajakan, khususnya dalam menangani tunggakan pajak yang selama ini menjadi beban menahun.

Plt Bupati Gresik Asluchul Alif mengingatkan kepada puluhan juru sita melakukan pendekatan humanis dan komunikatif dalam pelaksanaan tugas para jurusita.

“Kita harus ingat bahwa yang kita tagih ini adalah warga kita sendiri. Maka, pendekatan yang dilakukan harus tetap mengedepankan etika, empati, dan komunikasi yang baik. Penegakan kewajiban pajak bukan berarti mengesampingkan sisi kemanusiaan,” ujarnya.

Saat ini, piutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Gresik tercatat mencapai Rp 271,1 miliar. Dengan hadirnya jurusita, diharapkan penyelesaian piutang ini dapat dilakukan secara bertahap, terukur, dan progresif.

“Jangan hanya berhenti pada pelantikan. Saya ingin melihat progres nyata dari waktu ke waktu. Setiap langkah harus berdampak, dan setiap proses harus membawa kita lebih dekat pada penyelesaian piutang pajak yang sudah lama menjadi persoalan,” tegas dokter Alif-sapaan-Asluchul Alif.

Sebagai dasar hukum pelaksanaan, Pemkab Gresik telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang pengelolaan piutang di teken pada 2024. Dalam proses penyusunan kebijakan ini, BPPKAD Gresik juga melakukan studi tiru ke Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah itu, ke-17 Jurusita Pajak Daerah menjalani pelatihan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN).

Menurut Kepala BPPKAD Gresik Andhy Hendro Wijaya, pelantikan ini merupakan langkah awal dari proses panjang yang bertujuan pada cleansing piutang pajak secara menyeluruh. Lokus pelaksanaan perdana akan difokuskan di wilayah desa mulai Juni 2025.

“Dengan hadirnya Jurusita Pajak Daerah, kita berharap terjadi peningkatan efektivitas dalam penagihan. Langkah ini juga menjadi bagian dari reformasi fiskal daerah untuk menyelesaikan masalah piutang di Kabupaten Gresik,” pungkasnya. (,yad)

Piutang PBB Capai Rp 271,1 Miliar, Pemkab Gresik Bentuk Juru Sita Pajak Selengkapnya

Wilmar & Pemkab Gresik Kolaborasi Tanam Seribu Mangrove di Pesisir Karangkiring 

,GRESIK,1minute.id – Kawasan Wisata Mangrove Karangkiring lebih riuh dari biasanya pada Sabtu, 3 Mei 2025. Ratusan orang berkumpul di kawasan eduwisata berada di Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Mereka berkumpul untuk menanam seribu bibit pohon mangrove jenis Rhizophora mucronata itu. Penanaman ribuan pohon mangrove itu hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik dengan Wilmar Nabati Indonesia. 

Penanaman pohon ini untuk memperingati Hari Bumi 2025 ini bagian dari pelaksanaan program 100 hari Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif. Penanaman pohon di pesisir pantai itu dipimpin oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Hadir dalam kegiatan peduli lingkungan itu, Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Business Unit Head PT Wilmar Nabati Indonesia Ridwan Brandes Nainggolan, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik Sri Subaidah. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan apresiasi tinggi kepada PT Wilmar atas kepedulian dan kontribusinya dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di Gresik. Ia menegaskan sebagai wilayah industri sekaligus pesisir, Gresik sangat membutuhkan langkah-langkah strategis seperti penanaman mangrove.

“Mangrove tidak hanya penting untuk mengurangi abrasi, tapi juga memiliki kapasitas menyerap karbon empat sampai lima kali lebih besar dari hutan tropis daratan. Ini menjadi solusi nyata untuk menurunkan emisi karbon di wilayah kita,” ujar dokter Alif-sapaan-Asluchul Alif.

Kawasan ini, Ia melanjutkan, memiliki potensi besar sebagai ruang edukasi lingkungan sekaligus destinasi ekowisata berbasis komunitas yang mendukung ekonomi lokal. “Saya sangat menikmati suasana kawasan wisata mangrove Karangkiring,” katanya. 

Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menambahkan, bahwa penanaman mangrove ini tidak hanya kegiatan simbolik, tetapi juga bagian dari strategi besar Pemkab Gresik dalam menekan emisi gas rumah kaca melalui pendekatan berbasis ekosistem.

“Penanaman mangrove ini merupakan bagian dari kontribusi nyata terhadap target penurunan emisi gas rumah kaca, khususnya dari sektor blue carbon. Ini sejalan dengan Nawa Kars, khususnya pilar Pesona Gresik yang mendorong pengembangan dan revitalisasi ekowisata,” ujarnya.

Penanaman mangrove ini melibatkan sebanyak 111 orang dari berbagai elemen masyarakat, termasuk unsur pemerintah, dunia usaha, dan komunitas lokal. Berdasarkan data Aksara 2024, potensi penurunan emisi dari penanaman mangrove di Kabupaten Gresik tercatat sebesar 2.311.054 ton CO₂ ekuivalen, dari total estimasi emisi sebesar 10,2 miliar ton CO₂ ekuivalen. Angka ini menunjukkan betapa strategisnya langkah rehabilitasi kawasan pesisir untuk keberlanjutan lingkungan.

Business Unit Head PT Wilmar Nabati Indonesia Ridwan Brandes Nainggolan, mengungkapkan bahwa PT Wilmar merasa bangga atas kolaborasi berbagai pihak yang memungkinkan kegiatan ini dapat terwujud. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen PT Wilmar dalam mendukung pelestarian lingkungan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

“Sejak tahun 2016, PT Wilmar telah menanam sekitar 10 ribu pohon mangrove dan berkomitmen untuk terus melanjutkan kegiatan ini secara berkelanjutan setiap tahunnya,” ungkapnya. (yad)

Wilmar & Pemkab Gresik Kolaborasi Tanam Seribu Mangrove di Pesisir Karangkiring  Selengkapnya

Ada Peleton Khusus Bumil di Pelatihan PBB Ratusan CPNS di Gresik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 474 Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS di Pemerintahan Kabupaten atau Pemkab Gresik menjalani pembinaan fisik. Pembinaan peraturan baris berbaris atau PBB ini diinisiasi oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia BKPSDM Gresik.

Kepala BKPSDM Gresik Agung Endro Dwi Setyo Utomo mengatakan pembinaan mental dan fisik sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai kedisiplinan kepada para ASN. “Sebagai ASN, kita harus siap menghadapi berbagai tantangan, baik di dalam maupun di luar ruangan. Pengabdian sejati juga tercermin dari kesiapan melayani di lapangan, seperti yang dilakukan oleh Satpol PP, Damkar, dan instansi lainnya,” ujar Agung Endro pada Rabu, 30 April 2025.

Selain kesehatan mental dan fisik, imbuhnya, integritas harus selalu diutamakan, serta loyalitas dijunjung tinggi dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara. “Saya berharap melalui kegiatan ini, para peserta mampu memberikan kontribusi nyata dan positif di lingkungan OPD masing-masing, dengan mengimplementasikan nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab dalam setiap tugas yang diemban,” tambahnya.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan latihan baris-berbaris dan lari sebanyak tiga putaran sebagai bagian dari tes kedisiplinan. Latihan ini dipandu langsung oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan berlangsung tertib. Kegiatan ditutup dengan sesi pendinginan (cooling down) yang didampingi oleh petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran.

Menariknya, panitia juga menyediakan peleton khusus bagi ibu hamil atau Bumil, peserta dengan kondisi kesehatan tertentu, dan penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian terhadap keberagaman kondisi fisik peserta.

Melalui kegiatan ini, BKPSDM berharap dapat membentuk karakter ASN yang disiplin, tangguh, dan siap menjalankan tugas pelayanan publik dengan semangat pengabdian. (yad)

Ada Peleton Khusus Bumil di Pelatihan PBB Ratusan CPNS di Gresik Selengkapnya

Pemkab Gresik Tanggung Biaya Pendirian Koperasi Desa Merah Putih se- Gresik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 239 unit koperasi desa atau kelurahan Merah Putih se-Kabupaten Gresik segera dalam proses pengesahan badan hukum di Kementerian Hukum dan Hak Asasi atau Menkumham Republik Indonesia. 

Pemkab Gresik gerak cepat dengan menanggung semua biaya pendirian koperasi Merah Putih itu. Biaya pendirian ratusan koperasi itu diurus oleh 37 Notaris Pencatat Akta Koperasi atau NPAK ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Gresik 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani,  menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik bergerak cepat dan responsif dalam menindaklanjuti Instruksi Presiden terkait penguatan koperasi.

“Kami tancap gas merealisasikan pembentukan Koperasi Merah Putih secara serentak di seluruh pelosok desa dan kelurahan. Ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah gerakan ekonomi akar rumput yang bertujuan menggali potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Gresik,” tegas Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani di forum rapat koordinasi daerah atau Rakorda Pendirian Koperasi Merah Putih Desa dan Kelurahan Se-Kabupaten Gresik di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP pada Jumat, 25 April 2025.

Lebih lanjut, Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi dan kerja keras seluruh pihak yang terlibat.

“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para camat, kepala desa, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta semua pihak yang telah bahu-membahu mendampingi proses pembentukan koperasi ini. Semangat kolaborasi dan gotong royong yang kita saksikan hari ini adalah cerminan optimisme Gresik dalam membangun fondasi ekonomi desa yang kuat melalui koperasi,” katanya.

Keberhasilan monumental ini bukanlah hasil dari upaya sesaat. Pemerintah Kabupaten Gresik telah menerbitkan panduan teknis komprehensif melalui Surat Bupati Nomor 197 Tahun 2025, yang dilengkapi dengan template administrasi standar untuk mempermudah tahapan pendirian koperasi. 

Sebagai wujud komitmen penuh, seluruh biaya pengajuan badan hukum koperasi untuk 330 desa dan 26 kelurahan ditanggung sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gresik. Pada Rakorda Pendirian Koperasi Merah Putih itu, sebanyak 239 desa/kelurahan telah mengajukan pendirian koperasi dan dilayani 37 notaris.  Jumlah sekitar 67 persen dari target 356 desa/kelurahan. 

Seperti diberitakan pengajuan pendirian koperasi merah putih massal yang diinisiasi oleh Pemkab Gresik ini, menurut staf ahli Menteri Koperasi UKM Rudi Wijaya sebuah fonomena baru dan terbanyak di Indonesia. “Setahu saya (pembentukan dan pendaftaran koperasi terbanyak) pertama di Indonesia,” ujar Staf Ahli dari Kementerian Koperasi RI Rudi Wijaya ketika menjadi pembicara dalam acara tersebut pada Jumat, 25 April 2025.

“Yang sudah dilakukan oleh Pemkab Gresik bisa menjadi tonggak sejarah dan saya berharap bisa diikuti oleh desa-desa lainnya di Indonesia,” katanya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, turut menambahkan perspektif penting dalam kesempatan tersebut. Ia menekankan bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih bukanlah untuk berkompetisi dengan koperasi yang telah eksis, melainkan untuk memperkuat keseluruhan ekosistem perkoperasian di Gresik.

“Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ini diharapkan dapat menjadi pilar penyangga dan memberikan dukungan bagi koperasi-koperasi yang sudah ada. Anggota koperasi wanita, KUD, maupun koperasi petani tetap memiliki peluang untuk bergabung. Bahkan, KDMP berpotensi berperan sebagai local lender dan menjalin kemitraan strategis melalui joint venture untuk membentuk unit usaha bersama, seperti unit penggilingan gabah,” jelas Wakil Bupati Alif.

Ditempat sama, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan atau Koperindag Gresik  Darmawan mengungkapkan pihaknya 

berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta para camat untuk mengawal secara intensif setiap musyawarah desa (musdes) dan rapat pendirian koperasi.

Pendampingan dilakukan melalui berbagai metode, baik pertemuan tatap muka langsung maupun melalui platform telekonferensi. Untuk mempercepat proses legalisasi, Pemerintah Kabupaten Gresik juga menggandeng 37 Notaris Pencatat Akta Koperasi (NPAK) yang secara strategis ditugaskan mendampingi setiap kecamatan.

Dengan keberhasilan membentuk 239 koperasi dalam waktu singkat, Kabupaten Gresik semakin mengukuhkan posisinya sebagai pionir nasional dalam gerakan pemberdayaan ekonomi desa berbasis koperasi. Pemerintah Kabupaten Gresik menargetkan seluruh proses pembentukan koperasi dapat diselesaikan 100% pada pekan pertama Mei 2025, sebelum pengesahan badan hukum secara final dilakukan pada bulan Juni mendatang. (yad)

Pemkab Gresik Tanggung Biaya Pendirian Koperasi Desa Merah Putih se- Gresik Selengkapnya

Meriah, Pekan Kebudayaan Gresik Pertama di Islamic Center 

GRESIK,1minute.id – Pekan Kebudayaan Daerah atau PKD Gresik resmi ditutup oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. PKD selama 3 hari, mulai 24-26 April 2025 ini dihelat di Islamic Center di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang. 

PKD kali pertama yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga atau  Disparekrafbudpora Gresik upaya pelestarian dan promosi budaya lokal berlangsung meriah.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan PKD 2025 merupakan bentuk nyata dari pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan budaya daerah yang menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Acara ini merupakan wujud dari pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan budaya daerah yang menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya. Beragam kegiatan dihadirkan dalam acara ini, di antaranya, Lomba Invitasi Dolanan Rakyat dan Lomba Hadrah Al-Banjari, yang diharapkan dapat memperkuat rasa cinta masyarakat terhadap warisan budaya lokal.

Kepala Disparekrafbudpora Gresik Saifudin Ghozali, menambahkan bahwa dalam rangkaian kegiatan PKD 2025, juga telah berhasil disusun Peta Budaya Kabupaten Gresik serta dibahas rancangan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Kemajuan Kebudayaan Daerah.

Pemerintah Kabupaten Gresik berharap Pekan Kebudayaan Daerah dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun dengan menampilkan lebih banyak kekayaan budaya lokal, sehingga dapat memperkuat identitas budaya serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelestariannya.  (yad)

Meriah, Pekan Kebudayaan Gresik Pertama di Islamic Center  Selengkapnya

Bupati Gresik Gelar Rakorda, Staf Ahli Menkop Sebut Pendirian Koperasi Merah Putih di Gresik Terbanyak di Indonesia 

GRESIK,1minute.id – Pemerintahan Kabupaten atau Pemkab Gresik menggelar Rapat Koordinasi Daerah atau Rakorda Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Gedung Wahana Ekspresi Poespone atau WEP pada Jumat, 25 April 2025.

Rakorda pembentukan koperasi di awal 2025 ini, Pemkab Gresik telah mencatat sejarah baru. Catatan sejarah itu, antara lain,  pendiri Koperasi Merah Putih terbanyak di Indonesia sebanyak 239 koperasi desa/kelurahan dalam sehari. Pendirian koperasi secara massal itu,  dilayani puluhan Notaris/PPAT se-Kabupaten Gresik. 

“Setahu saya (pembentukan dan pendaftaran koperasi terbanyak) pertama di Indonesia,” ujar Staf Ahli dari Kementerian Koperasi RI Rudi Wijaya ketika menjadi pembicara dalam acara tersebut pada Jumat, 25 April 2025.

Rudi hadir khusus untuk menyaksikan antusiasme para kepala desa dan lurah di Kota Santri-sebutan lain- Kabupaten Gresik dalam pembentukan Koperasi Merah-Putih yang diinisiasi oleh Presiden ke-8 Indonesia Prabowo Subianto. Koperasi Merah-Putih, satu diantaranya Progrqm Asta Cita Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Pendaftaran koperasi dilakukan di gedung WEP pertama. Sedangkan, rakorda dihelat di WEP II. Rudi Wijaya menyebutkan, permodalan Koperasi Merah Putih, bisa berasal dari lima sumber, yakni APBN, APBD, Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara, iuran anggota dan pengurus serta sumbangan yang tidak mengikat.

“Yang sudah dilakukan oleh Pemkab Gresik bisa menjadi tonggak sejarah dan saya berharap bisa diikuti oleh desa-desa lainnya di Indonesia,” katanya. 

FOTO BARENG : Bupati bersama Wabup Gresik, Fandi Akhmad Yan i-Asluchul Alif serta Forkopimda dalam Rakorda Pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Gedung WEP II pada Jumat, 25 April 2025 ( Foto ,: Guslan Gumilang/1minute.id)

Ia menegaskan pembentukan Koperasi Merah Putih se-Indonesia ditargetkan hingga sebanyak 80 ribu ini untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Jadi bukan untuk Presiden Prabowo. “Pengurus dan anggota koperasi bisa gemuyo itu yang diinginkan presiden Prabowo,” tegasnya. 

Rakorda Pembentukan Koperasi Merah-Putih yang dihadiri langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik  Asluchul Alif, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, serta jajaran Forkopimda ini berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.

Turut hadir Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyani, Staf Ahli Kementerian Koperasi dan UKM Rudi Wijaya, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau PMD Pemprov Jatim dan Dinas Koperasi dan UMKM Pemprov Jawa Timur, serta para camat, kepala desa/lurah se-Kabupaten Gresik, dan kepala perangkat daerah terkait.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan Pemkab Gresik berkomitmen untuk mewujudkan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Antara lain, Program Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis atau MBG dan Koperasi Merah Putih. 

“Kami mengapresiasi camat, kepala OPD, dan para kepala desa yang telah maraton melaksanakan musdes (musyawarah desa) penyusunan struktur Koperasi Merah Putih di wilayah masing-masing. Ini merupakan bentuk nyata semangat gotong royong dan dukungan dari tingkat lokal,” ujar Bupati Yani.

ANTUSIASME PESERTA: Suasana sebelum Rakorda Pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah-Putih di Gedung WEP II pada Jumat, 25 April 2025 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Bupati menegaskan bahwa sistem Koperasi Merah Putih bukan sekadar agenda administratif, melainkan gerakan ekonomi yang menyatukan potensi desa dalam wadah kewirausahaan berbasis koperasi. Ke depan, koperasi ini diharapkan dapat bersinergi dengan berbagai program lain, termasuk Sekolah Rakyat.

“Kami memiliki komitmen dan optimisme bahwa sistem koperasi ini bertujuan mulia, yakni menciptakan kesejahteraan masyarakat desa. Koperasi Merah Putih adalah rumah besar untuk berwirausaha, tentunya dengan mengangkat potensi yang dimiliki desa,” lanjutnya.

Lalu, usaha koperasi desa Merah-Putih bergerak dalam bidang apa? Gus Yani mengatakan, bidang usaha bisa disesuaikan dengan potensi desa masing-masing. Bidang usaha bisa mandiri, atau melakukan sinergi dan kolaborasi dengan koperasi atau badan usaha milik desa atau BUMDes yang lebih dulu beroperasi. 

“Sehingga pembentukan koperasi Merah-Putih ini tidak ada yang terpinggirkan,” tegas magister Mitigasi Bencana dari Unair Surabaya ini.

Ia mencontohkan, rencana pemerintah membentuk badan gizi nasional atau BGN. Salah satu program yang dikelola oleh BGN adalah program Makan Bergizi Gratis atau MBG. “Koperasi Merah Putih, desa MoU menyuplai kebutuhan untuk MBG itu,” katanya.

Gus Yani mengapresiasi rencana Pengurus Kopdes Mentaras, Kecamatan Dukun yang akan membangun tempat pengeringan padi. “Nah, sekarang Pengurus kopdes mulai kreatif. Kita pasti akan support,” katanya. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan setiap dapur yang didirikan oleh MGN bisa melayani MBG hingga 3 ribu siswa. Ia melanjutkan, pengurus koperasi harus memiliki optimisme. Sebab, Pemkab Gresik akan terus melakukan pendampingan. “Pemkab Gresik bersamq akademisi akan memberikan pendampingan dan evaluasi agar koperasi Merah-Putih berkembang,” katanya. (yad)

Bupati Gresik Gelar Rakorda, Staf Ahli Menkop Sebut Pendirian Koperasi Merah Putih di Gresik Terbanyak di Indonesia  Selengkapnya

Wabup Gresik Tinjau Irigasi Air Pertanian di Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meninjau langsung saluran irigasi pertanian di Desa Kepuhteluk, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik pada Rabu, 23 April 2025.

Peninjuan ini untuk memastikan distribusi air irigasi sesuai dengan kebutuhan para petani. Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Salah satu wujud nyatanya adalah dukungan terhadap program irigasi perpipaan di Pulau Bawean, hasil sinergi antara TNI Angkatan Darat dan Dinas Pertanian Gresik. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, menegaskan pentingnya ketepatan distribusi bantuan pertanian dan keterbukaan komunikasi antar kelompok tani. 

“Kami tidak ingin ada petani yang dirugikan. Kalau satu kali tanam butuh 25, ya harus dikasih 25. Saya minta duduk bareng antara gapoktan dan poktan. Kita perlu informasi yang valid, kalau ada kesalahan dari OPD atau hal-hal yang perlu diperbaiki, mari kita benahi bersama. Yang penting, niat kita sama-sama baik,” tegas dokter Alif-sapaan-Asluchul Alif.

Program irigasi perpipaan ini mencakup 12 desa di Kecamatan Tambak dan Sangkapura, Pulau Bawean dicanangkan langsung oleh KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Panjang jaringan pipanya  lebih dari 39 kilometer, memanfaatkan 12 titik sumber air. Total luas lahan sawah yang terairi mencapai 646 hektare.

Di Desa Kepuhteluk, ada dua sumber air utama yakni Sungai Pataroman dan Rebe-rebe telah dimanfaatkan secara optimal. Dengan total anggaran Rp 470 juta, sistem ini mampu mengairi 50 hektar lahan sawah. Irigasi ini memungkinkan petani menanam dua kali setahun bahkan di musim kemarau, karena airnya tersedia sepanjang waktu. 

Hal ini meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 1,4 menjadi 1,8, dan produktivitas padi dari 5,4 ton/ha menjadi 6,4 ton/ha. Selama ini, irigasi lahan pertanian di Pulau Bawean sistem tadah hujan. Sehingga hanya sekali panen dalam setahun.

Wabup Alif mengingat tentang pentingnya integritas dalam pendistribusian pupuk bersubsidi. “Saya titip teman-teman petani. Kalau pupuknya kurang, bilang. Jangan diperjualbelikan jika ada lebihan, karena itu harus disalurkan ke petani lain yang kekurangan. Urusannya harus benar dan betul,” tambahnya.

Sementara itu, Wawan dari Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan mengakui bahwa kendala distribusi pupuk belakangan ini disebabkan oleh cuaca. Ia menegaskan komitmen kelompoknya untuk memperbaiki distribusi agar tidak ada petani yang mengalami kekurangan pupuk di masa tanam berikutnya. (yad)

Wabup Gresik Tinjau Irigasi Air Pertanian di Pulau Bawean Selengkapnya

Wabup Gresik Asluchul Alif Serahkan Kunci Rumah Tahan Gempa di Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, secara simbolis menyerahkan kunci rumah tahan gempa kepada warga terdampak gempa bumi di Pulau Bawean. Penyerahan ini merupakan bagian dari program bantuan stimulan perbaikan dan pembangunan kembali rumah yang rusak akibat gempa bumi. 

Sebanyak 109 unit rumah dibangun dengan konstruksi tahan gempa menggunakan material bata ringan. Rumah-rumah ini didesain sesuai kebutuhan dan harapan warga, serta telah melalui uji ketahanan terhadap gempa dengan magnitudo hingga 8 skala richter. Targetnya, seluruh rumah rampung pada akhir April 2025.

“Alhamdulillah hari ini kami serahkan kunci rumah yang telah selesai dibangun. Ini adalah hasil gotong royong dan kolaborasi antara BPBD dan Dinas CKPKP. Rumah ini tidak hanya layak huni, tapi juga tahan gempa. Semoga bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga,” ujar dr. Asluchul Alif dalam sambutannya pada Selasa, 22 April 2025.

Program ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Gresik dalam pemulihan pasca-bencana dan membangun kembali kehidupan warga dengan hunian yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana.

Untuk kategori rumah rusak ringan, proses perbaikan masih terus berjalan dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Rumadi, salah satu penerima bantuan, menyampaikan rasa syukurnya. 

“Setelah diperbaiki saya senang sekali, sangat bersyukur. Kalau bukan karena bantuan dari pemerintah, tidak mungkin rumah saya bisa dibangun lagi. Selama ini saya tinggal di rumah paman saya. InsyaAllah nanti akan saya tempati bersama istri dan anak saya. Semoga tidak ada gempa lagi,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, Pulau Bawean diguncang gempa bumi berkekuatan magnitodo 6,5 pada Jumat, 22 Maret 2024. Gempa itu mengakibatkan ratusan rumah rusak. Sejak gempa pertama, gempa susulan mencapai ratusan kali hingga akhir April 2024. (yad)

Wabup Gresik Asluchul Alif Serahkan Kunci Rumah Tahan Gempa di Pulau Bawean Selengkapnya