Kado Akhir Tahun, Kabupaten Gresik Raih Predikat Kualitas Tertinggi pada Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik

GRESIK,1minute.id – Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia atau ORI Jawa Timur memberikan apresiasi terkait Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik kepada Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik.

Penghargaan untuk kategori A, Zona Hijau dengan predikat kualitas tertinggi itu diberikan Kepala Kantor Perwakilan Ombudsman Jawa Timur Agus Muttaqien kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di JW Marriot Hotel, Surabaya pada Jumat, 14 Desember 2024. Pemkab Gresik mengantongi nilai 95,88. 

Prestasi ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2023 Kabupaten Gresik memperoleh nilai 87,64 atau kualitas tinggi, pada 2022 meraih nilai 57,65 atau kualitas sedang.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini. Capaian ini, merupakan hasil kerja kolektif semua pihak dan dukungan masyarakat Gresik.

PENGHARGAAN OMBUDSMAN : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam acara Penganugerahan Hasil Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik yang diselenggarakan Ombudsman RI di Surabaya pada Jumat, 13 Desember 2024 ( Foto : Kominfo Gresik)

“Alhamdulillah, Kabupaten Gresik mendapatkan penghargaan dari Ombudsman RI. Ombudsman RI menilai bahwa pelayanan publik dan penanganan pengaduan di Kabupaten Gresik sudah luar biasa,” ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani didampingi Sekretaris Daerah atau Sekda Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Asisten Administrasi Umum Sekda Gresik Nuri Mardiana, serta jajaran kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik.

Ia menegaskan bahwa capaian ini harus menjadi motivasi bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah atau OPD untuk terus memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Proses penilaian yang dilakukan oleh Ombudsman melibatkan beberapa indikator pada sejumlah OPD sebagai lokus penilaian, termasuk DPMPTSP, Dinsos, Dinkes, Dispendukcapil, dan Puskesmas. 

Beberapa indikator tersebut meliputi, Dimensi Input (Kompetensi pelaksana dan ketersediaan sarana prasarana), Dimensi Proses (Standar pelayanan yang diterapkan), Dimensi Output (Persepsi terhadap maladministrasi dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), dan Dimensi Pengaduan (Penanganan dan pengelolaan pengaduan masyarakat).

Peningkatan nilai yang diraih Kabupaten Gresik merupakan hasil dari upaya bersama seluruh elemen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik yang responsif, akuntabel, dan berkualitas. Ia mencontohkan Command Center di Kantor Bupati Gresik. 

PENGHARGAAN OMBUDSMAN : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (tengah) didampingi Sekda Gresik Washil Miftachul Rachman serta para kepala OPD usai acara Penganugerahan Hasil Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik yang diselenggarakan Ombudsman RI di Surabaya pada Jumat, 13 Desember 2024 ( Foto : Kominfo Gresik)

Command Center tersebut menjadi pusat kendali layanan berbasis digital untuk memantau kinerja pelayanan publik dan pengaduan masyarakat serta layanan kedaruratan secara real-time.

Fasilitas pengaduan masyarakat atau Dumas ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik.

Dengan pencapaian ini, Kabupaten Gresik optimis untuk terus melangkah maju, menghadirkan pelayanan yang semakin prima dan memenuhi harapan masyarakat. “Capaian ini adalah bukti kerja keras bersama. Kami berkomitmen untuk terus melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” pungkas Gus Yani. (yad/adv)

Kado Akhir Tahun, Kabupaten Gresik Raih Predikat Kualitas Tertinggi pada Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Selengkapnya

Wabup Gresik Aminatun Habibah : Menuju Three Zero 2030, Stigma & Diskriminasi ODHA Jadi Tantangan

GRESIK, 1minute.id – “Saat ini yang menjadi tantangan terbesar adalah stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA),” ujar Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dalam sarasehan Peringatan Hari AIDS Sedunia 2024 di Aula Dhurung Bawean, Kompleks Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 12 Desember 2024.

Sarasehan yang diinisiasi oleh Komisi Penanggulangan AIDS atau KPA Kabupaten Gresik diikuti ratusan orang mengusung tema “Hak Setara Untuk Semua, Bersama Kita Bisa”. 

Wabup Aminatun Habibah melanjutkan, salah satu persoalan bangsa yang belum bisa teratasi dan belum bisa terurai dengan baik sampai saat ini adalah penyebaran virus HIV/AIDS. 

“HIV/AIDS menjadi permasalahan tidak hanya sebatas sisi kesehatan saja. Tetapi juga menjadi perhatian sosial, politik, agama, hingga ekonomi,” ucap Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.

Dia mengatakan,selaras dengan tema Hari AIDS Sedunia 2024, “Hak Setara Untuk Semua dan Bersama Kita Bisa”, diharapkan orang dengan HIV (ODHIV), Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan Anak dengan HIV/AIDS (ADHA) bisa mendapat hak-haknya dan menjalani hidup secara mandiri. “Saat ini yang menjadi tantangan terbesar adalah stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA),” ujarnya.

Wabup menambahkan, tema ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan yang inklusif dalam pemenuhan hak-hak setiap individu. Termasuk akses terhadap layanan kesehatan yang setara tanpa stigma dan diskriminasi.

Menurutnya, dengan mengeliminasi stigma dan diskriminasi menjadi upaya penting dalam keberhasilan penanggulangan HIV AIDS menuju three zero pada 2030. Upaya ini sangat membutuhkan dukungan lintas program maupun lintas sektor

“Saya berharap kepada jajaran kesehatan, duta peduli HIV/AIDS, OPD, lembaga dan mitra terkait dapat mengambil peran aktif dalam memberikan edukasi dan sosialisasi. Serta melaksanakan berbagai kegiatan yang mendukung penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Gresik,” tegas Bu Min. 

Selain kolaborasi dan sinergi dengan semua stakeholder, Wabup Gresik Bu Min berharal sosialisasi semakin intens untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. 

“Mudah-mudahan melalui sarasehan ini kita dapat memperkuat komitmen bersama dalam pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Gresik,” tandasnya.

Total kasus baru sejak 2019 hingga Oktober 2024 sejumlah 667 kasus padahal target Pemerintah Kabupaten Gresik pada 2030 harus nol kasus, three zero. Nol kasus HIV AIDS, nol kematian dan nol Diskriminasi. Melalui sarasehan ini Gresik bisa mengurangi HIV/AIDS. 

Di tempat sama, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS atau KPA Kabupaten Gresik dr. Adi Yumanto menambahkan, pada awal 2024 kegiatan KPA lebih kepada pencegahan. Selain itu memberikan pelatihan kepada duta peduli dan kegiatan rutin lainnya. Seperti penyuluhan kesehatan, sosialisasi ke sekolah dan luar sekolah hingga sarasehan. 

“Menyambut Hari AIDS Sedunia, upaya pencegahan HIV/AIDS tidak harus dilakukan KPA maupun duta peduli saja. Namun perlunya langkah strategis berbasis kolaborasi dengan pendekatan pentahelix,” kata pensiunan ASN yang pernah menjabat Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau KBPPPA Gresik itu. 

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah juga turut menyerahkan bantuan secara simbolis dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gresik yang diberikan kepada ODHA dan ADHA. (yad)

Wabup Gresik Aminatun Habibah : Menuju Three Zero 2030, Stigma & Diskriminasi ODHA Jadi Tantangan Selengkapnya

Ganggu Tibum Tranmas, Pol PP Gresik Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Gresik Kota

GRESIK,1minute.id – Mobil patroli Satuan Polisi Pamong Praja atau Sat Pol PP Gresik berjaga di Jalan Gubernur Suryo, Gresik, Jawa Timur pada Kamis, 12 Desember 2024.

Sejumlah anggota penegak peraturan daerah atau Perda Gresik berdiri mengawasinya. Pagi itu, sekitar pukul 09.10 WIB, tidak ada pedagang kaki lima yang biasa membuka lapak dagangannya berjualan di trotoar jalan. Mereka tampak tertib.

Penjagaan dilakukan oleh Sat Pol PP Gresik karena khawatir pedagang kaki lima balik kucing. Satuan Pol PP Gresik melakukan penertiban pedagang kaki lima atau PKL  mulai Rabu, 11 Deaember 2024 pukul 23.00 WIB hingga Kamis, 12 Deaember 2024 pukul 03.45 WIB. Penertiban PKL ini dilakukan karena mereka berjualan diatas trotoar dan parkir liar. Mereka dianggap melanggar ketertiban umum.

“Penertiban dilakukan berdasarkan Perda nomor 02 tahun 2022 tentangbTibum Tranmas (ketertiban umum dan ketentraman masyarakat),” ujar Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja atau Sat Pol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga pada Kamis, 12 Desember 2024.

Sasaran penertiban, katanya, pedagang kaki lima dan parkir liar di sepanjang Jalan Usman Sadar hingga Jalan Gubernur Suryo, Kecamatan/Kabupaten Gresik. Penertiban dilakukan menjelang dini hari itu, karena banyak pedagang berjualan di trotoar jalan. Selain di trotoar banyak pedagang menggunakan mobil pikap parkir dan berjualan. 

“Aktivitas mereka menggunakan trotoar mengganggu tibum tranmas,” tegasnya. Maraknya, penjual itu mengakibatkan kemacetan. “Parkir liar,” tegasnya. Aktivitas PKL dan parkir liar itu, mengakibatkan banyak pedagang di dalam Pasar Baru Gresik  mengeluh sepi. 

“Dengan adanya kegiatan penertiban pedagang  yang berlokasikan  di Jalan Usman Sadar dan Jalan Gub. Suryo ini karena banyaknya pengaduan dari masyarakat sehingga dari pihak Dinas Satpol pp harus turun tangan guna penertiban,” tegasnya. Dalam penertiban ini, Sat Pol PP Gresik bersinergi dengan tim URC Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Kodim 0817/Gresik, Garnisun dan Polres Gresik. “Penertiban berjalan lancar dan aman,” ujarnya.

Biasanya, pascapenertiban petugas Pol PP pulang pedagang balik kucing. Akan tetapi, Pol PP Gresik tetap melakukan pengawasan sehingga hingga pukul 10.00 WIB terlihat masih tertib. (yad)

Ganggu Tibum Tranmas, Pol PP Gresik Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Gresik Kota Selengkapnya

Kolaborasi Dinkes dan PWI Gresik, Pengentasan Stunting Harus Libatkan Semua Stakeholder

GRESIK,1minute.id – Pengentasan stunting, masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik. Saat ini, angka prevelensi stunting di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik masih di angka 15,7 persen pada semester I/2024.

Brrdasarkan Perda nomor 9/2023, ditargetkan penurunan angka stunting pada 2024 sebesar 10 persen di sisa 21 hari lagi. Dinas Kesehatan atau Dinkes Gresik dan Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Gresik menggelar diskusi kolaborasi dalam rangka menekan angka stunting di Gresik pada Selasa, 10 Desember 2024.

Diskusi di helat di Sekretariat PWI Gresik di Jalan A.I.S Nasution, Gresik dipimpin oleh Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono dan dihadiri puluhan anggota.

Deni menyebut, berdasarkan data bahwa prevalensi stunting di Gresik pada semester I/2024 masih di angka 15,7 persen. Dan ditargetkan turun hingg angka 10 persen sebagaimana Perda Nomor 9 Tahun 2023.

“Berdasarkan data masih ada 22 desa di 9 kecamatan dengan angka prevalensi stunting tinggi. Kerentanannya pada ibu miskin, ibu remaja, keluarga terisolasi hingga hambatan tradisi dan budaya,” ungkap Deni.

Ia melanjutkan, upaya penurunan angka stunting menghadapi tantangan yang kompleks. Mulai dari keterbatasan akses hingga kendala edukasi dan sosialisasi. 

“Dalam upaya penurunan stunting ini, kita sebagai jurnalis atau wartawan mempunyai peran yang penting. Salah satunya dalam hal edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat,” imbuhnya.

Edukasi dan sosialisasi ini dapat melalui informasi atau pemberitaan pencegahan stunting, angkat cerita keberhasilan penanganan stunting sebagai inspirasi dan mendorong lahirnya kebijakan pro stunting. 

“Yang perlu digarisbawahi bahwa, persoalan stunting ini adalah sesuatu yang kompleks. Tidak bisa hanya Dinas Kesehatan atau satu instansi saja, jadi kami mendorong kolaborasi seluruh stakeholder seperti Dinas Pendidikan, KBPPPA dan lainnya dalam rangka percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Gresik,” tutupnya.

Dalam diskusi ini juga disoroti terkait anomali data prevalensi stunting dengan kondisi di lapangan. Diperlukan data yang valid agar penanganan stunting berjalan secara optimal. Serta optimalisasi pencegahan stunting mulai dari anak remaja. Salah satunya pengawasan pemberian vitamin kepada remaja hingga pencegahan pernikahan dini. Permasalahan kompleks akan terurai dengan kolaborasi bersama-sama. (yad/gus)

Kolaborasi Dinkes dan PWI Gresik, Pengentasan Stunting Harus Libatkan Semua Stakeholder Selengkapnya

Ada Tari Masmundari di Penutupan JAF 2024, Luhur Kayungga ; Kesenian di Gresik Terawat dan Menginspirasi

GRESIK,1minute.id – Gelaran Jatim Art Forum atau JAF 2024 berakhir pada Sabtu malam, 7 Desember 2024. Penutupan event kolaborasi Dewan Kesenian Jawa Timur atau DKJT,  dan Dewan Kebudayaan Gresik atau DKG serta Disparekrafbudpora Gresik ini meriah.

Gresik yang menjadi sohibul bait menampilkan sejumlah karya kesenian dan budaya yang berlangsung 4 hari, mulai 4-7 Desember 2024. Kegiatan itu, berpusat di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), dan area makan Poesponegoro. 

Pada malam penutupan dipusatkan di GNI beberapa seni tarian ditampilkan. Mulai dari tari Masmundari, Giri Gisik, Memoria Lentera, Seni Mustika Giri, dan Gresik Lila Ing Batos. Puncaknya launching buku Ensiklopedia Membaca Gresik, dan penampilan Ludruk Pangastapa Karsa.

Ketua Pelaksana Luhur Kayungga mengatakan, program Jatim Art Forum ini, sudah sudah terlaksana satu dekade oleh DKJT. Pada 2024 ini, terpilih Kabupaten Gresik sebagai tuan rumah. Hal tersebut tidak lepas dari potensi Kabupaten Gresik, yang punya sejarah budaya yang panjang dari masa lampau. 

“Di Gresik ini, kebudayaan masih tetap bertahan seiring dengan perubahan zaman. Artinya di Gresik masih mempertahankan dan melestarikan kebudayaan. Seperti Prularisme, perdagangan yang maju sudah ada, agamis pun sudah kuat dari sejarah masa lalu. Begitu juga dengan kebudayaan yang lain, tumbuh seiring berkembangnya zaman,” ungkapnya. 

Menurut dia, beberapa kegiatan kesenian dan kebudayaan di Gresik masih terawat, bahkan dari kegiatan ini Gresik selalu menginspirasi. “Dari kegiatan ini, menjadi titik tolak atau tonggak, bahwa kita perlu belajar dari Gresik berbagai hal. Bagaimana kebudayaan dan tradisi itu masih terawat,” jelasnya. 

“Bagaimana satu wilayah di Gresik melakukan perkembangan kebudayaan, tapi prinsip yang dipertahankan. Semisal dengan Icon Kota Santri dengan banyak industrialisasi, dan masyarakat urban. Campur aduk budaya dari berbagai bangsa dan suku, disini bisa tersharing oleh masyarakatnya,”sambungnya. 

Selain itu, lanjut dia, di Kabupaten Gresik ini, tidak hanya kesenian tradisi saja yang tumbuh, ada juga kesenian modern atau kontemporer. Artinya dinamika tumbuh. 

Sedangkan untuk tema besar dalam acara ini, “Damar Kurung Eksplore”. Tidak lepas dari ikon yang ada di Gresik. Juga bentuk pembelajaran dari Mbah Masmundari. 

“Kita belajar Damar kurung atau mbah Masmundari. Bagaimana berkesenian melakukan potret sosial , meskipun dalam usianya 100 lebih. Kesenian melakukan intensitas, dan kepekaan, dan imajinasi. Itu pengembangan yang diajarkan oleh mbah Masmundari. Bagaimana menggambarkan karyanya imajinatif,” paparnya. 

Besar harapan, dari kegiatan ini menjadi pemantik dan sharing kepada masyarakat, khususnya masyarakat kesenian untuk bisa termotivasi agar terus berkarya, dan berkembang dan mengakar dengan akar budaya. 

“Sehingga tidak gampang terombang ambing dengan tren dan isu kenenian meutakhair. Ada hal yang yang harus mengakar. Akar itu menjadi satu hal yang kuat, meliputi sejarah dan budaya,”pungkasnya. (yad)

Ada Tari Masmundari di Penutupan JAF 2024, Luhur Kayungga ; Kesenian di Gresik Terawat dan Menginspirasi Selengkapnya

ODGJ Bakar Pakaian, Warga Sekampung dan Petugas Damkarmat Gresik Panik

GRESIK,1minute.id – Seorang ODGJ bernama Choirul Anam berulah pada Jumat malam, 6 Desember 2024. Ulah pemuda 30 tahun itu membikin warga sekampung panik. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik turun tangan.

Lalu apa yang dilakukan oleh Choirul Anam, orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ itu? Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono menceritakan, pada Jumat, 6 Desember 2024 sekitar pukul 20.58 WIB, seorang warga bernama Budi, warga di Jalan Masjid Jami Baitul Muttaqin Leran, Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur melihat ada asal di rumah Choirul Anam. 

Choirul Anam, penghuni rumah berdinding tembok yang belum di plester semen seorang ODGJ. Asap yang keluar dari celah angin-angin rumah semakin banyak. Melihat kondisi itu, warga ingin menyelamat penghuni rumah yang sebatang kara itu. 

Namun, warga khawatir pemilik rumah yang diketahui mengidap ODGJ itu marah. “Sehingga warga kemudian melaporkan ke kami, damkar Gresik,” kata Suyono pada Sabtu, 7 Desember 2024. Sebanyak 7 personil dengan satu unit mobil damkar dan satu unit mobil suplai air tiba di lokasi kejadian pukul 21.20 WIB. 

Kondisi asap dalam rumah Anam semakin tebal. Warga memecah kaca rumah untuk menyelamatkan korban Anam. Petugas Dankarmat melakukan penyemprotan air. “Korban Anan pingsan diduga terlalu banyak menghirup asap,” kata mantan Asisten bidang Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Gresik. 

Lalu mengapa ada asap di rumah korban Choirul Anam ? “Korban membakar pakaian dan merembet ke almari rumah,” katanya. Kejadian yang dialami Choirul Anam ini menambah panjang kejadian kebakaran di kota Industri-sebutan lain- Kabupaten Gresik ini. Data Damkarmat Gresik ada 13 kebakaran per 6 Desember 2024. Artinya, di musim hujan ini, rata-rata ada 2 kali kejadian kebakaran. (yad)

ODGJ Bakar Pakaian, Warga Sekampung dan Petugas Damkarmat Gresik Panik Selengkapnya

Pol PP Gresik dan Bea Cukai Razia Peredaran Miras di Pulau Putri. Ini Hasilnya

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Pamong Praja atau Sat Pol PP Gresik kembali melakukan razia peredaran minuman keras pada Jumat malam, 6 Desember 2024. Kembali menemukan warung kopi atau kafe yang menyediakan minuman yang dilarang beredar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Razia peredaran miras atau minuman beralkohol ini sudah berulangkali. Seperti, jamur di musim hujan. Satu terkena razia, puluhan lainnya menyediakan miras. Seakan tidak ada unsur jera. 
Razia peredaran miras kali ini dilakukan di Pulau Bawean, tepatnya di Desa Teluk Sungai, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Razia dilakukan oleh Sat Pol PP Gresik bersama Bea Cukai Gresik dimulai pukul 21.30 WIB.

Ada tiga warung atau kafe yang menjadi sasaran razia penegakan Peraturan Daerah atau Perda Gresik nomor 15/2002 yang telah diubah dengan Perda Gresik nomor 19/2004 tentang Pelarangan Peredaran Miras.

Menurut Kepala Sat Pol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga, razia dilakukan berawal dari pengaduan masyarakat adanya warung/cafe yg menyediakan miras.  Selain itu,  permintaan para tokoh masyarakat ttg maraknya warkop/cafe & miras di Bawean.

Berdasarkan pengaduan tersebut, sejumlah personil Pol PP Gresik diterjunkan untuk melakukan penyelisikan warung dan kafe yang menyediakan miras di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean. Hasil penyelidikan ada tiga warung dan kafe yang terindikasi menyediakan miras.”Akan tetapi, setelah kami lakukan penertiban hanya satu kafe yang ditemukan menyediakan miras,” kata Sinaga pada Sabtu, 7 Desember 2024. 

Di kafe & resto itu, terangnya, ditemukan barang bukti 5 botol miras jenis Anggur Merah, 1 botol miras Anggur Biru, 4 botol miras Anggur Merah sudah kosong dan 2 teko  campuran miras. “Barang Bukti telah kita sita dan pelayan kafe serta pemilik cafe kita bawa ke Kantor Kecamatan Sangkapura untuk permintaan BAP dan pembinaan,” tegasnya. (yad)

Pol PP Gresik dan Bea Cukai Razia Peredaran Miras di Pulau Putri. Ini Hasilnya Selengkapnya

JAF 2024, Bupati Fandi Akhmad Yani : Gresik adalah Simbol Harmoni dan Keseimbangan

GRESIK,1minute.id – Jatim Art Forum atau JAF 2024 resmi di buka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Gedung Nasional Indonesia pada Rabu malam, 4 Desember 2024. Untuk kali pertama event yang diprakarsai Dewan Kesenian Jawa Timur ini digelar di Kota Santri-sebutan lain- Kabupaten Gresik JAF 2024 mengusung tema “Damar Kurung Explore” itu.

Event seni dan kebudayaan terbesar di penghujung tahun digelar sampai 7 Desember 2024. Gresik menjadi pusat perhatian pencinta seni dan kebudayaan di Jatim maupun nasional. Ada dua venue untuk gelaran hasil kolaborasi Dewan Kebudayaan Gresik dengan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga atau Disparekrafbudpora Gresik itu. Tiga tempat itu adalah Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP ; dan Gedung Nasional Indonesia atau GNI. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menyampaikan bahwa JAF 2024 adalah momentum penting untuk memperkuat identitas budaya Gresik sebagai kota dengan sejarah dan peradaban yang kaya.

“Kabupaten Gresik memiliki warisan sejarah panjang yang menjadi kebanggaan kita bersama. Melalui acara ini, kita tidak hanya merayakan seni dan budaya tetapi juga menunjukkan komitmen menjaga identitas lokal yang menjadi jati diri bangsa. Mudah-mudahan ini juga membawa kesejahteraan bagi seniman dan budayawan Gresik,” ujar Gus Yani – sapaan akrab – Fandi Akhmad Yani.

Gresik adalah simbol harmoni dan keseimbangan. Membaca Gresik bukan hanya soal data sejarah, tetapi soal memahami wacana intelektual yang menjembatani budaya Cina dan Arab. “Kota ini mengajarkan kita untuk melihat keragaman sebagai kekuatan,” ujarnya sambil mencontohkan akulturasi budaya yang heterogen di Gresik Kota Lama atau GKL hingga saat ini.

BUKAN LAMPION : Damarkurung menghiasi Kampung di Jalan H.Samanhudi, Kecamatan / Kabupaten Gresik pada Desember 2023 . ( Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Pada kesempatan itu, Gus Yani mewacanakan untuk memberikan apresiasi kepada Maeatro Damarkurung Mbah Masmundari. Nama pelukis Damarkurung yang ikonik akan dijadikan nama museum art digital yang ada dalam kompleks Masjid KH Robbach Ma’sum di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang.

Pembangunan museum art digital itu diperkirakan rampung akhir tahun depan. “Mungkin museum itu bisa diberinama pelukis damarkurung,” katanya. Damarkurung menjadi tema di JAF 2024.

Damarkurung memiliki karakteristik yang unik di antara lentera yang ada di belahan di dunia. Keunikan Damarkurung itu, di antaranya, berbentuk kubus memiliki epmat sisi ;  memiliki hiasan pada atas berbentuk segitiga siku-siku kembar atau segitiga sama sisi kembar yang membentuk huruf “M” pada atas lentera ;  memiliki penyangga pada bawah lenteradi lapisi kertas dengan gambar dua dimensi.

“Lukisan damarkurung ini menceritakan sosial budaya masyarakat Kabupaten Gresik, beliau menceritakan isi hati dari pikirannya di entera tersebut yang namanya Damarkurung,” kata Gus Yani.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur Taufik Hidayat, menyatakan bahwa Gresik merupakan suatu simbol harmoni dan keseimbangan.

“Gresik adalah simbol harmoni dan keseimbangan. Membaca Gresik bukan hanya soal data sejarah, tetapi soal memahami wacana intelektual yang menjembatani budaya Cina dan Arab. Kota ini mengajarkan kita untuk melihat keragaman sebagai kekuatan,” ujarnya. (yad)

JAF 2024, Bupati Fandi Akhmad Yani : Gresik adalah Simbol Harmoni dan Keseimbangan Selengkapnya

Pilkada Aman dan Lancar, Bupati Gresik & BAZNAS Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim dan Duafa

GRESIK,1minute.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gresik menggelar kegiatan doa bersama dan santunan kepada anak yatim dan duafa pada Jumat, 28 November 2024. 

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Al Inabah Kompleks Kantor Bupati Gresik itu sebagai wujud rasa syukur pemilihan kepala daerah atau Pilkada Serentak (Pemilihan Gubernur Jatim dan Pemilihan Bupati Gresik) berjalan aman dan lancar.

Berdasarkan hasil perhitungan cepat, Paslon Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-dr Asluchul Alif unggul dengan memperoleh 365.714 suara 59,73 persen. Sedangkan, kolom kosong mendapatkan 246.530 suara atau 40,27 persen. Angka itu berasal dari 1.867 dari 1.868 tempat pemungutan suara atau TPS atau 99,95 persen.

Ratusan anak yatim dan duafa menghadiri doa bersama dan santunan yang dibuka langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani itu. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Gresik memberikan santunan kepada 500 anak yatim sebesar Rp 100 juta dan bantuan sosial untuk duafa sebanyak 2,5 ton beras.

Dana tersebut berasal dari Bupati Fandi Akhmad Yani, yang disalurkan melalui BAZNAS Gresik untuk kemudian diberikan kepada kelompok yang membutuhkan. Disamping itu, acara ini juga dirangkaikan dengan pendistribusian 14 rombong usaha kepada masyarakat kurang mampu, dengan total nilai bantuan sebesar Rp 49 juta.

Dalam sambutannya, Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa syukur atas dukungan masyarakat serta menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Santunan ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus bentuk kepedulian kepada anak-anak yatim. Sedangkan bantuan rombong dan modal usaha menjadi langkah nyata kita untuk memberdayakan ekonomi masyarakat. Saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga benar-benar memberikan dampak positif bagi _panjenengan_ semua,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Fandi Akhmad Yani didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Gresik Muhammad Mujib, dalam laporannya, menjelaskan bahwa santunan dan bantuan rombong usaha tersebut telah melalui proses pendataan dan seleksi yang ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Ia juga mengapresiasi kontribusi dari Bupati Gresik yang senantiasa memberikan dukungan penuh terhadap program-program BAZNAS.

Santunan kepada 500 anak yatim ini diberikan dalam bentuk uang tunai dan beras. Masing-masing anak menerima Rp 200 ribu dan 5 kilogram beras bagi kaum dhuafa. Sementara itu, 14 rombong dan modal usaha produktif diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan untuk mendukung kemandirian ekonomi keluarga. (yad)

Pilkada Aman dan Lancar, Bupati Gresik & BAZNAS Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim dan Duafa Selengkapnya

Jaga Kualitas Udara, DLH Gresik Pasang 10 Alat Pemantau Kualitas Udara Real-time

GRESIK,1minute.id – Ribuan industri skala kecil hingga besar berdiri di Kabupaten Gresik sehingga mendapatkan julukan sebagai Kota Industri. Bagaimana upaya Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik menjaga kualitas udara agar tetap baik. Di antaranya, pemasangan Air Quality Monitoring System atau AQMS. 

AQMS merupakan sistem pemantau kualitas udara yang bekerja secara real-time,  selama 24 jam non stop. Untuk mengetahui tingkat pencemaran udara, AQMS menggunakan berbagai jenis sensor untuk mengukur parameter kualitas udara. Seperti PM10, PM2.5, SO2, NO2, O3, HC, dan CO. 

Data yang terkumpul kemudian di proses secara otomatis oleh sistem untuk menghasilkan informasi yang relevan dan akurat. Saat ini di Kabupaten Gresik terdapat 10 titik alat pemantau kulitas udara dimana lokasinya tersebar dibeberapa wilayah di Kabupaten Gresik.

Sepuluh titik alat pemantau kualitas udara itu, yakni,  AQMS milik Pemkab Gresik di Kantor Kecamatan Gresik, Kantor Kecamatan Cerme, Kantor Kecamatan Panceng, Kantor Kecamatan Driyorejo, Kantor Kecamatan Wringinanom, area Terminal Bunder.

Kemudian, AQMS di area Kantor Bupati Gresik yang merupakan hasil kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan Pemkab Gresik. Serta AQMS di Kawasan Industri Gresik, Maspion Industrial Estate dan PT. Freeport Indonesia yang merupakan hasil kerjasama Pemkab Gresik bersama perusahaan.

Kepala DLH Gresik Sri Subaidah, mengungkapkan bahwa keberadaan AQMS sangat membantu pihaknya dalam memantau kualitas udara secara langsung. “Kalau ada wilayah yang kualitas udaranya menurun, kami bisa langsung turun ke lapangan untuk memetakan penyebabnya dan mencari solusi dengan cepat,” ujarnya kepada wartawan pada Senin, 25 November 2024.

Selain pemantauan udara, DLH Gresik juga memiliki berbagai program untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Program-program tersebut meliputi pemantauan emisi usaha, uji emisi kendaraan, penegakan hukum lingkungan, hingga sosialisasi dan edukasi bagi pelaku usaha terkait pengelolaan dampak emisi.

Dalam rangka memperluas ruang terbuka hijau atau RTH, DLH Gresik juga gencar melakukan penanaman pohon, pengembangan taman kota, serta kolaborasi dengan berbagai pihak untuk penghijauan, termasuk penanaman mangrove. Upaya ini bertujuan untuk memenuhi ketentuan RTH sesuai regulasi.

DLH Gresik juga berkomitmen untuk mengurangi aktivitas pembakaran sampah dengan menyediakan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan TPS 3R (Reuse, Reduce dan recycle). “Kami ingin meminimalisir pembakaran sampah oleh masyarakat dengan memberikan solusi pengelolaan sampah yang lebih baik,” tambah Sri Subaidah.

Dengan berbagai upaya tersebut, Kabupaten Gresik menunjukkan bahwa industrialisasi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. Keberadaan AQMS dan berbagai program pendukung DLH menjadi bukti nyata komitmen Gresik dalam menjaga kualitas udara. (yad)

Jaga Kualitas Udara, DLH Gresik Pasang 10 Alat Pemantau Kualitas Udara Real-time Selengkapnya