NGO KPS2K Gelar Seminar, Bappeda Masukkan 19 Isu Strategis GEDSI di RPJMD Gresik 2025-2029, Pembangunan di Gresik Semakin Inklusif

GRESIK,1minute.id – Kelompok Perempuan dan Sumber -Sumber Kehidupan (KPS2K) Gresik menggelar Seminar di Universitas Gresik (Unigres) pada Kamis, 11 Desember 2025.  Seminar yang gelar oleh organisasi non-pemerintah alias NGO ini mengusung tema “Mewujudkan Ekosistem Pembangunan inklusif : Menautkan Peran Multipihak untuk Mendorong Pembangunan yang Mengarusutamakan GEDSI”.

Ada empat narasumber yang hadir, yakni DR Rian Pramana Suwanda, dan Dinik dari akademisi Universitas Gresik ; Hufan Nur Dhianto, Bappeda Gresik serta Eli Setyowati, Sekolah Perempuan Akar Rumput dengan moderator Iva Hasanah dihadiri seratusan peserta.

Eli Setyowati tampil kali pertama. Aktivis Sekolah Perempuan Akar Rumput ini, menceritakan bagaimana dirinya berjuang agar program pemerintah di tingkat desa yang berpihak kepada kaum perempuan, lansia, disabilitas dan lainnya. Ia bertekad akan mengusulkan program yang berpihak pada kaum rentan di Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes). “Kenapa sih tanya musrenbang. Sampeyan mau jadi seksi konsumsi. Tapi,sudah ada bagian konsumsi,” cerita Eli.

Bagi Eli, anggapan kaum perempuan tidak layak untuk ikut ngomong dalam kegiatan musrenbang adalah perlakuan diskriminasi. Ia pun bergeming hingga akhir bisa urun rembuk. “Sekarang Saya diangkat sebagai anggota BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata perempuan asal Kecamatan Wringinanom itu. Eli tidak sendirian. Banyak kaum rentan yang bisa berpartisipasi dalam ikut menyuarakan aspirasi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik semakin membuka lebar suara masyarakat. Sebab, Pembangunan Gresik semakin inklusif.  Hufan Nur Dhianto mengatakan, ada 19 isu strategis yang mengarusutama GEDSI dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Gresik Tahun 2025-2030. “RPJMD 2025-2029 sudah ditetapkan dalam Perda nomor 3/2025,” kata Hufan, Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gresik ini. 19 isu tentang GEDSI itu tercantum dalam visi dan misi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Visinya “Mewujudkan Gresik Baru yang Lebih Mandiri, Sejahtera, Berdaya Saing dan Berkemajuan Berlandaskan Akhlakul Karimah”.

Sementara itu, Rian Pramana Suwanda mengatakan, perencanaan pembangunan berperspektif GEDSI tidak cukup hanya ditulis. Sebab, perspektif GEDSI telah ditetapkan sebagai salah satu indeks kinerja di pemerintahan. “Bila kinerja ASN dibawah indeks kinerja. Otomatis tidak mendapatkan tunjangan kinerja. Pun, Kepala Pemerintahan,” ujar Rian Pramana Suwanda.  

Ia menegaskan, Pembangunan berperspektif GEDSI yang masuk indeks kinerja ini bukan untuk gagah-gagahan. Sebab, baru Pemkab Gresik yang menerapkan indeks kinerja perspektif GEDSI ini. “Hanya Pemkab Gresik yang menerapkan GEDSI sebagai indeks kinerja,” tegas Rian yang juga Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik ini.

Untuk diketahui GEDSI adalah singkatan dari Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial), yaitu pendekatan pembangunan yang memastikan semua kelompok, terutama yang rentan seperti perempuan, penyandang disabilitas, anak-anak, dan kelompok terpinggirkan lainnya, dapat berpartisipasi penuh, mengakses manfaat, dan tidak tertinggal dalam pembangunan, kebijakan, serta layanan publik, dengan mencegah diskriminasi dan ketidakadilan. 

Pendekatan ini mengintegrasikan isu gender, disabilitas, dan inklusi sosial secara bersamaan untuk mencapai pembangunan yang adil dan berkelanjutan, sejalan dengan prinsip. Sehingga, “Tidak Ada Seorang Pun yang Tertinggal” (No One Left Behind) dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pemerintah belajar mendengar, Masyarakat berperan aktif. (yad)

NGO KPS2K Gelar Seminar, Bappeda Masukkan 19 Isu Strategis GEDSI di RPJMD Gresik 2025-2029, Pembangunan di Gresik Semakin Inklusif Selengkapnya

Realisasi Pendapatan 2025 Nyaris Sentuh 100 Persen, BPPKAD Gresik Berikan Apresiasi Wajib Pajak Umrah 

GRESIK,1minute.id – Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik membukukan pendapatan sebesar Rp 957,04 miliar atau 87,15 persen dari target sebesar Rp 1,09 triliun. BPPKAD optimistis pendapatan bisa mencapai 100 persen di akhir Desember 2025.

Beberapa jenis pajak seperti Opsi Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (Opsen PKB) dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), masing-masing sebesar Rp 117,53 miliar atau 100,39% dan Rp 54,74 miliar (100,60%).

Kemudian, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) khusus Makanan dan Minuman sebesar Rp 41,71 miliar (105,61%), sedangkan PBJT realisasi Rp 335,2 miliar (91,51%). Capaian positif menunjukkan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin oleh Andhy Hendro Wijaya memberikan apresiasi kepada wajib pajak (WP) yang patuh membayar pajak. 

Reward yang diberikan mulai televisi, sepeda motor hingga ibadah Umrah. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang memberikan langsung apresiasi bagi WP PKB , BBNKB, serta PBJT Makanan dan minuman di Kafe & Resto Koromi pada Selasa, 9 Desember 2025. Apresiasi periode kedua, periode pertama digelar pada Juli 2025. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni. Kegiatan ini juga sebagai apresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kepada wajib pajak yang menunjukkan kepatuhan, kontribusi, dan komitmen dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah.

“Acara ini merupakan apresiasi kepada masyarakat yang sudah berkontribusi membangun daerah melalui membayar pajak kendaraan secara rutin, BBNKB, serta pajak yang diambil dari restoran di Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia pum berharap momentum ini memberi energi baru bagi seluruh pihak. “Saya berharap ini memberikan spirit dan motivasi bagi pelaku usaha, pemilik kendaraan, serta masyarakat Gresik untuk semakin taat, tepat waktu, dan sadar akan pentingnya pajak daerah,” tutur mantan Ketua DPRD Gresik itu. Ia juga memberikan apresiasi kepada BPPKAD atas capaian pajak yang mendekati 100 persen menjelang akhir tahun, serta memastikan strategi baru akan disiapkan agar tren positif ini terus terjaga.

Kepala BPPKAD Gresik Andhy Hendro Wijaya, menyampaikan bahwa kegiatan apresiasi wajib pajak memiliki tujuan ganda. Yakni meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak, sekaligus memberi teladan bagi wajib pajak lainnya. Ia menyoroti pentingnya teknologi tapping box sebagai instrumen transparansi dan akurasi pencatatan pajak restoran, yang berdampak langsung terhadap penguatan pendapatan daerah.

Saat ini terdapat 173 unit tapping box yang terpasang: 142 di restoran, 15 di lokasi parkir, 9 di hotel, dan 6 di tempat hiburan. Tahun ini akan ditambah 30 unit baru. “Dengan pengawasan real time melalui dashboard monitoring, sistem ini diyakini akan berdampak pada kenaikan signifikan PBJT makanan dan minuman,” kata Andhy Hendro Wijaya. 

Ia menegaskan bahwa sisa waktu hingga 31 Desember akan dimaksimalkan. Ekstensifikasi pajak melalui penambahan wajib pajak baru, akan menjadi strategi kunci melihat potensi basis pajak di Gresik yang masih luas dan belum seluruhnya tergarap. (yad)

Realisasi Pendapatan 2025 Nyaris Sentuh 100 Persen, BPPKAD Gresik Berikan Apresiasi Wajib Pajak Umrah  Selengkapnya

Gus Yani Bersama Ratusan Anak Meriahkan Peringatan Hari Disabilitas Internasional 

GRESIK,1minute.id – Ratusan anak disabilitas riang. Mereka bahagia mengikuti kegiatan Serasi : Semarak Warna-Warni Gresik Inklusi. Kegiatan untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional 2025 dihelat di halaman Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 9 Desember 2025.

Kegiatan kolaborasi antara Sekolah Luar Biasa (SLB) dan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pemkab Gresik menegaskan pesan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berkembang, dan seluruh pihak berkewajiban menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani, untuk membuka rangkaian acara.

Acara diisi dengan penandatanganan Manifesto Gresik Kabupaten Inklusi serta Parade Serasi yang melibatkan 350 anak istimewa dari 11 SLB dan unit layanan ABK di Kabupaten Gresik. Tampilan mereka menjadi pusat perhatian dan menghadirkan suasana hangat, di tengah antusiasme orang tua, dan guru yang hadir.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa Pemkab Gresik terus mengevaluasi dan memperkuat layanan agar Gresik semakin inklusif. Ia menyampaikan bahwa kesetaraan perhatian dan pelayanan terhadap penyandang disabilitas adalah komitmen bersama yang harus dijaga oleh seluruh OPD.

“Kami ingin memastikan bahwa semua anak berkebutuhan khusus mendapat kesempatan belajar, berkembang, dan hidup di tengah masyarakat tanpa hambatan,” harap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Sejumlah langkah konkret yang telah dijalankan. Saat ini, Pemkab Gresik memiliki layanan penjemputan khusus bagi anak berkebutuhan khusus, yang telah berjalan selama setahun dan melayani 100 siswa untuk mengikuti pendidikan maupun terapi di fasilitas layanan kabupaten. Pemkab Gresik juga menjalankan program pemagangan gratis bagi 136 guru, agar kemampuan mengajar anak berkebutuhan khusus terus meningkat. Upaya ini dirancang untuk memastikan tidak ada anak istimewa yang tertinggal dari akses pendidikan.

Upaya inklusivitas ini juga di dukung oleh berbagai dinas di lingkungan Pemkab Gresik. Di sektor ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja terus membuka peluang kerja di perusahaan-perusahaan di Gresik bagi penyandang disabilitas. Dinas Sosial berperan dalam pemberian alat bantu dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi penyandang disabilitas. 

Dinas KBPPA menjalankan program perlindungan anak dan perempuan, termasuk penyandang disabilitas, agar terbebas dari kekerasan dan diskriminasi. Sementara itu, Dispendik turut memberikan edukasi kepada orang tua agar semakin memahami karakter anak-anak berkebutuhan khusus dan mampu mendampingi proses tumbuh kembang mereka.

Dalam kesempatan yang sama, secara khusus Bupati Yani menyampaikan terima kasih kepada para guru ABK yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan inklusif. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sosial tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada kesungguhan para pendidik dan dukungan masyarakat. (yad)

Gus Yani Bersama Ratusan Anak Meriahkan Peringatan Hari Disabilitas Internasional  Selengkapnya

Juli 2026 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Gresik Menempati Gedung Baru, Ada Fasilitas Mini Soccer 

GRESIK,1minute.id – Pembangunan gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Gresik di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik dimulai pada Selasa, 9 Desember 2025. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2026/2027 gedung SRT anyar yang modern itu bakal menempati gedung baru itu. Pembangunan gedung SRT diestimasikan kelar pada Juli 2026. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan seluruh pihak. Baik jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, unsur Forkopimda, pihak kontraktor hingga peran penting dari masyarakat. Pembangunan gedung permanen SRT ini menegaskan kesiapan Kabupaten Gresik sebagai salah satu daerah di Jawa Timur yang mendukung penuh program prioritas nasional tersebut.

Menurut Sekda Washil, program ini bukan hanya sebuah pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kualitas sumber daya manusia yang nantinya akan menjadi pondasi kemajuan bangsa. Sekolah Rakyat hadir sebagai upaya negara menyediakan ruang belajar yang inklusif, terjangkau dan berkualitas bagi anak-anak kita terutama mereka yang membutuhkan dukungan lebih besar.

“Pemkab Gresik berkomitmen mendukung penuh dan menyukseskan program ini. Mulai dari penyediaan lahan, fasilitasi perizinan hingga pendampingan dalam pelaksanaan pembangunan,” tegas Washil saat menghadiri doa bersama dan peletakan batu pertama pembangunan gedung SRT pada Selasa, 9 Desember 2025.

 Achmad Washil optimis pembangunan gedung Sekolah Rakyat dapat selesai tepat waktu, tepat mutu, dan sesuai jadwal. “Mudah-mudahan bulan Juli sekolah ini sudah terbangun dan dapat dipakai oleh anak-anak kita di Kabupaten Gresik. Semoga apa yang kita mulai hari ini menjadi amal jariyah, membawa keberkahan bagi daerah kita serta menjadi langkah besar menuju Gresik yang lebih cerdas dan lebih maju,” katanya. 

Washil mengungkapkan, Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional dalam meningkatkan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat serta mewujudkan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto.

Di tempat sama, mewakili Satuan Kerja (Satker) Kementerian Pekerjaan Umum selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk proyek-proyek di bawah Penyediaan Perumahan Swadaya 2 (PPS2) Jatim M. Akbar Ansyari berharap pembangunan Sekolah Rakyat membawa dampak, membuka partisipasi dan kesempatan bagi warga sekitar. Terutama ekonomi, baik dari sisi UMKM maupun kesempatan kerja sesuai kebutuhan.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi serta menciptakan lapangan kerja baru. Terutama bagi warga yang dilalui oleh pembangunan ini,” harapnya.

Ia mengatakan, di atas lahan seluas 6,2 hektare, pembangunan Sekolah Rakyat ini nantinya menampung masing-masing tiga Rombongan Belajar (Rombel) dari SD, SMP, SMA dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya sebagai penunjang mutu pendidikan.

“Di Jawa Timur ada lima kabupaten/kota yang siap membangun permanen Sekolah Rakyat. Di antaranya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sampang, Kabupaten Tuban, Kabupaten Jombang dan Kota Surabaya,” pungkasnya.

Seperti diberitakangedung SRT Gresik diperuntukkan untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Setiap jenjang pendidikan terdapat tiga rombongan belajar atau rombel. Setiap rombel akan diisi 25 peserta didik. Jadi totalnya 225 siswa (SD, SMP dan SMA). Bila ditambah siswa kelas X Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 30 Gresik yang saat ini menempati eks gedung UPT SMP Negeri 30 Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu total menjadi 300 siswa. 

Di gedung SR di bangun sebanyak 36 ruang kelas, asrama siswa putra, putri dan guru, laboratorium, masjid, kantin. Gedung SR akan dilengkapi fasilitas lapangan basket, mini soccer hingga ruang terbuka hijau (RTH). Semua fasilitas itu dibangun di atas lahan seluas lebih dari 5 hektar dengan total luas bangunan mencapai 62.577 meter persegi. (yad)

Juli 2026 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Gresik Menempati Gedung Baru, Ada Fasilitas Mini Soccer  Selengkapnya

2026 : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Komitmen Percepat Penanganan RTLH dan Tuntaskan Infrastruktur Pendidikan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan Pemkab Gresik akan semakin memperkuat fokus pelayanan dasar sebagai wujud APBD yang berpihak pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat pada Tahun Anggaran 2026.

“APBD 2026 harus benar-benar kembali kepada rakyat. Setiap rupiah anggaran akan diarahkan pada layanan dasar yang nyata, merata, dan tepat sasaran,” tegas Gus Yani , sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani saat memberikan sambutan pada rapat paripurna di Gedung DPRD Gresik pada Selasa, 2 Desember 2025.

Komitmen Fandi Akhmad Yani itu mempertegas berbagai program prioritas pemerintah daerah yang telah menunjukkan progres positif dan signifikan. Program tersebut meliputi peningkatan kualitas permukiman, penyediaan air bersih, pembangunan sarana pendidikan, hingga revitalisasi ruang publik.

Pemkab Gresik akan mempercepat pembangunan RTLH di Kabupaten Gresik. Desain RTLH di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, tercatat mengalami perkembangan positif. Per 26 November 2025, peningkatan kualitas rumah mencapai 39 unit dari total 43 unit, sementara pembangunan rumah baru mencapai 50 unit dari 102 unit. (Foto: Istimewa)

Pada sektor perumahan, program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, tercatat mengalami perkembangan positif. Per 26 November 2025, peningkatan kualitas rumah mencapai 39 unit dari total 43 unit, sementara pembangunan rumah baru mencapai 50 unit dari 102 unit.

Ia menyampaikan bahwa Pemkab Gresik berkomitmen mempercepat penanganan RTLH sebagai bentuk keberpihakan kepada warga kurang mampu, agar mereka dapat tinggal di hunian yang lebih sehat dan aman. “Pemkab menargetkan pemerataan bantuan RTLH hingga seluruh kecamatan, karena kawasan kumuh harus ditangani secara menyeluruh,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Ia menambahkan, permukiman kumuh tidak hanya ditandai rumah rusak atau jalan becek, tetapi juga kondisi warga yang tinggal tanpa kepastian hukum atas tanah, tanpa sanitasi yang layak, dan tanpa akses air bersih. “Program ini bukan sekadar soal anggaran, melainkan harapan masyarakat untuk memiliki rumah layak huni, kepastian hukum atas tanah, serta lingkungan yang aman dan sehat,” imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Pada sektor air bersih, Pemkab Gresik telah menyelesaikan pembangunan reservoir di Kecamatan Duduksampeyan dan Kebomas. Infrastruktur ini diharapkan mampu mengatasi kekurangan air bersih di sejumlah wilayah sehingga distribusi air PDAM Gresik semakin merata.

“Pembangunan reservoir baru ini merupakan langkah strategis untuk menjangkau rumah-rumah pelanggan. Dengan infrastruktur ini, layanan distribusi air bisa semakin merata. Pemkab berkomitmen memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses air bersih, terpenuhi tanpa hambatan,” ujarnya.

Di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Pemkab Gresik juga tengah membangun prasarana air bersih untuk mendukung pendirian Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT). Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menunjang kenyamanan dan keamanan lingkungan pendidikan. Ia menegaskan bahwa pemenuhan layanan air bersih di kawasan itu menjadi prioritas.

“Pemkab telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan layanan air bersih berfungsi optimal sehingga fasilitas pendidikan nonformal dapat berjalan baik dan nyaman,” tegas dia.

GEDUNG Gresik Universal Science (GUS) di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik dalam waktu dekat akan diresmikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ( Foto : Istimewa)

Dalam pengembangan sarana pendidikan dan literasi sains, pembangunan Gresik Universal Science Center (GUS) di kompleks Islamic Center Balongpanggang kini memasuki tahap akhir. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat edukasi publik berbasis teknologi dan diproyeksikan menjadi ikon baru pembelajaran sains di Gresik.

“Fasilitas ini kami rancang sebagai ruang edukasi publik yang interaktif, modern, dan mudah diakses. Harapannya, pusat sains ini mendorong minat anak-anak terhadap teknologi, penelitian, dan inovasi,” terangnya.

Bupati Fandi Akhmad Yani menambahkan, GUS akan menjadi pusat aktivitas kreatif masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk belajar, berekreasi, dan mengembangkan kreativitas. “Museum yang menjadi bagian dari GUS akan menampilkan konten kearifan lokal dengan teknologi modern agar tetap menarik dan relevan bagi generasi masa kini,” pungkasnya. (yad/adv)

2026 : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Komitmen Percepat Penanganan RTLH dan Tuntaskan Infrastruktur Pendidikan Selengkapnya

CKPKP Gresik Ajukan Usulan 5.388 Sambungan Rumah di Gresik Utara dari Sumber Air BGS

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berupa melakukan perluasan jaringan air bersih di Gresik Utara. Pemkab Gresik melalui Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik telah mengusulkan pembangunan jaringan distribusi ke Kementerian Pekerjaan Umum.

Pembangunan perluasan jaringan distribusi air menggunakan skema sharing anggaran dari pusat dan daerah. “Pembangunan reservoir air APBD. SR (sambungan rumah) lagi usahakan DAK (Dana Alokasi Khusus dari APBN),” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di  Semarang, Jawa Tengah akhir pekan lalu.

Pemkab Gresik berharap, usulan pengembangan distribusi air di Gresik Utara mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat. Sebab, air bersih menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini. 

Informasi yang dihimpun proposal pengajuan usulan perluasan distribusi air ini, Pemkab Gresik akan mengalirkan air dari Bendung Gerak Sembayat (BGS) yang berada di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah. Pemkab Gresik akan mengalir 5.388 sambungan rumah (SR) ke 12 desa di dua kecamatan yakni, Kecamatan Manyar dan Bungah. 

Pemkab Gresik akan membangun dua reservoir di dua titik itu, Desa Sembayat, Kecamatan Manyar dan Desa Melirang, Kecamatan Bungah. Reservoir Sembayat akan mengaliri 3.448 SR di Desa Sembayat ; Morobakung ; Ngampel ; Pejanganan ; Gumeno dan Karangrejo. Sedangkan reservoir Melirang akan mengaliri 1.890 SR meliputi Desa Melirang ; Mojopurowetan ; Sidomukti ; Masangan ; Sukowati dan Bungah.

Saat ini, sumber air dari BGS baru terserap 300 liter per detik. Kapasitas bisa mencapai 1.000 meter per detik. Pipa jaringan utama juga telah terpasang. Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik Ida Lailatus Sa’diyah membenarkan pihaknya telah mengajukan pembangunan jaringan ke Kementerian Pekerjaan Umum. ” Semoga bisa terealisasi tahun depan. Mohon doanya,” kata Ida Lailatus Sa’diyah. (yad)

CKPKP Gresik Ajukan Usulan 5.388 Sambungan Rumah di Gresik Utara dari Sumber Air BGS Selengkapnya

Inovasi KEBAS, Kompos Kertas Bekas UPT SMP Negeri 2 Gresik Rebut Juara 3 Gresik Inovasi Kompetisi 2025

GRESIK,1minute.id – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Gresik telah mengumumkan pemenang ajang Gresik Inovasi Kompetisi (GIK) 2025. Awarding dilakukan bersamaan dengan pembukaan Gresik Innovation Festival (Ginofest) 2025 di Atrium Icon Mall Gresik pada Sabtu, 6 Desember 2025. Ginofest dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Ada ratusan Inovasi muncul dalam kompetisi itu. Antara lain, KEBAS alias Kompos Kertas Bekas karya UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik. Inovasi cerdas mengatasi kertas bekas ini menjadi juara 3 GIK 2025. Tim Inovasi terdiri dari Mohammad Salim sebagai penggagas juga Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik; Sumiardih, inovator  ; Tietien Harfuthien dan Muslik, pengelolah dibantu Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) Spenda Gresik. 

Menurut Mohammad Salim, lahir KEBAS dari rasa keprihatinan banyaknya kertas bekas di sekolah pada 2024. Tim Cinta Lingkungan kemudian melakukan riset awal dan lahirlah KEBAS alias Kompos Kertas Bekas adalah sebuah proyek kreatif yang memanfaatkan kertas bekas menjadi kompos berkualitas untuk menyuburkan tanaman. “Ini (KEBAS) diluncurkan pada Hari Peduli Sampah Nasional 2024 sebagai bagian dari program “Zero Waste” sekolah,” kata Salim pada Sabtu malam, 6 Desember 2025. “KEBAS mendapat juara 3 inovasi Katagori Perangkat Daerah,” imbuhnya. 

Bagaimana cara membuat Kompos Kertas Bekas? Salim mengatakan, ada empat tahapan yang harus dilakukan. Pertama, kumpulkan kertas bekas, sobek-sobek menjadi potongan kecil. Kedua, campurkan dengan bahan hijau seperti rumput, sayuran dan bahan coklat seperti daun kering, serbuk gergaji dengan komposisi 2:1. Langkah ketiga, susun secara bergantian di komposter, basahi dan aduk setiap 1-2 minggu. Dan keempat, kompos kaya nutrisi yang bisa memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburan.

Salim mengatakan, inovasi KEBAS memiliki banyak manfaat. Antara lain, mengurangi sampah kertas, menyediakan nutrisi alami untuk tanaman dan meningkatkan aerasi dan kapasitas air tanah. “Inovasi ini tidak hanya edukatif, tapi juga mendorong siswa terlibat dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan,” kata Salim. Ia menargetkan, inovasi KEBAS akan terus disempurnakan sehingga bisa bersaing di Jawa Timur. “Tahun depan Insya Allah maju tingkat Provinsi Jawa Timur,” tegasnya. 

Sebagai informasi, Gresik Inovasi Kompetisi (GIK) 2025 digelar sejak 16 Agustus 2025 pada tahap pendaftaran hingga 17 Oktober 2025 pada tahap pengumuman pemenang. Antusiasme peserta sangat tinggi dalam ajang ini. Mereka yang berpartisipasi mulai perangkat daerah, masyarakat umum, hingga pelajar dan mahasiswa.

Data Bappeda Gresik, GIK 2025 diikuti 116 peserta dengan enam kategori. Rinciannya,  Kategori Perangkat Daerah  43 peserta ;  Kategori Umum, dengan subkategori: Inovasi berbasis Website/Mobile App (33 peserta) ; Inovasi Bidang Agribisnis dan Energi Naru Terbarukan (25 peserta) ; dan Inovasi Sosial, Budaya, dan Kependudukan (15 peserta). (yad)

Inovasi KEBAS, Kompos Kertas Bekas UPT SMP Negeri 2 Gresik Rebut Juara 3 Gresik Inovasi Kompetisi 2025 Selengkapnya

Bappeda Gelar Ginofest 2025, Inovasi jadi Indikator Keberhasilan Pemerintah

GRESIK,1minute.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman membuka Gresik Innovation Festival (Ginofest) 2025. DNA inovasi organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik  ditengah cekaknya Dana Transfer ke Daerah (TKD) 2026 dari Pemerintah Pusat yang mencapai lebih Rp 0,5 triliun. 

Ginofest yang berlangsung dua hari, mulai Jumat dan Sabtu, 5-6 Desember 2025 yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Gresik mengusung tema “Kreativitas Tanpa Batas, Inovasi Tanpa Henti untuk Gresik Mandiri”. Tema itu untuk menegaskan komitmen Pemkab Gresik untuk terus mendorong budaya inovasi di tengah berbagai tantangan, termasuk penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat.

Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman menegaskan pentingnya Ginofest  sebagai katalisator pertumbuhan ekosistem inovasi di daerah. ” Ginofest bukan sekadar event pameran dan kompetisi, tetapi merupakan wadah untuk membangun sinergi dan jejaring kolaborasi. Saya berharap seluruh inovasi yang ditampilkan tidak berhenti sebagai prototipe, tetapi dapat diadopsi, dikembangkan, dan direplikasi sehingga benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Sekda Washil dalam sambutannya. 

Ia melanjutkan bahwa semangat berinovasi tidak boleh terhambat oleh keterbatasan anggaran. “Meski terjadi penyesuaian dan pemotongan anggaran dari pusat, perangkat daerah tidak boleh berhenti berinovasi,” tegas mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman – kini menjadi- Dinas CiptaKarya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP).Gresik ini.

Koordinator Bidang Investasi dan Inovasi pada Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur Himawan Esty Bagio, turut menekankan pentingnya inovasi sebagai barometer kemajuan daerah. “Saat ini inovasi menjadi tanda bahwa sebuah daerah itu maju. Hampir semua daerah menjadikan inovasi sebagai ukuran keberhasilan kinerja suatu OPD,” ujarnya.

Sejalan dengan dorongan tersebut,  Ginofest 2025 menghadirkan 26 stan pameran yang menampilkan inovasi dari seluruh jenjang pendidikan hingga perangkat daerah. Stan tersebut terdiri dari 5 SD/MI, 4 SMP, 4 SMA/SMK/MAN, 4 universitas, 5 perangkat daerah serta 4 stan juara Gresik Inovasi Kompetisi (GIK) 2025. 

Sementara itu, Kepala Bappeda Gresik Edy Hadisiswoyo menyampaikan bahwa Ginofest dirancang sebagai ruang kolaborasi berkelanjutan. “Festival ini kami desain tidak hanya sebagai ajang pameran, tetapi sebagai motor penggerak kolaborasi lintas sektor,” ujarnya. (yad)

Bappeda Gelar Ginofest 2025, Inovasi jadi Indikator Keberhasilan Pemerintah Selengkapnya

Program “Gagah” Petrokimia Gresik Siapkan SDM Lokal Andal di Sektor Industri 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menggelar pelatihan dan sertifikasi operator forklift kelas 2 yang diikuti masyarakat sekitar perusahaan. Acara dibuka oleh Vice President (VP) Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik Rama Yusron Harbiansyah mewakili Direktur Utama Daconi Khotob di Gresik, baru-baru ini.

Pelatih bersertifikasi ini wujud komitmen Petrokimia Gresik mendukung Pemerintah dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang andal di sektor industri melalui program Gagah (Generasi Andalan Gresik Ahli dan Handal). 

Terpisah, Daconi Khotob menyampaikan bahwa Kabupaten Gresik dikenal sebagai Kota Industri. Dan pertumbuhan sektor ini ke depan bisa dipastikan semakin pesat, apalagi sejak Pemerintah Pusat menetapkan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau kawasan industri terintegrasi di Kecamatan Manyar. Karena itu, kebutuhan tenaga kerja andal dan bersertifikat di Gresik nantinya akan semakin besar.

“Percepatan industrialisasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi masyarakat lokal, agar mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu berperan aktif dan bersaing,” ujar Daconi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, program Gagah selaras dengan berkembangnya kawasan industri dan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja tersertifikasi di Kabupaten Gresik. Tahun ini terdapat 17 peserta dari 8 kelurahan/desa ring I serta perwakilan masyarakat Gresik yang mengikuti program Gagah berupa pelatihan dan sertifikasi operator forklift kelas 2.

Terakhir, Daconi menambahkan program Gagah menjadi jembatan penting dalam memperkuat hubungan baik yang telah terjalin antara Petrokimia Gresik dan Pemkab Gresik. Sinergi ini tidak hanya menghasilkan tenaga kerja kompeten, tetapi juga membangun ekosistem industri yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

“Semoga program ini menjadi pijakan bagi masyarakat Gresik untuk menata masa depan yang lebih baik. Setiap peserta adalah generasi yang kelak akan menjadi kebanggaan keluarga, daerah, dan bangsa,” tutupnya.

Sementara, Rama Yusron Harbiansyah menjelaskan, setiap peserta akan menjalani pelatihan intensif selama 10 hari, terdiri dari tiga hari materi teori, enam hari praktik, dan satu hari uji kompetensi yang dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik.

Melalui program ini, diharapkan seluruh peserta dapat menyelesaikan pelatihan dengan baik dan bisa mendapatkan Surat Izin Operator (SIO) atau lisensi resmi operator forklift. Dengan demikian, seluruh peserta memiliki peluang kerja yang lebih luas seiring dengan semakin majunya sektor industri di Kabupaten Gresik.

“Petrokimia Gresik dalam kegiatan ini berkolaborasi dengan Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Gresik melalui Disnaker dalam rangka peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya masyarakat yang ada di sekitar perusahaan,” kata Rama. (yad)

Program “Gagah” Petrokimia Gresik Siapkan SDM Lokal Andal di Sektor Industri  Selengkapnya

Pemkab Gresik Suntik Modal Rp 7 Miliar, Gresik Migas Bangun SPBUN di Ujungpangkah

GRESIK,1minute.id – Gresik Migas bakal mendapatkan tambahan suntikan modal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik sebesar 7 miliar. DPRD Gresik telah menyetujui tambahan modal ke badan usaha milik daerah (BUMD) yang berkantor di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu.

Menurut Direktur Utama Gresik Migas Priest Djabbar mengatakan, pihaknya tambahan modal sebesar Rp 7 miliar dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik akan digunakan untuk pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum dan Nelayan (SPBUN) Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah. 

“Investasi pembangunan SPBUN itu membutuhkan anggaran Rp 8,7 miliar,” kata Priest Djabbar dikonfirmasi selulernya pada Rabu, 3 Desember 2025. Penambahan penyertaan modal itu akan dilakukan pada P-APBD 2026 nanti. 

Untuk diketahui DPRD Gresik telah menetapkan empat rancangan peraturan daerah (Ranperda) pada 27 November 2025. Empat Ranperda itu, terdiri dua Ranperda baru, yakni, Ranperda Pelaksanaan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Ranperda Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada Perusahaan Perseroan Daerah Gresik Migas.

Sedangkan dua ranperda perubahan yaitu Ranperda Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pengendalian Air Limbah dan Pengelolaan Kualitas Air dan Ranperda Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Priest melanjutkan, SPBUN  untuk mensuplai kebutuhan solar  dan pertalite bagi nelayan setempat. ‘Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Kelautan, kebutuhan bahan bakar untuk nelayan sebanyak 19 Kiloliter per hari,” ujarnya. 

Solar bersubsidi dan pertalite menjadi kebutuhan vital bagi para nelayan Desa Pangkah Wetan untuk melaut. Selain dua bahan bakar bersubsidi, Imbuhnya, juga menyediakan bahan bakar non subsidi, antara lain, Pertamax, Dexlite, Biodiesel dan lainnya. ” Pembelian solar atau pertalite nelayan yang terdaftar dengan menggunakan sistem barcode,” ujarnya.  Dalam barcode itu, berisi antara lain identitas nelayan. “By name, by address, dan besaran kuotanya,” tegasnya. 

Pembangunan SPBUN Ujungpangkah ini, akan menambah jaringan SPBUN yang dikelola oleh Gresik Migas. Sebelumnya, SPBUN telah beroperasi di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng dan SPBUN Lumpur di Jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik. (yad)

Pemkab Gresik Suntik Modal Rp 7 Miliar, Gresik Migas Bangun SPBUN di Ujungpangkah Selengkapnya