Pendidikan Vokasi Industri Petrokimia Gresik Telah Meluluskan 313 Mahasiswa Diploma 1

GRESIK,1minute.id – Pendidikan Vokasi Industri Petrokimia Gresik kembali meluluskan 40 mahasiswa Diploma 1. Sejak 2017, Petrokimia Gresik melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) telah meluluskan 313 orang. 

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Budi Wahju Soesilo menyampaikan, Program Pendidikan Vokasi Industri Diploma 1  Petrokimia Gresik memasuki tahun ke lima ini merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis kompetensi link and match dengan industri.

“Melalui program ini kita memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman industri kepada para tenaga muda potensial, utamanya lulusan SMK/SMA untuk dilatih menjadi SDM yang terampil dan profesional sehingga diharapkan menjadi tenaga yang siap pakai dalam dunia industri,”ujar Soesilo pada Jumat, 26 Agustus 2022.

Program magang Vokasi Industri periode ini, mulai diselenggarakan mulai Agustus 2021 hingga Juli 2022. Petrokimia Gresik telah merekrut lulusan SMK/SMA sebanyak 40 orang untuk menjalani program Diploma 1 dengan kurikulum silabus dan modul menyesuaikan kebutuhan industri di Petrokimia Gresik.

Dari hasil rekrutmen tersebut, kemudian dibagi menjadi dua program studi yaitu 19 mahasiswa Jurusan Teknik Perawatan Mesin yang penyelenggaraan pendidikannya dilaksanakan oleh Politeknik ATI Makasar, serta 21 mahasiswa Jurusan Pemasaran & Logistik di bawah Politeknik APP Jakarta.

Dalam program ini, para mahasiswa dibekali juga teori On the Job Training (OJT) di lingkungan pabrik, pengetahuan terkait Digital Learning Petrokimia Gresik dan beberapa tes uji kemampuan, keterampilan, dan perilaku, sehingga para lulusan akan dinyatakan memenuhi persyaratan kompetensi, apabila tes dinyatakan lulus.

“Para lulusan ini kemudian tidak semerta-merta dapat bekerja dan diangkat menjadi karyawan Petrokimia Gresik, melainkan akan dilakukan tes. Jika mereka dapat memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan perusahaan, maka dapat diangkat menjadi karyawan Petrokimia Gresik,” tandas Soesilo.

Pendidikan Vokasi Industri Petrokimia Gresik ini selaras dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016, tentang Revitalisasi SMK dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing SDM Indonesia untuk Menuju Industri Global 4.0. Dalam menyelenggarakan Program ini, Petrokimia Gresik bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), dalam hal ini Pusdiklat Kementerian Perindustrian RI, Politeknik ATI Makasar serta Politeknik APP Jakarta.

Terakhir, Soesilo menyampaikan bahwa selain Pendidikan Vokasi Industri ini, Petrokimia Gresik juga bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian yang juga menyelenggarakan Program Link & Match bagi siswa SMK dan Program Magang untuk Guru SMK. Selama periode 2018-2019 sudah diikuti oleh 300 siswa dan 450 guru SMK dari seluruh Indonesia.

“Petrokimia Gresik senantiasa berperan aktif memberikan kesempatan kepada lulusan SMA/SMK serta guru sehingga mereka menjadi SDM yang handal dan kompeten,” pungkas Soesilo.

Kepala BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan menyampaikan bahwa program ini dilaksanakan sebagai wujud nyata kerjasama antara pemerintah, institusi pendidikan dengan dunia industri. Melalui program ini diharapkan akan memperkecil competency gap antara dunia industri dengan dunia pendidikan, dan mendukung ketersediaan tenaga kerja industri di Petrokimia Gresik. 

“Perkembangan industri nasional tidak lepas dari investasi, teknologi, dan SDM. Dimana SDM menjadi poin sangat penting karena industri merupakan sektor yang menyerap tenaga kerja sangat besar, yaitu sekitar 600 ribu per tahun,”ujar Arus Gunawan. 

Ia menambahkan, Petrokimia Gresik menjadi satu dari lima industri di Indonesia yang dipilih Kemenperin untuk penyelenggaraan program ini. Diharapkan, peranan Petrokimia Gresik dalam pembentukan SDM kompeten bisa terus ditingkatkan, melalui penyelenggaraan unit pendidikan.

“Kemenperin telah membuka politeknik industri Petrokimia yang berlokasi di Banten, diharapkan Petrokimia Gresik juga membuka unit Pendidikan yang sama,”ujarnya.

Kebermanfaatan program ini dirasakan oleh peserta. Salah satu lulusan terbaik, Lusiana Dwi Safitri mengaku mendapatkan banyak ilmu lapangan sehingga menjadikannya lebih kompeten untuk terjun langsung ke dunia industri. “Semoga program ini bisa ditingkatkan dari sisi kuota, sehingga semakin banyak lagi SDM unggul yang dicetak,”tandasnya. (yad)

Pendidikan Vokasi Industri Petrokimia Gresik Telah Meluluskan 313 Mahasiswa Diploma 1 Selengkapnya

Petrokimia Gresik Lestari Bumi, Dorong Warga 8 Desa/Kelurahan Membiasakan Pola Hidup Bersih dan Sehat

GRESIK,1minute.id – Semarak HUT ke-50 Petrokimia Gresik sekaligus menyambut HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa berbeda. Menyambut hari istimewa itu, Petrokimia Gresik mengajak masyarakat dari 8 desa/kelurahan di sekitar perusahaan untuk peduli terhadap kesehatan lingkungan melalui program Petrokimia Gresik Lestari Bumi.

Kegiatan tersebut dikemas melalui pelatihan diet sampah dan lomba kebersihan desa, yang penganugerahan pemenangnya dilaksanakan pada Jumat, 5 Agustus 2022.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, usai menyerahkan penghargaan menyampaikan bahwa, sebagai bagian dari BUMN, Petrokimia Gresik memiliki tanggung jawab sebagai agen pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada profit dan kinerja perusahaan, tetapi juga mendorong terciptanya kesejahteraan masyarakat, khususnya di lingkungan sekitar perusahaan.

“Kesejahteraan masyarakat tidak terlepas dari kesehatan lingkungannya. Oleh karena itu, kami memiliki komitmen tinggi terhadap program-program yang mendorong terciptanya kesehatan lingkungan, salah satu adalah program Petrokimia Gresik Lestari Bumi ini,” ujar Dwi Satriyo.

Melalui pelatihan diet sampah, 80 tokoh penggerak dari delapan desa/kelurahan sekitar perusahaan dibekali pemahaman terkait jenis-jenis sampah, materi pola hidup bersih dan sehat, cara membuang sisa obat dan masker yang benar, penyakit yang bisa ditularkan melalui sampah dan hewan, strategi mengurangi sampah keluarga, ventikultur sebagai contoh urban farming, hingga soal peraturan daerah, sanitasi dan tata ruang.

Selanjutnya, lomba kebersihan desa menjadi stimulus untuk mengimplementasikan materi yang telah diperoleh tersebut. Dalam penjuriannya, Petrokimia Gresik melibatkan sejumlah ahli di bidangnya, antara lain perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG), Duta Lingkungan Jawa Timur, hingga juri internal perusahaan.

Adapun Juara I lomba kebersihan desa diraih oleh Kelurahan Sukorame; Juara II Kelurahan Ngipik, dan Juara III Kelurahan Kroman. Masing-masing pemenang mendapat tunjangan kebersihan senilai Rp10 juta, Rp7,5 juta dan Rp5 juta. Tidak hanya itu, lima desa/kelurahan lain yang menjadi peserta juga mendapat tunjangan kebersihan masing-masing senilai Rp3 juta, antara lain Kelurahan Karangpoh, Lumpur, Tlogopojok, Karangturi, dan Desa Roomo.

Selain menciptakan lingkungan sehat, Petrokimia Gresik juga berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui Pola Hidup Sehat (PHS). Upaya ini diwujudkan dengan memberikan bantuan doorprize serta dana operasional untuk pelaksanaan jalan sehat di delapan desa/kelurahan tersebut, masing-masing senilai Rp15 juta.

“Kesehatan yang utuh tercipta dari lingkungan sehat serta penerapan pola hidup sehat masyarakatnya, sehingga komprehensif dan saling mendukung. Dengan derajat kesehatan yang utuh, harapannya mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan keluarga di sekitar perusahaan. Inilah muara atau tujuan dari program-program yang kami gulirkan,” tandas Dwi Satriyo.  

Sementara itu, Lurah Sukorame Uman Iswahyudi usai menerima penghargaan Juara I mengungkapkan bahwa program Petrokimia Gresik Lestari Bumi ini mampu mengubah lingkungan di Kelurahan Sukorame, dari semula gersang menjadi lebih asri, bersih dan adem.

“Karena program ini, masyarakat di Sukorame terdorong jadi lebih kompak dalam hal kesehatan dan kebersihan lingkungan. Semoga apa yang dilakukan Sukorame mampu menginspirasi daerah lain dalam menciptakan lingkungan bersih dan sehat,”tandasnya. (yad)

Petrokimia Gresik Lestari Bumi, Dorong Warga 8 Desa/Kelurahan Membiasakan Pola Hidup Bersih dan Sehat Selengkapnya

Petrokimia Gresik Gelontorkan Ribuan Bibit Pohon, Hijaukan Hutan dan Taman Kota Gresik

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri membagikan 1.110 bibit pohon. Ribuan bibit pohon untuk penghijauan hutan dan taman kota Gresik sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap lingkungan. 

Bantuan secara simbolis diserahkan oleh VP Corporate Social Responsibility (CSR) Petrokimia Gresik Muhammad Ihwan bersama VP Lingkungan Petrokimia Gresik Liliek Harmianto kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Gresik Ketut Pratikno pada Kamis, 4 Agustus 2022.

Secara terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan  dalam upaya pengelolaan lingkungan di Gresik, Petrokimia Gresik senantiasa berkoordinasi dan siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, agar program-programnya selaras dengan kebijakan daerah.

“Salah satunya bantuan bibit pohon ini, merupakan aksi nyata Petrokimia Gresik dalam merespon program pemerintah daerah guna menciptakan kota yang nyaman, sehat dan aman dari risiko bencana,”tandas Dwi Satriyo.

Ribuan bibit pohon yang diserahkan terdiri dari bibit hujan mas (200 pohon), pucuk merah (50 pohon), dolar (10 pohon), andang merah (200 pohon), lamtana (400 pohon), klengkeng (50 pohon), jambu kristal (100 pohon) dan alpukat (100 pohon).

Plt. Kepala DLH Kabupaten Gresik Ketut Pratikno mengatakan bantuan bibit pohon dari Petrokimia Gresik ini sebagian akan diaklimatisasi dan dikembangkan untuk pembibitan lebih lanjut guna menghasilkan bibit yang lebih banyak untuk selanjutnya ditanam di hutan atau taman kota. Sedangkan untuk bibit tanaman buah, akan langsung ditanam di hutan kota.

“Kita memiliki banyak lahan yang perlu ditanami. Belum lagi banyak permintaan bantuan bibit dari desa-desa, khususnya yang tengah mengembangkan wisata desa. Semoga bantuan dari Petrokimia Gresik ini dapat menginpirasi perusahaan lain,”tandasnya.

Lebih lanjut, Ketut Pratikno mengapresiasi komitmen dan kepedulian yang telah ditunjukkan Petrokimia Gresik selama ini. Ia berharap, ke depan kolaborasi antara Pemkab dengan Petrokimia Gresik dapat terus berlanjut dalam rangka memberikan manfaat bagi masyarakat, melalui penyediaan sarana dan prasarana di bidang lingkungan.

Sebagai informasi, selain melalui bantuan bibit pohon ini, Petrokimia Gresik juga aktif berkontribusi melakukan penghijauan di Kabupaten Gresik melalui program restorasi lahan mangrove di Mengare, Kali Lamong, hingga Ujung Pangkah. Selain itu, dalam waktu dekat ini, Petrokimia Gresik juga akan kembali menanam mangrove sebagai bagian dari peringatan momen golden anniversary perusahaan. (yad)

Petrokimia Gresik Gelontorkan Ribuan Bibit Pohon, Hijaukan Hutan dan Taman Kota Gresik Selengkapnya

Gandeng 457 UMKN, Petrokimia Gresik Gelar PetroNite Fest 2022, Target Omzet Rp 250 Juta Perhari

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik terus berupaya mendorong kebangkitan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Diantaranya, menggelar PetroNite Fest 2022 dengan menggandeng 457 UMKM. 

Gelaran bazar rangkaian merayakan Ulang Tahun Emas, 50 Tahun Petrokimia Gresik dipusatkan di Gedung Sarana Olahraga (SOR)  Tri Dharma Petrokimia Gresik itu mulai 15-24 Juli 2022. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, UMKM memiliki peranan strategis sebagai pilar perekonomian Indonesia yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.

“Oleh karena itu, Petrokimia Gresik sebagai bagian dari Pupuk Indonesia dan BUMN yang juga salah satu pilar penggerak perekonomian, menaruh komitmen dan perhatian tinggi terhadap UMKM, salah satunya melalui kegiatan ini,”ujar Dwi Satriyo saat pembukaan PetroNite Fest 2022 pada Minggu malam, 17 Juli 2022. 

Setelah dua tahun ditiadakan akibat pandemi, Bazar Petrokimia Gresik kembali hadir. Ratusan UMKM yang terlibat berasal dari mitra binaan perusahaan, Pedagang Kaki Lima (PKL), Masyarakat Sekitar Perusahaan (MSP), perwakilan BUMN, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Diskoperindag Gresik, Dinas Pertanian, dan anak perusahaan Petrokimia Gresik. 

Komoditi yang mereka jual beragam mulai dari kesenian, properti, otomotif, makanan, pakaian, pertanian sampai hiburan. “Melalui kegiatan ini, Petrokimia Gresik memfasilitasi para pelaku bisnis, baik itu mitra binaan maupun UMKM sekitar perusahaan untuk mengenalkan produk yang mereka hasilkan,”tandas Dwi Satriyo.

Lebih lanjut Dwi Satriyo menjelaskan, Bazar PetroNite Fest ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat dinanti-nanti masyarakat Gresik. Hal ini terlihat dari antusiasme pengunjung yang mencapai kisaran 5.000 orang/hari, dengan estimasi rerata transaksi yang dihasilkan mencapai kisaran Rp 250 juta/hari.

Salah satu peserta stan yang ada di bazar PetroNite Fest adalah “Kampung Pisang Trepan”. Ketua Kelompok Pemuda Kreatif, Khoirul Amin selaku pengelola stan mengungkapkan bahwa, selama empat hari ini, total omzet yang mereka dapatkan sekitar Rp 2 juta dari penjualan kerajinan berbahan pelepah pisang, seperti topi dan tas, serta penjualan produk makanan.

Sebagai perbandingan, omzet penjualan selama satu bulan biasanya berkisar Rp 7 juta hingga Rp 8 juta. Artinya 25 persen omzet dalam sebulan bisa didapatkan hanya dalam waktu empat hari saja di PetroNite Fest. “Selama beberapa kali mengikuti pameran di berbagai daerah, di PetroNite Fest inilah yang pengunjungnya paling ramai. Di sini kami sepuluh hari, Insya Allah penjualan akan lebih besar lagi,”ungkapnya.

Tingginya omzet penjualan juga dirasakan oleh stan Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG). Dwi Anggraeni Futurhesa, penanggung jawab stan mengatakan, omzet penjualan mangga, alpukat, jeruk dan degan jeli dalam sehari bisa mencapai Rp 2,5 juta, atau Rp 10 juta selama empat hari. “Produk yang kami promosikan di sini adalah produk UMKM binaan K3PG,” imbuhnya.

Selain sebagai ajang promosi dan bertransaksi, keberadaan bazar PetroNite Fest ini juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat Gresik. Pasalnya, selain melibatkan UMKM, acara pembukaan bazar PetroNite Fest juga melibatkan komunitas kesenian daerah Jawa Timur, khususnya yang ada di Gresik. Mulai dari Pencak Macan, Penari Perkusi, Reog Singa Bangoran, hingga iring-iringan becak hias yang berasal dari abang becak di sekitar perusahaan. 

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindag Kabupaten Gresik Malahatul Fardah mengapresiasi kegiatan bazar ini karena sangat membantu pertumbuhan UMKM di Gresik, khususnya bagi para start up atau pemula. Sebab melalui kegiatan ini, omzet usaha UMKM bisa meningkat, dan produknya bisa semakin dikenal bagi yang masih mengawali usahanya, lebih-lebih pengunjungnya sangat ramai dan tidak hanya berasal dari Gresik saja.

“Saya berharap ke depan Petrokimia Gresik terus berinovasi untuk membantu pertumbuhan UMKM, khususnya di Gresik. Setelah rekor MURI untuk 50.000 jenang jubung, nanti apalagi gitu yang melibatkan bisa UMKM Gresik. Saya juga berharap Petrokimia Gresik terus menjaga sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten Gresik agar program-programnya selalu tepat sasaran,”ujar Fardah. (yad)

Gandeng 457 UMKN, Petrokimia Gresik Gelar PetroNite Fest 2022, Target Omzet Rp 250 Juta Perhari Selengkapnya

Ulang Tahun Emas Petrokimia Gresik Sajikan 50 Ribu Jubung, Masuk Rekor MURI 

GRESIK,1minute.id – Catatan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) bertambah satu pada Minggu malam, 17 Juli 2022 malam. PT Petrokimia Gresik memecahkan rekor baru yakni 50 ribu jubung. Pemecahan rekor MURI dilakukan disela acara seremoni pembukaan PetroNite Fest 2022 di halaman Gedung Sarana Olahraga (SOR) Tridharma Petrokimia Gresik. Rangkaian kegiatan merayakan Ulang Tahun Emas Petrokimia Gresik. 

Puluhan ribu jenang Jubung, salah satu makanan khas Gresik itu dibuat oleh 35 pengusaha UMKM di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Piagam penghargaan MURI itu diserahkan oleh Sri Wijayati, perwakilan MURI kepada Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo.

“50 ribu jubung tidak hanya rekor di Indonesia. Tapi, masuk museum rekor dunia Indonesia,”kata Sri Wijayati dalam sambutannya. Tapi, imbuhnya, tadi tim penilai melakukan penghitungan. Ternyata, belum genap 50 ribu jubung. “Agar genap 50 ribu, Saya mohon pak Dirut untuk melengkapinya,”imbuhnya.

JUBUNG KHAS GRESIK: Ulang Tahun Emas, Petrokimia Gresik dengan menghadirkan 50 ribu jubung, jajanan khas Gresik tercatat di MURI 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Dwi Satriyo Annurogo kemudian maju dan memasang satu biji jubung dalam ornamen berlogo 50 Beyond Infinity. Logo berganbar keemasan. Sri Wijayati mengapresiasi pemecahan rekor MURI dengan menggandeng puluhan UMKM di Gresik ini. “50 ribu jubung ini dikerjakan oleh 35 UMKM. Ini luar biasa,”pujian. 

Jubung adalah jajanan mirip jenang terbuat dari ketan hitam yang di taburi wejan. Biasanya Jubung ditempatkan dalam selongsong warna putih kecoklatan yang terbuat dari kulit pohon pinang. Warga Gresik menyebut Ope. Proses pembuatan butuh waktu sampai sehari. 24 jam. Mulai dari merendam ketan, mengggiling, memasak hingga membungkusnya. 

Mula-mula, ketan yang sudah di rendam selama 12 jam ini, di giling hingga halus. Saat bersamaan, parutan kelapa di ambil sarinya, kemudian di masak hingga kental. Kemudian, tepung ketan di masukkan wajan sambil di campur sari kelapa yang sudah masak. Untuk memperoleh rasa yang lebih enak, adonan juga di tambah telur ayam.

Proses memasak adonan ini, adalah proses paling lama. Untuk menghasilkan Jubung terbaik, membutuhkan waktu 6 jam hingga adonan benar-benar kental. Tak heran, jika juru masaknya adalah kaum adam karena adonan jubung harus di aduk terus menerus. Setelah kental, adonan Jubung di tambah gula pasir secukupnya. 

Untuk 5 kilogram ketan, perlu 2 kilogram gula pasir. Adonan kemudian di bungkus untuk siap di jual. Ciri khas bungkusan Jubung adalah daun pinang muda yang di lilit mirip gelas mini. 

Capaian rekor MURI 50 Ribu Jubung ini, menambah Piagam MURI yang berada di Kabupaten berjumlah penduduk 1,2 juta jiwa ini. Sri Wijayati menyebutkan sejumlah Rekor MURI di Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini. (yad)

Grafis

Kegiatan bedah rumah dalam waktu sehari (2006) ; Sertifikasi nasional tukang batu (2008) ; Pembangunan sekaligus 118 rumah keramik (terbanyak) dan pavingisasi sepanjang 29,5 km (2009)  ; Menggambar desain tema lingkungan hidup serentak dengan jumlah 254.532 peserta (2009) ; Imunisasi peserta terbanyak (2011) ; Kontes Ayam Ketawa peserta terbanyak  (2013) ; Menyanyi Mars UKS peserta terbanyak (2013) ; Pengunjung bazar Ramadan terbanyak dengan mengenakan busana sarung (2016) ;   Penampilan massal seni Rodhat Ishari  (Ikatan Seni Hadrah Indonesia)  Kabupaten Gresik dengan peserta 18.600, dan jumlah ini terbanyak se-Indonesia (2016) ; Rekor 50 Ribu Jubung, Ulang Tahun Emas, Petrokimia Gresik (17 Juli 2022)

(data diolah 1minute.id)

Ulang Tahun Emas Petrokimia Gresik Sajikan 50 Ribu Jubung, Masuk Rekor MURI  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Berbagi Berkah, Membagikan 9 Ribu Paket Sembako dan 1000 Bingkisan kepada Tukang Becak

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik membagikan sebanyak 9 ribu paket sembako  kepada masyaraka sekitar  pada Jumat,15 Juli 2022. 

Ribuan paket sembako berisi beras, gula, minyak goreng, mi instan dan kecap dibagikan secara simbolis oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo kepada warga Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik.

Selain sembako kepada masyarakat sekitar perusahaan, Petrokimia Gresik juga berbagi bingkisan kepada 1000 tukang becak di halaman Gedung Diklat di Jalan Prof Moh Yamin, Kelurahan Ngipik, Gresik. Bagi-bagi sembako dan bingkisan ini bertajuk Petrokimia Gresik Peduli Berbagi,  Berbagi Berkah kepada masyarakat ini,  rangkaian HUT Ke-50 Petrokimia Gresik. Ulang tahun emas perusahaan solusi agroindustri bertemakan “Beyond Infinity”.

Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, Petrokimia Gresik Peduli Berbagi, Berbagi Berkah sebagai ungkapkan rasa syukur karena bisa menjalankan tugas yang diembankan pemerintah untuk memperkuat ketahananan pangan di Indonesia. 

“Saat ini, Petrokimia Gresik telah berusia 50 tahun,”ujar Dwi Satriyo usai acara pada Jumat,15 Juli 2022. Keberlangsungan perusahaan tidak lepas dari dukungan dan doa dari masyarakat. “Bentuk rasa syukur, kami akan menjalin hubungan lebih baik dengan masyarakat,”katanya. Dukungan dan doa masyarakat itu, membuat perusahaan bisa menyeselaikan tugas-tugas dari pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan di Indonesia. 

BERTEMU TUKANG BECAK : Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo dalam acara Petrokimia Gresik Peduli Berbagi, Berbagi Berkah kepada 1.000 tukang becak di halaman Gedung Diklaim Diklat Petrokimia Gresik pada Jumat, 15 Juli 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Tentu, kegiatan ini tidak berhenti disini. Kami akan terus lakukan.  Sehingga Petrokimia Gresik bisa semakin dekat dengan masyarakat,”katanya. Petrokimia Gresik Peduli Berbagi,  Berbagi Berkah ini,  Dwi Satriyo Annurogo didampingi Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik Yusuf Wibisono. 

Petrokimia Gresik tahun ini genap berusia 50 tahun pada 10 Juli 2022. Ulang tahun emas, perusahaan solusi agroindustri anggota Pupuk Indonesia itu menggelar sejumlah event. Petro Nite Fest bakal dimulai nanti malam di halaman SOR Tridharma Petrokimia Gresik. “Bazar nanti malam itu, menggandeng UMKM yang di sekitar perusahaan di Gresik,”kata Dwi Satriyo. 

Untuk diketahui pada 2021 Petrokimia Gresik berhasil membukukan laba sebesar Rp1,94 triliun atau 175% dibandingkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar Rp1,11 triliun dengan laporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Begitu juga realisasi tingkat Kesehatan Perusahaan yang memperoleh skor 81,50 dengan predikat Sehat AA atau lebih tinggi dibandingkan skor RKAP sebesar 76,00 predikat Sehat A.

Capaian tersebut tentu bisa diraih Petrokimia Gresik karena didukung oleh terobosan-terobosan  insan di perusahaan. Sepanjang  2021 inovasi Petrokimia Gresik mampu menciptakan nilai tambah atau value creation riil sebesar Rp 240,68 miliar. Capaian ini merupakan sumbangsih dari 82% karyawan yang terus berpikir improvement. (yad) 

Petrokimia Gresik Berbagi Berkah, Membagikan 9 Ribu Paket Sembako dan 1000 Bingkisan kepada Tukang Becak Selengkapnya

Petrokimia Gresik Kenalkan Teknologi Drone untuk Pupuk Granul, Pertama di Indonesia 

GRESIK, 1minute.id – Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengatakan,  digital farming menjadi salah satu strategi intensifikasi pertanian yang sudah seharusnya diaplikasikan di era industri 4.0 ini, untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus pendapatan petani.

“Selama tiga tahun ini Indonesia memang tidak melakukan impor (beras, Red), tapi apabila kita tidak melakukan apa-apa sekarang, maka krisis pangan akan terjadi di negara kita. Untuk itu kita harus terus melakukan perbaikan dan inovasi yang berkelanjutan,”tandas Dwi Satriyo dalam talk show bertajuk “Petro AgriTalk : Digital Farming, Ancaman atau Peluang untuk Sektor Pertanian” di Kebun Percobaan (Buncob) Petrokimia Gresik, Jalan Tridharma Gresik, Jawa Timur pada Kamis, 14 Juli 2022.

Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri, anggota holding Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen mendukung digitalisasi pertanian itu. Salah satu teknologi digital farming yang diperkenalkan Petrokimia Gresik dalam rangkaian acara Petro AgriTalk adalah teknologi drone untuk pengaplikasian pupuk jenis granul. 

Drone yang didemonstrasikan di area Buncop Petrokimia Gresik ini merupakan percontohan perdana untuk pupuk granul, karena selama ini drone hanya digunakan untuk pupuk jenis cair. Sedangkan pupuk yang diaplikasikan adalah produk andalan Petrokimia Gresik, Phonska Plus Formula 15-15-15.

“Drone yang kita terbangkan ini merupakan teknologi dari Thailand, dan mudah-mudahan bisa kita adaptasi karena sangat bermanfaat bagi pertanian Indonesia,”ujar Dwi Satriyo.

Pemanfaatan drone untuk pemupukan akan menghemat biaya produksi bagi petani, dimana salah satu item cost yang mahal dalam budidaya pertanian adalah tenaga kerja. Sedangkan drone cukup dioperasikan oleh satu orang dan mampu melakukan pemupukan antara 40-60 Ha/hari dengan hasil penyebaran pupuk yang lebih presisi.

Ke depan, imbuhnya, teknologi ini diharapkan dapat melengkapi program Makmur yang selama ini dijalankan Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih baik. Yaitu mengolaborasikan lembaga perbankan, asuransi, offtaker, dan Petrokimia Gresik sebagai motor penggerak bertugas menyiapkan pupuk, pestisida, dan melakukan pengawalan budidaya pertanian.

Menurutnya, kehadiran teknologi dalam Program Makmur dapat meningkatkan pengetahuan teknis petani, seperti dosis pupuk yang tepat melalui rekomendasi Mobil Uji Tanah, pemilihan bibit unggul, atau agro input lain dengan cara yang lebih efisien. Begitu juga dengan sistem informasi mengenai cuaca atau kondisi pasar akan membantu ketepatan petani dalam pengambilan keputusan.

“Teknologi drone ini akan menyempurnakan peranan Mobil Uji Tanah Petrokimia Gresik,” imbuh Dwi Satriyo. Lebih lanjut, Dwi Satriyo menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang diinisiasi Pupuk Indonesia (Persero) dengan MarkPlus, Inc. Melalui kerja sama ini, produk-produk pengembangan Petrokimia Gresik ke depan akan disinergikan dengan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pemupukan dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian.

Masih kata Dwi Satriyo, selain dapat meningkatkan efektivitas dan produktivitas pertanian, pengenalan digital farming juga menjadi sarana untuk semakin meningkatkan ketertarikan generasi muda terjun di sektor pertanian. Mengingat generasi muda identik dengan teknologi dan segala sesuatu yang praktis.

“Sejak pandemi Covid-19, terdapat kenaikan angkatan kerja muda untuk sektor pertanian dari 18 persen menjadi 20 persen lebih. Ini adalah angin segar bagi sektor pertanian Indonesia yang harus terus kita dorong dengan kemajuan teknologi,”pungkasnya.

TEKNOLOGI DRONE: Hermawan Kartajaya menuangkan pupuk granul di dampingi Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo untuk simulasi pemupukan menggunakan teknologi drone di Buncob Petrokimia Gresik pada Kamis, 17 Juli 2022 ( Foto: Humas Petrokimia Gresik)

Selain Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, pembicara lainnya adalah Hermawan Kartajaya (Founder & Chairman MarkPlus Inc.), Ir. Jaka Widada (Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada) dan Dimas Eko Prasetyo (SEVP Operation PT Perkebunan Nusantara X).

Kegiatan diikuti oleh 128 peserta yang berasal dari mahasiswa fakultas pertanian, petani muda, dinas pertanian, perusahaan BUMN, dan stakeholder pertanian lainnya ini juga menghadirkan perwakilan dari NAC Drone Thailand, yang berperan mendukung pelaksanaan simulasi drone Petrokimia Gresik, sekaligus memberikan wawasan mendalam soal transformasi menuju industri 4.0.

Dalam kesempatan ini, Hermawan Kartajaya  mengajak stakeholder pertanian di Indonesia untuk belajar teknologi pertanian dari Thailand yang saat ini terbilang lebih maju. Dengan spirit ASEAN, ia berharap akan ada alih teknologi untuk kemajuan pertanian di tanah air.

“Manusia dan teknologi akan berjalan berdampingan. Kegiatan teknis pemupukan bisa dilakukan drone. Sedangkan, petani bisa melakukan hal-hal yang lebih produktif. Sehingga produktivitas pertanian dapat terus digenjot,”ujar Hermawan.

Ia juga mengapresiasi langkah Pupuk Indonesa (Persero) yang menugaskan anak usahanya, dalam hal ini Petrokimia Gresik, untuk menjadi percontohan perdana penggunaan drone untuk pupuk jenis granul. “Di bidang pupuk tanah air, Pupuk Indonesia Group ini adalah yang terbesar, jadi kita memang mengutamakan Pupuk Indonesia Group untuk kolaborasi ini,” tandas Hermawan. (yad)

Petrokimia Gresik Kenalkan Teknologi Drone untuk Pupuk Granul, Pertama di Indonesia  Selengkapnya

Rayakan Ulang Tahun Emas, Petrokimia Gresik Siapkan Enam Strategi Ekspansi Bisnis

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik genap 50 tahun. Ulang tahun emas. Perusahaan Solusi Agroindustri itu menyiapkan enam strategi ekspansi bisnis sebagai upaya menjaga sustainability perusahaan, kemajuan pertanian, serta memperkuat industri kimia nasional. 

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Petrokimia GresikDwi Satriyo Annurogo dalam Peringatan HUT ke-50 Petrokimia Gresik di SOR Tri Dharma, Gresik, Jawa Timur.

Dwi Satriyo mengungkapkan, capaian Petrokimia Gresik saat ini tidak dapat dilihat dari kinerja hari ini saja, tapi harus dilihat dari perjalanannya menaklukkan berbagai tantangan dari masa ke masa. Petrokimia Gresik yang pada awal berdirinya hanya memiliki pabrik Amoniak-Urea dan ZA. Kini, bertransformasi menjadi perusahaan Solusi Agroindustri yang memproduksi varian pupuk terlengkap di Indonesia, bahkan Asia Tenggara.

“Meski demikian, kita tidak boleh berpuas diri, karena tantangan dan perubahan adalah hal yang mutlak. Karena itu, Petrokimia Gresik membutuhkan inovasi dan transformasi yang luar biasa untuk memenangkan masa depan,” ujar Dwi Satriyo.

Dalam hal ini, Petrokimia Gresik telah menyiapkan sejumlah strategi untuk melakukan ekspansi bisnis tidak sebatas menjadi perusahaan solusi agroindustri saja, tetapi juga centra petrochemical industry di masa mendatang. Hal ini sesuai dengan tema yang diusung dalam HUT tahun ini, yakni “Beyond Infinity”, yang dapat diartikan sebagai semangat untuk terus melampaui batas-batas yang ada.

Salah satu tantangan yang tengah dihadapi Petrokimia Gresik adalah dampak perang di kawasan Eropa yang mempengaruhi harga dan pasokan bahan baku pupuk di pasar global. Khususnya fosfat dan kalium yang merupakan bahan baku NPK dan tidak tersedia di tanah air.

Seperti diketahui, Petrokimia Gresik merupakan produsen pupuk majemuk terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi mencapai 2,7 juta ton per tahun, sehingga membutuhkan pasokan kedua bahan baku tersebut dalam jumlah yang besar.

Strategi pertama yang dicanangkan untuk menjaga pasokan NPK di Indonesia adalah dengan menjajaki pembangunan pabrik NPK di Yordania. Langkah strategis ini dilakukan bersama holding Pupuk Indonesia, untuk mendekatkan pabrik NPK Petrokimia Gresik dengan sumber bahan baku, sehingga diharapkan dapat mengefisienkan biaya produksinya.

Strategi kedua dan ketiga adalah peningkatan produktivitas NPK nasional dengan melakukan konversi pabrik, dari pabrik pupuk Fosfat menjadi pabrik NPK Phonska V, serta mempersiapkan pendirian pabrik baru NPK Phonska VI.

“Ketiga langkah strategis tersebut tidak hanya akan mengamankan produktivitas NPK nasional, tapi juga memperkuat posisi Petrokimia Gresik sebagai produsen NPK terbesar di Indonesia, bahkan Asia. Sehingga kesempatan untuk ekspansi pasar internasional semakin terbuka lebar, tentunya setelah memenuhi kebutuhan pupuk di dalam negeri,”tadas Dwi Satriyo.

Strategi keempat, struktur bisnis perusahaan yang erat kaitannya dengan bahan baku gas juga menjadi perhatian Petrokimia Gresik, dimana perusahaan akan melakukan penjajakan untuk mendapatkan suplai gas baru dari Utara Pulau Jawa. Pasokan gas ini rencananya akan dimanfaatkan untuk pengembangan pabrik Amoniak-Urea (Amurea) III atau pengembangan lainnya.

“Jika Petrokimia Gresik berhasil memperoleh pasokan gas yang baru, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas pupuk Urea melalui pengembangan pabrik Amurea III. Sehingga ke depan kita tidak hanya menjadi leader di pasar NPK, tapi juga Urea,”ujarnya.

Strategi Petrokimia Gresik yang kelima, tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pupuk saja, tapi juga mendorong kemajuan industri kimia nasional. Diantaranya pembangunan pabrik Soda Ash berkapasitas 300.000 ton per tahun, dengan memanfaatkan produk hilir dari pabrik Amoniak-Urea berupa CO² yang diolah menjadi bahan baku pembuatan Soda Ash.

“Nantinya ini akan menjadi produk Soda Ash pertama buatan dalam negeri untuk membantu mengurangi ketergantungan impor Soda Ash yang mencapai 1 juta ton per tahun,”tandas Dwi Satriyo.

Seperti diketahui, kebutuhan Soda Ash nasional sangat tinggi sebagai tumpuan bahan baku berbagai produk yang banyak kita temui sehari-hari, seperti sabun, deterjen, kertas, tekstil, keramik, gelas, kaca dan lain sebagainya.

Selanjutnya, komitmen Petrokimia Gresik untuk kemajuan industri kimia nasional juga tampak dari strategi keenam, yakni upaya Petrokimia Gresik melakukan scale up pabrik Green Surfactant. Produk ini mendapatkan sambutan baik dari industri minyak dan gas setelah kali pertama dipasarkan pada 2021.

Green Surfactant Petrokimia Gresik, lagi-lagi menjadi produk surfaktan pertama buatan dalam negeri yang dapat menggantikan penggunaan surfaktan berbasis hydrocarbon, sehingga lebih ramah lingkungan. Produk ini berfungsi untuk meningkatkan produktivitas sumur minyak bumi, bahkan mampu mengeluarkan minyak mentah dari lapangan atau sumur minyak tua yang sudah tidak berproduksi lagi. 

“Ini membuktikan bahwa Petrokimia Gresik tidak hanya unggul dalam ke-pioneer-an produk pupuk saja, tetapi juga produk lainnya yang dapat memperkuat struktur industri kimia nasional. Inilah kira-kira yang akan menjadi arah masa depan Petrokimia Gresik,”ujar Dwi Satriyo.

Luncurkan Rumah Transformasi

Lebih lanjut Dwi Satriyo menjelaskan, keunggulan Petrokimia Gresik sebagai pioneer dalam menciptakan berbagai hal baru dapat terwujud berkat DNA inovasi dan transformasi yang dimiliki setiap insan di perusahaan. Oleh karena itu, untuk mewadahi  ide-ide atau gagasan tersebut, Petrokimia Gresik sekaligus meresmikan Rumah Transformasi di kawasan SOR Tri Dharma pada momen peringatan HUT emas. HUT Petrokimia Gresik diperingati setiap 10 Juli.

“Rumah Transformasi ini dihadirkan untuk memaksimalkan ide dan menggali gagasan yang lebih besar lagi. Dengan demikian, tradisi inovasi yang diwariskan dari generasi Petrokimia Gresik terdahulu bisa terus terjaga sebagai modal bagi perusahaan untuk terus bertransformasi di era-era mendatang,” pungkasnya. (yad)

Rayakan Ulang Tahun Emas, Petrokimia Gresik Siapkan Enam Strategi Ekspansi Bisnis Selengkapnya

Pandemi Covid-19, Petrokimia Gresik Bukukan Laba sebesar Rp 1,94 triliun, Kinerja Positif untuk Indonesia 

GRESIK,1minute.id – PT Petrokimia Gresik genap berusia 50 tahun. Perusahaan Solusi Agroindustri itu telah memberikan kinerja positif dan kontribusi lebih bagi Indonesia sepanjang 2021.

Capaian tersebut tidak lepas dari semangat “Beyond Infinity” yang kemudian diusung sebagai tema ulang tahun emas Petrokimia Gresik. Dimana setiap insan Petrokimia Gresik harus mampu melewati tantangan, dan tidak boleh cukup berpuas pada target dan tanggung jawab semata.

“Tahun 2021 kemarin, Indonesia masih menghadapi gelombang kedua pandemi Covid-19 lantaran munculnya varian Delta. Sejumlah negara juga masih membatasi akses perdagangan mereka untuk mencegah penularan Covid-19. Alhamdulillah di tengah tantangan ini, Petrokimia Gresik masih bisa memberikan kinerja yang memuaskan,”tandas Dwi Satriyo dalam upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 pada Senin, 11 Juli 2022.

Petrokimia Gresik berhasil membukukan laba sebesar Rp1,94 triliun atau 175% dibandingkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar Rp1,11 triliun dengan laporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Begitu juga realisasi tingkat Kesehatan Perusahaan yang memperoleh skor 81,50 dengan predikat Sehat AA atau lebih tinggi dibandingkan skor RKAP sebesar 76,00 predikat Sehat A.

Capaian tersebut tentu bisa diraih Petrokimia Gresik karena didukung oleh terobosan-terobosan  insan di perusahaan. Sepanjang  2021 inovasi Petrokimia Gresik mampu menciptakan nilai tambah atau value creation riil sebesar Rp 240,68 miliar. Capaian ini merupakan sumbangsih dari 82% karyawan yang terus berpikir improvement.

Sejumlah inovasi tersebut juga telah  menarik perhatian dunia melalui empat predikat “3 Stars” atau kategori tertinggi dalam ajang konvensi inovasi internasional “26th Asia Pacific Quality Organization (APQO).

“Artinya, karya inovasi Petrokimia Gresik tidak hanya berdampak pada perolehan laba bagi perusahaan, tapi juga menginspirasi dan mampu membawa prestasi hingga level internasional,”tegas Dwi Satriyo.

Satu kebanggaan Petrokimia Gresik mampu mengambil peran besar melebihi apa yang menjadi tanggung jawabnya, selama pandemi Covid-19 berlangsung. Petrokimia Gresik mendapat amanah sebagai Koordinator Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur. Dalam menjalankan tugasnya, Petrokimia Gresik berhasil menjadi solusi pada saat krisis oksigen medis terjadi di sejumlah fasilitas kesehatan, dengan reaktivasi Unit Produksi Oksigen – Air Separation Plant (ASP).

“Kita buktikan bersama, Petrokimia Gresik sangat mampu menjadi inisiator dalam mendukung pemerintah melakukan pencegahan penularan Covid-19 dan menanggulangi dampaknya,”ujar Dwi Satriyo.

Upaya perusahaan dalam menanggulangi dampak Covid-19 juga terlihat dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sepanjang 2021. Petrokimia Gresik menyelaraskan TJSL dengan upaya pemerintah dalam percepatan kebangkitan ekonomi di masa pandemi dengan memberikan perhatian pada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pada 2021, Petrokimia Gresik telah mendukung 613 pelaku UMKM yang menjadi Mitra Kebanggaan (Mangga) yang tersebar Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY

Bantuan diberikan berupa modal usaha, pembinaan dan pendampingan untuk UMKM yang bergerak di sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, peternakan, perikanan, industri, dan jasa. Adapun total nilai penyaluran program Mangga tahun 2021 mencapai Rp 42,97 miliar. Salah satu program unggulan Petrokimia Gresik di bidang ini adalah Literasi (Lingkungan Peternakan Sapi Terintegrasi) yang ada di Kabupaten Lamongan.

“Dukungan terhadap kemajuan UMKM mengantarkan Petrokimia Gresik masuk ke dalam daftar “17 Perusahaan Paling Berkontribusi bagi UMKM” di Indonesia versi International Council for Small Business (ICSB) Indonesia,” ungkapnya.

Program TJSL 2021 Petrokimia Gresik juga memberikan porsi besar  pada bidang bina lingkungan. Petrokimia Gresik telah merealisasikan anggaran senilai Rp10 miliar untuk mendorong kelestarian lingkungan. Dalam implementasinya Petrokimia Gresik selalu mengedepankan prinsip keberlanjutan.  Atas komitmen di bidang lingkungan, Petrokimia Gresik berhasil mendapatkan Propernas Emas yang merupakan penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

 “Coverage area program TJSL Petrokimia Gresik tidak hanya dibatasi untuk masyarakat sekitar perusahaan, tapi lebih dari itu karena Petrokimia Gresik berkomitmen untuk maju bersama masyarakat dengan semangat Beyond Infinity,” ujar Dwi Satriyo. 

Launching Buku “Beyond Infinity”

Dalam rangkaian HUT,  Petrokimia Gresik juga meluncurkan buku berjudul “Beyond Infinity” yang menceritakan perjalanan 50 tahun Petrokimia Gresik bertransformasi. Buku ini dihadirkan sebagai sarana edukasi bagi Insan Petrokimia Gresik dan masyarakat Indonesia untuk memahami perjalanan industri pupuk di tanah air, khususnya Petrokimia Gresik.

“Perjalanan Petrokimia Gresik tidak bisa dilepaskan dari berdirinya Republik Indonesia, dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dan kemajuan pertanian. Semoga buku ini bermanfaat dan mengisnpirasi,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Pandemi Covid-19, Petrokimia Gresik Bukukan Laba sebesar Rp 1,94 triliun, Kinerja Positif untuk Indonesia  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Dorong Kebangkitan UMKM melalui Program Mangga Madu dan Mangga Muda 2022

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik seakan tiada ada henti mendorong UMKM tumbuh dan kuat. Terbaru, penguatan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19, melalui program Mangga Madu/Muda Business Competition (MMBC) 2022. 

Program pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah digagas oleh perusahaan Solusi Agroindustri berpusat di Gresik ini telah memasuki penjurian final secara hybrid pada Senin, 21Juni 2022.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan UMKM memiliki peranan strategis sebagai pilar perekonomian Indonesia yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan. “Oleh karena itu, sebagai bagian dari Pupuk Indonesia dan BUMN yang merupakan lokomotif pembangunan bangsa, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik salah satunya berfokus pada pendanaan dan pendampingan UMKM, termasuk program MMBC ini,”ujar Dwi Satriyo.

MMBC yang diselenggarakan kali pertama dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Petrokimia Gresik ini menyasar dua segmen peserta. Pertama, Mitra Kebanggaan (Mangga) Muda yang diperuntukkan bagi mahasiswa aktif, serta Mangga Madu bagi istri karyawan Petrokimia Gresik. Melalui program Mangga Muda, Petrokimia Gresik ingin mendorong generasi muda untuk meningkatkan jiwa entrepreneur yang profesional, sekaligus memberikan akses permodalan dan pembinaan bagi generasi muda dalam mengembangkan usahanya.

“Berwirausaha di usia muda membutuhkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang cukup. Melalui kegiatan ini, selain dapat menambah pengalaman diharapkan dapat memperluas networking para peserta untuk meningkatkan kinerja usahanya,” ujar Dwi Satriyo.

Sedangkan dalam program Mangga Madu, Petrokimia Gresik ingin mengoptimalkan potensi perempuan untuk menjadi entrepreneur, dimana perempuan dikenal mempunyai keunggulan multitasking dalam mengerjakan dua atau lebih pekerjaan sekaligus. “Ini juga menjadi persiapan dini untuk bekal saat pensiun nanti, terutama bagi para istri yang memiliki usaha sendiri. Sehingga dapat meningkatkan peran perempuan sebagai pilar ekonomi keluarga,”tandasnya.

Dalam tahapan final ini, masing-masing program yakni Mangga Muda dan Mangga Madu menyisakan sepuluh tim yang terbagi ke dalam dua sub kategori, yaitu creativesociopreneur dan agrosociopreneur. Kategori creativesociopreneur merupakan kompetisi untuk pelaku usaha di bidang kreatif seperti fesyen,  food and beverages, furniture, otomotif dan fotografi. Sedangkan agrosociopreneur fokus pada bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. 

Sederet ahli dan pelaku usaha di berbagai bidang hadir sebagai dewan juri di setiap kategori. Untuk kategori agrosociopreneur antara lain Budi Wahju Soesilo (Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik), Prof Christina Whidya Utami (Wakil Rektor Universitas Ciputra), Teuku Wisnu (Aktor & Pengusaha), Jonathan Alden (Chef), dan Hendy Setiono (Founder Baba Rafi Enterprise Holding Company).

Sedangkan dewan juri untuk kategori creativesociopreneur antara lain Panji Winanteya Ruky (Direktur Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia), Prof. Wawan Dhewanto (Guru Besar Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB), Nurul Haromaini Ali (Ketua Dewan Kerajinan Nasional Kabupaten Gresik), Linda Anggrea (Chief Executive Officer Buttonscarves), dan Intan Avantie (Fashion Designer).

Terakhir, Dwi Satriyo mengungkapkan bahwa MMBC ini merupakan upaya untuk memperkuat strategi bisnis para Mangga (Mitra Kebanggaan) Petrokimia Gresik. Mengingat saat ini seluruh sektor kehidupan, termasuk ekonomi menghadapi perubahan yang sangat cepat, mulai dari globalisasi, industri 4.0 yang diikuti dengan disruption era, dan selanjutnya pandemi Covid-19.

“Semoga kegiatan ini menjadi penyemangat pelaku usaha untuk terus tumbuh. Jika usahanya terus tumbuh dan berkembang, diharapkan dapat menyerap lebih banyak lapangan pekerjaan. Sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh lebih banyak pihak,” tutupnya. 

Wakil Rektor Universitas Ciputra Prof. Christina Whidya Utami sekaligus Dewan Juri menyampaikan bahwa, seorang entrepreneur itu bisa diedukasi, dan MMBC ini merupakan salah satu media mencetak entrepreneur yang inovatif. “Saya mengapresiasi inovasi para finalis yang menjadikan bisnisnya sustainable. Semoga menginspirasi,”ujar Prof. Christina.

Pemenang masing-masing kategori akan mendapatkan hadiah total Rp75 juta dan pendanaan usaha total senilai Rp 3 miliar. Dimana pemenang akan diumumkan pada tanggal 2 Juli 2022 dalam acara Mangga Hybrid Expo dan selanjutnya mengikuti Inkubasi UMKM untuk menjadi Petrokimia Gresik School of Business and Management. (yad)

Petrokimia Gresik Dorong Kebangkitan UMKM melalui Program Mangga Madu dan Mangga Muda 2022 Selengkapnya