Petrokimia Gresik Borong Tiga Penghargaan Diajang IHCA untuk Program Inovatif Pengembangan SDM


GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik memborong tiga penghargaan dalam ajang Indonesia Human Capital Award (IHCA) VII Tahun 2021. Penghargaan itu diraih karena perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia terbukti mendukung pemerintah mencetak SDM unggul. 

Tiga penghargaan adalah “Best of Five Company in HR Contribution to Community”, “4th Best of The Year 2021 PLATINUM AWARD-A-Excellent” dan “The Best Indonesia-HC Director 2021 untuk Direktur Keuangan & Umum, Budi Wahju Soesilo” dalam kategori Subsidiary of SOE’s Company-Non Finance Company.

Budi Wahju Soesilo mengatakan, program pengembangan talenta yang dihadirkan Petrokimia Gresik tidak hanya untuk peningkatan SDM karyawan, tapi juga menjadi upaya perusahaan dalam mendukung pemerintah mencetak tenaga kerja atau SDM unggul guna menghadapi persaingan global. “Berbagai program pengembangan talenta yang dijalankan atau diciptakan Petrokimia Gresik memiliki semangat untuk membangun SDM Indonesia,”tandas Soesilo dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Senin, 4 Oktober 2021.

Ada program peningkatan SDM yang luncurkan oleh Petrokimia Gresik.  Lima program itu adalah Digital Learning Center (DLC) yang baru saja diluncurkan oleh Asisten Deputi Bidang Industri Pangan dan Pupuk (Asdep IPP) Kementerian BUMN RI, Zuryati Simbolon, beberapa waktu lalu.

Soesilo menjelaskan bahwa DLC Petrokimia Gresik merupakan inovasi digital yang telah dicanangkan sejak 2020, dan merupakan hasil sinergitas Kementerian BUMN, melalui Pupuk Indonesia dan Petrokimia Gresik, serta Kementerian Perindustrian sebagai upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja di Indonesia.

DLC dibangun untuk mempercepat penguasaan kompetensi karyawan, serta menjadi sarana bagi mahasiswa dan siswa magang dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah Menengah Kejuruan atau sederajat. Dimana, mahasiswa dan siswa tidak perlu datang ke pabrik untuk melakukan praktik kerja industri, karena mereka bisa mendapatkan pengalaman magang yang riil melalui platform DLC, diantaranya Virtual Reality dan 360 Plant Facility Learning.

“Fasilitas ini juga menjadi solusi bagi mahasiswa magang di masa pandemi Covid-19, karena banyak mahasiswa kesulitan mencari tempat praktik lantaran banyak perusahaan menutup program magang guna mencegah penyebaran Covid-19,”terang Soesilo.

Kedua, Jambore Petani Muda (JPM) yang telah diselenggarakan sebanyak empat kali oleh perusahaan sejak 2017. Dengan total alumni mencapai 190 orang, program ini merupakan upaya perusahaan menumbuhkan minat generasi milenial terhadap dunia pertanian. Sebab peran generasi muda pada sektor ini masih terbilang rendah, padahal sektor pertanian, tak kalah prospektif dengan sektor lainnya.

“Jambore Petani Muda merupakan salah satu bentuk komitmen Petrokimia Gresik dalam membangun pertanian di Indonesia sekaligus menegaskan arah kebijakan perusahaan yang berorientasi kepada petani dan pertanian masa depan,” ujar Soesilo.

Ketiga, Program Magang Mahasiswa kerja sama dengan 6 Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) yang tersebar di seluruh Indonesia sejak 2019. Keempat, Program Magang Mahasiswa Besertifikat (PMMB) yang sudah berjalan sejak 2019, kerjasama dengan Kementerian BUMN dan didukung oleh Forum Human Capital Indonesia (FHCI) dalam upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja di Indonesia. 

Kelima, Program Vokasi Industri setara Diploma 1 bekerjasama dengan Politeknik APP Jakarta dan Politeknik ATI Makassar. Program ini merupakan wujud komitmen Petrokimia Gresik dalam mengimplementasikan instruksi Presiden RI tentang revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) guna meningkatkan kualitas SDM.

Dalam hal ini, Petrokimia Gresik memberikan kesempatan bagi lulusan SMA/SMK untuk mengikuti program pengembangan pendidikan vokasi industri yang berbasis kompetensi dan link and match,”imbuh Soesilo.
Terakhir, Soesilo memastikan bahwa Petrokimia Gresik akan terus menjalankan program pengembangan talenta unggul untuk Indonesia secara kontinyu guna menghasilkan SDM yang berkompeten.

“Kami akan terus menciptakan program inovatif agar pengembangan talenta berjalan lebih masif, sehingga ke depan tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di pasar global,”tutupnya. (yad)

Petrokimia Gresik Borong Tiga Penghargaan Diajang IHCA untuk Program Inovatif Pengembangan SDM Selengkapnya

Program Makmur Petrokimia Gresik Sasar Petani Kangkung untuk Ekspor


GRESIK, 1minute.id – Petrokimia Gresik memperluas manfaat program “Makmur” dengan mengawal budidaya benih kangkung kualitas ekspor. Biji kangkung ini salah satu bahan kosmetik. Luasnya 567 hektare di lima kabupaten di Jatim. Kesuksesan program tersebut salah satunya ditandai dengan peningkatan hasil panen benih kangkung hingga 12 persen di lahan seluas 36,11 hektare di Gresik.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, menyampaikan bahwa selama pandemi Covid-19, peran sektor pertanian sebagai penyedia pangan sehat menjadi semakin penting dan strategis, sehingga kegiatan produksi pertanian termasuk komoditas hortikultura harus ditingkatkan. “Untuk itu kami terus berupaya mengoptimalkan manfaat Program Makmur dengan menyasar lebih banyak komoditas, tidak hanya komoditas pangan, tapi juga komoditas hortikultura,”ujar Dwi Satriyo dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Jumat, 17 September 2021.

Setelah padi, tebu, jeruk, kentang dan bawang merah, kali ini Program Makmur menyasar tanaman kangkung, yang merupakan komoditas hortikultura primadona petani Gresik. Budidaya tanaman kangkung oleh petani Gresik diambil bijinya sebagai benih untuk diekspor oleh perusahaan penampung ke berbagai negara mulai dari Thailand, Filipina, India, hingga Jepang. 

Meski ditengah pandemi Covid-19, kuantum ekspor benih kangkung masih menembus angka 80 ton pada tahun 2020. “Melalui Program Makmur, Petrokimia Gresik berkolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk mewadahi petani kangkung agar mendapatkan jaminan permodalan, jaminan mutu hasil panen hingga jaminan pasar,” ujar Dwi Satriyo.

Dari sisi pendanaan, Bank BNI memberikan pinjaman modal hingga Rp 800 miliar, kemudian anak perusahaan Petrokimia Gresik, yaitu Petrosida Gresik berperan sebagai penyalur pupuk dan penanggulangan hama/penyakit, dan PT East West Seed Indonesia (EWINDO) berperan sebagai offtaker yang membeli hasil panen petani binaan.

Sedangkan Petrokimia Gresik sendiri berperan dalam menyediakan layanan Mobil Uji Tanah (UJT) untuk memberikan analisis lahan pertanian, sehingga petani dapat memperoleh rekomendasi pupuk sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. Adapun rekomendasi pemupukan dalam Program Makmur pada komoditi kangkung ini menggunakan kombinasi pupuk subsidi dan pupuk non subsidi yaitu pupuk NPK Phonska subsidi 200 kg/ha, NPK Phonska Plus 200 kg/ha, pupuk ZA non subsidi 200 kg/ha, pupuk SP-36 subsidi 100 kg/ha, dan pupuk organik Petroganik sebanyak 2 ton/ha.

Formula ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas benih kangkung di Gresik hingga 12 persen, dari rata-rata 1,49 ton/ha menjadi rata-rata 1,67 ton/ha. Dengan demikian, omzet petani pun meningkat hingga 20-25 persen. “Melalui Program Makmur, petani dapat memenuhi kekurangan kebutuhan pupuk bersubsidi karena keterbatasan alokasi yang tersedia untuk meningkatkan produktivitas hasil panen sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani,”ujar Dwi Satriyo.

Ia menegaskan bahwa Program Makmur merupakan wujud visi Petrokimia Gresik sebagai perusahaan Solusi Agroindustri di bawah komando Pupuk Indonesia, serta terobosan dan strategi untuk meningkatkan produksi pertanian guna mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Dwi Satriyo berharap Program Makmur dapat dijalankan di seluruh Indonesia dan mampu menjadi solusi peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani di berbagai daerah.
“Komitmen ini akan terus kami tingkatkan dengan menyasar lebih banyak komoditas di berbagai daerah, agar manfaat Program Makmur dapat dirasakan lebih banyak petani di Indonesia,”tandas Dwi Satriyo.

Sementara itu, Anang Ma’ruf, salah satu petani kangkung binaan EWINDO yang mengikuti program ini mengungkapkan bahwa Program Makmur sangat berdampak positif bagi dirinya dan petani kangkung lainnya.

“Kami merasa sangat diuntungkan karena kebutuhan petani sangat bisa terpenuhi. Untuk itu, kami berharap terus dibantu melalui Program Makmur untuk memakmurkan petani,” ujarnya. Selain di Gresik, program Makmur pada komoditi benih kangkung kerja sama dengan EWINDO juga dilaksanakan di Kabupaten Mojokerto (37 Ha), Jombang (50 Ha), Lamongan (81 Ha), dan Tuban (363 Ha). (yad)

Program Makmur Petrokimia Gresik Sasar Petani Kangkung untuk Ekspor Selengkapnya

Petrokimia Gresik Luncurkan DLC, Solusi di Masa Pandemi Mahasiswa Magang Tidak Perlu Datang ke Pabrik

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik meluncurkan Digital Learning Center (DLC). Upaya perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia ini mendukung pemerintah mencetak SDM unggul. 

Peluncuran dilakukan oleh Asisten Deputi Bidang Industri Pangan dan Pupuk (Asdep IPP) Kementerian BUMN Zuryati Simbolon dan Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, serta disaksikan Direktur Transfrormasi Bisnis Pupuk Indonesia Panji Winanteya Ruky di Gresik, Jawa Timur pada Selasa,14 September 2021.

Zuryati menyatakan bahwa Digital Learning Center Petrokimia Gresik merupakan satu bukti nyata dari lima strategi yang telah ditetapkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir diantaranya kepemimpinan dalam teknologi. Ia pun mengapresiasi transformasi digital yang dilakukan Petrokimia Gresik karena tidak hanya solutif, tapi juga murni karya dari anak bangsa.

“BUMN harus mampu meningkatkan kinerja melalui kepemimpinan teknologi, digitalisasi, dan industri 4.0. Digital Learning Center Petrokimia Gresik merupakan implementasinya,”ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa inovasi digital yang telah dicanangkan sejak 2020 ini merupakan hasil sinergi  Kementerian BUMN, melalui Pupuk Indonesia dan Petrokimia Gresik, serta Kementerian Perindustrian sebagai upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja di Indonesia.

Digital Learning Center Petrokimia Gresik diciptakan tidak hanya untuk mempercepat penguasaan kompetensi karyawan, tapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa magang dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menyiapkan calon tenaga kerja yang berkompeten dan bersertifikat dalam menghadapi persaingan global.

“Selama pandemi banyak mahasiswa kesulitan mencari tempat praktik karena banyak perusahaan menutup program magang untuk mencegah penyebaran Covid-19. Digital Learning Center Petrokimia Gresik merupakan jawaban atas permasalahan tersebut,”tandas Dwi Satriyo.

Dengan adanya Digital Learning Center, mahasiswa magang tidak perlu datang ke pabrik untuk melakukan praktik kerja industri, karena mereka bisa mendapatkan pengalaman magang yang riil melalui fasilitas Digital Learning Center Petrokimia Gresik yang memiliki empat platform. 

Yakni, Enterprise University (mewadahi kegiatan belajar dan eksplorasi seluruh kompetensi melalui Video Based Learning, Digital Handout, dan ujian secara online, Assignment maupun Coaching) ; Virtual Reality (platform pembelajaran interaktif melalui pemanfaatan teknologi virtual reality untuk memberikan tingkat pemahaman materi yang didesain dengan kondisi nyata).

Kemudian, Augmented Reality (gabungan antara dunia nyata dengan informasi digital untuk tujuan memperjelas pemahaman manusia sebagai pengguna) ; dan 360 Plant Facility Learning (teknologi yang memungkinkan pengguna untuk melakukan kunjungan ke suatu tempat secara virtual).

“Petrokimia Gresik menjadi BUMN pertama yang menggunakan Virtual Reality dalam metode pembelajaran digital bagi peserta magang maupun karyawan,”tegasnya. 

Bagi Petrokimia Gresik sendiri, fasilitas Digital Learning Center juga memudahkan setiap karyawan agar dapat belajar secara fleksibel tanpa harus bergantung pada kondisi operasional di unit kerja. Ia pun berharap Digital Learning Center Petrokimia Gresik mampu menjadi katalis bagi perusahaan untuk selalu tumbuh dan berkembang. 

Digital Learning Center Petrokimia Gresik diharapkan mampu menjadi wadah bagi karyawan Petrokimia Gresik maupun stakeholder eksternal untuk dapat berinteraksi, bertukar ide, dan juga menyiapkan sarana coaching antara mentor dan mentee.

“Kecepatan beradaptasi terhadap transformasi digital menjadi hal yang tidak bisa ditawar utamanya di tengah pandemi. Ke depan, Petrokimia Gresik akan terus melakukan improvement terhadap inovasi yang telah dilakukan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak pihak, serta melakukan transformasi digital di bidang lainnya,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Petrokimia Gresik Luncurkan DLC, Solusi di Masa Pandemi Mahasiswa Magang Tidak Perlu Datang ke Pabrik Selengkapnya

Dukung Swasembada Gula 2024, Petrokimia Gresik dan PTPN X Kawal Petani Tebu melalui Program Makmur

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia bekerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X menggelar tanam perdana komoditas tebu Program Makmur di Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto pada Rabu, 8 September 2021.

Penanaman perdana ini dihadiri oleh Komisaris Petrokimia Gresik Indira Chunda Thita. Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas MoU kerja sama Program Makmur antara Petrokimia Gresik dengan PTPN X, dimana potensi luasan lahan tebu yang akan dikawal mencapai 31.000 hektar (Ha).

“Ini merupakan upaya Petrokimia Gresik dalam mendorong peningkatan produktivitas tanaman tebu di Jawa Timur, mengingat saat ini Jawa Timur menjadi penopang utama tebu nasional sebagai bahan baku gula,”ujar Dwi Satriyo. Namun di satu sisi, produktivitas tebu dalam negeri saat ini masih belum mencukupi kebutuhan gula nasional karena belum optimalnya pemanfaatan saprodi dan kawalan teknologi oleh petani tebu. Oleh karena itu, kerja sama ini menjadi salah satu upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Hal senada disampaikan Direktur Utama PTPN X Tuhu Bangun, yang menyatakan bahwa PTPN Grup mengemban tugas untuk mewujudkan swasembada gula konsumsi pada 2024 mencapai 2,4 juta ton. Namun, salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah peningkatan produktivitas, sehingga kehadiran Program Makmur ini sangat dibutuhkan .“Semoga program ini bisa menjadi role model dan dapat dikembangkan di PTPN yang lain,”harap Tuhu.

Melalui kerja sama ini, Petrokimia Gresik akan menjamin penyediaan pupuk non-subsidi kepada petani binaan. Untuk musim tanam tebu kali ini, pupuk yang diharapkan petani tebu antara lain NPK Phonska Plus dan ZA non-subsidi. Selain itu, Petrokimia Gresik juga akan memberikan kawalan dan analisa uji tanah melalui layanan gratis Mobil Uji Tanah, sehingga petani dapat memperoleh rekomendasi pemupukan sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman.

Program Makmur sendiri merupakan transformasi dari Program Agro Solution yang diinisasi Pupuk Indonesia sejak 2020 dan dirilis kembali oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Program ini mencakup berbagai aspek yang membantu petani dan budidaya pertanian. Mulai dari pengelolaan budidaya tanaman berkelanjutan, informasi dan pendampingan budidaya pertanian, digital farming dan mekanisme pertanian. Selain itu juga akses permodalan dan perlindungan risiko pertanian, serta adanya offtaker atau jaminan pasar bagi petani. 

Melalui program ini, Petrokimia Gresik menciptakan suatu ekosistem yang dapat membantu petani dari hulu hingga hilir, sehingga proses budidaya maupun pemasaran hasil pertanian tidak terhambat. Selain itu juga menggandeng pihak asuransi untuk memberikan jaminan serta perbankan, dalam hal ini BNI, untuk memberikan pendanaan kepada petani atas usaha tani yang dilakukan.

Kepala Kantor Wilayah BNI Jawa Timur Gunawan Putra, menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyambut baik dan mendukung program ini dari sisi penyediaan pendanaan petani. Menurutnya Program Makmur ini adalah wujud sinergi BUMN dan satu kunci sukses untuk bisa bersama-sama meningkatkan taraf hidup petani, meningkatkan produktivitas dan mewujudkan tugas ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Mubin, salah satu petani mengaku sangat bersyukur dengan adanya Program Makmur petani bisa mendapatkan jaminan sarana dan prasarana budidaya tebu tepat waktu, sehingga tidak ada keterlambatan proses budidaya. “Terima kasih atas bantuannya untuk Petrokimia Gresik dan seluruh stakeholder yang terlibat dalam Program Makmur,” ujarnya. (yad)

Dukung Swasembada Gula 2024, Petrokimia Gresik dan PTPN X Kawal Petani Tebu melalui Program Makmur Selengkapnya

Petrokimia Gresik dan Satgas BUMN Salurkan 31 Ton Oksigen Medis ke Pemprov Jatim

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik dan Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah menggelontor 31 ton oksigen ke Pemprov Jatim. Bantuan oksigen medis itu diserahkan langsung Dirut Petrokimia Gresik yang juga Ketua Satgas BUMN Jatim Dwi Satriyo Annurogo kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada Senin, 30 Agustus 2021.

Bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa puluhan ton oksigen medis itu sebagai upaya percepatan penanganan pandemi Covid-19 di Jatim. 

Dwi Satriyo menyatakan, bantuan oksigen cair ini merupakan produk dari Unit Produksi Oksigen Petrokimia Gresik yang baru reaktivasi pada 15 Agustus 2021. Unit Produksi Oksigen sempat mandek selama 11 tahun. Reaktivasi merupakan tindaklanjut arahan Menteri BUMN Erick Thohir, agar BUMN berperan aktif dalam membantu pemerintah memenuhi kebutuhan oksigen medis yang saat ini menjadi prioritas.

“Reaktivasi Unit Produksi Oksigen ini sekaligus menjadi wujud optimalisasi peran Petrokimia Gresik sebagai Koordinator Satgas BUMN Wilayah Jatim,”tandas Dwi Satriyo disaksikan oleh para pimpinan sejumlah perusahaan. Yakni, PTPN XII dan X, PT BNI, PT INKA, PT KAI, PT Kimia Farma, PT Pelindo III, Perum Jasa Tirta I, Rumah BUMN, PT Bank Mandiri, PT Semen Indonesia, PT Telkom Indonesia dan PT Garam saat menerima kunjungan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ke Unit Produksi Oksigen – Air Separation Plant (ASP) Petrokimia Gresik pada Senin, 30 Agustus 2021.

Seperti diketahui, selama ini Petrokimia Gresik bersama Satgas BUMN Wilayah Jatim senantiasa berkolaborasi dengan Pemprov Jatim dalam proses penyaluran oksigen medis ke berbagai rumah sakit yang membutuhkan untuk penanganan pasien Covid-19.

Per 29 Agustus 2021, total bantuan oksigen medis yang telah disalurkan Satgas BUMN Wilayah Jatim sekitar 71,35 ton untuk sejumlah rumah sakit di Jatim. Sedangkan Petrokimia Gresik sendiri telah menyalurkan 109,22 ton oksigen medis untuk 30 rumah sakit di 17 kabupaten/kota yang tersebar di empat provinsi yakni Jatim, Jateng, DIY dan Bali.

“Bantuan oksigen yang kami salurkan selama ini didapat dari pemasok lain, sehingga cakupannya sangat terbatas. Dengan beroperasinya kembali Unit Produksi Oksigen Petrokimia Gresik, diharapkan akan memperluas jangkauan penyaluran bantuan oksigen bagi rumah sakit yang membutuhkan, khususnya di area Jawa-Bali,” ujar Dwi Satriyo.

Unit Produksi Oksigen Petrokimia Gresik memiliki kapasitas produksi 23 ton oksigen cair per hari dengan tingkat puritas oksigen mencapai 99,61 persen dan kapasitas tangki penampung 150 ton, serta dilengkapi fasilitas pengisian tabung oksigen dan pengisian truk isotank. 

Sebagaimana disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir beberapa waktu lalu, ke depan setelah kondisi pasokan oksigen stabil, ini akan disinergikan dengan holding Rumah Sakit BUMN, Indonesia Healthcare Corporation (IHC) untuk memenuhi kebutuhan oksigen di berbagai rumah sakit. “Secara prinsip, Petrokimia Gresik bersama Satgas BUMN Wilayah Jatim berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam penanggulangan Covid-19,” tegas Dwi Satriyo.

Komitmen ini tidak hanya diwujudkan melalui pemberian bantuan oksigen, namun juga berbagai bantuan lainnya yang selama ini telah disalurkan Petrokimia Gresik bersama Satgas BUMN Jatim untuk penanggulangan bencana Covid-19 maupun bencana lainnya, khususnya di wilayah Jatim. “Ke depan, Satgas BUMN Wilayah Jatim juga akan menyisihkan dana CSR untuk bantuan beasiswa bagi anak-anak yatim yang kehilangan orang tuanya karena Covid-19,” tutup Dwi Satriyo.

Sementara itu, Gubernur Khofifah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan dan penguatan untuk Pemprov Jatim, khususnya dari Satgas BUMN Jatim dalam pengendalian kasus Covid-19 di Jatim. Menurutnya bantuan ini merupakan wujud implementasi gotong royong yang terbangun di Jatim.
Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan oksigen di Jatim meningkat mulai bulan Juli, dan Satgas BUMN Jatim telah banyak memberikan dukungan bahkan sebelum reaktivasi Unit Produksi Oksigen milik Petrokimia Gresik ini.

“Satgas BUMN Jatim memiliki peranan besar dalam penanggulangan Covid-19. Meskipun kondisi atau kasus Covid-19 melandai, semua harus tetap disiapsiagakan. Reaktivasi Unit Produksi Oksigen Petrokimia Gresik ini merupakan bentuk kesiapsiagaan,” tandasnya. (yad)

Petrokimia Gresik dan Satgas BUMN Salurkan 31 Ton Oksigen Medis ke Pemprov Jatim Selengkapnya

Demplot Dambaan, Produktivitas Hasil Panen Meningkatkan 35 Persen


GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik melaksanakan seremoni hasil panen atas program Demonstration Plot (Demplot) Dambaan pada Jumat,27 Agustus 2021. Demplot Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu  kerja sama dengan Kodim 0817/Gresik dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik.

Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih menjelaskan bahwa Petrokimia Gresik melalui program Demplot Dambaan ini ingin memberikan Dampak Baik Berkelanjutan (Dampaan) bagi masyarakat pertanian di Kabupaten Gresik. Petrokimia Gresik berupaya mengoptimalkan peran pertanian Gresik yang merupakan homebase perusahaan di tengah pandemi Covid-19.

“Gresik dikenal sebagai kota industri, namun peranan sektor pertanian dalam pencapaian swasembada pangan juga cukup besar. Demplot ini merupakan dukungan Petrokimia Gresik agar sumbangsih pertanian di Gresik untuk ketahanan pangan nasional semakin optimal,”ujar Digna. Demplot Dambaan, lanjut Digna, digelar di 21 titik yang berada di 15 kecamatan di Kabupaten Gresik.

Lima belas kecamatan tersebut adalah Kebomas ; Cerme; Benjeng ; Wringinanom, Menganti dan Kedamean. Kemudian,  Manyar, Bungah;  Sidayu; Ujung Pangkah serta Panceng. Selanjutnya, Dukun ; Duduksampeyan ; Driyorejo dan Balongpanggang. 
Sedangkan luas lahan demplot mencapai 10,5 ha, dimana masing-masing titik seluas 0,5 ha.

Rata-rata hasil panen mengalami peningkatan 30 persen hingga 35 persen dari produktivitas sebelumnya. Demplot dengan peningkatan hampir mencapai 100% terjadi di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang yaitu 98 persen yang mana hasil produktivitas sebelumnya hanya 5 ton/ha kini bisa mencapai 9,92 ton/ha.

“Penyediaan pangan menjadi semakin penting dan strategis di tengah pandemi Covid-19 untuk itu dibutuhkan peningkatan produktivitas sebagai langkah nyata, seperti Demplot Dambaan ini,”tandasnya.
Peningkatan hasil panen ini tidak lepas dari pendampingan Petrokimia Gresik yang mengajak petani menerapkan pemupukan berimbang dengan mengombinasikan penggunaan pupuk organik dan pupuk anorganik sesuai dosis yang dianjurkan. Hal ini bertujuan agar produktivitas meningkat dan kesuburan lahan pertanian tetap terjaga.

Pola pemupukan yang diaplikasikan antara lain NPK Phonska Plus (150 kg/0,5 ha), Petroganik (250 kg/0,5 ha), Urea (100 kg/0,5 ha) dan Phonska OCA 3 liter/0,5 ha. “Produtivitas tinggi juga akan dicapai jika semua pihak konsen terhadap pertanian seperti yang dilakukan pada Demplot Dambaan, mendapatkan pengawalan dari Petrokimia Gresik, Kodim 1817/Gresik, Pemkab Gresik melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian, dan kelompok tani,” ujar Digna.

Ia menambahkan bahwa Demplot Dambaan ini melibatkan 20 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), 21 Kelompok Pertanian (Poktan), serta didampingi Perwira dan Staf Teritorial dari 15 Koramil dan 21 Babinsa. Sedangkan, Inspektur Kodam (Irdam) V/Brawijaya Brigjen TNI Arie Subekti yang hadir dalam seremoni mengapresiasi sinergitas yang telah dibangun Petrokimia Gresik dengan TNI AD, serta Pemkab Gresik. Ia manyampaikan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan produtivitas pangan dan kesejahteraan petani, sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian nasional.

“Jika demplot ini diduplikasi oleh pertanian nasional, maka ketahanan pangan juga akan semakin terjamin,”ujar Brigjen Arie. Di sisi lain, tambahnya, demplot ini tidak hanya berdampak pada hasil panen, tapi pemupukan berimbang yang direkomendasikan Petrokimia Gresik, dimana di dalamnya terdapat pupuk organik juga menjaga keberlanjutan pertanian di tanah air.

Selain itu, Kepala Dinas Pertanian Pemkab Gresik, Eko Anindito Putro berharap ada kelanjutan dari program Demplot Dambaan pasca penutupan. Karena telah terbukti adanya peningkatan. “Demplot ini penting karena banyaknya alih fungsi lahan di Gresik, sehingga dibutuhkan intensifikasi agar ketahanan pangan tetap terjaga,” tandasnya.

Sementara itu, melalui Demplot Dambaan ini, Petrokimia Gresik juga memperkenalkan langsung pupuk organik cair Phonska Oca kepada petani Gresik. Aplikasinya sebanyak 3 liter/0,5 ha dengan cara disemprotkan. Phonska Oca merupakan produk organik yang produksinya 100 persen menggunakan bahan baku dalam negeri. “Phonska Oca merupakan komplementer atau tambahan untuk melengkapi konsep pemupukan berimbang dengan peningkatan hasil mencapai 30 sampai 60 persen bergantung pada jenis komoditas. Phonska Oca bukan pupuk yang diaplikasikan secara mandiri,” jelas Digna.

Kendati demikian, bukan berarti Demplot Dambaan tidak menghadapi kendala. Tantangan yang terjadi mayoritas adalah hama tikus, namun ada beberapa yang diterpa angin dan hama lainnya seperti sundep, burung, keong, dan asem-aseman.  “Tapi hampir semua lahan mampu bertahan dengan baik dan tetap melakukan panen,” ujarnya. 

Digna memastikan Demplot Dambaan ini merupakan percontohan, sehingga kedepan akan ditularkan kepada kelompok tani lainnya sehingga semakin banyak petani yang merasakan dampak baiknya. “Demplot Dambaan merupakan wujud sinergitas. Saya berharap demplot ini mampu memberikan energi positif. Para petani dapat merasakan manfaatnya dalam hal kesejahteraan, khususnya di tengah pandemi Covid-19,”tutup Digna. (yad)

Demplot Dambaan, Produktivitas Hasil Panen Meningkatkan 35 Persen Selengkapnya

Sebelas Tahun Vakum, Men-BUMN Reaktivasi Unit Oksigen Petrokimia Gresik untuk Kebutuhan Medis


GRESIK,1minute.id – Pandemi Covid-19 belum berujung. Meski, kasus aktif cenderung menurun. Ketersediaan oksigen medis masih butuh pemerintah untuk penanggulagan Covid19.  

Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia mengaktifkan kembali unit produksi oksigen Air Separation Plant (ASP) guna membantu pemerintah menjamin ketersediaan oksigen medis untuk penanggulangan Covid-19. Reaktivasi unit produksi oksigen ASP ini diresmikan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir pada Minggu,15 Agustus 2021.

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa reaktivasi unit ASP ini merupakan wujud Corporate Social Responsibility (CSR) Petrokimia Gresik untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis yang saat ini menjadi prioritas. “Ke depan, setelah kondisi suplai oksigen sudah stabil, tentunya ini akan disinergikan dengan holding Rumah Sakit BUMN Indonesia Healthcare Corporation (IHC) untuk memenuhi kebutuhan oksigen di berbagai rumah sakit,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyatakan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang mendorong BUMN untuk turut berperan aktif dalam penanganan Covid-19. Unit ASP Petrokimia Gresik memiliki kapasitas produksi 23 ton oksigen liquid per hari dengan tingkat puritas oksigen mencapai 99,61 persen, kapasitas tangki penampung 150 ton, serta dilengkapi fasilitas pengisian tabung oksigen dan pengisian truk isotank. 

“Kami menyadari reaktivasi unit produksi oksigen ASP ini menjadi titik kritikal dalam mendukung penanganan Covid-19 di Indonesia. Berkat usaha optimal dan dukungan dari seluruh pihak, hanya dalam waktu satu bulan kami dapat mengaktifkan kembali unit produksi oksigen yang sudah berhenti beroperasi selama 11 tahun ini,” ujar Dwi Satriyo.

Reaktivasi unit ASP ini, lanjutnya, melengkapi sederet upaya yang telah dilakukan Petrokimia Gresik dalam penanggulangan Covid-19. Sebelumnya di tahun ini, Petrokimia Gresik bersama Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jatim telah menyalurkan bantuan oksigen medis sebanyak 175,5 ton untuk 30 rumah sakit yang tersebar di 4 provinsi dan 17 kabupaten/kota.

Selain bantuan oksigen, Petrokimia Gresik juga gencar menyalurkan berbagai bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk percepatan penanganan Covid-19 ke berbagai daerah, khususnya di wilayah Jatim. Terbaru Petrokimia Gresik membagikan bantuan 11.812 paket imun total senilai Rp1,2 Miliar untuk masyarakat sekitar perusahaan, serta bantuan 20 Tempat Tidur Pasien senilai Rp204 juta untuk RST dr. Soepraoen Malang melalui Kodam V/Brawijaya.

Sedangkan Bakir Pasaman, Direktur Utama Pupuk Indonesia selaku Induk Perusahaan Petrokimia Gresik berharap, unit produksi oksigen ini bisa mendatangkan manfaat bukan hanya bagi perusahaan tapi juga masyarakat. Khususnya sebagai bagian dari upaya membantu pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19. (yad)

Sebelas Tahun Vakum, Men-BUMN Reaktivasi Unit Oksigen Petrokimia Gresik untuk Kebutuhan Medis Selengkapnya

Petrokimia Gresik Salurkan Bantuan Tempat Tidur Passen Covid-19 RST dr Soepraoen Malang


GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik,  memberikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa 20 tempat tidur pasien senilai Rp 204 juta untuk Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Soepraoen di Kota Malang, Jawa Timur (Jatim). 

Bantuan dari perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu secara simbolis  diserahkan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo kepada Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto di Markas Kodam V/Brawijaya Surabaya pada Selasa, 10 Agustus 2021. 

Dwi Satriyo menyatakan, bantuan ini merupakan bagian dari program “Petrokimia Gresik Peduli & Berbagi” sebagai wujud kepedulian dan pemenuhan tanggung jawab sosial perusahaan kepada stakeholder, dalam hal ini Kodam V/Brawijaya, yang telah berkontribusi aktif dalam penanggulangan Covid-19 di Jatim. Mulai dari penyediaan layanan vaksinasi hingga penambahan tenaga bantuan untuk tenaga kesehatan di RS Rujukan Covid-19. 

Seperti diketahui, untuk mengatasi keterbatasan tempat tidur bagi pasien Covid-19, TNI AD mendirikan rumah sakit lapangan di RST dr. Soepraoen yang diperuntukkan bagi pasien Covid-19 di wilayah Jatim. “Dengan penambahan tempat tidur pasien ini, kami berharap BOR (Bed Occupancy Rate) di RST dr. Soepraoen dapat menurun, sehingga dapat melayani lebih banyak pasien Covid-19. Dengan demikian kasus penularan Covid-19 dapat segera ditangani dan tingkat kesembuhan pasien pun diharapkan meningkat,”ujar Dwi Satriyo.

Lebih lanjut Dwi Satriyo mengatakan bahwa bantuan ini juga selaras dengan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim yang saat ini terus berupaya menambah ketersediaan tempat tidur pasien di berbagai rumah sakit di Jatim untuk melayani pasien Covid-19. Terlebih, berdasarkan data Satgas Covid-19 Provinsi Jatim, sebagian besar wilayah di Jatim hingga hari ini masih berstatus Zona Merah atau Risiko Tinggi.

“Untuk itu Petrokimia Gresik sebagai Koordinator Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jatim akan terus melakukan berbagai upaya untuk membantu pemerintah dan Forkopimda Pemprov Jatim dalam percepatan penanganan Covid-19, khususnya di Jatim,”tandas Dwi Satriyo.

Sebelumnya, Petrokimia Gresik bersama Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jatim juga telah menyalurkan bantuan oksigen medis sebanyak 46,61 ton untuk RS di Jatim melalui BPBD Provinsi Jatim. Kemudian bantuan 11.812 paket imun senilai Rp1,2 miliar untuk masyarakat sekitar perusahaan, dan terdekat akan melakukan reaktivasi unit Air Separation Plant (ASP) berkapasitas 23 ton oksigen liquid per hari. Pabrik ini nantinya akan menyuplai kebutuhan oksigen medis untuk rumah sakit di Jatim pada khususnya, dan Jawa-Bali pada umumnya.

Terakhir, Dwi Satriyo berharap semakin banyak sinergi yang dapat dilakukan Petrokimia Gresik dengan TNI AD pada umumnya dan Kodam V/Brawijaya pada khususnya, terlebih di tengah pandemi Covid-19, mengingat keduanya memiliki sasaran yang sama yaitu mendukung ketahanan pangan nasional, utamanya di Jatim. 

Berbagai program kolaboratif antara Petrokimia Gresik dengan TNI AD telah dilaksanakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani, salah satunya adalah program “Demplot Dambaan” sinergi antara Petrokimia Gresik dengan Kodim 0817/Gresik dan Dinas Pertanian Kab. Gresik, dimana peran Babinsa juga berkontribusi besar turut memberikan penyuluhan pertanian di tingkat desa. Program ini telah terbukti mampu meningkatkan hasil panen hingga 30 persen.

“Kami berharap program ini dapat disinergikan dengan seluruh Kodim di wilayah Jawa Timur, sehingga penerima manfaatnya pun semakin luas,” ujar Dwi Satriyo. Bantuan tempat tidur pasien ini diamini Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, sebagai ikhtiar bersama dan wujud sinergi antara BUMN bersama Forkopimda dalam menanggulangi pandemi Covid-19 terutama di wilayah Jatim dengan semangat keberanian dan gotong royong.

“Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang sangat berharga yang diberikan oleh Petrokimia Gresik melalui Kodam V/Brawijaya dan semoga bantuan tersebut dapat dioptimalkan oleh rumah sakit tentara yang tersebar di Jawa Timur,”tandasnya. (yad)

Petrokimia Gresik Salurkan Bantuan Tempat Tidur Passen Covid-19 RST dr Soepraoen Malang Selengkapnya

Petrokimia Gresik Bagikan Paket Imun Senilai Rp 1,2 Miliar


GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia membagikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa 11.812 paket imun untuk masyarakat di sembilan desa/kelurahan di sekitar perusahaan. 

Bantuan senilai Rp1,2 Miliar itu secara simbolis  diserahkan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo kepada masing-masing Lurah dan Kepala Desa di Wisma Kebomas Petrokimia Gresik, Jawa Timur pada Jumat, 6 Agustus 2021.

Dwi Satriyo menjelaskan bahwa Petrokimia Gresik sebagai Koordinator Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Jatim terus berkomitmen mendukung pemerintah dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia, khususnya wilayah Jatim. Untuk itu, bantuan ini diberikan dalam rangka membantu masyarakat sekitar perusahaan di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Di tengah pembatasan ini, masyarakat harus senantiasa menjaga imun guna meminimalisasi penularan Covid-19. Untuk itu, bantuan CSR ini merupakan bentuk kepedulian Petrokimia Gresik kepada masyarakat sekitar perusahaan,”ujar Dwi Satriyo.

Adapun paket imun yang dibagikan berisi beras, masker medis dan vitamin. Bantuan tersebut selanjutnya didistribusikan kepada 11.812 Kepala Keluarga (KK) yang ada di Desa Roomo sebanyak 1.200 KK, Kelurahan Tlogopojok (2.177 KK), Kelurahan Lumpur (1.869 KK), Kelurahan Karangturi (1.372 KK), Kelurahan Karangpoh (977 KK), Kelurahan Sukorame (1.800 KK), Kelurahan Ngipik (523 KK), Kelurahan Kroman (1.350 KK) dan Kelurahan Sukorejo (544 KK).

“Tentu banyak masyarakat yang terdampak secara finansial. Meskipun tidak memenuhi seluruh kebutuhan, semoga bantuan ini sedikit meringankan beban masyarakat di tengah PPKM,”imbuh Dwi Satriyo. Lebih lanjut Dwi Satriyo juga menyampaikan bantuan ini tidak hanya untuk menjaga kebutuhan pangan dan vitamin harian terpenuhi, tapi juga menyosialisasikan pemakaian masker. Apabila masyarakat patuh memakai masker maka penyebaran dapat lebih dikendalikan.

Ia pun mengajak seluruh pihak agar tidak lengah dan tetap mematuhi protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari maupun operasional usaha agar penyebaran Covid-19 dapat semakin diminimalisasi. “Meskipun vaksin Covid-19 telah mulai diberikan kepada masyarakat Jawa Timur khususnya Gresik, kita semua harus tetap meningkatkan kesadaran diri, disertai sikap sabar dan disiplin dalam menjalankan protokol 5M yang dapat mengurangi penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Dwi Satriyo menegaskan komitmen Petrokimia Gresik dalam membantu pemerintah memerangi Covid-19, khususnya di Jatim akan terus ditingkatkan. Untuk itu, di kesempatan yang sama, ia juga mengharapkan dukungan dan doa dari masyarakat terkait rencana reaktivasi Air Separation Plant (ASP) yang nantinya akan menghasilkan 23 ton oksigen per hari. Pabrik ini nantinya akan menyuplai kebutuhan oksigen medis untuk rumah sakit di Gresik dan Jatim pada khususnya, dan luar Jawa pada umumnya.

“Kami optimistis Indonesia akan segera keluar dari pandemi ini jika seluruh elemen terus bahu-membahu dan bekerja sama dalam penanganan Covid-19,” tandasnya.

Sementara itu, Rusdiyanto, Kepala Desa Roomo mengapresiasi inisiatif Petrokimia Gresik. Ia mengungkapkan paket imun yang diberikan perusahaan kepada warga Roomo di masa PPKM sangat tepat untuk membantu warga dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Kami berharap Petrokimia Gresik semakin sukses, agar sesuai dengan komitmen manajemen bahwa semakin maju perusahaan, semakin besar pula manfaat yang diberikan untuk masyarakat,” ujar Rusdiyanto.

Sedangkan, Lurah Tlogopojok Mohamad Iqbal menyatakan bantuan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi warga yang tidak mampu, dan terdampak secara ekonomi akibat pandemi ini, seperti Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Untuk itu ia juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian Petrokimia Gresik yang senantiasa membantu warga sekitar perusahaan melalui berbagai program CSR.

“Bantuan paket imun sekaligus sembako ini bisa membantu warga dalam pemenuhan pangan sehari-hari dan menjaga imun untuk menurunkan risiko penularan Covid-19,” ujar Iqbal. (yad)

Petrokimia Gresik Bagikan Paket Imun Senilai Rp 1,2 Miliar Selengkapnya

Dwi Satriyo Annurogo : AKHLAK menjadi Katalis Pertumbuhan Petrokimia Gresik menuju Solusi Agroindustri

GRESIK,1minute.id – Implementasi tata nilai AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) di Petrokimia Gresik anak perusahaan Pupuk Indonesia, telah mampu menjadi katalis percepatan pertumbuhan perusahaan menuju Solusi Agroindustri. 

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo dalam acara peringatan Hari Keluarga Nasional dan Satu Tahun AKHLAK pada Kamis, 29 Juli 2021.
AKHLAK resmi dicanangkan oleh Menteri BUMN Republik Indonesia Erick Thohir, sebagai values bersama bagi Kementerian BUMN, BUMN, dan Anak Perusahaan BUMN. Untuk membuktikan komitmen perusahaan mengimplementasikan AKHLAK.

Pada Agustus 2020 Petrokimia Gresik  melakukan kick off AKHLAK Meeting yang dibarengi dengan internalisasi penyelarasan tata nilai yang sebelumnya yaitu FIRST. “AKHLAK menjadi salah satu kunci perubahan fundamental dan panduan bergerak bagi Petrokimia Gresik untuk dapat menuntaskan tugasnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mewujudkan pertanian berkelanjutan,” ujar Dwi Satriyo.

Penerapan AKHLAK di Petrokimia Gresik juga telah mendapat apresiasi dari stakeholder. Dalam ajang “AKHLAK Award 2021” yang diselenggarakan Kementerian BUMN, Petrokimia Gresik meraih penghargaan sebagai Runner-up Indeks Implementasi ADAPTIF Terbaik Kategori Anak Perusahaan BUMN.

“Hasil ini tidak lepas dari peran serta Insan ber-AKHLAK yang kompeten dan amanah mengemban tanggung jawabnya sebagai agen perubahan di unit kerja,” ujar Dwi Satriyo.

Sementara itu, sebagai salah satu upaya Petrokimia Gresik menjadi Insan Ber-AKHLAK, di acara yang sama, Petrokimia Gresik juga meluncurkan “Buku Panduan Perilaku AKHLAK” yang diselaraskan dengan panduan perilaku Pupuk Indonesia Grup. Dwi Satriyo menegaskan dengan implementasi AKHLAK, proses bisnis yang dijalankan Petrokimia Gresik akan bersih dari praktik korupsi dan berpegang teguh pada prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Ini menjadi penting mengingat Petrokimia Gresik mendapat amanah dari pemerintah untuk memproduksi dan menyalurkan pupuk bersubsidi. “AKHLAK telah membudaya bagi Insan Petrokimia Gresik, tidak hanya diimplementasikan di lingkungan kerja, tapi juga di lingkungan keluarga,” tandas Dwi Satriyo. 

Sementara itu, Dahlan Iskan, Menteri BUMN periode 2011-2014 yang hadir sebagai narasumber dalam acara bertema “AKHLAK Bagiku dan Keluargaku” ini mengapresiasi kepeloporan Petrokimia Gresik dalam menciptakan berbagai produk terobosan transformatif di bidang pemupukan.

Menurutnya Petrokimia Gresik telah memiliki dasar yang baik dalam hal inovasi, kinerja dan kepeloporannya, sehingga ketika dilengkapi AKHLAK hasilnya akan semakin optimal. Untuk itu, terkait AHKLAK Dahlan Iskan berpendapat bahwa Petrokimia Gresik tidak lagi sekadar pada tahap implementasi, tapi harus mampu menjadi role model untuk menularkan semangat AKHLAK ke perusahaan lain dengan konsistensi prestasi, inovasi dan kinerja.

“Tidak ada jalan lain kecuali melalui praktik. Artinya praktik sehari-hari dari para pelaku values AKHLAK yang secara konsisten dilakukan tanpa pretensi (berpura-pura) apapun,”tandasnya.(yad) 

Dwi Satriyo Annurogo : AKHLAK menjadi Katalis Pertumbuhan Petrokimia Gresik menuju Solusi Agroindustri Selengkapnya