Begini Upaya Petrokimia Gresik Melindungi Lingkungan Maritim!

GRESIK,1minute.id – Memperingati Hari Maritim Nasional, Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia terus meningkatkan komitmennya dalam menerapkan Green Port.

Green Port yakni konsep pengembangan pelabuhan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek kelestarian lingkungan, konservasi energi, community development, dan kepentingan ekonomi dari pelabuhan itu sendiri.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, menyampaikan penerapan konsep Green Port di pelabuhan Petrokimia Gresik telah dilakukan sejak 2021 sebagai komitmen perusahaan terhadap perlindungan lingkungan maritim yang merupakan terjemahan poros maritim dunia. “Oleh karena itu, penerapannya perlu didorong untuk terus disesuaikan dengan kaidah pengelolaan pelabuhan yang mendukung pembangunan keberlanjutan,” ujarnya.

Upaya Petrokimia Gresik dalam menghadirkan pelabuhan yang sejalan dengan kaidah Green Port salah satunya diwujudkan dengan mengerahkan 60 personil dalam “Gerakan Bersih Pantai dan Laut” beberapa waktu lalu. “Melalui aksi ini, Petrokimia Gresik mendapat apresiasi dari Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik sebagai Juara I dalam gerakan tersebut,”imbuh Dwi Satriyo.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga aktif dalam pelestarian lingkungan laut melalui konservasi hutan mangrove. Terbaru, Petrokimia Gresik melakukan penanaman 31 ribu bibit mangrove di pesisir pantai sekitar perusahaan.

Upaya pelestarian lingkungan Pelabuhan Petrokimia Gresik berikutnya adalah mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) handal, melalui kegiatan Marine Pollution Exercise (Marpolex) atau Latihan Penanggulangan Pencemaran di Laut secara periodik bersama KSOP Kelas II Gresik.

“Meskipun sejauh ini tidak ada material berjenis minyak dalam kegiatan bongkar-muat di Pelabuhan Petrokimia Gresik, ke depan tidak menutup kemungkinan sejalan dengan upaya komersialisasi pelabuhan, sehingga pelatihan ini sebagai langkah antisipatif,”tandas Dwi Satriyo.

Marpolex sendiri sejalan dengan program International Maritime Organization (IMO) tentang Marine Pollution (MARPOL) 73/78 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia yang tertuang dalam PM 58 Tahun 2013 tentang Penanggulangan Pencemaran di Perairan dan Pelabuhan serta dalam upaya menjaga lingkungan perairan dan pelabuhan.

Lebih lanjut, Dwi Satriyo menjelaskan, penerapan Green Port di Petrokimia Gresik diperkuat melalui konservasi energi. Beberapa implementasi yang telah dilakukan diantaranya pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk gedung dan perkantoran, penggunaan sepeda motor listrik, mengganti lampu penerangan konvensional dengan LED, penerapan green building, penyediaan shore connection untuk supply energi kapal, serta pemanfaatan CCTV pada Digital Port Supervising (Aplikasi Petroport) untuk mengurangi penggunaan energi pada kendaraan serta meningkatkan layanan distribusi pupuk.

“Penghematan biaya operasional pada akhirnya akan berpengaruh pada harga produk, sehingga langkah ini juga menjadi upaya Petrokimia Gresik dalam memberikan perlindungan bagi konsumen melalui produk berkualitas dengan harga yang lebih kompetitif,”ujar Dwi Satriyo.

Sementara untuk aspek community development, Petrokimia Gresik senantiasa melibatkan masyarakat sekitar pelabuhan untuk konservasi hutan mangrove. Karena manfaat dari adanya hutan mangrove jug dirasakan oleh masyarakat.

Diantaranya mampu mengurangi abrasi pantai, menjaga kualitas air pesisir, konservasi keanekaragaman hayati dan menyediakan bahan-bahan alami penting yang mendukung sektor perikanan. Sehingga, dengan adanya hutan mangrove ini diharapkan mampu mendukung sumber mata pencaharian masyarakat pesisir pantai sekitar perusahaan.

Dalam konservasi hutan mangrove ini, Petrokimia Gresik melibatkan masyarakat dari Desa Roomo, Kelurahan Korman dan Lumpur sehingga mereka juga turut menjaga hutan itu sendiri. “Kami percaya Green Port berdampak baik bagi kinerja perusahaan secara global. Hal ini dikarenakan adanya aspek pengelolaan energi, pengelolaan limbah, pengelolaan lingkungan yang tentunya dapat meningkatkan kinerja dan citra perusahaan,”tutup Dwi Satriyo. (yad)

Begini Upaya Petrokimia Gresik Melindungi Lingkungan Maritim! Selengkapnya

Petrokimia Gresik Gandeng Polda Jateng untuk Pengawasan Pupuk Bersubsidi Prinsip 6T 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik  memperkuat pengawasan dalam penyaluran pupuk bersubsidi dengan meggandeng Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo bersama Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi di Semarang pada Senin, 19 September 2022.

Dwi Satriyo menyampaikan bahwa, sebagai anggota holding Pupuk Indonesia yang mendapat amanah untuk menyalurkan pupuk bersubsidi ke berbagai pelosok di tanah air, pengamanan dalam penyaluran pupuk bersubsidi adalah prioritas. Untuk itu, pihaknya terus memperkuat pengawasan dalam pendistribusiannya, dengan menggandeng Aparat Penegak Hukum (APH) di berbagai daerah untuk memastikan pupuk bersubsidi benar-benar diterima oleh petani yang berhak sesuai dengan e-RDKK dan regulasi yang berlaku, dalam hal ini Peraturan Menteri Pertanian No 10 Tahun 2022 dan Peraturan Menteri Perdagangan No 13 Tahun 2013.

“Pupuk bersubsidi memiliki peranan vital dalam ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu pupuk ini harus sampai di tangan petani yang berhak sesuai dengan prinsip 6T (tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, dan tepat mutu). Kami berharap melalui kolaborasi dengan Polda Jawa Tengah ini, dapat mencegah praktik penyelewengan pupuk bersubsidi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,”tandas Dwi Satriyo.

Nota Kesepahaman ini, diantaranya mengatur tentang pengamanan dan pengawalan penyaluran pupuk bersubsidi Petrokimia Gresik; penegakan hukum atas pelanggaran ketentuan penyaluran pupuk bersubsidi; sosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi kepada seluruh elemen yang terlibat, serta pelibatan personel, sarana, dan prasarana guna mendukung kelancaran pengamanan, pengawalan, dan penegakan hukum penyaluran pupuk bersubsidi.

Lebih lanjut Dwi Satriyo menambahkan, selain berkolaborasi dengan APH, Petrokimia Gresik juga telah menerapkan digitalisasi untuk memperkuat pengawasan distribusi pupuk bersubsidi. Diantaranya melalui Distribution Planning & Control System (DPCS), Warehouse Management System (WMS), Sistem Scheduling Truk Online (SISTRO), dan Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport).

“Aplikasi ini diciptakan untuk memperkuat pengawasan di seluruh jaringan distribusi yang menjadi tanggung jawab Petrokimia Gresik. Mulai dari pabrik (Lini I) hingga ke kios-kios resmi (Lini IV). Melalui aplikasi digital ini, pengawasannya akan semakin dimudahkan dan real time,” pungkas Dwi Satriyo.

Sementara itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan bahwa Petrokimia Gresik adalah Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang mengelola pupuk bersubsidi untuk petani di dalam negeri dan juga memiliki andil dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Sehingga keberlangsungan perusahaan harus terjaga dari potensi  ancaman, gangguan, dan hambatan.

“Tujuan dari Nota Kesepahaman ini untuk terwujudnya pengamanan dan pengawalan dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Semoga kerjasama ini dapat memberikan dampak positif dalam pendistribusian pupuk,” tandas Kapolda Jawa Tengah.

Kolaborasi dengan APH untuk memperkuat pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi tidak hanya dilakukan di Jawa Tengah. Sebelumnya, Petrokimia Gresik juga telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan, Kejati Jawa Timur dan dalam waktu dekat akan melakukan penandatanganan dengan Kejaksaan Negeri Gresik.

“Pengawasan penyaluran pupuk subsidi di lapangan tidak bisa hanya dilaksanakan oleh kami sebagai produsen, melainkan butuh dukungan dari berbagai pihak. Semakin banyak pihak yang proaktif maka pengawasannya akan semakin ketat,”tandasnya.

Sebagai informasi, pupuk bersubsidi merupakan amanah dari negara yang penyalurannya sebagian ditugaskan kepada Petrokimia Gresik. Berdasarkan Permentan Nomor 10 Tahun 2022, pupuk bersubsidi teridiri dari Urea dan Phonska dan peruntukannya dibatasi pada sembilan komoditas utama yakni padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu, kopi dan kakao. (yad)

Petrokimia Gresik Gandeng Polda Jateng untuk Pengawasan Pupuk Bersubsidi Prinsip 6T  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Perkuat Inovasi Digital melalui Petroport, Tekan Biaya Bongkar Muat hingga 20 Persen dan Realtime 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia melakukan improvement pada proses distribusi melalui aplikasi digital, Petroport. Digitalisasi operasional Pelabuhan ini implementasinya mampu memberikan efisiensi pada setiap prosesnya. Biaya bongkar muat secara rata-rata dapat ditekan hingga 20 persen.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaska Petroport adalah sebuah sistem berbasis web dan aplikasi mobile yang memiliki fungsi pengawasan, pencatatan, pelaporan serta penentuan rekomendasi keputusan secara digital dan otomatis (automatic decision systems) yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja bongkar muat Pelabuhan Petrokimia Gresik.

Ia mengungkapkan, Petroport selama beberapa periode terakhir telah memberikan added value bagi perusahaan, yaitu dengan menyediakan informasi yang akurat dan realtime kepada seluruh stakeholder, memberikan penghematan biaya logistik serta optimalisasi kinerja bongkar muat di Pelabuhan.

“Operasional pelabuhan yang efektif dan efisien, pada akhirnya akan meningkatkan  competitiveness bagi Petrokimia Gresik. Produk-produk yang dihasilkan akan menjadi pilihan bagi petani maupun konsumen lain,”ujar Dwi Satriyo pada Senin, 19 September 2022.

Adapun penghematan yang didapatkan Petrokimia Gresik sejak diaplikasikannya Petroport ini diantaranya, biaya bongkar muat secara rata-rata dapat ditekan hingga 20 persen. Dengan demikian, aplikasi ini mampu mendukung cost reduction program yang dijalankan Petrokimia Gresik.

Kemudian, kinerja pelabuhan menjadi lebih optimal sehingga kegiatan bongkar muat dapat diselesaikan lebih cepat dari kontrak yang disepakati. Hal ini dapat dilihat dengan turunnya denda demurrage yang harus dibayar ke kapal, serta meningkatnya pendapatan despatch atau biaya kompensasi yang diterima perusahaan.

Pada 2021, pendapatan despatch naik sebesar 70% menjadi USD 1,13 juta dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kinerja yang sama juga ditunjukkan pada semester pertama tahun ini, 2022, dimana realisasi despatch sudah mencapai USD 920 ribu.

TUKS PETROKIMIA GRESIK: Suasana Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Petrokimia Gresik pada Sabtu, 17 September 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Optimalisasi kinerja Pelabuhan tersebut diperoleh dari fitur-fitur inovatif yang ada dalam aplikasi. Pertama, Petroport memiliki fungsi pencatatan kegiatan bongkar muat serta penentuan rekomendasi keputusan secara digital dan otomatis (automatic decision systems), karena Petroport dilengkapi dengan Smart Dashboard.

“Kita dapat menginput data bongkar muat secara mobile dimanapun berada. Input data kapal, jadwal kedatangan kapal maupun pencatatan kegiatan bongkar muat, dapat dilakukan menggunakan handphone maupun tablet,”jelasnya.

Dengan bantuan teknologi ini, perusahaan juga mampu menurunkan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) sebesar 45%, karena alur kerja menjadi semakin efektif dan efisien. Hal ini selaras dengan Program Kerja Perusahaan untuk selalu melakukan efisiensi, khususnya dibidang SDM.

Kedua, fitur lain yang juga sangat inovatif adalah Load Unload Routing (LUR) yang dapat memberikan informasi antrean kapal, perkiraan lama kegiatan serta estimasi kapal yang akan berangkat. Selain itu juga memberikan rekomendasi jalur dan alat bongkar muat yang paling efisien, serta informasi bongkar muat secara realtime.

“Jika ada indikator warna merah berarti kecepatan bongkar muat berada di bawah kontrak, sehingga harus segera dilakukan langkah tindak lanjut agar tidak terjadi demurrage. Sedangkan warna hijau berarti kegiatan bongkar muat berjalan sesuai kontrak rate yang ada,” tandasnya.

Ketiga, Petroport juga dilengkapi fitur Automatic Port Reporting (APR). Fitur ini digunakan untuk otomatisasi sistem reporting kinerja pelabuhan. Melalui fitur ini dapat diperoleh laporan kinerja bongkar muat tanpa harus mengolah data-data terlebih dahulu.

“Pada fitur ini ada alert atau alarm apabila ada KPI (Key Performance Indicator) ada yang tidak tercapai, sehingga dapat dengan mudah untuk mengidentifikasi penyebab masalah dan melakukan langkah tindak lanjut,” ujarnya.

Keempat, untuk melakukan pengawasan kegiatan bongkar muat, Petroport dilengkapi fitur Digital Port Supervising (DPS) dimana sistem pengawasan dilakukan dengan berbasis CCTV yang dilengkapi dengan mobile paging system. Fitur ini dapat dikontrol secara langsung di command center Pelabuhan.

Melalui fitur ini, operator juga dapat memonitor kegiatan bongkar muat walaupun sedang tidak berada di pelabuhan. serta dapat melakukan komunikasi atau memberikan peringatan apabila ada ketidaksesuaian dalam operasional bongkar muat di pelabuhan.

Terakhir, Petroport juga memiliki fitur Electronic Chart and Display Information System (ECDIS) yang dilengkapi dengan Automatic Identification Systems (AIS) serta Early Warning System (EWS). Dimana AIS dapat memonitor posisi semua kapal yang akan sandar di Pelabuhan Petrokimia Gresik. Sehingga dapat memperkirakan berapa lama perjalanan dibutuhkan dan waktu kapal akan tiba di pelabuhan.

Sedangkan, EWS dapat menjaga kondisi kapal serta aset lain yang ada di dermaga saat ada kapal yang melintas di sekitar area pelabuhan. Seperti diketahui, Pelabuhan Petrokimia Gresik berada di jalur melintas kapal-kapal besar menuju Surabaya atau sebaliknya. Fitur ini dapat memberikan peringatan kepada kapal yang melintas agar menjaga kecepatan sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Aplikasi ini pun mendapat perhatian banyak pihak, beberapa perusahaan lain telah melakukan benchmarking ke Petrokimia Gresik untuk mempelajari dan mengadopsi Petroport. Tentu saja hal ini menjadi penyemangat buat kami untuk terus berinovasi dalam meningkatkan layanan serta menyediakan produk pupuk dengan daya saing tinggi sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap terwujudnya ketahanan pangan nasional,” tutupnya.(yad)

Petrokimia Gresik Perkuat Inovasi Digital melalui Petroport, Tekan Biaya Bongkar Muat hingga 20 Persen dan Realtime  Selengkapnya

PGFC Bergulir Lagi, Ketut Rusnaya : Ajang Silaturahmi, Pencarian Bibit, Melatih Sportivitas 

GRESIK,1minute.id –  Petrokimia Gresik Futsal Championship (PGFC) 2022 bergulir kembali. Kalu terakhir kompetisi futsal antarpelajar SMA/SMK sederajat pada 2017. SMA Nahdlatul Ulama (SMANU) 2 sebagai jawara futsal itu.

Nah tahun ini, PGFC tahun kelima. Turnamen futsal terbesar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik diikuti 32 tim futsal dari lima kabupaten/kota di Jawa Timur. Yakni, Gresik, Surabaya, Sidoarjo,.Mojokerto dan Lamongan. 

Turnamen futsal dibuka oleh Senior Executive Vice President (SEVP) Operasi Petrokimia Gresik I Ketut Rusnaya di Sarana Olahraga (SOR) Tri Dharma Petrokimia Gresik pada Senin, 19 September 2022. Pembukaan turnamen pun meriah. Pertandingan pembuka mempertemukan derby SMANU yakni SMA NU 1 (NUSA) dan NU 2 (NUDA).

PIALA BERGILIR PGFC : Senior Executive Vice President (SEVP) Operasi Petrokimia Gresik I Ketut Rusnaya menerima piala dari juara bertahan SMA NUDA dalam pembukaan turnamen futsal di SOR Tri Dharma Petrokimia Gresik pada Senin, 19 September 2022 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

I Ketut Rusnaya mengatakan, sebagai bagian dari BUMN yang memiliki fungsi agen pembangunan, Petrokimia Gresik tidak hanya berorientasi pada profit dan kinerja perusahaan semata, tetapi juga berkomitmen tinggi dalam memajukan olahraga nasional, salah satunya dengan mendorong munculnya bibit-bibit atlet berprestasi.

“PGFC merupakan salah satu wadah yang dihadirkan Petrokimia Gresik untuk memunculkan talenta atau atlet baru di cabang olahraga futsal. Kompetisi ini juga bisa menjadi ajang silaturahmi,”katanya. 

Kompetisi futsal mempertandingkan tim dari SMA/sederajat, sehingga pesertanya masih memiliki kesempatan menjadi atlet profesional dan berprestasi melalui pembinaan lebih lanjut. 

“Untuk melahirkan atlet berprestasi tidak dapat dilakukan dengan cara instan, butuh banyak latihan, pengalaman, pembinaan, dan tentunya dukungan dari banyak pihak. Peran Petrokimia Gresik melalui PGFC ini adalah memberikan ruang dan sarana bagi talenta-talenta tersebut untuk mengasah diri dan mental dalam berkompetisi,”imbuh Ketut.

Harapannya, muncul atlet yang kelak bisa tampil di event Jawa Timur hingga nasional. Ketut juga menuturkan untuk mendorong para peserta PGFC menjadi atlet berprestasi, dalam ajang tahun ini Petrokimia Gresik juga memberikan sejumlah bantuan dan fasilitas, diantaranya gratis biaya pendaftaran, setiap tim mendapatkan satu set jersey bagi seluruh pemain, bantuan bola futsal bagi tim yang lolos babak penyisihan grup, serta hadiah puluhan juta rupiah bagi pemenang.

JERSEY SSB : Senior Executive Vice President (SEVP) Operasi Petrokimia Gresik I Ketut Rusnaya (kanan) melaunching jersey sekolah sepak bola Petrokimia Gresik dalam pembukaan PGFC di SOR Tri Dharma Petrokimia Gresik pada Senin, 19 September 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Selain itu, pada acara pembukaan ini juga dilaksanakan peresmian Sekolah Sepak Bola (SSB) Petrokimia Gresik yang akan menjadi wadah untuk melahirkan dan mendidik calon atlet di cabang olahraga sepak bola. “SSB Petrokimia Gresik diharapkan dapat merangsang minat anak-anak di Gresik dan sekitarnya untuk menjadi pemain sepak bola berprestasi, “tuturnya. 

Lebih lanjut Ketut mengungkapkan komitmen Petrokimia Gresik dalam memajukan olahraga di tanah air sudah tertanam sejak dulu. Beberapa cabang olahraga binaan Petrokimia Gresik antara lain silat, voli, renang, dan senam yang telah menorehkan banyak prestasi baik di tingkat regional, nasional, bahkan internasional.

“Untuk itu kami meminta dukungan dari seluruh pihak agar Petrokimia Gresik dapat terus memberikan kinerja terbaik, sehingga berkah atau manfaat yang kami berikan untuk masyarakat sekitar perusahaan, termasuk di dunia olahraga juga semakin besar lagi,” ungkapnya.

Terakhir, di hadapan peserta, Ketut menegaskan bahwa seluruh peserta harus mengedepankan sportivitas dalam pertandingan. Menurutnya, perjuangan untuk meraih kemenangan akan sangat bermakna, bernilai dan sempurna, ketika kemenangan yang diraih itu selalu menjunjung tinggi sportivitas.

“Saya menekankan adanya sportmanshipness karena sejatinya, sikap keolahragawanan merupakan bagian penting sebagai alat pembentuk nilai dan karakter, serta pembentuk atlet dengan kualitas kepribadian yang sehat, tangguh dan moral yang luhur,” pungkasnya.(yad)

PGFC Bergulir Lagi, Ketut Rusnaya : Ajang Silaturahmi, Pencarian Bibit, Melatih Sportivitas  Selengkapnya

Support Pemerintah, Petrokimia Gresik Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia siap memberikan dukungan atau support penuh kepada Pemerintah Indonesia untuk menghadapi krisis pangan dunia. Sejumlah strategi yang telah disiapkan perusahaan. 

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Petrokimia GresikDwi Satriyo Annurogo di hadapan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), saat keduanya menjadi narasumber dalam program Indonesia Business Forum (IBF) di TV One pada Rabu, 14 September 2022.

 Menurut Mentan SYL, ancaman krisis pangan dunia saat ini disebabkan beberapa hal. Mulai dari Covid-19 yang terjadi selama 2,5 tahun dan menjadikan semua sektor berjalan unlinear. Kemudian perubahan iklim, dan pengaruh geopolitics yaitu perang di kawasan Eropa.

“Neraca kita saat ini cukup baik, 12 komoditi dasar kita cukup terjaga. Tapi kita tidak boleh terlalu PD (percaya diri, Red). Semua langkah harus dipersiapkan. Ini (ancaman krisis pangan, Red) harus kita waspadai kerena tentu saja akan beresonansi pada kita. Jangan lupa Indonesia adalah negara keempat terbesar, ada 273 juta orang yang membutuhkan pangan dan tidak bisa ditunda,”tandasnya.

Mentan SYL menegaskan, untuk menghadapi tantangan pangan tersebut, dibutuhkan kolaborasi dan peranan aktif semua stakeholder, termasuk Petrokimia Gresik yang saat ini juga memikul amanah untuk menyalurkan pupuk bersubsidi bagi petani di berbagai daerah di Indonesia.  Ia mengungkapkan jika Presiden selalu mengatakan harus ada langkah extraordinary dari semua pihak untuk menghadapi tantangan ini.

Sementara itu, Petrokimia Gresik yang memahami perannya dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani memiliki beberapa pendekatan, agar Indonesia keluar dari ancaman krisis pangan. Pertama, Dwi Satriyo menegaskan bahwa Petrokimia Gresik memastikan produksi dan distribusi pupuk hingga petani berjalan dengan lancar.

“Sebagian bahan baku pupuk saat ini masih kita peroleh dari impor. Bahan baku yang sempat mengalami permasalahan adalah KCl untuk produksi pupuk NPK di awal perang kawasan Eropa. Pada kondisi normal, jumlah KCl yang di ekspor adalah 41,6 juta ton setahun. Dari total tersebut 47 persen berasal dari Belarusia dan Rusia. Bisa dibayangkan jika supply dari Belarusia dan Rusia ini terganggu?” tandasnya.

Untuk itu, tambah Dwi Satriyo demi menjaga ketahanan pangan nasional, Petrokimia Gresik menambah supply untuk pengadaan KCl dari Kanada, tentu dengan harga yang reasonable.

Kedua, Petrokimia Gresik berupaya meningkatkan produktivitas pertanian melalui program Agro Solution. Program ini berupaya menciptakan ekosistem pertanian secara komprehensif, baik on farm maupun off farm, mulai dari penyediaan dana atau modal usaha yang bersinergi dengan lembaga perbankan, kemudian jaminan asuransi, ketersediaan pupuk, kawalan pengendalian hama, hingga offtaker.

“Dalam program ini Petrokimia Gresik mengedukasi penggunaan pupuk nonsubsidi. Dengan pengawalan yang baik, mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani,”terang Dwi Satriyo.

Petrokimia Gresik juga melakukan transformasi digital untuk memastikan perbaikan kinerja agar kebutuhan petani bisa tercukupi dengan baik, serta pengembangan SDM pertanian dengan menggandeng sejumlah penyelenggara pendidikan sektor pertanian. Ini merupakan langkah ketiga dan keempat Petrokimia Gresik berupaya mendukung pemerintah untuk keluar dari ancaman krisis pangan global.

“Petrokimia Gresik menciptakan SDM unggul pertanian dengan membuka program magang bagi mahasiswa pertanian, bekerja sama dengan tujuh Politeknik Pertanian di Indonesia untuk mendorong regenerasi di sektor pertanian,”tandas Dwi Satriyo.

Sementara, sejalan dengan program Agro Solution Petrokimia Gresik untuk peningkatan produktivitas pertanian, Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Nasional Yadi Sofyan Noor yang juga menjadi salah satu narasumber mengaku mendorong anggotanya untuk menggunakan pupuk nonsubsidi. Lebih-lebih dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022, komoditas yang berhak mendapatkan subsidi dibatasi hanya sembilan, dari sebelumnya 70 komoditas. Selain itu, subsidi pupuk juga hanya diberikan pada Urea dan Phonska saja.

“KTNA mendukung kebijakan subsidi pupuk. Karena fokus pangan kita ada di komoditas yang sekarang memang di situ (diatur dalam Permentan 10/2022, Red),” tandasnya.

Pembicara lain, Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad berharap perubahan kebijakan pemerintah terkait pupuk subsidi tidak mengakibatkan penurunan jumlah pupuk subsidi yang diberikan kepada petani, baik volume atau jumlah sasaran. Karena menurutnya hal ini akan berpengaruh pada produktivitas.

“Kenaikan harga pupuk secara global lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan energi. Problem pertanian yang saat ini ada bukan pada supply pupuk, tapi ada pada harga. Sedangkan support pemerintah untuk subsidi masih stagnan. Dua tahun terakhir, bahkan sampai tahun depan atau tahun 2023 masih di angka Rp25 triliun,” tandasnya.

Ia pun mendorong pemerintah untuk memperbesar alokasi anggaran yang ada. Sehingga terdapat alokasi subsidi pada pengelolaan pupuk organik yang menurutnya sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan pertanian di Indonesia.

“Pupuk organik itu sangat diperlukan. Nyatanya memang sebagian masyarakat atau petani bisa menghasilkan pupuk organik. Tetapi kan banyak yang tidak bisa menghasilkan terutama pada petani yang berskala kecil karena mereka harus mengumpulkan kotoran hewan dan sebagainya. Saya kira itu nggak efisien. Jadi harus dipertimbangkan ruang anggaran yang lebih besar bagi organik agar bisa masuk kembali,”kata Tauhid. (yad)

Support Pemerintah, Petrokimia Gresik Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global  Selengkapnya

Hasil Demplot Gunakan Petro ZA Plus dan Phosgreen , Produktivitas Bibit Kentang Meningkat 8 Ton/Ha

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri kembali mengeluarkan tiga produk baru pupuk non subsidi. Dua dari tiga produk anyar itu, yakni Petro ZA Plus dan Phosgreen. Penggunaan pupuk non subsidi terbaru ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas bibit kentang dalam panen bersama demonstration plot (demplot) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara pada Selasa,13 September 2022.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan, produk baru ini merupakan upaya Petrokimia Gresik dalam menghadirkan alternatif pilihan bagi petani agar tidak bergantung pada pupuk subsidi. “Melalui demplot ini, kita bisa buktikan bersama bahwa penggunaan pupuk non subsidi mampu memperbesar peningkatan produktivitas dan pendapatan petani,”ujar Dwi Satriyo. 

Dari hasil demplot, jumlah rata-rata umbi per tanaman kentang sebanyak 26 umbi, dengan bobot sekitar 1,39 kilogram (kg), sehingga estimasi total panen mencapai 30 ton/Ha. Sedangkan, pada budidaya petani sebelumnya hanya diperoleh rata-rata ubi per tanaman seberat 1 kg atau estimasi total panen sekitar 22 ton/Ha. Artinya ada peningkatan produktivitas sekitar 8 ton/Ha.

Untuk mendapatkan produktivitas tanaman bisa maksimal , Petrokimia Gresik memberikan  rekomendasi pemupukan pada demplot di lahan seluas 0,2 Ha antara lain Petro ZA Plus (100 kg), Phosgreen (100 kg), NPK Phonska Plus (200 kg), ZK (50 kg) dan Petroganik (400 kg). Petrokimia Gresik dalam demplot ini juga memberikan kawalan untuk pengendalian hama.

“Saya berharap budidaya demplot yang telah kita laksanakan selama 3,5 bulan ini dapat diduplikasi oleh petani kentang lain di Kabupaten Karo, maupun petani di Sumatera Utara sehingga manfaat dari produk terbaik Petrokimia Gresik ini dapat menjangkau lebih luas lagi, dan mampu mendorong pertumbuhan perekonomian daerah,”tandas Dwi Satriyo.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Petrokimia Gresik di usia 50 tahun meluncurkan tiga produk baru, yaitu Petro ZA Plus dan Phosgreen, serta Petroganik Premium. Produk baru ini merupakan bentuk kontribusi perusahaan untuk kemajuan pertanian di Indonesia dan dalam upaya bersama-sama menjaga ketahanan pangan nasional.

“Kami telah memberikan kandungan tambahan yang dibutuhkan tanaman pada pupuk baru tersebut. Bukan sekadar pembeda dengan produk subsidi, tapi bertujuan agar petani dapat merasakan manfaat lebih, dari pupuk non subsidi Petrokimia Gresik yang berkualitas,” ujarnya.

Petro ZA Plus memiliki kandungan Nitrogen 21%, Sulfur 24%, dan Zinc 1000 ppm. Keunggulan pupuk ini mampu memacu pertumbuhan jumlah anakan, tinggi tanaman, jumlah daun dan menjadikan warna daun nampak lebih hijau. Selain itu juga meningkatkan mutu hasil panen dengan memperbaiki warna, aroma, rasa, dan besar buah/umbi, serta menjadikan tanaman lebih tahan terhadap serangan hama atau penyakit.

Sedangkan Phosgreen, dilahirkan dengan kandungan Fosfat dan Kalsium masing-masing minimal 20%, serta Magnesium minimal 3% yang berfungsi memacu pertumbuhan akar, pembentukan bunga, serta meningkatkan ketahanan hasil panen sehingga mengurangi penyusutan selama penyimpanan. Phosgreen juga diperkaya dengan tambahan unsur hara Sulfur yang dapat meningkatkan mutu hasil panen.

“Bagi Petrokimia Gresik, kehadiran produk baru itu semakin memperkuat posisi perusahaan sebagai produsen pupuk terlengkap di Asia Tenggara, sekaligus bentuk dukungan perusahaan terhadap peningkatan kesejahteraan petani di Indonesia,” tandas Dwi Satriyo.

Saat ini komoditi kentang merupakan komoditi yang paling diminati oleh petani sehingga Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Pertanian Kabupaten Karo terus berupaya memberikan support kepada petani dalam berbudidaya kentang terutama dalam penyediaan benih kentang yang bermutu.

Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang yang hadir dalam demplot mengapresiasi perhatian Petrokimia Gresik terhadap pertanian kentang di Karo, khususnya di Desa Bukit Kecamatan Dolat Rayat.

“Demplot ini sebagai referensi bagi petani-petani di Kabupaten Karo untuk dapat melakukan proses budidaya yang lebih baik sesuai dengan kebutuhan unsur hara lahannya masing-masing,” tandasnya. (yad)

Hasil Demplot Gunakan Petro ZA Plus dan Phosgreen , Produktivitas Bibit Kentang Meningkat 8 Ton/Ha Selengkapnya

Kiprah 4 Dekade Petrokimia Gresik Majukan Olahraga Nasional

ATLET prestasi bertaraf nasional dan internasional bermunculan dari Gresik. Keberhasilan para atlet itu diantaranya berkat pembinaan bertahun-tahun yang dilakukan oleh Petrokimia Gresik. Periode 2021-2022, perusahaan Solusi Agroindustri, anggota holding Pupuk Indonesia itu menggelontor anggaran Rp 10,5 miliar. 

CHUSNUL CAHYADI, 1minute.id 

HARI OLAHRAGA NASIONAL (Haornas) di peringati setiap 9 September. Keberhasilan atlet olahraga bertaraf nasional, regional bahkan internasional tidak bisa lepas dari pembinaan yang telah dilakukan oleh Petrokimia Gresik. Puluhan tahun perusahaan Solusi Agroindustri, anggota holding Pupuk Indonesia itu melakukan pembinaan. Pembinaan sejak dini. 

Nurul Fajar Fitriyati, Nanda Wahyu Jendro, dan Maulana Rifky Yavianda, diantaranya. Mereka telah mengharumkan nama Gresik di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua maupun Sea Games 2022. Selain renang ada senam, bola voli dan sepak bola. 

“Petrokimia Gresik dalam menjalankan bisnisnya tidak hanya berupaya menghasilkan produk-produk berkualitas di sektor agroindustri untuk mendukung tercapainya ketahanan pangan nasional, tetapi juga memajukan masyarakat dan komunitas sekitar salah satunya pada bidang olahraga. Komitmen tersebut terjawab melalui capaian prestasi yang membanggakan dari para atlet binaan Petrokimia Gresik di tingkat regional, nasional, bahkan internasional,”ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo pada Jumat, 9 September 2022. 

Karena itu, Petrokimia Gresik terus aktif berkontribusi dalam mencetak generasi berprestasi di bidang olahraga tanah air. Untuk periode 2021-2022 saja, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia ini telah menyalurkan dana sebesar Rp10,5 miliar sebagai wujud kontribusi di bidang olahraga melalui pembinaan dan sejumlah dukungan penyelenggaraan kompetisi.

Ada beberapa cabang olahraga (cabor) binaan Petrokimia Gresik. Antara lain, senam, voli, renang dan sepak bola. 

CABOR RENANG

PEMBINAAN SEJAK DINI : Sejumlah anak ketika menjalani latihan renang di kolam renang Petrokimia Gresik pada September 2017 (Foto : Dokumen Chusnul Cahyadi/1minute.id)

SELAMA 37 Tahun Petrokimia Gresik melakukan pembinaan di cabang olahraga (Cabor) renang ini. Dalam melakukan pembinaan Petrokimia Gresik membentuk wadah Perkumpulan Renang dan Selam Petrokimia Gresik pada 1985 -kini berganti nama menjadi-Klub Renang Petrokimia Gresik (KRPG). 

Atlet renang binaan perusahaan Solusi Agroindustri ini yang berprestasi diantaranya, Nurul Fajar Fitriyati dan Nanda Wahyu Jendro. Keduanya merupakan perwakilan Provinsi Jawa Timur yang berhasil memenangkan kejuaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Tahun 2021 dengan perolehan medali emas dan perak pada beberapa nomor perorangan.

Pada Sea Games 2022, Nurul juga berhasil mendapatkan satu perak dan satu perunggu untuk nomor 200 meter gaya punggung putri dan 4×100 meter estafet gaya bebas putri. Selain itu, Petrokimia Gresik juga melakukan pembinaan kepada atlet difabel. Atlet paraswimming diantaranya Maulana Rifky Yavianda. Atlet binaan KRPG juga berhasil menyabet medali emas pada ASEAN Para Games 2022.

“Nurul dan Maulana Rifky saat ini juga tengah mengikuti Pelatnas (Pelatihan Nasional), mohon dukungan untuk mereka agar bisa terus berprestasi mengharumkan nama Indonesia pada kejuaraan-kejuaraan dunia berikutnya,” ujar Dwi Satriyo.

CABOR SENAM

Pada 1982 Petrokimia Gresik mendirikan Klub Senam Petrokimia Gresik. Sejak saat itu, Petrokimia Gresik yang kini berusia emas, 50 tahun itu melakukan pembinaan cabor Senam di Jawa Timur.  Klub Senam yang kini berganti nama menjadi Persatuan Senam Indonesia (PERSANI) Jatim. Saat ini PERSANI Jatim memiliki anggota yang berasal dari 36 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur

“Cabor senam binaan kami cukup produktif dalam perolehan medali. Terbaru pada PON Papua, berhasil membawa pulang tiga emas, sembilan perak, dan enam perunggu. Begitu juga di level internasional,”tandas Dwi Satriyo.

CABOR BOLA VOLI

PROLIGA : Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia Volleyball Team ketika bertanding di SOR Tridharma Petrokimia Gresik (Foto : Humas Petrokimia Gresik for 1minute.id)

TAHUN 2002 gedung sarana olahraga (SOR) Tridharma Petrokimia Gresik berdiri megah. Saat itu, paling megah di Jawa Timur. Di gedung olahraga indoor itu, Petrokimia Gresik melakukan pembinaan tim bola voli. Fasilitas gedung lengkap untuk latihan dan memberikan bimbingan pelatihan intensif. 

Pada akhir 2021 lalu, tim voli binaan Petrokimia Gresik berganti nama menjadi “Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia Volleyball Team”. Dimana Pupuk Indonesia juga memainkan peran penting dalam kehadiran tim ini sebagai sponsor utama bagi Tim Voli PG pada kompetisi Proliga 2022.

Keikutsertaan tim voli binaan Petrokimia Gresik di kejuaraan Proliga tahun ini adalah yang ke-19, setelah absen satu kali pada 2020. Dan ditiadakannya penyelenggaraannya pada 2021 karena pandemi Covid-19. Prestasi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, tim voli binaan Petrokimia Gresik pernah meraih Juara 3 di tahun 2016 dan Juara 2 Proliga edisi 2022 ini.

Selain Proliga, tim voli Petrokimia Gresik sebelumnya juga pernah meraih Juara 2 Kejurnas Livoli Divisi 1 pada 2019. Saat ini, salah satu pemain voli putri binaan Petrokimia Gresik, Mediol Stiovanny Yoku terpilih untuk mengikuti Pelatnas persiapan mengikuti 2nd ASEAN Grand Prix 2022.

CABOR SEPAK BOLA 

PETROKIMIA Gresik juga membina cabor sepak bola melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) Petrokimia Putra yang didirikan sejak 1983. Sejumlah pemain sepak bola berprestasi binaan SSB ini diantaranya Herman Rhomansyah, M. Dimas Drajad, Marcell Januar Putra, Agus Indra Kurniawan. Rentetan nama tersebut berhasil masuk ke dalam skuad tim nasional membela Indonesia dalam banyak kejuaraan internasional.

Lebih lanjut Dwi Satriyo menambahkan, selain empat cabor di atas, Petrokimia Gresik juga memberikan perhatian pada cabor lain melalui sejumlah sponsorship pada berbagai event kompetisi olahraga. Karena bagi Petrokimia Gresik, semakin banyak event kompetisi olahraga yang diselenggarakan, maka semakin banyak pula bibit-bibit atlet baru yang akan lahir.

“Petrokimia berkomitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, termasuk di dunia olahraga. Untuk itu kami mohon doa dan dukungan kepada masyarakat, agar operasional Petrokimia Gresik terus berjalan lancar, sehingga kontribusi yang kami berikan khususnya untuk bidang olahraga dapat semakin besar,”pungkas Dwi Satriyo. (*)

Kiprah 4 Dekade Petrokimia Gresik Majukan Olahraga Nasional Selengkapnya

Petrokimia Gresik Kucurkan CSR Mangga, Percepat Pemulihan Ekonomi Peternak Sapi Terdampak PMK

GRESIK,1minute.id – Wabah penyakit mulut dan kuku belum berakhir. Diantaranya menyerang mitra kebanggaan (Mangga) Petrokimia Gresik. Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia turun tangan untuk meringankan beban peternak sapi binaannya. 

Petrokimia Gresik melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) mengucurkan bantuan senilai Rp150 juta kepada sejumlah Mitra Kebanggaan (Mangga).

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan wabah PMK telah memberikan dampak luar biasa terhadap perekonomian peternak sapi. Meskipun data menunjukkan adanya penurunan kasus, wabah ini masih ditemukan di Jawa Timur. Oleh karena itu, upaya pemulihan terus digenjot Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui percepatan vaksinasi hewan ternak.

“Melalui bantuan ini, Petrokimia Gresik turut mengambil peran dalam mendorong pemulihan ekonomi peternak sapi yang merugi akibat wabah ini. Sehingga program penanganan wabah PMK bisa semakin komprehensif,”ujar Dwi Satriyo pada Selasa, 6 September 2022.

Sebagai informasi, saat ini terdapat 182 Mangga peternak sapi yang tersebar di 21 kota/kabupaten di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah, dimana 99 diantaranya terkonfirmasi telah terdampak wabah PMK.

Adapun bantuan kali ini diberikan kepada 15 kelompok Mangga peternak sapi dengan dampak kerugian terbesar. Mereka berasal dari Lamongan, Magetan, Bojonegoro, Lumajang dan Blora. Dari 166 ekor sapi yang dikelola ke-15 kelompok tersebut, sebanyak 130 ekor diantaranya terjangkit PMK. Rincianya,  mengakibatkan 12 ekor mati, 107 ekor terpaksa dijual murah setelah dinyatakan sembuh dari PMK, dan sisanya masih proses penyembuhan.

“Bantuan ini memang tidak akan menutup seluruh kerugian Mangga akibat wabah PMK, tapi kami berharap bantuan ini mampu memotivasi para peternak untuk kembali bangkit,”tandas Dwi Satriyo.

Lebih lanjut, ia mengimbau kepada para peternak, khususnya di Jawa Timur untuk mengikuti program vaksinasi hewan ternak yang diselenggarakan pemerintah, mengingat Jawa Timur merupakan provinsi dengan kasus PMK tertinggi secara nasional. “Semoga wabah PMK dapat segera dikendalikan di semua daerah di Indonesia, sehingga perekonomian peternak dapat pulih,”harap Dwi Satriyo. (yad)

Petrokimia Gresik Kucurkan CSR Mangga, Percepat Pemulihan Ekonomi Peternak Sapi Terdampak PMK Selengkapnya

Pabrik Amoniak-Urea III Tambah Kapasitas Produksi, Petrokimia Gresik Dapat Pasokan Gas dari Kris Energy 

GRESIK,1minute.id – Kabar gembira bagi petani. Petrokimia Gresik akan mengembangkan pabrik Amoniak-Urea III. Pengembangan pabrik itu akan menambah kapasitas produksi urea sebanyak 630 ribu ton/tahun sehingga menjadi 1.660.000 ton/tahun. 

Untuk pengembangan pabrik Amoniak-Urea III itu, Petrokimia Gresik akan mendapat tambahan pasokan gas sekitar 150 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) dari Lapangan Lengo Wilayah Kerja (WK) Bulu dan Lapangan Mustika serta West Kepodang WK Sakti di Kabupaten Tuban untuk mengamankan kebutuhan gas bumi eksisting dan rencana penambahan kapasitas produksi Urea. 

Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan Head of Agreement (HoA) Lapangan Lengo Blok Bulu antara Petrokimia Gresik dengan Kris Energy Ltd. selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Surabaya pasa Rabu, 31 Agustus 2022.

Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih menyampaikan Petrokimia Gresik berencana mengembangkan Pabrik Amoniak-Urea (Amurea) III untuk meningkatkan kapasitas produksi Urea.

“Dengan adanya rencana pengembangan pabrik Amurea III ini maka akan memperkuat produksi pupuk urea dalam negeri serta pengamanan bahan baku pupuk NPK,”ujar Digna.

Lebih lanjut Digna menjelaskan, saat ini total kapasitas produksi dari dua pabrik Urea Petrokimia Gresik sebesar 1.030.000 ton/tahun, yang didedikasikan untuk memenuhi kebutuhan subsidi petani dalam negeri, serta pasar komersial.

“Penambahan pasokan gas ini menjadi semakin penting, mengingat kebutuhan Urea juga semakin bertambah dengan adanya perubahan fokus kebijakan pupuk subsidi pada dua jenis pupuk saja, yaitu Urea dan NPK,”ujar Digna.

Melalui rencana pengembangan Pabrik Amurea III, Petrokimia Gresik akan menambah kapasitas produksi Urea sebanyak 1.725 Metric Ton Per Day (MTPD) atau sekitar 630.000 ton/tahun, sekaligus mendapatkan tambahan produk Amoniak sebesar 2.000 MTPD setara sekitar 730.000 ton/tahun.

Sementara itu, Kepala Divisi (Kadiv) Monetisasi SKK Migas Agus Budiyanto yang turut menyaksikan penandatanganan mengaku memahami bahwa dengan tingginya kebutuhan pupuk dan kebutuhan pangan nasional, maka kebutuhan gas sebagai bahan baku juga meningkat. Dengan penambahan sekitar 85 MMSCFD, maka supply gas terhadap Petrokimia Gresik menjadi yang terbesar kedua setelah Pupuk Kalimantan Timur.

“SKK Migas sangat mendukung kerja sama ini dalam upaya memajukan industri pupuk dalam negeri dan pertanian Indonesia. Saya sangat mengapresiasi karena melalui kerja sama ini Petrokimia Gresik tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tapi juga untuk kemajuan pertanian dalam negeri. Untuk itu, kami akan menjaga supply gas tetap lancar,” tandasnya.

Sebagai informasi, untuk menyukseskan supply gas dari WK Bulu, Petrokimia Gresik di hari yang sama juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Pertamina Gas (Pertagas) terkait kajian bersama rencana penyediaan infrastruktur penyaluran gas bumi ke Petrokimia Gresik. (yad)

Pabrik Amoniak-Urea III Tambah Kapasitas Produksi, Petrokimia Gresik Dapat Pasokan Gas dari Kris Energy  Selengkapnya

Panen Project Agrosolution Petrokimia Gresik Dongkrak Pendapatan Petani hingga 26 Persen

GRESIK,1minute.id – Syukur semringah. Petani  kangkung di Desa Kedunganyar, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik bakal mendapatkan keuntungan lebih. Sebab, hasil panen kangkung melimpah. Terbeli lagi. 

Keuntungan itu bisa dinikmati oleh petani karena project Agrosolution Petrokimia Gresik sukses terungkap saat Panen Project Agrosolution Komoditas Kangkung di Desa Kedung Anyar, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Selasa, 31 Agustus 2022.

Menurut Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih, project Agrosolution Petrokimia Gresik berhasil mendongkrak pendapatan petani benih kangkung di Gresik hingga 26 persen. 

Digna menyebutkan bahwa, setelah mengikuti project ini, pendapatan petani benih kangkung di Gresik meningkat dari rata-rata Rp 17,7 juta/Ha menjadi rata-rata Rp 22,3 juta/Ha. Artinya ada penambahan sekitar Rp 4,6 juta/Ha atau 26 persen dari pendapatan rata-rata sebelumnya. Persentase peningkatan yang sama (26 persen) juga ditunjukkan dari hasil panen yang meningkat dari 0,955 ton/Ha menjadi 1,207 ton/Ha.

“Artinya, tujuan project ini berhasil dicapai yakni membantu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional melalui hasil panen yang melimpah,”tandas Digna.

Keberhasilan tersebut, tentu tidak lepas dari kawalan serta peran sejumlah pihak yang terlibat dalam Project Agrosolution ini. Sebagai anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), Petrokimia Gresik berperan dalam menjamin ketersediaan pupuk nonsubsidi, menyediakan layanan mobil uji tanah, serta memberikan kawalan pengendalian hama penyakit melalui salah satu anak perusahaannya, yaitu PT Petrosida Gresik.

“Hasil panen yang optimal menjadi capaian yang sangat berarti untuk membantu meningkatkan pendapatan petani, dan itu hanya bisa dicapai melalui cara budidaya serta penggunaan teknologi yang tepat. Disinilah kita mengambil peran melalui project ini,” ujar Digna.

Lebih lanjut Digna mengungkapkan, Project Agrosolution kerja sama dengan PT East West Seed ini telah memasuki tahun kedua. Dimana tahun ini luasan lahan yang dikawal mencapai 521 Ha dan melibatkan 893 petani yang berasal dari empat daerah di Jawa Timur.  Yakni Gresik, Jombang, Lamongan, serta Tuban. PT East West Seed sendiri bertindak sebagai offtaker yang membeli benih kangkung hasil panen petani.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga menggandeng BNI sebagai penyedia modal melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR), melengkapi bantuan permodalan dari Petrokimia Gresik melalui program Mangga Makmur. Sebagai informasi, Mangga Makmur merupakan pembiayaan dari TJSL Petrokimia Gresik khusus kepada petani peserta Project Agrosolution yang digunakan untuk biaya budidaya dan pembelian pupuk nonsubsidi serta pestisida Petrokimia Gresik.  

“Dengan adanya ekosistem pertanian terintegrasi ini, petani bisa lebih fokus dalam melakukan budidaya pertaniannya, karena baik permodalan maupun penjualan hasil panen sudah terjamin,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Senior Seed Operation Manager PT East West Seed Indonesia, Asep Subandi.  Ia mengungkapkan bahwa, realisasi Project Agrosolution tahun lalu mencapai 125 persen dari target, sedangkan proyeksi tahun ini diprediksi mencapai 130 persen dari target.

“Ini merupakan capaian luar biasa, untuk satu Hektare lahan ada yang mampu menghasilkan benih kangkung 1,4 hingga 1,5 ton. Benih hasil panen ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tapi juga untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke Jepang, Malaysia dan Vietnam,” tandasnya.

Direktur Transformasi Bisnis PT Pupuk Indonesia (Persero) Panji Winanteya Ruky dalam arahannya, mengungkapkan bahwa pihaknya ingin bermitra dengan petani untuk menjaga ketahanan pangan nasional, melalui pemberian solusi agar petani bisa berbudidaya dan meningkatkan produktivitas pertaniannya dengan menggunakan pupuk non subsidi.

“Dengan pupuk non subsidi kita buktikan bahwa produktivitas bisa jauh lebih besar. Semoga solusi ini menginpirasi, karena project ini kita jalankan di berbagai macam komoditas,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro menilai bahwa Project Agrosolution ini merupakan solusi bagi masalah pertanian yang selama ini muncul, khususnya terkait ketersediaan pupuk.

“Program ini menawarkan solusi alternatif atau substitusi pupuk ZA dan SP-36 yang saat ini tidak lagi disubsidi pemerintah, yakni melalui pupuk non subsidi Petro ZA Plus dan Phosgreen. Sehingga petani bisa melakukan budidaya dengan optimal tanpa adanya keterlambatan dalam pemupukan,”tandasnya. (yad)

Panen Project Agrosolution Petrokimia Gresik Dongkrak Pendapatan Petani hingga 26 Persen Selengkapnya