Pertama di Malang, TAMENG, Living Lab Berbasis Masyarakat Binaan Petrokimia Gresik 

GRESIK,1minute.id – Tawangargo Smart-Eco Farming Village atau juga dikenal dengan nama TAMENG kini bertransformasi menjadi Living Lab berbasis masyarakat sebagai Model Kolaborasi Inklusif dalam inovasi berkelanjutan, dan menjadi yang pertama dikembangkan oleh petani binaan Petrokimia Gresik di Kabupaten Malang.

Tawangargo Smart-Eco Farming Village telah berhasil menjadi solusi pertanian hortikultura dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Mampu mendongkrak produktivitas hortikultura ini terus berkembang.

“Living Lab ini digerakkan langsung oleh masyarakat. Di sini kami sebagai petani bukan hanya menjadi objek, tapi bertindak sebagai subjek yang melakukan penelitian dan uji coba nyata untuk pertanian berkelanjutan,” ujar Karmukit, salah satu local hero program TAMENG di Malang pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Sebagai Living Lab, tambahnya, TAMENG sekarang telah menjadi wadah bagi petani, peneliti, mahasiswa, hingga komunitas duduk bersama untuk menghadirkan solusi pertanian. Di sini ide-ide diuji, teknologi sederhana diterapkan, dan inovasi lahir dari upaya bersama untuk membuat perubahan. Berbagai kolaborasi dilakukan dengan tujuan meningkatkan praktik pertanian berkelanjutan. 

“Banyak sekali transformasi yang kami lakukan. Alhamdulilah TAMENG sekarang berkembang menjadi research center berbasis komunitas dari yang awalnya hanya desa hortikultura biasa. Pertanian dan peternakan di wilayah ini sekarang terintegrasi dengan wisata edukasi pertanian. TAMENG membuktikan bahwa desa bisa menjadi pusat inovasi. TAMENG menjadi inspirasi bahwa masa depan pertanian Indonesia bisa dimulai dari desa,” ujar Karmukit.

Program ini dimulai tahun 2022, melibatkan 35 petani yang tergabung dalam kelompok Agronova Vision. TAMENG sejak awal didukung oleh Petrokimia Gresik, untuk mengajak petani menerapkan teknik climate smart agriculture yang tidak hanya menjaga keberlanjutan pertanian hortikultura, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani. Kegiatan ini mencakup seluruh proses dari mulai pembibitan, persemaian, penanaman, panen, hingga penjualan.

Program ini sekarang terus berkembang dan bertransformasi menjadi pusat hortikultura yang modern dan ramah lingkungan diantaranya penggunaan solar cell untuk menghidupkan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti pompa air, water drip, sprinkle dan lainnya. TAMENG saat ini juga memiliki rumah pengolahan limbah.

Para petani TAMENG memiliki aktivitas dalam mengelola limbah pertanian maupun rumah tangga dengan pemilahan organik dan anorganik. Limbah organik yang berasal dari limbah panen sayur diolah menjadi berbagai produk seperti plant booster (POC), agensia hayati, dan pakan ternak.

Selain itu, limbah sayur yang masih layak konsumsi dimanfaatkan oleh istri petani menjadi berbagai macam produk olahan seperti mie sayur, keripik sayur, dodol sayur, dan lainnya. Selain itu, kelompok juga membuka warung bagi pengunjung dengan memanfaatkan hasil panen di area Program TAMENG.

“Khusus limbah anorganik dikelola langsung oleh Bank Sampah dan dijual kepada pengepul. Kami juga memilah limbah B3 untuk dipisahkan agar tidak berbahaya,” ujar Karmukit.

Sementara untuk meningkatkan pendapatan, tambahnya, kelompok mengembangkan lini usaha peternakan dengan budidaya domba serta budidaya ikan dan azolla. Selain itu, kelompok juga mengembangkan budidaya cacing untuk menghasilkan pupuk kascing serta cacing yang dimanfaatkan sebagai pakan ikan. Selain itu, budidaya kascing juga mampu menyerap limbah pertanian.

Petani binaan juga mengembangkan kawasan agrowisata sebagai sarana edukasi sekaligus rekreasi bagi masyarakat luas. Wisatawan merasakan pengalaman langsung memetik sayur dan buah segar dari kebun. Kegiatan ini dilengkapi dengan paket edukasi pertanian ramah lingkungan, pelatihan sederhana tentang budidaya hortikultura, hingga pengenalan produk olahan hasil panen.

Program TAMENG yang telah dipilih oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia untuk program Closed Loop, atau program kolaborasi multi-stakeholder ini juga menggandeng BUMDes Sumber Rejeki sebagai kios produk pertanian guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Produk Agronova Vision seperti plant booster dan agensia hayati juga dijual di kios BUMDes.

“Living Lab ini menjadikan TAMENG sebagai ekosistem pertanian hortikultura dari hulu hingga hilir yang mampu meningkatkan kemandirian petani, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” tutup Karmukit.

Terakhir, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan dan pendampingan yang diberikan Petrokimia Gresik kepada petani TAMENG dari awal program ini hingga sekarang. Disampaikannya, Petrokimia Gresik senantiasa mendorong untuk kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan setiap tantangan.

“Berkat dukungan dan pendampingan ini, TAMENG tidak hanya menjadi solusi pertanian hortikultura yang selalu dihadapkan pada problem perubahan iklim, tapi memiliki peran lebih besar lagi dalam mendukung kemajuan pertanian di Tanah Air dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” pungkasnya. (yad)

Pertama di Malang, TAMENG, Living Lab Berbasis Masyarakat Binaan Petrokimia Gresik  Selengkapnya

Dirut Petrokimia Gresik Blusukan ke Desa, Pastikan Penerapan Teknologi Pemupukan dengan Drone Lebih Ekonomis dan Efisien 

GRESIK,1minute.id – Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob melakukan blusukan ke sejumlah daerah di Jawa Timur. Blusukan yang dilakukan oleh manajemen perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu untuk memastikan kualitas pupuk organik dan penerapan teknologi pertanian modern berkelanjutan yang dijalankan perusahaan agar berjalan optimal. 

Sambang desa itu menyambut musim tanam Oktober 2025-Maret 2026 (Okmar). Kunjungan dilakukan oleh Direktur Utama, Daconi Khotob ke budidaya pertanian dengan Teknologi Petro Spring di Madiun, dan ke Mitra Petroganik di Jombang, baru-baru ini.

Daconi menyampaikan bahwa teknologi pertanian modern saat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung keberlanjutan pertanian di Indonesia. Selain meningkatkan produktivitas pertanian, pemanfaatan teknologi pada sektor pertanian juga mampu menjadi magnet atau daya tarik bagi generasi muda, mengingat saat ini problem regenerasi petani merupakan tantangan bersama.

“Penggunaan teknologi pada sektor pertanian saat ini merupakan keniscayaan. Generasi muda sangat akrab dengan teknologi, sehingga akan menarik minat untuk aktif memajukan pertanian Tanah Air di masa mendatang. Penggunaan teknologi juga mampu meningkatkan produktivitas melalui budidaya yang efektif dan efisien,” ujar Daconi.

Melalui program Makmur Petrokimia Gresik di Madiun, perusahaan menerapkan teknologi Petro Spring di dua titik budidaya, masing-masing di Desa Tiron dan Banjarsari, Kabupaten Madiun, dengan total luas lahan 10 hektare (ha).

Salah satu teknologi Petro Spring yang diterapkan di Madiun yaitu pemupukan menggunakan drone. Teknologi ini terbukti mampu menghemat tenaga, waktu, hingga biaya. Dengan cara manual pemupukan lahan 10 ha membutuhkan tenaga buruh tani sebanyak 12 orang, dengan waktu pemupukan 4 hari dan total ongkos Rp 7 juta, sementara dengan pemanfaatan drone pemupukan di lahan yang sama hanya membutuhkan tenaga dua orang, waktu 8 jam, dan biaya Rp 6 juta.

“Budidaya yang efektif dan efisien ini akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani. Biaya operasional berkurang, waktu kerja lebih singkat, dan hasil lebih optimal. Kami berharap penerapan teknologi Petro Spring dapat terus diduplikasi dan menjadi contoh bagi petani di wilayah lain,” tambah Daconi.

Sementara di Jombang, Daconi mengunjungi mitra Petroganik. Ia memastikan kualitas pupuk organik yang diproduksi mitra sesuai dengan standar, sehingga pengaplikasiannya mampu memberikan dampak positif bagi pertanian berkelanjutan.

“Kita tahu saat ini Petroganik menjadi salah satu pupuk bersubsidi. Dengan kualitas terjaga, pupuk organik ini mampu memberikan dampak positif bagi kesuburan tanah untuk jangka yang panjang,” ujarnya.

Daconi menambahkan, masa depan pertanian Indonesia yang berkelanjutan, tidak hanya membutuhkan teknologi modern semata. Petani juga harus mampu menjaga kesuburan tanah, untuk hasil optimal melalui penggunaan pupuk organik.

Daconi menegaskan bahwa keberlanjutan pertanian Indonesia tidak hanya bertumpu pada teknologi modern untuk hasil optimal, tetapi juga pada pengelolaan kesuburan tanah secara alami melalui penggunaan pupuk organik.

“Kombinasi antara teknologi dan kesuburan tanah yang terjaga akan menghasilkan pertanian yang tangguh dan produktif, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga swasembada pangan nasional,” pungkasnya. (yad)

Dirut Petrokimia Gresik Blusukan ke Desa, Pastikan Penerapan Teknologi Pemupukan dengan Drone Lebih Ekonomis dan Efisien  Selengkapnya

Musim Tanam Okmar, Petrokimia Gresik Siapkan 441 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi

GRESIK,1minute.id – Musim tanam Oktober-Maret (Okmar) para petani tidak perlu risau. Pasalnya, Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk bersubsidi nasional sebanyak 441.581 ton.

Stok yang melebihi ketentuan ini sebagai bentuk dukungan Petrokimia Gresik untuk meningkatkan produktivitas petani dalam rangka menjaga swasembada beras.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat menyampaikan Indonesia telah mencatat sejarah baru di tahun 2025. 

Produksi beras dan cadangan pangan nasional berada pada titik tertinggi, menjadikan Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi juga mulai mengekspor beras. Untuk terus meningkatkan produktivitas beras nasional, Petrokimia Gresik menyediakan pupuk bersubsidi di atas ketentuan minimum Pemerintah.

“Stok tersebut akan didistribusikan sesuai dengan tata kelola baru yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025 sebagian peraturan pelaksanaannya. Stok tersebut akan disalurkan kepada petani yang terdaftar,” ujar Daconi di Gresik, Jawa Timur pada Sabtu, 4 Oktober 2025.

Ia menambahkan, stok per 1 Oktober 2025 tersebut terdiri dari pupuk Urea sebanyak 39.606 ton, kemudian NPK Phonska 377.887 ton, pupuk Organik 20.900 ton, dan pupuk ZA 3.188. Daconi memastikan ketersediaan yang sudah tersebar di gudang-gudang tingkat Kabupaten/Kota tersebut telah melebihi ketentuan minimum Pemerintah dan dapat dengan mudah ditebus oleh petani.

“Kami berharap petani terdaftar mengoptimalkan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2025 sebanyak 9,55 juta ton. Karena itu stok pupuk bersubsidi yang disiapkan agar segera ditebus untuk hasil pertanian yang maksimal,” ujar Daconi.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Petrokimia Gresik juga menyiapkan stok pupuk nonsubsidi sebanyak 32.619 ton sebagai upaya untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian. Stok tersebut terdiri dari pupuk Urea 4.283 ton, NPK Phonska 18.118 ton, pupuk Organik 35 ton, dan ZA sebanyak 10.183 ton.

Ketersediaan stok pupuk non subsidi ini menjadi solusi bagi petani yang tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi. Hal tersebut dikarenakan pupuk bersubsidi hanya bisa didapatkan petani yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), petani yang menggarap lahan maksimal dua hektar, dan sepuluh komoditas yaitu padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kakao, kopi, tebu rakyat, dan ubi kayu (singkong).

“Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia akan terus menjaga amanah dalam menyediakan pupuk bagi petani, kami berharap, pelaksanaan musim tanam Oktober – Maret bisa berjalan baik, produktivitas meningkat, dan Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia seperti yang dicita-citakan Presiden Indonesia,” kata Daconi.

Terpisah, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo menyatakan, pihaknya siap mendukung implementasi elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) tahun 2026. Digitalisasi ini akan menjadikan tata kelola pupuk bersubsidi lebih transparan, akuntabel, dan efisien.

”Kami menyadari, keberhasilan program ini hanya dapat dicapai melalui komunikasi yang intensif, koordinasi yang solid, dan semangat gotong royong. Pupuk Indonesia Grup termasuk Petrokimia Gresik siap mendukung penuh,” demikian ungkap Adityo dalam Sosialisasi Penyaluran Pupuk Organik Subsidi di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), baru-baru ini.

Ia menambahkan, Pupuk Indonesia Grup mendukung penuh program ketahanan pangan yang telah menjadi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Salah satu upayanya dengan menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi termasuk pupuk organik Petroganik. Menurutnya, pupuk organik subsidi atau yang dikenal Petroganik memiliki manfaat dalam menjaga kesuburan tanah, memperbaiki struktur lahan, meningkatkan efisiensi pupuk, serta menjaga keberlanjutan ekosistem pertanian.

“Kolaborasi lintas lembaga menjadi penting untuk memastikan serapan pupuk bersubsidi termasuk organik berjalan optimal di lapangan. Langkah ini dirancang agar diseminasi informasi, edukasi pemupukan, serta pengawalan penebusan pada kios resmi atau yang sekarang disebut titik serah (PPTS) dapat berlangsung merata,” ujarnya. (yad)

Musim Tanam Okmar, Petrokimia Gresik Siapkan 441 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi Selengkapnya

Batik Bangsawan, UMKM Binaan Petrokimia Gresik Tembus Pasar New York

GRESIK,1minute.id – Batik Bangsawan, salah satu UMKM binaan Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia naik kelas, go internasional. Batik tulis berpusat di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik yang telah mengantongi sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) Ini pun meraih penghargaan Platinum pada ajang Bina Mitra UMKM Award 2025.

Keberhasilan Batik Bangsawan menembus pasar internasional, Thailand hingga New York, Amerika Serikat ini berkat pemanfaatan platform digital. Keberhasilan Batik Bangsawan ini, mempertegas komitmen Petrokimia Gresik dalam mendukung keberlangsungan usaha batik di Tanah Air.

Bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional, Petrokimia Gresik terus mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan agar mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. “Batik bukan sekadar warisan budaya bangsa, tetapi juga telah menjadi produk yang mampu menggerakkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob di Gresik, Jawa Timur pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Saat ini, Petrokimia Gresik membina delapan UMKM batik dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Adapun delapan mitra binaan batik Petrokimia Gresik antara lain Batik Bangsawan, Zulpah Batik, Batik Zaenal Gedog, Batik Tulis Sari Warni, Mekar Sari, Hamdan Batik, Kidang Kencana Rizki, dan Batik Sari Kenongo. Mereka berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, yaitu Gresik, Bangkalan, Tuban, Madiun, Rembang, dan Sidoarjo.

Petrokimia Gresik memberikan pendampingan komprehensif, mulai dari akses permodalan melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK), memberikan kesempatan mitra untuk mengenalkan produk masyarakat luas melalui pameran dan bazar, memfasilitasi mitra untuk promosi dan menjual produknya melalui UMKM Corner dan pusat perbelanjaan, melakukan pendampingan untuk mendapatkan perizinan maupun sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Sejumlah mitra bahkan telah kami ikutsertakan dalam ajang internasional, Seperti Indonesian Investment Forum di Copenhagen, Denmark tahun 2024, KTT ASEAN di Labuan Bajo dan G20 di Bali beberapa waktu lalu. Selain memperkenalkan batik kepada dunia, kami juga ingin produk mitra binaan kami mampu menembus pasar global” ungkap Daconi Khotob. 

Lebih lanjut Daconi mengungkapkan, sejumlah produk batik dari mitra binaan kini semakin diminati pasar mancanegara. Batik Bangsawan, misalnya, yang sebelumnya hanya dipasarkan di Gresik dan sekitarnya, kini telah menembus pasar nasional bahkan internasional, termasuk Thailand dan New York, berkat pemanfaatan platform digital.

“Melalui pendampingan dari Petrokimia Gresik, produksi Batik Bangsawan meningkat signifikan, jumlah karyawan bertambah, omzetnya naik dan tentunya sekarang lebih dikenal dibandingkan sebelum mendapatkan pembinaan. Yang cukup membanggakan, Batik Bangsawan bersama Batik Gedog Zaenal meraih penghargaan Platinum pada ajang Bina Mitra UMKM Award 2025,” jelas Daconi.

Terakhir, ia berharap masyarakat mendukung UMKM batik di Indonesia. Dikatakannya, dalam keindahan batik terpancar kecintaan terhadap tanah air. Ia pun mengajak masyarakat di momen Hari Batik Nasional ini untuk menunjukkan kecintaan dan dedikasi kepada Bangsa Indonesia dengan berbatik.

“Dengan mengenakan batik, kita menghargai dan melestarikan warisan budaya nenek moyang. Selain itu juga memberdayakan ekonomi kerakyatan melalui pelaku usaha batik yang saat ini ada di Indonesia,” tutupnya. (yad)

Batik Bangsawan, UMKM Binaan Petrokimia Gresik Tembus Pasar New York Selengkapnya

INTHERVAL, Inovasi Insan Petrokimia Gresika Bisa Optimalkan Gas Buang Pabrik jadi Energi Alternatif 

GRESIK,1minute.id – Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia melalui inovasi “INTHERVAL” (Integrated Thermal Valorization System for Fuel Recovery in Process Boilers) berhasil mengubah gas buang pabrik menjadi sumber energi alternatif. 

Inovasi inipun mendapatkan penghargaan Rintisan Teknologi (Rintek) untuk kategori Teknologi Proses Industri Manufaktur dari Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.

Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, sebagai industri yang memiliki 36 pabrik tentu tidak bisa terlepas dari dampak lingkungan. Inovasi INTHERVAL merupakan solusi untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari pabrik di Petrokimia Gresik dan sekaligus mengubahnya menjadi produk bernilai tambah.

“Teknologi hijau ini juga menjadi komitmen perusahaan untuk menunjang suksesnya program Pemerintah Net Zero Emission (NZE) yang dipercepat di tahun 2050,” demikian disampaikan Daconi saat di Gresik, Jawa Timur pada Senin, 29 September 2025.

Ia menjelaskan, melalui inovasi INTHERVAL, perusahaan mampu mengonversi gas buangan pabrik menjadi bahan bakar proses boiler. Selama ini, gas sisa yang masih mengandung komponen bernilai kalor tinggi dibuang tanpa pemanfaatan lebih lanjut.

Daconi mencontohkan, gas buangan yang mengandung hidrogen dan metana, sebelumnya dibuang sebagai limbah, sekarang bisa digunakan kembali sebagai sumber energi. Melalui penerapan inovasi ini, energy losses yang sebelumnya mencapai 5.340 Millions of British Thermal Units (MMBTU) setiap bulan berhasil ditekan menjadi hanya 51 MMBTU per bulan, mencatatkan pengurangan sebesar 99 persen dari pemborosan energi.

“Optimalisasi gas buangan ini dilakukan pada Package Boiler dan Waste Heat Boiler, menjadikan limbah sebagai energi alternatif. Inovasi ini mampu memberi nilai tambah pada limbah, menghemat biaya energi, serta menekan dampak lingkungan dan mengurangi energy losses,” ujar Daconi.

Ia pun memastikan inovasi efisiensi energi yang serupa akan diimplementasikan di unit lain di Petrokimia Gresik. Dengan demikian, manfaat yang didapatkan dari inovasi ini semakin besar lagi dan memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Daconi juga memastikan siap berkolaborasi dengan sektor industri lain untuk pemanfaatan limbah menjadi energi.

“Inovasi INTHERVAL menjadi bukti kepeloporan Petrokimia Gresik dalam inovasi berkelanjutan untuk mewujudkan swasembada pangan nasional sesuai cita-cita Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita,” pungkas Daconi.

Sementara itu, penghargaan Rintek merupakan bentuk konkret dukungan Pemerintah kepada pelaku industri untuk meningkatkan penguasaan teknologi, termasuk dalam teknologi industri berbasis lingkungan. Adapun peningkatan teknologi industri akan membuat industri nasional mampu bersaing di pasar dalam negeri maupun internasional. (yad)

INTHERVAL, Inovasi Insan Petrokimia Gresika Bisa Optimalkan Gas Buang Pabrik jadi Energi Alternatif  Selengkapnya

Kapolres Gresik Pimpin Panen Raya Jagung 5 Ton di Dusun Srembi untuk CPP

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik melakukan Panen Raya Jagung di Dusun Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 26 September 2025. Panen jagung kwartal ketiga ini menghasilkan 5 ton. Hasil panen langsung diserahkan kepada Bulog untuk memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). 

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro, VP Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik Rama Yusron Harbiansyah, yang ikut memanen komoditas pokok itu secara langsung. 

Mereka didampingi oleh perwakilan Badan Urusan Logistik (Bulog) Surabaya Yudith Amany serta Ketua Kelompok Tani Epit Subiantoro dan Kepala Desa Kembangan Ngadimin. 

“Kami berharap dengan kontribusi panen jagung serentak ini, ketahanan pangan di Gresik maupun nasional semakin kuat. Dengan begitu, stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat dapat terjaga,” ujar Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu. 

Panen jagung serentak Polres Gresik menjadi bukti nyata kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan kelompok tani dalam mewujudkan ketahanan pangan menuju Indonesia yang berdaulat pangan. Hasil panen raya kemudian dilakukan penandatanganan berita acara penyerahan hasil panen dari Polres Gresik kepada Bulog. 

Di kegiatan panen raya serentak yang diinisiasi Mabes Polri di seluruh Indonesia yang dilakukan oleh Polres Gresik di Desa Kembangan ini digelar pasar murah untuk masyarakat Desa Kembangan.Diantaranya, beras SPHP. Wabil khusus warga desa setempat bisa menebus beras seharga Rp 57 ribu per 5 kilogram. “Semoga bisa meringankan beban ekonomi masyarakat,” kata AKBP Rovan. (yad)

Kapolres Gresik Pimpin Panen Raya Jagung 5 Ton di Dusun Srembi untuk CPP Selengkapnya

Petrokimia Gresik Gelar Lomba Kentang Raksasa di Dieng Raya 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menggelar lomba kentang raksasa di Desa Kasimpar, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah pada Rabu, 3 September 2025.

Lomba tersebut bagian dari program “Pestani Dieng Raya” di dataran tinggi sekitar 2.400 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang kesohor dengan pemandangan alam yang eksotis seperti Telaga Warna, Kawah Sikiding dan Puncak Sikunir itu. 

Lomba kentang raksasa sebagai upaya perusahaan untuk mendukung budidaya kentang produktif dan berkualitas. Lomba yang digelar tepat di momen Hari Pelanggan Nasional ini diikuti oleh 175 petani dari wilayah Dieng Raya.

Komisaris Utama Petrokimia Gresik, Suhardi Alius yang hadir dalam awarding menyampaikan bahwa, ratusan peserta lomba telah dibekali pengetahuan teknis mencakup budidaya sesuai GAP (Good Agriculture Practice) dengan mengaplikasikan produk-produk unggulan Petrokimia Gresik. Petrokimia Gresik juga melakukan monitoring dan diskusi selama lomba berlangsung untuk mendorong peserta lebih kreatif dan inovatif.

“Kami berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat menarik minat petani khususnya generasi muda untuk terjun di sektor pertanian dan menjadi tumpuan awal menuju pertanian berkelanjutan di Indonesia. Lomba ini menegaskan Provinsi Jawa Tengah sebagai sentra produksi kentang yang memiliki andil kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan kentang nasional,” ujarnya.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo dalam sambutannya menyampaikan bahwa, lomba ini menjadi stimulus bagi petani untuk mengoptimalkan teknologi budidaya kentang sehingga menghasilkan kentang dengan kualitas dan produktivitas yang tinggi. Harapannya, keberhasilan budidaya peserta lomba ini diduplikasi oleh petani lain di Dieng Raya yang menjadi sentra penghasil kentang.

“Dengan ukuran kentang yang besar, diharapkan produktivitas meningkat, kesejahteraan petani juga bertambah. Lomba ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Petrokimia Gresik mewujudkan swasembada pangan nasional sesuai cita-cita Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto dalam Asta Cita,” ujar Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo.

Pestani Dieng Raya dengan tajuk “Panen Raya & Apresiasi Juara Lomba Kentang Raksasa” di Desa Kasimpar ini merupakan puncak dari rangkaian acara lomba kentang raksasa yang telah dimulai bulan April hingga September 2025. Lomba ini melibatkan ratusan petani dari 5 kabupaten mencakup Kabupaten Pekalongan, Banjarnegara, Batang, Wonosobo, dan Magelang.

“Lomba ini sekaligus menjadi media bagi Petrokimia Gresik memperkenalkan produk inovatif perusahaan yang terbukti mampu meningkatkan hasil panen. Ini merupakan komitmen Petrokimia Gresik sebagai Solusi Agroindustri untuk terus berperan aktif membantu petani dalam meningkatkan meningkatkan kesejahteraan petani kentang, khususnya di wilayah Dieng Raya,” kata Adit.

Adapun budidaya yang dilakukan pada lomba kentang raksasa ini menggunakan rekomendasi pemupukan berimbang produk Petrokimia Gresik, yaitu pupuk NPK Phonska Lite, ZA Plus, dan Phonska Cair, serta pupuk unggulan Petrokimia Gresik lainnya. Disampaikannya, lomba ini sekaligus menjadi media bagi Petrokimia Gresik melakukan edukasi secara aktif, dan penyediaan produk-produk berkualitas agar semakin banyak petani yang bisa merasakan manfaat dari inovasi dan kualitas produk perusahaan.

“Alhamdulilah petani Wonosobo berhasil meraih Juara 1 dan 3, dari Banjarnegara Juara 2. Budidaya kentang mereka tidak hanya menghasilkan umbi kentang dengan ukuran raksasa, tapi produktivitas keseluruhan juga meningkat. Dari hasil panen peserta Juara 1, terdapat peningkatan produktivitas cukup signifikan, yaitu hampir 10 persen, dimana pada panen sebelumnya menghasilkan panen sebesar 16,5 ton/ha, sekarang menjadi 18 ton/ha. Lomba kentang raksasa ini jua turut andil berkontribusi terhadap kebutuhan kentang nasional,” tandas Adit.

Lebih lanjut Adit menambahkan, dalam Pestani Dieng Raya ini juga digelar lomba “Best Content” atau apresiasi khusus bagi peserta yang mengabadikan momen lomba kentang raksasa secara kreatif dan inspiratif melalui konten digital. Para peserta memperebutkan juara dengan kategori Si Paling Aktif dan Si Paling Kreatif.

Gebyar Penjualan Pupuk

Sementara itu di dalam puncak acara ini juga digelar “Gebyar Penjualan Pupuk Berhadiah Langsung” dengan menghadirkan FertiTruck (Fertilizer Truck). Petani dapat dengan mudah mendapatkan produk unggulan Petrokimia Gresik secara langsung, antara lain pupuk NPK Phonska Lite, Phonska Cair, Phonska Oca Plus, dan Phonska Alam. Petani juga berkesempatan mendapatkan hadiah menarik dari pembelian ini.

“Harapan kami, melalui produk unggulan ini dapat menstimulasi masyarakat untuk menggerakkan sektor pertanian di Indonesia dalam meningkatkan produktivitas usaha tani, menumbuhkan minat regenerasi petani muda dan meningkatkan engagement stakeholder dan petani terhadap produk-produk Petrokimia Gresik,” tutup Adit. (yad)

Petrokimia Gresik Gelar Lomba Kentang Raksasa di Dieng Raya  Selengkapnya

Dorong Ketahanan Pangan dan Peningkatan Ekonomi Warga, Forkopimda Gresik Luncurkan 80 Kolam Budidaya Ikan Lele 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik meluncurkan program kolam budidaya ikan lele serentak di 80 desa yang tersebar di 16 dari 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik. 

Peluncuran program budidaya kolam lele dipusatkan di pekarangan Pangan Lestari Bhayangkari Cabang Gresik, Asrama Polisi Randuagung, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang melaunching Program kolaborasi empat pilar yakni Pemkab Gresik, Polres Gresik, Kodim 0817/Gresik dan PT Petrokimia Gresik. Seremonial ditandai dengan menebar ribuan bibit ikat lele di kolam berdiameter 3 meter itu. Tampak hadir kegiatan tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob serta Penjabat Kepala Dinas Perikanan Gresik Arip Wicaksono. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi berbagai pihak. Menurutnya, keberhasilan program budidaya ikan lele tidak lepas dari peran Tiga Pilar Desa, yakni Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), dan Kepala Desa yang bersinergi bersama Dinas Perikanan serta PT Petrokimia Gresik.

“Pada saat ini, sudah ada 80 kolam ikan yang siap ditebari benih lele, tersebar di 80 desa di wilayah Kabupaten Gresik. Angka ini merupakan bentuk semangat juang di Hari Kemerdekaan RI ke-80 tahun 2025 ini,” ujar Gus Yani, sapaan akrab , Fandi Akhmad Yani.

Ia melanjutkan, budidaya lele bukan hanya aktivitas pertanian sederhana, tetapi juga solusi menjanjikan di tengah gejolak ekonomi global. Dengan biaya pemeliharaan relatif rendah dan pasar yang stabil, ikan lele dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat desa.

Harapan serupa disampaikan Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu.  Menurutnya, program kolam lele ini mampu menjadi jawaban nyata atas tantangan ekonomi warga. “Kami berharap budidaya lele dapat memberikan manfaat berlapis, mulai dari peningkatan pendapatan keluarga, memperkuat ketahanan pangan lokal, hingga menjaga stabilitas ekonomi masyarakat,” tutur alumnus Akpol 2006 itu.

Sementara itu, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf. Fadly Subur Karamaha, menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal program hingga ke desa-desa agar berjalan optimal. Puncak acara ditandai dengan seremoni penebaran benih ikan lele secara simbolis ke dalam kolam yang telah disiapkan. Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta terhubung melalui zoom meeting dengan jajaran Polsek di berbagai kecamatan, yang pada saat bersamaan juga melakukan penebaran benih lele di wilayah masing-masing. (yad)

Dorong Ketahanan Pangan dan Peningkatan Ekonomi Warga, Forkopimda Gresik Luncurkan 80 Kolam Budidaya Ikan Lele  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Bakti Pelosok Negeri di Pulau Telango, Madura untuk Memperkuat Infrastruktur, Pendidikan & Kesehatan

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 53 karyawan Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia melakukan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pulau Talango Tengah dan Talango Aeng di Kabupaten Sumenep, Madura. Program TJSL bertajuk “PG Bakti Pelosok Negeri” ini sebagai ikhtiar memperkuat infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.  Program pengabdian masyarakat ini diselenggarakan selama lima hari, 18–22 Agustus 2025.

Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan, bahwa Petrokimia Gresik merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini dengan banyak berkontribusi bagi masyarakat. Bulan Agustus ini, generasi muda Petrokimia Gresik mengikuti program community action “Ajang Kolaborasi Seluruh Insan (AKSI)” yang diinisiasi Pupuk Indonesia di Banyuwangi. Dan sekarang, mereka juga berkontribusi langsung untuk masyarakat di Pulau Talango Tengah dan Talango Aeng melalui program “PG Bakti Pelosok Negeri”.

“Pulau Talango Tengah memiliki akses transportasi yang terbilang terbatas. Menuju pulau yang berada di ujung timur Madura tersebut hanya bisa melalui jalur laut dengan waktu tempuh antara 5 hingga 6 jam. Insan Petrokimia Gresik berbagi bersama masyarakat selama lima hari di sana. Kami berkomitmen tidak hanya berorientasi pada profit, sebagai bagian dari BUMN, Petrokimia Gresik juga harus mampu bermanfaat bagi masyarakat, termasuk di Pulau Talango Tengah dan Talango Aeng,” ujar Daconi pada Senin, 25 Agustus 2025.

Sementara, Ketua HUT Ke-53 Petrokimia Gresik Chandra Budiman menambahkan Petrokimia Gresik di Talango Tengah dan Talango Aeng melakukan perbaikan sejumlah fasilitas umum, diantaranya pembangunan dermaga apung di Talango Aeng. Berikutnya juga melakukan pembangunan Welcome Sign di Talango Tengah; dan pemberian bantuan berupa kWh meter untuk warga kurang mampu sebanyak 30 unit di Pulau Talango Tengah maupun Talango Aeng.

Adapun di bidang pendidikan, Talango memiliki 150 siswa dan terdapat dua sekolah, yaitu Sekolah Dasar Negeri (SDN) Talango Tengah, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Jazirah dan Madrasah Diniyah Takmilayah Awwaliah Al-Syarif. Di sini, Insan Petrokimia Gresik juga melakukan peremajaan untuk ruang kelas SD, MI, dan Madin serta mess untuk guru SDN Talango Tengah. Petrokimia Gresik juga membangun pagar untuk sekolah MI.

“Tidak hanya memperbaiki fasilitas, Insan Petrokimia Gresik juga berupaya memberikan motivasi agar anak-anak Talango Tengah dan Talango Aeng bersemangat meraih mimpi-mimpinya melalui pembelajaran outdoor untuk siswa SD maupun MI,” ungkap Chandra.

Berikutnya Petrokimia Gresik juga menyediakan fasilitas cek kesehatan gratis untuk masyarakat. Program ini kerja sama Petrokimia Gresik dengan Puskesmas Raas. Selain itu, karyawan juga memberikan penyuluhan kesehatan untuk masyarakat Talango Tengah. Karena kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga.

Lebih lanjut ia menjelaskan, program PG Bakti Pelosok Negeri ini merupakan bagian dari rangkaian ulang tahun Petrokimia Gresik yang ke-53 dan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini adalah bentuk nyata komitmen Petrokimia Gresik untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

“Tahun ini merupakan penyelenggaraan kegiatan yang ketiga, dan kami merasa sangat bersyukur bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Talango Tengah dan Talango Aeng. Insan Petrokimia Gresik penuh semangat turun langsung, berbagi tenaga, pengetahuan, dan kepedulian di Talango Tengah dan Talango Aeng,” ujar Chandra.

Terakhir Daconi menambahkan, Petrokimia Gresik juga membaur bersama masyarakat melalui lomba 17an. Suasana terlihat hangat, dan mampu meningkatkan semangat nasionalisme baik itu dari Insan Petrokimia Gresik maupun masyarakat.

“Petrokimia Gresik harus mampu menghargai jasa para pahlawan kemerdekaan melalui kontribusi positif bagi masyarakat. Karena kelancaran bisnis perusahaan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional tidak lepas dari doa dan dukungan masyarakat,” tutup Daconi. (yad)

Petrokimia Gresik Bakti Pelosok Negeri di Pulau Telango, Madura untuk Memperkuat Infrastruktur, Pendidikan & Kesehatan Selengkapnya

AKSI Insan Pupuk Indonesia Grup Jadikan HUT Republik Indonesia Semakin Bermakna

GRESIK,1minute.id – Sebanyak seratusan insan Pupuk Indonesia Grup mengikuti program Ajang Kolaborasi Seluruh Insan (AKSI) 2025. Tahun ini AKSI dipusatkan di Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. 

Tahun lalu, AKSI diselenggarakan di Dieng, Jawa Tengah. Program yang diikuti oleh ratusan karyawan Pupuk Indonesia Grup, termasuk  Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri menjadikan momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia semakin berwarna dan penuh makna. Program ini menjadi upaya perusahaan membangun kepedulian karyawan terhadap masyarakat, khususnya yang ada di wilayah operasional.

Direktur SDM & Umum PT Pupuk Indonesia (Persero) Tina T Kemala Intan dalam pembukaan AKSI 2025, beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa kegiatan ini rutin diselenggarakan Pupuk Indonesia Grup tiap tahun. Untuk tahun lalu AKSI telah dilaksanakan di Dieng, Jawa Tengah. Ia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi insan Pupuk Indonesia Grup untuk berbuat positif yang berdampak pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Mari kita jadikan AKSI sebagai budaya perusahaan yang mengedepankan kolaborasi khususnya dengan stakeholder di wilayah operasional Pupuk Indonesia Grup untuk mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan,” ujar Tina.

Di tempat yang sama, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo menyampaikan bahwa AKSI yang diinisiasi oleh Pupuk Indonesia merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Sebagai bagian dari BUMN, Petrokimia Gresik tidak hanya berorientasi pada profit, tapi juga harus memberikan kebermanfaatan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

“Peringatan HUT RI tahun ini semakin bermakna karena diwarnai dengan kepedulian sosial dan kolaborasi Insan Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia Grup. Karyawan-karyawan inilah yang nantinya akan menjadi penerus perusahaan, sehingga harus dibangun kepeduliannya terhadap masyarakat. Founding father mewariskan semangat kepada kami, semakin maju perusahaan semakin besar pula kontribusi untuk masyarakat,” tandas Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo.

 Pelaksanaan AKSI 2025 yang bertepatan dengan HUT ke-80 RI diawali dengan upacara kemerdekaan bersama masyarakat. Momentum ini bukan hanya menjadi simbol nasionalisme, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian antar-insan.

“Semangat kemerdekaan harus tercermin dalam aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. AKSI 2025 menjadi wadah bagi insan Pupuk Indonesi Grup, untuk merayakan kemerdekaan dengan karya nyata. Alhamdulilah tahun ini Petrokimia Gresik dipercaya sebagai tuan rumah AKSI,” tambah Adit.

Program AKSI yang diikuti oleh 100 karyawan Pupuk Indonesia Grup dari lintas unit kerja ini digelar mulai tanggal 16 – 20 Agustus 2025. Kegiatan ini fokus pada empat pilar, yaitu Pilar Pertanian, Sosial, Pendidikan, dan Lingkungan.

Selama lima hari pelaksanaan, berbagai kegiatan digelar di Desa Sumbersewu. Di bidang pertanian, Petrokimia Gresik bersama insan AKSI melaksanakan sosialisasi pemupukan berimbang, edukasi hidroponik untuk ibu-ibu PKK, serta pengolahan lahan pascapanen semangka. Di bidang pendidikan, peserta AKSI memberikan pembekalan kepada pelajar melalui simulasi tanggap bencana, pengenalan robotika, kelas inspirasi, dan pojok literasi.

Adapun di bidang sosial, kegiatan yang dilaksanakan meliputi senam massal dan pemeriksaan kesehatan gratis, pendampingan UMKM melalui penguatan kemasan dan branding, aksi bersih lingkungan dan gotong royong bersama warga, lomba kemerdekaan, hingga turnamen olahraga. Sementara di bidang lingkungan, insan AKSI bersama masyarakat melakukan penataan kawasan wisata Pantai Gumuk Kantong, aksi bersih pantai, penanaman 100 pohon cemara, pemanfaatan limbah ternak sebagai media tanam, serta pelepasan tukik hasil konservasi.

“Dengan semangat kolaborasi insan perusahaan, AKSI 2025 menjadi bukti komitmen BUMN dalam mengawal ketahanan pangan, mendorong kemandirian masyarakat, serta menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari pembangunan nasional yang berkelanjutan,” tutupnya. (yad)

AKSI Insan Pupuk Indonesia Grup Jadikan HUT Republik Indonesia Semakin Bermakna Selengkapnya