Optimalisasi GCG dan Jamin Kelancaran Pupuk Bersubsidi Petrokimia Gresik Gandeng Kejari Gresik 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik. MoU yang ditandatangani oleh Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik, Johanes Barus bersama Kepala Kejaksaan Negeri Gresik, Yanuar Utomo, di Gresik, baru-baru ini.

MoU ini untuk mendukung terwujudnya tata kelola perusahaan yang semakin baik atau Good Corporate Governance (GCG) dalam rangka semakin memperlancar penyaluran pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia.

Johanes menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Kejari Gresik terhadap kinerja Petrokimia Gresik. Petrokimia Gresik bersama Kejari Gresik telah menjalin kerja sama sejak tahun 2014, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman tahun 2016, 2019, 2022 dan dilanjutkan melalui penandatanganan kali ini.

“Dalam upaya mewujudkan swasembada pangan, dibutuhkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Salah satunya adalah Kejaksaan Negeri Gresik,” ujar Johanes.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Petrokimia Gresik perlu terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum. Kejaksaan Negeri Gresik melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN) selama ini berperan penting dalam memberikan dukungan hukum kepada perusahaan, baik dalam bentuk bantuan hukum, pertimbangan hukum, maupun pendampingan dalam penyelesaian permasalahan di bidang perdata dan tata usaha negara.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dilaksanakan sebagai bentuk penguatan kolaborasi di bidang hukum sekaligus mendukung upaya preventif perusahaan dalam memitigasi risiko hukum dan potensi sengketa,” tandasnya.

Selain itu, Kejari juga memberikan pembekalan materi kepada para pejabat Grade I bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kapasitas, serta kewaspadaan pejabat dalam pengambilan keputusan yang memiliki implikasi hukum. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat memperkokoh fondasi hukum perusahaan dan mendorong budaya kepatuhan di seluruh lini organisasi.

“Kami berharap sinergi antara Petrokimia Gresik dan Kejaksaan Negeri Gresik tidak hanya berhenti pada penandatanganan Nota Kesepahaman ini, tetapi terus berkembang menjadi kerja sama yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi korporasi, para pemangku kepentingan, serta pada akhirnya memberikan kontribusi positif bagi terwujudnya swasembada pangan nasional,” tutup Johanes. (yad)

Optimalisasi GCG dan Jamin Kelancaran Pupuk Bersubsidi Petrokimia Gresik Gandeng Kejari Gresik  Selengkapnya

Petrokimia Gresik bersama 61 Ribu Pahlawan Pangan Wujudkan Pertanian Modern, Swasembada Pangan melalui Agrosolution 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia bersama lebih dari 61 ribu petani atau juga dikenal dengan “Pahlawan Pangan” mewujudkan swasembada pangan nasional melalui program Agrosolution 2025. 

Program menyasar beragam komoditas ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.

 Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, di momen Hari Pahlawan, menyampaikan bahwa Petrokimia Gresik senantiasa mendukung Pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional melalui penyaluran pupuk bersubsidi tiap tahunnya. 

“Pahlawan saat ini memiliki arti yang luas. Petani merupakan salah satu pahlawan yang juga menjaga kedaulatan bangsa melalui ketahanan pangan. Petrokimia Gresik akan setia bersama petani mewujudkan kemandirian bangsa melalui sektor pertanian. Salah satunya melalui program Agrosolution,” ujar Daconi pada Senin, 10 November 2025.

Lebih dari itu, Petrokimia Gresik juga menjalankan program Agrosolution yang selaras dengan visi Presiden ke-8 Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Asta Cita, yaitu mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan.

Periode Januari hingga Oktober 2025, Petrokimia Gresik bersama 61.112 petani meningkatkan produktivitas pertanian dalam program Agrosolution. Angka ini lebih besar jika dibandingkan realisasi program Agrosolution tahun 2024 yang melibatkan sebanyak 60.558 petani.

Program ini terbukti meningkatkan produktivitas pertanian cukup signifikan. Sebagai acuan, program Agrosolution yang dijalankan Petrokimia Gresik di tahun 2024 mampu meningkatkan produktivitas tanaman tebu dengan rata-rata kenaikan hingga 33 persen, kemudian tanaman padi 16 persen, jagung 21 persen, dan komoditas lainnya.

“Jika budidaya yang diaplikasikan dalam program Agrosolution diadopsi oleh petani lainnya, tentu produktivitas pertanian secara nasional juga dapat ditingkatkan,” terangnya. Petrokimia Gresik menjalankan program Agrosolution sejak tahun 2021 silam. Program ini menciptakan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir, baik on farm maupun off farm dengan kolaborasi bersama sejumlah stakeholder, diantaranya lembaga perbankan yang akan memberikan bantuan modal bagi petani, lembaga asuransi, hingga offtaker pertanian.

Petrokimia Gresik dalam program ini melakukan kegiatan sosialisasi pemupukan berimbang, kawalan budidaya, pengendalian hama dan penyakit serta uji tanah oleh petugas Mobil Uji Tanah dan Agroman Petrokimia Gresik. Petrokimia Gresik juga menyediakan agro input berupa pupuk nonsubsidi.

Dengan dukungan tersebut, para petani memperoleh rekomendasi dalam pemupukan sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman, sehingga lebih presisi. Pupuk dapat diaplikasikan secara efektif dan efisien.

“Petrokimia Gresik mempunyai pupuk dan teknologi modern untuk budidaya pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas. Petrokimia Gresik akan beriringan dengan Pahlawan Pangan untuk mewujudkan pertanian yang maju dan modern untuk masa depan bangsa semakin baik,” pungkas Daconi. (yad)

Petrokimia Gresik bersama 61 Ribu Pahlawan Pangan Wujudkan Pertanian Modern, Swasembada Pangan melalui Agrosolution  Selengkapnya

Harga Pupuk Bersubsidi Turun 20 Persen, Bupati Gresik Dorong Kopdes Merah Putih Hadir Perkuat Ekosistem Pertanian 

GRESIK,1minute.id – Harga pupuk bersubsidi turun 20 persen. Perunanan harga pupuk produksi PT Pupuk Indonesia, salah satu perusahaan plat merah itu membawa angin segar bagi petani Indonesia, antara lain, petani di Kabupaten Gresik. 

Kebijakan ini menjadi dukungan bagi sektor pertanian, untuk bangkit di tengah tantangan biaya produksi yang kian ini tinggi. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menyampaikan apresiasi atas implementasi kebijakan tersebut. Menurutnya, langkah PT. Pupuk Indonesia yang tidak hanya menurunkan harga, tetapi juga memangkas rantai regulasi pembelian pupuk akan sangat bermanfaat bagi petani.

“Apresiasi kami sampaikan kepada PT. Pupuk Indonesia atas implementasi diskon pupuk. Selain potongan harga 20 persen, kini pembelian juga lebih mudah. Ini program yang sangat bermanfaat, baik bagi petani di Gresik maupun secara nasional,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menghadiri Rembuk Tani bersama Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi di Kecamatan Balongpanggang pada Rabu, 29 Oktober 2025.

Turunnya harga pupuk ini sangat berarti bagi petani di tengah naiknya biaya produksi. Selain itu, program ini juga sesuai dengan momentum atas program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto. “Dengan harga eceran tertinggi (HET) gabah yang sudah diatur dan pupuk yang kini lebih terjangkau, mudah-mudahan petani kita bisa bangkit dan sejahtera,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Ia pun mengajak Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk turut ambil bagian dalam memperkuat ekosistem pertanian di tingkat bawah. “Koperasi Merah Putih harus bisa mencari peluang dan hadir memudahkan petani kita, baik di sektor distribusi pupuk maupun gabah. Kolaborasi seperti ini akan memperkuat kemandirian pertanian Gresik,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan, bahwa Pemkab Gresik terus memperkuat ekosistem pertanian. Hal ini dilakukan dengan dukungan infrastruktur penyimpanan hasil panen. “Keberadaan gudang Bulog seluas lima hektare di Balongpanggang akan memperkuat rantai pasok dan menjaga stabilitas harga gabah petani,” jelas dokter Alif, sapaan, Asluchul Alif. 

Sementara itu, Direktur Utama PT. Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan, bahwa penurunan harga pupuk bersubsidi ini diikuti peningkatan alokasi nasional dari 5 juta ton menjadi 9,5 juta ton. Sistem distribusi juga kini lebih sederhana agar pupuk dapat tersalurkan lebih cepat dan tepat sasaran. 

“Kami berkomitmen memastikan kebutuhan pupuk petani di seluruh wilayah, termasuk Gresik, terpenuhi dengan baik,” ujar mantan Dirut Petrokimia Gresik ini. 

Kabupaten Gresik mendapatkan julukan sebagai Kota Industri. Kabupaten yang memiliki luas wilayah 1.191,25 kilometer persegi (km²) ini juga merupakan salah satu daerah penopang pangan di Jawa Timur. Berdasarkan data Dinas Pertanian Jawa Timur, Gresik masuk dalam lima besar daerah dengan luas tanam padi dan produktivitas tertinggi di wilayah utara Jawa Timur. Produktivitas padi di Gresik pada 2024 tercatat mencapai rata-rata 6,2 ton per hektare, dengan kontribusi signifikan dari kecamatan Benjeng, Cerme dan Balongpanggang.

Selain komoditas padi, sektor hortikultura dan perikanan darat juga tumbuh pesat. Produksi cabai merah dan bawang merah dari wilayah selatan Gresik meningkat lebih dari 15 persen dalam dua tahun terakhir, sementara hasil perikanan air tawar dari kawasan Dukun dan Sidayu ikut menguatkan ketahanan pangan lokal. (yad)

Harga Pupuk Bersubsidi Turun 20 Persen, Bupati Gresik Dorong Kopdes Merah Putih Hadir Perkuat Ekosistem Pertanian  Selengkapnya

4 Tahun Program Taruna Makmur, Petrokimia Gresik Gandeng Polbangtan di Indonesia, Cetak 318 Petani Muda

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia terus mendorong regenerasi petani di tanah air melalui Taruna Makmur. Program yang telah dijalankan sejak tahun 2022 ini sudah mencetak ratusan pemuda Taruna Makmur. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob di momen Hari Sumpah Pemuda pada Selasa, 28 Oktober 2025.

Daconi menyampaikan bahwa regenerasi petani saat ini menjadi tantangan sektor pertanian yang membutuhkan peran aktif dari seluruh stakeholder. Petrokimia Gresik melalui Taruna Makmur membangun minat generasi muda terhadap sektor pertanian.

“Sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian di Indonesia. Sektor ini juga memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan nasional. Petrokimia Gresik tidak hanya berperan dalam menyediakan agroinput berkualitas, tetapi juga aktif mendorong penguatan sumber daya manusia pertanian, khususnya di kalangan pemuda,” ujar Daconi.

Program ini menggandeng sejumlah Politeknik Pertanian dan Perkebunan yang ada di berbagai daerah di Indonesia, antara lain Polbangtan Malang, Polbangtan Bogor, Polbangtan Yogyakarta-Magelang (YoMa), Polbangtan Medan, Polbangtan Gowa, dan Politeknik LPP Yogyakarta.

Para mahasiswa menjalani proses pemagangan dan pendampingan petani binaan Program Agrosolution selama enam bulan di berbagai wilayah. Peran mereka sangat penting sebagai field agronomist muda yang turut menjembatani adopsi inovasi teknologi dan penguatan administrasi budidaya di tingkat petani.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, para mahasiswa mendapatkan pembekalan melalui Sekolah Makmur. Materi yang diberikan mulai dari pembekalan mental, product knowledge dari Petrokimia Gresik Grup, uji tanah, sharing session Program Makmur, dan materi lainnya.

“Kita ajak langsung generasi muda untuk melihat betapa besarnya potensi dari sektor pertanian Indonesia jika dikelola dengan tepat. Mereka juga kita kenalkan dengan teknologi pertanian modern yang saat ini dikembangkan Petrokimia Gresik,” kata Daconi.

Jumlah Taruna Makmur yang sudah dicetak selama empat tahun ini mencapai 318. Dari tahun ke tahun mendapatkan sambutan antusias dari para mahasiswa Polbangtan. “Kami berharap para Taruna Makmur ini juga menginisiasi generasi muda Indonesia lainnya untuk berperan aktif memajukan sektor pertanian yang potensinya luar biasa besar jika dikembangkan dengan tepat,” tandas Daconi. (yad)

4 Tahun Program Taruna Makmur, Petrokimia Gresik Gandeng Polbangtan di Indonesia, Cetak 318 Petani Muda Selengkapnya

Bupati Gresik Resmikan SPPG Hibrid, Kolaborasi Pemkab Gresik, Petrokimia Gresik dan Yayasan PPNU Trate

GRESIK,1minute.id –  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bertambah. SPPG baru itu bernama SPPG Hibrid. Lokasinya di lingkungan Yayasan Perguruan Pendidikan Nahdlatul Ulama (PPNU) Trate di Jalan KH Abdul Karim, Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang meresmikan SPPG Hibrid, hasil kolaborasi antara Pemkab Gresik, Yayasan PPNU Trate, dan CSR PT Petrokimia Gresik yang menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 20 Oktober 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi kepada PT Petrokimia Gresik yang telah berperan aktif dalam pembangunan dapur gizi hibrid di Gresik. “Hari ini adalah hari yang kita tunggu bersama. Terima kasih kepada PT Petrokimia Gresik yang telah memberikan perhatian luar biasa terhadap program prioritas Presiden melalui CSR-nya,” ujar Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.

“Kehadiran dapur hibrid ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah dan industri untuk menyiapkan generasi yang sehat dan cerdas,” lanjut Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Ia menjelaskan bahwa makna hibrid dalam SPPG ini bukan sekadar nama, melainkan filosofi dari kolaborasi lintas sektor dan inovasi tata kelola. “SPPG Hibrid hadir sebagai bentuk transformasi kantin sekolah menjadi dapur gizi. Dapur ini dibangun di dalam lingkungan pendidikan, tanpa menghapus peran kantin yang sudah ada. Justru ditingkatkan menjadi ruang penyedia gizi yang terintegrasi,” jelasnya.

Menurutnya, model ini memperpendek rantai penyediaan makanan bergizi sehingga anak-anak mendapatkan asupan sehat langsung di tempat belajar. Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dibanding kuantitas dalam penyediaan makanan.

“SPPG jangan hanya berorientasi pada jumlah. Fokus kita adalah pada kualitas gizi. Pastikan setiap menu yang disajikan benar-benar sehat, aman, dan memenuhi kebutuhan anak-anak. Kepala desa dan Lurah bisa ikut menjadi mitra dalam pendampingan, sementara puskesmas harus rutin melakukan pengawasan agar tidak timbul masalah di kemudian hari,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Kepada pengelola dapur SPPG yang berasal dari pegawai kantin sekolah, Bupati Yani juga menitip pesan, yakni untuk selalu menjaga kebersihan dan standar sanitasi. “Kualitas makanan yang baik hanya bisa dihasilkan dari dapur yang bersih dan tertib,” tambahnya.

Ia juga berharap adanya sinergi antara SPPG dan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sehingga kebutuhan bahan baku dan logistik dapat terpenuhi secara mandiri dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Yayasan PPNU Trate Elvi Wahyudi menjelaskan, SPPG Dapur Hibrid dibangun melalui pendampingan Pemkab Gresik dan dukungan CSR dari PT Petrokimia Gresik dengan nilai investasi sekitar Rp 1,3 miliar. Pembangunan dilakukan sejak Juli hingga Oktober 2025 dengan memanfaatkan fasilitas kantin sekolah yang disulap menjadi dapur gizi terstandar.

“SPPG Dapur Hibrid ini melayani 3.059 murid di lingkungan Yayasan PPNU Trate, terdiri dari MINU Trate Putra (576 murid), MINU Trate Putri (641 murid), SDNU 1 Trate (707 murid), SDNU 2 Trate (53 murid), MTs NU Trate (404 murid), dan SMK NU Trate (678 murid),” jelas Wahyudi.

Ia menambahkan, dapur ini telah memperoleh sertifikat air higienis dan sanitasi dari Dinas Lingkungan Hidup, sertifikat penjamah makanan dari Dinas Kesehatan, serta sertifikat laik higiene dan sanitasi dari Dinas Kesehatan  Gresik. “Semua standar kami penuhi agar makanan yang dihasilkan tidak hanya lezat, tetapi juga aman dan bergizi,” pungkasnya. (yad)

Bupati Gresik Resmikan SPPG Hibrid, Kolaborasi Pemkab Gresik, Petrokimia Gresik dan Yayasan PPNU Trate Selengkapnya

Pertama di Malang, TAMENG, Living Lab Berbasis Masyarakat Binaan Petrokimia Gresik 

GRESIK,1minute.id – Tawangargo Smart-Eco Farming Village atau juga dikenal dengan nama TAMENG kini bertransformasi menjadi Living Lab berbasis masyarakat sebagai Model Kolaborasi Inklusif dalam inovasi berkelanjutan, dan menjadi yang pertama dikembangkan oleh petani binaan Petrokimia Gresik di Kabupaten Malang.

Tawangargo Smart-Eco Farming Village telah berhasil menjadi solusi pertanian hortikultura dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Mampu mendongkrak produktivitas hortikultura ini terus berkembang.

“Living Lab ini digerakkan langsung oleh masyarakat. Di sini kami sebagai petani bukan hanya menjadi objek, tapi bertindak sebagai subjek yang melakukan penelitian dan uji coba nyata untuk pertanian berkelanjutan,” ujar Karmukit, salah satu local hero program TAMENG di Malang pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Sebagai Living Lab, tambahnya, TAMENG sekarang telah menjadi wadah bagi petani, peneliti, mahasiswa, hingga komunitas duduk bersama untuk menghadirkan solusi pertanian. Di sini ide-ide diuji, teknologi sederhana diterapkan, dan inovasi lahir dari upaya bersama untuk membuat perubahan. Berbagai kolaborasi dilakukan dengan tujuan meningkatkan praktik pertanian berkelanjutan. 

“Banyak sekali transformasi yang kami lakukan. Alhamdulilah TAMENG sekarang berkembang menjadi research center berbasis komunitas dari yang awalnya hanya desa hortikultura biasa. Pertanian dan peternakan di wilayah ini sekarang terintegrasi dengan wisata edukasi pertanian. TAMENG membuktikan bahwa desa bisa menjadi pusat inovasi. TAMENG menjadi inspirasi bahwa masa depan pertanian Indonesia bisa dimulai dari desa,” ujar Karmukit.

Program ini dimulai tahun 2022, melibatkan 35 petani yang tergabung dalam kelompok Agronova Vision. TAMENG sejak awal didukung oleh Petrokimia Gresik, untuk mengajak petani menerapkan teknik climate smart agriculture yang tidak hanya menjaga keberlanjutan pertanian hortikultura, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani. Kegiatan ini mencakup seluruh proses dari mulai pembibitan, persemaian, penanaman, panen, hingga penjualan.

Program ini sekarang terus berkembang dan bertransformasi menjadi pusat hortikultura yang modern dan ramah lingkungan diantaranya penggunaan solar cell untuk menghidupkan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti pompa air, water drip, sprinkle dan lainnya. TAMENG saat ini juga memiliki rumah pengolahan limbah.

Para petani TAMENG memiliki aktivitas dalam mengelola limbah pertanian maupun rumah tangga dengan pemilahan organik dan anorganik. Limbah organik yang berasal dari limbah panen sayur diolah menjadi berbagai produk seperti plant booster (POC), agensia hayati, dan pakan ternak.

Selain itu, limbah sayur yang masih layak konsumsi dimanfaatkan oleh istri petani menjadi berbagai macam produk olahan seperti mie sayur, keripik sayur, dodol sayur, dan lainnya. Selain itu, kelompok juga membuka warung bagi pengunjung dengan memanfaatkan hasil panen di area Program TAMENG.

“Khusus limbah anorganik dikelola langsung oleh Bank Sampah dan dijual kepada pengepul. Kami juga memilah limbah B3 untuk dipisahkan agar tidak berbahaya,” ujar Karmukit.

Sementara untuk meningkatkan pendapatan, tambahnya, kelompok mengembangkan lini usaha peternakan dengan budidaya domba serta budidaya ikan dan azolla. Selain itu, kelompok juga mengembangkan budidaya cacing untuk menghasilkan pupuk kascing serta cacing yang dimanfaatkan sebagai pakan ikan. Selain itu, budidaya kascing juga mampu menyerap limbah pertanian.

Petani binaan juga mengembangkan kawasan agrowisata sebagai sarana edukasi sekaligus rekreasi bagi masyarakat luas. Wisatawan merasakan pengalaman langsung memetik sayur dan buah segar dari kebun. Kegiatan ini dilengkapi dengan paket edukasi pertanian ramah lingkungan, pelatihan sederhana tentang budidaya hortikultura, hingga pengenalan produk olahan hasil panen.

Program TAMENG yang telah dipilih oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia untuk program Closed Loop, atau program kolaborasi multi-stakeholder ini juga menggandeng BUMDes Sumber Rejeki sebagai kios produk pertanian guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Produk Agronova Vision seperti plant booster dan agensia hayati juga dijual di kios BUMDes.

“Living Lab ini menjadikan TAMENG sebagai ekosistem pertanian hortikultura dari hulu hingga hilir yang mampu meningkatkan kemandirian petani, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” tutup Karmukit.

Terakhir, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan dan pendampingan yang diberikan Petrokimia Gresik kepada petani TAMENG dari awal program ini hingga sekarang. Disampaikannya, Petrokimia Gresik senantiasa mendorong untuk kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan setiap tantangan.

“Berkat dukungan dan pendampingan ini, TAMENG tidak hanya menjadi solusi pertanian hortikultura yang selalu dihadapkan pada problem perubahan iklim, tapi memiliki peran lebih besar lagi dalam mendukung kemajuan pertanian di Tanah Air dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” pungkasnya. (yad)

Pertama di Malang, TAMENG, Living Lab Berbasis Masyarakat Binaan Petrokimia Gresik  Selengkapnya

Dirut Petrokimia Gresik Blusukan ke Desa, Pastikan Penerapan Teknologi Pemupukan dengan Drone Lebih Ekonomis dan Efisien 

GRESIK,1minute.id – Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob melakukan blusukan ke sejumlah daerah di Jawa Timur. Blusukan yang dilakukan oleh manajemen perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu untuk memastikan kualitas pupuk organik dan penerapan teknologi pertanian modern berkelanjutan yang dijalankan perusahaan agar berjalan optimal. 

Sambang desa itu menyambut musim tanam Oktober 2025-Maret 2026 (Okmar). Kunjungan dilakukan oleh Direktur Utama, Daconi Khotob ke budidaya pertanian dengan Teknologi Petro Spring di Madiun, dan ke Mitra Petroganik di Jombang, baru-baru ini.

Daconi menyampaikan bahwa teknologi pertanian modern saat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung keberlanjutan pertanian di Indonesia. Selain meningkatkan produktivitas pertanian, pemanfaatan teknologi pada sektor pertanian juga mampu menjadi magnet atau daya tarik bagi generasi muda, mengingat saat ini problem regenerasi petani merupakan tantangan bersama.

“Penggunaan teknologi pada sektor pertanian saat ini merupakan keniscayaan. Generasi muda sangat akrab dengan teknologi, sehingga akan menarik minat untuk aktif memajukan pertanian Tanah Air di masa mendatang. Penggunaan teknologi juga mampu meningkatkan produktivitas melalui budidaya yang efektif dan efisien,” ujar Daconi.

Melalui program Makmur Petrokimia Gresik di Madiun, perusahaan menerapkan teknologi Petro Spring di dua titik budidaya, masing-masing di Desa Tiron dan Banjarsari, Kabupaten Madiun, dengan total luas lahan 10 hektare (ha).

Salah satu teknologi Petro Spring yang diterapkan di Madiun yaitu pemupukan menggunakan drone. Teknologi ini terbukti mampu menghemat tenaga, waktu, hingga biaya. Dengan cara manual pemupukan lahan 10 ha membutuhkan tenaga buruh tani sebanyak 12 orang, dengan waktu pemupukan 4 hari dan total ongkos Rp 7 juta, sementara dengan pemanfaatan drone pemupukan di lahan yang sama hanya membutuhkan tenaga dua orang, waktu 8 jam, dan biaya Rp 6 juta.

“Budidaya yang efektif dan efisien ini akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani. Biaya operasional berkurang, waktu kerja lebih singkat, dan hasil lebih optimal. Kami berharap penerapan teknologi Petro Spring dapat terus diduplikasi dan menjadi contoh bagi petani di wilayah lain,” tambah Daconi.

Sementara di Jombang, Daconi mengunjungi mitra Petroganik. Ia memastikan kualitas pupuk organik yang diproduksi mitra sesuai dengan standar, sehingga pengaplikasiannya mampu memberikan dampak positif bagi pertanian berkelanjutan.

“Kita tahu saat ini Petroganik menjadi salah satu pupuk bersubsidi. Dengan kualitas terjaga, pupuk organik ini mampu memberikan dampak positif bagi kesuburan tanah untuk jangka yang panjang,” ujarnya.

Daconi menambahkan, masa depan pertanian Indonesia yang berkelanjutan, tidak hanya membutuhkan teknologi modern semata. Petani juga harus mampu menjaga kesuburan tanah, untuk hasil optimal melalui penggunaan pupuk organik.

Daconi menegaskan bahwa keberlanjutan pertanian Indonesia tidak hanya bertumpu pada teknologi modern untuk hasil optimal, tetapi juga pada pengelolaan kesuburan tanah secara alami melalui penggunaan pupuk organik.

“Kombinasi antara teknologi dan kesuburan tanah yang terjaga akan menghasilkan pertanian yang tangguh dan produktif, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga swasembada pangan nasional,” pungkasnya. (yad)

Dirut Petrokimia Gresik Blusukan ke Desa, Pastikan Penerapan Teknologi Pemupukan dengan Drone Lebih Ekonomis dan Efisien  Selengkapnya

Musim Tanam Okmar, Petrokimia Gresik Siapkan 441 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi

GRESIK,1minute.id – Musim tanam Oktober-Maret (Okmar) para petani tidak perlu risau. Pasalnya, Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk bersubsidi nasional sebanyak 441.581 ton.

Stok yang melebihi ketentuan ini sebagai bentuk dukungan Petrokimia Gresik untuk meningkatkan produktivitas petani dalam rangka menjaga swasembada beras.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat menyampaikan Indonesia telah mencatat sejarah baru di tahun 2025. 

Produksi beras dan cadangan pangan nasional berada pada titik tertinggi, menjadikan Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi juga mulai mengekspor beras. Untuk terus meningkatkan produktivitas beras nasional, Petrokimia Gresik menyediakan pupuk bersubsidi di atas ketentuan minimum Pemerintah.

“Stok tersebut akan didistribusikan sesuai dengan tata kelola baru yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025 sebagian peraturan pelaksanaannya. Stok tersebut akan disalurkan kepada petani yang terdaftar,” ujar Daconi di Gresik, Jawa Timur pada Sabtu, 4 Oktober 2025.

Ia menambahkan, stok per 1 Oktober 2025 tersebut terdiri dari pupuk Urea sebanyak 39.606 ton, kemudian NPK Phonska 377.887 ton, pupuk Organik 20.900 ton, dan pupuk ZA 3.188. Daconi memastikan ketersediaan yang sudah tersebar di gudang-gudang tingkat Kabupaten/Kota tersebut telah melebihi ketentuan minimum Pemerintah dan dapat dengan mudah ditebus oleh petani.

“Kami berharap petani terdaftar mengoptimalkan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2025 sebanyak 9,55 juta ton. Karena itu stok pupuk bersubsidi yang disiapkan agar segera ditebus untuk hasil pertanian yang maksimal,” ujar Daconi.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Petrokimia Gresik juga menyiapkan stok pupuk nonsubsidi sebanyak 32.619 ton sebagai upaya untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian. Stok tersebut terdiri dari pupuk Urea 4.283 ton, NPK Phonska 18.118 ton, pupuk Organik 35 ton, dan ZA sebanyak 10.183 ton.

Ketersediaan stok pupuk non subsidi ini menjadi solusi bagi petani yang tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi. Hal tersebut dikarenakan pupuk bersubsidi hanya bisa didapatkan petani yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), petani yang menggarap lahan maksimal dua hektar, dan sepuluh komoditas yaitu padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kakao, kopi, tebu rakyat, dan ubi kayu (singkong).

“Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia akan terus menjaga amanah dalam menyediakan pupuk bagi petani, kami berharap, pelaksanaan musim tanam Oktober – Maret bisa berjalan baik, produktivitas meningkat, dan Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia seperti yang dicita-citakan Presiden Indonesia,” kata Daconi.

Terpisah, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo menyatakan, pihaknya siap mendukung implementasi elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) tahun 2026. Digitalisasi ini akan menjadikan tata kelola pupuk bersubsidi lebih transparan, akuntabel, dan efisien.

”Kami menyadari, keberhasilan program ini hanya dapat dicapai melalui komunikasi yang intensif, koordinasi yang solid, dan semangat gotong royong. Pupuk Indonesia Grup termasuk Petrokimia Gresik siap mendukung penuh,” demikian ungkap Adityo dalam Sosialisasi Penyaluran Pupuk Organik Subsidi di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), baru-baru ini.

Ia menambahkan, Pupuk Indonesia Grup mendukung penuh program ketahanan pangan yang telah menjadi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Salah satu upayanya dengan menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi termasuk pupuk organik Petroganik. Menurutnya, pupuk organik subsidi atau yang dikenal Petroganik memiliki manfaat dalam menjaga kesuburan tanah, memperbaiki struktur lahan, meningkatkan efisiensi pupuk, serta menjaga keberlanjutan ekosistem pertanian.

“Kolaborasi lintas lembaga menjadi penting untuk memastikan serapan pupuk bersubsidi termasuk organik berjalan optimal di lapangan. Langkah ini dirancang agar diseminasi informasi, edukasi pemupukan, serta pengawalan penebusan pada kios resmi atau yang sekarang disebut titik serah (PPTS) dapat berlangsung merata,” ujarnya. (yad)

Musim Tanam Okmar, Petrokimia Gresik Siapkan 441 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi Selengkapnya

Batik Bangsawan, UMKM Binaan Petrokimia Gresik Tembus Pasar New York

GRESIK,1minute.id – Batik Bangsawan, salah satu UMKM binaan Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia naik kelas, go internasional. Batik tulis berpusat di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik yang telah mengantongi sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) Ini pun meraih penghargaan Platinum pada ajang Bina Mitra UMKM Award 2025.

Keberhasilan Batik Bangsawan menembus pasar internasional, Thailand hingga New York, Amerika Serikat ini berkat pemanfaatan platform digital. Keberhasilan Batik Bangsawan ini, mempertegas komitmen Petrokimia Gresik dalam mendukung keberlangsungan usaha batik di Tanah Air.

Bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional, Petrokimia Gresik terus mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan agar mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. “Batik bukan sekadar warisan budaya bangsa, tetapi juga telah menjadi produk yang mampu menggerakkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob di Gresik, Jawa Timur pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Saat ini, Petrokimia Gresik membina delapan UMKM batik dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Adapun delapan mitra binaan batik Petrokimia Gresik antara lain Batik Bangsawan, Zulpah Batik, Batik Zaenal Gedog, Batik Tulis Sari Warni, Mekar Sari, Hamdan Batik, Kidang Kencana Rizki, dan Batik Sari Kenongo. Mereka berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, yaitu Gresik, Bangkalan, Tuban, Madiun, Rembang, dan Sidoarjo.

Petrokimia Gresik memberikan pendampingan komprehensif, mulai dari akses permodalan melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK), memberikan kesempatan mitra untuk mengenalkan produk masyarakat luas melalui pameran dan bazar, memfasilitasi mitra untuk promosi dan menjual produknya melalui UMKM Corner dan pusat perbelanjaan, melakukan pendampingan untuk mendapatkan perizinan maupun sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Sejumlah mitra bahkan telah kami ikutsertakan dalam ajang internasional, Seperti Indonesian Investment Forum di Copenhagen, Denmark tahun 2024, KTT ASEAN di Labuan Bajo dan G20 di Bali beberapa waktu lalu. Selain memperkenalkan batik kepada dunia, kami juga ingin produk mitra binaan kami mampu menembus pasar global” ungkap Daconi Khotob. 

Lebih lanjut Daconi mengungkapkan, sejumlah produk batik dari mitra binaan kini semakin diminati pasar mancanegara. Batik Bangsawan, misalnya, yang sebelumnya hanya dipasarkan di Gresik dan sekitarnya, kini telah menembus pasar nasional bahkan internasional, termasuk Thailand dan New York, berkat pemanfaatan platform digital.

“Melalui pendampingan dari Petrokimia Gresik, produksi Batik Bangsawan meningkat signifikan, jumlah karyawan bertambah, omzetnya naik dan tentunya sekarang lebih dikenal dibandingkan sebelum mendapatkan pembinaan. Yang cukup membanggakan, Batik Bangsawan bersama Batik Gedog Zaenal meraih penghargaan Platinum pada ajang Bina Mitra UMKM Award 2025,” jelas Daconi.

Terakhir, ia berharap masyarakat mendukung UMKM batik di Indonesia. Dikatakannya, dalam keindahan batik terpancar kecintaan terhadap tanah air. Ia pun mengajak masyarakat di momen Hari Batik Nasional ini untuk menunjukkan kecintaan dan dedikasi kepada Bangsa Indonesia dengan berbatik.

“Dengan mengenakan batik, kita menghargai dan melestarikan warisan budaya nenek moyang. Selain itu juga memberdayakan ekonomi kerakyatan melalui pelaku usaha batik yang saat ini ada di Indonesia,” tutupnya. (yad)

Batik Bangsawan, UMKM Binaan Petrokimia Gresik Tembus Pasar New York Selengkapnya

INTHERVAL, Inovasi Insan Petrokimia Gresika Bisa Optimalkan Gas Buang Pabrik jadi Energi Alternatif 

GRESIK,1minute.id – Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia melalui inovasi “INTHERVAL” (Integrated Thermal Valorization System for Fuel Recovery in Process Boilers) berhasil mengubah gas buang pabrik menjadi sumber energi alternatif. 

Inovasi inipun mendapatkan penghargaan Rintisan Teknologi (Rintek) untuk kategori Teknologi Proses Industri Manufaktur dari Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.

Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, sebagai industri yang memiliki 36 pabrik tentu tidak bisa terlepas dari dampak lingkungan. Inovasi INTHERVAL merupakan solusi untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari pabrik di Petrokimia Gresik dan sekaligus mengubahnya menjadi produk bernilai tambah.

“Teknologi hijau ini juga menjadi komitmen perusahaan untuk menunjang suksesnya program Pemerintah Net Zero Emission (NZE) yang dipercepat di tahun 2050,” demikian disampaikan Daconi saat di Gresik, Jawa Timur pada Senin, 29 September 2025.

Ia menjelaskan, melalui inovasi INTHERVAL, perusahaan mampu mengonversi gas buangan pabrik menjadi bahan bakar proses boiler. Selama ini, gas sisa yang masih mengandung komponen bernilai kalor tinggi dibuang tanpa pemanfaatan lebih lanjut.

Daconi mencontohkan, gas buangan yang mengandung hidrogen dan metana, sebelumnya dibuang sebagai limbah, sekarang bisa digunakan kembali sebagai sumber energi. Melalui penerapan inovasi ini, energy losses yang sebelumnya mencapai 5.340 Millions of British Thermal Units (MMBTU) setiap bulan berhasil ditekan menjadi hanya 51 MMBTU per bulan, mencatatkan pengurangan sebesar 99 persen dari pemborosan energi.

“Optimalisasi gas buangan ini dilakukan pada Package Boiler dan Waste Heat Boiler, menjadikan limbah sebagai energi alternatif. Inovasi ini mampu memberi nilai tambah pada limbah, menghemat biaya energi, serta menekan dampak lingkungan dan mengurangi energy losses,” ujar Daconi.

Ia pun memastikan inovasi efisiensi energi yang serupa akan diimplementasikan di unit lain di Petrokimia Gresik. Dengan demikian, manfaat yang didapatkan dari inovasi ini semakin besar lagi dan memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Daconi juga memastikan siap berkolaborasi dengan sektor industri lain untuk pemanfaatan limbah menjadi energi.

“Inovasi INTHERVAL menjadi bukti kepeloporan Petrokimia Gresik dalam inovasi berkelanjutan untuk mewujudkan swasembada pangan nasional sesuai cita-cita Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita,” pungkas Daconi.

Sementara itu, penghargaan Rintek merupakan bentuk konkret dukungan Pemerintah kepada pelaku industri untuk meningkatkan penguasaan teknologi, termasuk dalam teknologi industri berbasis lingkungan. Adapun peningkatan teknologi industri akan membuat industri nasional mampu bersaing di pasar dalam negeri maupun internasional. (yad)

INTHERVAL, Inovasi Insan Petrokimia Gresika Bisa Optimalkan Gas Buang Pabrik jadi Energi Alternatif  Selengkapnya