Jelang Nataru, Petrokimia Gresik Siapkan Stok Pupuk Subsidi 316 Ribu Ton, Dwi Satriyo : Tebus Pupuk Subsidi di Kios Bisa Bawa e-KTP

GRESIK,1minute.id – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru atau Nataru, Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 316.334 ton. 

Stok pupuk bersubsidi yang disiapkan Petrokimia Gresik per 2 Desember 2024, terdiri dari Urea 52.365 ton, NPK 246.875 ton, dan Petroganik 17.094 ton. Stok tersebut jauh di atas ketentuan minimum yang ditetapkan pemerintah.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengajak seluruh petani terdaftar untuk mengoptimalkan penebusan di akhir tahun ini, apalagi prosesnya sangat mudah.

Dwi Satriyo menyampaikan bahwa, pemerintah pada medio 2024 resmi menambah volume pupuk bersubsidi dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton. Atas penambahan alokasi tersebut, selanjutnya Kementerian Pertanian atau Kementan  memberikan kontrak senilai 7,54 juta ton kepada Pupuk Indonesia untuk pemenuhan pupuk bersubsidi tahun 2024.

“Penambahan ini dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional,” kata Dwi Satriyo pada Rabu, 4 Desember 2024. Ia pun mengimbau petani untuk melakukan penebusan agar produktivitas pertanian nasional dapat terus ditingkatkan. 

“Stoknya kami siapkan cukup banyak, pupuknya juga sudah ada di kios-kios resmi, penebusannya lebih mudah. Petani terdaftar bisa menebus pupuk bersubsidi cukup dengan membawa KTP ke kios,” ujar Dwi Satriyo.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Petrokimia Gresik senantiasa menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi sesuai regulasi. Untuk memastikan kelancaran dalam penyaluran pupuk bersubsidi, Petrokimia Gresik telah melaksanakan digitalisasi pada semua lini bisnis, termasuk proses distribusi dan pengelolaan pergudangan. 

Pemanfaatan teknologi ini sekaligus sebagai upaya Petrokimia Gresik untuk meningkatkan pengawasan, sehingga pupuk bersubsidi yang tersalurkan tepat sasaran.

Aplikasi digital yang diciptakan Petrokimia Gresik untuk kelancaran distribusi antara lain Warehouse Management System (WMS), Sistem Scheduling Truk Online (SISTRO) dan Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport).

“Kami juga sering blusukan ke daerah-daerah, untuk memastikan stok langsung di lapangan dan memastikan pupuk bersubsidi diterima oleh petani terdaftar. Ini sebagai komitmen Petrokimia Gresik untuk menjamin kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan regulasi,” tandas Dwi Satriyo.

Ia menambahkan, petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi harus memenuhi kriteria yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 1 Tahun 2024, yaitu wajib tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (SIMLUHTAN), dan menggarap lahan maksimal dua hektar. 

Selain itu, komoditas strategis yang berhak menerima subsidi pupuk sesuai regulasi adalah sembilan komoditas yaitu padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kopi, tebu, dan kakao.

Bagi petani yang tidak tercatat sebagai penerima pupuk bersubsidi, Dwi Satriyo berharap petani tersebut segera mendaftarkan diri melalui Kelompok Tani (Poktan) di masing-masing daerahnya. Pemerintah memberikan kemudahan melalui regulasi terbaru. 

Pendataan petani penerima melalui e-RDKK (elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) dapat dievaluasi empat bulan sekali pada tahun berjalan, sehingga data petani penerima dan kebutuhan dapat dilakukan pembaruan ketika sistem e-RDKK dibuka.

“Kami berharap alokasi pupuk bersubsidi yang disiapkan Pemerintah bisa diserap petani dengan optimal sehingga produktivitas dan kesejahteraannya dapat terus ditingkatkan serta menyokong tercapainya swasembada pangan,” pungkasnya. (yad)

Jelang Nataru, Petrokimia Gresik Siapkan Stok Pupuk Subsidi 316 Ribu Ton, Dwi Satriyo : Tebus Pupuk Subsidi di Kios Bisa Bawa e-KTP Selengkapnya

TAMENG, Inovasi Teknologi Pertanian Petrokimia Gresik di Desa Tawangagro Berjaya di ISDA

GRESIK,1minute.id – Budidaya tanaman holtikultura kini lebih menjadikan. Sebab, budidaya tanaman ini tidak lagi bergantung pada iklim. Musim kemarau atau rendeng tetap bisa dilakukan oleh petani. 

Benarkah ? Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia telah membuktikannya di Tawangargo Smart-Eco Farming Village (TAMENG). TAMENG, salah satu hasil inovasi insan Petrokimia Gresik yang diaplikasikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atah TJSL di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini telah mendapatkan apresiasi di ajang Indonesian SDGs Awards atau ISDA di Jakarta beberapa waktu lalu.

Desa Tawangargo, salah satu desa di Kecamatan Karangploso, Kabuparen Malang, Jawa Timur. Topografi desa yang berbatasan dengan Kota Batu ini terletak di dataran tinggi dengan ketinggian 700 – 1.000 meter di atas permukaan air laut atau mdpl. 

Desa Tawangargo dulu bernama Desa Sumbersari dikarenakan desa ini memiliki sumber (mata air) yang besar. Desa Tawangargo memiliki luas wilayah keseluruhan sebesar 617,120 hektar terbagi menjadi enam dusun, yaitu, Dusun Suwaluhan ; Kalimalang ; Leban ; Ngundi ; Lasah ; dan Boro. 

Desa ini memiliki Potensi alam yang ciamik untuk pertanian dan perkebunan. Kini, Desa Tawangargo telah bertransformasi menjadi pusat hortikultura modern dan ramah lingkungan. 

“Program ini telah mendapatkan banyak apresiasi dari stakeholder di level nasional. Karena dinilai mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi petani, serta memberikan dampak baik yang berkelanjutan termasuk di ajang ISDA ini,” tutup Dwi Satriyo.

TAMENG mendapatkan Gold Rank dalam ajang tahunan itu karena dianggap mampu memberikan manfaat berkelanjutan. Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa, Petrokimia Gresik senantiasa inovatif dalam menciptakan program-program TJSL yang menjadi tanggung jawab perusahaan, sehingga memberikan dampak baik berkelanjutan dan menjadikan penerima manfaat lebih mandiri. 

Program TJSL Petrokimia Gresik dihadirkan untuk menjadi solusi atas tantangan yang dihadapi masyarakat, termasuk TAMENG yang merupakan solusi budidaya hortikultura yang selama ini terkendala iklim.

“Program TAMENG merupakan solusi peningkatan produktivitas hortikultura dengan pendekatan Climate Smart Agriculture. Program ini sekarang terus dikembangkan Petrokimia Gresik bersama petani binaan, sehingga saat ini TAMENG bertransformasi menjadi pusat hortikultura yang modern dan ramah lingkungan,” ujar Dwi Satriyo.

Program ini telah banyak menarik perhatian stakeholder, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Kabinet Merah Putih yang memilih TAMENG untuk program Closed Loop, atau program kolaborasi multi-stakeholder yang bertujuan untuk memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir, sehingga kesejahteraan petani dapat lebih ditingkatkan. 

Dengan adanya closed loop ini, Petrokimia Gresik melalui TAMENG bisa berkontribusi dan memberikan manfaat layanan maupun produk berkualitas lebih banyak lagi bagi petani.

Program TAMENG sendiri bertujuan untuk mewujudkan sustainable agriculture dengan peningkatan kapasitas SDM pertanian, adaptasi perubahan iklim dan intensifikasi untuk mencapai ketahanan pangan. 

Program ini penting mengingat salah satu kendala utama petani adalah perubahan iklim. Dalam konsep ini, Petrokimia Gresik berupaya mengajak para petani untuk menerapkan teknik climate smart agriculture yang tidak hanya menjaga keberlanjutan pertanian, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani.

Saat ini, Petrokimia Gresik terus melakukan terobosan dengan inovasi ramah lingkungan, di antaranya penggunaan solar cell untuk menghidupkan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti pompa air, water drip, sprinkle dan lainnya.

Berikutnya, Petrokimia Gresik juga melengkapi TAMENG dengan rumah pengolahan limbah pertanian untuk memproduksi pupuk organik cair dan agensia hayati yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya pertanian. 

Terakhir, hasil pertanian yang ada di TAMENG mampu dikelola menjadi produk hilir, yaitu mi sayur. Mi yang dapat dimasak menjadi berbagai menu masakan dibuat dari bahan baku sayuran yang dibudidayakan dalam TAMENG, cocok untuk vegetarian.

Pada pembinaan TAMENG, Petrokimia Gresik juga mengimplementasikan Smart Precision Farming sebagai salah satu upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Petrokimia Gresik mendorong regenerasi petani dengan membuat iklim tani yang lebih modern.

“Program ini telah mendapatkan banyak apresiasi dari stakeholder di level nasional. Karena dinilai mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi petani, serta memberikan dampak baik yang berkelanjutan termasuk di ajang ISDA ini,” tutup Dwi Satriyo.

Sementara itu, program ISDA diselenggarakan oleh Corporate Forum for CSR Development atau CFCD sebagai wadah apresiasi perusahaan yang telah memberikan kontribusi bagi masyarakat. Sehingga mampu memotivasi perusahaan atau institusi lain untuk menerapkan praktik-praktik terbaik dalam bidang TJSL dam SDGs. (yad)

TAMENG, Inovasi Teknologi Pertanian Petrokimia Gresik di Desa Tawangagro Berjaya di ISDA Selengkapnya

Melongok Desa Tawangargo, dulu bernama Desa Sumbersari, Berkat Program TAMENG Petrokimia Gresik kini Jadi Pusat Hortikultura Modern, Ramah Lingkungan

GRESIK,1minute.id – Desa Tawangargo, salah satu desa di Kecamatan Karangploso, Kabuparen Malang, Jawa Timur. Topografi desa yang berbatasan dengan Kota Batu ini terletak di dataran tinggi dengan ketinggian 700 – 1.000 meter di atas permukaan air laut atau mdpl. 

Desa Tawangargo dulu bernama Desa Sumbersari dikarenakan desa ini memiliki sumber (mata air) yang besar.  Desa Tawangargo memiliki luas wilayah keseluruhan sebesar 617,120 hektar terbagi menjadi enam dusun, yaitu, Dusun Suwaluhan ; Kalimalang ; Leban ; Ngundi ; Lasah ; dan Boro. 

Desa ini memiliki Potensi alam yang ciamik untuk pertanian dan perkebunan. Kini, Desa Tawangargo telah bertransformasi menjadi pusat hortikultura modern dan ramah lingkungan. 

Melalui program Tawangargo Smart-Eco Farming Village (TAMENG) desa ini tidak sekadar menjadi sentra penghasil tanaman hortikultura, tapi juga model masa depan pertanian berkelanjutan di Indonesia.

Program inovatif ini merupakan bagian dari Tanggung Jawa Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia.

“Program TAMENG awalnya merupakan solusi peningkatan produktivitas hortikultura dengan pendekatan Climate Smart Agriculture. Keberhasilan tahap awal ini terus memotivasi kami untuk mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru di program TAMENG. Kami bersama petani binaan berkomitmen menjadikan Tawanggargo sebagai sentra hortikultura modern dan ramah lingkungan,” ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo pada Selasa, 26 November 2024

Ia menjelaskan, beberapa inovasi ramah lingkungan terbaru yang dijalankan di program TAMENG antara lain penggunaan solar cell dengan kapasitas 1.000 Watt peak (Wp). Energi ramah lingkungan ini menggunakan enam panel surya dan empat baterai yang mampu menghidupkan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Dalam kegiatan program TAMENG, kami mendorong penggunaan energi terbarukan dengan mengganti sumber energi listrik dengan sumber energi yang berasal dari matahari untuk kegiatan pertaniannya dalam mengoperasikan sejumlah alat, diantaranya pompa air, water drip, sprinkle dan lainnya,” ujar Dwi Satriyo.

Inovasi ramah lingkungan berikutnya, Petrokimia Gresik juga melengkapi TAMENG dengan rumah pengolahan limbah pertanian. Rumah ini mampu memproduksi pupuk organik cair dan agensia hayati yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya pertanian. Pupuk ini diproduksi dari limbah-limbah pertanian.

Terakhir, hasil pertanian yang ada di TAMENG mampu dikelola menjadi produk hilir, yaitu mi sayur. Mi yang dapat dimasak menjadi berbagai menu masakan dibuat dari bahan baku sayuran yang dibudidayakan dalam TAMENG. Cocok untuk vegetarian.

“Saya juga sangat mengapresiasi pemanfaatan paving berbahan baku Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang diambil dari pabrik Petrokimia Gresik. Inovasi ini mampu memanfaatkan sisa produksi menjadi produk bernilai tambah,” ujarnya.

Sementara pada pembinaan TAMENG, Petrokimia Gresik juga mengimplementasikan Smart Precision Farming sebagai salah satu upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Petrokimia Gresik mendorong regenerasi petani dengan membuat iklim tani yang lebih modern. Selain itu, membangun kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan edukasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani.

Berikutnya, Petrokimia Gresik juga membimbing petani untuk mampu mengadopsi berbagai teknologi terkini seperti Internet of Things (IoT), sistem drip dan alat uji tanah yang telah terbukti mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan mempermudah pekerjaan para petani. Implementasi teknologi ini juga telah menarik minat para petani muda untuk terjun dan berkontribusi dalam dunia pertanian.

“Program ini telah mendapatkan banyak apresiasi dari stakeholder di level nasional. Karena dinilai mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi petani, serta memberikan dampak baik yang berkelanjutan,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Melongok Desa Tawangargo, dulu bernama Desa Sumbersari, Berkat Program TAMENG Petrokimia Gresik kini Jadi Pusat Hortikultura Modern, Ramah Lingkungan Selengkapnya

Tekuk TNI AL, Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia Pertahankan Gelar Juara Livoli Divisi Utama 2024 Putri

GRESIK,1minute.id – Tim Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia mempertahankan gelar juara usai menaklukkan TNI AL dengan skor 3-0 (25-19, 25-19, 25-17) pada grand final Kompetisi Voli Antarklub Livoli Divisi Utama 2024 Putri di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik pada Jumat malam, 22 November 2024.

Gelar kali ketiga yang diraih Tim Putri Petrokimia Gresik di Livoli Divisi Utama 2024. Gelar juara kali pertama  diraih pada 2005, dan kali kedua pada 2023. Pada final Livoli Divisi Utama 2023 lalu di GOR Jayabaya, Kediri, Mediol Stiovany Yoku dan kawan-kawan menundukkan TNI AU juga dengan skor 3-0.

Gelar juara Petrokimia Gresik semakin lengkap dengan diraihnya empat penghargaan kategori individu para pemainnya, masing-masing most valuable player (pemain terbaik) Mediol Stiovany Yoku, best outside hitter Putri Nurhidayati Agustin, best midlleblocker Shella Bernadetha, dan best setter Ajeng Nur Cahaya.

Sebagai juara, Petrokimia Gresik selain meraih medali, piala tetap dan piala bergilir dan sekaligus memperoleh hadiah uang pembinaan sebesar Rp 50 juta, sementara TNI AL selaku runner up membawa pulang hadiah Rp 30 juta.

“Alhamdulillah, kami bisa kembali merebut gelar juara. Ini semua berkat kerja sama dan kerja keras seluruh pemain dan ofisial,” kata pelatih Petrokimia Gresik Ayub Hidayat usai laga.

Menurut Ayub, dukungan suporter juga menjadi penambah motivasi bagi anak asuhnya untuk tampil agresif dan solid pada laga grand final ini.

Sejak peluit set pertama dibunyikan, tim voli putri Petrokimia bermain menekan lewat servis dan blok yang kuat dari Shella Bernadetha, Mediyoku, Nandita Ayu, dan Dhea Cahya. Para pemain TNI AL pun kesulitan keluar dari tekanan dan seringkali melakukan kesalahan yang berbuah poin bagi lawannya.

Setelah tertinggal dua set, Tisya Amallya Putri dan kawan-kawan berusaha memperbaiki penerimaan bola servis dan memperkuat pertahanan, tetapi tuan rumah Petrokimia telanjur “panas” sehingga TNI AL kembali harus menyerah pada set ketiga.

“Malam ini permainan anak-anak tidak sebagus sebelumnya, lebih banyak tertekan dan sering mati sendiri. Yang jelas, Petrokimia bermain lebih bagus dari kami,” kata pelatih TNI AL Mohammad Anshori.

Secara keseluruhan, Anshori mengatakan pencapaian timnya pada Livoli Divisi Utama musim ini lebih baik dibanding musim sebelumnya, 2023 yang berada di peringkat ketiga.

Sementara itu, pada laga perebutan peringkat ketiga, Bank Jatim berhasil mengalahkan TNI AU Electric dengan skor telak 3-0 (25-17, 25-19, 25-22). Sebagai peringkat ketiga, Maya Kurnia Indri dan kawan-kawan berhak atas hadiah uang pembinaan sebesar Rp 25 juta, sedangkan TNI AU memperoleh Rp 20 juta.

“Hasil ini tetap harus di syukuri. Yang paling penting lagi, hari ini pemain-pemain muda kami mainnya lebih berani dibanding laga-laga sebelumnya. Mereka itu ke depan yang akan jadi tulang punggung tim,” kata pelatih Bank Jatim Eko Waluyo.

Daftar penghargaan individu pemain Livoli Divisi Utama 2024 Putri :

– Best outside hitter Ersandrina Devega (TNI AU)

– Best outside hitter Putri Nurhidayati Agustin (Petrokimia Gresik)

– Best opposite Aisya Ristalia Putri (TNI AL)

– Best midlleblocker Shella Bernadetha (Petrokimia Gresik)

– Best middleblocker Rissa Meiga Rianti (TNI AL)

– Best setter Ajeng Nur Cahaya (Petrokimia Gresik)

– Best libero Indah Guretno (Bank Jatim)

– Most valuable player (MVP), Mediol Stiovany Yoku (Petrokimia Gresik).

Seluruh pemain terbaik mendapatkan hadiah uang pembinaan masing-masinh sebesar Rp 1 juta. Sedangkan MVP sebesar Rp 1.5 juta.(yad)

Tekuk TNI AL, Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia Pertahankan Gelar Juara Livoli Divisi Utama 2024 Putri Selengkapnya

TNI AD Lakukan Pipanisasi Lahan Pertanian di Pulau Bawean, Petrokimia Gresik Gelontorkan Bantuan Pupuk ke 12 Desa 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia mendukung program pipanisasi lahan pertanian Pulau Bawean yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik pada Jumat, 1 November 2024.

Dukungan ini diberikan dalam bentuk bantuan pupuk non-subsidi NPK Phonska Plus dan Urea untuk satu musim tanam okmar atau Oktober 2024 – Maret 2025.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Robby Setiabudi Madjid menyampaikan bahwa, pipanisasi yang dilakukan oleh TNI AD bersama Pemkab Gresik ini merupakan bentuk kolaborasi dalam rangka percepatan swasembada pangan yang terus didorong oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sementara Petrokimia Gresik, sebagai bagian dari BUMN yang bertugas memproduksi dan menyalurkan pupuk ke seluruh Indonesia turut mengambil peran dengan memberikan bantuan pupuk NPK Phonska Plus dan Urea untuk petani. Bantuan ini disalurkan kepada petani yang ada di 12 desa di Kecamatan Tambak.

“Sebelum ada pipanisasi, petani di Kecamatan Tambak ini hanya bisa menanam satu kali dalam setahun. Alhamdulillah dengan adanya saluran irigasi baru ini, dimana airnya diambil dari area sekitar Danau Kastoba, petani bisa menanam padi dua hingga tiga kali dalam setahun. Tentu agar hasil dari program ini lebih optimal dibutuhkan ketersediaan pupuk yang cukup dan berkualitas,” ujar Robby usai peresmian pipanisasi di Desa Klumpanggubug, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur.  

Lebih lanjut ia berharap, dengan adanya pipanisasi ini petani di Pulau Bawean segera melakukan penebusan pupuk bersubsidi. Adapun alokasi Urea bersubsidi untuk petani di Kecamatan Tambak tahun 2024 ini sebanyak 611 ton, sedangkan alokasi NPK sebesar 382,5 ton.

“Alokasi pupuk pupuk bersubsidi saat ini cukup, stoknya juga ada, dan irigasinya juga sudah lancar. Petani terdaftar di Bawean, khususnya di Kecamatan Tambak kami harap segera menebus alokasi pupuk bersubsidinya agar produktivitasnya semakin optimal,” ujar Robby.

Robby menjelaskan, penebusan pupuk bersubsidi saat ini semakin mudah. Petani terdaftar cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke kios resmi untuk melakukan penebusan.

Adapun petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi harus memenuhi kriteria yang tertuang dalam Permentan Nomor 1 Tahun 2024, yaitu wajib tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (SIMLUHTAN), menggarap lahan maksimal dua hektar. Selain itu, komoditas strategis yang berhak menerima subsidi pupuk dibatasi sembilan komoditas saja. Antara lain padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kopi, tebu, dan kakao.

“Bagi petani yang tidak tercatat sebagai penerima pupuk bersubsidi, Petrokimia Gresik sudah menyiapkan solusinya melalui pupuk nonsubsidi yang juga bisa didapatkan di kios-kios. Kami berharap stok pupuk yang ada bisa diserap petani dengan optimal sehingga produktivitas dan kesejahteraannya dapat terus ditingkatkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang turut hadir dalam peresmian menyampaikan pihaknya akan terus memperluas pipanisasi  sehingga menjadi solusi bagi tantangan pertanian. Salah satu tantangan pertanian adalah sawah tadah hujan.

“Jika pemerintah pusat memiliki program mencetak jutaan hektar lahan sawah. Kita akan mendukung dengan program-program yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan pipanisasi ini, petani bisa budidaya tanpa harus menunggu musim hujan,” ujar KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak.

Seperti diberitakan KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memimpin langsung pencanangan program pipanisasi TNI AD Manunggal yang di Desa Klumpanggubug, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean pada Jumat, 2024. 

Pipanisasi air untuk lahan pertanian tersebut wujud kerja sama Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik bersama TNI AD dalam upaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional. 

Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah menyebutkan kegiatan ini dilaksanakan di 12 desa yaitu 6 desa di Kecamatan Sangkapura dan 6 desa di Kecamatan Tambak. Dengan memanfaatkan 12 titik lokasi sumber air yang berasal dari mata air, sungai dan air tanah.

“Pipanisasi sepanjang 33.212 meter beserta pendukungnya termasuk bangunan sadap dan bak penampung diharapkan dapat mengairi lahan sawah seluas 646 hektar. Sehingga berpotensi dapat menambah areal tanam menjadi 2 sampai 3 kali dalam satu tahun,” harapnya. (yad)

TNI AD Lakukan Pipanisasi Lahan Pertanian di Pulau Bawean, Petrokimia Gresik Gelontorkan Bantuan Pupuk ke 12 Desa  Selengkapnya

Petrokimia  Gresik Gelontorkan Bantuan Perbaikan 5 Geledak Sandar Perahu di Pesisir Lumpur

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik,  perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menggelontorkan bantuan perbaikan geladak tempat sandar perahu motor milik kelompok nelayan di Kelurahan Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Lima kelompok nelayan yang mendapatkan bantuan masing-masing Rp 15 juta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Nasi Layur” (Komunikasi Bersama Nelayan Lumpur) yaitu Bale Pasusukan, Bale Purbo, Bale Wonorejo, Bale Cilik, dan Bale Gede. 

Bantuan diserahkan oleh Vice President (VP) Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik, Rama Yusron Harbiansyah mewakili Direksi kepada perwakilan kelompok nelayan. Usai penyerahan, Rama menyampaikan bahwa, perbaikan geladak ini diharapkan mampu membantu kelancaran nelayan di Lumpur dalam mencari ikan. Sehingga pada akhirnya meningkatkan pendapatan mereka.

“Pertumbuhan perusahaan hingga lebih dari setengah abad ini tentu tidak lepas dari dukungan masyarakat, termasuk nelayan yang tinggal di sekitar perusahaan. Bantuan ini menjadi kontribusi nyata Petrokimia Gresik untuk nelayan Desa Lumpur, sebagai bentuk terima kasih atas dukungan kepada Petrokimia Gresik selama ini,” ujar Rama.

Ia melanjutkan Petrokimia Gresik secara kontinu membantu nelayan di sekitar perusahaan. Selain perbaikan sarana atau fasilitas, kali ini perusahaan juga peduli dengan kesehatan nelayan dengan menghadirkan penyuluhan kesehatan dan pengobatan gratis.

“Sebagian besar masyarakat Lumpur mencari rezeki sebagai nelayan. Mereka juga harus memperhatikan kesehatannya agar optimal dalam menjalankan profesinya. Ketika tubuh sakit, jangankan beraktivitas di tengah laut yang terbilang berat, untuk aktivitas di rumah saja akan sulit,” tandas Rama.

Terakhir ia berharap, nelayan Lumpur terus memberikan dukungan dan doa agar Petrokimia Gresik lancar dalam menjalankan amanah menyalurkan pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia, dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional. Ia pun kembali menyampaikan komitmen perusahaan bahwa kemajuan Petrokimia Gresik akan selaras dengan kebermanfaatannya bagi masyarakat.

“Petrokimia Gresik dan nelayan sejatinya memiliki peran sama, yaitu menjaga ketahanan pangan nasional. Kami berharap sinergitas dan hubungan harmonis yang selama ini sudah terbangun bisa semakin diperkuat. Petrokimia Gresik dan nelayan harus saling menguatkan dalam menjalankan perannya,” pungkas Rama.(yad)

Petrokimia  Gresik Gelontorkan Bantuan Perbaikan 5 Geledak Sandar Perahu di Pesisir Lumpur Selengkapnya

Terapkan Industri Hijau, Petrokimia Gresik Hemat Energi setara Rp 41 Miliar, Turunkan GRK 750 Ribu Ton CO²

GRESIK,1minute.id – Menteri Perindustrian Republik Indonesia atau Menperin Agus Gumiwang memberikan apresiasi kepada Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia atas penerapan industri hijau di perusahaan.

Menperin Agus Gumingan yang menyerahkan langsung penghargaan industri hijau kepada Petrokimia Gresik di ajang “Annual Indonesia Green Industry Summit atau AIGIS 2024” di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Direktur Utama Petrokimia GresikDwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa, program industri hijau saat ini sudah menjadi instrumen penting bagi daya saing produk yang dihasilkan perusahaan. Untuk itu, ia menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Menperin.

“Petrokimia Gresik dalam menjalankan operasional bisnisnya selalu berpedoman pada prinsip-prinsip industri hijau yang berkelanjutan. Alhamdulillah komitmen kami dalam transformasi industri hijau mendapatkan apresiasi dari Menperin Bapak Agus Gumiwang. Penghargaan ini akan memperkuat komitmen kami dalam upaya mengurangi emisi industri, penghematan energi, adopsi teknologi yang ramah lingkungan, dan program industri hijau lainnya,” ujar Dwi Satriyo di Gresik pada Senin, 30 September 2024.

Ia menambahkan, Petrokimia Gresik memiliki sejumlah program dalam transformasi industri hijau. Antara lain melakukan efisiensi energi dengan sejumlah inovasi di pabrik dan pengelolaan limbah sesuai dengan peraturan yang dipersyaratkan Pemerintah. Kemudian penghematan konsumsi air, efisisensi energi, program dekarbonisasi, smart eco green warehouse, penggunaan kendaraan elektrik, produk-produk ramah lingkungan dan lainnya.

Adapun, kontribusi positif Petrokimia Gresik untuk Indonesia dalam mengimplementasi program-program tersebut mampu menghasilkan diantaranya proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien yang terukur. Rinciannya penurunan energi setara dengan Rp 41 miliar/tahun. Kemudian proses produksi Petrokimia Gresik mampu menurunkan Gas Rumah Kaca atau GRK sebesar 719.932,03 ton CO²/tahun.

“Program lingkungan yang selama ini dijalankan sekaligus menjadi dukungan nyata Petrokimia Gresik terhadap program Net Zero Emission yang ditarget tahun 2060,” tandas Dwi Satriyo.

Tidak hanya itu, kontribusi Petrokimia Gresik berikutnya, yaitu efisiensi penggunaan air sebesar 2.960.360 m³/tahun penghematan bahan baku dengan mengoptimalkan pemanfaatan limbah sebanyak 1.609.000 ton/tahun. Serta, produk Urea Petrokimia Gresik juga telah mendapatkan Environmental Product Declaration atau EPD.

“Petrokimia Gresik sebelumnya juga telah mendapatkan Proper Emas tiga kali berturut-turut dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Capaian ini tentu akan sangat memotivasi Petrokimia Gresik untuk terus meningkatkan komitmen dan kualitasnya dalam pengelolaan lingkungan,” pungkas Dwi Satriyo.

Sementara itu, Petrokimia Gresik mendapatkan penghargaan Industri Hijau di ajang AIGIS ini untuk komoditas Industri Amonia dan Industri Pupuk Urea, Pupuk SP-36 dan Pupuk Amonium Sulfat ZA. Disampaikan Dwi Satriyo, capaian ini tidak lepas dari dukungan karyawan yang sangat peduli dengan perubahan positif perusahaan.

“Saat ini sekitar 90 persen karyawan Petrokimia Gresik merupakan milineal dan gen Z. Mereka sangat agile dan aware untuk perubahan lebih baik. Hal inilah yang menjadi peluang dan katalis bagi Petrokimia Gresik untuk mengelola perusahaan dengan wawasan lingkungan,” ungkap Dwi Satriyo.

AIGIS sendiri merupakan ajang perdana diselenggarakan Kemenperin bertujuan untuk memperkuat komitmen nasional dalam mengurangi emisi industri, mendorong adopsi teknologi ramah lingkungan, dan menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, asosiasi, mitra, dan NGO. Perusahaan-perusahaan yang mendapatkan penghargaan bisa menjadi contoh bagi seluruh industri di Indonesia untuk terus dapat berinovasi dan berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan. (yad)

Terapkan Industri Hijau, Petrokimia Gresik Hemat Energi setara Rp 41 Miliar, Turunkan GRK 750 Ribu Ton CO² Selengkapnya

Husna, Siswa SDN 4 Petrokimia Gresik Gelar Pameran Tunggal di Galery Merah Putih di Surabaya 

GRESIK,1minute.id – Husna Sabila Jannati Kusuma masih berusia 7 tahun. Talenta bocah kelas I SD Negeri 4 Petrokimia Gresik ini luar biasa untuk anak seumurannya. Husna penuh percaya diri menggelar pameran tunggal goresan tangannya alias melukis di Galery Merah Putih, Balai Pemuda di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. 

Sebanyak 14 karya anak kedua dari pasangan Cahyo Kusumo dan Anita Hidayati ini dipamerkan di Kompleks Alun-alun Surabaya mulai 21-27 September 2024. Tema lukisan seputar tentang dunia Husna yakni dunia kesehariannya mulai dari kehidupan dalam rumahnya di Gresik, lingkungan sekolahnya, tempat kerja ayahnya, sekolah tempat Ibunya mengajar, juga suasana tempat tinggal neneknya di Dieng Wonosobo, Jawa Tengah. 

Semua goresan tangan dilakukan di media cat akrilik dan gouache di atas kanvas. Tentu ukurannya bervariasi. Terbesar ukuran 100 x100 Cm dan yang terkecil 50×50 Cm. Semua karya Husna itu telah lolos kurasi, seorang kurator bernama Arik S. Wartono, pendiri dan pembina Sanggar Lukis DAUN Gresik,  tempat Husna belajar melukis.

Pameran tunggal Husna ini, rangkaian perayaan 20 tahun Sanggar DAUN (2004-2024). Menurut Arik S. Wartono, karya lukis Husna ini berdasarkan pengalaman pribadi sang pelukis. Ia mencontohkan Husna melakukan studi wisata ke Gunung Bromo bersama teman-temannya ketika masih di TK Insanuz Ziyan, Kebomas, Kabupaten Gresik. Selain itu, goresan tangan mungil Husna adalah imajinasi tentang dunia satwa misalnya Singa, Jerapah, Cumi-cumi, Kerang dan lain-lain oleh Kusuma Husna ditampilkan dalam gaya kanak-kanak yang naif sekaligus unik. Semua karya dikerjakan selama 2024. “Pameran ini dipersiapkan selama 1 tahun terakhir,” terang Arik S. Wartono pada 1minute.id pada Sabtu, 21 September 2024.

Dalam visualisasi setiap ide dan gagasannya ke dalam kanvas, terang Arik S. Wartono, Husna sebenarnya tidak melukis apa yang ia lihat. “Justru ia melukis tentang apa yang ia ketahui,” imbuhnya sambil mencontohkan karya lukis tentang singa. Dalam itu, detail anatomi satwa singa tidak penting baginya, bahkan bentuk singa bisa bercampur dengan imajinasi yang berkembang dalam pikiran Husna.

Juga ketika Husna melukis tentang dunia tempat kerja ayahnya yang bekerja di Rumah Sakit Petrokimia Gresik, gedung rumah sakit dan mobil ambulans yang tervisual dalam karyanya bisa jadi samabsekali tidak mirip dengan apa yang ia lihat hampir setiap hari. Husna tidak perduli dengan bentuk fisiknya, bahkan sekalipun ia melihat fotonya. Karena Husna memang melukis semua itu berdasarkan apa yang ia tahu tentang objek yang dilukisnya, yang tentu saja lekat bercampur dengan imajinasi yang berkembang dalam pikirannya.

Bahkan ketika Husna menggambarkan tentang suasana bermain bersama teman-teman barunya di Sekolah Dasar (SD) atau teman lamanya saat masih Taman Kanan-kanak (TK), ia lebih berpijak pada ingatannya sekaligus semua yang ia rasakan dalam persahabatan, detail fisik teman-temannya menjadi tidak penting, sebab yang lebih penting baginya adalah suasana batin yang ia rasakan dan lekat dalam ingatannya.

Metode melukis seperti ini, katanya, khas anak-anak yang sudah mulai keluar dari periode “coreng-moreng yang diberi nama”.

Dan yang paling menarik dari karya-karya Kusuma Husna selain bentuk (form) aneka objek yang unik, ekplorasi teknik melukis yang ia kembangkan juga cukup beragam. Mulai dari teknik aquarel dengan media akrilik dan qouache yang encer dicampur banyak air sapuan-sapuan warna tipis sehingga menghasilkan warna yang transparan.

Teknik opaque terutama dengan media cat akrilik yang tidak banyak dicampur dengan air atau bahkan cat langsung dari tubenya, dengan goresan tebal sehingga menghasilkan warna yang pekat dan padat.

Beberapa bagian dalam karya Husna juga cukup beragam dalam teknik visualisasi objek, antara goresan tebal-tipis langsung menggunakan kuas, bervasiasi dengan goresan outline tebal warna hitam menggunakan kuas maupun spidol. 

Eksplorasi teknik ini tentu bisa terus dikembangkan dengan banyak variasi lainnya misalnya teknik kolase, eksplorasi teksture, cat semprot dan banyak ragam teknik melukis yang bisa dicoba untuk eksplorasi keragakan teknik melukis. (yad) 

Husna, Siswa SDN 4 Petrokimia Gresik Gelar Pameran Tunggal di Galery Merah Putih di Surabaya  Selengkapnya

“Tameng”, Program Petrokimia Gresik dengan Kemenko Perekonomian untuk Sejahterakan Petani Holtikultura

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menandatangani MoU Closed Loop Agribisnis Hortikultura untuk kesejahteraan petani di Jawa Timur. Kerjasama yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator atau Kemenko Bidang Perekonomian bertempat di desa binaan Program Tawangargo Smart-Eco Farming Village (TAMENG). 

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Robby Setiabudi Madjid bersama Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Kemenko Perekonomian, Yuli Sri Wilanti di Balai Desa Tawangargo, Kecamatan  Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, baru-baru ini.

Robby menjelaskan bahwa, closed loop merupakan bentuk kolaborasi multi-stakeholder yang bertujuan untuk memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir, sehingga kesejahteraan petani dapat lebih ditingkatkan. Forum ini menjembatani petani hortikultura mulai dari penyediaan bibit berkualitas, agro input, sarana, modal hingga offtaker.

Closed loop ini, kata Robby,  selaras dengan program Makmur yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN Republik  Indonesia maupun program Agrosolution yang dijalankan Pupuk Indonesia. “Kami sangat mengapresiasi, dengan adanya closed loop ini Petrokimia Gresik bisa berkontribusi dan memberikan manfaat layanan maupun produk berkualitas lebih banyak lagi bagi petani,” ujar Robby.

Ia menambahkan, Petrokimia Gresik merasa bangga dapat berpartisipasi dalam program kemitraan ini. Inisiatif ini bukan hanya langkah maju dalam membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan, tetapi juga wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Di Jawa Timur, peluncuran program closed loop ini dilakukan di area community development atau comdev TAMENG yang merupakan kawasan binaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL Petrokimia Gresik. 

Program TAMENG ini bertujuan untuk mewujudkan sustainable agriculture dengan peningkatan kapasitas SDM pertanian, adaptasi perubahan iklim dan intensifikasi untuk mencapai ketahanan pangan. Program ini penting mengingat salah satu kendala utama petani adalah perubahan iklim. Dalam konsep ini, Petrokimia Gresik berupaya mengajak para petani untuk menerapkan teknik climate smart agriculture  yang tidak hanya menjaga keberlanjutan pertanian tetapi juga meningkatkan pendapatan petani.

Pada pembinaan TAMENG, Petrokimia Gresik juga mengimplementasikan Smart Precision Farming sebagai salah satu upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Petrokimia Gresik mendorong regenerasi petani dengan membuat iklim tani yang lebih modern. Selain itu, membangun kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan edukasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani.

Berikutnya, Petrokimia Gresik juga membimbing petani untuk mampu mengadopsi berbagai teknologi terkini seperti Internet of Things (IoT), sistem drip dan alat uji tanah yang telah terbukti mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan mempermudah pekerjaan para petani.  Implementasi teknologi ini juga telah menarik minat para petani muda untuk terjun dan berkontribusi dalam dunia pertanian.

“Program ini juga telah mendapatkan banyak apresiasi dari stakeholder di level nasional. Karena dinilai mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi petani, serta memberikan dampak baik yang berkelanjutan,” tandas Robby.

Adapun peran Petrokimia Gresik dalam kerja sama closed loop ini diantaranya menyediakan layanan Mobil Uji Tanah sehingga petani bisa mendapatkan rekomendasi pemupukan yang presisi. Berikutnya, Petrokimia Gresik juga menyediakan akses pupuk nonsubsidi bagi petani penerima manfaat serta melakukan kawalan budidaya dan pengendalian hama penyakit dengan menggunakan produk dan layanan terbaik dari perusahaan.

Tidak hanya itu, dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan fasilitas pertanian oleh PT Petrokimia Gresik berupa rumah uji coba pertanian dan rumah pengolahan pupuk organik cair. Selain itu, petani juga mendapatkan fasilitas atau alat uji tanah mandiri, sehingga dapat dimanfaatkan untuk budidaya lebih efektif dan efisien di berbagai komoditas hortikultura.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Kemenko Perekonomian, Yuli Sri Wilanti menambahkan, melalui program closed loop, pihak yang bekerja sama akan melakukan pendampingan kepada petani dari hulu hingga hilir. 

“Petani kita perhatikan mulai dari pupuk, bibit, dan pembiayaannya. Bagaimana cara budidaya yang baik, bagaimana pascapanen atau pemasarannya,” kata Yuli Sri Wilanti. Ia mencontohkan  petani di TAMENG sebagai pertanian pertama di Malang yang mengadopsi smart precision farming. “Jika ada peningkatan produktivitas, jaminan harga dan berdampak positif kesejahteraan, akan semakin banyak petani yang tergabung dalam program ini,” tutupnya. (yad) 

“Tameng”, Program Petrokimia Gresik dengan Kemenko Perekonomian untuk Sejahterakan Petani Holtikultura Selengkapnya

EI Squad Petrokimia Gresik Turun Gunung Serap Aspirasi Petani Bawang Putih Tawangmangu

GRESIK,1minute.id – Employee Influencer atau EI Squad Petrokimia Gresik berkolaborasi dengan Maxpro kembali beraksi. Kali ini, mereka turun gunung ke sentra pertanian bawang putih di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. 

Mereka turun ke lapangan untuk menggali aspirasi dan melakukan kampanye pemupukan berimbang kepada para petani bawang putih yang berada di wilayah yang dikenal sebagai destinasi wisata Air terjun Grojokan Sewu itu.

EI Squad adalah karyawan milenial  Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, ini Program itu bertajuk “Maxpro Kolaborasi dengan EI Squad”.

Vice President atau VP Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik Rama Yusron Harbiansyah, yang mewakili Direksi, menyampaikan bahwa kehadiran karyawan milenial dalam Employee Influencer (EI) Squad di Tawangmangu bertujuan untuk memahami kebutuhan petani bawang putih. Selain itu, mereka juga mencari solusi terhadap masalah-masalah yang mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan petani.

“Temuan di lapangan ini bisa menjadi pertimbangan bisnis yang berharga bagi perusahaan, sehingga solusi yang kami tawarkan benar-benar memberikan dampak positif, baik bagi produktivitas maupun kesejahteraan petani. Dengan demikian, keterlibatan karyawan milenial ini sekaligus memperkuat posisi Petrokimia Gresik sebagai Solusi Agroindustri,” tandas Rama setelah membuka acara itu beberapa waktu lalu. 

Rama menambahkan, kegiatan ini juga menghadirkan Mobil Uji Tanah atau MUT, yang memberikan layanan uji tanah gratis kepada petani Tawangmangu. Dalam waktu singkat, petani dapat mengetahui kondisi tanahnya dan mendapatkan rekomendasi pemupukan yang tepat sesuai dengan kandungan hara dan kebutuhan tanaman mereka.

“Dengan pemupukan yang presisi sesuai rekomendasi, budidaya bawang putih menjadi lebih efisien dan efektif, hasil yang optimal, meningkatkan kesejahteraan petani, dan tentunya membangun keberlanjutan bagi pertanian di Tawangmangu,” ujar Rama.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam program ini, EI Squad berkolaborasi dengan program Maxpro, yang sudah dijalankan Petrokimia Gresik di 52 lokasi di seluruh Indonesia.

Maxpro, akronim dari Makmur Express Promotion, bertujuan memperkenalkan produk berkualitas dari Petrokimia Gresik yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Harapannya, manfaat dari produk tersebut dapat dirasakan oleh lebih banyak petani di berbagai daerah.

Menariknya, tambahnya, EI Squad juga mengikuti permainan dengan 100 petani yang hadir. Mereka membangun kedekatan bersama para pahlawan pangan tersebut dengan harapan untuk semakin memahami kebutuhan dan harapan mereka.

“Saya harap dengan cara informal bermain dan berbincang santai bersama di tepi area pertanian ini, bisa didapatkan komunikasi dua arah yang cair dan santai, sehingga keluhan dan masukan-masukan para petani akan lebih terbuka kepada kami,” ujar Rama.

EI Squad sendiri merupakan program pengembangan yang membentuk karyawan terpilih menjadi influencer yang aktif menyebarkan informasi positif tentang perusahaan. Beberapa tugas utama EI Squad meliputi penyebaran informasi penting perusahaan kepada internal unit kerja serta menjadi representasi perusahaan dalam menyebarkan citra positif kepada audiens yang lebih luas. 

Selain itu, EI Squad juga berperan sebagai support sistem dalam mitigasi dan penanggulangan krisis citra perusahaan.

“Media sosial telah menjadi platform penting dengan dampak signifikan dalam berkomunikasi. Hampir setiap pengguna smartphone memiliki akun media sosial yang dimanfaatkan untuk personal branding, mencari, maupun menyebarkan informasi. Perkembangan inilah yang kini kami optimalkan untuk membangun citra positif perusahaan melalui EI Squad. Dan kini, EI Squad hadir langsung untuk petani di Tawangmangu,” ujar Rama.

Sementara itu, momen ini juga dioptimalkan oleh Petrokimia Gresik untuk memberikan sosialisasi dan mengedukasi para petani untuk bisa membedakan mana pupuk bersubsidi yang asli dan mana yang palsu. 

Dengan demikian, para petani bawang putih yang juga terdaftar sebagai petani penerima pupuk bersubsidi tidak mudah tertipu dan bisa merasakan keandalan dari pupuk bersubsidi yang asli sebagai upaya untuk menjaga ketahanan pangan nasional. (yad) 

EI Squad Petrokimia Gresik Turun Gunung Serap Aspirasi Petani Bawang Putih Tawangmangu Selengkapnya