Petrokimia Gresik Kucurkan CSR Mangga, Percepat Pemulihan Ekonomi Peternak Sapi Terdampak PMK

GRESIK,1minute.id – Wabah penyakit mulut dan kuku belum berakhir. Diantaranya menyerang mitra kebanggaan (Mangga) Petrokimia Gresik. Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia turun tangan untuk meringankan beban peternak sapi binaannya. 

Petrokimia Gresik melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) mengucurkan bantuan senilai Rp150 juta kepada sejumlah Mitra Kebanggaan (Mangga).

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan wabah PMK telah memberikan dampak luar biasa terhadap perekonomian peternak sapi. Meskipun data menunjukkan adanya penurunan kasus, wabah ini masih ditemukan di Jawa Timur. Oleh karena itu, upaya pemulihan terus digenjot Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui percepatan vaksinasi hewan ternak.

“Melalui bantuan ini, Petrokimia Gresik turut mengambil peran dalam mendorong pemulihan ekonomi peternak sapi yang merugi akibat wabah ini. Sehingga program penanganan wabah PMK bisa semakin komprehensif,”ujar Dwi Satriyo pada Selasa, 6 September 2022.

Sebagai informasi, saat ini terdapat 182 Mangga peternak sapi yang tersebar di 21 kota/kabupaten di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah, dimana 99 diantaranya terkonfirmasi telah terdampak wabah PMK.

Adapun bantuan kali ini diberikan kepada 15 kelompok Mangga peternak sapi dengan dampak kerugian terbesar. Mereka berasal dari Lamongan, Magetan, Bojonegoro, Lumajang dan Blora. Dari 166 ekor sapi yang dikelola ke-15 kelompok tersebut, sebanyak 130 ekor diantaranya terjangkit PMK. Rincianya,  mengakibatkan 12 ekor mati, 107 ekor terpaksa dijual murah setelah dinyatakan sembuh dari PMK, dan sisanya masih proses penyembuhan.

“Bantuan ini memang tidak akan menutup seluruh kerugian Mangga akibat wabah PMK, tapi kami berharap bantuan ini mampu memotivasi para peternak untuk kembali bangkit,”tandas Dwi Satriyo.

Lebih lanjut, ia mengimbau kepada para peternak, khususnya di Jawa Timur untuk mengikuti program vaksinasi hewan ternak yang diselenggarakan pemerintah, mengingat Jawa Timur merupakan provinsi dengan kasus PMK tertinggi secara nasional. “Semoga wabah PMK dapat segera dikendalikan di semua daerah di Indonesia, sehingga perekonomian peternak dapat pulih,”harap Dwi Satriyo. (yad)

Petrokimia Gresik Kucurkan CSR Mangga, Percepat Pemulihan Ekonomi Peternak Sapi Terdampak PMK Selengkapnya

Dokkes Semprot Disinfektan Cegah PMK, Pemdes Dapet Sosialisasi Penyembelihan Hewan Kurban

GRESIK,1minute.id – Dokter kesehatan (Dokkes) Polres Gresik turun tangan untuk mencegah persebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah hukum Polres Gresik. Diantaranya, melakukan penyemprotan disinfektan di tempat penampungan hewan kurban di Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Sabtu, 9 Juli 2022.

”Penyemprotan disinfektan ini sebagai upaya pencegahan PMK di Gresik,”kata Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis pada Sabtu, 9 Juli 2022. Penyemprotan disinfektan dilakukan menyeluruh ke setiap sudut kandang agar selalu terjaga kebersihan. Pihaknya juga memantau sejumlah kadang peternakan hewan di Gresik untuk mencegah atau mengetahui sejak dini ternak yang terjangkit PMK. 

“Menjelang Idul Adha, di mana hewan kurban harus kondisi sehat bebas PMK,”tegas mantan Kapolres Ponorogo itu. 

SOSIALISASI PMK : (ki-ka) Danramil Balongpanggang Kapt Inf Erik Tjahya, Camat Balongpanggang Muhammad Amri dan Kades Dapet, Kecamatan Balongpanggang Siswadi dalam sosialisasi Persiapan Pelaksanaan Idul Adha 1443 H ( Foto: istimewa)

Sementara itu, Pemerintah Desa (Pemdes) Dapet, Kecamatan Balongpanggang menggelar sosialisasi Persiapan Pelaksanaan Idul Adha 1443 H ditengah Wabah PMK.Kepala Desa Dapet Siswadi saat membuka acara tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai tindaklanjut dari rakor Forkopimda Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak  Pemerintah Desa kolaborasi mencegah persebaran wabah PMK. Sebab, pencegahan lebih baik daripada mengobati. 

Siswadi meminta kepada para peternak untuk menjaga kebersihan hewan dan kandang, Pola minumnya ternak harus diperhatikan bila perlu menggunakan air hangat. “Pola makan hewan ternak hendaknya dijaga dan perlu menggunakan makanan yang mempunyai fungsi peningkatan imun dan makanan yang mampu membunuh virus seperti tumbuhan meniran, toga yang dicampur dengan gula aren dan terakhir pemberian vaksin hewan, pungkasnya sembari menjelaskan bagaimana penularan PMK itu terjadi,”kata Siswadi menirukan ucapan Prof Suprapto Ma’at dari Unair Surabaya. 

Sosialisasi dIhadiri Forkopimcam yakni Camat Balongpanggang Muhammad Amri, Danramil Kapten Inf Erik Tjahya dan Kapolsek Balongpanggang AKP  Muhammad Zainudin ini diikuti semua stakeholder di Desa tersebut. (yad)

Dokkes Semprot Disinfektan Cegah PMK, Pemdes Dapet Sosialisasi Penyembelihan Hewan Kurban Selengkapnya

Bupati Gresik Jamin Hewan Kurban Aman,Tata Cara Penyembelihan Akan Terbitkan Surat Edaran 

GRESIK,1minute.id – Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah di tengah merebak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Kabupaten Gresik, salah satu episentrum wabah PMK yang melanda 19 Provinsi di Indonesia itu. Bagaimana cara penyembelihan hewan kurban. Apakah hewan kurban dijamin aman dan terbebas dari PMK. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan menjamin hewan kurban yang akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha terbebas dari PMK. Masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik risau. “Kita pastikan kepada seluruh masyarakat kabupaten Gresik bahwasanya hewan kurban yang ada di kabupaten Gresik bebas dari penyakit mulit dan kuku,”tegas Bupati Fandi Akhmad Yani dalam rapat koordinasi (rakor) bersama Forkopimda di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 30 Juni 2022.

Rakor juga dihadiri perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik, PCNU Gresik, Muhammadiyah Gresik, serta LDII Gresik. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani melanjutkan, pihak akan menerbitkan surat edaran tentang perkembangan dan penanggulangan PMK di Gresik. Serta membuat fatwa dari MUI Gresik sebagai dasar dari penerapan pemotongan hewan kurban. 

Ia pun mengajak para Camat dan Kepala Desa (Kades) sinergi dengan melakukan pendataan  hewan kurban. “Saya harapkan juga ada sinergi dengan tiap-tiap kecamatan tentang jumlah pasti hewan ternak yang dapat dikurbankan kedepan,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Rakor yang membahas khusus tentang pelaksanaan pemotongan hewan kurban. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik membutuhkan masukkan sebagai pedoman untuk pemotongan hewan kurban di tengah wabah PMK ini. Semua perwakilan yang hadir memberikan urun rembuk. Memaparkan usulan. 

Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir serta Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah yang kali pertama mendapatkan giliran untuk memberikan usulan tentang penanganan wabah PMK dan mekanisme penyembelihan hewan kurban yang aman. 

Abdul Qodir mengatakan, ikhtiar Pemkab Gresik dalam penanganan wabah PMK dianggap sudah tepat. “Penanganan PMK di Gresik sudah bagus dengan memberikan vaksinasi dan sebagainya kepada hewan ternak,”kata Ketua DPRD Gresik Much. Abdul Qodir. 

Terkait mekanisme penyembelihan, tambah Ketua DPC PKB Gresik ini mengusulkan kepada Bupati Fandi Akhmad Yani untuk membuat surat edaran. “Surat edaran (tata cara penyembelihan hewan kurban) harus disebarkan ke seluruh tempat ibadah di Gresik sehingga kebersihan tempat pemotongan dapat terkontrol dan mengurangi penyebaran PMK,”katanya.

Nur Saidah menambahkan selain tempat penyembelihan yang steril. Legislator dari Partai Gerindra itu, mengusulkan di sejumlah titik ditempatkan tenaga medis. “Penempatan tenaga medis di titik-titik sekitar Gresik sebagai pusat aduan dalam menanggapi PMK,”katanya. 

Semula Pemerintah mewacanakan penyembelihan hewan kurban dipusatkan di rumah potong hewan (RPH). Tujuan, masyarakat memperoleh kualitas daging yang baik. Namun, Nasichun Amin, perwakilan dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik berpendapat pemotongan hewan kurban boleh dilakukan di luar RPH. “Terkait dengan keterbatasan RPH, maka boleh dilakukan dliuar RPH. Dengan ketentuan-ketentuan yang sesuai dengan peraturan,”katanya. 

Ketua DMI Gresik Zaenal Abidin melaporkan progres pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) dan pendataan hewan kurban. Pendataan hewan dari takmir Masjid yang telah dilakukan. Pendataan hewan kurban melalui Google Form. “Dari hasil pendataan dihasilkan pembelian hewan kurban 87% dari dalam Gresik dan 13% dari luar Gresik,”terang Zaenal.

Seperti diberitakan data dihimpun wartawan  1minute.id dari Dinas Pertanian (Dispertan) Gresik menyebutkan  populasi hewan ternak di Gresik berjumlah 59.709 ekor. Sebanyak 5.122 ekor dilaporkan terindikasi terpapar PMK. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan tercatat 4.474 ekor terpapar PMK. Dari 4.474 ekor itu  sebanyak 892 ekor sembuh dan 114 ekor mati. Data per 29 Juni 2022. 

Pemilihan  hewan kurban berdasarkan Fatwa MUI No. 32 Tahun 2022

Pemilihan hewan kurban di tengah wabah PMK wajib berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 32 Tahun 2022. Di masa wabah PMK, MUI mengategorikan hewan kurban terjangkit PMK dalam kelompok kasus ringan, sedang, dan berat.

Kategori kasus wabah PMK pada hewan kurban dilihat berdasarkan kondisi fisik hewan saat hendak disembelih. Bila masih terlihat sehat, maka masih memenuhi syarat sebagai hewan kurban. Asalkan tidak terlalu mempengaruhi jumlah daging dan memenuhi syarat tidak cacat, tidak kurus, dan cukup umur. Sementara itu, hewan yang terkena PMK dan sembuh setelah diobati dalam rentang waktu yang dibolehkan maka masih sah sebagai hewan kurban. (yad)

Bupati Gresik Jamin Hewan Kurban Aman,Tata Cara Penyembelihan Akan Terbitkan Surat Edaran  Selengkapnya

Kadispertan : Jangan Panik, Yakin PMK Bisa Disembuhkan, Oknum Belantik Grilya Beli Sapi Harga Miring 

GRESIK,1minute.id – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan belum ada tanda-tanda berakhir. Bahkan, sapi yang terpapar PMK semakin banyak. Data Dinas Pertanian Gresik per 13 Juni 2022, wabah PMK telah menyebar 96 Desa di 14 dari 18 Kecamatan se-Kabupaten Gresik. Total hewan ternak yang terpapar PMK sebanyak 3.731 ekor. Rincianya, 779 ekor sapi diantaranya dilaporkan sembuh, 99 ekor mati dan 161 ekor terpaksa dipotong paksa lantaran terpapar PMK.

Pada 29 Juni 2022, sapi yang terpapar menjadi 4.474 ekor. Artinya kurun waktu dua pekan ada tambahan 743 ekor yang terpapar PMK.  Sapi yang bisa disembuhkan bertambah 113 ekor menjadi 892 ekor.  Sedangkan, sapi yang mati menjadi 114 ekor alias “hanya” bertambah 15 ekor. Berdasarkan data tersebut, artinya sapi yang terpapar PMK memiliki potensi sembuh lebih besar. 

Namun, ada oknum belantik yang melakukan gerilya mendatangi peternak. Oknum belantik itu melakukan pembelian hewan yang terpapar PMK dengan harga miring.  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pun murka. “Ada oknum belantik yang membeli 3 ekor sapi seharga Rp 27 juta,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani ketika memberikan sambutan dipelantikan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Gresik periode 2022-2027 di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 29 Juni 2022. 

Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani tidak menyebutkan lokasinya. Namun, Bupati Fandi Akhmad Yani berencana meminta kepada kepala desa untuk memasang spanduk larangan belantik masuk Desa. Rencana itu untuk membentengi para peternak tidak tergesa-gesa menjual sapi yang terpapar PMK.

Sebab, saat ini vaksin hewan sudah ada. Pemprov Jatim menggelontorkan 3 ribu dosis vaksin. Meski masih minim. Selain itu, Pemkab Gresik juga telah menyediakan obat-obatan dan vitamin untuk hewan. “Peternak bisa meminta kepada Dinas Pertanian Gresik,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putra mengatakan, menghimbau kepada peternak yang hewannya terpapar PMK tidak panik. “Segera laporkan (ternak) terpapar. Agar bisa segera ditangani oleh dokter hewan. Petugas akan melakukan deteksi. (Hewan) bisa obati atau tidak. Sehingga jangan cepat-cepat mengambil kesimpulan sendiri,”harap Eko Anindito Putra. 

Dia tidak menampik sinyalemen adanya oknum belantik yang blusukan ke desa-desa. Mereka membeli hewan terjangkit PMK dengan harga miring. “Beli murah, lalu diobati sembuh. Dijual dengan harga mahal,”kata Eko. Karena itulah, Eko kembali mengharapkan peternak tidak panik. Aktif melapor ke petugas. “Yakin lah, ternak yang terpapar PMK bisa disembuhkan,” tegasnya. (yad)

Kadispertan : Jangan Panik, Yakin PMK Bisa Disembuhkan, Oknum Belantik Grilya Beli Sapi Harga Miring  Selengkapnya

Pemprov Jatim Dikabarkan Terima 360 Ribu Dosis Vaksin PMK, Gubernur Khofifah Fokus Siapkan Juleha

GRESIK,1minute.id – Idul Adha semakin dekat. Wabah penyakit mulut dan kaki (PMK) pada sapi belum teratasi. Seribu dosis vaksin PMK telah habis. Hari ini, dikabarkan Pemprov Jatim telah menerima 360 ribu dosis vaksin untuk mengatasi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Ribuan dosis itu adalah vaksin darurat yang didatangkan pemerintah pusat dari luar negeri sambil menunggu hasil vaksin yang sedang dikembangkan oleh  Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan kebutuhan vaksin PMK di Jawa Timur sekitar 1,3 juta dosis. Pemprov Jatim baru mendapatkan droping 1.000 vaksin. “Jadi kawan-kawan bisa membayangkan karena yang sudah turun 1000 pasti sudah habis. Nah, kemarin tim dari Kementerian Pertanian mengundang tim dari dinas peternakan Jawa Timur Insya Allah hari ini kita diminta mengambil sejumlah tertentu vaksin dari Jakarta. Mudah-mudahan segera turun,”kata Khofifah disela acara peresmian Rumah Vokasi Pemkab Gresik pada Jumat, 24 Juni 2022.

Vaksin tambahan itu, kata Khofifah, akan diprioritaskan untuk sapi perah. “Untuk sapi potong kita membutuhkan banyak support. Support baik vitamin maupun obat-obatan lainnya,”katanya. Untuk kebutuhan Idul Adha, Khofifah meminta masyarakat tidak panik. Sebab, ada sejumlah tempat sapi potong yang sudah memenuhi syarat fikir dan sehat yang bisa di akses oleh masyarakat yang membutuhkan hewan kurban. 

“Insya Allah sudah cukup bila sesuai hasil rakor (rapat koordinasi),”katanya tanpa menyebut jumlah kebutuhan hewan kurban di Jawa Timur. Saat ini, kata Khofifah, Pemprov Jatim sedang fokus menyiapkan Juleha. Siapa Juleha itu? “Juleha adalah juru sembelih halal,”katanya. Dimana saja Juleha akan ditempatkan akan dikoordinasikan dengan Bupati/Walikota. “RPH (rumah potong hewan) ini menjadi penting. Nanti akan ditentukan oleh Bupati/Walikota,”katanya. 

Data Dinas Pertanian Gresik per 13 Juni 2022, wabah PMK telah menyebar 96 Desa di 14 dari 18 Kecamatan se-Kabupaten Gresik. Total hewan ternak yang terpapar PMK sebanyak 3.731 ekor sapi terjangkit PMK. Rincianya, 779 ekor sapi diantaranya dilaporkan sembuh, 99 ekor mati dan 161 ekor terpaksa dipotong paksa lantaran terpapar PMK. Dinas Pertanian Gresik telah melakukan pendataan hewan yang siap untuk kurban. Untuk sapi sebanyak 9.530 ekor Kambing 14.651 ekor dan Domba 702 ekor. Hewan siap kurban itu tersebar di 23 titik. (yad)

Pemprov Jatim Dikabarkan Terima 360 Ribu Dosis Vaksin PMK, Gubernur Khofifah Fokus Siapkan Juleha Selengkapnya

Cegah Wabah PMK Meluas, Bupati Gresik Instruksikan Dispertan Distribusikan Obat Hewan

GRESIK,1minute.id – Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah semakin dekat. Bagaimana update terbaru cara pencegahan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Kabupaten Gresik. Data Dinas Pertanian Gresik per 13 Juni 2022, wabah PMK telah menyebar 96 Desa di 14 dari 18 Kecamatan se-Kabupaten Gresik. Wabah PMK juga terjadi di Sidoarjo dan Lamongan

Total hewan ternak yang terpapar PMK sebanyak 3.731 ekor sapi terjangkit PMK. Rincianya, 779 ekor sapi diantaranya dilaporkan sembuh, 99 ekor mati dan 161 ekor terpaksa dipotong paksa lantaran terpapar PMK.

Data tersebut dilaporkan oleh Kadis Pertanian Gresik Eko Anindito Putra dalam rapat koordinasi (rakor) Pengendalian PMK di Kabupaten Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Senin, 13 Juni 2022. Rakor dihadiri Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) dipimpin oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Rakor dihadiri Asosiasi Peternak, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik. Dalam kesempatan itu, Bupati Fandi Akhmad Yani mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam usaha bersama penanggulangan PMK. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Gresik sudah memiliki suatu modal yang terbukti efektif dalam kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak seperti halnya penangangan pandemi Covid-19 sebelumnya.

Fandi Akhmad Yani menginstruksikan Dinas Pertanian mendistribusikan obat-obatan yang sudah dibeli melalui Belanja Tidak Terduga (BTT). Obat-obatan untuk menekan jumlah hewan ternak yang terdampak PMK.

“Obat yang ada harus segera didistribusikan, terkait bantuan dokter hewan dari beberapa Universitas bisa diperbantukan sehingga obat tersebut bisa langsung disuntikkan ke hewan ternak. Jangan sampai obatnya ada, tetapi kita keterbatasan tenaga kesehatannya, karena ini merupakan salah satu strategi kita dalam menghambat laju penyebaran PMK,”kata Bupati berusia 36 tahun itu.

Terkait dengan persiapan Idul Adha, mantan Ketua DPRD Gresik itu, pasar hewan untuk sementara ditutup dengan tujuan agar tidak terjadi mobilitas yang mengakibatkan penularan.

“Bukan berarti kita melarang perdagangannya, tetapi pasarnya saja yang tidak boleh. Dengan semakin dekatnya Idul Adha dimana kebutuhan akan hewan kurban semakin tinggi, maka kita sepakat bahwa penjualan hewan kurban untuk berbasis kandang dan jika memungkinkan memanfaatkan teknologi informasi yang saat ini berkembang pesat,”jelasnya.

Bupati Yani juga berharap peran DMI untuk bisa mengadakan sosialisasi kepada seluruh anggotanya untuk bisa lebih peka dan lebih berempati terhadap kondisi wabah PMK dengan membeli hewan kurban dari lingkungan setempat.

Ia menambahkan berhubungan dengan Hari Raya Idul Adha, banyak masyarakat yang akan menerima daging kurban sehingga akan sangat membantu dan penting untuk dibuatkan sosialisasi dengan bentuk-bentuk yang kreatif dan menarik mengenai bagaimana cara mengolah daging hewan kurban secara sehat. (yad)

Cegah Wabah PMK Meluas, Bupati Gresik Instruksikan Dispertan Distribusikan Obat Hewan Selengkapnya

Wabah PMK Merebak, Polisi Melakukan Penyekatan Perbatasan dan Pemeriksaan Hewan 

GRESIK,1minute.id – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan sapi membikin peternak waswas. Apalagi, menjelang Idul Adha. Polisi tidak menginginkan wabah PMK meluas yang berpotensi menambah keresahan peternak dan warga di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Polisi melakukan penyekatan di sejumlah titik perbatasan. Antara lain, perbatasan Kabupaten Lamongan, Kota Surabaya, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Sidoarjo. Selain itu, petugas juga memeriksa hewan ternak masuk dan keluar Gresik untuk mencegah penyebaran PMK. 

“Langkah ini adalah intruksi langsung dari bapak Kapolri dan Kapolda Jatim. Sasarannya di daerah perbatasan, lakukan pemeriksaan terhadap truk atau kendaraan yang memuat hewan ternak,”kata Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis saat memimpin apel sebelum penyekatan pada Selasa malam pada 10 Mei 2022.

Alumnus Akpol 2002 ini memimpin langsung penyekatan di Simpang 4 Segoromadu yang berbatasan langsung dengan Kota Surabaya. Sejumlah personil disiagakan di lokasi untuk memantau arus kendaraan. “Penyekatan. Wabah PMK mendapat atensi lebih karena penyebarannya sangat cepat. Tadi Menteri Pertanian juga sudah melakukan peninjauan di Kabupaten Gresik,”imbuhnya. 

Mantan Kapolres Ponorogo itu menambahkan pihaknya juga menggandeng dinas terkait dalam melakukan penanggulangan PMK. Antara lain Dinas Pertanian dan Diskoperindag Gresik. Langkah ini menjadi upaya pencegahan. 

Seperti diberitakan, Kabupaten Gresik sudah ditetapkan status kejadian luar biasa (KLB) bersama Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan. Serta dua kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan data Dinas Peternakan Pemprov Jatim sebanyak 1.247 ekor sapi di Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo dan Mojokerto terjangkit PMK. Di Kabupaten Gresik dilaporkan ada 402 ekor sapi tersebar di 5 Kecamatan dan 22 Desa terjangkit PMK. Sebanyak 305 ekor sapi sembuh. Puluhan ekor lain mati. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Lempo meminta masyarakat tidak panik. Sebab, saat ini terdeteksi adalah termasuk yang paling ringan. Berdasarkan hasil tes menunjukkan bahwa angka kematiannya sangat rendah yakni 1,1 persen dari total ternak yang terinfeksi. (yad)

Wabah PMK Merebak, Polisi Melakukan Penyekatan Perbatasan dan Pemeriksaan Hewan  Selengkapnya

Mentan SYL Tegaskan Wabah PMK Ringan, Tidak Menular kepada Manusia 

GRESIK,1minute.id – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Lempo melakukan kerja di Desa Sembung, Kecamatan Wringinanom pada Selasa, 10 Mei 2022. Kunjungan kerja ini untuk memantau perkembangan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan sapi.

Berdasarkan data Dinas Peternakan Pemprov Jatim sebanyak 1.247 ekor sapi di Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo dan Mojokerto terjangkit PMK. Di Kabupaten Gresik dilaporkan ada 402 ekor sapi tersebar di 5 Kecamatan dan 22 Desa terjangkit PMK. Kedatangan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Lempo (SYL) disambut oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Pada kesempatan itu, Mentan YSL meminta masyarakat tidak panik. Sebab, saat ini terdeteksi adalah termasuk yang paling ringan. Berdasarkan hasil tes menunjukkan bahwa angka kematiannya sangat rendah yakni 1,1 persen dari total ternak yang terinfeksi. “PMK ini tidak menular atau menginfeksi manusia,”tegas SYL.

SYL menegaskan pihaknya turun memantau perkembangan wabah PMK pada hewan sapi merupakan bentuk dari sinergi penanganan PMK ini seluruh kekuatan pemerintah khususnya di jajaran kementerian pertanian, bersama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten untuk bekerja bersama-sama secara serius.

“Saya memberikan apresiasi kepada Bupati yang sudah turun tangan, dan juga Gubernur yang juga turun berada di lapangan bersama para kepala dinas termasuk dokter-dokter hewan yang saat ini sudah kita turunkan juga,” ujar SYL. Dalam kunjungan itu, SYL memberikan bantuan berupa desinfektan, antibiotik, vitamin, anti radang, APD dan -handsprayer electric-untuk bisa digunakan dalam penanggulangan wabah PMK.

Hal senada diungkapkan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bahwa PMK yang menyerang hewan ternak ini tidak menular kepada manusia. “Ini yang harus kita sampaikan kepada masyarakat, Insya Allah PMK bisa kita selesaikan. Karena ini virus, maka kita berikan vitamin selagi menunggu vaksin yang akan diberikan dari Kementan,”ujar Bupati Yani.

Fandi Akhmad Yani menambahkan  Pemerintah Kabupaten Gresik sudah melakukan koordinasi dengan seluruh OPD dan Camat termasuk juga kepala desa untuk melakukan pendataan yang valid dan terukur, berapa jumlah ternak yang sakit dan yang sehat.
“Disamping itu, kami juga akan melakukan kerja sama dengan Universitas Airlangga untuk bisa mendampingi beberapa dokter hewan yang ditugaskan di Kabupaten Gresik untuk mengecek kondisi sapi yang sedang sakit. Kami tadi melihat beberapa ekor yang sudah disuntikkan vitamin, dan menunjukkan potensi kesembuhan,”terangnya. (yad)

Mentan SYL Tegaskan Wabah PMK Ringan, Tidak Menular kepada Manusia  Selengkapnya