Apel Dulu, Lalu Sidak Gawai Anggota Polres, Antisipasi Judol

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap handphone para personilnya pada Selasa, 9 Juli 2024. Sidak gawai ini dilakukan di depan Mapolres Gresik ini dengan tujuan untuk memberantas peredaran dan mencegah penggunaan aplikasi judi online atau judol di kalangan aparat penegak hukum atau APH.

Wakapolres Gresik Kompol Danu Anindhita Kuncoro Putro didampingi Kasi Propam Ipda Munif, menjelaskan tujuan diadakannya sidak  dilakukan untuk menindaklanjuti perintah Kapolda Jatim Irjen Imam Sugianto terkait pencegahan anggota Polri dan ASN bermain judi online.

Sidak ini dilakukan setelah apel pagi, di mana puluhan handphone personil Polri maupun ASN diperiksa oleh tim Propam Polres Gresik. Petugas memeriksa satu per satu handphone untuk memastikan tidak ada aplikasi judi online yang terpasang.

Menurut Kompol Danu, sidak ini merupakan langkah preventif untuk mencegah anggota Polri dan ASN terjerumus ke dalam perjudian online.  “Judi online dapat merusak citra Polri dan ASN, serta dapat berakibat fatal bagi yang terlibat,” tegas Kompol Danu.

Lebih lanjut, Kompol Danu menghimbau kepada seluruh personil Polres Gresik untuk menjauhi segala bentuk perjudian, baik online maupun offline. “Mari kita jaga marwah dan citra Polri dengan menjauhi perjudian,” pungkasnya.

Sidak handphone ini merupakan bagian dari upaya Polres Gresik untuk menciptakan institusi Polri yang bersih dan profesional. Dengan memberantas judi online di kalangan internal, diharapkan Polri dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dalam memerangi perjudian.

Sejatinya, segala bentuk perjudian telah dilarang di Indonesia. Larangan itu termaktub dalam kitab Undang-undang Hukum Pidana atau KUHP pasal 303 dan pasal 303 bis. Pasal 303 ayat (1) para pelaku judi dapat diancam pidana penjara minimal 10 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 25 juta. Sedangkan, dalam ketentuan pasal 303 bis ayat (1) KUHP mengatur ancaman pidana penjara maksimal 4 tahun atau denda maksimal Rp 10 juta. (yad)

Apel Dulu, Lalu Sidak Gawai Anggota Polres, Antisipasi Judol Selengkapnya

Kado HUT Bhayangkara, 51 Anggota Polres Gresik Naik Pangkat 

GRESIK,1minute.id – Bulan Juli salah satu bulan yang paling di tunggu-tunggu oleh anggota Korp Bhayangkara. Sebab, di bulan Juli, korp baju coklat merayakan HUT Bhayangkara serta memberikan kado kenaikkan pangkat bagi anggotanya. 

Pada HUT ke-78 Bhayangkara tahun, sebanyak 51 orang terdiri 49 anggota dan 2 pegawai negeri sipil di Polisi Resor atau Polres Gresik naik pangkat satu tingkat.

Kenaikan pangkat ini berdasarkan Surat Telegram Kapolda Jatim Nomor: ST/696/VI/KEP/2024 Tanggal 22 Juni 2024 tentang Kenaikan Pangkat Anggota Polri dan PNS Polres Gresik Periode 1 Juli 2024.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom menyampaikan bahwa kenaikan pangkat ini merupakan penghargaan dari negara atas dedikasi dan pengabdian para personel dalam menjalankan tugasnya.

“Dengan kenaikan pangkat ini, para personel semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucap Kapolres AKBP Aditya Panji Anom dalam sambutannya.

Upacara ini juga menjadi momen untuk mengenang jasa para pahlawan Polri yang telah gugur dalam menjalankan tugasnya. 

“Kepada seluruh personel untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Polri dan mengabdi kepada bangsa dan negara dengan penuh integritas,” tambahnya.

Kenaikan pangkat ini disambut dengan penuh sukacita oleh para personel dan keluarga mereka. Upacara ini pun semakin meriah dengan adanya hiburan tarian dari polwan Polres Gresik. (yad)

Kado HUT Bhayangkara, 51 Anggota Polres Gresik Naik Pangkat  Selengkapnya

Bangun Sumur Bor, Pemeriksaan Kesehatan hingga Bansos 1.000 Paket Sembako di HUT Bhayangkara 

GRESIK,1minute.id – Musim kemarau tahun ini, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik tak lagi pusing air bersih. Sebab, Polres Gresik telah membuatkan warga setempat sumur bor. 

Pembangunan sumur bor air bersih dipimpin langsung oleh Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom pada Selasa, 25 Juni 2024. 

Selain peresmian sumur bor dalam rangkaian HUT ke-78 Bhayangkara itu juga dimeriahkan dengan kegiatan bakti sosial lainnya, seperti Bakti Kesehatan melalui layanan pemeriksaan kesehatan ( tekanan darah, pemeriksaan dokter, tes gula darah, tes kolesterol, tes asam urat dan pemberian obat) gratis bagi masyarakat umum.

Kemudian, penyerahan bantuan sosial atau bansos sebanyak 1.000 paket sembako kepada masyarakat melalui zoom meeting dengan Kapolda Jatim Irjen Pol. Imam Sugianto. Serta,

Bakti Religi dengan pemberian bantuan kepada 73 rumah ibadah (Musala, Masjid, Gereja) di wilayah Gresik.

Menurut Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom, pembangunan sumur bor air bersih ini merupakan wujud komitmen Polres Gresik dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang masih mengalami kesulitan akses air bersih. 

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan ekonomi inklusif dan berkelanjutan menuju Indonesia emas, serta menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Pilkada serentak di Jawa Timur.

“Sumur bor air bersih ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ucap Kapolres AKBP Adhitya Panji Anom.

Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, terutama menjelang Pilkada serentak. Masyarakat Desa Sukorejo menyambut baik kegiatan ini dengan penuh antusias. Mereka mengucapkan terima kasih kepada Polres Gresik atas bantuan dan kepeduliannya terhadap kebutuhan mereka. (yad)

Bangun Sumur Bor, Pemeriksaan Kesehatan hingga Bansos 1.000 Paket Sembako di HUT Bhayangkara  Selengkapnya

Lulus 100 Persen, Siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik Dapat Pembekalan Akhir untuk Membahagiakan Ortu. Begini Caranya!

GRESIK,1minute.id – Ratusan siswa UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik itu semringah. Sebab, mereka telah dinyatakan lulus. Pengumuman kelulusan dilakukan secara online melalui website sekolah pada Senin, 10 Juni 2024 sekitar pukul 10.00 WIB.Mereka pun bersyukur. 

Sehari pascapengemumuman kelulusan, sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu, mengumpulkan mereka di halaman sekolah di Jalan KH Kholil Gresik itu pada Selasa, 11 Juni 2024.

Sebanyak 252 siswa kelas IX yang baru lulus  berkumpul untuk mendapatkan pembekalan akhir dari sekolah dengan menghadirkan Kepala Kepolisian Sektor atau Kapolsek Kota Gresik Iptu Suharto.

Pada kesempatan itu, Iptu Suharto, memberikan wejangan kepada siswa yang baru lulus itu. Suharto mengatakan siswa wajib bisa membahagiakan orang tuanya dengan cara fokus untuk mencapai cita-cita dan menjaga diri dari pergaulan yang negatif. “Perbanyak ibadah dan doa guna mendukung tercapainya sukses kelak,” kata polisi dengan dua balok di pundak itu.

Polisi berpenampilan santun itu pun mengingatkan kembali terkait himbauan sekolah kepada siswa yang baru lulus tersebut bila menginginkan orang tua bahagia. “Menjaga kamtibmas.Bila siswa melanggar maka akan di proses sesuai peraturan dan tata tertib yang berlaku,” katanya meningkatkan. 

Lalu, apa himbauan dari sekolah kepada siswa yang baru lulus itu? Yaitu, siswa dilarang merayakan kelulusan dengan aksi corat-coret ;  Siswa dilarang merayakan kelulusan dengan aksi konvoi ; Siswa dilarang merayakan kelulusan dengan aksi kegiatan lain yang menimbulkan kerumunan serta mengganggu ketertiban umum.

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim menyatakan rasa terima kasihnya kepada Kepolisian Sektor Kota Gresik. “Alhamdulillah terima kasih kepada pak Kapolsek Gresik kota Iptu Suharto atas kesediaanya hadir memberikan pengarahan kepada siswa ini wujud kerja sama yang baik terjalin antara sekolah dan kepolisian,” kata Salim.

Ia melanjutkan tahun ini seluruh siswa kelas IX yang berjumlah 252 siswa lulus seratus persen. “Semoga mereka diterima dan berprestasi di sekolah SMA atau SMK yang diinginkan,” lanjut Salim dan disambut ucapan amin secara serentak oleh seluruh siswa. (yad)

Lulus 100 Persen, Siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik Dapat Pembekalan Akhir untuk Membahagiakan Ortu. Begini Caranya! Selengkapnya

Jabret Asal Surabaya Keok Usai Beraksi di Benjeng 

GRESIK,1minute.id – Anugrah Angga sedang apes. Raja jambret berusia 25 tahun itu akhirnya bisa dibekuk aparat Polsek Benjeng setelah beraksi di wilayah Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik pada Ahad pagi, 2 Juni 2024.

Pemuda asal Tambakasri, Surabaya itu dibekuk ketika di Jalan Raya Desa Dermo, Kecamatan Benjeng atau sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian. Sayangnya, satu pelaku lainnya bisa kabur.

Kini, Angga meringkuk di tahanan Polsek Benjeng. Dalam aksi penyergapan yang dipimpin oleh Kanitreskrim Polsek Benjeng Aiptu M. Arifin selain membekuk Angga juga mengamankan sepeda motor Suzuki FU nomor polisi L-5821-DC milik pelaku dan 1 Unit  iPhone milik korban.

Menurut keterangan polisi penangkapan pelaku penjambretan tersebut diawali adanya laporan dari warga yang melapor ke Polsek Benjeng. Korban melapor iPhone milik digasak pelaku di Jalan Raya Benjeng. Pelaku menggunakan sepeda motor Suzuki Satria FU mengarah ke Jalan Raya Desa Dermo, Kecamatan Benjeng. Massa juga melakukan pengejaran.

Iptu Alimin Tunggal, Kapolsek Benjeng kemudian melakukan penggal jalan keluar dari Benjeng. Di Jalan Raya Dermo. Kanit Reskrim Polsek Benjeng Aiptu M. Arifin menangkap satu dari dua penjahat jalan yang meresahkan warga tersebut. Namun, massa ikut mengepung akhirnya memberikan bogem mentah ke wajah Anugrah Angga hingga bengkak.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Benjeng Iptu Alimin Tunggal membenarkan adanya kejadian tersebut, yang selanjutnya baik pelaku maupun barang bukti diserahkan kepada anggota Reskrim Polres Gresik guna pengambangan kasus.

“Saat ini baik pelaku dan Barang Bukti (BB) kami amankan di mako Polsek Benjeng yang selanjutnya kami serahkan ke Polres Gresik untuk dilakukan pengembangan guna menangkap pelaku lain yang melarikan diri,” tegasnya. (yad)

Jabret Asal Surabaya Keok Usai Beraksi di Benjeng  Selengkapnya

Jaga Kondusif Kamtibmas, Kapolres Gresik Perintahkan Anggota Intensifkan Patroli dan Razia

GRESIK,1minute.id – Anggota Polres Gresik bakal tidak bisa leha-leha lagi. Sebab, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas di wilayah hukum Polres Gresik ditengarai cenderung meningkat. 

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom memerintahkan kepada seluruh anggotanya untuk rajin patroli. Patroli konvensional maupun patroli cyber. Bahkan, bila dianggap potensi menimbulkan ancaman, mantan Kapolres Blitar itu, memerintahkan untuk melakukan razia dengan melakukan penggeledahan. 

“Meningkatkan patroli pada hari libur harus diintensifkan, patroli rutin harus dilakukan pagi, siang, dan malam hari, Patroli blue light harus dioptimalkan,” ujar Kapolres AKBP Aditya Panji Anom saat memimpin apel pagi di halaman Mapolres Gresik pada Senin, 26 Mei 2024.

Apel pagi itu, ikuti anggota dari semua satuan kerja yakni Bagian Operasional atau Bag Ops ; Bagian Sumber Daya (Bag Sumda) ; dan Satuan Lalu Lintas atau  Sat Lantas. 

Kemudian, Satuan Intelijen dan Keamanan (Sat Intelkam) ; Satuan Narkoba (Sat Narkoba) ; Satuan Reserse Kriminal atau Sat Reskrim dan 

Satuan Samapta Bhayangkara alias Sat Sabhara.

“Lakukan juga razia komunitas yang meresahkan masyarakat dengan mendatangi dan memeriksa mereka. Tak kalah penting untuk meningkatkan Patroli Cyber,” imbuh perwira dua melati di pundak itu.

Menurutnya, melakukan patroli cyber di media sosial untuk mencari informasi yang dapat menjadi bahan acuan patroli.

Ia pun hakil yakin, bahwa langkah-langkah, pre-emtif dan preventif ini akan efektif dalam mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas di wilayah Gresik. Kapolres Aditya Panji Anom juga meminta kepada seluruh personelnya untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.

Lebih lanjut, ia juga memberikan penekanan khusus terkait penanganan kasus pencurian dengan pemberatan atau curat ; pencurian dengan kekerasan atau curas dan pencurian kendaraan bermotor atau curanmor yang lazim disebut 3-C itu.

Kegiatan dalam menjaga Kamtibmas di Kotta Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu akan bisa maksimal, lanjutnya, bila selalu berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti TNI, Satpol PP, dan Linmas.

Menjalin kerjasama dan sinergi dari seluruh personelnya, Kamtibmas di wilayah Gresik dapat terjaga dengan baik. Pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk membantu pihak kepolisian dalam menjaga Kamtibmas dengan melaporkan segala bentuk gangguan Kamtibmas kepada pihak berwajib. (yad)

Jaga Kondusif Kamtibmas, Kapolres Gresik Perintahkan Anggota Intensifkan Patroli dan Razia Selengkapnya

6 Pengeroyok Pemuda Asal Krian Sampai Meninggal Dibekuk Satreskrim Polres Gresik 

GRESIK,1minute.id – Satuan Reserse Kriminal atau Satreskrim Polres Gresik menangkap lima pemuda dan satu anak yang diduga melakukan pengeroyokan pemuda asal Krian, Sidoarjo hingga tewas. Tiga orang lainnya ditetapkan sebagai daftar pencarian orang alias DPO.

Sehingga total pelaku berjumlah sembilan orang. Para pelsku yang mengeroyok korban berinisial SW, 20 tahun sampai meninggal dunia itu ditengarai oknum dari salah satu dari kelompok pesilat. 

Pengeroyokan terjadi Minggu dini hari, 19 Mei 2024 di depan Warung Hamas, Desa Banjaran, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.  Selain korban SW yang asal Krian, Sidoarjo yang tewas, para “jagoan” jalanan itu melakukan pengeroyokan kepada korban M. Suhirman dan M. Ady Saputra. 

Kedua korban selamat langsung melaporkan ke pihak kepolisian dan mendapatkan perawatan serta visum et repertum ke Puskesmas Driyorejo. Dua korban selamat ini, yang melaporkan kejadian pengeroyokan itu kepada Polres Gresik. 

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan, anggota Opsnal Polres Gresik mendapatkan informasi terkait adanya dugaan tindak pidana pengeroyokan tersebut dan langsung melakukan penyelidikan dan meminta keterangan para saksi-saksi.

Kemudian pada hari Minggu, 19 Mei 2024 anggota telah berhasil mengamankan terduga tersangka di rumahnya masing-masing.

“Para tersangka sudah diamankan beberapa jam setelah kejadian,” kata AKP Aldhino Prima Wirdhan pada Sabtu, 25 Mei 2024. 

Enam pelaku yang diamankan adalah berinisial CD, 18 ;  NR, 19 dan MN, 19.  Mereka berasal dari Desa Banjaran, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.

Kemudian, EG, 19 ; dan AD, 18, asal Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Gresik. “Mereka masing-masing kami tangkap di rumahnya masing-masing,” terang Aldhino. Sedangkan, satu pelaku lainnya adalah anak dibawah umur alias anak berhadapan hukum atau ABH. 

Barang bukti yang diamankan satu buah botol, empat buah handphone, dua jaket hoodie dan dua kaos.

Tidak sampai disitu, polisi masih memburu pelaku lainnya yang saat ini tengah melarikan diri. Satreskrim Polres Gresik telah mengantongi identitas tiga tersangka lain yang berstatus DPO.

“Kami menetapkan tiga orang DPO, dua diantaranya masih di bawah umur, satu orang atas nama Ilham alias Celeng saat ini masih dalam proses pengejaran tim Resmob Satreskrim Polres Gresik,” ucapnya.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP ayat 2 dan 3, berbunyi barang siapa dengan terang – terangan dan dengan tenaga besama – sama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang yang mengakibatkan matinya orang dengan penjara selama–lamanya 12 tahun.

Untuk diketahui, peristiwa pengeroyokan yang menimpa korban SW asal Krian, Sidoarjo terjadi pada Minggu, dini hari 19 Mei 2024. Saat itu, korban SW berada di depan warung Hamas di Desa Banjaran, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.  

Tidak jelas motifnya, tiba-tiba sekelompok pemuda mengepruk korban dengan botol minuman hingga mengalami gegar otak dan koma. Korban beberapa tidak sadar diri. Korban kemudian dirujuk ke rumah sakit di Surabaya. Namun, tuhan berkehendak lain, pada Kamis, 23 Mei 2024 meninggal dunia. 

Kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda ini bukan kali pertama di wilayah hukum Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. (

6 Pengeroyok Pemuda Asal Krian Sampai Meninggal Dibekuk Satreskrim Polres Gresik  Selengkapnya

Dua Kapolsek Di Polres Gresik Berganti

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom memimpin upacara serah terima dan pengukuhan jabatan Kapolsek Gresik Kota dan Kapolsek Ujung Pangkah pada Senin, 13 Mei 2024. Pengukuhan dilaksanakan di halaman Mapolres Gresik di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik ini dihadiri Waka Polres Gresik Kompol Danu Pejabat Utama (PJU) dan seluruh personil Polres Gresik serta jajarannya.

Sertijab dua Kapolsek itu berdasarkan Surat Telegram Kapolda Jatim Nomor: ST/450/IV/KEP./2024 tertanggal 25 April 2024 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polda Jatim.

Kapolsek Gresik Kota AKP Rahmat Triyanto yang purna tugas digantikan Iptu Suharto. Kemudian Iptu Suwito Saputro dikukuhkan sebagai Kapolsek Ujung Pangkah.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom menyampaikan ucapan-ucapan terima kasih kepada AKP Rahmat Triyanto atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat sebagai Kapolsek Gresik Kota dan pejabat baru untuk Kapolsek Kota Iptu Suharto juga Kapolsek Ujung Pangkah tentu kedepan tugas kita tidak mudah karena menghadapi pilkada, segera kenali lingkungan tugas sehingga dapat bersinergi dalam pelaksanaan tugas

“Semoga dengan pergantian kepemimpinan ini, Polsek Gresik Kota dan Ujung Pangkah dapat terus meningkatkan kinerja dan pelayanannya kepada masyarakat,” ucap Kapolres AKBP Aditya Panji Anom.

Dalam kesempatan itu AKP Rahmat Triyanto yang akan segera memasuki masa purna tugas, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dan bimbingan yang diterimanya selama bertugas di Polres Gresik.

Iptu Suharto, Kapolsek Gresik Kota yang baru, mengharapkan bimbingan dan dukungan dari Kapolres Gresik dan semua pihak dalam melaksanakan tugasnya.

“Semoga dengan pergantian kepemimpinan ini, Polsek Gresik Kota dan Ujung Pangkah dapat terus meningkatkan kinerja dan pelayanannya kepada masyarakat,” tutupnya. (yad)

Dua Kapolsek Di Polres Gresik Berganti Selengkapnya

Peringatan Kenaikan Isa Almasi Di Gresik Kondusif 

GRESIK,1minute.id – Peringatan Kenaikan Isa Almasih di Kabupaten Gresik berlangsung kondusif pada Kamis, 9 Mei 2024. Aparat keamanan melakukan pengamanan di sejumlah tempat ibadat bagi umat kristiani di Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom menjelaskan tujuan pengamanan untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama kegiatan ibadah Kenaikan Isa Almasih di wilayah Kabupaten Gresik.

“Memberi rasa aman untuk melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan nyaman guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas juga tetap menjaga ketenangan dan ketertiban selama beribadah untuk menghormati umat Kristiani yang sedang melaksanakan ibadah,” kata Adhitya Panji Anom. 

Dengan meningkatkan keamanan, diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan patroli di sekitar gereja untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas.

“Mari bersama-sama kita ciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif selama pelaksanaan ibadah Kenaikan Isa Almasih di Kabupaten Gresik,” pesannya. (yad)

Peringatan Kenaikan Isa Almasi Di Gresik Kondusif  Selengkapnya
PERKOSAAN

Sadis, Ayah Tiri Di Gresik Selama 2 Tahun Tega Setubuhi Dua Anak Gadisnya

GRESIK,1minute.id – Serapih apapun bangkai ditutupi, tetap saja bau busuknya akan menyebar kemana-mana. Pepatah itu tepat ditujukan kepada FA. Ayah tiri 52 tahun asal Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik itu tega menyetubuhi dua anaknya, sebut saja Delima, 17, dan Mawar, 13.

Selama dua tahun lelaki bertubuh lencir melampiaskan hasrat nafsu kepada dua anak tirinya itu. Selain “jatah” dari ibu anak korban. “Modus operandinya, tersangka mengiming-imingi uang jajan dan memenuhi semua kebutuhan anak korban,” tegas Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan saat rilis perkara di Mapolres Gresik pada Selasa, 7 Mei 2024.

Informasi yang dihimpun, pada 2022, FA menikah ibunda Delima dan Mawar. Pernikahan itu, belakangan menjadi sebuah petaka bagi gadis itu. Sebab, lelaki 52 tahun itu diduga telah menyusun rencana jahat. Lelaki asal Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik itu tidak hanya mendapatkan “jatah” harian dari ibunda Delima dan Mawar. 

Akan tetapi, FA secara diam-diam meminta “jatah” kepada dua anak tirinya, yakni Delima dan Mawar yang mulai tumbuh menjadi gadis itu. Modusnya, kata polisi, tersangka FA membujuk rayu dengan memberikan iming-iming uang dan memenuhi semua kebutuhan dua anak gadisnya. 

Bujukan itu, membuat FA bisa leluasa memuaskan hasrat nafsunya kepada anak dibawah umur itu. Ibunda anak korban Delima dan Mawar tidak merasa janggal dengan FA, suami sambungnya itu. Sebab, keeratan atau kemesraah mereka bagai ayah dan anak. “Tersangka sudah berulang kali menyetubuhi kedua korban,” terang Kasatreskrim AKP Aldhino Prima Wirdhan. 

Meski FA sangat rapi menyimpan bangkai alias perbuatan yang tidak layak ditiru oleh siapa pun. Namun, kelakuan busuk yang dilakukan FA akhirnya tercium. Kali pertama yang mencium perilaku busuk FA adalah temannya sendiri. Pada 14 April 2024, ada seorang lelaki yang berkunjung ke rumah FA di Kecamatan Cerme.  Lelaki 32 tahun melihat ada wajah murung kedua anak tiri FA itu. 

Wajah sedih tidak seperti anak-anak milenial. Lelaki itu menanyakan kepada dua anak korban itu. Delima dan Mawar kemudian mengungkapkan terus terang kepada lelaki itu, telah menjadi budak nafsu ayah tirinya.  Pengakuan polos Delima dan Mawar itu terdengar ibunya. Bagai petir di siang bolong ibunda langsung mencak-mencak dan melaporkan ke Polres Gresik. 

Melalui serangkaian pemeriksaan, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik menetapkan FA sebagai tersangka. 

“Pada 3 Mei 2024, tersangka kami tangkap,” tegas Aldhino.  Tersangka mengakui perbuatannya. Penyidik menjerat tersangka FA dengan pasal berlapis, yaitu, Pasal 81 ayat (1), (2) Jo Pasal 76D Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun,” kata Aldhino. (yad)

Sadis, Ayah Tiri Di Gresik Selama 2 Tahun Tega Setubuhi Dua Anak Gadisnya Selengkapnya