Mokong, Satlantas Polres Gresik Tilang Truk Besar Langgar Jam Operasional

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik menilang lima truk besar di wilayah Utara dan Kota Gresik pada Kamis, 11 September 2025. Penindakan terhadap truk besar itu dilakukan karena melanggar jam operasional. 

Tindakan tegas anggota korp sabuk putih itu untuk memastikan kebijakan pembatasan penerapan jam operasional kendaraan berat di Kabupaten Gresik berjalan efektif. Kasat Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna menegaskan, bahwa penertiban ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menciptakan kelancaran serta ketertiban lalu lintas. “Kami tidak ingin aktivitas masyarakat terganggu oleh kendaraan berat,” tegasnya.

Sesuai aturan yang berlaku, truk besar dilarang melintas pada pukul 05.00 WIB – 08.00 WIB dan 15.00 WIB -18.00 WIB, yakni saat arus kendaraan padat. Kebijakan tersebut diterapkan untuk mengurangi kemacetan sekaligus mencegah potensi kecelakaan, khususnya pada jam berangkat dan pulang kerja.

Sementara itu, Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, menambahkan bahwa pembatasan jam operasional merupakan langkah penting untuk meningkatkan keselamatan berkendara. “Kami akan terus melakukan penertiban secara berkelanjutan bersama stakeholder terkait. Ini demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” ujarnya.

Selain penindakan, Polres Gresik juga menggandeng pengusaha angkutan dalam deklarasi patuh, melakukan sosialisasi langsung di lapangan, hingga menjatuhkan sanksi tilang bagi pelanggar. Pada operasi kali ini, tercatat lima truk besar ditindak karena melanggar aturan tersebut.

Seperti diberitakan, Peraturan Daerah (Perda) No. 9 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Perhubungan Darat. Dalam beleid itu mengatur manajemen lalu lintas, angkutan darat, hingga penindakan pelanggaran. Khusus pelarangan kendaraan Over Dimension Overload (ODOL), Pasal 134 ayat (2) menegaskan adanya ancaman pencabutan izin bagi pelanggar. Perda itu juga mengatur jam  jam operasional kendaraan berat.

Pada Selasa, 9 September 2025, pengusaha transporter juga melakukan deklarasi mematuhi jam operasional kendaraan berat di wilayah Gresik. Baru dua hari, deklarasi ada sejumlah pengusaha transporter yang mokong. Sehingga, Satlantas Polres Gresik melakukan penindakan tilang. (yad)

Mokong, Satlantas Polres Gresik Tilang Truk Besar Langgar Jam Operasional Selengkapnya

7 Kali Bobol Rumah Tetangga Gondol Rp 52 Juta, Pemuda asal Ujungpangkah Ditangkap Polisi

GRESIK,1minute.id – Seorang pemuda berinisial MDRA ditangkap anggota Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Ujungpangkah. Pemuda berusia 23 tahun asal Desa Cangaan, Kecamatan Ujungpangkah karena diduga sebagai pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat).

Dalam keterangan kepada polisi, tersangka MDRA mengaku telah tujuh kali membobol rumah. Kali terakhir membobol rumah  Susanawati, 48, tetangganya sendiri. Pepatah sepandai-pandai tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Kini, MDRA harus meringkuk di hotel prodeo Polsek Ujungpangkah. 

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kapolsek Ujungpangkah Iptu Suwito menjelaskan, penangkapan pelaku berawal dari laporan korban bernama Susanawati, 48, warga Desa Canggaan, Kecamatan Ujungpangkah. 

Pada Senin pagi, 1 September 2025, korban yang baru pulang dari Temanggung, Jawa Tengah mendapati jendela rumahnya dalam kondisi tidak terkunci. Saat dicek, uang tunai Rp 2 juta dan sejumlah surat-surat perhiasan telah raib.

“Berdasarkan laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Ujungpangkah bergerak cepat melakukan penyelidikan. Pada Rabu (3/9/2025), anggota berhasil mengamankan terduga pelaku di sebuah warung kopi di Desa Cangaan,” terang Iptu Suwito.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa aksi pencurian yang dilakukan MDRA bukanlah yang pertama. Pelaku ternyata sudah 7 kali membobol rumah korban sejak tahun 2024 dengan total kerugian mencapai sekitar Rp 52 juta.

Pada 2024 sebelum Ramadan, pelaku mencuri Rp 3,8 juta dan dua bungkus rokok. Kemudian, Februari 2025, pelaku mencuri Rp 3,2 juta dan 550 ringgit Malaysia. Saat Tarawih Ramadan 2025, pelaku menggondol Rp 4 juta dan ¥400 yen Jepang. Saat Idul Fitri 2025, pelaku mengambil Rp 8 juta dan 20 ringgit, 10 ringgit tambahan, €5 euro, SGD20, dan HKD100. Saat ada hiburan elektone, pelaku mencuri Rp 3,5 juta, sebungkus rokok, dan dua korek api.

Saat Idul Adha 2025, pelaku mencuri Rp835 ribu, dua bungkus rokok, dan satu korek api. Terakhir pada 29 Agustus 2025, pelaku mencuri Rp1,82 juta. “Jadi total ada tujuh kali aksi pencurian dengan modus yang sama, yaitu masuk ke rumah korban saat kosong. Dari tangan pelaku, kami juga menyita barang bukti berupa sepasang sandal dan ikat pinggang,” tambahnya. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. (yad)

7 Kali Bobol Rumah Tetangga Gondol Rp 52 Juta, Pemuda asal Ujungpangkah Ditangkap Polisi Selengkapnya

Iptu Suharto, Kapolsek Gresik Kota Patroli Berkuda Warga & Jemaah Salat Jumat Senang Berswafoto 

GRESIK,1minute.id – Suasana Gresik kondusif. Aparat tetap melakukan patroli. Tapi, patroli yang dilakukan oleh aparat kepolisian sektor (Polsek) Gresik Kota berbeda.  Polisi patroli tidak mengendarai motor seperti biasanya, tapi menunggang kuda.

Patroli menunggang kuda itu dilakukan oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Gresik Kota Iptu Suharto dilakukan menjelang Salat Jumat pada 5 September 2025. Patroli itu menjadi perhatian masyarakat. Bahkan, anak-anak dan orang dewasa pun senang. Mereka pun bisa berswafoto bersama perwira dua balok di pundak yang murah senyum itu. 

Patroli dimulai dari Mapolsek Gresik Kota berada di Kawasan Bandar Grissee, Kawasan Heritage berada di Jalan Basuki Rahmat, Gresik. Kantor Polsek Gresik Kota ini menempati eks Markas Polisi Resor (Mapolres) Gresik. Suharto yang pernah bertugas di divisi profesi dan pengamanan atau Propam Polres Gresik dari Jalan Basuki Rahmat – Jalan Raden Santri – Jalan Pahlawan lalu Jalan Panglima Sudirmsn. 

Kemudian balik melewati Jalan KH Wachid Hasyim, Alun-alun Gresik. Beberapa jemaah mulai memasuki masjid Jamik untuk menunaikan Salat Jumat. Suharto yang masih duduk  di atas pelana kuda melakukan patroli di depan gedung DPRD Gresik yang pagar tertutup. Beberapa orang jemaah Salat Jumat yang melihat ada patroli berkuda itu menyempatkan untuk berswafoto dengan lelaki yang memiliki hobi memelihara kuda dan kambing itu.

“Patroli Kota. Alhamdulillah aman dan kondusif,” kata Iptu Suharto. Ia melanjutkan patroli ini rutin dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dan menciptakan suasana yang hangat dan penuh keakraban. Pada lihur Maulid Nabi Muhammad SAW, suasana lalu lintas di Kota Gresik lengang. 

Kapolsek Gresik Kota Iptu Suharto berbeda dengan lainnya. Bagi Iptu Suharto memelihara kuda bukan sekedar hobi. Sejumlah kolega Suharto menceritakan pada hari tertentu kuda piaraan itu disewakan untuk angkutan atau dokar atau andong bagi para peziarah di wisata religi Sunan Giri. Selain memelihara kuda, Suharto juga jago mengembala kambing. “Ketika Idul Adha atau Idul Kurban, pak Harto ketika libur menyempatkan jualan kambing kurban itu,” ujar seorang kolega Suharto. (yad)

Iptu Suharto, Kapolsek Gresik Kota Patroli Berkuda Warga & Jemaah Salat Jumat Senang Berswafoto  Selengkapnya

Satlantas Inisiasi Deklarasi Damai, Sekolah Gelar Doa Bersama, Gresik Kondusif 

GRESIK,1minute.id – Aparat gabungan, TNI-Polri meningkatkan patroli. Satuan Polisi Lalu (Satlantas) Polres Gresik menginisiasi kegiatan Deklarasi Damai bersama berbagai komunitas dan stakeholder. Sementara itu, lembaga pendidikan di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik menggelar doa bersama untuk Keselamatan Bangsa. Doa bersama dilakukan di halaman sekolah masing-masing. 

Ikhtiar tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Gresik tetap kondusif. Deklarasi Damai yang diinisiasi oleh Satlantas Polres Gresik dipusatkan di Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Satlantas Polres Gresik di Kompleks Perumahan Randuagung, Kecamatan Kebomas pada Senin malam, 1 September 2025.

Acara yang dihadiri Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Rizki Julianda Putera Buna, beserta jajaran KBO, Kanit Regident, Kanit Gakkum, dan Kanit Kamsel Satlantas. Hadir pula perwakilan dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari Kepala Desa Sukorejo dan perangkat desa, pengurus Korwil Gojek dan Grab Gresik, tokoh perguruan silat PSHT, Ketua Grib Gresik, tokoh agama, pengurus RT Randuagung, Banser Gresik, hingga Komunitas PMB.

Dalam sambutannya, Kasat Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda mewakili Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preemtif kepolisian untuk mencegah potensi aksi anarkis. 

“Kami mengajak seluruh komunitas yang hadir untuk bersama-sama berkontribusi menyerukan demonstrasi damai dan menolak anarkisme. Sinergi masyarakat dengan aparat sangat penting demi terciptanya Gresik yang aman dan kondusif,” tegasnya.

Sementara itu, lembaga pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik menggelar doa bersama di setiap lembaga pendidikan, mulai Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat. 

Diantaranya, UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik dan SMP Negeri 4 (Spempat) Gresik. Doa bersama untuk Keselamatan Bangsa. Di UPT SMP Negeri 4 Gresik doa bersama dilakukan di musala sekolah yang  berada di Jalan Proklamasi, Gresik. Doa dipimpin oleh guru agama di sekolah tersebut. 

Sedangkan, doa bersama di UPT SMP Negeri 2 Gresik dilakukan di halaman sekolah yang berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu di pimpin oleh Ustad Bambang dan Humaidi, Guru Pendidikan Agama Spenda Gresik.

Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, kegiatan doa bersama ini dilakukan serentak di seluruh sekolah di Gresik atas himbauan Dinas Pendidikan Gresik menjaga kondusifitas pembelajaran. Pada kesempatan itu, kata Salim, sekolah membacakan himbauan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Pendidikan Gresik, antara lain : yakni : Orang tua wajib mengawasi anaknya agar tidak berkegiatan di luar rumah yang merugikan ; tidak terprovokasi ikut ajakan negatif di medsos. 

“Saya sebagai kepala sekolah berharap para Orang Tua membantu sekolah dalam Mendukung Anak Berkegiatan Positif di rumah. Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk karakter baik,” kata Salim pada Selasa, 2 September 2025. (yad)

Satlantas Inisiasi Deklarasi Damai, Sekolah Gelar Doa Bersama, Gresik Kondusif  Selengkapnya

Kapolres Gresik Ajak Warga Jaga Kamtibmas Gresik Bersama, Optimalkan Potensi Positif Lingkungan 

GRESIK,1minute.id – Kapala Kepolisian Resor (Kapolres) Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Minimal menjadi polisi untuk diri sendiri dan keluarga.

Sebab, menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama. Dalam imbauannya, AKBP Rovan menekankan pentingnya langkah preventif guna mencegah potensi gangguan kamtibmas. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu yang beredar di media sosial tanpa kejelasan sumber.

“Mari kita bijak dalam menyikapi informasi yang beredar. Jangan mudah terprovokasi kabar yang belum tentu benar, karena bisa memicu gangguan keamanan,” tegas alumnus Akpol 2006 itu didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik, yaitu Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadli Subur Karamaha pada Senin, 1 September 2025.

Peran keluarga sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman. Ia meminta kepada orang tua lebih memperhatikan anak-anak mereka, khususnya agar tidak berkeliaran di malam hari tanpa tujuan jelas. “Kami mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai keluyuran malam hari yang justru berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Selain pengawasan keluarga, AKBP Rovan mendorong warga mengoptimalkan potensi positif di sekitar lingkungan. Masjid, menurutnya, bisa menjadi pusat kegiatan yang bermanfaat sekaligus sarana pencegahan perilaku menyimpang, terutama bagi remaja. “Kita bisa mengoptimalkan masjid untuk kegiatan positif, sekaligus mengingatkan anak-anak agar tidak keluyuran di malam hari,” tambahnya.

Kapolres optimistis bahwa dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat, Gresik akan tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan nyaman untuk ditinggali. “Mari kita jaga bersama Kabupaten Gresik yang kita cintai ini. Keamanan adalah tanggung jawab kita semua. Peran keluarga dan masyarakat sangat penting,” pungkas perwira dua melati di pundak itu. (yad)

Kapolres Gresik Ajak Warga Jaga Kamtibmas Gresik Bersama, Optimalkan Potensi Positif Lingkungan  Selengkapnya

Driver Ojol Kota Santri dan Polres Gresik Gelar Salat Ghaib dan Doa bersama untuk Affan Kurniawan 

GRESIK,1minute.id – Ratusan anggota komunitas ojek online (ojol) di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik menggelar Salat Ghaib dan doa bersama di Masjid Al Aziz Mapolres Gresik pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Salat Ghaib dan doa bersama yang juga diikuti sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan anggota Polres Gresik ini untuk mendoakan almarhum Affan Kurniawan. Driver ojol berusia 21 tahun yang meninggal dunia dalam insiden di Jakarta pada Kamis malam, 28 April 2025.

Kegiatan ini dihadiri langsung Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, Wakapolres Kompol Danu Anindhito Kuncoro, serta para Pejabat Utama (PJU) Polres Gresik. Dalam sambutannya, AKBP Rovan Richard Mahenu menyampaikan duka cita mendalam. “Kami mewakili jajaran Polres Gresik turut berbelasungkawa atas meninggalnya saudara kita, driver ojol Affan di Jakarta,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kasus ini telah menjadi perhatian serius Kapolri. Menurutnya, proses hukum tengah berjalan, termasuk tindakan tegas terhadap oknum anggota Brimob yang terlibat. “Personel yang diduga terlibat sudah diserahkan ke Divisi Propam Mabes Polri. Proses hukum akan berjalan sesuai aturan yang berlaku,” imbuhnya.

Kapolres juga menekankan bahwa kegiatan doa bersama ini bukan hanya bentuk penghormatan terakhir, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial. Ia memastikan Polres Gresik berkomitmen menjaga keamanan dan melayani masyarakat, baik dalam penyampaian aspirasi maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Sejumlah driver ojol mengapresiasi keterbukaan Polres Gresik yang telah memfasilitasi acara ini. Ia berharap sinergitas antara ojol dan kepolisian terus terjaga demi menciptakan keamanan di Gresik.

Hal senada diungkapkan Abdul Wahab, Korlap LSM Gepal Gresik. Ia menyampaikan duka cita sekaligus permohonan maaf atas aksi spontanitas yang sempat dilakukan pihaknya beberapa waktu lalu. “Kami berharap insiden seperti di Jakarta tidak terjadi di Gresik. Kami juga berharap hubungan baik dengan Polres Gresik dapat terus terjalin,” ungkapnya. Ia turut menyuarakan harapan agar rekan-rekan mahasiswa dari PMII yang kini masih ditahan di Polda Metro Jaya dapat segera dibebaskan.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, kegiatan ini menghadirkan pesan kuat: solidaritas, kepedulian, dan persaudaraan tetap menjadi pijakan utama dalam menghadapi setiap ujian. (yad)

Driver Ojol Kota Santri dan Polres Gresik Gelar Salat Ghaib dan Doa bersama untuk Affan Kurniawan  Selengkapnya

Polres Gresik Gelar Kegiatan Kontra Radikalisasi, Eks Napiter Bagikan Kisah Kelam di Irak

GRESIK,1minute.id – Polres Grssik berkolaborasi dengan Tim Sub Satuan Tugas Banops Humas Polri menggelar kegiatan kontra Radikalisasi di Ruang Rupatama SAR Sarja Arya Racana Polres Gresik pada  Kamis, 28 Agustus 2025.

Kegiatan yang mengusung tema “Terorisme Musuh Kita” ini menghadirkan Wildan, eks narapidana terorisme asal Pasuruan, Jawa Timur. Wildan, pernah terjerumus dalam lingkaran kelompok radikal hingga ke Mosul, Irak. Di sana ia menjadi sniper sekaligus perakit bom sebuah jalan yang ia sebut sebagai “jalan kematian yang di poles dengan janji surga.”

Kegiatan kontraradikal ini, dihadiri antara lain, Kabag Penum Divhumas Mabes Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago, Waka Polres Gresik Kompol Danu Anindhito Kuncoro, serta perwakilan tokoh agama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhamadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) hingga pengasuh pondok pesantren di Gresik.

Dalam sambutannya, Kompol Danu Anindhito menekankan pentingnya kewaspadaan sejak dini. “Radikalisme adalah ancaman nyata yang dapat merusak Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita harus memanfaatkan teknologi informasi untuk deteksi dini,” tegasnya. Ia pun mengajak masyarakat bijak menggunakan media sosial.

Sementara itu, Kombes Pol Erdi A. Chaniago menambahkan bahwa kaum muda merupakan sasaran empuk kelompok radikal. “Tujuan kami hadir di sini adalah untuk memberi peringatan. Aksi radikal sangat berbahaya bagi ketertiban masyarakat. Generasi muda, terutama santri, harus berhati-hati dalam menggunakan media sosial,” katanya,  sembari menekankan betapa dunia digital kini menjadi medan baru penyebaran paham teror.

Wildan. Ia membuka kembali bab kelam hidupnya. Sejak 2010, ia terjerumus dalam lingkaran kelompok radikal. Tahun 2013, perjalanannya bahkan membawanya jauh hingga ke Mosul, Irak. Di sana ia menjadi sniper sekaligus perakit bom sebuah jalan yang ia sebut sebagai “jalan kematian yang dipoles dengan janji surga.”

Namun pada 2014, ia memilih pulang. “Saya sadar, apa yang saya jalani bukanlah perjuangan, melainkan jalan yang menjerumuskan. Ekstremisme justru banyak menyasar anak muda dengan kondisi rapuh: broken home, haus pengakuan, atau salah dalam memilih pergaulan,” ungkapnya.

Wildan, tampil di sesi terakhir. Pada kesempatan itu, eks narapidana terorisme (nspiter) menceritakan perjalanan hidup hingga bergabung dengan kelompok radikal hingga menjadi barista, menulis buku, dan sering menjadi dosen tamu. Ia menceritakan tanda-tanda awal radikalisasi sering kali sederhana, antara lain, perubahan sikap, menjauh dari keluarga dan lingkungan, hingga munculnya anggapan bahwa semua orang yang berbeda adalah musuh. “Saat itu terjadi, segeralah waspada. Itu awal jebakan,” pesannya.

Kini, Wildan menjalani kehidupan berbeda. Ia bekerja sebagai barista, menulis buku, dan sering menjadi dosen tamu. Di berbagai forum, ia membagikan pengalamannya agar generasi muda tidak mengulang kesalahannya. “Data UNDP 2019 jelas menunjukkan, radikalisme banyak berakar dari keluarga bermasalah, pemahaman agama yang keliru, dan faktor sosial-ekonomi,” katanya, sembari menegaskan pentingnya peran orang tua dan lingkungan dalam mencegah radikalisasi.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan Kombespol Erdi A. Chaniago. “Hati-hati dengan akun-akun palsu. Jangan mudah percaya, apalagi menyebarkan konten tanpa tahu asal-usulnya. Bijaklah dalam bermedsos,” tegasnya di hadapan para peserta yang didominasi kaum muda.

Kegiatan kontra radikal di Polres Gresik ini meninggalkan pesan, Bahwa melawan radikalisme bukan tugas aparat semata, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Kisah Wildan menjadi bukti nyata: siapa pun bisa terjerumus, tetapi siapa pun juga bisa bangkit dan memberi peringatan bagi yang lain. “Kelompok teroris hanya menunggu waktu yang tepat untuk bangkit. Karena itu, kewaspadaan kita bersama adalah kunci,” pungkasnya. (yad)

Polres Gresik Gelar Kegiatan Kontra Radikalisasi, Eks Napiter Bagikan Kisah Kelam di Irak Selengkapnya

Satlantas Polres Gresik Jadikan Desa Sukorejo sebagai Pelopor Keselamatan Lalu Lintas di Gresik

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik menjadikan Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik menjadi desa percontohan “Kampung Tertib Lalu Lintas”.

Sosialisasi “Kampung Tertib Lalu Lintas” mulai dilakukan di gedung serbaguna di Desa yang dipimpin oleh Fatkhur Rahman pada Selasa, 26 Agustus 2025. Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna yang memimpin sosialisasi dalam rangkaian HUT ke-70 Korp Lalu Lintas atau Korlantas Polri itu. HUt Korlantas diperingati setiap 22 September. 

Dalam acara yang dihadiri oleh perwakilan dari Jasa Raharja, Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik. Puluhan warga memenuhi ruang serbaguna tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya tertib dan selamat dalam berlalu lintas.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Rizki Julianda Putera Buna, menegaskan komitmen pihaknya menjadikan Sukorejo sebagai desa percontohan. “Kami ingin menjadikan Desa Sukorejo sebagai promotor kampung tertib lalu lintas yang bisa ditiru desa lain. Ini bukti Polri hadir untuk masyarakat,” jelasnya.

Selain edukasi, kegiatan ini juga memberikan layanan langsung yang memudahkan warga, seperti perpanjangan SIM keliling dan pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). Kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan administratif pengendara.

Perwakilan Jasa Raharja Jawa Timur turut mengingatkan pentingnya peran bersama. “Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab kita semua, bukan hanya Polisi atau Jasa Raharja,” tegasnya.

Sosialisasi itu dilanjutkan dengan pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) oleh tim medis Dinas Kesehatan Gresik. Lewat simulasi itu warga dibekali keterampilan dasar menolong korban kecelakaan lalu lintas. “Kami ingin warga mampu menjadi penolong pertama sebelum bantuan medis datang,” ujar salah satu tenaga kesehatan.

Desa Sukorejo kini menyandang predikat pelopor keselamatan lalu lintas di Gresik. Program ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya tertib berlalu lintas, yang berawal dari desa hingga terciptanya jalan raya yang lebih aman bagi semua. (yad)

Satlantas Polres Gresik Jadikan Desa Sukorejo sebagai Pelopor Keselamatan Lalu Lintas di Gresik Selengkapnya

Polres Gresik Tangkap Terduga Pelaku Kekerasan Seksual pada Anak di Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik menangkap seorang lelaki berinisia AM di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Lelaki 47 tahun itu diamankan karena diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap  HS, anak dibawah umur. Korban adalah tetangga AM.

“Kami amankan tersangka satu orang berinisial AM, tersangka dengan korban ini bertetangga,” tegas Kasatreskrim Polres Gresik AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz pada Jumat, 22 Agustus 2025. Tindakan kekerasan seksual ini bermula saat korban ditarik masuk ke rumah mertua tersangka pada malam hari, awal bulan Februari 2025. Rumah tersebut dalam kondisi sepi.

Tersangka lalu memaksa korban untuk menuruti nafsunya. Korban sempat melakukan perlawanan, tapi dibungkam menggunakan tangan tersangka. Perbuatan bejat tersangka terbongkar saat korban merasakan sakit, dan dibawa periksa oleh keluarga korban, ternyata korban hamil. Kemudian keluarga korban melapor ke polisi. Usai menerima laporan, tidak butuh waktu lama bagi petugas mengamankan AM. “Pengakuan korban dan hasil pemeriksaan psikologi, korban sudah berkali-kali disetubuhi,” ujarnya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia No 17 Tahun 2016 tentang Peraturan Perundang-undangan No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 76D UURI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman penjara paling singkat lima tahun atau penjara paling lama 15 tahun.

Polres Gresik menghimbau masyarakat khususnya orang tua untuk selalu membangun komunikasi terbuka dengan anak, mengajarkan batasan tubuh, serta peka terhadap perubahan perilaku anak. Segera melaporkan kepada aparat kepolisian atau melalui hotline lapor Kapolres Gresik apabila menemukan indikasi tindak pidana kekerasan atau pelecehan terhadap anak. (yad)

Polres Gresik Tangkap Terduga Pelaku Kekerasan Seksual pada Anak di Pulau Bawean  Selengkapnya

Polres Gresik Gelar Lomba Agustusan Khusus Tahanan, Hadiahnya, Nasi Kotak dan Roti

GRESIK,1minute.id – Kebebasan mereka terbatasi, tetapi, nasionalisme  tetap membara. Menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia, puluhan penghuni rumah tahanan (Rutan) Polres Gresik merayakan lomba 17 Agustusan.

Ada dua jenis lomba yang diadakan khusus untuk para tahanan itu, yakni, lomba meletuskan balon sambil berjoget berpasangan serta lomba makan kerupuk. Dua perlombaan itu membuat mereka bahagia.

Kepala Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Kasat Tahti) Polres Gresik Iptu Tasmani, perlombaan 17 Agustusan bertujuan membangkitkan semangat nasionalisme, kebersamaan, dan kegembiraan bagi para tahanan meski ruang gerak mereka terbatas. 

“Meskipun mereka berada di dalam tahanan, jiwa juang dan nasionalisme harus tetap hidup. Kami ingin mereka juga merasakan euforia kemerdekaan,” ujar Iptu Tasmani mewakili Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu pada Jumat, 15 Agustus 2025.

Ia mengatakan ada dua jenis lomba digelar di area olahraga dan berjemur dengan pengamanan ketat, yakni lomba meletuskan balon sambil berjoget berpasangan serta lomba makan kerupuk. Sebanyak 41 tahanan ikut berpartisipasi, sementara 14 lainnya yang tengah menjalani isolasi tidak dilibatkan. Demi keamanan, seluruh peralatan lomba dipastikan bebas dari risiko.

Sebagai bentuk apresiasi, Satuan Tahti Polres Gresik memberikan hadiah berupa makanan, mulai dari nasi kotak hingga roti, kepada pemenang dan seluruh peserta. Bukan sekadar bingkisan, hadiah ini menjadi simbol kebersamaan dan semangat positif di balik tembok rutan. (yad)

Polres Gresik Gelar Lomba Agustusan Khusus Tahanan, Hadiahnya, Nasi Kotak dan Roti Selengkapnya