Forkopimda Apresiasi Masyarakat Gresik Menjaga Kerukunan antarumat Beragama


GRESIK,1minute.id – Fokus Grup Diskusi (FGD) terasa gayeng di salah satu hotel di Jalan Panglima Sudirman, Gresik, Selasa 29 Desember 2020.

Sebab, FGD bertujuan menguatkan Kebhinekaan guna menangkal Radikalisme dan Intoleransi dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara digagas Polres Gresik menghadirkan narasumber Direktur Yayasan Lingkar Perdamaian Ali Fauzi Manzi. 

Ali Fauzi yang juga mantan Kepala Instruktur Perakitan Bom Jamaah Islamiyah Jawa Timur bersama Amrozi dkk. Selain Ali Fauzi ada tiga pembicara lainnya yakni KH Ahmad Imam Mawardi, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya ; KH Chusnan Ali, Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik dan Taufiqullah Ahmadi,  Ketua PD Muhammadiyah Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dalam sambutannya mengatakan saat ini ancaman untuk merusak persatuan dan kesatuan sudah mulai muncul benih benih. 

Indikasinya, munculnya aksi terorisme, perlakuan mengarah SARA dan kegiatan intoleransi. “Kondisi ini harus kita hindari, kita bersama-sama harus menjaga agar negara Indonesia tetap utuh, NKRI harga mati. Mari kita bersama sama untuk menjaganya,”ujar AKBP Arief Fitrianto.

Saat ini, tambahnya, momen sangat baik karena Allah SWT menciptakan Negara Indonesia adalah negara yang majemuk berupa kebhinekaan, suku bangsa agama dan Ras harus kita syukuri dan jaga bersama. 

Kapolres Arief dan forkopimda mengapresiasi dan bangga kepada masyarakat Gresik telah menjaga kerukunan antar umat beragama dalam setiap kegiatan dan tidak berbau SARA.

“Termasuk kegiatan Pilbup berjalan dengan aman dan lancar menghasilkan keputusan yang bisa di hormati oleh semua pihak ini merupakan usaha kita bersama sebagai wujud persatuan dan kesatuan,”kata alumnus Akpol 2001.

Ali Fauzi ketika menjadi narasumber FGD digelar Polres Gresik, Selasa 29 Desember 2020 ( foto Polres Gresik for 1minute.id)

Sementara itu, Ali Fauzi menjlentrehkan awal dia sebagai kombatan. Dia mengaku kali pertama belajar menjadi kombatan untuk belajar merakit bom.

“Mulai 1 kilogram hingga 1 ton,”kenang Ali Fauzi yang masih bersaudara dengan Ali Ghufron, Amrozi dan Ali Imron membawakan tema Kembali Merajut Hidup dari Lingkaran Bom Menuju Lingkaran Perdamaian itu.

Dia menjelaskan radikalisme bukan sebuah produk dari keputusan yang singkat tetapi hasil dari proses panjang,  perlahan-lahan mendorong seseorang komitmen pada aksi kekerasan atas nama Tuhan. 

Dia mengibaratkan aksi radikalisme itu sebagai penyakit komplikasi.”Akar terorisme tidaklah tunggal bahkan saling berkaitan. Karena itu cara penanganannya juga tidak bisa dilakukan dengan metode tunggal,”tegasnya. 

“Penangannya harus banyak aspek, perspektif dan metedologi. Ibarat sebuah penyakit, terorisme ini termasuk penyakit yang sudah mengalami komplikasi, butuh dokter spesialis dan juga obat yang tepat,”katanya dalam diskusi yang di moderotori Muhammad Toha, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Gresik itu.  (*)

Forkopimda Apresiasi Masyarakat Gresik Menjaga Kerukunan antarumat Beragama Selengkapnya

Jaga Kamtibmas Gresik Tetap Kondusif, Polres Gelar Forum Silaturahmi Dai Kamtibmas


GRESIK,1minute.id – Suasana Kota Santri tetap kondusif. Kondisi aman, nyaman ini menjadi harapan setiap orang. Apalagi, ditengah maraknya intoleransi belakangan ini. Peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam menjaga kamtibmas tetap menjaga kamtibmas Gresik kondusif.  

Demi menjaga kamtibmas kondusif  menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru ( Nataru) itu Polres Gresik menggelar Forum Silaturahmi Kamtibmas di salah satu hotel di Kecamatan Manyar, 22 Desember 2020. 

Sejumlah tokoh agama hadir. Diantaranya, Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq ; Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik KH Khusnan Ali ; Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik Taufiqullah A.Ahmadi dan Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Gresik Abdul Muis.
Kemudian, Kepala Kantor Kemeterian Agama (Kemenag) Gresik Markus ; Kasdim 0817 Gresik Mayor Sugeng Riyadi serta Kepala Kesbangpol Gresik Darman.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dalam kesempatan itu memberikan apresiasi kepada para kiai dan ulama di Kota Santri ini telah memberikan himbauan dalam menjaga Kamtibmas di Gresik selama Pilbup Gresik. 

“Pilkada Gresik 2020 bisa berjalan aman kondusif. Kondisi itu tidak lain sebagai bentuk kedewasaan masyarakat Gresik dan dukungan para kiai dan ulama untuk senantiasa memberikan himbauan dalam menjaga Kamtibmas di Gresik,”AKBP Arief Fitrianto, Selasa 22 Desember 2020.

Alumnus Akpol 2001 ini meminta dukungan masyarakat dan doa restu kiai, ulama menyampai pesan-pesan Kamtibmas melalui jalur dakwah. Pada massa saat ini banyak terjadi intoleransi umat beragama menjelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

“Kedepan memohon kepada para kiai dan ulama untuk senantiasa menyampaikan pesan pesan positif kepada warga masyarakat diwilayahnya masing-masing,”harap perwira dua melati di pundak itu. 

Sementara itu, Ketua Dai Kamtibmas Gresik KH Khusnan Ali menambahkan, kondisi kamtibmas Gresik yang kondusif ini berkat lindungan Allah SWT. 

Keamanan, tambahnya,  adalah bentuk tanggungjawab Kepolisian. Akan tetapi,  hal ini tidak lepas dari peran para kiai dan ulama dimana dalam keimanan masyarakat yang semakin tangguh, Insya Allah hal tersebut menjadi korelasi dimana menjadikan masyarakat yang aman dan sehat khususnya dimasa pandemi covid 19.

“Kegiatan ini dapat menyambung gerakan dan aktifitas yang tujuanya menciptakan situasi Gresik yang aman, sejuk dan sejahtera dengan terbentuknya sinergitas dalam berkhidmat di masyarakat sesuai dengan peran masing-masing,”harap mantan Ketua MUI Gresik ini.  (*)

Jaga Kamtibmas Gresik Tetap Kondusif, Polres Gelar Forum Silaturahmi Dai Kamtibmas Selengkapnya