Giliran, Siswa SDN Ngagel Rejo I Mendapat Vaksin dari Puskesmas dan BIN


SURABAYA,1minute.id – Upaya untuk menciptakan kekebalan/ imunitas pribadi dan kelompok serta dorongan dari anak anak yang rindu belajar di kelas serta bermain di sekolahnya, membuat kita setuju untuk dilakukan vaksinasi, demikian dikatakan Plt Kepala SDN  Ngagel Rejo I Surabaya Gatot usai pelaksanaan vaksin pada Sabtu, 12 Februari 2022. 

“Saat masih dilakukan pembelajaran jarak jauh (daring), kadang ada beberapa siswa kami yang datang ke sekolah, kangen dengan suasana belajar didalam kelas bersama teman yang lain,”ujar Gatot. Tak jarang ditemui beberapa siswanya yang waktunya belajar daring, malah pergi bermain diluar, hal ini lantaran pengawasan orang tua yang kendor, dan juga kebosanan mendengarkan suara guru lewat HP. 

Koordinator nakes dari Puskesmas Ngagel Rejo, Surabaya Helga mengapresiasi langkah dari kepala sekolah yang berlokasi di Jl Ngagel Mulyo no 35 Surabaya untuk dilakukan vaksinsii serta keberanian siswa dalam mengikuti vaksinasi. “Kami beserta tim dan dari BIN, setelah menjelaskan kepada siswa siswi manfaat dari diadakan vaksinasi, serentak semua menyatakan ikut, dan hingga usai, tercatat ada 350 siswa- siswi yang berhasil di vaksin, “jelasnya. (yad)

Giliran, Siswa SDN Ngagel Rejo I Mendapat Vaksin dari Puskesmas dan BIN Selengkapnya

Wabup Pantau Prokes PTM, Siswa Ngaku Senang Belajar di Sekolah

GRESIK,1minute.id – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali diperpanjang hingga 20 September 2021. Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik berdasarkan asesmen Menteri Kesehatan telah masuk level 1. Zona hijau sepekan sebelumnya zona kuning atawa zona 2.

Sejumlah lembaga pendidikan swasta semakin banyak memulai pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Yakni, 50 persen dari kapasitas rombongan belajar (rombel). Sistem pembelajaran bergilir, pagi dan siang. Diantaranya dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ma’arif NU di Desa Abar-Abir, Kecamatan Bunga, Gresik.

Sekolah jumlah siswa 120 ini melakukan sistem pembelajaran bergilir. Kelas I sampai III  masuk pagi. Sedangkan, siswa kelas IV sampai VI pembelajaran dilakukan pada siang hari. Untuk memastikan proses PTM sesuai protokol kesehatan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meninjau proses pembelajaran di MI Al Ma’arif NU itu pada Selasa, 14 September 2021.

Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah melakukan dialog dengan sejumlah peserta didik untuk mendengarkan cerita dari bocah-bocah bisa kembali sekolah. “Enak mana belajar dirumah (daring) atau di sekolah,”tanya Bu Min kepada Mufarrichul Anam Al Qowi. Siswa kelas Il dengan tegas menjawab “enak sekolah tatap muka bu,”jawab Faril -sapaan- Mufarrichul Anam Al Qowi. Ia mengaku selama setahun hingga naik kelas II belum pernah bertemu dengan guru dan teman-teman. :Saya bisa bertemu k sama bu guru bu,” jawabnya polos.

Sementara itu, Kepala MI Ma’arif NU Abar Abir Sulistianah mengatakan kalau sekolahnya baru melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka seminggu terakhir. “Pembelajaran dilakukan dengan metode bergilir. Pagi dan siang,”ujar Sulistianah. (yad)

Wabup Pantau Prokes PTM, Siswa Ngaku Senang Belajar di Sekolah Selengkapnya

Kejar Herd Immunity 75 Persen, Serbuan Vaksinasi Siswa Pelajar SMP

GRESIK,1minute.id – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) jenjang PAUD hingga SMA sederajat sudah mulai digelar sejak 31 Agustus 2021. PTM dilakukan secara terbatas dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. Vaksinasi untuk pelajar semakin diintensifkan.

Hari ini, Selasa, 7 September 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menggelar serbuan vaksinasi di dua lembaga pendidikan yakni SMP Negeri 4 Gresik dan SMP Negeri 16 Gresik di Kecamatan Kedamean.
Di SMP Negeri 16 Gresik, serbuan vaksinasi dipantau langsung oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah target 2 ribu pelajar di Kecamatan Kedamean itu. Sedangkan, SMP Negeri 4 Gresik menargetkan 1.000 dosis vaksinasi. 

Menurut Aminatun Habibah, serbuan vaksinasi untuk pelajar ini merupakan suatu ikhtiar bersama untuk menghadapi pandemi Covid-19. Dengan adanya vaksinasi ini, imbuhnya, kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah berjalan ini semakin mantap dilakukan.

“Hal ini karena selain dari pihak guru yang sudah divaksin lengkap 2 dosis, dari sisi siswa juga dikejar vaksinasinya dengan kegiatan serbuan vaksinasi ini,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah didampingi Camat Kedamean Arifin dan Kepala Puskesmas Kedamean Titik Ernawati dan jajaran guru di SMPN 16 Gresik. 

VAKSINASI PELAJAR SMP: Vaksinator melakukan suntik vaksinasi pelajar SMP Negeri 4 Gresik pada Selasa, 7 September 2021 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kegiatan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Gresik sudah dimulai satu minggu yang lalu setelah hampir 17 bulan ditiadakan karena pandemi. Beberapa kali sebelumnya sudah ada wacana PTM, tetapi di lain pihak muncul kekhawatiran baik dari pemerintah maupun orang tua siswa munculnya klaster penyebaran baru. 

Dengan kegiatan vaksinasi ini seakan menjawab kekhawatiran tersebut, tentu saja tetap dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. “Vaksinasi ini merupakan usaha dari pemerintah kabupaten Gresik untuk mengejar herd immunity yaitu tingkat vaksinasi 75 persen dari populasi. Sisa 25 persen ini merupakan kelompok masyarakat yang tidak bisa divaksin seperti bayi dan anak anak yang berusia dibawah 12 tahun,”ujar Bu Min. 

Bu Min berpesan agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan. Selain itu, para guru juga diharapkan terus mengingatkan siswanya mengenai apa itu Covid-19 dan bagaimana cara mengurangi resiko terpaparnya.

Camat Kedamean Arifin mengatakan, selain di SMP Negeri 16 Gresik, serbuan vaksinasi satu dari berapa lokasi serbuan vaksinasi yang tersebar di beberapa balai desa di Kecamatan Kedamean, diantaranya di Balai Desa Kedamean, Balai Desa Banyuurip, Balai Desa Tanjung dan Balai Desa Glidih.“Dengan gencarnya kegiatan vaksinasi yang kita lakukan ini, angka vaksinasi kecamatan Kedamean sudah mencapai 60 persen,”ngkap Arifin. (yad)

Kejar Herd Immunity 75 Persen, Serbuan Vaksinasi Siswa Pelajar SMP Selengkapnya

PTM Jenjang PAUD hingga SMP Mulai Selasa Besok

GRESIK,1minute.id – Dinas Pendidikan Gresik merencanakan memulai pembelajaran tatap muka (PTM) jenjang SD hingga SMP sederajat mulai Selasa besok, 31 Agustus 2021. PTM dilakukan seiring menurunnya tren persebaran Covid-19 di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Gresik masuk zona oranye. 

Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto dikonfirmasi menyatakan pembelajaran tatap muka dilakukan merujuk pada surat keputusan bersama empat Menteri. 

Yakni, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri nomor 03/BK/2021, nomor 384 tahun 2021, nomor HK.01.08/Menkes/4242/2021, nomor 440-717 tahun 2021 tentang Panduan penyelenggaraan Pembelajaran di masa Pandemi Covid-19  serta berdasarkan instruksi Mendagri nomor 35 tahun 2021  tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat level 4, 3 dan 2 di Jawa-Bali.

“Berdasarkan keputusan itu, PTM terbatas dengan protokol kesehatan ketat di satuan pendidikan PAUD, SD, SMP dan pendidikan kesetaraan Negeri atau swasta dilaksanakan mulai Rabu besok,”kata Hariyanto pada Senin, 30 Agustus 2021. 

Seperti diberitakan, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Hariyanto menyatakan, pihaknya telah menerima masukan dari sejumlah organisasi profesi. Organisasi profesi tersebut diantaranya, Persatuan Guru Taman Kanak Kanak (PGTKI) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS/K3S). “Mereka menginginkan PTM segera dilaksanakan. Mereka sudah kagen kegiatan belajar mengajar,”kata Hariyanto dikonfirmasi melalui selulernya Kamis lalu, 26 Agustus 2021. 

Sekolah saat ini sedang melakukan polling untuk meminta persetujuan dari wali murid untuk PTM ini. Form Persiapan PTM, Pendataan kondisi medis dan lainnya itu paling lambat dikirim pada Minggu, 29 Agustus 2021.”Secara prinsip, Dispendik Gresik siap melakukan PTM,”tegas Hariyanto.

Sebelumnya, hari ini siswa jenjang SMA sederajat mulai PTM. Peserta didik yang mengikuti PTM hanya 50 persen. Satuan pendidikan menggunakan sistem absensi ganjil dan genap. Proses belajar mengajar hanya berlangsung selama 4 jam. Mulai pukul 06.45 sampai 10.45 tanpa jeda istirahat.  (yad)

PTM Jenjang PAUD hingga SMP Mulai Selasa Besok Selengkapnya

PTM Jenjang SMA Mulai Senin Besok, Jenjang SMP Kapan ? Ini Penjelasan Kadispendik Gresik

PANTAU PTM: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika memantau PTM siswa SMP N 2 Gresik pada April 2021 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Tren kasus Covid-19 menurun. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengisyaratkan segera pembelajaran tatap muka (PTM). Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik menyatakan PTM sudah siap untuk dilaksanakan. PTM direncanakan dimulai akhir Agustus 2021.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Hariyanto menyatakan, pihaknya telah menerima masukan dari sejumlah organisasi profesi. Organisasi profesi tersebut diantaranya, Persatuan Guru Taman Kanak Kanak (PGTKI) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS/K3S).

“Mereka menginginkan PTM segera dilaksanakan. Mereka sudah kagen kegiatan belajar mengajar,”kata Hariyanto dikonfirmasi melalui selulernya Kamis lalu, 26 Agustus 2021.  Sekolah saat ini sedang melakukan polling untuk meminta persetujuan dari wali murid untuk PTM ini. Form Persiapan PTM, Pendataan kondisi medis dan lainnya itu paling lambat dikirim pada Minggu, 29 Agustus 2021.

“Secara prinsip, Dispendik Gresik siap melakukan PTM,”tegas Hariyanto. Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri ( Immedagri) Nomor 35/2021 daerah yang berada dalam zona aglomerasi, yakni Surabaya Raya (Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Mojokerto) yang saat ini sudah berada di level 3 dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas bertahap.

Gubernur Jatim Khofifah mengatakan,  untuk satuan pendidikan yang berada di daerah dengan level 3 dan 2 sudah dapat melakukan PTM mulai hari Senin, 30 Agustus 2021 dengan terlebih dahulu memastikan semua checklist kesiapan sekolah sudah dipenuhi, guru dan tenaga kependidikannya sudah divaksin, unit pendidikan sudah mendapatkan izin dari Satgas Covid-19 kabupaten/kota setempat dan izin orang tua/wali siswa. (yad)

PTM Jenjang SMA Mulai Senin Besok, Jenjang SMP Kapan ? Ini Penjelasan Kadispendik Gresik Selengkapnya

Pemkab Segera Menyiapkan Perbup PTM

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, segera menerbitkan peraturan bupati (Perbup) terkait pelaksanaan pertemuan tatap muka (PTM). Persiapan PTM itu sering menurun status Kota Santri menjadi zona oranye di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

“Hari ini akan saya konsultasikan dengan Pak Bupati terkait perlunya kembali menerbitkan surat edaran PTM, mengingat turunnya status penyebaran Covid-19,”kata Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah usai membuka pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-37 PWI Gresik pada Rabu, 25 Agustus 2021. 

Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah mengatakan terbitnya perbup atau surat edaran juga akan dibarengi dengan gencarnya pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar. 
“Untuk hari ini, pelaksanaan vaksinasi pelajar digelar di tempat saya dibantu TNI juga, yakni di Pondok Pesantren Qomarudin sehingga nantinya ketika terbit aturan bupati, pelaksanaan PTM bisa segera dilakukan,” katanya. 

Ia mengatakan, penerbitan aturan baru PTM perlu dilakukan karena aturan lama yang tertuang dalam Perbup Gresik Nomor 50/2020 yang ditetapkan pada 3 Desember 2020 kurang sesuai dengan kondisi saat ini. 
Perbup itu tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di masa transisi menuju tatanan Normal Baru pada kondisi Covid-19 di Gresik.

Dalam aturan baru itu, kata Bu Min, nantinya akan tetap mengacu pada aturan yang telah ditentukan Satgas Covid-19 yakni dengan protokol kesehatan yang ketat, disertai jumlah kehadiran siswa maksimal 50 persen. 
“Pak bupati juga telah berkoordinasi dengan sejumlah kepala sekolah terkait aturan baru itu, dan diharapkan secepatnya bisa dikeluarkan aturan itu sebagai panduan PTM nantinya,” katanya. 

Sebelumnya, tren perkembangan Covid-19 di Gresik tercatat terus menurun. Data Dinkes Gresik per Senin, 23 Agustus 2021 mencatat Bed Occupancy ratio (BOR) rumah sakit sudah berada di angka 16,27 persen atau hanya 88 pasien. Dan kasus aktif menyisakan 490 orang. (yad)

Pemkab Segera Menyiapkan Perbup PTM Selengkapnya

Pantau PTM, Satgas Covid Balongpanggang Blusukan ke Sekolah

GRESIK,1minute.id – Petugas dari TNI, Polri dan Linmas blusukan ke sekolah. Satgas Covid-19 Kecamatan Balongpanggang itu mendatangi SMA Negeri 1 Balongpanggang untuk memantau protokol kesehatan Pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah itu.

Terlihat hadir diantara Camat Balongpanggang M Jusuf Ansyori, Kapolsek Balongpanggang AKP Tulus, bersama Personil dan Koramil Balongpanggang. Mereka ditemui Kepala SMAN 1 Balongpanggang dan Kepala UPT Puskesmas Dapet Kecamatan Balongpanggang dr Masrizal Khilda Taba. Puluhan siswa kelas XI yang masuk sekolah. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Balongpanggang AKP Tulus mengatakan kehadiran Satgas Covid-19 masuk sekolah itu selain memantau prokes juga memberikan sosialisasi kepada guru dan siswa untuk disiplin mematuhi prokes Covid-19.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melakukan pencegahan Covid-19 di Kecamatan Balongpanggang khususnya di lingkungan SMA Negeri Balongpanggang. Sehingga dengan pemberlakuan pembelajaran tatap muka dapat berjalan dengan aman dan lancar dimasa Pandemi Covid- 19,”kata AKP Tulus pada Jumat, 30 April 2021.

Sementara itu, update data Covid-19 per 30 April 2021 terjadi penambahan 4 kasus konfirmasi terakumulasi menjadi 5.542 kasus. Sembuh tambah dua kasus menjadi 5.137 kasus.

Meninggal dunia 353 orang. Berdasarkan data sebaran Covid-19 di Balongpanggang terakumulasi 151 kasus. Selain itu, Balongpanggang tercatat menjadi salah satu munculnya klaster di Gresik yakni  Pasar Balongpanggang. (yad)

Pantau PTM, Satgas Covid Balongpanggang Blusukan ke Sekolah Selengkapnya

Terapkan Prokes Ketat, Bupati Gresik Optimistis PTM Aman

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 80 persen peserta didik mengingingkan pembelajaran tatap muka (PTM). Antusiasme itu terlihat di PTM hari pertama pada Senin, 19 April 2021.

Seluruh lembaga pendidikan negeri dan swasta jenjang SD dan SMP melakukan PTM. Ada 112 lembaga jenjang sekolah menegah pertama (SMP) dan 452 sekolah dasar (SD) melakukan PTM. 

Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah melakukan inspeksi mendadak di SMP Negeri 2 Gresik dan SMP Negeri 4 Gresik. Di dua sekolah negeri itu, peserta didik kelas IX sedang menjalani ujian sekolah. Ini US offline kali pertama sejak pandemi Covid-19 merebak Maret tahun lalu.

Di SMP Negeri 4 Gresik ujian sekolah menggunakan komputer. Sedangkan, di SMP Negeri 2 Gresik ujian menggunakan papertest. Di SMP Negeri 2 Gresik, misalnya. 

Rombongan belajar (Rombel) kelas IX berjumlah 254 siswa. Peserta PTM sebanyak 250 siswa. Empat siswa sisanya memilih ujian sekolah dalam jaringan. Sedangkan, di SMP Negeri 4 Gresik, siswa kelas IX memilih ujian offline “hanya” 3 siswa.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, semua itu putusan demokratis wali murid, peserta didik, komite sekolah dan satgas Covid sekolah.

“Tidak memaksakan wali murid dan memberatkan sekolah. Ini bentuk musyawarah yang baik dan mengikuti PTM atau daring,”kata Fandi Akhmad Yani yang juga Komandan Satgas Covid-19 Gresik itu. Akan tetapi, untuk siswa kelas VII dan VIII, tambah Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, banyak wali murid yang menginginkan PTM.

Data dari kepala SMP Negeri 4 Gresik Arif Abd Rohman menyebutkan siswa kelas VII SMP Negeri 4 Gresik berjumlah 287 siswa memilih PTM 264 siswa. Sedangkan, siswa kelas VIII berjumlah 280 siswa meninginkan PTM 256 siswa. “Mayoritas menghendaki PTM,”ujar Gus Yani.

Putusan PTM diambil Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani setelah rapat koordinasi bersama forkopimda terkait perkembangan virus covid-19. Pagebluk mengalami tren menurun dari zona merah menjadi kuning.

Selain itu hasil polling Dispendik mayoritas atau sekitar 80 persen wali murid menginginkan PTM. Meski begitu, Gus Yani akam melakukan evaluasi PTM. Gus Yani berharap PTM tidak menimbulkan klaster baru. 

Dalam sidak di dua sekolah negeri itu, Bupati Fandi Akhmad Yani terlihat puas tindakan sekolah yang menerapkan protokol kesehatan ketat untuk siswa dan guru. Bahkan, Gus Yani yang menjadi Komandan Satgas Covid-19 Gresik tetap menjalani prokes yakni masuk bilik sanitizer, cuci tangan dan tes suhu badan. (yad)

Terapkan Prokes Ketat, Bupati Gresik Optimistis PTM Aman Selengkapnya

Hore…Pemkab Izinkan PTM Dimulai 19 April

GRESIK,1minute.id – Hore…! Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik akhirnya memberikan izin pembelajaran tatap muka (PTM) di gelar di Gresik. Izin PTM diberikan setelah melakukan pengkajian perkembangan wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19) menunjukkan tren mereda.

Status Kota Santri yang semula masuk zona merah berubah menjadi zona kuning. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, hasil rapat koordinasi dengan Satgas Covid-19, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama (Kemenag) Gresik , Komisi IV DPRD Gresik di Ruang Graita Eka Praja lantai II Kantor Bupati semua sepakat dan menyetujui PTM bisa dilakukan di Gresik.

“Alhamdulillah semua menyetujui PTM diberlakukan,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah usai rakor pada Senin, 5 April 2021.

Bu Min menambahkan, berdasarkan hasil rapat, PTM disetujui digelar pada Senin, 19 April 2021 mendatang. “Secara prinsip, 98 sekolah di Gresik sudah siap,”kata Wabup perempuan pertama di Gresik itu.

Meski demikian, Bu Min mengingatkan PTM nanti lembaga pendidikan harus memenuhi syarat dan ketentuan sesuai Perbup 50/2020.
“Secara teknis, Dispendik dan Kemenag serta Satgas Covid-19 kecamatan yang mempersiapkan semuanya,”katanya.

“Terutama berapa sekolah yang siap melaksanakan PTM di masing-masing kecamatan,”sambungnya. Demi kelancaran PTM, kata Bu Min, nantinya akan melibatkan Dinas Kesehatan dan Polres Gresik untuk mengawasi protokol kesehatan (prokes). “Supaya PTM berjalan sesuai yang diharapkan,”pungkas Wabup perempuan pertama di Gresik tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dispendik Gresik Nur Maslichah mengatakan, sinyal lampu hijau tentu menggembirakan. “PTM akan dimulai 19 April 2021. Untuk detailnya kami masih harus berkoordinasi dengan sekolah,”ujarnya. (yad)

Hore…Pemkab Izinkan PTM Dimulai 19 April Selengkapnya

Pemkab Gresik Serius Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka

GRESIK,1minute.id – Rencana Pembelajaran tatap muka terus dimatangkan. Rencananya, Wakil Bupati Gresik Aminatun akan bertemu dengan semua stakeholder untuk membahas rencana pembelajaran tatap muka (PTM) pada Senin nanti, 5 April 2021.

Pembelajaran tatap muka mulai serius dibahas, seiring perkembangan coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik menunjukkan tren berkurang. Gresik yang semula zona merah kini masuk zona kuning. 

Selain itu, sudah ada Keputusan Bersama tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19. Dalam panduan PTM antara lain, jarak antarsiswa dalam kelas 1,5 meter, maksimal 18 siswa dalam kelas atau 50 persen dari kapasitas kelas.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Anwar Makarim membebas sekolah untuk memecahan rombel di kelas. Bisa dua kali atau tiga rombel.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemkab terus mematangkan rencana PTM. “Senin depan , Bu Min akan melakukan pertemuan membahas PTM,”kata Gus Yani dan dibenarkan Aminatun Habibah pada Kamis, 1 April 2021. “Kita akan fokus pendidikan dulu,”kata Gus Yani. (yad)

Pemkab Gresik Serius Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka Selengkapnya