Kapolda Jatim Letakkan Batu Pertama Pembangunan Mapolsek Tambak, Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Pembangunan Markas Polisi Sektor atau Mapolsek Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik dimulai pada Rabu, 23 April 2025. Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto yang memimpin peletakan batu pertama pembangunan mapolsek di pulau terluar Kabupaten Gresik itu. 

Kapolda Jatim Irjen Pol  Nanang Avianto,  menekankan pentingnya kualitas dalam pembangunan serta peran kepolisian sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Bawean. “Peletakan batu pertama ini adalah bentuk apresiasi luar biasa untuk institusi kami. Kita pastikan proses pembangunan berjalan baik, kokoh, dan berkualitas. Polri harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjaga, mengayomi, dan terus bersinergi dengan semua pihak – dari Polres, Pemda, hingga kecamatan. Polri adalah bagian dari keluarga masyarakat Bawean,” tegasnya.

Peletakan batu pertama Mapolsek Tambak ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, Wakil Ketua DPRD Gresik Lutfi Dhawam serta pejabat utama Polda Jatim. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada Polres Gresik dan Polda Jawa Timur atas dukungan penuh terhadap pembangunan Polsek Tambak.

“Kami merasa bangga dan mengucapkan terima kasih kepada Polda Jatim dan Polres Gresik atas pembangunan gedung Polsek Tambak Bawean Gresik. Ini merupakan wujud dari cita-cita kami bersama untuk memiliki fasilitas kepolisian yang representatif di Pulau Bawean. Dengan potensi alam, pariwisata, dan sumber daya manusia yang dimiliki, pembangunan ini diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat agar tertib, aman, dan kondusif,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif.

Mapolsek Tambak berdiri diatas lahan seluas 4000 meter persegi atau m². Total luas bangunan mencapai 788,9 m² dan ruang terbuka hijau seluas 745 m². Pembangunan Mapolsek Tambak ini. mencakup berbagai fasilitas lainnya. Antara lain, gedung utama Polsek dengan luas 410 m², masjid dan tempat wudu, paving pedestrian, menara tandon dan sumur bor, pagar keliling serta papan nama, bozem penampungan air, dan lapangan upacara. 

Pembangunan Polsek Tambak diharapkan menjadi tonggak penting dalam penguatan pelayanan publik di sektor keamanan, sekaligus mendukung kemajuan Pulau Bawean sebagai kawasan yang tertib, sejahtera, dan berdaya saing. (yad)

Kapolda Jatim Letakkan Batu Pertama Pembangunan Mapolsek Tambak, Pulau Bawean Selengkapnya

Wabup Gresik Asluchul Alif Serahkan Kunci Rumah Tahan Gempa di Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, secara simbolis menyerahkan kunci rumah tahan gempa kepada warga terdampak gempa bumi di Pulau Bawean. Penyerahan ini merupakan bagian dari program bantuan stimulan perbaikan dan pembangunan kembali rumah yang rusak akibat gempa bumi. 

Sebanyak 109 unit rumah dibangun dengan konstruksi tahan gempa menggunakan material bata ringan. Rumah-rumah ini didesain sesuai kebutuhan dan harapan warga, serta telah melalui uji ketahanan terhadap gempa dengan magnitudo hingga 8 skala richter. Targetnya, seluruh rumah rampung pada akhir April 2025.

“Alhamdulillah hari ini kami serahkan kunci rumah yang telah selesai dibangun. Ini adalah hasil gotong royong dan kolaborasi antara BPBD dan Dinas CKPKP. Rumah ini tidak hanya layak huni, tapi juga tahan gempa. Semoga bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga,” ujar dr. Asluchul Alif dalam sambutannya pada Selasa, 22 April 2025.

Program ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Gresik dalam pemulihan pasca-bencana dan membangun kembali kehidupan warga dengan hunian yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana.

Untuk kategori rumah rusak ringan, proses perbaikan masih terus berjalan dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Rumadi, salah satu penerima bantuan, menyampaikan rasa syukurnya. 

“Setelah diperbaiki saya senang sekali, sangat bersyukur. Kalau bukan karena bantuan dari pemerintah, tidak mungkin rumah saya bisa dibangun lagi. Selama ini saya tinggal di rumah paman saya. InsyaAllah nanti akan saya tempati bersama istri dan anak saya. Semoga tidak ada gempa lagi,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, Pulau Bawean diguncang gempa bumi berkekuatan magnitodo 6,5 pada Jumat, 22 Maret 2024. Gempa itu mengakibatkan ratusan rumah rusak. Sejak gempa pertama, gempa susulan mencapai ratusan kali hingga akhir April 2024. (yad)

Wabup Gresik Asluchul Alif Serahkan Kunci Rumah Tahan Gempa di Pulau Bawean Selengkapnya

Ops Ketupat Semeru 2025, Bantu Evakuasi Pemudik Pulau Bawean sedang Sakit Berlayar 

GRESIK,1minute.id – Arus balik penumpang lebaran dengan moda transportasi laut tujuan Pelabuhan Gresik mulai meningkat. Sebanyak 659 penumpang arus balik dari Pelabuhan Sangkapura, Pulau Bawean tiba di Pelabuhan Gresik pada Sabtu, 5 April 2025.

Ratusan penumpang ini, naik dua kapal cepat, yakni KM Express Bahari 6F sebanyak 254 penumpang dan KM Express Bahari 3F mengangkut 405 penumpang. Seluruh proses keberangkatan berlangsung lancar, tertib, dan aman. 

Proses keberangkatan penumpang tujuan Pelabuhan Gresik mendapatkan pengamanan dari aparat gabungan yakni,  Bhabinkamtibmas Polsek Sangkapura, Satpolairud, TNI AL, Koramil Sangkapura, petugas KSOP/KPLP, anggota Saka Bahari, tenaga medis RSUD Umar Mas’ud Sangkapura, dan Dinas Perhubungan.

Pengamanan dipimpin oleh Padal PAM AKP Anas Tohari  yang juga Kapolsek Sangkapura. Salah satu bentuk kepedulian nyata dari petugas Pos Terpadu adalah membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan untuk dirujuk ke rumah sakit di Gresik, sehingga mendapatkan penanganan medis lebih lanjut secara cepat dan tepat.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kasatpolairud Gresik Iptu Arifin, menyampaikan bahwa kehadiran personel Polres Gresik di Pelabuhan Sangkapura merupakan wujud nyata pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga kepulauan yang hendak merayakan Lebaran bersama keluarga di daratan.

“Pelayanan ini menjadi bagian dari tanggung jawab kami dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat, terutama saat momentum penting seperti Lebaran,” ungkap Iptu Arifin.

Dengan semangat kolaborasi dan sinergi antarinstansi, pengamanan dan pelayanan di Pelabuhan Sangkapura diharapkan terus berlangsung optimal hingga seluruh rangkaian arus mudik dan balik Lebaran 2025 selesai. Polres Gresik berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjaga keamanan serta memberikan pelayanan terbaik demi terciptanya mudik yang aman dan nyaman. (yad)

Ops Ketupat Semeru 2025, Bantu Evakuasi Pemudik Pulau Bawean sedang Sakit Berlayar  Selengkapnya

Arus Balik Lebaran dari Pulau Bawean Diprediksi mulai Minggu, Direktur Kenavigasian Apresiasi KSOP Gresik

GRESIK,1minute.id – Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan atau KSOP Kelas II Gresik memprediksi arus balik penumpang lebaran melalui moda transportasi laut akan terjadi pada Minggu dan Senin, 6-7 April 2025.

Kepala KSOP Kelas II Gresik Hotman Siagian menurunkan 2 armada Kapal Patroli yakni KN.P 365, KN.P 50015 milik KSOP Kelas II Gresik serta 1 Unit Kapal Patroli, KN.P 371 milik Pangkalan PLP Tanjung Perak untuk mengawasi dan mendukung kelancaran arus mudik di wilayah perairan Gresik. 

Berdasarkan data yang dihimpun 1minute.id dari Posko Angkutan Lebaran atau Angleb 2025 Pelabuhan Gresik, mulai H-10 hingga H+3 Lebaran 2025 ini, terjadi kenaikkan sebesar 9, 44 persen penumpang dari Pelabuhan Gresik tujuan Pulau Bawean dibandingkan tahun 2024. Sebaliknya, kedatangan penumpang dari Pulau Bawean ke Pelabuhan Gresik mengalami penurunan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. 

Pelaksanaan Angleb 2025 di Pelabuhan Gresik menjadi perhatian dari Kementerian Perhubungan Laut. Pada Jumat, 4 April 2025, Direktur Kenavigasian pada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Capt.Budimantoro melakukan monitoring penyelenggaraan angkutan laut lebaran Tahun 2025 di Posko Pelabuhan Gresik. 

Dalam Kegiatan tersebut diterima langsung oleh Kepala Kantor KSOP Kelas II Gresik Hotman Siagian, Kapolsek KPPP Kab Gresik AKP Godid, Dinas Perhubungan Gresik, Kasie KBPP Capt Moch Firmawan, Pangkalan PLP Tanjung Perak, Perwira Jaga Hartono) dan Petugas Posko Angleb  2025.

Pada kesempatan tersebut, Hotman menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan angkutan lebaran Tahun 2025 di Pelabuhan Gresik dengan kondisi terlayani dengan baik, aman dan terkendali atas sinergitas dan kolaborasi, pelayanan prima oleh para petugas posko dari instansi terkait di Posko Angkutan Laut Lebaran Tahun 2025 di Pelabuhan Gresik.

Ia juga melaporkan bahwa KSOP Kelas II Gresik menurunkan 2 armada Kapal Patroli (KN.P 365, KN.P 50015) milik KSOP Kelas II Gresik serta 1 Unit Kapal Patroli ( KN.P 371) milik Pangkalan PLP Tanjung Perak untuk mengawasi dan mendukung kelancaran arus mudik di wilayah perairan Gresik. 

“Selama pelaksanaan Posko Angkutan Laut Lebaran 2025, kami terus berkoordinasi mengenai prakiraan cuaca dengan BMKG serta instansi terkait lainnya, guna mensukseskan pelaksanaan Posko Angleb Lebaran Tahun 2025,” kata Hotman pada Jumat, 4 April 2025.

Kegiatan angkutan lebaran mulai H-10 hingga H+3 lebaran pada hari ini, Jumat adalah sebagai berikut:

Tahun 2025  : 7.380 orang, rinciannya, kedatangan 1.597 orang, keberangkatan: 5.783 orang.

Tahun 2024: 6.683 orang, terdiri dari kedatangan 1.959, keberangkatan 4.724 orang. 

Kenaikan: 697 orang (9,44 %)

Sementara itu, Kedatangan dan Keberangkatan Kapal H-10 s.d H+3, yaitu ; 

-Tahun 2025: 34 kapal terdiri dari kedatangan: 16 kapal, keberangkatan 18 kapal 

– Tahun 2024: 29 kapal (kedatangan 14, keberangkatan: 15

– Kenaikan: 5 kapal (14,70%)

“Dari data tersebut, dapat dilihat bahwa terjadi penurunan penumpang pada kedatangan dan kenaikan penumpang pada keberangkatan serta kenaikan kunjungan kapal pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024,” terang Hotman. 

Sementara itu, Capt. Budimantoro menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Gresik Hotman Siagian beserta jajaran dan stakeholder terkait atas kinerja, loyalitas dan sinergitas dalam mensukseskan kegiatan Angkutan Laut Lebaran 2025/ 1446 H di Pelabuhan Gresik.  “Sehingga kegiatan Posko Angleb 2025 hingga saat ini dapat berjalan dengan baik, aman, terkendali serta semua penumpang dapat terlayani dengan optimal,” kata Capt.Budimantoro.

Ketua Posko Harian Angleb 2025 Pelabuhan Gresik Capt. Moch. Firmawan juga menyampaikan bahwa selama penyelenggaraan posko Angleb 2025, pihak terus berkolaborasi dengan semua petugas dari instansi terkait, menghadiri zoom dengan Posko Pusat dan Korwil Jatim, melaporkan kegiatan setiap 4 jam ke Posko Pusat melalui Korwil Jatim dan ikut serta bersama Kepala KSOP Kelas II Gresik untuk memberikan pelayanan prima serta mengawasi langsung kegiatan operasional di lapangan. (yad)

Arus Balik Lebaran dari Pulau Bawean Diprediksi mulai Minggu, Direktur Kenavigasian Apresiasi KSOP Gresik Selengkapnya

Kepala Pusat Pengembangan SDM Kemenhubla Apresiasi Posko Angkutan Laut Lebaran Terpadu di Pelabuhan Gresik

GRESIK,1minute.id – Arus mudik lebaran melalui moda transportasi laut tujuan Pulau Bawean, Kabupaten Gresik mulai meningkat. Data di Posko Angkutan Lebaran di Pelabuhan Gresik pada H-5 Lebaran mulai terjadi lonjakan penumpang yang signifikan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. 

Pada H-5 Lebaran 2025 sebanyak 2.533 orang terdiri, kedatangan 377 orang dan keberangkatan 2.156 orang. Pada H-5 Lebaran 2024 sebanyak 2.411 orang terdiri kedatangan 590 orang dan keberangkatan 1.821 orang. 

Sedangkan, kedatangan dan keberangkatan kapal pada 2025 juga mengalami kenaikan dengan jumlah 11 kapal terdiri 5 kapal kedatangan dan 6 keberangkatan. Sedangkan, 2024 periode sama “hanya” 10 kapal, terdiri dari 5 kedatangan dan 5 keberangkatan. 

Moda transportasi laut mudik lebaran tujuan Pulau Bawean yang berjarak 180 mil laut dari pusat Kota Gresik itu, menjadi perhatian oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut Dr. Ahmad. Ahmad melakukan monitoring penyelenggaraan angkutan laut lebaran Tahun 2025 di Pelabuhan Gresik pada Rabu, 26 Maret 2025.

Ahmad disambut langsung oleh Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan atau KSOP Kelas II B Gresik Hotman Siagian. 

Hotman menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan angkutan lebaran di Pelabuhan Gresik dengan kondisi terlayani dengan baik, aman dan terkendali atas koordinasi dan kolaborasi kinerja dan pelayanan petugas posko dari antar instasi terkait melalui Posko Angkutan Laut Lebaran Terpadu di Pelabuhan Gresik. 

“Dari data tersebut, dapat dilihat bahwa terjadi kenaikan penumpang sebesar 5,06 persen dibanding tahun 2024,” terang Hotman. 

Sementara itu. Dr Ahmad menyampaikan agar terus mempertahankan kolaborasi yang telah dilaksanakan dengan semua pihak dan instansi terkait untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

Sedsngkan, Ketua Posko Angleb 2025 Devry Andrey menyampaikan bahwa selama pelaksanaan posko Angleb 2025, kami terus berkolaborasi dengan semua instansi, menghadiri Zoom dengan Posko Pusat dan Korwil Jatim. “Kami melaporkan kegiatan setiap 4 jam ke Posko Pusat melalui Korwil, mengawasi langsung kegiatan di lapangan,” kata Devry Andrey. (yad)

Kepala Pusat Pengembangan SDM Kemenhubla Apresiasi Posko Angkutan Laut Lebaran Terpadu di Pelabuhan Gresik Selengkapnya

Siswa SDN 385 Gresik Ikuti Ngaji Konservasi Penyu yang Terancam Punah di Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 60 siswa UPT SDN 385 Gresik di Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur mengikuti “Ngaji Konservasi Penyu” pada Kamis, 13 Maret 2025. 

Acara yang diinisiasi oleh Perkumpulan Konservasi Bawean, Masyarakat Adat Bawean atau MAB ini juga dihadiri perwakilan Koperasi Raksa Bhumi, tokoh masyarakat atau Tomas serta para guru di desa setempat. Desa Tanjungori jadi pusat kegiatan karena sekolah tersebut jaraknya dekat dengan habitat penyu yang terancam punah itu.

Dalam sosialisasi itu, para siswa sekolah dasar itu diajak ikut menjaga atau melestarikabln habitat penyu yang ada di pesisir pantai di Pulau Bawean itu. “Ayo Selamatkan Penyu”, begitu bunyi poster yang dibentangkan bocah-bocah belasan tahun yang memakai sarung, baju muslim dan kopyah di depan halaman UPT SDN 385 Gresik itu.

Bagaimana cara menyelamatkan penyu? Antara lain, elarang ejhual belikan (dilarang menjualbekikan) telur penyu.

Apa sanksinya? Pelaku perdagangan penyu, baik penjual maupun pembeli dapat dikenakan hukuman penjara selama 5 tahun dan denda Rp 100 juta. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat, khususnya anak-anak, tentang pentingnya pelestarian penyu, salah satu hewan laut yang terancam punah.

Kepala UPT SDN 385 Gresik Ana Setiawati mengatakan, bahwa dengan adanya sosialisasi dan edukasi sejak dini terkait penyu dapat membawa dampak positif terhadap masyarakat yang belum tahu, dan menjadikan perkembangan penyu yang ada di Bawean lebih baik.

“Alhamdulillah anak-anak yang mengikuti sosialisasi tersebut sangat antusias dan mengerti bahwa hewan penyu merupakan hewan yang dilindungi dan siapa yang akan mengambilnya akan kena sanksi berupa penjara 5 tahun,” ujar Ana Setiawati.

TELUR & ANAK PENYU : Penyu, hewan laut yang dilindungi yqng nyaris punah di perairan Pulau Bawean ( foto : istimewa)

“Kegiatan ini sekaligus membangun karakter anak-anak sejak dini terhadap kepedulian terhadap keanekaragaman hayati,”ujar Hidayatun Rosita, guru kelas V UPT SDN 385 Gresik.

Sementara itu, Kabid Penelitian, Pendidikan, Pelatihan , Pengembangan SDM dan Inovasi Perkumpulan Konservasi Bawean, Yusra mengatakan, edukasi sejak dini sangat penting untuk menanamkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Dan menjadikan bekal karakter terhadap anak-anak kedepannya dalam menjaga lingkungan dan ekosistem laut.

“Penyu merupakan salah satu hewan yang dilindungi oleh undang-undang. Namun, populasinya terus menurun akibat berbagai faktor, seperti perburuan telur, perdagangan ilegal, dan pencemaran habitat penyu dan lingkungan,” ujar Yusra.

Sedangkan, Ahen, tokoh Masyarakat Adat Bawean (MAB), mengatakan tujuannya adalah agar sejak dini anak-anak sudah mengerti apa itu Konservasi, terutama tentang keberadaan penyu yang kini terancam punah. “Ramadan momentum ngaji Konservasi terutama habitat penyu bertelur dan bulan penuh berkah bagi manusia dan alam,” ujar Ahen. (yad)

Siswa SDN 385 Gresik Ikuti Ngaji Konservasi Penyu yang Terancam Punah di Pulau Bawean Selengkapnya

Pertama, Layanan SIM Keliling Satlantas Polres Gresik Layani Perpanjangan SIM di Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Antusiasme warga Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur untuk memiliki legalitas administrasi surat izin mengemudi patut mendapatkan apresiasi. Buktinya, puluhan warga menyerbu bus layanan perpanjangan SIM Keliling atau SIMLing yang ada halaman pendapa Alun-alun Kecamatan Sangkapura. 

Untuk kali pertama, warga berada di jarak 180 mil laut atau 3 jam perjalanan menggunakan kapal cepat dan 9 jam KMP Gili Iyang dari pusat pemerintahan Gresik bisa menikmati pelayanan perpanjangan surat izin mengemudi atau SIM tanpa harus ke kantor Satlantas Polres Gresik.

Warga di pulau putri-sebutan lain-Pulau Bawean cukup datang Pendapa Kecamatan Sangkapura. Pelayanan prima alias jemput bola kali pertama di era kepemimpinan AKBP Rovan Richard Mahenu, Kapolres Gresik. Untuk pelayanan ini, Satlantas Polres Gresik memboyong bus layanan SIM keliling alias SIMling.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menyampaikan bahwa layanan ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat Bawean dalam mengurus perpanjangan SIM tanpa harus menyeberang ke daratan Gresik, yang tentunya memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

“Kami hadir di sini untuk memberikan kemudahan bagi mereka,” ujar alumnus Akpol 2006 ini. Layanan SIMling dilaksanakan selama dua hari, Kamis dan Jumat, 30-31 Januari 2025. Kurun waktu itu, produksi SIM Keliling mencapai 55 SIM, dengan rincian SIM A sebanyak 22 lembar dan SIM C sebanyak 33 lembar. Sementara itu, penerbitan SIM baru tetap dilakukan di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM atau Satpas Satlantas Polres Gresik.

Dalam pelaksanaan layanan ini, Polres Gresik mengirimkan tim yang terdiri dari personel Regident SIM, petugas psikologi, serta petugas dari Dokes Polri. Selain melayani perpanjangan SIM, tim juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai tata cara perpanjangan SIM melalui layanan SIMling  dan aplikasi digital Korlantas, SINAR. Selain itu, warga juga diberikan pemahaman mengenai mekanisme dan alur penerbitan SIM baru.

Mantan Kasubdit 4/Jatanras Polda Metro Jaya ini juga mengajak masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas serta memiliki SIM sebagai bentuk legalitas dan bukti kompetensi dalam berkendara di jalan raya. Langkah inovatif ini mendapat apresiasi dari masyarakat Bawean, yang merasa terbantu dengan kemudahan layanan perpanjangan SIM tanpa harus melakukan perjalanan jauh ke Gresik.

Kasatlantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna menambahkan, langkah ini merupakan jemput bola lebih dekat membantu masyarakat. “Langkah Bus SIM keliling di Pulau Bawean untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di Pulau Bawean, memberikan kemudahan dalam pengurusan SIM,” kata Rizki. (yad)

Pertama, Layanan SIM Keliling Satlantas Polres Gresik Layani Perpanjangan SIM di Pulau Bawean Selengkapnya

LSD di Kota Industri Gresik Bertambah 4 Ribu Hektar. Kok Bisa?

GRESIK,1minute.id – Lahan Sawah yang Dilindungi atau LSD di Kabupaten Gresik, Jawa Timur bertambah 4 ribu hektar menjadi 39 ribu hektar. Kok bisa? Di kabupaten/kota lainnya, LSD terus berkurang karena alih fungsi untuk permukiman atau industri.

Kabupaten Gresik yang mendapat julukan Kota Industri dan memiliki Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK ini berbeda dengan kabupaten/kota lainnya karena lahan pertanian bisa bertambah ribuan hektar.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, penambahan LSD seluas 4 ribu hektar terjadi di Pulau Bawean. Di pulau terluar yang jaraknya 180 mil laut dari pusat pemerintahan Kabupaten Gresik terdapat dua kecamatan yakni Kecamatan Sangkapura dan Tambak. 

“Tambahan LSD 4 ribu hektar di dua kecamatan di Pulau Bawean itu berkat program pipanasasi pengairan yang dilakukan TNI Angkatan Darat,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Fandi-Akhmad Yani dalam sambutan kegiatan Jaksa Sahabat Petani di Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik pada Rabu, 8 Januari 2025.

Kegiatan menanam padi bertajuk Jaksa Sahabat Tani mendukung program Asta Cita Presiden ke-8 Indonesia Prabowo Subianto ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi atau Kajati Jawa Timur Mia Amiati bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini diikuti seluruh Kepala Kejaksaan Negeri atau Kajari se-Jatim, srrta puluhan petani di desa setempat. Program nandur padi bareng ini berkolaborasi dengan  Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agro Industri anggota Holding Pupuk Indonesia.

Gus Yani melanjutkan, program pipanisasi air untuk sawah itu diresmikan oleh Kepala Kesatuan Angkatan Darat atau KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak akhir tahun lalu. “Pak KSAD (Jenderal Maruli Simanjuntak,Red) terbang ke Pulau Bawean,” imbuh orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Program pengairan pertanian itu, lanjut Gus Yani, bisa mengubah sawah tadah hujan menjadi sawah produktif. Bila sebelum petani di Pulau Bawean hanya panen sekali setahun. Program pipanisasi yang airnya diambilkan dari bukit yang di Pulau Bawean kemudian dialirkan ke lahan persawahan. 

Mudahan nanti di tahun 2025 ketika masuk Paskahmusim penghujan atau musim kemarau tiba yang diprediksi cukup  panjang karena ada perubahan iklim intervensi yang dilakukan TNI AD ini bisa menghasilkan sawah yang tidak produktif ini bisa tanam sepanjang tahun jadwal sampai 3 kali tanam.

“Program pipanisasi ini diharapkan petani bisa panen dua sampai tiga kali setahun,” ucap Gus Yani. Pada kesempatan itu, Gus Yani juga mengharapkan kepada Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agro Industri untuk bisa menyediakan pupuk bersubidi untuk pertanian di Pulau Bawean itu. 

“Pak Dirut (Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo,Red) titip pupuknya bisa ditambah alokasi pupuk bersubsidi yang Insya Allah kita akan koordinasi dengan pemerintah provinsi Jawa Timur,” ujar Gus Yani. (yad)

LSD di Kota Industri Gresik Bertambah 4 Ribu Hektar. Kok Bisa? Selengkapnya

Pol PP Gresik dan Bea Cukai Razia Peredaran Miras di Pulau Putri. Ini Hasilnya

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Pamong Praja atau Sat Pol PP Gresik kembali melakukan razia peredaran minuman keras pada Jumat malam, 6 Desember 2024. Kembali menemukan warung kopi atau kafe yang menyediakan minuman yang dilarang beredar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Razia peredaran miras atau minuman beralkohol ini sudah berulangkali. Seperti, jamur di musim hujan. Satu terkena razia, puluhan lainnya menyediakan miras. Seakan tidak ada unsur jera. 
Razia peredaran miras kali ini dilakukan di Pulau Bawean, tepatnya di Desa Teluk Sungai, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Razia dilakukan oleh Sat Pol PP Gresik bersama Bea Cukai Gresik dimulai pukul 21.30 WIB.

Ada tiga warung atau kafe yang menjadi sasaran razia penegakan Peraturan Daerah atau Perda Gresik nomor 15/2002 yang telah diubah dengan Perda Gresik nomor 19/2004 tentang Pelarangan Peredaran Miras.

Menurut Kepala Sat Pol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga, razia dilakukan berawal dari pengaduan masyarakat adanya warung/cafe yg menyediakan miras.  Selain itu,  permintaan para tokoh masyarakat ttg maraknya warkop/cafe & miras di Bawean.

Berdasarkan pengaduan tersebut, sejumlah personil Pol PP Gresik diterjunkan untuk melakukan penyelisikan warung dan kafe yang menyediakan miras di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean. Hasil penyelidikan ada tiga warung dan kafe yang terindikasi menyediakan miras.”Akan tetapi, setelah kami lakukan penertiban hanya satu kafe yang ditemukan menyediakan miras,” kata Sinaga pada Sabtu, 7 Desember 2024. 

Di kafe & resto itu, terangnya, ditemukan barang bukti 5 botol miras jenis Anggur Merah, 1 botol miras Anggur Biru, 4 botol miras Anggur Merah sudah kosong dan 2 teko  campuran miras. “Barang Bukti telah kita sita dan pelayan kafe serta pemilik cafe kita bawa ke Kantor Kecamatan Sangkapura untuk permintaan BAP dan pembinaan,” tegasnya. (yad)

Pol PP Gresik dan Bea Cukai Razia Peredaran Miras di Pulau Putri. Ini Hasilnya Selengkapnya

Pol PP Gresik Gagalkan Peredaran Miras dari Bali ke Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Pamong Praja atau Pol PP Gresik memggaagalkan pengiriman minuman keras atau miras ke Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Puluhan botol miras yang dikemas dalam 7 dus itu berasal dari Bali.

Rinciannya, 5 dus miras dikirim melalui jasa pengiriman JNT dan 2 dus dibawa seorang kurir berinisial M dengan diangkut sepeda motor. Kini, barang bukti barang haram itu diamankan oleh trantib Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean.

“Kurir dan penerima barang akan kami mintai keterangan. Bila terbukti meraka akan kami jerat Perda larangan peredaran miniman keras di Kabupaten Gresik,” ujar Kasat Pol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga pada Minggu, 17 November 2024.

Ia menceritakan pada Rabu, 13 November 2024 mendapat kabar ada pengiriman miras 5 dus dari Bali tujuan Pulau Bawean. Miras itu dikirim melalui jasa pengiriman tiba di Pulau Bawean pada Kamis, 14 November 2024. 

Trantib Kecamatan Sangkapura kemudian berkoordinasi dengan jasa pengiriman barang untuk melakukan penyitaan miras itu. Sebab, di kabupaten Gresik ada Peraturan Daerah atau Perda nomor 19/2004 tentang larangan peredaran minuman keras.

Sinaga menghimbau kepada semua elemen masyarakat di kepulauan terluar Kabupaten Gresik bersama-sama memerangi peredaran miras dan prostitusi untuk menjaga marwah Kabupaten Gresik yang terkenal dengan semboyan “Berhias Iman” Bersih dari Peredaran miras dan segala bentuk kegiatan prostitusi.

Sementara itu, pengurus Majelis Wilayah Cabang Nahdlatul Ulama Sangkapura memberikan apresiasi kesigapan Pol PP sehingga bisa menggagalkan peredaran miras di pulau berjarak 180 mil laut dari Pemkab Gresik itu. 

“Kami nenyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada APH dan Pol PP. Semoga ini semua tidak hanya dilakukan saat ini saja. Tapi,

akan terus dilakukan oleh APH. Karena diakui atau tidak miras adalah bagian dari salah satu alkohol yang mampu membuat seseorang lupa diri, lupa segala-galanya,” kata Rais Syuriah MWC NU Sangkapura Mashudi didampingi Ketua Tanfidziyah Abdurrahman. (yad)

Pol PP Gresik Gagalkan Peredaran Miras dari Bali ke Pulau Bawean Selengkapnya