Komisi II DPRD Gresik Keluarkan Rekomendasi, Pendirian Tambak Udang di Pulau Bawen Wajib Ngurus Izin 

GRESIK,1minute.id – Komisi II DPRD Gresik menggelar rapat dengar pendapat alias RDP pada Senin, 11 November 2024. Hearing yang dilakukan oleh komisi bidang Perekonomian dan Keuangan bersama

Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau PMPTSP ; Dinas Lingkungan Hidup atau DLH ; Satuan Polisi Pamong Praja atau Sat Pol PP. Serta, Kades Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura ;  Kades Kepuhlegundi Kecamatan Tambak hingga perwakilan pemilik tambak. Hearing dilakukan untuk menyikapi aksi penolakan nelayan dan mahasiswa terkait pendirian tambak udang di pesisir pantai di Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik.

Dalam hearing yang pimpin langsung Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrur Munir dan Ketua Komisi II DPRD Gresik Wongso Negoro itu terungkap pendirian tambak udang yang dikhawatirkan nelayan dan mahasiswa di pulau berjarak 80 mil laut dari Kabupaten Gresik itu belum mengantongi izin. 

Ketua Komisi II DPRD Gresik Wongso Negoro mengatakan 8 rekomendasi tersebut, antara lain, meminta pemilik untuk melengkapi perizinan. “Kami juga meminta dinas terkait untuk memfasilitasi pemilik untuk mengurus perizinannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terkait perizinan ini wajib dipenuhi dan ditaati oleh pemilik tambak. “Jika perizinannya belum selesai, maka tambak udang wajib dihentikan aktivitasnya,” tegas legislator asal Fraksi Partai Golkar itu. 

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir. Menurut dia, 8 rekomendasi yang disepakati dalam RDP tersebut sudah sesuai dan harus ditaati semua pihak. “Pemerintah sangat mendukung berbagai kegiatan usaha yang dilakukan di Gresik. Namun, harus sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Syahrur Munir.

Ia mengaku setelah menerima surat keluhan dari para nelayan di Pulau Bawean itu telah lakukan inspeksi mendadak atau sidak di tempat rencana pendirian tambak udang. Sidak dilakukan di sela kunjungan kerja atau kunker beberapa waktu lalu. Saat itu, di lokasi yang bakal dijadikan tambak udang itu sudah terdapat beberapa alat berat.

“Saya sudah melihat langsung ke lokasi tambak udang tersebut. Saya datang kesana untuk mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat,” terangnya.

Dengan melihat langsung ke lapangan, pihaknya bisa melihat secara proporsional permasalahan tersebut. “Sehingga, bisa mengambil kebijakan yang sesuai dengan kondisi dan aturan yang berlaku,” imbuh ketua Fraksi PKB Gresik periode 2019-2024 itu. 

Seperti diberitakan, air pantai perbatasan Desa Kepuh Legundi dan Desa Sidogedung Batu, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur terlihat bening. Airnya berwarna biru. Sesekali terdengar deburan ombak. Suasana pantai yang masih “perawan” yang asri dan alami itu terancam sulit ditemukan lagi.

Sebab, di dekat pantai itu dikabarkan akan berdiri tambak udang. Luasnya 3 hektar. Air pantai pun berpotensi tercemar bila ada aktivitas budidaya tambak di sekitar pantai tersebut. Kondisi itu, membuat puluhan mahasiswa dan nelayan Pulau Bawean, Kabupaten Gresik resah. 

Massa gabungan yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Masyarakat dan Nelayan (AMMAN) menggelar unjukrasa pada Rabu, 16 Oktober 2024. Ada tiga tuntutan yang mereka suarakan. Yakni, Menolak terjadinya tambak udang sampai kapanpun ; Mengecam sikap pemimpin yang telah ikut mengesahkan izin dan berada pada pihak pengelola tambak udang dan Mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap tambak udang yang dinilai merusak ekosistem laut setempat. (yad)

Komisi II DPRD Gresik Keluarkan Rekomendasi, Pendirian Tambak Udang di Pulau Bawen Wajib Ngurus Izin  Selengkapnya

Perkuat Ketahanan Pangan, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Mencanangkan Program Pipanisasi Air di 6 Desa di Pulau Bawean, Gresik

GRESIK,1minute.id – Petani di enam desa di kecamatan Tambak dan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur bakal menikmati 3 kali panen.  Persoalan kekurangan air untuk pengairan lahan pertanian yang membuat petani di pulau berjarak 180 mil laut dari Kota Gresik hanya bisa 2 kali panen segera teratasi. 

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat telah membuat program pipanisasi air di pulau terluar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Nama programnya, pipanisasi TNI AD Manunggal. 

Kepala Staf Angkatan Darat atau KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang memimpin pencanangan program pipanisasi TNI AD Manunggal di Desa Klumpanggubuk, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Jumat, 1 November 2024.

Program pipanisasi tersebut wujud kerja sama Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik bersama TNI AD dalam upaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional. 

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda Gresik yang mendukung program pipanisasi di pulau terluar di kabupaten Gresik ini. Menurutnya, pipanisasi merupakan wujud kemanunggalan TNI dan rakyat dalam bentuk operasi bakti yang dilaksanakan bersama sama komponen masyarakat.

“Program ini merupakan wujud kepedulian TNI AD dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan air,” ujar Jenderal TNI Maruli Simanjuntak pada Jumat, 1 November 2024.

Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar, Kapolres Gresik AKBP Arief  Kurniawan, dan Ketua DPRD Gresik M. Syahrur Munir, Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Direktur Keuangan dan Umum PT Petrokimia Gresik Robby Setiabudi Madjid tampak hadir mendampingi kunjungan kerja Jenderal Maruli yang kali pertama ke Pulau Putri-julukan lain-Pulau Bawean itu. 

Pihaknya, kata Jenderal Maruli menegaskan, program yang diprioritaskan untuk menjangkau sawah atau lahan tadah hujan itu dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya seperti yang tengah diresmikan saat ini di Desa Klumpanggubuk Kecamatan Tambak Bawean Kabupaten Gresik. 

“Program pipanisasi TNI AD bersama Pemkab Gresik ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam penyediaan air bersih di Pulau Bawean. Selain peningkatan produktifitas pertanian juga memperkuat sinergitas TNI dengan masyarakat,” pungkasnya. 

Sementara itu, Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah menyampaikan, program pipanisasi yang dilaksanakan di Pulau Bawean ini adalah kerja sama antara Pemkab Gresik melalui Dinas Pertanian dan TNI Angkatan Darat dalam hal ini Kodim 0817/Gresik. Kegiatan ini dilaksanakan di 12 desa yaitu 6 desa di Kecamatan Sangkapura dan 6 desa di Kecamatan Tambak. Dengan memanfaatkan 12 titik lokasi sumber air yang berasal dari mata air, sungai dan air tanah.

“Pipanisasi sepanjang 33.212 meter beserta pendukungnya termasuk bangunan sadap dan bak penampung diharapkan dapat mengairi lahan sawah seluas 646 hektar. Sehingga berpotensi dapat menambah areal tanam menjadi 2 sampai 3 kali dalam satu tahun,” harapnya.

Bu Min, begitu sapaan akrabnya, mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI AD khususnya Kodim 0817/Gresik yang sudah bekerja keras mendukung kegiatan pipanisasi di Pulau Bawean. Mulai proses perencanaan, sosialisasi sampai terwujudnya program Pipanisasi seperti yang kita saksikan saat ini. 

“Mudah-mudahan kegiatan pipanisasi di 3 desa ini dapat mengairi lahan seluas 340 hektar yang merupakan lebih dari separuh dari total kegiatan pipanisasi yang dilaksanakan di Bawean,” tutup Bu Min. 

Selain launching pipanisasi juga dilaksanakan penyemaian benih padi, penyerahan santunan, pemberian bibit dan pupuk dari Dinas Pertanian dan PT Petrokimia Gresik serta sapa Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Tambak oleh KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (yad)

Perkuat Ketahanan Pangan, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Mencanangkan Program Pipanisasi Air di 6 Desa di Pulau Bawean, Gresik Selengkapnya

Potensi Mencemari Pantai, Mahasiswa dan Nelayan Pulau Bawean, Gresik Tolak Tambak Udang

GRESIK,1minute.id – Air pantai perbatasan Desa Kepuh Legundi dan Desa Sidogedung Batu, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur terlihat bening. Airnya berwarna biru. Sesekali terdengar deburan ombak. Suasana pantai yang masih “perawan” yang asri dan alami itu terancam sulit ditemukan lagi.

Sebab, di dekat pantai itu dikabarkan akan berdiri tambak udang. Luasnya 3 hektar. Air pantai pun berpotensi tercemar bila ada aktivitas budidaya tambak di sekitar pantai tersebut. Kondisi itu, membuat puluhan mahasiswa dan nelayan Pulau Bawean, Kabupaten Gresik resah. 

Massa gabungan yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Masyarakat dan Nelayan (AMMAN) menggelar unjukrasa pada Rabu, 16 Oktober 2024. Ada tiga tuntutan yang mereka suarakan. Yakni, Menolak terjadinya tambak udang sampai kapanpun ; Mengecam sikap pemimpin yang telah ikut mengesahkan izin dan berada pada pihak pengelola tambak udang dan Mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap tambak udang yang dinilai merusak ekosistem laut setempat. 

Sekitar pukul 09.00WIB, massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Masyarakat dan Nelayan (AMMAN) tiba sebuah pantai yang berbatasan antara Desa Desa Kepuh Legundi dan Desa Sidogedung Batu, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Mereka kemudian melakukan orasi secara bergantian sambil membentangkan spanduk bertuliskan “Tolak Tambang Udang”. 

Koordinator AMMAN Maqduratul Marifah, penolakan terhadap tambak udang karena merugikan nelayan dan masyarakat sekitar lokasi. “Proyek itu diduga telah menagabaikan dampak negatifnya terhadap lingkungan,” kata Dira-sapaan-Maqduratul Marifah dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Rabu, 16 Oktober 2024. 

Aksi penolakan proyek udang ini kali kedua dilakukan oleh warga Pulau Bawean. Tambak udang yang akan dibangun di Sidogedungbatu. Selain khawatir pencemaran lingkungan, proyek udang itu juga dikhawatirkan memicu konfilk horisontal antara masyarakat nelayan dan petambak. Karena itu, Amman mendesak proyek tambak udang agar dihentikan. (yad)

Potensi Mencemari Pantai, Mahasiswa dan Nelayan Pulau Bawean, Gresik Tolak Tambak Udang Selengkapnya

Sekda Gresik Washil :  Cuaca Panas, Jaga Pola Makan dan Kesehatan, Semoga Jadi Haji Mabrur

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 15 calon jemaah  haji atau CJH asal Bawean berangkat ke tanah suci, Makkah. Mereka dilepas oleh  Sekretaris Daerah atau Sekda Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman di halaman Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Babussalam, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean pada Rabu, 29 Mei 2024.

Pelepasan CJH di Pulau Bawean ini kali pertama. Tahun-tahun sebelumnya,  CJH asal Pulau Bawean harus bergabung ke Gresik daratan sebelumnya berangkat menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. 

Bencana gempa yang terjadi di Pulau Bawean pada Maret 2024 lalu, membuat calon jemaah haji asal Pulau Bawean bisa langsung menuju asrama haji. Sekda Achmad Washil Miftachul Rachman yang melepas puluhan jemaah itu. Washil berada di Pulau Bawean sejak Senin, 27 Mei 2024 dalam rangkaian kunjungan kerja memantau perkembangan penanganan korban bencana di pulau terluar di Kabupaten Gresik itu.

Ratusan warga CJH tumplek-blek ke tempat pemberangkatan di halaman kantor Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Babussalam, Sangkapura, Pulau Bawean. 

Sekda Gresik Achmad Washil, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada tamu Allah yang akan berangkat ke tanah suci. Harapannya, mudah-mudahan diberikan kesehatan, keselamatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah di tanah suci.

“Semoga diberikan kesehatan dan keselamatan serta kekuatan. sehingga bisa menyelesaikan semua rangkaian ibadah haji dan kembali lagi dengan selamat dan menyandang gelar Haji yang mabrur dan mabrurah,” tuturnya.

Di Makkah, jemaah asal Gresik akan berkumpul di Mifalah. Saat ini, suhu udara di Makkah berkisar antara 30 sampai 40 derajat celsius. 

“Jaga pola makan, kesehatan sehingga dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar. Kemudian menjaga seluruh barang dan tetap menjaga kekompakan antar jamaah sehingga pelaksanaan ibadah dapat berjalan lancar,” pungkasnya.

Sementara, koordinator KBIHU Babussalam Cabang Bawean Zubaidi dalam laporannya mengatakan, ada sebanyak 22 calon jemaah haji asal Bawean. Rinciannya, 6 orang dari Kecamatan Tambak dan 16 dari Kecamatan Sangkapura.

“Yang sudah mendahului berangkat ke daratan kemarin 7 orang. Yang berangkat pada hari ini dari KBIHU Babussalam cabang Bawean 15 orang,” katanya. (yad)

Sekda Gresik Washil :  Cuaca Panas, Jaga Pola Makan dan Kesehatan, Semoga Jadi Haji Mabrur Selengkapnya

Wabup Gresik Takziah Rumah Adam Surya Pratama, Kader PMII, Korban Perahu Tenggelam di Bawean

GRESIK,1minute.id – Suasana duka masih menyelimuti keluarga Adam Surya Pratama di Desa Boteng, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Kamis, 2 Mei 2024. Ketua Ketua Komisariat Akar Bumi, Al Azhar Menganti, Gresik yang ditemukan meninggal karena tenggelam di Pulau Gili Noko, Pulau Bawean pada Selasa lalu, 30 April 2024.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Gresik turut berduka atas meninggalnya putra panjenengan, semoga keluarga diberikan ketabahan dan keikhlasan,” tutur Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah saat takziah ke rumah duka pada Kamis, 2 Mei 2024.

Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu takziah ke rumah duka didampingi oleh Kepala Satuan Pelaksana (Satlak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Sukardi, Dinas Sosial (Dinsos) Gresik, serta Forkopimcam Menganti badal Salat Duhur. 

Wabup menceritakan, dirinya kaget ketika mendengar berita duka tersebut. Hal ini lantaran area kecelakaan laut tersebut sering menjadi destinasi wisata di Pulau Bawean dan durasi penyeberangan ke lokasinya juga tidak lama.

“Kemarin, begitu mendengar kabar duka kita bergerak untuk memberikan bantuan. Kita koordinasi dengan RSUD Umar Mas’ud di Bawean untuk pemulasaran dan pemulangan jenazah ke rumah duka. Dengan bantuan semua pihak, jenazah bisa dipulangkan menggunakan kapal pada hari Selasa malam (30 April 2024),” terangnya.

Untuk diketahui perahu 14 orang penumpang terbalik di perairan Pulau Bawean tepatnya di Pulau Gili Noko di Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean.  Pulau Gili Noko, salah satu tempat destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Pulau Gili Noko, dikenal memiiki pasir putih. Bagai sebuah surga yang tersembunyi. Wisatawan bisa melakukan snorkeling di perairan yang biota lautnya ciamik itu.

Untuk menuju Pulau Gili Noko, wisatawan harus menaik perahu penyeberangan dengan waktu tempuh 45 menit dari dermaga apung di Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura. Selama perjalanan wisatawan bisa menikmati biota laut, terumbu karang dan ikan beraneka jenis dan warna-warni dari atas perahu sehingga perjalanan 45 menit terasa begitu cepat. Ombak di perairan Gili Noko itu juga landai. 

Namun, nahas perahu yang ditumpangi Adam Surya Pratama, salah satu kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu terbalik ketika hendak sandar di Dermaga Pamona, Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura. Musibah perahu terbalik diduga kelebihan penumpang. Adam Surya Pratama, Ketua Komisariat Akar Bumi, Al Azhar Menganti pun tenggelam. Saat ditemukan Adam sudah tidak bernyawa kemudian dibawah ke RSUD Ibnu Sina, Bawean. Kabar meninggalnya Adam Surya Pratama membuat duka yang mendalam di organisasi PMII. Serta, orang tua korban. (yad)

Wabup Gresik Takziah Rumah Adam Surya Pratama, Kader PMII, Korban Perahu Tenggelam di Bawean Selengkapnya

Nelayan Temukan Seekor Ikan Duyung Mati di Pesisir Panjinggahan, Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Nelayan dan para aktivis pegiat lingkungan di Pulau Bawean dihebohkan matinya seekor dugong alias ikan duyung. Hewan mamalia itu ditemukan mati di bibir pantai Panjinggahan, Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean pada Selasa, 30 April 2024 sekitar pukul 16.07 WIB.

Ahen, salah satu nelayan setempat mengatakan kondisi dugong tersebut sangat memprihatinkan. Sebagian besar anggota tubuhnya membusuk, kepala hancur hingga terlihat tulang rahangnya. “Sudah banyak anggota tubuh yang membusuk, kepala sudah hancur tinggal tulang rahangnya yang kelihatan sangat jelas,” kata Kabid Penelitian Konservasi Bawean Yusra menirukan ucapan Ahen kepada 1minute.id pada Rabu, 1 Mei 2024.

Menurut Yusra, dimungkinkan bahwa dugong tersebut sudah terdampar beberapa Minggu yang lalu. Dugong nahas itu memiliki panjang  238 cm, lingkaran 106 cm dan panjang sirip 35 cm. “Kami sulit mengenali jenis kelaminnya. Karena kondisi putri duyung itu sudah rusak,” katanya. 

Yusra menduga penyebab mamalia tersebut terdampar di bibir pantai Dusun Pajinggahan, Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak dimungkinkan karena cuaca buruk dan ombak yang besar yang terjadi di Pulau Bawean sebulan belakangan ini. “Sebelumnya di tahun yang lalu, bahkan setahun ada dua mamalia dugong yang terdampar sehingga Bawean ini setiap tahun selalu ada dugong terdampar,” urainya.

Pada Rabu, 1 Mei 2024 dugong dikuburkan bersama RKW 11 Bawean (Badan Konservasi Sumber Daya Alam/BKSDA Jatim ), masyarakat sekitar dan Tim Konservasi Bawean.

Yusra mengharapkan ada perhatian dari pihak terkait untuk segara melakukan penelitian agar terpetakan keberadaan mereka dan diketahui penyebab paling utama yang membuat dugong ini terdampar setiap tahunnya. (yad)

Nelayan Temukan Seekor Ikan Duyung Mati di Pesisir Panjinggahan, Pulau Bawean  Selengkapnya

Gempa Bawean Susulan Tembus 550 Kali, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Warga Butuh Material Perbaikan Rumah Bisa Langsung ke Posko Bangunan

GRESIK,1minute.id–  Gerakan peduli korban gempa bumi di Pulau Bawean terus mengalir. Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp 414 juta kepada Satuan Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik pada Jumat lalu, 5 April 2024.

Sehari sebelumnya, sejumlah organisasi profesi dibawah koordinasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Gresik menyerahkan bantuan 13 unit hunian sementara (hutara). Sementara itu, mengutip stageof Sleman melalui X (dulu Twitter) menyebutkan hasil monitoring BMKG terhadap gempa Bawean hingga 12 April 2024 pukul 06.00 WIB tercatat sebanyak 550 kali gempa. Magnitudo gempa masih fluktuatif dengan magnitudo terbesar 6,5 dan terkecil 2,5. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi atas kepedulian semua stakeholder untuk korban lindu berkekuatan magnitudo 6,5 di Pulau Bawean pada Jumat, 22 Maret 2024 lalu.

“Rencana tahap rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan setelah lebaran,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani saat konferensi pers Kegiatan Idul Fitri 1445 hijriah di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 5 April 2024. Kegiatan yang diprakarsai oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkab Gresik selain dihadiri oleh Gus Yani juga hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman ini. 

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik mencatat gempa bumi di Pulau Putri-julukan lain-Pulau Bawean ini terdasyat kurun waktu 50 tahun terakhir di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Lindu mengakibatkan ribuan rumah mengalami kerusakan ringan sampai berat. Kerusakan itu terjadi karena Pulau Bawean yang berada di titik terdekat gempa. Di Pulau Bawean yakni Kecamatan Sangkapura dan Tambak tercatat sebanyak 2.972 rumah mengalami rusak ringan yang tersebar di 35 desa ; 1.286 rumah kerusakan sedang serta 820 rumah mengalami rusak berat.

Selain itu, ada 143 tempat ibadah rusak ringan, 10 tempat ibadah rusak sedang dan 11 tempat ibadah mengalami kerusakan berat. Kemudian, 59 sekolah rusak ringan, 11 sekolah rusak sedang, 5 sekolah rusak berat, 1 ponpes rusak sedang, 13 kantor rusak ringan, 1 kantor rusak berat serta 1 Rumah Sakit rusak ringan. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjanjikan memberikan bantuan bagi warga terdampak. Untuk kerusakan ringan akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 15 juta, rusak sedang dapat ganti kerugian Rp 30 juta dan rusak berat mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 60 juta. Proses ganti rugi warga terdampak masih sangat panjang. Sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi warga yang rumahnya terdampak gempa.Untuk kategori kerusakan ringan ada persyaratan 30 persen. Penentuan kerusakan 30 persen berdasarkan kajian dari tim gabungan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak desa untuk tidak terlalu berharap mendapatkan ganti rugi atas kerusakan ringan itu. Persyaratan sangat berat. 

“Kami sudah menyampaikan kepada kepala desa ojo arep-arep bantuan sing 15 juta.  Sampeyan butuh semen, sampeyan butuh wesi, butuh opo wae, sampeyan minta aja langsung material di posko bangun aja langsung nggak apa-apa. Karena takutnya nanti udah menunggu tidak bisa mendapatkan ganti rugi. Padahal syaratnya ini juga ada syarat yang mungkin tidak mudah untuk masuk ke 30 persen rusak ringan dan lain sebagainya,” katanya. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, imbuhnya, sedang mencari sumber dana yang lain agar proses rekonstruksi pascagempa bisa lebih fleksibel. “Kita cari sumber dana yang lain agar mudah lebih fleksibel untuk membantu meringankan korban bencana,” ujarnya. (yad)

Gempa Bawean Susulan Tembus 550 Kali, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Warga Butuh Material Perbaikan Rumah Bisa Langsung ke Posko Bangunan Selengkapnya

Percepat Pemulihan Pascagempa, Petrokimia Gresik Bersama Satgas Bencana Nasional BUMN Jatim Kirimkan 41 Relawan ke Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Satuan Tugas (Satgas) Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur kembali memberangkatkan relawan untuk membantu pemulihan masyarakat pascabencana gempa bumi di Pulau Bawean. Sebanyak sepuluh relawan diberangkatkan dari Petrokimia Gresik, di Gresik, yang merupakan Koordinator Satgas Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur pada Selasa, 2 April 2024.  

Sejak lindu terjadi pada Jumat, 22 Maret 2024, total relawan yang telah dikirimkan Satgas ke Bawean dan bertugas selama 15 hari sebanyak 41 orang.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, sekaligus sebagai Ketua Satgas Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur menyampaikan bahwa Petrokimia Gresik bersama dengan anggota Satgas lainnya terus memantau perkembangan masyarakat Bawean pascabencana. “Kami akan terus berkontribusi mendukung Pemerintah agar proses pemulihan berjalan cepat dan lancar,” harap Dwi Satriyo Annurogo. 

Relawan ini menjadi kontribusi nyata Petrokimia Gresik bersama anggota Satgas lainnya melengkapi bantuan-bantuan yang telah dikirimkan sebelumnya untuk membantu kebutuhan masyarakat Bawean pascagempa yang beberapa kali terjadi di laut Jawa dan berada di sekitar pulau Bawean beberapa saat yang lalu.

Bantuan yang telah dikirimkan pada tahap pertama tanggal 23 Maret 2024 antara lain mi instan 50 dus, sarden 250 kaleng, selimut 100 pcs, air mineral 50 dus (kemasan 600 ml), pampers 300 pcs dengan berbagai ukuran bayi atau balita, obat-obatan. Selain itu, juga mengirimkan terpal untuk kebutuhan pengungsi sebanyak 30 pcs.

Gelombang kedua, pada 28 Maret 2024, Petrokimia Gresik dan anak usaha bersama anggota Satgas lainnya mengirimkan beras 800 kilogram (kg), minyak goreng 200 liter, mi instan 50 karton, mi cup 25 karton, sarden 100 pcs, kornet 100 pcs, susu UHT 20 karton, dan air mineral cup 50 karton. Selain bahan pangan, Petrokimia Gresik dalam bantuan kali ini juga mengirimkan 100 selimut dan 500 pcs pampers.

Sementara anggota Satgas lainnya yang juga mengirimkan bantuan ke Pulau Bawean yaitu PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III), Perum Pegadaian, PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Telkom (Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Cabang Gresik, dan PT WIKA (Persero). Bantuan yang diberikan berupa sembako dan bahan pangan lainnya, obat-obatan, tikar, selimut, terpal, pampers, pembalut dan lainnya.

“Tidak hanya bantuan, kami dari Petrokimia Gresik bersama dengan teman-teman Satgas lain di Jawa Timur juga mengirimkan relawan. Mulai dari relawan untuk operasional bantuan di lokasi, tim medis hingga psikolog. Ini kami sesuaikan dengan kebutuhan di Bawean hasil koordinasi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Jawa Timur maupun Kabupaten Gresik,” ujar Dwi Satriyo.

Adapun sepuluh relawan yang diberangkatkan gelombang empat ini berasal dari PT Pelindo Husada Citra dan PT Nusantara Sebelas Medika. Masing-masing mengirimkan lima relawan. Dari sepuluh relawan tersebut empat orang dokter, dua perawat, dua apoteker dan dua psikolog. Mereka bertugas di Bawean hingga 6 April 2024.

“Para relawan yang berangkat hari ini menggantikan tugas teman-teman relawan yang sebelumnya diberangkatkan pada tanggal 31 Maret kemarin atau gelombang tiga. Delapan relawan yang akan pulang ini berasal dari PT Cipta Nirmala dan PT Nusantara Medika Utama,” kata Dwi Satriyo.

Dengan demikian, tambahnya, sudah ada 41 relawan dari Satgas Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur yang menjalankan tugas sejak sehari setelah terjadi bencana. Pada gelombang pertama dan kedua ada sebanyak 23 relawan dari PT Petro Graha Medika menjadi tim awal yang ada di lokasi bencana.

“Para relawan ini menjalankan tugas untuk berkontribusi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Semoga dapat membantu kebutuhan kesehatan masyarakat Bawean, khususnya pascabencana,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Percepat Pemulihan Pascagempa, Petrokimia Gresik Bersama Satgas Bencana Nasional BUMN Jatim Kirimkan 41 Relawan ke Pulau Bawean Selengkapnya

Lagi, Gempa Magnitodo 5,6 Guncang Bawean, Gresik 

GRESIK,1minute.id – Gempa magnitudo 5,6 kembali mengguncang wilayah Tuban hingga Pulau Bawean sekitar pukul 16.00 WIB pada Rabu, 3 April 2024.

Dilansir akun X Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi gempa berada di 134 kilometer timur laut Tuban, Jawa Timur, kedalaman 10 kilometer.

“Gempa Mag:5.6, 03-Apr-2024 16:02:16 WIB, Lokasi: 5.73LS, 112.37BT (134 km Timur Laut TUBAN-JATIM), Kedalaman: 10 Km. Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dikutip 1minute.id

Wahyu, warga Gresik Kota Baru mengaku merasa getaran itu lumayan kuat. “Kebetulan tadi saya di lantai dua, tiba-tiba bergoyang-goyang,” katanya. Belum ada laporan kerusakan akibat gempa kali kesekian itu. Sejak Jumat, 22 Maret 2024, kali pertama gempa terdasyat berkekuatan magnitodo 6,5, BMKG mencatat ada ratusan kali gempa susulan. Bahkan, sampai ini, masyarakat berada di kepulauan berjarak 180 mil laut dari Pusat Kabupaten Gresik itu masih hidup di tenda-tenda pengungsian. (yad)

Lagi, Gempa Magnitodo 5,6 Guncang Bawean, Gresik  Selengkapnya

Boneka Zebra Polres Gresik Bikin Anak Korban Gempa Bawean Bisa Kembali Tersenyum

GRESIK,1minute.id – Anak-anak korban gempa bumi di Pulau Bawean mulai ceria. Mereka bisa kembali tersenyum saat tim trauma healing Polres Gresik mengunjungi tempat mereka mengungsi di SDN 380 Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik pada Selasa, 26 Maret 2024.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom bersama boneka Zebra datang menghibur para anak-anak. Adhitya menjelaskan bahwa kegiatan trauma healing ini bertujuan untuk membantu meringankan beban korban bencana alam gempa bumi dan memberikan dukungan kepada anak-anak yang mengalami trauma.

“Trauma healing penting untuk membantu anak-anak mengatasi rasa cemas dan ketakutan akibat bencana,” ujar Adhitya. Tim Trauma Healing Polres Gresik menghadirkan berbagai permainan dan aktivitas kreatif untuk menghibur anak-anak. Mengenakan kostum bonek zebra, tawa dan keceriaan kembali menghiasi wajah mereka.

Kegiatan bakti sosial dan kesehatan serta trauma healing yang dilakukan Polres Gresik di SDN 380 Gresik ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang tertimpa bencana.

“Semoga masyarakat korban gempa bumi di kecamatan Tambak dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan normal,” pungkas Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom. Sebelumnya rombongan Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom telah mengunjungi Kecamatan Sangkapura untuk memberikan bantuan bakti sosial dan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa.(yad)

Boneka Zebra Polres Gresik Bikin Anak Korban Gempa Bawean Bisa Kembali Tersenyum Selengkapnya