3 Pengedar Sabu-sabu Ditangkap Di Mengare dan Bawean 

GRESIK,1minute.id – Peredaran narkoba beralih ke kepulauan. Pulau Bawean dan Pulau Mengare, menjadi sasaran baru para pengedar sabu-sabu. Warga di kepulauan yang religius harus ekstrawaspada. Indikasi peredaran barang haram ke warga kepulauan berdasarkan hasil ungkap Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gresik dalam sepekan terakhir ini.

Di kepulauan Bawean yang berjarak 80 mil laut, anak buah AKBP Adhitya Panji Anom, Kapolres Gresik mengamankan dua orang tersangka. Mereka berinisial NH, 30, warga Desa Kepuh Legundi dan AW. warga Desa Kepuh Teluk. Keduanya berada di Kecamatan Tambak, Pulau Bawean. Pengedar dan pemakai. Bila di daratan  biasanya transaksi jual beli dilakukan malam hari. Di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean transaksi sabu-sabu dilakukan pagi hari, sekitar pukul 08.00 WIB.

“Ada dua orang pelaku yang kami amankan di Pulau Bawean.  Keduanya adalah pengedar sabu-sabu,” kata Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kasatreskoba Polres Gresik AKP Tatak Sutrisno pada Rabu, 15 Maret 2023.

Berikutnya, anggota Satresnarkoba Polres Gresik menyasar ke Pulau Mengare,  Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Pulau Mengare terdapat tiga desa yakni Kramat, Tanjung Widoro dan Watuagung. Mayoritas warga adalah petani tambak. Mengare dikenal dengan ikan bandeng yang gurih dan tidak bau tanah. Petambak di pulau  langganan menjuarai kontes ikan bandeng kawak di Pasar dan Lelang Bandeng di Gresik. 

Pulau ditengarai menjadi sasaran para bandar dan pengedar narkoba. Dugaan polisi mendekati kebenaran. Seorang pemuda berinisial MN, 41, asal Desa Watuangung dibekuk. Tersangka yang diduga pengedar sabu-sabu ini sedang berada di warung kopi di desanya sekitar pukul 18.30 WIB. ” Kami berhasil gagalkan peredaran narkoba di Mengare. Seorang tersangka dengan tiga poket sabu-sabu kami amankan,” tambah AKP Tatak Sutrisno. Dalam penggeledahan di rumah tersangka polisi kembali menemukan barang bukti dua klip sabu-sabu masing-masing berat kotor 0,93 gram dan 1,35 gram. 

Polisi menjerat ketiga pengedar di dua kepulauan itu dengan  Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (yad)

3 Pengedar Sabu-sabu Ditangkap Di Mengare dan Bawean  Selengkapnya

Tinjau Lokasi TMMD di Mengare, Bupati Gresik : Kemajuan Daerah Ditentukan dari Kualitas Desa 

GRESIK,1minute.id – Kemajuan suatu daerah ditentukan dari kualitas desanya. Hal ini disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika meninjau lokasi  TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-115 di Pulau Mengare, Desa Kramat, Kecamatan Bungah,Kabupaten Gresik psda Selasa, 11 Oktober 2022.

“Pembangunan daerah itu awalnya dari desa menuju kota, jadi desa itu adalah tumpuan pembangunan, maka kita harus tepat melakukan pembangunan yang efektif,”ujar Bupati Fandi Akhmad Yani. Membangun Desa, Menata Kota. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani melanjutkan ada dua yang harus mendapatkan perhatian dalam membangun desa. Dua hal pokok itu adalah Kemiskinan dan Kesehatan. 

“Kemiskinan di Desa Kramat harus turun, adakan pemberdayaan warganya, bangkitkan UMKM-nya, serta akses jalan diperbaiki,”ujar Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (IKAFE) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini. 

“Perangkat desa juga harus bisa menentukan program yang efektif. Dimana kemiskinan sudah mulai diatasi dan kesehatan dijamin pemerintah lewat Universal Health Coverage (UHC), maka selanjutnya adalah pembiasaan gaya hidup sehat untuk mengatasi stunting,”sambung mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Dalam peninjau lokasi TMMD ini, Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Abu Hassan, Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (CK-PKP) Ida Lailatussa’adiyah dan tiga kepala desa di Pulau Mengare itu. Yakni, Desa Kramat, Watuagung dan Tajungwedoro.

Menurut laporan dari Kapten Siari, ada 39 titik sasaran fisik kerjakan ratusan personil TNI dalam TMMD ke-115 ini. Puluhan titik itu yakni rehabilitasi 25 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) telah mencapai 80 persen. Sedangkan, 14 sasaran sisanya adalah 8 titik pavingisasi, 2 drainase, 4 titik pembangunan tembok penahan tanah (TPT), dan pemasangan 83 tiang Penerangan Jalan Umum (PJU).

Selain itu, kata Siari yang juga Pasi Teritorial Kodim 0817/Gresik ini ada penambahan dua program yakni pembangunan gapura dan pengurukan tanah di beberapa lokasi. “Dua program tambahan ini, merupakan permintaan langsung dari Pemdes Kramat,”kata mantan Danramil Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik itu. Semua program dalam TMMD ini bisa kelar sebelum 11 November 2022.

Kepala Desa Kramat Taufiq mengaku sangat senang dengan adanya TMMD kali ini. Ia berharap Desa Kramat akan mendapatkan program-program positif yang lain kedepannya. “Kalau bisa tidak berhenti di TMMD ini, tapi juga saya harap ada program-program yang lain di Desa Keramat ini,”tuturnya.

Sementara itu, Suparto, 32, warga setempat mengaku senang dan bersyukur atas bantuan yang didapatkan.”Kalau ditanya, jelas rasanya seneng Alhamdulillah dapat bedah rumah,”ujar Parto, satu diantara 25 warga yang mendapat program Rutilahu di TMMD ini.

Seperti diberitakan, TMMD ke-115 resmi dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 11 Oktober 2022. TMMD di Pulau Mengare, Desa Kramat, Kecamatan Bungah berlangsung selama sebulan. Berakhir 11 November 2022. Pemkab Gresik mengalokasikan anggaran Rp 3,6 miliar ini. Anggaran itu, untuk pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) fisik dan non fisik. (yad)

Tinjau Lokasi TMMD di Mengare, Bupati Gresik : Kemajuan Daerah Ditentukan dari Kualitas Desa  Selengkapnya