Pupuk Indonesia Gelar Safari Ramadan,  Petrokimia Gresik Saluran Santunan Rp 1,5 Miliar 

GRESIK,1minute.id –  Petrokimia Gresik menjadi tuan rumah Safari Ramadan yang digelar PT Pupuk Indonesia (Persero). Dalam kegiatan ini, Pupuk Indonesia bersama Petrokimia Gresik menyalurkan santunan kepada ribuan masyarakat. Total bantuan yang diberikan Petrokimia Gresik sebagai perusahaan Solusi Agroindustri di bulan suci Ramadan tembus Rp 1,52 miliar.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Gresik sehingga Pupuk Indonesia dan Petrokimia Gresik mampu menjalankan amanah menyalurkan pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia dengan baik. Tugas ini menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Ini adalah Safari Ramadan yang ketiga Pupuk Indonesia. Dengan Safari Ramadan ini kita bisa membangun silaturahmi, membangun kekompakan, dan berbagi keberkahan. Banyak sekali keberkahan yang diberikan kepada masyarakat. Tolong Petrokimia Gresik dijaga dengan baik. Dengan gejolak dunia seperti saat ini, Indonesia bisa tetap menjaga ketahanan pangannya. Ini karena kita mempunyai industri (pupuk, Red) yang besar,” ujar Rahmad.

Adapun keberkahan yang disalurkan dalam Safari Ramadan kali ini antara lain santunan untuk 1.455 guru Taman Pendidikan Quran (TPQ) yang ada di Gresik dengan total Rp 218,3 juta; kemudian santunan untuk 73 Imam Rawatib masjid dan musala sebesar Rp 109,5 juta; santunan 80 anak yatim dan 15 anak didik dari Perkumpulan Istri Karyawan Petrokimia Gresik (PIKA-PG) sebesar Rp 23,8 juta.

Berikutnya, Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia juga menyerahkan 500 paket sembako kepada abang becak dan masyarakat sekitar perusahaan. Setiap paket berisi 1 liter minyak goreng, 3 kilogram beras, dan 1 kilogram gula. 

Selain itu, perusahaan juga memberikan 270 Alquran untuk 27 musala di sekitar perusahaan. Bantuan ini juga merupakan kolaborasi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Petrokimia Gresik dan Serikat Karyawan Petrokimia Gresik (SKPG).

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk rasa syukur dan terima kasih perusahaan kepada masyarakat Gresik. Petrokimia Gresik sebagai bagian dari Pupuk Indonesia menyadari bahwa keberadaan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari masyarakat di sekitarnya.

“Karena itu, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat yang nyata, sekaligus menjaga hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar sebagai bagian dari keberlanjutan perusahaan,” katanya.

Daconi menambahkan, bantuan dalam Safari Ramadan ini melengkapi program kepedulian yang sebelumnya telah dijalankan Petrokimia Gresik selama bulan Ramadan. 

Sebelumnya, Petrokimia Gresik telah menyalurkan bantuan kepada 16 masjid dan 77 musala di sekitar perusahaan, serta 23 pondok pesantren dan 27 panti asuhan di Kabupaten Gresik. Adapun total bantuan yang diberikan Petrokimia Gresik selama bulan puasa ini mencapai Rp1,52 miliar.

“Kami juga menggelar silaturahmi Safari Ramadan dengan buka bersama dan tarawih di masjid-masjid sekitar perusahaan. Kami hadir di tengah-tengah masyarakat dan memberikan bantuan operasional sehingga masjid-masjid tersebut semakin semarak di momen Ramadan,” tandas Daconi.

Terakhir, ia berharap masyarakat dapat terus memberikan doa dan dukungan kepada perusahaan sehingga Petrokimia Gresik dapat terus menjalankan amanah dalam memajukan pertanian Indonesia.

“Kami berharap setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini dapat menjadi benih kebaikan yang kelak tumbuh dan memberi manfaat bagi lingkungan serta generasi yang akan datang. Setiap kepedulian yang kita tanam hari ini akan tumbuh menjadi kebaikan yang menguatkan kebersamaan dan menghadirkan harapan,” tutupnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pupuk Indonesia Gelar Safari Ramadan,  Petrokimia Gresik Saluran Santunan Rp 1,5 Miliar  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Gelar Bazar Ramadan LONTAR, UMKM Masyarakat sekitar Bertumbuh

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia kembali menggelar “Bazar Ramadan LONTAR (Kelompok Jajanan Masyarakat Sekitar)” sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. 

Kegiatan ini dibuka oleh Vice President (VP) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik Kadek Ardhika Widya Kresna, baru-baru ini mewakili Direksi. 

“Kita memanfaatkan tradisi masyarakat berburu takjil selama Ramadan. Kita fasilitasi ibu-ibu yang mempunyai usaha jajanan sekitar perusahaan untuk meningkatkan pendapatan mereka. Bazar ini digelar di halaman Kantor Pusat Petrokimia Gresik selama dua hari. Ada ribuan karyawan dan masyarakat yang siap berburu takjil di bazar ini,” demikian disampaikan Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, terpisah.

Bazar Ramadan LONTAR merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Petrokimia Gresik sejak 2023. Seluruh stan yang hadir dalam bazar ini merupakan kelompok binaan perusahaan yang tergabung dalam LONTAR, yaitu kelompok UMKM yang bergerak di bidang kuliner dan jajanan masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah penjualan mereka dalam program bazar tahunan ini terus meningkat. Kegiatan ini membawa berkah dan senyuman bagi UMKM yang menjadi peserta. Apalagi saat ini menyambut Lebaran, mereka senang karena pendapatannya bertambah melalui keikutsertaannya di bazar,” tandasnya.

Daconi pun berharap LONTAR dapat terus berkembang menjadi kelompok usaha yang berdaya saing, serta mampu menjadi wadah peningkatan ekonomi bagi warga di sekitar perusahaan. Selain membuka peluang pemasaran bagi pelaku UMKM, bazar ini juga menjadi ruang interaksi antara masyarakat, pemerintah desa/kelurahan, dan insan perusahaan.

Program LONTAR, jelasnya, lahir dari pelatihan pembuatan kue kering dan basah yang diadakan Petrokimia Gresik dengan menghadirkan pemateri kompeten. Dari pelatihan tersebut, ibu-ibu perwakilan dari tujuh kelurahan dan satu desa mulai membentuk kelompok usaha kecil yang kemudian berkembang menjadi LONTAR, yaitu Kelurahan Kroman, Karangturi, Karangpoh, Lumpur, Tlogopojok, Ngipik, Sukorame, serta Desa Roomo.

“Kami berharap ke depannya, LONTAR dapat terus berkembang dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari program ini. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak, insya Allah kita bisa mewujudkan ekonomi kerakyatan yang lebih kuat dan berdaya saing tinggi,” pungkas Daconi. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Petrokimia Gresik Gelar Bazar Ramadan LONTAR, UMKM Masyarakat sekitar Bertumbuh Selengkapnya

Plong..! Ikhtiar Bupati Gresik Perjuangkan Pupuk Subsidi Tambak Disetujui Komisi IV DPR RI

GRESIK,1minute.id – Ikhtiar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani agar pupuk subsidi kembali menyentuh sektor budidaya perikanan akhirnya membuahkan hasil. Dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI di Kabupaten Gresik pada Senin 23 Februari 2026 dipastikan bahwa pupuk bersubsidi untuk pembudidaya ikan resmi dialokasikan kembali pada tahun 2026.

Dalam forum tersebut, Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa beberapa tahun terakhir menjadi masa penuh kegelisahan bagi para petambak akibat pencabutan subsidi pupuk sektor perikanan.

“Beberapa tahun belakangan ini kami mengalami kegelisahan. Kabupaten Gresik memiliki lebih dari 28 ribu hektare lahan budidaya. Ketika pupuk subsidi dicabut, dampaknya sangat terasa. Bandeng tidak tumbuh optimal karena budidaya ikan tradisional sangat bergantung pada pupuk untuk menumbuhkan plankton,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Kabupaten Gresik merupakan salah satu lumbung pangan nasional dari sektor perikanan, baik budidaya, tangkap, maupun pengolahan dan pemasaran. Luas lahan budidaya tercatat 28.653,27 hektare, terdiri dari tambak payau seluas 15.601,26 hektare dan tambak tawar 13.052,01 hektare. Jumlah pembudidaya mencapai 20.279 orang, terdiri dari 15.729 pemilik tambak dan 4.550 pandega, yang tersebar di 16 kecamatan.

Produksi perikanan budidaya, Gresik tahun 2025 mencapai 160.439 ton dengan nilai produksi sebesar Rp 3,54 triliun. Khusus komoditas bandeng, produksi diperkirakan mencapai sekitar 90.000 ton per tahun.

“Kalau harga bandeng rata-rata Rp 10.000 per kilogram, hampir Rp900 miliar berputar di sektor tambak saja. Jadi ini ekonomi rakyat,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto, menyampaikan bahwa aspirasi Pemerintah Kabupaten Gresik telah dibahas dalam Panja Pupuk di Petrokimia dan resmi masuk dalam rekomendasi subsidi nasional.

“Alhamdulillah, tahun ini kebutuhan pupuk untuk budidaya perikanan sudah masuk dalam program subsidi sekitar 29.500 ton secara nasional. Ke depan kami akan fokus pada pembenahan data agar distribusi tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan seperti sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Haeru Rahayu, menyampaikan permohonan maaf atas kondisi dua tahun terakhir yang berdampak pada pembudidaya. “Atas nama pemerintah kami mohon maaf. Tahun ini secara nasional dialokasikan hampir Rp300 miliar untuk pupuk budidaya,” jelasnya.

Sebagai informasi, tahun 2026 ini telah dialokasikan pupuk bersubsidi pada sektor perikanan bagi pembudidaya ikan di Kabupaten Gresik. Yakni pupuk urea sebesar 4.721 ton, pupuk SP36 sebesar 4.598 ton dan pupuk organik sebesar 506 ton.

Karena itu, ditekankan juga pentingnya optimalisasi penyerapan kuota agar tidak terjadi sisa alokasi. Dukungan dari sisi distribusi dan sistem juga ditegaskan oleh Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia, Dwi Satriyo Annurogo. Ia memastikan bahwa sistem distribusi pupuk kini telah terdigitalisasi penuh.

“Setiap penebusan pupuk di kios langsung tercatat dan terhubung secara real-time dengan sistem pusat. Alokasi otomatis terpotong sesuai kuota. Sistem siap dan stok dalam kondisi aman,” terangnya.

Di sisi lain, aspirasi petambak turut mengemuka. Sholiq, petambak asal Desa Betoyo Guci, menyampaikan apresiasi atas kembalinya subsidi pupuk, namun juga mengingatkan potensi anjloknya harga saat panen raya.

“Kalau produksi naik tapi panen bersamaan, harga bandeng bisa turun sampai Rp5.000 per kilo. Kami mohon stabilitas harga juga diperhatikan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Fandi Akhmad Yani mendorong penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir. Selain memastikan pupuk tersedia, Pemkab Gresik juga mendorong peningkatan konsumsi ikan melalui berbagai program serta penguatan distribusi berbasis desa.

“Kami memiliki Koperasi Desa Merah Putih hampir di seluruh desa. Jika dilibatkan dalam distribusi pupuk subsidi, rantai pasok bisa lebih efektif dan ekonomi desa ikut bergerak,” tambahnya. (*)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Plong..! Ikhtiar Bupati Gresik Perjuangkan Pupuk Subsidi Tambak Disetujui Komisi IV DPR RI Selengkapnya

Petrokimia Gresik Gandeng Himbara Implementasi Program Digital SCF untuk Memperkuat Ekosistem Rantai Pasok

GRESIK,1minute.id –  Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, terus memperkuat transformasi bisnis dengan mengimplementasikan program digital Supply Chain Financing (SCF). Program dengan menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ini dirancang untuk memperkuat ekosistem rantai pasok di perusahaan.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo di Gresik, Jawa Timur, baru-baru ini. Dijelaskan Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo, SCF merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan pembayaran serta memperkuat ketahanan finansial mitra usaha.

“Implementasi SCF ini juga terbukti mampu mendukung kelancaran pasokan barang dan jasa, sehingga proses produksi dan distribusi ke depan dapat berjalan semakin baik dan lancar dalam upaya melanjutkan swasembada pangan nasional,” ujar Adit.

Ia menambahkan, implementasi SCF juga sejalan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta komitmen perusahaan dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan. Dengan demikian, transformasi ini mampu memperkuat kolaborasi jangka panjang dan meningkatkan daya saing ekosistem usaha Petrokimia Gresik.

Skema SCF ini, jelasnya, memungkinkan mitra kerja memperoleh percepatan pembayaran atas tagihan yang telah terverifikasi dengan biaya pembiayaan yang lebih kompetitif. Dengan peran perusahaan sebagai anchor company, SCF mampu memberikan kepastian arus kas bagi pemasok serta mendukung kelancaran operasional di seluruh ekosistem grup.

Petrokimia Gresik juga sudah mengembangkan skema Supply Chain Financing melalui pemanfaatan sistem digital terintegrasi serta kerja sama dengan lembaga keuangan, agar manfaat SCF dapat dirasakan lebih luas oleh seluruh mitra dalam ekosistem perusahaan.

“Program ini tidak hanya meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi mitra usaha sebagai bagian penting dari rantai pasok perusahaan,” tutup Adit. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Petrokimia Gresik Gandeng Himbara Implementasi Program Digital SCF untuk Memperkuat Ekosistem Rantai Pasok Selengkapnya

Program “Gagah” Petrokimia Gresik Siapkan SDM Lokal Andal di Sektor Industri 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menggelar pelatihan dan sertifikasi operator forklift kelas 2 yang diikuti masyarakat sekitar perusahaan. Acara dibuka oleh Vice President (VP) Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik Rama Yusron Harbiansyah mewakili Direktur Utama Daconi Khotob di Gresik, baru-baru ini.

Pelatih bersertifikasi ini wujud komitmen Petrokimia Gresik mendukung Pemerintah dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang andal di sektor industri melalui program Gagah (Generasi Andalan Gresik Ahli dan Handal). 

Terpisah, Daconi Khotob menyampaikan bahwa Kabupaten Gresik dikenal sebagai Kota Industri. Dan pertumbuhan sektor ini ke depan bisa dipastikan semakin pesat, apalagi sejak Pemerintah Pusat menetapkan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau kawasan industri terintegrasi di Kecamatan Manyar. Karena itu, kebutuhan tenaga kerja andal dan bersertifikat di Gresik nantinya akan semakin besar.

“Percepatan industrialisasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi masyarakat lokal, agar mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu berperan aktif dan bersaing,” ujar Daconi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, program Gagah selaras dengan berkembangnya kawasan industri dan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja tersertifikasi di Kabupaten Gresik. Tahun ini terdapat 17 peserta dari 8 kelurahan/desa ring I serta perwakilan masyarakat Gresik yang mengikuti program Gagah berupa pelatihan dan sertifikasi operator forklift kelas 2.

Terakhir, Daconi menambahkan program Gagah menjadi jembatan penting dalam memperkuat hubungan baik yang telah terjalin antara Petrokimia Gresik dan Pemkab Gresik. Sinergi ini tidak hanya menghasilkan tenaga kerja kompeten, tetapi juga membangun ekosistem industri yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

“Semoga program ini menjadi pijakan bagi masyarakat Gresik untuk menata masa depan yang lebih baik. Setiap peserta adalah generasi yang kelak akan menjadi kebanggaan keluarga, daerah, dan bangsa,” tutupnya.

Sementara, Rama Yusron Harbiansyah menjelaskan, setiap peserta akan menjalani pelatihan intensif selama 10 hari, terdiri dari tiga hari materi teori, enam hari praktik, dan satu hari uji kompetensi yang dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik.

Melalui program ini, diharapkan seluruh peserta dapat menyelesaikan pelatihan dengan baik dan bisa mendapatkan Surat Izin Operator (SIO) atau lisensi resmi operator forklift. Dengan demikian, seluruh peserta memiliki peluang kerja yang lebih luas seiring dengan semakin majunya sektor industri di Kabupaten Gresik.

“Petrokimia Gresik dalam kegiatan ini berkolaborasi dengan Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Gresik melalui Disnaker dalam rangka peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya masyarakat yang ada di sekitar perusahaan,” kata Rama. (yad)

Program “Gagah” Petrokimia Gresik Siapkan SDM Lokal Andal di Sektor Industri  Selengkapnya

Optimalisasi GCG dan Jamin Kelancaran Pupuk Bersubsidi Petrokimia Gresik Gandeng Kejari Gresik 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik. MoU yang ditandatangani oleh Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik, Johanes Barus bersama Kepala Kejaksaan Negeri Gresik, Yanuar Utomo, di Gresik, baru-baru ini.

MoU ini untuk mendukung terwujudnya tata kelola perusahaan yang semakin baik atau Good Corporate Governance (GCG) dalam rangka semakin memperlancar penyaluran pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia.

Johanes menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Kejari Gresik terhadap kinerja Petrokimia Gresik. Petrokimia Gresik bersama Kejari Gresik telah menjalin kerja sama sejak tahun 2014, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman tahun 2016, 2019, 2022 dan dilanjutkan melalui penandatanganan kali ini.

“Dalam upaya mewujudkan swasembada pangan, dibutuhkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Salah satunya adalah Kejaksaan Negeri Gresik,” ujar Johanes.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Petrokimia Gresik perlu terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum. Kejaksaan Negeri Gresik melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN) selama ini berperan penting dalam memberikan dukungan hukum kepada perusahaan, baik dalam bentuk bantuan hukum, pertimbangan hukum, maupun pendampingan dalam penyelesaian permasalahan di bidang perdata dan tata usaha negara.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dilaksanakan sebagai bentuk penguatan kolaborasi di bidang hukum sekaligus mendukung upaya preventif perusahaan dalam memitigasi risiko hukum dan potensi sengketa,” tandasnya.

Selain itu, Kejari juga memberikan pembekalan materi kepada para pejabat Grade I bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kapasitas, serta kewaspadaan pejabat dalam pengambilan keputusan yang memiliki implikasi hukum. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat memperkokoh fondasi hukum perusahaan dan mendorong budaya kepatuhan di seluruh lini organisasi.

“Kami berharap sinergi antara Petrokimia Gresik dan Kejaksaan Negeri Gresik tidak hanya berhenti pada penandatanganan Nota Kesepahaman ini, tetapi terus berkembang menjadi kerja sama yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi korporasi, para pemangku kepentingan, serta pada akhirnya memberikan kontribusi positif bagi terwujudnya swasembada pangan nasional,” tutup Johanes. (yad)

Optimalisasi GCG dan Jamin Kelancaran Pupuk Bersubsidi Petrokimia Gresik Gandeng Kejari Gresik  Selengkapnya

4 Tahun Program Taruna Makmur, Petrokimia Gresik Gandeng Polbangtan di Indonesia, Cetak 318 Petani Muda

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia terus mendorong regenerasi petani di tanah air melalui Taruna Makmur. Program yang telah dijalankan sejak tahun 2022 ini sudah mencetak ratusan pemuda Taruna Makmur. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob di momen Hari Sumpah Pemuda pada Selasa, 28 Oktober 2025.

Daconi menyampaikan bahwa regenerasi petani saat ini menjadi tantangan sektor pertanian yang membutuhkan peran aktif dari seluruh stakeholder. Petrokimia Gresik melalui Taruna Makmur membangun minat generasi muda terhadap sektor pertanian.

“Sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian di Indonesia. Sektor ini juga memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan nasional. Petrokimia Gresik tidak hanya berperan dalam menyediakan agroinput berkualitas, tetapi juga aktif mendorong penguatan sumber daya manusia pertanian, khususnya di kalangan pemuda,” ujar Daconi.

Program ini menggandeng sejumlah Politeknik Pertanian dan Perkebunan yang ada di berbagai daerah di Indonesia, antara lain Polbangtan Malang, Polbangtan Bogor, Polbangtan Yogyakarta-Magelang (YoMa), Polbangtan Medan, Polbangtan Gowa, dan Politeknik LPP Yogyakarta.

Para mahasiswa menjalani proses pemagangan dan pendampingan petani binaan Program Agrosolution selama enam bulan di berbagai wilayah. Peran mereka sangat penting sebagai field agronomist muda yang turut menjembatani adopsi inovasi teknologi dan penguatan administrasi budidaya di tingkat petani.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, para mahasiswa mendapatkan pembekalan melalui Sekolah Makmur. Materi yang diberikan mulai dari pembekalan mental, product knowledge dari Petrokimia Gresik Grup, uji tanah, sharing session Program Makmur, dan materi lainnya.

“Kita ajak langsung generasi muda untuk melihat betapa besarnya potensi dari sektor pertanian Indonesia jika dikelola dengan tepat. Mereka juga kita kenalkan dengan teknologi pertanian modern yang saat ini dikembangkan Petrokimia Gresik,” kata Daconi.

Jumlah Taruna Makmur yang sudah dicetak selama empat tahun ini mencapai 318. Dari tahun ke tahun mendapatkan sambutan antusias dari para mahasiswa Polbangtan. “Kami berharap para Taruna Makmur ini juga menginisiasi generasi muda Indonesia lainnya untuk berperan aktif memajukan sektor pertanian yang potensinya luar biasa besar jika dikembangkan dengan tepat,” tandas Daconi. (yad)

4 Tahun Program Taruna Makmur, Petrokimia Gresik Gandeng Polbangtan di Indonesia, Cetak 318 Petani Muda Selengkapnya

Pertama di Malang, TAMENG, Living Lab Berbasis Masyarakat Binaan Petrokimia Gresik 

GRESIK,1minute.id – Tawangargo Smart-Eco Farming Village atau juga dikenal dengan nama TAMENG kini bertransformasi menjadi Living Lab berbasis masyarakat sebagai Model Kolaborasi Inklusif dalam inovasi berkelanjutan, dan menjadi yang pertama dikembangkan oleh petani binaan Petrokimia Gresik di Kabupaten Malang.

Tawangargo Smart-Eco Farming Village telah berhasil menjadi solusi pertanian hortikultura dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Mampu mendongkrak produktivitas hortikultura ini terus berkembang.

“Living Lab ini digerakkan langsung oleh masyarakat. Di sini kami sebagai petani bukan hanya menjadi objek, tapi bertindak sebagai subjek yang melakukan penelitian dan uji coba nyata untuk pertanian berkelanjutan,” ujar Karmukit, salah satu local hero program TAMENG di Malang pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Sebagai Living Lab, tambahnya, TAMENG sekarang telah menjadi wadah bagi petani, peneliti, mahasiswa, hingga komunitas duduk bersama untuk menghadirkan solusi pertanian. Di sini ide-ide diuji, teknologi sederhana diterapkan, dan inovasi lahir dari upaya bersama untuk membuat perubahan. Berbagai kolaborasi dilakukan dengan tujuan meningkatkan praktik pertanian berkelanjutan. 

“Banyak sekali transformasi yang kami lakukan. Alhamdulilah TAMENG sekarang berkembang menjadi research center berbasis komunitas dari yang awalnya hanya desa hortikultura biasa. Pertanian dan peternakan di wilayah ini sekarang terintegrasi dengan wisata edukasi pertanian. TAMENG membuktikan bahwa desa bisa menjadi pusat inovasi. TAMENG menjadi inspirasi bahwa masa depan pertanian Indonesia bisa dimulai dari desa,” ujar Karmukit.

Program ini dimulai tahun 2022, melibatkan 35 petani yang tergabung dalam kelompok Agronova Vision. TAMENG sejak awal didukung oleh Petrokimia Gresik, untuk mengajak petani menerapkan teknik climate smart agriculture yang tidak hanya menjaga keberlanjutan pertanian hortikultura, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani. Kegiatan ini mencakup seluruh proses dari mulai pembibitan, persemaian, penanaman, panen, hingga penjualan.

Program ini sekarang terus berkembang dan bertransformasi menjadi pusat hortikultura yang modern dan ramah lingkungan diantaranya penggunaan solar cell untuk menghidupkan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti pompa air, water drip, sprinkle dan lainnya. TAMENG saat ini juga memiliki rumah pengolahan limbah.

Para petani TAMENG memiliki aktivitas dalam mengelola limbah pertanian maupun rumah tangga dengan pemilahan organik dan anorganik. Limbah organik yang berasal dari limbah panen sayur diolah menjadi berbagai produk seperti plant booster (POC), agensia hayati, dan pakan ternak.

Selain itu, limbah sayur yang masih layak konsumsi dimanfaatkan oleh istri petani menjadi berbagai macam produk olahan seperti mie sayur, keripik sayur, dodol sayur, dan lainnya. Selain itu, kelompok juga membuka warung bagi pengunjung dengan memanfaatkan hasil panen di area Program TAMENG.

“Khusus limbah anorganik dikelola langsung oleh Bank Sampah dan dijual kepada pengepul. Kami juga memilah limbah B3 untuk dipisahkan agar tidak berbahaya,” ujar Karmukit.

Sementara untuk meningkatkan pendapatan, tambahnya, kelompok mengembangkan lini usaha peternakan dengan budidaya domba serta budidaya ikan dan azolla. Selain itu, kelompok juga mengembangkan budidaya cacing untuk menghasilkan pupuk kascing serta cacing yang dimanfaatkan sebagai pakan ikan. Selain itu, budidaya kascing juga mampu menyerap limbah pertanian.

Petani binaan juga mengembangkan kawasan agrowisata sebagai sarana edukasi sekaligus rekreasi bagi masyarakat luas. Wisatawan merasakan pengalaman langsung memetik sayur dan buah segar dari kebun. Kegiatan ini dilengkapi dengan paket edukasi pertanian ramah lingkungan, pelatihan sederhana tentang budidaya hortikultura, hingga pengenalan produk olahan hasil panen.

Program TAMENG yang telah dipilih oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia untuk program Closed Loop, atau program kolaborasi multi-stakeholder ini juga menggandeng BUMDes Sumber Rejeki sebagai kios produk pertanian guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Produk Agronova Vision seperti plant booster dan agensia hayati juga dijual di kios BUMDes.

“Living Lab ini menjadikan TAMENG sebagai ekosistem pertanian hortikultura dari hulu hingga hilir yang mampu meningkatkan kemandirian petani, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” tutup Karmukit.

Terakhir, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan dan pendampingan yang diberikan Petrokimia Gresik kepada petani TAMENG dari awal program ini hingga sekarang. Disampaikannya, Petrokimia Gresik senantiasa mendorong untuk kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan setiap tantangan.

“Berkat dukungan dan pendampingan ini, TAMENG tidak hanya menjadi solusi pertanian hortikultura yang selalu dihadapkan pada problem perubahan iklim, tapi memiliki peran lebih besar lagi dalam mendukung kemajuan pertanian di Tanah Air dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” pungkasnya. (yad)

Pertama di Malang, TAMENG, Living Lab Berbasis Masyarakat Binaan Petrokimia Gresik  Selengkapnya

Dirut Petrokimia Gresik Blusukan ke Desa, Pastikan Penerapan Teknologi Pemupukan dengan Drone Lebih Ekonomis dan Efisien 

GRESIK,1minute.id – Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob melakukan blusukan ke sejumlah daerah di Jawa Timur. Blusukan yang dilakukan oleh manajemen perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu untuk memastikan kualitas pupuk organik dan penerapan teknologi pertanian modern berkelanjutan yang dijalankan perusahaan agar berjalan optimal. 

Sambang desa itu menyambut musim tanam Oktober 2025-Maret 2026 (Okmar). Kunjungan dilakukan oleh Direktur Utama, Daconi Khotob ke budidaya pertanian dengan Teknologi Petro Spring di Madiun, dan ke Mitra Petroganik di Jombang, baru-baru ini.

Daconi menyampaikan bahwa teknologi pertanian modern saat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung keberlanjutan pertanian di Indonesia. Selain meningkatkan produktivitas pertanian, pemanfaatan teknologi pada sektor pertanian juga mampu menjadi magnet atau daya tarik bagi generasi muda, mengingat saat ini problem regenerasi petani merupakan tantangan bersama.

“Penggunaan teknologi pada sektor pertanian saat ini merupakan keniscayaan. Generasi muda sangat akrab dengan teknologi, sehingga akan menarik minat untuk aktif memajukan pertanian Tanah Air di masa mendatang. Penggunaan teknologi juga mampu meningkatkan produktivitas melalui budidaya yang efektif dan efisien,” ujar Daconi.

Melalui program Makmur Petrokimia Gresik di Madiun, perusahaan menerapkan teknologi Petro Spring di dua titik budidaya, masing-masing di Desa Tiron dan Banjarsari, Kabupaten Madiun, dengan total luas lahan 10 hektare (ha).

Salah satu teknologi Petro Spring yang diterapkan di Madiun yaitu pemupukan menggunakan drone. Teknologi ini terbukti mampu menghemat tenaga, waktu, hingga biaya. Dengan cara manual pemupukan lahan 10 ha membutuhkan tenaga buruh tani sebanyak 12 orang, dengan waktu pemupukan 4 hari dan total ongkos Rp 7 juta, sementara dengan pemanfaatan drone pemupukan di lahan yang sama hanya membutuhkan tenaga dua orang, waktu 8 jam, dan biaya Rp 6 juta.

“Budidaya yang efektif dan efisien ini akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani. Biaya operasional berkurang, waktu kerja lebih singkat, dan hasil lebih optimal. Kami berharap penerapan teknologi Petro Spring dapat terus diduplikasi dan menjadi contoh bagi petani di wilayah lain,” tambah Daconi.

Sementara di Jombang, Daconi mengunjungi mitra Petroganik. Ia memastikan kualitas pupuk organik yang diproduksi mitra sesuai dengan standar, sehingga pengaplikasiannya mampu memberikan dampak positif bagi pertanian berkelanjutan.

“Kita tahu saat ini Petroganik menjadi salah satu pupuk bersubsidi. Dengan kualitas terjaga, pupuk organik ini mampu memberikan dampak positif bagi kesuburan tanah untuk jangka yang panjang,” ujarnya.

Daconi menambahkan, masa depan pertanian Indonesia yang berkelanjutan, tidak hanya membutuhkan teknologi modern semata. Petani juga harus mampu menjaga kesuburan tanah, untuk hasil optimal melalui penggunaan pupuk organik.

Daconi menegaskan bahwa keberlanjutan pertanian Indonesia tidak hanya bertumpu pada teknologi modern untuk hasil optimal, tetapi juga pada pengelolaan kesuburan tanah secara alami melalui penggunaan pupuk organik.

“Kombinasi antara teknologi dan kesuburan tanah yang terjaga akan menghasilkan pertanian yang tangguh dan produktif, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga swasembada pangan nasional,” pungkasnya. (yad)

Dirut Petrokimia Gresik Blusukan ke Desa, Pastikan Penerapan Teknologi Pemupukan dengan Drone Lebih Ekonomis dan Efisien  Selengkapnya

Musim Tanam Okmar, Petrokimia Gresik Siapkan 441 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi

GRESIK,1minute.id – Musim tanam Oktober-Maret (Okmar) para petani tidak perlu risau. Pasalnya, Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk bersubsidi nasional sebanyak 441.581 ton.

Stok yang melebihi ketentuan ini sebagai bentuk dukungan Petrokimia Gresik untuk meningkatkan produktivitas petani dalam rangka menjaga swasembada beras.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat menyampaikan Indonesia telah mencatat sejarah baru di tahun 2025. 

Produksi beras dan cadangan pangan nasional berada pada titik tertinggi, menjadikan Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi juga mulai mengekspor beras. Untuk terus meningkatkan produktivitas beras nasional, Petrokimia Gresik menyediakan pupuk bersubsidi di atas ketentuan minimum Pemerintah.

“Stok tersebut akan didistribusikan sesuai dengan tata kelola baru yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025 sebagian peraturan pelaksanaannya. Stok tersebut akan disalurkan kepada petani yang terdaftar,” ujar Daconi di Gresik, Jawa Timur pada Sabtu, 4 Oktober 2025.

Ia menambahkan, stok per 1 Oktober 2025 tersebut terdiri dari pupuk Urea sebanyak 39.606 ton, kemudian NPK Phonska 377.887 ton, pupuk Organik 20.900 ton, dan pupuk ZA 3.188. Daconi memastikan ketersediaan yang sudah tersebar di gudang-gudang tingkat Kabupaten/Kota tersebut telah melebihi ketentuan minimum Pemerintah dan dapat dengan mudah ditebus oleh petani.

“Kami berharap petani terdaftar mengoptimalkan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2025 sebanyak 9,55 juta ton. Karena itu stok pupuk bersubsidi yang disiapkan agar segera ditebus untuk hasil pertanian yang maksimal,” ujar Daconi.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Petrokimia Gresik juga menyiapkan stok pupuk nonsubsidi sebanyak 32.619 ton sebagai upaya untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian. Stok tersebut terdiri dari pupuk Urea 4.283 ton, NPK Phonska 18.118 ton, pupuk Organik 35 ton, dan ZA sebanyak 10.183 ton.

Ketersediaan stok pupuk non subsidi ini menjadi solusi bagi petani yang tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi. Hal tersebut dikarenakan pupuk bersubsidi hanya bisa didapatkan petani yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), petani yang menggarap lahan maksimal dua hektar, dan sepuluh komoditas yaitu padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kakao, kopi, tebu rakyat, dan ubi kayu (singkong).

“Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia akan terus menjaga amanah dalam menyediakan pupuk bagi petani, kami berharap, pelaksanaan musim tanam Oktober – Maret bisa berjalan baik, produktivitas meningkat, dan Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia seperti yang dicita-citakan Presiden Indonesia,” kata Daconi.

Terpisah, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo menyatakan, pihaknya siap mendukung implementasi elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) tahun 2026. Digitalisasi ini akan menjadikan tata kelola pupuk bersubsidi lebih transparan, akuntabel, dan efisien.

”Kami menyadari, keberhasilan program ini hanya dapat dicapai melalui komunikasi yang intensif, koordinasi yang solid, dan semangat gotong royong. Pupuk Indonesia Grup termasuk Petrokimia Gresik siap mendukung penuh,” demikian ungkap Adityo dalam Sosialisasi Penyaluran Pupuk Organik Subsidi di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), baru-baru ini.

Ia menambahkan, Pupuk Indonesia Grup mendukung penuh program ketahanan pangan yang telah menjadi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Salah satu upayanya dengan menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi termasuk pupuk organik Petroganik. Menurutnya, pupuk organik subsidi atau yang dikenal Petroganik memiliki manfaat dalam menjaga kesuburan tanah, memperbaiki struktur lahan, meningkatkan efisiensi pupuk, serta menjaga keberlanjutan ekosistem pertanian.

“Kolaborasi lintas lembaga menjadi penting untuk memastikan serapan pupuk bersubsidi termasuk organik berjalan optimal di lapangan. Langkah ini dirancang agar diseminasi informasi, edukasi pemupukan, serta pengawalan penebusan pada kios resmi atau yang sekarang disebut titik serah (PPTS) dapat berlangsung merata,” ujarnya. (yad)

Musim Tanam Okmar, Petrokimia Gresik Siapkan 441 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi Selengkapnya