Petrokimia Gresik Dorong Kebangkitan UMKM melalui Program Mangga Madu dan Mangga Muda 2022

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik seakan tiada ada henti mendorong UMKM tumbuh dan kuat. Terbaru, penguatan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19, melalui program Mangga Madu/Muda Business Competition (MMBC) 2022. 

Program pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah digagas oleh perusahaan Solusi Agroindustri berpusat di Gresik ini telah memasuki penjurian final secara hybrid pada Senin, 21Juni 2022.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan UMKM memiliki peranan strategis sebagai pilar perekonomian Indonesia yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan. “Oleh karena itu, sebagai bagian dari Pupuk Indonesia dan BUMN yang merupakan lokomotif pembangunan bangsa, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik salah satunya berfokus pada pendanaan dan pendampingan UMKM, termasuk program MMBC ini,”ujar Dwi Satriyo.

MMBC yang diselenggarakan kali pertama dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Petrokimia Gresik ini menyasar dua segmen peserta. Pertama, Mitra Kebanggaan (Mangga) Muda yang diperuntukkan bagi mahasiswa aktif, serta Mangga Madu bagi istri karyawan Petrokimia Gresik. Melalui program Mangga Muda, Petrokimia Gresik ingin mendorong generasi muda untuk meningkatkan jiwa entrepreneur yang profesional, sekaligus memberikan akses permodalan dan pembinaan bagi generasi muda dalam mengembangkan usahanya.

“Berwirausaha di usia muda membutuhkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang cukup. Melalui kegiatan ini, selain dapat menambah pengalaman diharapkan dapat memperluas networking para peserta untuk meningkatkan kinerja usahanya,” ujar Dwi Satriyo.

Sedangkan dalam program Mangga Madu, Petrokimia Gresik ingin mengoptimalkan potensi perempuan untuk menjadi entrepreneur, dimana perempuan dikenal mempunyai keunggulan multitasking dalam mengerjakan dua atau lebih pekerjaan sekaligus. “Ini juga menjadi persiapan dini untuk bekal saat pensiun nanti, terutama bagi para istri yang memiliki usaha sendiri. Sehingga dapat meningkatkan peran perempuan sebagai pilar ekonomi keluarga,”tandasnya.

Dalam tahapan final ini, masing-masing program yakni Mangga Muda dan Mangga Madu menyisakan sepuluh tim yang terbagi ke dalam dua sub kategori, yaitu creativesociopreneur dan agrosociopreneur. Kategori creativesociopreneur merupakan kompetisi untuk pelaku usaha di bidang kreatif seperti fesyen,  food and beverages, furniture, otomotif dan fotografi. Sedangkan agrosociopreneur fokus pada bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. 

Sederet ahli dan pelaku usaha di berbagai bidang hadir sebagai dewan juri di setiap kategori. Untuk kategori agrosociopreneur antara lain Budi Wahju Soesilo (Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik), Prof Christina Whidya Utami (Wakil Rektor Universitas Ciputra), Teuku Wisnu (Aktor & Pengusaha), Jonathan Alden (Chef), dan Hendy Setiono (Founder Baba Rafi Enterprise Holding Company).

Sedangkan dewan juri untuk kategori creativesociopreneur antara lain Panji Winanteya Ruky (Direktur Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia), Prof. Wawan Dhewanto (Guru Besar Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB), Nurul Haromaini Ali (Ketua Dewan Kerajinan Nasional Kabupaten Gresik), Linda Anggrea (Chief Executive Officer Buttonscarves), dan Intan Avantie (Fashion Designer).

Terakhir, Dwi Satriyo mengungkapkan bahwa MMBC ini merupakan upaya untuk memperkuat strategi bisnis para Mangga (Mitra Kebanggaan) Petrokimia Gresik. Mengingat saat ini seluruh sektor kehidupan, termasuk ekonomi menghadapi perubahan yang sangat cepat, mulai dari globalisasi, industri 4.0 yang diikuti dengan disruption era, dan selanjutnya pandemi Covid-19.

“Semoga kegiatan ini menjadi penyemangat pelaku usaha untuk terus tumbuh. Jika usahanya terus tumbuh dan berkembang, diharapkan dapat menyerap lebih banyak lapangan pekerjaan. Sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh lebih banyak pihak,” tutupnya. 

Wakil Rektor Universitas Ciputra Prof. Christina Whidya Utami sekaligus Dewan Juri menyampaikan bahwa, seorang entrepreneur itu bisa diedukasi, dan MMBC ini merupakan salah satu media mencetak entrepreneur yang inovatif. “Saya mengapresiasi inovasi para finalis yang menjadikan bisnisnya sustainable. Semoga menginspirasi,”ujar Prof. Christina.

Pemenang masing-masing kategori akan mendapatkan hadiah total Rp75 juta dan pendanaan usaha total senilai Rp 3 miliar. Dimana pemenang akan diumumkan pada tanggal 2 Juli 2022 dalam acara Mangga Hybrid Expo dan selanjutnya mengikuti Inkubasi UMKM untuk menjadi Petrokimia Gresik School of Business and Management. (yad)

Petrokimia Gresik Dorong Kebangkitan UMKM melalui Program Mangga Madu dan Mangga Muda 2022 Selengkapnya

Petrokimia Gresik Dukung Upaya Pengamanan Bahan Baku Pupuk untuk Ketahanan Pangan Nasional 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik menyambut antusias upaya Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam mendukung pengamanan pasokan fosfat sebagai bahan baku pupuk NPK. Hal ini mengingat Petrokimia Gresik adalah produsen pupuk NPK terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi mencapai 2,7 juta ton per tahun. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa pihaknya bersama holding Pupuk Indonesia terus berupaya memastikan ketersediaan pasokan bahan baku fosfat. Karena pasokan dan harga fosfat belakangan naik signifikan akibat kebijakan moratorium ekspor pupuk Rusia dan China, hingga dampak perang Rusia dan Ukraina.

“Untuk saat ini dapat kami pastikan bahwa pasokan bahan baku pupuk masih tersedia, dan proses produksi berjalan dengan baik dan lancar,”ujar Dwi Satriyo.

Salah satu upaya yang telah dilakukan Petrokimia Gresik dalam mengamankan pasokan fosfat yaitu menjalin kerjasama dengan Jordan Phosphate Mines Co (JPMC) sejak 2010 lalu. Kerjasama ini kemudian ditindaklanjuti dengan pendirian perusahaan joint venture PT Petro Jordan Abadi (PJA) yang memproduksi asam fosfat, asam sulfat, granulated gypsum, dan purified gypsum yang beroperasi secara komersil sejak 2015.

Dalam hal ini, JPMC berperan menyuplai batuan fosfat untuk produksi asam fosfat (acid phosphate) di PJA dengan kapasitas 200.000 ton per tahun, yang seluruhnya dimanfaatkan Petrokimia Gresik sebagai bahan baku NPK.

“Manfaat dari kerjasama ini tidak hanya ketersediaan stok, tapi juga dapat memperoleh bahan baku yang lebih kompetitif,” tandas Dwi Satriyo.

Hal ini sejalan dengan kerja sama yang baru saja dilakukan Pupuk Indonesia dengan JPMC untuk menjaga pasokan fosfat bagi produsen pupuk nasional. Penandatanganan kerja sama dilakukan  oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman dan Chairman JPMC Mohammad Thneibat serta disaksikan langsung oleh Mentan SYL di Vienna, Austria, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Mentan SYL menyampaikan bahwa bahan baku NPK seperti fosfat, maupun kalium (KCl), merupakan bahan baku yang memang tidak tersedia dan tidak dapat diproduksi di dalam negeri. Karena kedua jenis bahan baku pupuk ini merupakan barang tambang yang terdapat di luar negeri. 

“Sehingga dukungan stabilitas pasokan pupuk Indonesia ini juga nantinya berdampak baik pada program ketahanan pangan nasional,”ujar Mentan SYL.

Kerjasama ini juga akan mendorong kesempatan dan kolaborasi dalam tiga bidang strategis. Pertama, program jangka pendek untuk menjamin pasokan fosfat dari JPMC kepada Pupuk Indonesia sehingga pasokan pupuk stabil dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional. Kedua, program jangka menengah dengan mendorong JPMC untuk menyiapkan skema harga yang disepakati guna menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku pupuk untuk Pupuk Indonesia. Ketiga adalah program jangka panjang untuk menjalin kerjasama lebih besar lagi, yaitu joint venture industri pupuk di Indonesia.

Terakhir, Dwi Satriyo menyampaikan apresiasinya atas dukungan Menteri Pertanian dalam upaya mengamankan pasokan bahan baku pupuk. Menurutnya, kerja sama ini semakin memperkuat partnership yang telah dibangun Petrokimia Gresik dengan JPMC sejak 12 tahun silam. “Kami akan terus berkoordinasi dengan holding Pupuk Indonesia dan Kementan untuk menjaga pemenuhan kebutuhan pupuk dalam negeri,” tegasnya. (yad)

Petrokimia Gresik Dukung Upaya Pengamanan Bahan Baku Pupuk untuk Ketahanan Pangan Nasional  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Terapkan Pengawasan Distribusi Pupuk Subsidi Menggunakan Aplikasi Digital 

GRESIK, 1minute.id – Jelang musim tanam April – September 2022, Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia terus meningkatkan pengawasan distribusi pupuk bersubsidi.
Pengawasan dilakukan melalui penerapan sejumlah sistem dan aplikasi digital seperti Warehouse Management System (WMS), Sistem Scheduling Truk Online (SISTRO) dan Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport).

Direktur Operasi & Produksi Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih menyatakan sistem aplikasi digital ini dibangun untuk memperkuat pengawasan di seluruh jaringan distribusi yang menjadi tanggung jawab Petrokimia Gresik. Mulai dari pabrik (Lini I) sampai dengan gudang di tingkat Provinsi (Lini II), selanjutnya ke gudang di tingkat Kabupaten (Lini III), kemudian diteruskan ke gudang distributor di tingkat kecamatan, hingga distributor mengirimkan ke kios-kios resmi di tingkat desa (Lini IV).

“Kami ingin memastikan proses distribusi di seluruh lini yang menjadi tanggung jawab Petrokimia Gresik berjalan dengan baik dan sesuai prosedur,”tegas Digna.
Hal ini sejalan dengan program holding Pupuk Indonesia yang saat ini tengah meningkatkan digitalisasi proses distribusi pupuk bersubsidi melalui Distribution Planning and Control System (DPCS). Selain itu, Pupuk Indonesia juga sedang melakukan uji coba penebusan pupuk secara online menggunakan aplikasi Retail Management System (RMS).

Lebih lanjut Digna menjelaskan, WMS merupakan aplikasi digital berbasis mobile apps dan web untuk pengelolaan pergudangan di Gudang Lini 1 Petrokimia Gresik. WMS dilengkapi hardware berupa tablet, monopod dan action cam, sehingga seluruh kegiatan di gudang bisa terpantau dan tersistem dengan baik. Selain itu, WMS juga memiliki fitur yang terhubung langsung dengan Google Maps dan terintegrasi dengan Sistem Scheduling Truck Online (SISTRO) Petrokimia Gresik yang secara otomatis akan melakukan manajemen antrean truk untuk meminimalisir terjadinya penumpukan antrean. 

“Seluruh aktivitas dan data truk yang mengangkut pupuk akan terekam di aplikasi WMS, baik sebelum maupun sesudah proses pemuatan,” imbuh Digna.
Untuk memastikan data yang di input sesuai dengan kondisi riil di lapangan, petugas gudang wajib melampirkan foto kondisi truk. Kemudian serah terima antara petugas dan driver dilakukan setelah proses pemuatan selesai dan ditandai dengan berita acara yang dilengkapi digital signature. Setelah pengambilan pupuk selesai, data akan langsung terkoneksi dengan System Application and Product in Data Processing (SAP) Pupuk Indonesia.

“Dengan demikian, kita bisa meng-capture kondisi stok secara real time di seluruh area dari lini I sampai lini IV, baik indoor maupun outdoor (dalam perjalanan),”ujar Digna. 

Tidak hanya di area pergudangan, digitalisasi pengawasan distribusi juga diterapkan di pelabuhan melalui sistem Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport). Petroport memiliki fungsi pengawasan, pencatatan dan pelaporan, serta penentuan rekomendasi keputusan secara digital dan otomatis (automatic decision systems), sehingga dapat menghilangkan potensi demurrage atau denda akibat keterlambatan proses bongkar muat.

“Dengan digitalisasi sistem yang terintegrasi, diharapkan dapat meminimalisir potensi penyimpangan dalam jaringan distribusi Petrokimia Gresik. Sehingga proses distribusi pupuk bersubsidi semakin efektif dan efisien, baik secara waktu maupun biaya,” tandas Digna.

Terakhir, Digna menambahkan pengawasan terhadap penyaluran sampai dengan penggunaan pupuk bersubsidi di setiap daerah dilakukan oleh Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) yang terdiri dari unsur-unsur dinas terkait dan aparat penegak hukum. KP3 ini mempunyai hak untuk merekomendasikan pencabutan ijin distributor melalui dinas daerah yang membawahi perdagangan apabila terbukti melakukan penyimpangan penyaluran pupuk bersubsidi. 

“Secara prinsip Petrokimia Gresik siap melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan pemerintah, yaitu memproduksi pupuk sesuai penugasan dan memastikan distribusinya sampai ke kios resmi (lini IV). Kami juga tidak akan segan menindak tegas distributor apabila terbukti melakukan pelanggaran dalam penyaluran pupuk bersubsidi sesuai rekomendasi KP3 dan dinas setempat,”tutup Digna. (yad)

Petrokimia Gresik Terapkan Pengawasan Distribusi Pupuk Subsidi Menggunakan Aplikasi Digital  Selengkapnya

Sambut Proliga 2022, Tim Putri, Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia Diperkuat Dua Pemain Asing

GRESIK,1minute.id – Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia Volleyball Team dilaunching pada Kamis, 30 Desember 2021. Kehadiran tim bola voli putri itu untuk menyambut kejuaraan bola voli paling bergengsi di Indonesia, Proliga 2022. 

Grand launching tim baru Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu dilakukan oleh  Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo. 

Dwi Satriyo menyampaikan peluncuran tim baru ini merupakan upaya Petrokimia Gresik menjaga komitmen untuk terus berkontribusi pada bidang olahraga di Indonesia. Petrokimia Gresik tidak hanya berupaya menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi dan ramah lingkungan di sektor agroindustri, tapi juga ikut berperan bagi kemajuan olahraga di Indonesia.

Petrokimia Gresik sudah bertahun-tahun memiliki komitmen yang tinggi terhadap kemajuan olahraga di tanah air. Beberapa cabang olahraga binaan Petrokimia Gresik antara lain silat, voli, renang, dan senam. “Komitmen tersebut sudah dijawab dengan capaian prestasi yang membanggakan di tingkat regional dan nasional, bahkan internasional,” ujar Dwi Satriyo.

Pupuk Indonesia sebagai perusahaan induk Petrokimia Gresik juga memainkan peran penting dalam kehadiran Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia Volleyball Team. Melalui produknya yaitu pupuk Phonska Plus, Pupuk Indonesia menjadi sponsor utama bagi Tim Voli PG pada kompetisi Proliga 2022.

Pupuk Phonska Plus merupakan pupuk majemuk NPK yang diperkaya dengan unsur Sulfur dan Zinc. Pupuk ini menjadi salah satu produk unggulan Pupuk Indonesia yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas penggunaan pupuk serta meningkatkan jumlah maupun mutu hasil panen. “Semoga Phonska Plus dapat membawa atmosfer positif dan semangat bagi klub bola voli putri Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia, sehingga dapat memperoleh hasil maksimal dalam Proliga 2022,”imbuh Dwi Satriyo.

Untuk mempersiapkan kompetisi Proliga 2022, Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia selaku sponsor utama, berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi Perkumpulan Bola Voli Petrokimia Gresik (PBVPG) yang merupakan organisasi induk Tim Voli PG, mulai dari penyediaan fasilitas lengkap untuk latihan dan memberikan bimbingan pelatihan intensif. 

Sementara itu, Ketua Umum PBVPG Koko Sudiro menjelaskan tim barunya ini akan dibimbing oleh Bung Ayub selaku Head Coach. Tim tersebut memiliki 17 pemain Proliga dan 5 pemain non Proliga. Dimana pemain Proliga akan diperkuat oleh dua pemain asing, yaitu Yuliya G dari Rusia dan Jennifer Alvarez dari Kuba.

Proliga merupakan kompetisi bola voli profesional tahunan di Indonesia yang kali pertamadilaksanakan pada 2002. Keikutsertaan Petrokimia Gresik pada 2022 mendatang merupakan yang ke-19 setelah absen satu kali pada 2020 dan 2021 ditiadakan karena pandemi Covid-19.

Pada 2022, Proliga akan digelar pada bulan Januari. Untuk itu tim voli dari berbagai daerah di Indonesia saat ini sedang dalam proses persiapan untuk bertanding, tak terkecuali dengan Tim Voli PG. Latihan secara intensif yang dilakukan setiap hari dan penguatan formasi pemain melalui penambahan pemain asing menjadi langkah persiapan yang diambil oleh Tim Voli PG sebelum bertanding di Proliga 2022.

Koko juga menambahkan, selain meresmikan tim baru yang akan dimatangkan untuk Proliga 2022, pada agenda ini juga diresmikan jersey tim dengan kombinasi warna hijau-kuning yang selaras dengan corporate color identity Petrokimia Gresik.

“Kami optimistis dengan persiapan yang telah kami tempuh dan modal kuat yang kami miliki, yakni komposisi pemain, Head Coach berpengalaman serta dukungan dari pihak sponsor, tim baru ini akan mampu berprestasi di ajang Proliga 2022,”tutup Koko. (yad)

Sambut Proliga 2022, Tim Putri, Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia Diperkuat Dua Pemain Asing Selengkapnya

Petrokimia Gresik Luncurkan DLC, Solusi di Masa Pandemi Mahasiswa Magang Tidak Perlu Datang ke Pabrik

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik meluncurkan Digital Learning Center (DLC). Upaya perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia ini mendukung pemerintah mencetak SDM unggul. 

Peluncuran dilakukan oleh Asisten Deputi Bidang Industri Pangan dan Pupuk (Asdep IPP) Kementerian BUMN Zuryati Simbolon dan Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, serta disaksikan Direktur Transfrormasi Bisnis Pupuk Indonesia Panji Winanteya Ruky di Gresik, Jawa Timur pada Selasa,14 September 2021.

Zuryati menyatakan bahwa Digital Learning Center Petrokimia Gresik merupakan satu bukti nyata dari lima strategi yang telah ditetapkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir diantaranya kepemimpinan dalam teknologi. Ia pun mengapresiasi transformasi digital yang dilakukan Petrokimia Gresik karena tidak hanya solutif, tapi juga murni karya dari anak bangsa.

“BUMN harus mampu meningkatkan kinerja melalui kepemimpinan teknologi, digitalisasi, dan industri 4.0. Digital Learning Center Petrokimia Gresik merupakan implementasinya,”ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa inovasi digital yang telah dicanangkan sejak 2020 ini merupakan hasil sinergi  Kementerian BUMN, melalui Pupuk Indonesia dan Petrokimia Gresik, serta Kementerian Perindustrian sebagai upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja di Indonesia.

Digital Learning Center Petrokimia Gresik diciptakan tidak hanya untuk mempercepat penguasaan kompetensi karyawan, tapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa magang dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menyiapkan calon tenaga kerja yang berkompeten dan bersertifikat dalam menghadapi persaingan global.

“Selama pandemi banyak mahasiswa kesulitan mencari tempat praktik karena banyak perusahaan menutup program magang untuk mencegah penyebaran Covid-19. Digital Learning Center Petrokimia Gresik merupakan jawaban atas permasalahan tersebut,”tandas Dwi Satriyo.

Dengan adanya Digital Learning Center, mahasiswa magang tidak perlu datang ke pabrik untuk melakukan praktik kerja industri, karena mereka bisa mendapatkan pengalaman magang yang riil melalui fasilitas Digital Learning Center Petrokimia Gresik yang memiliki empat platform. 

Yakni, Enterprise University (mewadahi kegiatan belajar dan eksplorasi seluruh kompetensi melalui Video Based Learning, Digital Handout, dan ujian secara online, Assignment maupun Coaching) ; Virtual Reality (platform pembelajaran interaktif melalui pemanfaatan teknologi virtual reality untuk memberikan tingkat pemahaman materi yang didesain dengan kondisi nyata).

Kemudian, Augmented Reality (gabungan antara dunia nyata dengan informasi digital untuk tujuan memperjelas pemahaman manusia sebagai pengguna) ; dan 360 Plant Facility Learning (teknologi yang memungkinkan pengguna untuk melakukan kunjungan ke suatu tempat secara virtual).

“Petrokimia Gresik menjadi BUMN pertama yang menggunakan Virtual Reality dalam metode pembelajaran digital bagi peserta magang maupun karyawan,”tegasnya. 

Bagi Petrokimia Gresik sendiri, fasilitas Digital Learning Center juga memudahkan setiap karyawan agar dapat belajar secara fleksibel tanpa harus bergantung pada kondisi operasional di unit kerja. Ia pun berharap Digital Learning Center Petrokimia Gresik mampu menjadi katalis bagi perusahaan untuk selalu tumbuh dan berkembang. 

Digital Learning Center Petrokimia Gresik diharapkan mampu menjadi wadah bagi karyawan Petrokimia Gresik maupun stakeholder eksternal untuk dapat berinteraksi, bertukar ide, dan juga menyiapkan sarana coaching antara mentor dan mentee.

“Kecepatan beradaptasi terhadap transformasi digital menjadi hal yang tidak bisa ditawar utamanya di tengah pandemi. Ke depan, Petrokimia Gresik akan terus melakukan improvement terhadap inovasi yang telah dilakukan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak pihak, serta melakukan transformasi digital di bidang lainnya,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Petrokimia Gresik Luncurkan DLC, Solusi di Masa Pandemi Mahasiswa Magang Tidak Perlu Datang ke Pabrik Selengkapnya

Demplot Dambaan, Produktivitas Hasil Panen Meningkatkan 35 Persen


GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik melaksanakan seremoni hasil panen atas program Demonstration Plot (Demplot) Dambaan pada Jumat,27 Agustus 2021. Demplot Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu  kerja sama dengan Kodim 0817/Gresik dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik.

Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih menjelaskan bahwa Petrokimia Gresik melalui program Demplot Dambaan ini ingin memberikan Dampak Baik Berkelanjutan (Dampaan) bagi masyarakat pertanian di Kabupaten Gresik. Petrokimia Gresik berupaya mengoptimalkan peran pertanian Gresik yang merupakan homebase perusahaan di tengah pandemi Covid-19.

“Gresik dikenal sebagai kota industri, namun peranan sektor pertanian dalam pencapaian swasembada pangan juga cukup besar. Demplot ini merupakan dukungan Petrokimia Gresik agar sumbangsih pertanian di Gresik untuk ketahanan pangan nasional semakin optimal,”ujar Digna. Demplot Dambaan, lanjut Digna, digelar di 21 titik yang berada di 15 kecamatan di Kabupaten Gresik.

Lima belas kecamatan tersebut adalah Kebomas ; Cerme; Benjeng ; Wringinanom, Menganti dan Kedamean. Kemudian,  Manyar, Bungah;  Sidayu; Ujung Pangkah serta Panceng. Selanjutnya, Dukun ; Duduksampeyan ; Driyorejo dan Balongpanggang. 
Sedangkan luas lahan demplot mencapai 10,5 ha, dimana masing-masing titik seluas 0,5 ha.

Rata-rata hasil panen mengalami peningkatan 30 persen hingga 35 persen dari produktivitas sebelumnya. Demplot dengan peningkatan hampir mencapai 100% terjadi di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang yaitu 98 persen yang mana hasil produktivitas sebelumnya hanya 5 ton/ha kini bisa mencapai 9,92 ton/ha.

“Penyediaan pangan menjadi semakin penting dan strategis di tengah pandemi Covid-19 untuk itu dibutuhkan peningkatan produktivitas sebagai langkah nyata, seperti Demplot Dambaan ini,”tandasnya.
Peningkatan hasil panen ini tidak lepas dari pendampingan Petrokimia Gresik yang mengajak petani menerapkan pemupukan berimbang dengan mengombinasikan penggunaan pupuk organik dan pupuk anorganik sesuai dosis yang dianjurkan. Hal ini bertujuan agar produktivitas meningkat dan kesuburan lahan pertanian tetap terjaga.

Pola pemupukan yang diaplikasikan antara lain NPK Phonska Plus (150 kg/0,5 ha), Petroganik (250 kg/0,5 ha), Urea (100 kg/0,5 ha) dan Phonska OCA 3 liter/0,5 ha. “Produtivitas tinggi juga akan dicapai jika semua pihak konsen terhadap pertanian seperti yang dilakukan pada Demplot Dambaan, mendapatkan pengawalan dari Petrokimia Gresik, Kodim 1817/Gresik, Pemkab Gresik melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian, dan kelompok tani,” ujar Digna.

Ia menambahkan bahwa Demplot Dambaan ini melibatkan 20 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), 21 Kelompok Pertanian (Poktan), serta didampingi Perwira dan Staf Teritorial dari 15 Koramil dan 21 Babinsa. Sedangkan, Inspektur Kodam (Irdam) V/Brawijaya Brigjen TNI Arie Subekti yang hadir dalam seremoni mengapresiasi sinergitas yang telah dibangun Petrokimia Gresik dengan TNI AD, serta Pemkab Gresik. Ia manyampaikan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan produtivitas pangan dan kesejahteraan petani, sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian nasional.

“Jika demplot ini diduplikasi oleh pertanian nasional, maka ketahanan pangan juga akan semakin terjamin,”ujar Brigjen Arie. Di sisi lain, tambahnya, demplot ini tidak hanya berdampak pada hasil panen, tapi pemupukan berimbang yang direkomendasikan Petrokimia Gresik, dimana di dalamnya terdapat pupuk organik juga menjaga keberlanjutan pertanian di tanah air.

Selain itu, Kepala Dinas Pertanian Pemkab Gresik, Eko Anindito Putro berharap ada kelanjutan dari program Demplot Dambaan pasca penutupan. Karena telah terbukti adanya peningkatan. “Demplot ini penting karena banyaknya alih fungsi lahan di Gresik, sehingga dibutuhkan intensifikasi agar ketahanan pangan tetap terjaga,” tandasnya.

Sementara itu, melalui Demplot Dambaan ini, Petrokimia Gresik juga memperkenalkan langsung pupuk organik cair Phonska Oca kepada petani Gresik. Aplikasinya sebanyak 3 liter/0,5 ha dengan cara disemprotkan. Phonska Oca merupakan produk organik yang produksinya 100 persen menggunakan bahan baku dalam negeri. “Phonska Oca merupakan komplementer atau tambahan untuk melengkapi konsep pemupukan berimbang dengan peningkatan hasil mencapai 30 sampai 60 persen bergantung pada jenis komoditas. Phonska Oca bukan pupuk yang diaplikasikan secara mandiri,” jelas Digna.

Kendati demikian, bukan berarti Demplot Dambaan tidak menghadapi kendala. Tantangan yang terjadi mayoritas adalah hama tikus, namun ada beberapa yang diterpa angin dan hama lainnya seperti sundep, burung, keong, dan asem-aseman.  “Tapi hampir semua lahan mampu bertahan dengan baik dan tetap melakukan panen,” ujarnya. 

Digna memastikan Demplot Dambaan ini merupakan percontohan, sehingga kedepan akan ditularkan kepada kelompok tani lainnya sehingga semakin banyak petani yang merasakan dampak baiknya. “Demplot Dambaan merupakan wujud sinergitas. Saya berharap demplot ini mampu memberikan energi positif. Para petani dapat merasakan manfaatnya dalam hal kesejahteraan, khususnya di tengah pandemi Covid-19,”tutup Digna. (yad)

Demplot Dambaan, Produktivitas Hasil Panen Meningkatkan 35 Persen Selengkapnya

Dwi Satriyo Annurogo : AKHLAK menjadi Katalis Pertumbuhan Petrokimia Gresik menuju Solusi Agroindustri

GRESIK,1minute.id – Implementasi tata nilai AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) di Petrokimia Gresik anak perusahaan Pupuk Indonesia, telah mampu menjadi katalis percepatan pertumbuhan perusahaan menuju Solusi Agroindustri. 

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo dalam acara peringatan Hari Keluarga Nasional dan Satu Tahun AKHLAK pada Kamis, 29 Juli 2021.
AKHLAK resmi dicanangkan oleh Menteri BUMN Republik Indonesia Erick Thohir, sebagai values bersama bagi Kementerian BUMN, BUMN, dan Anak Perusahaan BUMN. Untuk membuktikan komitmen perusahaan mengimplementasikan AKHLAK.

Pada Agustus 2020 Petrokimia Gresik  melakukan kick off AKHLAK Meeting yang dibarengi dengan internalisasi penyelarasan tata nilai yang sebelumnya yaitu FIRST. “AKHLAK menjadi salah satu kunci perubahan fundamental dan panduan bergerak bagi Petrokimia Gresik untuk dapat menuntaskan tugasnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mewujudkan pertanian berkelanjutan,” ujar Dwi Satriyo.

Penerapan AKHLAK di Petrokimia Gresik juga telah mendapat apresiasi dari stakeholder. Dalam ajang “AKHLAK Award 2021” yang diselenggarakan Kementerian BUMN, Petrokimia Gresik meraih penghargaan sebagai Runner-up Indeks Implementasi ADAPTIF Terbaik Kategori Anak Perusahaan BUMN.

“Hasil ini tidak lepas dari peran serta Insan ber-AKHLAK yang kompeten dan amanah mengemban tanggung jawabnya sebagai agen perubahan di unit kerja,” ujar Dwi Satriyo.

Sementara itu, sebagai salah satu upaya Petrokimia Gresik menjadi Insan Ber-AKHLAK, di acara yang sama, Petrokimia Gresik juga meluncurkan “Buku Panduan Perilaku AKHLAK” yang diselaraskan dengan panduan perilaku Pupuk Indonesia Grup. Dwi Satriyo menegaskan dengan implementasi AKHLAK, proses bisnis yang dijalankan Petrokimia Gresik akan bersih dari praktik korupsi dan berpegang teguh pada prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Ini menjadi penting mengingat Petrokimia Gresik mendapat amanah dari pemerintah untuk memproduksi dan menyalurkan pupuk bersubsidi. “AKHLAK telah membudaya bagi Insan Petrokimia Gresik, tidak hanya diimplementasikan di lingkungan kerja, tapi juga di lingkungan keluarga,” tandas Dwi Satriyo. 

Sementara itu, Dahlan Iskan, Menteri BUMN periode 2011-2014 yang hadir sebagai narasumber dalam acara bertema “AKHLAK Bagiku dan Keluargaku” ini mengapresiasi kepeloporan Petrokimia Gresik dalam menciptakan berbagai produk terobosan transformatif di bidang pemupukan.

Menurutnya Petrokimia Gresik telah memiliki dasar yang baik dalam hal inovasi, kinerja dan kepeloporannya, sehingga ketika dilengkapi AKHLAK hasilnya akan semakin optimal. Untuk itu, terkait AHKLAK Dahlan Iskan berpendapat bahwa Petrokimia Gresik tidak lagi sekadar pada tahap implementasi, tapi harus mampu menjadi role model untuk menularkan semangat AKHLAK ke perusahaan lain dengan konsistensi prestasi, inovasi dan kinerja.

“Tidak ada jalan lain kecuali melalui praktik. Artinya praktik sehari-hari dari para pelaku values AKHLAK yang secara konsisten dilakukan tanpa pretensi (berpura-pura) apapun,”tandasnya.(yad) 

Dwi Satriyo Annurogo : AKHLAK menjadi Katalis Pertumbuhan Petrokimia Gresik menuju Solusi Agroindustri Selengkapnya

Petrokimia Gresik Bukukan Laba Rp 1,42 Triliun, Penjualan Ekspor Meningkat 25 Persen

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia mencatat laba Rp1,42 triliun (audited) atau 118 persen dari target RKAP 2020. Perusahaan berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia. Salah satu upayanya melalui peningkatan kinerja serta akselerasi program hilirisasi produk melalui pembangunan pabrik baru.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo saat memperingati HUT ke-49 Petrokimia Gresik pada Sabtu,10 Juli 2021. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, menyatakan bahwa ancaman krisis pangan akibat pandemi Covid-19 telah menjadi stimulus bagi industri pupuk dan pangan dalam negeri, khususnya Petrokimia Gresik untuk memperkuat sektor produksi pertanian domestik sebagai penopang ketahanan pangan nasional. Terbukti, pertanian menjadi salah satu sektor yang tumbuh positif selama pandemi Covid-19.

Pertumbuhan sektor pertanian juga sejalan dengan peningkatan kinerja perusahaan. Pada 2020, Petrokimia Gresik berhasil mencatat kinerja positif dengan perolehan laba sebesar Rp1,42 triliun (audited) atau 118 persen dari target RKAP 2020.

“Kinerja positif Petrokimia Gresik di tahun 2020 merupakan wujud kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pemerintah memperkuat ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19,” ujar Dwi Satriyo dalam siaran pers diterima 1minute.id pada Sabtu,10 Juli 2021.

PABRIK 1B PT Petrokimia Gresik ( Foto : Humas Petrokimia Gresik for 1minute.id)

Tidak hanya di pasar domestik, adanya  global supply shock juga memberikan peluang Petrokimia Gresik untuk melakukan ekspansi pasar dan menggenjot ekspor. Selama 2020, penjualan ekspor Petrokimia Gresik mencapai 494 ribu ton, meningkat 25 persen dari penjualan ekspor pada 2019. Bahkan Petrokimia Gresik mampu menguasai market share pupuk NPS di India sebesar 35 persen.

“Ini membuktikan bahwa Petrokimia Gresik mampu mengubah tantangan menjadi peluang,”kata Dwi Satriyo.

Lebih lanjut Dwi Satriyo mengungkapkan bahwa selama 49 tahun berdiri, Petrokimia Gresik telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan teknologi pemupukan di Indonesia. Diantaranya, menjadi pioneer pupuk berbasis fosfat pada 1980-an, pioneer pupuk NPK berbasis chemical reaction pada 2000, dan pioneer pupuk organik pada 2005.

“Tahun ini juga menjadi tonggak sejarah baru bagi Petrokimia Gresik, dimana kami telah melakukan sederet langkah strategis untuk meningkatkan daya saing sekaligus kontribusi dalam memperkuat ekonomi nasional,”ujarnya.

Salah satu yang telah terealisasi di tahun ini adalah pembangunan pabrik Green Surfactant berkapasitas 600 kiloliter (kL) yang memanfaatkan gas SO3 dari pabrik asam sulfat sebagai bahan baku. Green Surfactant merupakan produk surfaktan lokal pertama di Indonesia yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi lapangan minyak tua melalui teknologi EOR (Enhanced Oil Recovery).

“Ini menjadi terobosan penting bagi industri minyak dan gas (migas) di Indonesia,”tandasnya.

Selanjutnya, Petrokimia Gresik akan membangun pabrik Soda Ash berkapasitas 300 ribu ton. Soda Ash merupakan bahan baku produk-produk yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari seperti deterjen, kaca dan produk turunannya, hingga pasta gigi. Namun, kebutuhan Soda Ash dalam negeri saat ini masih dipenuhi melalui impor.

Soda Ash merupakan strategi meningkatkan nilai tambah dari produk samping. Pabrik ini nantinya akan memanfaatkan CO2 yang merupakan hasil samping (by product) dari Pabrik Amoniak.

Sedangkan, produk samping Soda Ash berupa Amonium Klorida (NH4Cl) dapat digunakan sebagai bahan baku NPK, sehingga dapat mengurangi kebutuhan impor ZA sebagai bahan baku NPK.

Tidak hanya itu, tahun ini Petrokimia Gresik juga berhasil mendapatkan izin pengecualian gipsum dari kategori Limbah B3 oleh Kementerian KLHK, sehingga pemanfaatannya dapat dilakukan secara masif, tidak hanya di lingkup internal perusahaan, tetapi juga dapat mendukung industri lainnya yang membutuhkan gipsum.

“Ke depan, pengembangan bisnis dengan optimalisasi potensi yang ada akan difokuskan pada hilirisasi produk untuk memperkuat posisi Petrokimia Gresik sebagai perusahaan berbasis related diversified industry agar terus tumbuh dan sustainable,” jelas Dwi Satriyo.

Menurutnya, hal ini selaras dengan tema “GREAT For Indonesia : Growth, Excellence, And Worthwhile” yang diusung dalam ulang tahun ke-49 ini. Juga menjadi komitmen dan tekad perusahaan untuk terus tumbuh, unggul dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

“Dengan demikian, kontribusi Petrokimia Gresik untuk Indonesia tidak hanya dalam hal menopang ketahanan pangan nasional dan mewujudkan pertanian berkelanjutan. Tetapi juga memperkuat industri lainnya yang bermuara pada penguatan ekonomi nasional” tandas Dwi Satriyo. (yad)

Petrokimia Gresik Bukukan Laba Rp 1,42 Triliun, Penjualan Ekspor Meningkat 25 Persen Selengkapnya

Petrokimia Gresik Teken MoU Pembelian Gas dengan KEI untuk Pabrik Amoniak-Urea

GRESIK,1minute.id – PT Petrokimia Gresik  meneken kontrak pembelian gas dengan Kangean Energy Indonesia (KEI). Nota kesepahaman (MoU) diteken oleh Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Dwi Satryo Annurogo dengan President Director KEI Ltd., Minoru Kuniyasu dalam event “Oil & Gas Investment Day” di Jakarta pada Kamis, 17 Juni 2021.

Event itu disaksikan oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman serta Menteri ESDM Arifin Tasrif. Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa, melalui kesepakatan ini Petrokimia Gresik berencana membeli gas bumi dari Lapangan Gas Wilayah Kerja Kangean yang diperkirakan onstream pada 2027 mendatang.  Besaran yang akan ditentukan kemudian.

Gas dari KEI ini nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan gas pabrik pupuk Amoniak-Urea (Amurea) eksisting, atau pabrik lainnya. Seperti diketahui, gas bumi merupakan bahan baku penting untuk memproduksi pupuk bersubsidi jenis Urea, NPK, dan ZA. 

“Untuk itu dibutuhkan jaminan pasokan gas bumi yang berkelanjutan agar target produksi pupuk tidak terganggu, sehingga ketahanan pangan nasional dapat terjaga,”ujar Dwi Satriyo. Saat ini kebutuhan gas bumi Petrokimia Gresik mencapai 144 MMSCFD, yang dipenuhi dari beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Gas tersebut digunakan untuk memenuhi produksi pupuk bersubsidi maupun komersial di perusahaan dengan tagline Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia.

Lebih lanjut, Dwi Satriyo menjelaskan bahwa kebutuhan gas bumi bagi Petrokimia Gresik semakin penting untuk mendukung program related diversified industry atau meneruskan hilirisasi produk.

Salah satunya adalah rencana pembangunan pabrik Soda Ash, yang akan memanfaatkan gas CO2 hasil samping dari pabrik Amoniak sebesar 174 ribu ton. Program ini menjadi salah satu strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah atau profitabilitas.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan pemerintah untuk pemenuhan gas bagi Petrokimia Gresik. Pemenuhan ini tidak hanya dirasakan oleh perusahaan semata, tapi juga pertanian di Indonesia,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman menyatakan bahwa gas bumi adalah komponen yang sangat penting bagi industri pupuk. Sehingga kepastian pasokan dan ketersediannya sangat menentukan keberlanjutan dan pengembangan perusahaan. 

Oleh karena itu, Bakir juga mengapresiasi dukungan pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), yang telah menerbitkan Surat Keputusan Menteri ESDM Nomor 89 Tahun 2020 tentang Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri. 

“Melalui surat keputusan tersebut, Pupuk Indonesia bisa mendapatkan harga gas yang kompetitif sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan daya saing,”ujar Bakir. (yad)

Petrokimia Gresik Teken MoU Pembelian Gas dengan KEI untuk Pabrik Amoniak-Urea Selengkapnya

Wamentan Apresiasi Program Agro Solution, Gairahkan Milenial untuk Bertani

GRESIK,1minute.id – Program Agro Solution dikembangkan Pupuk Indonesia mendapatkan apresiasi dari Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi saat berkunjung ke Petrokimia Gresik pada Kamis,1 April 2021. 

Sebab, program Agro Solution itu sebagai upaya Pupuk Indonesia untuk mengakomodasi petani agar tidak bergantung pada pupuk subsidi. Juga, bertujuan menarik minat generasi milenial, karena program ini menawarkan keuntungan yang sangat menjanjikan.

“Kita harus menjaga dan membuat profesi petani ini menarik. Jadi dengan adanya program Agro Solution, mudah-mudahan bisa menjawab tantangan ini,”ujar Harvick. 

Direktur Utama Pupuk Indonesia Achmad Bakir Pasaman menambahkan hasil uji coba program Agro Solution di Kabupaten Jember, Banyuwangi, Bima, Dompu, Ponorogo, dan sebagainya, petani berhasil meningkatkan produktivitas tanamannya. 

“Panen gabah kering naik 55 persen, jagung kering naik 45 persen. Adapun keuntungan petani padi naik hingga 91 persen dan jagung kering naik hingga 60 persen,”ujar Bakir. 

Dalam program ini, lanjutnya, Pupuk Indonesia memberikan kawalan lengkap off farm dan on farm. Pada kegiatan off farm, Pupuk Indonesia memberikan akses permodalan kepada petani, bimbingan teknis, akses terhadap asuransi dan memberikan jaminan offtaker hasil panen.

Sedangkan di on farm, Pupuk Indonesia menyediakan produk agro input berkualitas, baik itu pupuk, benih, pestisida dan lain sebagainya. Juga memberikan kawalan teknologi dan bimbingan teknis.

Program Agro Solution ini telah dilaksanakan pada 10.861 hektare lahan di berbagai wilayah Indonesia. Pada 2021  target mencapai 50 ribu hektare. Hasil program ini mampu meningkatkan hasil panen dari rata-rata 5 sampai 6 ton menjadi 8 hingga 10 ton per hektare. 

“Harapannya bila produktivitas meningkat, maka pendapatan petani juga meningkat sehingga mereka mampu membeli pupuk non-subsidi dan tidak lagi tergantung pada pupuk bersubsidi,”kata Bakir. (yad)

Wamentan Apresiasi Program Agro Solution, Gairahkan Milenial untuk Bertani Selengkapnya