Serbuan Vaksinasi Sasar Pelajar, Penyandang Disabilitas hingga Diatas Perahu Nelayan

GRESIK,1minute.id – Serbuan vaksin terus dilakukan oleh Satgas Covid-19 Gresik. Meski,  herd immunity sebesar 70 persen telah tercapai.  Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik pun masuk zona kuning. Hari ini, Jumat, 15 Oktober 2021, serbuan vaksin dilakukan untuk pelajar SMP 4 Muhammadiyah Kebomas, penyandang disabilitas dan vaksin untuk nelayan di Kecamatan Manyar. 

Serbuan vaksinasi untuk pelajar dan disabilitas dihadiri oleh Kapolres Gresik AKBP Muchamad Nur Azis dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. Sedangkan, vaksinasi untuk nelayan diatas perahu dipimpin Satgas Covid-19 Kecamatan Manyar. 

Ratusan vaksin disuntikkan kepada ribuan pelajar dan nelayan. Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis mengatakan serbuan vaksinasi Covid-19 guna mendorong percepatan terbentuknya herd Immunity atau kekebalan komunal.

“Angka penyebaran Covid-19 sudah mengalami penurunan menuju level 3. Kita patut bersyukur namun kami ingatkan harus selalu melaksanakan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, ini adalah yang terpenting bisa melindungi kita dari terpaparnya Covid-19 sehingga kasus sudah turun,”kata alumnus Akpol 2002 itu.

Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail memberikan  apresiasi dan berterima kasih serta rasa bangganya kepada masyarakat Gresik karena antusias untuk mengikuti kegiatan vaksinasi sangat luar biasa.  “Terima kasih atas kerjasamanya TNI, Polri, pemerintah daerah, Dinkes dan relawan. Saya dapat laporan dari pimpinan pusat juga bahwa banyak relawan yang ikut dalam pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Gresik, terima kasih atas kerjasamanya,”kata Taufik Ismail. 

Sementara itu, vaksinasi untuk nelayan dilakukan oleh petugas diatas perahu. Satgas Covid-19 Kecamatan Manyar bersama vaksinator menyusuri jalan setapak area tambak menuju dermaga nelayan. Ada dua dermaga yang didatangi oleh petugas Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Nakes Puskesmas Manyar yakni Kalimireng dan Leran, Kecamatan Manyar. 

Untuk vaksinasi nelayan ini, petugas memberikan sepaket sembako berisikan 2 kilogram beras, minyak goreng satu liter, gula pasir satu kilogram, teh celup dan biskuit. Kepala Desa Leran Abdul Manan mengapresiasi kegiatan vaksinasi diatas perahu nelayan tersebut. “Atas nama pemerintahan Desa Leran kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Manyar, Puskesmas Manyar, Koramil Manyar dan Kecamatan Manyar. Atas pemberian dosis vaksin dan paket sembako kepada nelayan.” katanya. (yad)

Serbuan Vaksinasi Sasar Pelajar, Penyandang Disabilitas hingga Diatas Perahu Nelayan Selengkapnya

NasDem Lindungi Kiai dan Santri dengan Vaksinasi

GRESIK,1minute.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) menggelar serbuan vaksinasi di sejumlah Pesantren (Ponpes) di Kota Santri. Hari pertama serbuan vaksinasi digelar di Ponpes Al Muniroh pada Rabu, 25 Agustus 2021.

Ribuan orang mulai Pengasuh, santri hingga masyarakat sekitar Ponpes yang berlokasi di Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik itu. Ada dua jenis vaksin yang disuntikkan. Yakni, Sinovac dan AstraZeneca. 

Ikhtiar percepatan membentuk herd immunity ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani serta pengurus DPD NasDem yakni Ketua DPD NasDem Gresik Syaiful Anwar, Sekretaris Ainul Fuad, dan Bendahara Nur Rachmad Yani Hidayatullah serta anggota Fraksi NasDem DPRD Jatim Ahmad Iwan Zunaih (Gus Iwan). Juga, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Saifudin Ghozali. 

Ketua DPD NasDem Gresik Syaiful Anwar mengatakan,  serbuan vaksinasi di Ponpes Al Muniro sebagai bentuk komitmen NasDem Gresik membantu pemerintah dalam mempercepat capaian herd immunity. “Serbuan vaksin yang diadakan NasDem Gresik ini sebagai ikhtiar untuk membantu membentuk herd immunity masyarakat agar tak terpapar Covid-19,” ucap Syaiful didampingi Ainul Fuad dan Nur Rachmad Yani Hidayatullah.

Menurut Syaiful, kegiatan ini bagian dari serbuan 15 ribu dosis vaksin yang menjadi program NasDem Gesik. Ribuan dosis vaksin  itu dilakukan secara bertahap di sejumlah pondok pesantren. “Serbuan vaksin kami diawali dari Ponpes Al Muniroh ini,”tegas Syaiful.

SERBUAN VAKSINASI: Bupati Gresik Fandi Akhmad bersama Ketua DPD NasDem Gresik Syaiful Anwar (kanan berdiri) dalam serbuan vaksinasi fi Ponpes Al Muniroh di Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik pada Rabu, 25 Agustus 2021 (foto : NasDem for 1minute.id)

Serbuan selanjutnya digelar di Ponpes Ihyaul Ulum Desa Dukunanyar, Kecamatan Dukun pada Sabtu, 27 Agustus 2021. Kemudian, di Ponpes Bustanul Arifin Kecamatan Menganti vaksinasi digelar pada Senin, 30 Agustus 2021. Selanjutnya di Ponpes Al Ibrohimi Kecamatan Manyar, dan Ponpes Al Qonaah Kecamatan Manyar pada Rabu, 1 September 2021.

“Vaksinasi ini sengaja kami gelar di ponpes agar kiai, bu nyai, ustad dan ustadzah, serta santri tervaksin sehingga terbentuk herd immunity,”katanya. 

Syaiful berharap dengan serbuan 15 ribu vaksin yang dilakukan NasDem Gresik, sebaran Covid-19 bisa terus ditekan hingga hilang. “Sehingga, masyarakat bisa kembali beraktivitas normal dan ekonomi kembali pulih,”harapnya.

Sebelumnya dalam sambutan Syaiful Anwar menyatakan vaksinasi dipusatkan di Pondok Pesantren karena pesantren adalah tempat anak-anak atau generasi muda untuk membangun negara ini juga harus sehat 

Tentu kiai, ustad, ustadzah dan santri yang menjadi prioritas bagi partai NasDem dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang seutuhnya. Pondok Pesantren merupakan bagian yang melakukan proses belajar mengajar atau pembelajaran tatap muka (PTM) sehingga pilihan anak-anak untuk menimbah ilmu sudah tidak ada lagi keraguan oleh orang tuanya.Karena Covid-19 telah ditangkal dengan doa dan dengan vaksinasi baik santri, ustad dan pengasuhnya. (yad)

NasDem Lindungi Kiai dan Santri dengan Vaksinasi Selengkapnya

Zona Oranye, Pemkab Menggeber Serbuan Vaksin, Dimulai Kecamatan Driyorejo dan Wringnanom

GRESIK, 1minute.id – Kabar gembira. Kabupaten Gresik akhirnya bisa keluar dari zona merah. Kini, kota Santri masuk zona oranye bersama Kota Surabaya, Kabupaten Lamongan dan Mojokerto. Meskipun begitu, Pemkab Gresik tidak mau leha-leha. Perubahan zona menjadi momentum bagi Pemkab Gresik menggeber serbuan vaksin. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani langsung mengumpulkan tiga pilar di dua kecamatan yakni Driyorejo dan Wringinanom di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 18 Agustus 2021. Tiga pilar plus terdiri dari Camat, Koramil dan Kapolsek plus kepada desa serta kepala Puskesmas.

Dalam pertemuan itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membeberkan rencana serbuan vaksin di dua kecamatan di Gresik Selatan itu. “Seiring menurunnya kasus Covid-19 di Gresik, mulai Senin depan kami akan memulai serbuan vaksin.  Kami mulai dari Kecamatan Driyorejo dan Wringinanom,,”kata Gus Yani-panggilan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dihadapan tiga plus pada Rabu, 18 Agustus 2021.

Gus Yani didampingi Kepala Dinas Kesehatan Syaifudin Ghozali melanjutkan untuk percepatan pihaknya tidak akan melaksanakan vaksinasi secara door to door pada setiap desa, melainkan terpusat pada setiap kecamatan.  “Tenaga kesehatan dan relawan kita sangat terbatas. Kita dikejar waktu karena serbuan vaksin ini harus dilaksanakan secara cepat dan serentak. Makanya tolong para Camat dan Kepala Desa mengatur jadwalnya,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Setiap kecamatan mendapatkan kuota 10 ribu dosis dan harus selesai dalam waktu 4 atau 5 hari. “Selanjutnya akan berpindah ke kecamatan yang lain,” katanya. Setelah berunding dengan para Camat dan Kepala Desa serta unsur terkait lainnya, maka diputuskan untuk pelaksanaan vaksin di Kecamatan Wringinanom akan dilaksanakan di SMA Negeri I Wringinanom dan di Kecamatan Driyorejo dilaksanakan di SMP Negeri 8 Driyorejo.

“Kita memutuskan melaksanakan vaksinasi di dua sekolah tersebut karena fasilitasnya memungkinkan, tempat yang luas serta tempat parkir yang memadai dan yang penting mudah dijangkau dan tidak terlalu mengganggu aktifitas masyarakat,”kata Gus Yani beralasan. Serbuan vaksin yang akan berlangsung mulai Senin pekan depan ini sebagai persiapan akan adanya droping vaksin secara besar-besaran di Kabupaten Gresik.

“Sudah saya perkirakan sejak awal bahwa droping vaksin akan tiba pada pertengahan Agustus sampai awal September 2021. Makanya kami sudah siapkan sarana prasarananya. Untuk vaksinasi di Gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro tetap akan berlangsung sebagai pusat vaksinasi di Gresik. Dan vaksin yang akan tiba di Gresik adalah vaksin AstraZeneca,”tandasnya.

Jadwal, waktu dan alokasi vaksinasi tiap desa diserahkan kecamatan masing-masing untuk membaginya. Yang jelas menurut Bupati harus disesuaikan dengan jumlah dan sebaran penduduk di masing-masing desa.

Siapa saja yang bisa divaksinasi ? Bupati memberikan arahan bahwa vaksinasi diberikan kepada para warga desa yang berumur diatas 18 tahun. “Semua warga desa tanpa terkecuali meskipun dia warga tidak tetap sekali pun. Utamakan warga desa yang sangat membutuhkan vaksin tersebut. Para Kepala Desa lebih bijak dalam mengatur pemberian vaksin kepada warganya,” pungkasnya. (yad)

Zona Oranye, Pemkab Menggeber Serbuan Vaksin, Dimulai Kecamatan Driyorejo dan Wringnanom Selengkapnya

Kalaborasi Surabaya Raya Lakukan Serbuan Vaksin


GRESIK,1minute.id – Tren kasus Covid-19 menurun. Pemkab Gresik berencana melakukan percepatan vaksinasi kepada masyarakat Kota Santri. Vaksinasi masal nanti, Pemkab Gresik berkolaborasi dengan tenaga kesehatan (nakes) Kota Surabaya dan Sidoarjo. Sinergitas itu dilakukan untuk percepatan  membentuk herd immunity minimal 70 persen jumlah penduduk Kota Santri. 

Sinergitas tiga puncuk pimpinan di Surabaya Raya ( Surabaya, Gresik dan Sidoarjo) ini akan diawali dari Kota Pahlawan, Surabaya. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Gresik mengatakan, fokus penyerbuan vaksin pertama ada di Kota Surabaya. Nakes dari Gresik dan Sidoarjo  membantu melakukan vaksinasi masal masyarakat Kota Pahlawan itu.

“Kami sudah ada kesepakatan bersama dengan Pemkot Surabaya dan Pemkab Sidoarjo melakukan serbuan vaksinasi ini. Dan semua nakes dari Gresik akan ditempatkan di Surabaya,”ujar Fandi Akhmad Yani pada Jumat, 13 Agustus 2021.

Untuk serbuan vaksinasi terakhir, Gus Yani-panggil akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani,  dilakukan di Kabupaten Sidoarjo. Nakes dari Surabaya serta Gresik akan bersama-sama membantu wilayah itu melakukan vaksinasi masal masyarakat setempat.

Dia berharap agar upaya kerja sama tiga pemerintah daerah di Surabaya Raya akan mempercepat kekebalan komunal di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Hal tersebut sesuai target pemerintah pusat yakni mencapai 70 persen pada akhir 2021.

“Kami harapkan kekebalan komunal masyarakat Surabaya Raya bisa mencapai 70 persen pada akhir 2021, sesuai target pemerintah pusat,”ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Kapan serbuan vaksinasi kalaborasi di Surabaya dimulai, Gus Yani mengaku  masih menunggu droping vaksin dari pemerintah pusat diperkirakan akhir Agustus sampai September 2021.

”Untuk saat ini, vaksin di Gresik sudah habis. Hanya tinggal dosis kedua. Nanti, ketika tiba vaksin secara besar-besaran baru program serbuan vaksinasi Surabaya Raya kami lakukan bersama,”terangnya.

Disisi lain, Pemkab Gresik merencanakan pemberian vaksinasi untuk penyandang disabilitas. Jumlah mereka diperkirakan 600-an orang. “Sedangkan, kami diskusikan tempat dan waktu pelaksanaannya,”kata Gus Yani. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Saifudin Ghozali menambahkan saat ini keterisian tempat tidur di seluruh sakit di Kabupaten Gresik saat ini telah mengalami penurunan sampai 35,98 persen. Sebelumnya, BOR di sejumlah di RS rujukan Covid-19 Gresik mencapai diatas 86 persen, kemudian turun menjadi rata-rata 68 persen. “Dan saat ini 35,98 persen,”kata Ghozali. (yad)

Kalaborasi Surabaya Raya Lakukan Serbuan Vaksin Selengkapnya

Percepat Kekebalan Kelompok, Vaksinasi Sasar Penyandang Disabilitas

GRESIK,1minute.id – Pemerintah bekerja ekstra keras membentuk herd community. Percepatan vaksinasi terus dilakukan. Ratusan relawan tenaga kesehatan (nakes) telah siapkan. Bahkan, mereka telah mengikuti Apel Persiapan Relawan Nakes Gresik Tangguh di kantor Bupati pada Senin, 2 Agustus 2021. 

Relawan ini tidak hanya dipersiapkan serbuan vaksin untuk masyarakat umun. Namun, mereka juga dipersiapkan melakukan vaksinasi kepada para penyandang disabilitas di Kota Santri -sebutan lain- Kabupaten Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, vaksin untuk disabilitas telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Jenis vaksinnya adalah Sinopharm. “Gubernur Jatim memiliki vaksin untuk penyandang disabilitas cakup banyak,”kata Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani usai Apel Persiapan Relawan Nakes Gresik Tangguh di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 2 Agustus 2021.

Vaksin Sinopharm adalah vaksin yang digunakan di sejumlah perusahaan untuk karyawannya. Vaksin berbayar. “Tapi, untuk para disabilitas gratis,”tegasnya..

Saat ini, Pemkab Gresik masih menunggu droping vaksin untuk para difabel itu dari Pemprov Jatim. “Tenaga relawan nakes yang melakukan input data dan vaksinator. Kita harus geber vaksinasi,”ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Sejumlah terobosan dilakukan Bupati Gresik untuk percepatan vaksinasi Covid-19 di Gresik. Diantaranya, membuka vaksinasi center di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik. Pemkab berkalaborasi dengan IKA Unair Surabaya menggeber vaksinasi di Destinasi Wisata Lontar Sewu di Desa Randegansari, Kecamatan Menganti pada Sabtu, 31 Julu 2021. 

TNI AL dari Komando Armada II melakukan serbuan vaksinasi di Pulau Bawean mulai Rabu hingga Sabtu, 28-31 Juli 2021. Selama 4 hari itu, sebanyak 10 ribu warga Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean telah mendapatkan vaksin merek Sinovac. 

Saat ini, Bupati Fandi Akhmad Yani mempersiapkan serbuan vaksin di empat destinasi wisata. Yakni, Selo Tirta Giri (Setigi) dan Wisata Gosari (Wagos). Keduanya di Kecamatan Ujungkah. Kemudian, Wisata Indah Pasir Putih Delegan (Wisid) di Desa Delegan, Kecamatan Panceng serta Wisata Lontar di Desa Randegansari, Kecamatan Menganti.

Percepatan vaksinasi ini sebagai upaya percepatan membentuk herd community (kekebalan kelompok). Pemerintah pusat menargetkan kekebalan kelompok terbentuk bila 70 persen masyarakatan telah tervaksinasi. (yad)

Percepat Kekebalan Kelompok, Vaksinasi Sasar Penyandang Disabilitas Selengkapnya

Getok Tular, Warga Semakin Antusias Mengikuti Serbuan Vaksi di Pulau Bawean


GRESIK,1minute.id – Ekspektasi masyarakat Pulau Bawean untuk vaksinasi patut diacungi jempol. Hari ketiga, pada Jumat, 30 Juli 2021, serbuan vaksin digelar oleh TNI Angkatan Laut melalui Komando Armada II itu masih terasa warga berbondong-bondong untuk ikut vaksinasi yang tersebar di enam titik di Pulau Bawean.

Enam titik itu terbagi dua dua kecamatan yakni Sangkapura dan Tambak. Masing-masing tiga titik. “Saling getok tular. Sehingga, mereka yang semula ragu akhirnya mau ikut vaksinasi,”kata Camat Tambak Agung Endro Dwi Setyo Utomo pada Jumat, 30 Juli 2021. Di kecamatan Tambak tepat vaksinasi digelar di Pendapa Kecamatan Tambak, Balai Desa (Baldes) Diponggo dan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Telukjatidawang.

Agung-begitu sapaan-Agung Endro Dwi Setyo Utomo, di tiga titik vaksinasi itu menargetkan 3 ribu hingga 4 ribu warganya bisa mendapatkan vaksin merek Sinovac itu. “Kami terus dorong masyarakat untuk ikut vaksinasi,”kata Agung. 

Jumlah penduduk Kecamatan Tambak dewasa alias wajib memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) berjumlah 20.500 jiwa. Sebelum program serbuan vaksinasi digelar oleh Komando Armada II warga yang telah mendapatkan vaksinasi berjumlah 3.100 jiwa. Bila di serbuan vaksin memenuhi target 4 ribu orang menjadi 7 ribuan warga tervaksin. “Optimistis, target Bupati Gresik 70 persen warga mendapatkan vaksin bisa teralisasi pada September 2021.

ANTUSIASME MASYARAKAT : Masyarakat Pulau antusias untuk mengikuti vaksinasi digelar oleh TNI AL, Komando Armada II di Pulau Bawean, Gresik, Jatim (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Camat Sangkapura Hamim setali tiga uang dengan Agung. Pihaknya, menargetkan warga yang ikut dalam serbuan vaksin lebih besar dari Kecamatan Tambak. Sebab, jumlah penduduk wajib memiliki e-KTP mencapai 40 ribuan jiwa. Dua kali lebih banyak di Kecamatan Tambak. Sebelum serbuan vaksin dilakukan oleh TNI AL melalui Komanda Armada II, warga Sangkapura yang telah mendapatkan vaksinasi berjumlah 4.500 dosis. 

“Dalam acara serbuan selama 3 hari ini berharap lebih 5 ribu warga mendapatkan vaksin,”tegas Hamim ditemui di Posko Darurat PPKM di Pesanggrahan. Di Pesanggrahan ini, salah satu titik serbuan vaksin di Sangkapura. Dua lainnya di Taman Kanak-kanak Muslimat dan Kampus Sekolah Tinggi Islama Hasan Jufri (STAIHA).

Seperti diberitakan TNI Angkatan Laut (TNI) melalui Komando Armada II menggelar serbuan vaksin dipusatkan Pulau Bawean, Gresik. Serbuan vaksin direncanakan tiga hari, mulai Rabu – Jumat, 28-30 Juli 2021. Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto menegaskan melihat animo masyarakat serbuan vaksin bisa ditambah hingga Sabtu, 31 Juli  2021.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa , Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto, dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau langsung serbuan vaksin yang memasuki hari kedua pada Kamis, 29 Juli 2021. Mereka mengapresiasi animo masyarakat Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu. Bahkan, Pangkoarmada Laksda TNI Iwan melihat kaum hawa yang lebih dominan mengikuti vaksinasi yang berada di Pesanggrahan. “Mohon dukungannya, semoga Indonesia segera bisa mengakhiri wabah Covid-19,”kata Laksda Iwan. (yad)

Getok Tular, Warga Semakin Antusias Mengikuti Serbuan Vaksi di Pulau Bawean Selengkapnya

Naik Helikopter, Pangkoarmada, Gubernur dan Bupati Gresik Pantau Serbuan Vaksinasi di Pulau Bawean, Targetkan 10.500 Vaksin


GRESIK,1minute.id – Serbuan vaksin dihelat TNI Angkatan Laut (TNI) melalui Komando Armada II dipusatkan Pulau Bawean, Gresik. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa , Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto, dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau langsung serbuan vaksin yang memasuki hari kedua pada Kamis, 29 Juli 2021

Serbuan vaksin digelar diserentak di enam titik di Kecamatan Sangkapura dan Tambak. Masing kecamatan tersebar di tiga titik. Di Kecamatan Sangkapura, vansin produksi Sinovac buatan Tiongkok itu ditempatkan di Pesanggarahan ; TK Muslimat NU dan Balai Desa Daun, Kecamatan Daun. 

Sedangkan di Kecamatan Tambak , vaksinasi dilokasi Pendapa Kecamatan Tambak, Puskesmas Pembantu (Pustu) Telukjatidawang dan SDN Diponggo. 
Sekitar pukul 09.50, rombongan tiba di Pulau Bawean naik helikopter. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa , Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto, dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau di dua lokasi yakni Sekolah tinggi Islam (Stai) Hasan Jufri di Desa Lebak dan Pesanggrahan. Keduanya di Kecamatan Sangkapura. 

SERBUAN VAKSIN : Pangkoarmada II Laksda Iwan Isnurwanto, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memantau vaksinasi masal di Pesanggrahan Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Kamis, 29 Juli 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto mengatakan, pihaknya membawa 10.500 dosis vaksin Sinovac untuk proses vaksinasi selama tiga hari mulai Rabu hingga Jumat, 28-30 Juli 2021. “Kalau melihat ekspektasi masyarakat sangat tinggi, kami bisa stay sampai Sabtu,”katanya.

Dalam serbuan vaksinasi di Pulau Bawean ini, TNI AL membawa 323 tenaga kesehatan (nakes). Ratusan nakes itu masih dibantu nakes dari RSUD Umar Mas’ud Bawean. Ratusan nakes ini tiba di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean sejak Selasa, 27 Juli 2021. Mereka berangkat dari Dermaga Semampir Lama Koarmada II, KRI Makassar-590 dari Satuan Kapal Amfibi (Satfib) tujuan Pulau Bawean.

Laksda TNI Iwan Isnurwanto mengapresiasi antusias masyarakat Bawean yang mengikuti vaksin. Dan animo di masyarakat juga sangat tinggi untuk melakukan vaksinasi di Pulau Bawean. Iwan Isnurwanto menceritakan, para petugas datang dari Surabaya ke Bawean sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo untuk melakukan vaksinasi agar bisa melawan wabah Covid-19 dan kekebalan tubuh.

SAPA WARGA : Pangkoarmada II Laksda Iwan Isnurwanto, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memantau vaksinasi masal di Pesanggrahan Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Kamis, 29 Juli 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

”Alhamdulillah, sejak kemarin dimulai dengan menggunakan satu kapal perang ini berjalan lancar, jika masyarakat terus antusias maka akan kita lanjut Hari Sabtu,”ujarnya.

Pada hari pertama vaksinasi ada 2.964 orang yang mengikuti. “Insyaallah hari ini lebih, karena harapan vaksin yang kami bawa bisa habis, dalam target tiga hari ini,”katanya. Para petugas TNI-AL juga dibantu oleh relawan nasional dalam membantu pasokan sembako makanan untuk di Pulau Bawean. ”Mohon doa restu agar kita bisa menjalankan tugas lebih baik,” harapnya.

Sementara itu, dalam kunjungan di STAI Hasan Jufri  Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membaca salawat saat meninjau vaksinasi untuk keselamatan warga negara Indonesia. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi vaksinasi oleh TNI-AL, pihaknya mengajak masyarakat untuk tidak takut dan bisa mencegah pandemi Covid-19.

”Masyarakat tidak boleh takut, banyak para tokoh masyarakat di kota sampai pelosok desa juga mengikuti vaksin ini, dan sebagai bentuk membantu negara,”imbuhnya. (yad)

Naik Helikopter, Pangkoarmada, Gubernur dan Bupati Gresik Pantau Serbuan Vaksinasi di Pulau Bawean, Targetkan 10.500 Vaksin Selengkapnya

Gubernur Targetkan 300 Ribu Vaksinasi, Serbuan Vaksin jadi Model di Jatim

GRESIK ,1minute.id – Lonjakan kasua Covid-19 membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melakukan percepatan vaksinasi. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menargetkan 300 ribu vaksinasi saban hari di Jatim. 

Hal itu diungkapkan Gubernur Khofifah ketika meninjau progran Serbuan Vaksinasi Covid-19 di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik pada Selasa, 6 Juli 2021. Vaksinasi masal dengan target 3 ribu dosis dilakukan dengan kurun waktu tiga hari itu dihelat oleh Kodim 0817 Gresik.

“Vaksinasi di Gresik harus menjadi model untuk kabupaten/kota di Jatim,”ujar mantan Menteri Sosisl itu. Ia mengatakan serbuan vaksinasi diselenggarakan Kodim 0817 Gresik ini patut diapresiasi. Sebab, pelayanan vaksinasi kepada masyarakat tanpa melihat asal usul berdasarkan kartu tanda penduduk.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menyempatkan  ngobrol dengan masyarakat yang menunggu giliran vaksinasi. Mereka mengaku berasal dari Pacitan, Ponorogo , Lamongan dan seterusnya.

“Untuk membentuk hert immunity atau kekebalan kelompok, semua diberikan pelayanan sama. Seperti di Gresik ini,”puji Gubernur Khofifah. Sebab, terbentuknya hert imminity semua yang ada di komunitas Gresik harus tervaksin minimal 70 persen,”tegasnya.

ANTUSIASME : Masyarakat menyambut antusias Serbuan Vaksin digelar Kodim 0817 Gresik di Gedung WEP pada Selasa, 6 Juli 2021 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Saya apresiasi dan terima kasih layanan vaksinasi diberikan kepada seluruh warga tanpa dipersyaratkan TKP Gresik. Karena herd immunity harus terbangun untuk mereka yang beraktivitas disini atau sering membangun koneksitas dengan Gresik,”ungkapnya.

Selain pelayanan vakrinasi tanpa disyaratkan KTP Gresik. Khofifah berharap pelayanan vaksinasi sistem all in one. Artinya, penyelenggaran vaksinasi bisa dilakukan TNI, Polri, Pemkab, atau perusahaan dengan menggunakan satu basis data.

“Pencapaian dan kemungkinan ekspansi titik mana akan lebih mudah.Satu data itu nanti dikoordinasi oleh bupati atau yg ditunjuk sehingga vaksin menjadi kesatuan keselamatan nyawa, jiwa kesehatan bagi masyarakat,”tegasnya. 

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan Gedung WEP akan dijadikan pusat vaksinasi di Gresik. “Sehingga setiap hari, ada kegiatan vaksinasi,”ujar Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani. Mantan ketua DPRD Gresik itu menambahkan kabupaten Gresik dianggap paling cepat melakukan vaksinasi. “Sampai hari ini lebih dari 230 ribu masyarakat mendapatkan vaksinasi,”tegasnya. 

Sementara itu, antusiasme masyarakat untuk vaksinasi cukup tinggi. Hingga pukul 11.30 sudah tercatat 900-an dari kuota seribu orang dihari pertama vaksinasi. “Kami tetap sesuai skedul, 3 ribu dosis vaksinasi selama 3 hari,”kata Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. (yad)

Gubernur Targetkan 300 Ribu Vaksinasi, Serbuan Vaksin jadi Model di Jatim Selengkapnya