Spenda Gresik Bersiap Menuju Eco Green School Asean 2025, Mohammad Salim : Mohon Doa Warga Gresik

GRESIK,1minute.id – Sekolah Menengah Pertama Negeri atau SMPN 2 Gresik atau Spenda Gresik terus berbenah mempersiapkan sekolah menuju Eco Green School Asean 2025. Di event terbesar jenjang SMP di Asean itu, sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim dibimbing oleh Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik.

Persiapan sekolah berada di Jalan KH Kholil, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu semakin intens dilakukan. Diantarnya, penerapan Pendidikan berbudaya Lingkungan Hidup Sekolah atau PBLHS, pemanfaatan limbah sampah kertas yang diolah menjadi kompos ( KEBAS ) dan Eco Enzim semakin dimatangkan.

“Mohon doanya untuk kesuksesan Spenda,” ujar Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim usai menerima kunjungan studi tiru rombongan dari Madrasah Aliyah atau MA Mambaus Sholihin yang dipimpin oleh KH.Ahmad Thohari dengan didampingi para staf madrasah pada Selasa, 19 November 2024.

Rombong MA Mambaus Sholihin kagum dengan program Lingkungan Sekolah yang Aman Nyaman dan Menyenangkan. Spenda berbeda dengan sekolah lainnya. Bangunan utama gedung sekolah yang berada di Jalan KH Kholil, Gresik ini masih mempertahankan arsitektur kolonial Belanda yang memiliki ciri pintu dan jendela lebar dan tinggi.

Sedangkan, plafon gedung sekolah telah memasuki usia 64 tahun ini memiliki ketinggian sekitar 4 meteran. Cuaca yang terik membuat para guru dan siswa tidak terasa gerah. Di belakang gedung utama telah disulap sebagai taman. Tempat yang menyenangkan bagi siswa untuk membaca selain ruang perpustakaan sekolah. 

Halaman sekolah juga terlihat bersih. Karena telah menerapkan Pendidikan Berbudaya Lingkungan Hidup Sekolah atau PBLHS melalui program zero waste. Kondisi itulah, menjadikan Spenda Gresik kerap menjadi lokus penilaian program Adipura untuk sekolah di kawasan perkotaan.

“Saya akan kembali lagi untuk ngaji tentang lingkungan di Spenda Gresik ini terkait program sekolah yang luar biasa dan sekolah yang langganan jadi lokus Adipura ini,” kata KH. Ahmad Thohari. 

Lingkungan yang aman, nyaman dan menyenangkan adalah dambaan peserta didik dan orang tua. Guru menyambut siswa pagi menjadi budaya yang masih dipertahankan di Spenda. (yad)

Spenda Gresik Bersiap Menuju Eco Green School Asean 2025, Mohammad Salim : Mohon Doa Warga Gresik Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik Gandeng BNNK Gelar Penyuluhan Bentengi Peserta Didik dari Bahaya Narkoba

GRESIK,1minute.id – Rizka Meylinda kembali masuk UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik pada Rabu, 9 Oktober 2024. Sarjana Hubungan Internasional ini ke lembaga satuan pendidikan dipimpin Mohammad Salim itu bukan untuk reuni. 

Tapi, alumnus Spenda 2009 itu datang untuk memberikan penyuluhan dalam seminar Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba bagi generasi Z alias Gen-Z di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu.

Rizka yang kini bekerja di Badan Narkotika Nasional Kabupaten atau BNNK Gresik itu seakan menjadi role model bagi siswa yang sukses. Sebanyak 789 siswa kelas VII hingga IX Spenda Gresik terlihat antusias mendengarkan paparan senior mereka itu. 

Ia juga mengenalkan tentang jenis dan bahaya narkoba kepada adik-adik juniornya itu. Pengenalan jenis dilakukan dengan harapan peaerta didik tidak mudah terkecoh. “Penyuluh juga memberikan tata cara menghindari narkoba,” terang Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim dalam keterangan tertulisnya yang diterima 1minute.id pada Rabu, 9 Oktober 2024.

FOTO BARENG : Pembicara seminar penguatan Pelajar Pancasila Rizka Meylinda, staf BNNK Gresik (tengah) bersama panitia seminar di UPT SMP Negeri 2 Gresik foto bareng usai acara pada Rabu, 9 Oktober 2024 ( Foto : Spenda Gresik untuk 1minute.id)

Salim melanjutkan, seminar Selamatkan Generasi Z dari Narkoba adalah bagian dari gelar karya proyek penguatan profil pelajar Pancasila. “Bangun Jiwa Raganya. Siap menjadi Remaja Tangguh Berkarakter,” kata Salim yang juga penulis itu.

Seminar ini, ia melanjutkan, bekerja sama dengan pihak BNNK Gresik. Menurutnya,  penanaman karakter dan religius di sekolah dan keluarga sangat membantu peserta didik dalam membentengi diri dari pengaruh buruk narkoba. “Diharapkan orang tua dapat menjaga putra putrinya agar mengawasi lingkungan bermain mereka,” imbuhnya.

Sebelumnya, sekolah “zero waste” dan pelapor Kantin Halal itu menjadi lokus penilaian Adipura 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atah KLHK itu mewakili unsur sekolah SMP di Kabupaten Gresik. Pada 2025 ini, Spenda Gresik akan mengikuti event bergengsi yakni penilaian Ecogreen School. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik Gandeng BNNK Gelar Penyuluhan Bentengi Peserta Didik dari Bahaya Narkoba Selengkapnya

Konsisten Meningkatkan Mutu, Inovasi Literasi Berbasis Digital, Perpusnas Berikan Penghargaan UPT SMP Negeri 2 Gresik

GRESIK,1minute.id – Kabar gembira bagi dunia pendidikan di Kabupaten Gresik. Di era disrupsi minat baca pelajar di Indonesia. Perpustakaan UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik mendapatkan Penghargaan dari Perpustakaan Nasional atau Perpusnas Republik Indonesia. 

Penghargaan diberikan karena perpustakaan sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu karena konsistensinya dalam meningkatkan mutu pelayanan yang nyaman dan menyenangkan kepada peserta didik serta layanan inovasi literasi berbasis digital.

Sertifikat penghargaan diserahkan langsung oleh Perwakilan Perpustakaan Nasional atau Perpusnas Muhammad Bagus Amrulloh kepada Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Rabu, 4 September 2024.

Saat menerima penghargaan dari Perpusnas itu, Mohammad Salim didampingi oleh didampingi Yunita Rahma, Kepala Perpustakaan Pusaka ilmu Spenda Gresik disaksikan oleh tiga orang dari Perpusda Gresik yakni Pustakawan Ahli Muda Neny susanti ; Penyuluh Perpustakaan Waheda Apriliana dan Pengolah Data Hernowo Setiawan.

“Alhamdulillah Spenda turut urun dalam proses mendukung tercapainya Nawa Karsa Bupati, Gresik Cerdas melalui inovasi perpustakaan berkat kerjasama yang kompak guru karyawan dan dukungan kuat komite sekokah,” kata Mohammad Salim kepada 1minute.id pada Rabu, 4 September 2024.

Sertifikat penghargaan dari Perpusnas yang bersinergi dengan PT Indekstat Konsultan Indonesia sebagai peneliti lapang dalam pengumpulan data kajian perpustakaan Indonesia 2024 bagai oase bagi dunia pendidikan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Perpustakaan Spenda Gresik berada di lantai dasar sangat strategis. Ruangnya berpendingin sehingga pengunjung terasa nyaman. Interior wallpaper rumah Gajah Mungkur yang ikonik. Rumah yang di bangun oleh almarhum Haji Djaelan, pengusaha penyamakan kulit pada 1898.

Di perpustakaan sekolah terdapat ribuan buku bacaan yang bisa para peserta didik maupun tenaga pendidik. Data yang didapat 1minute.id , koleksi buku di perpustakaan sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim berjumlah 3.241 judul buku. Rinciannya, 790 buku fiksi,  non fiksi 2.451 judul.

Salim mengatakan, UPT SMP Negeri 2 Gresik terpilih menjadi sampel dalam survei Kondisi Perpustakaan Umum dan Sekolah atau KPUS tingkat erpustakaan Sekolah Menengah Pertama atau SMP.

“Perpustakaan Spenda  yang berakreditasi A sejak tahun 2021 dan mendapatkan penghargaan Juara 1 Perpustakaan sekolah se-Kabupaten Gresik pada tahun 2019,” terang guru yang menghobi nulis buku sejarah dan pelajaran agama ini.

Salim mengatakan, jumlah kunjungan siswa mencapai 1.200-an per pekan. Senin sampai Jumat. Karena sekolah libur Sabtu dan Minggu. “Kunjungan siswa dan guru perpekan 1200-an , ketertarikan siswa ke perpustakaan baca novel, komik buku dan olah raga,” terang penulis artikel di sejumlah media ini.

Untuk meningkatkan minat baca atau luterasi, jelasnya, sekolah memberikan reward kepada siswa rajin ke perpustakaan. “Reward kami berikan setiap memperingati Hari Buku atau Hari Perpustakaan,” katanya. 

Hari Buku Nasional diperingati setiap 25 April. Sedangkan,  Hari Perpustakaan Nasional diperingati setiap 17 Mei. Saat ini, imbuhnya, perpustakaan juga digunakan untuk pembelajaran digitalisasi. “Karena ruangan nyaman,” tegasnya.

Pascamenerima penghargaan dari Perpustakaan Nasional, Spenda yang telah mendeklarasikan sebagai sekolah zero waste dan kantin halal itu sedang berfokus pada penilaian Adipura Nasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK Jakarta “Semoga ini juga catatan baik untuk  prestasi Gresik di bidang kebersihan. Mohon doanya,” katanya. (yad) 

Konsisten Meningkatkan Mutu, Inovasi Literasi Berbasis Digital, Perpusnas Berikan Penghargaan UPT SMP Negeri 2 Gresik Selengkapnya

Ranking #1, Lomba Agustusan di UPT SMP Negeri 2 Gresik Semakin Seru

GRESIK,1minute.id – Kemeriahan peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya di setiap kampung. Bahkan, perlombaan di satuan pendidikan pun tidak kalah meriah. Di UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik, misalnya. 

Lomba Agustusan di sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu memadukan unsur games dan pengetahuan sejarah. Nama perlombaan adalah Ranking #1. Lomba diikuti 48 siswa, perwakilan kelas. Peserta perwakilan adalah siswa yang dianggap memiliki pengetahuan sejarah yang menonjol di kelas masing-masing. Peserta adalah usulan siswa dan wali kelas masing-masing.

Dalam lomba ini, panitia membacakan pertanyaan hanya sekali. Jumlahnya ada 100 pertanyaan. Pertanyaan tentang sejarah Indonesia atau sejarah lokal di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Pertanyaan diantaranya : “Bapak Proklamator Kemerdekaan adalah Ir Soekarno dan M.Hatta. Benar atau salah ; Kampung Kemasan berada di Kelurahan Kebungson, Gresik. benar atau salah”.

Peserta hanya menjawab benar atau salah. Jawaban benar atau salah disediakan oleh panitia lomba berupa tulisan di atas kertas ukuran kuarto dengan cara diangkat. 

Mirip lomba cerdas cermat, tapi lomba Agustusan peserta tidak berdiri alias duduk bersila. Siswa lainnya memberikan support kepada perwakilan kelas masing-masing. Seru banget!

“Lomba Ranking #1 untuk megedukasi agar siswa mengingat kembali pengetahuan sejarah perjuangan bangsa dan arti kemerdekaan,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik Mohammad Salim pada Jumat, 16 Agustus 2024. Sistem perlombaannya menggunakan sistem gugur. “Bagi yang salah mengangkat kertas jawabannya tereleminasi,” imbuhnya. 

Salim melanjutkan, kegiatan lomba Agustusan di mulai sejak Selasa hingga Jumat, 13-16 Agustus 2024. Jens perlombaan yakni Kebersihan kelas ; Kerapian berseragam ; senam P5 . “Untuk lomba tradisional diantaranya estafet karet, sepak bola corong, dan ditutup dengan lomba memasukkan paku dalam botol khusus guru,” jelas Salim.

Puncak acara jalan sehat menelusuri sejarah tapak tilas heritage Bandar Grissee, kota lama Kebungson – Kampung Arab –  Alon-alun –  Bandar Grissee dan finish di sekolah. “Alhamdulillah lomba agustusan tahun ini lebih semarak berjalan lancar siswa dan guru spenda bahagia dan menyenangkan semoga menjadi edukasi dan teladan kepahlawanan untuk peserta didik,” pungkasnya. (yad)

Ranking #1, Lomba Agustusan di UPT SMP Negeri 2 Gresik Semakin Seru Selengkapnya

Hari Pertama MPLS, Spenda Gresik Kenalkan Keunggulan sebagai Sekolah Zero Waste 

GRESIK,1minute.id – “Saya selaku wali murid menyerahkan anak saya untuk di bimbing dengan pendidikan di SMPN 2 Gresik ini. Harapan menjadi anak yang berakhkak mulia kelak, ilmunya dapat menjadi modal di masa depannya,” kata seorang wali murid kelas VII UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik.

“Semoga Spenda menjadi sekolah idaman masyarakat Gresik berprestasi dan sukses,” imbuhnya dan diamini oleh ratusan siswa peserta upacara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS pada Senin, 15 Juli 2024.

Hari ini, semua siswa jenjang SD hingga SMA sederajat mulai masuk sekolah. Siswa baru selama 3 hari, mulai 15 hingga 17 Juli 2024 melaksanakan MPLS dimulai pukul 07.00 WIB. Semua satuan pendidikan di jenjang SMP telah mempersiapkan secara matang untuk menyambut siswa didik baru. Sekolah  berlomba memberikan kesan baik dan menyenangkan kepada anak-anak yang baru lulus di sekolah dasar itu. Mereka masih memakai seragam sekolah dasar masing-masing. Penuh warna. Tampak wajah mereka penuh senyum bahagia.

Sekolah juga mengenalkan “keistimewaan” sekolah masing-masing. Di UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik, misalnya. Sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik mengusung tema ” Masa Pengenalan Sekolah yang Menyenangkan melalui aktifitas kreatif pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan sekolah”. 

“Kegiatan hari pertama (MPLS) siswa dikenakan dengan program unggulan sekolah, guru, KBM yang menarik, serta lingkungan sekolah yang aman nyaman dan menyenangkan,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Senin, 15 Juli 2024.

Keunggulan sekolah, antara lain adalah sekolah zero waste, kantin halal, sekolah ramah anak. Sekolah zero waste, kata Mohammad Salim, mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik dalam acara Nawa Karsa Award 2024, Gresik Lestari yang gelar oleh Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik pada Rabu, 10 Juli 2024. 

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kepada Mohammad Salim. “Nawa Karsa Award, Gresik Lestari,  kami menyebut 4 penghargaan bergengsi diantaranya sebagai Sekolah Zero waste, juara 1 konten tiktok , juara 2 pameran inovasi produk lingkungan dan juara 3 konten Instagram,” terang Salim.

Bagaimana dengan siswa kelas VIII dan IX ? Salim mengatakan, selama masa MPLS tetap masuk sekolah. “Bagi kelas 8 dan 9 selama MPLS diadakan kegiatan PBB (peraturan baris berbaris) yang di latih oleh Kepolisian Gresik bertempat di halaman  Mapolsek Gresik Kota di  Jalan Basuki Rahmat,” terangnya. (yad)

Hari Pertama MPLS, Spenda Gresik Kenalkan Keunggulan sebagai Sekolah Zero Waste  Selengkapnya

Lulus 100 Persen, Siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik Dapat Pembekalan Akhir untuk Membahagiakan Ortu. Begini Caranya!

GRESIK,1minute.id – Ratusan siswa UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik itu semringah. Sebab, mereka telah dinyatakan lulus. Pengumuman kelulusan dilakukan secara online melalui website sekolah pada Senin, 10 Juni 2024 sekitar pukul 10.00 WIB.Mereka pun bersyukur. 

Sehari pascapengemumuman kelulusan, sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu, mengumpulkan mereka di halaman sekolah di Jalan KH Kholil Gresik itu pada Selasa, 11 Juni 2024.

Sebanyak 252 siswa kelas IX yang baru lulus  berkumpul untuk mendapatkan pembekalan akhir dari sekolah dengan menghadirkan Kepala Kepolisian Sektor atau Kapolsek Kota Gresik Iptu Suharto.

Pada kesempatan itu, Iptu Suharto, memberikan wejangan kepada siswa yang baru lulus itu. Suharto mengatakan siswa wajib bisa membahagiakan orang tuanya dengan cara fokus untuk mencapai cita-cita dan menjaga diri dari pergaulan yang negatif. “Perbanyak ibadah dan doa guna mendukung tercapainya sukses kelak,” kata polisi dengan dua balok di pundak itu.

Polisi berpenampilan santun itu pun mengingatkan kembali terkait himbauan sekolah kepada siswa yang baru lulus tersebut bila menginginkan orang tua bahagia. “Menjaga kamtibmas.Bila siswa melanggar maka akan di proses sesuai peraturan dan tata tertib yang berlaku,” katanya meningkatkan. 

Lalu, apa himbauan dari sekolah kepada siswa yang baru lulus itu? Yaitu, siswa dilarang merayakan kelulusan dengan aksi corat-coret ;  Siswa dilarang merayakan kelulusan dengan aksi konvoi ; Siswa dilarang merayakan kelulusan dengan aksi kegiatan lain yang menimbulkan kerumunan serta mengganggu ketertiban umum.

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim menyatakan rasa terima kasihnya kepada Kepolisian Sektor Kota Gresik. “Alhamdulillah terima kasih kepada pak Kapolsek Gresik kota Iptu Suharto atas kesediaanya hadir memberikan pengarahan kepada siswa ini wujud kerja sama yang baik terjalin antara sekolah dan kepolisian,” kata Salim.

Ia melanjutkan tahun ini seluruh siswa kelas IX yang berjumlah 252 siswa lulus seratus persen. “Semoga mereka diterima dan berprestasi di sekolah SMA atau SMK yang diinginkan,” lanjut Salim dan disambut ucapan amin secara serentak oleh seluruh siswa. (yad)

Lulus 100 Persen, Siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik Dapat Pembekalan Akhir untuk Membahagiakan Ortu. Begini Caranya! Selengkapnya

Jumat Religi, Siswa dan Guru Spenda Gresik Berdoa Bersama untuk Calon Jemaah Haji

GRESIK,1minute.id – Ada pembiasaan yang patut mendapatkan apresiasi di UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik. Namanya, Jumat Religi. 

Ratusan siswa di sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik berkumpul di halaman sekolah pada Jumat, 17 Mei 2024. Mereka duduk bersila untuk doa bersama. Untuk Jumat Religi tadi pagi, doa bersama untuk pemberangkatan calon jemaah haji atau CJH 2024. Ada lima orang keluarga besar Spenda yang akan menunaikan rukun Islam kelima itu.

Lima CJH itu adalah Bambang Budiono beserta istri, Tri Anjar Pratiwi, Muslikh dan istrinya, Siti Anisah dan Agus Salim, suami dari Ning Khoiriyah. Bambang Budiono, guru dan Muslik adalah Tata Usaha di UPT SMP Negeri 2 Gresik. Sedangkan, Agus Salim adalah suami dari guru di Spenda Gresik. Lima keluarga besar Spenda itu tergabung dalam kelompok terbang atau kloter 80 dan 81 yang akan terbang ke tanah Suci pada 2 Juni 2024 nanti. 

Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim, kegiatan Jumat Religi dengan tema Resepsi Pemberangkatan Calon Jemaah Haji digelar dalam rangka praktik baik pembelajaran untuk para peserta didik bahwa sebagai muslim memiliki kewajiban melaksanakan rukun islam kelima yakni Ibadah Haji.

SPENDA : Guru dan TU UPT SMP Negeri 2 Gresik atau Spenda Gresik yang akan menunaikan ibadah haji pada Jumat, 17 Mei 2024 ( Foto : Spenda Gresik untuk 1minute.id)

“Jumat Religi tadi pagi tentang rukun Islam kelima yakni Ibadah Haji,” kata Salim pada Jumat, 17 Mei 2024. Gelaran resepsi dan doa bersama untuk CJH ini, membuat Bambang Budiono terharu. “Mewakili calon haji mengucapkan terimakasih atas penghormatan yang diberikan dalam bentuk acara doa bersama semoga diberikan kemudahan dan kelancaran,” ucap Bambang Budiono.

Sebelumnya, Spenda Gresik yang memiliki kelas Tahfidz menerima kunjungan 15 guru dan tenaga kependidikan atau tendik UPT SMPN 28 Gresik. Kunjungan yang dipimpin oleh Kepala UPT SMP Negeri 28 Gresik Mahmudiono itu untuk melakukan studi tiru  program yang ada di Spenda. 

Menurut Mohammad Salim, kunjungan dari SMP Negeri 28 Gresik ini adalah bersinergi untuk menyerap penerapan program Spenda terutama terkait digitalisasi sekolah yang sedang ngetren yaitu Absensi scan face, perpustakaan digital , literasi digital, kantin sehat dan jurnal mengajar guru digital serta program Tahfidz. (yad)

Jumat Religi, Siswa dan Guru Spenda Gresik Berdoa Bersama untuk Calon Jemaah Haji Selengkapnya

Kolaborasi Siswa, Guru sampai Alumni Spenda Santuni Anak Yatim

GRESIK,1minute.id– Dinas Pendidikan Gresik menetapkan masa libur sekolah selama lebaran Idul Fitri 1445 hijiriah mulai 5 Aprill sampai 17 April 2024. Sebelum liburan tiba, UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik menggelar santunan anak yatim pada Jumat, 5 April 2024.
Sebanyak 52 anak yatim yang mendapatkan santunan dari siswa, guru dan alumni sekolah angkatan 1995 keatas serta sumbangan infaq dari Badan Amill Zakat Nasional (Baznas) dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu. 

“Senang bisa berbagi untuk adik adik ini kita lakukan setiap tahun nantinya, semoga bisa bermanfaat buat mereka,” kata Vera, alumni 1998 ini.  Santunan kepada anak yatim ini, sebagai agenda penutupan kegiatan selsma bulan suci Ramadan. 

Sebelumnya, sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu, menggelar berbagai kegiatan sosial, seperti berbagi takjil dan zakat dari anak OSIS, Pramuka Garuda, Suporter Spenda kepada abang becak, petugas kebersihan, masyarakat sekitar sekolah ; Pesantren Ramadan dengan tema “Love Ramadhan” selama 9 hari dimulai  27 Maret sampai 5 April 2024 dan ditutup Peringatan Nuzulul Quran dan santunan anak yatim dari alumni dan Baznas serta UPZ sekolah. Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim memberikan apresiasi kegiatan yang dilakukan oleh siswa, guru dan para alumni. “P

anitia, OSIS dan guru yang luar biasa semangat kegiatan Ramadan,” kata Mohammad Salim pada Sabtu, 6 April 2024. Ia juga tidak lupa mengingatkan kepada para siswa selama dua pekan libur untuk melakukan kegiatan yang positif. “Saya mengingatkan anak-anak untuk berlebaran dengan bahagia, aman dan tetap menjaga nama baik sekolah dan keluarga,” pesan Salim. (yad)

Kolaborasi Siswa, Guru sampai Alumni Spenda Santuni Anak Yatim Selengkapnya

Spenda Gresik Launching JADIGURU, Aplikasi Jurnal Digital Guru Pertama di Gresik 

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik selangkah lebih maju. Sekolah berada di Jalan KH Kholil Gresik itu melaunching aplikasi JADIGURU alias Jurnal Digital Guru pada Senin, 18 Maret 2024.

Launching JADIGURU ini dilakukan secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto. Launching bersamaan dengan Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) Gresik. Pembacaan Deklarasi sekolah ramah anak oleh Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan perwakilan orangtua, komite, dan tokoh masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto mengungkapkan apresiasi inovasi yang dilakukan Spenda Gresik. “Terimakasih UPT SMP Negeri 2 Gresik atas prestasi dan inovasinya dalam membangun eksistensi mutu pendidikan di Kabupaten Gresik,” ungkap S.Hariyanto dalam sambutannya. 

Menurut Mohammad Salim, jurnal ini pengganti jurnal mengajar manual. Sistem kerjanya yaitu guru sebelum masuk kelas melakukan scan barcode yang ditempel di pintu masuk tiap kelas dan mengisi isian meliputi materi ( CP), jumlah siswa yang hadir dan izin. “Aplikasi JADIGURU ini pertama di Gresik. Dan kita yang desain aplikasi ini. Inovasi Spenda,” kata Mohammad Salim pada Senin, 18 Maret 2024.

Aplikasi JADIGURU ini, semua aktivitas mengajar guru akan terekap otomatis di server kepala sekolah. “Manfaat lain guru tidak lagi terjadi kehilangan buku jurnal mengajar karena kesingsal dan sekaligus untuk upload atau mengungah rekap laporan di PMM kepala sekolah,” terang Salim.

Lebih lanjut Salim mengatakan jurnal mengajar digital ini memfasilitasi agar guru hadir tepat waktu di kelas untuk mengurangi risiko jam kosong dan mempermudah guru cetak rekapitulasi mengajar bulanan untuk di uploud di platform merdeka mengajar. 

DEKLARASI SRA & LAUNCHING JADIGURU: Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik membacakan naskah Deklarasi Sekolah Ramah Anak disaksikan oleh Kepala Dispendik Gresik S.Hariyanto, Kabid Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama pada Dispendik Gresik A.Syifaul Qulub dan guru di Spenda Gresik pada Senin, 18 Maret 2024 ( Foto: Spenda Gresik untuk 1minute.id)

Sementara itu, Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di Spenda Gresik mendapatkan apresiasi dari semua stakeholder. Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama pada Dispendik Gresik A.Syifaul Qulub mengharapkan virus positif yang dilakukan oleh Spenda Gresik bisa menebar ke lembaga pendidikan lainnya di Kabupaten Gresik. “Sekolah Ramah Anak ini memberikan motivasi kepada sekolah untuk terus berbenah sehingga sekolah ramah anak ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata A.Syifaul Qulub. 

Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik Titik Ernawati  menambahkan bahwa Spenda ini sudah mendunia. “Di medsos beliau juga termasuk follower IG, FB, youtube dan website Spenda,” katanya. 

Sedangkan, Nur Laili mengatakan Deklarasi Sekolah Ramah Anak ini sangat bermanfaat efektif dan bagus ilmunya sangat berguna bagi sekolah, siswa dan orang tua. “Saya selaku perwakilan paguyuban berterima kasih kepada sekolah telah melibatkan wali murid untuk turut berpartisipasi dalam pemenuhan hak anak sekaligus saya berdoa semoga semua program Spenda,” ujarnya. (yad)

Spenda Gresik Launching JADIGURU, Aplikasi Jurnal Digital Guru Pertama di Gresik  Selengkapnya

Sayang Anak, Dispendik Gresik Larang Siswa SD-SMP Mengendarai Sepeda Listrik ke Sekolah 

GRESIK,1minute.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik resmi melarang penggunaan sepeda listrik bagi peserta didik pada tingkat SD dan SMP negeri maupun swasta di Kabupaten Gresik.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto dalam keterangannya menjelaskan, hal yang melatarbelakangi instansinya mengeluarkan surat edaran ini adalah adanya masukan dan keresahan dari berbagai pihak terkait penggunaan sepeda listrik oleh peserta didik.

“Ini dikuatkan juga dengan Permenhub No.45 tahun 2020 yang mengatur tentang penggunaan kendaraan yang berpenggerak motor listrik. Dengan adanya Permenhub ini, masyarakat kemudian mendorong Dinas Pendidikan mengkaji penggunaan sepeda listrik bagi peserta didik,” ujar usai menghadiri acara Bimbingan Teknik (Bintek) dan Deklarasi Sekolah Ramah Anak di UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pada Senin, 18 Maret 2024.

“Dari antisipasi ini, kita harapkan bersama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bagi peserta didik,” tegasnya.

DEKLARASI : Kepala Dinas Pendidikan Gresik S.Hariyanto (tengah) didampingi Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim (kanan) dalam Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di UPT SMP Negeri 2 Gresik pada Senin, 18 Maret 2024 ( Foto: Spenda Gresik untuk 1minute.id)

Dalam surat edaran Dinas Pendidikan Gresik tersebut, ada empat poin yang diatur. Diantaranya, larangan bagi peserta didik untuk membawa sepeda listrik untuk transportasi ke sekolah. Berikutnya, dijelaskan bahwa pihak sekolah berhak menyita sepeda listrik apabila peserta didik kedapatan membawa sepeda listrik ke sekolah.

Pihak sekolah juga akan memberikan teguran secara tertulis dan wali murid diharuskan menandatangani surat pernyataan agar peserta didik tidak melakukan pelanggaran lagi. Langkah terakhir, bagi peserta didik yang melanggar sebanyak tiga kali, akan disarankan untuk pindah sekolah ke lokasi terdekat.

Hariyanto juga merupakan langkah preventif bagi permasalahan dan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada peserta didik. (yad)

Sayang Anak, Dispendik Gresik Larang Siswa SD-SMP Mengendarai Sepeda Listrik ke Sekolah  Selengkapnya