Puncak HKG PKK, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Apresiasi Program PKK mulai Penurunan Stunting hingga Program Jaketku 

GRESIK,1minute.id – Puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 Kabupaten Gresik digelar di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Acara itu antara lain dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Gresik Shinta Puspitasari serta para kader PKK se-Kabupaten Gresik. 

Bupati Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi atas dedikasi para kader PKK yang telah berperan aktif dalam mendukung pembangunan keluarga dan masyarakat, terutama dalam upaya menekan angka stunting di daerah. Ia menegaskan bahwa PKK merupakan mitra strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi sosial.

“Harapan kita bersama, Kabupaten Gresik dapat menjadi daerah yang bebas dari stunting. Peran PKK sangat besar dalam mendukung program pemerintah melalui edukasi gizi, pola asuh, dan pemberdayaan keluarga. Terima kasih atas semangat para kader yang terus berkhidmat untuk masyarakat,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya. 

Selain membantu Pemkab Gresik dalam percepatan penuntasan program stunting, TP PKK yang diketuai oleh Nurul Haromaini Ali juga mendorong program Kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah (Jaketku) Gresik. Menurut Fandi Akhmad Yani, program ini merupakan wujud kepedulian PKK terhadap pendidikan masyarakat, khususnya untuk mengentaskan kasus putus sekolah di masyarakat.

“Program Jaketku merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan membuka kembali akses pendidikan, kita tidak hanya menghapus angka putus sekolah tetapi juga membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik,” imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Yani menegaskan, pentingnya semangat kolaborasi dan konsistensi kader PKK di seluruh jenjang agar terus menjadi motor penggerak kesejahteraan keluarga.

“PKK harus terus menjadi gerakan yang menghadirkan solusi bagi masyarakat. Setiap langkah dan program yang kita jalankan harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan keluarga dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Mudah-mudahan PKK Kabupaten Gresik mampu terus berperan aktif, berkarya, serta menjadi perempuan yang bermartabat di Kabupaten Gresik,” tutur ibu dua anak itu. 

Pada kesempatan itu, penyerahan penghargaan kepada desa dan kelurahan berprestasi dalam berbagai kategori kegiatan PKK. Serta, penyerahan piagam kepada Ketua TP PKK Desa Kisik, Kecamatan Bungah, berhasil meraih penghargaan Inovasi Kader PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 ini, serangkaian kegiatan telah dilaksanakan yakni Lomba Desa, Lomba Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM), Lomba BUMDes, Lomba Penyuluhan, hingga Lomba Vlog 10 Program Pokok PKK. Seluruh kegiatan tersebut menjadi ajang kreativitas kader PKK sekaligus wadah memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga. (yad)

Puncak HKG PKK, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Apresiasi Program PKK mulai Penurunan Stunting hingga Program Jaketku  Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik dan KBPPPA Gresik Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak 

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik dan Dinas KBPPPA Gresik menggelar  Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Aula Spenda Gresik pada Jumat, 18 Juli 2025. Sosialisasi di sekolah yang menyandang predikat Sekolah Ramah Anak (SRA) itu, menghadirkan pembicara antara lain, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali.

Kegiatan ini diikuti 75 siswa kelas IX dan guru di sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu. Sosialiasi yang dihadiri Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik A. Syifaul Qulub dan Ketua PGRI Gresik Bari Afita. Dan, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim.

Pada kesempatan itu, Nurul Haromaini Ali menjlentrehkan panjang lebar bagaimana cara Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di sekolah. Ning Nurul, sapaan akrabnya, menerangkan mulai definisi dan bentuk, dampak, Hak-Hak Perempuan dan Anak, Tanda-tanda Kekerasan, Cara Melaporkan Kekerasan hingga Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. 

Penyampaian dengan bahasa “keibuan” yang lemah lembut, penuh kasih sayang, dan perhatian dan mudah dipahami itu membuat siswa antusias mengikuti acara yang dimulai pukul 08.00 hingga pukul 11.30 WIB itu. Nurul Haromaini Ali mengatakan, banyak bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Bentuk-bentuk kekerasan seperti fisik, emosional, seksual, dan penelantaran,” kata istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini. 

FOTO BARENG : Pembicara dan peserta Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Spenda Gresik pada Jumat, 18 Juli 2025 ( FOTO: Spenda Gresik untuk 1minute.id)

Ia berharap sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang anti kekerasan pada perempuan dan anak. “Mari kita bekerja sama untuk menciptakan masyarakat yang lebih aman dan peduli terhadap kelompok rentan,” kata sarjana Ilmu Komunikasi Unair Surabaya ini.

Terpisah, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, sosialisasi ini diharapkan anak-anak mampu memilih teman dan hindari hal-hal negatif dan bermedia sosial dengan bijak,” kata Salim usai acara pada Jumat, 18 Juli 2025.

Pendidikan di keluarga, kata Salim, berperan penting dalam membentuk karakter anak, seperti nilai dan motivasi dari keluarga dapat pendidikan di keluarga sangat penting untuk membentuk anak menjadi pribadi yang baik, berpengetahuan, dan berkarakter.

Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak menjadi sangat penting bagi Spenda Gresik karena sedang berjuang untuk mengikuti seleksi Standardisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) Nasional. Di Gresik, kata Salim, ada sepuluh lembaga yang diusulkan mengikuti seleksi Standardisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) Nasional. “Mohon doanya, kami bisa masuk Standardisasi Sekolah Ramah Anak Nasional,” kata Salim. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik dan KBPPPA Gresik Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak  Selengkapnya

PKK dan Lintas OPD Bersinergi Lakukan Intetvensi Percepatan Penurunan Stunting di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar kegiatan Aksi Serentak Intervensi Percepatan Penurunan Stunting yang berlangsung di Posyandu PAUD Suci, Kecamatan Manyar pada Selasa, 25 Juni 2024.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini masalah gizi, memberikan edukasi pencegahan stunting dan melakukan intervensi segera bagi sasaran yang memiliki masalah gizi serta meningkatkan kunjungan cakupan sasaran pada ibu hamil, calon pengantin dan balita.

Aksi serentak intervensi percepatan penurunan stunting dilakukan karena pemerintah bertekad menurunkan angka stunting hingga nol persen. Pada awal pemerintahan Fandi Akhmad Yani angka stunting masih berada diangka 22 persen. Pada 2023, angka stunting turun menjadi 10 persen. 

Untuk percepatan penurunan stunting ini, pemerintah melibatkan sejumlah organisasi terkait, antara Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak atau KBPPPA Gresik ; Dinas Kesehatan alias Dinkes Gresik, Dinas Sosial atau Dinsos Gresik serta OPD lainnya. 

Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Nurul Haromaini Ali mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan dan komitmen pemerintah daerah dalam melakukan percepatan penurunan stunting di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

“Pelaksanaan kegiatan ini bukanlah upaya awal yang dilakukan oleh Pemkab Gresik dalam menangani persoalan stunting di daerah, tapi lebih kearah evaluasi komitmen keseriusan kita, bersama seluruh stakeholder dalam penanganan stunting yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat,” jelas Ning Nurul- sapaan akrab istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini.

Dalam kegiatan itu, Ning Nurul didampingi oleh Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati; Kepala Dinkes Gresik dr Mukhibatul Khusnah dan Kadinsos Gresik dr Ummi Khoiroh. 

Sementara itu, Camat Manyar Hendriawan Susilo Dalam sambutannya mengatakan berbagai penyebab dari adanya stunting di Kecamatan Manyar mendominasi dikarenakan masalah ekonomi, dan pola asuh orang tua.

“Kami mohon arahan dengan adanya intervensi serentak dan pelacakan stunting ini semoga dapat mengatasi masalah stunting yang dapat berdampak pada pertumbuhan balita di Kecamatan Manyar,” ujar Hendriawan. (yad)

PKK dan Lintas OPD Bersinergi Lakukan Intetvensi Percepatan Penurunan Stunting di Gresik  Selengkapnya

4 Pesan Penting Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Di Rakor TP PKK !

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani menitipkan empat program pemerintah kabupaten atau Pemkab Gresik kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik. Empat program itu adalah pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita stunting, menghidupkan kembali Posyandu, menjaga kestabilan inflasi, dan digitalisasi data dan informasi terkait PKK.

Hal itu diungkapkan dihadapan peserta Rapat Koordinasi atau Rakor Tim Penggerak PKK Gresik di Malang pada Selasa, 7 Mei 2024. Rakor itu mengusung tema “Bergerak Bersama Mewujudkan Keluarga Sejahtera Menuju Indonesia Maju” ini juga dihadiri diantaranya Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali.

Menurut Fandi Akhmad Yani, PKK mempunyai peran khusus dalam penurunan angka stunting di Kabupaten Gresik. Stunting yang awalnya ada di angka 24%, lantas turun menjadi 10%. Ini menjadi bukti kuat bahwa PKK memiliki semangat kuat dalam menurunkan angka stunting di Gresik.

“Terbaru, kemarin PKK melakukan MoU dengan Dinas Kesehatan di Kabupaten Gresik terkait pemberian PMT untuk balita stunting,” imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu. Pemberian PMT ini akan dikelola oleh PKK sesuai dengan data dan lokus balita stunting yang di breakdown hingga ke tingkat desa. Dalam pelaksanaannya, Saya berharap PKK cerdas melihat bahan pokok lokal dalam pemberian PMT,” imbuhnya.

Sebagai pendukung PMT, Gus Yani melanjutkan menginstruksikan pengaktifan kembali Posyandu secara masif se-Kabupaten Gresik. Ia pun secara khusus menginstruksikan kepada para camat untuk bisa berkolaborasi dengan kepala desa untuk mewujudkan hal tersebut. Dua hal ini, ditambah dengan komunikasi yang baik menjadi formula yang jitu dalam upaya penurunan angka stunting agar bisa memberikan dampak yang lebih besar lagi.

Tidak hanya berkaitan dengan anak-anak, PKK juga diharapkan memberikan peran dalam menjaga kestabilan inflasi daerah. Upaya ini sejatinya sudah dilakukan PKK salah satunya lewat program penanaman tanaman cabai.

“Ini sederhana namun kita harapkan bisa dilakukan dengan lebih masif dan reguler. Tidak hanya cabai, bisa juga secara bergiliran dicanangkan penanaman komoditas lain seperti tomat misal. Saya yakin PKK bisa melaksanakan,” pungkasnya. (yad)

4 Pesan Penting Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Di Rakor TP PKK ! Selengkapnya

Gus Yani dan Ning Nurul Hunting Stunting, Blusukan ke Kampung Tak Temukan Kasus Baru

GRESIK,1minute.id – Fandi Akhmad Yani dan Nurul Haromaini Ali hunting stunting di Desa Klampok, Kecamatan Benjeng pada Kamis, 30 November 2023. Bupati Gresik dan Ketua TP PKK Gresik itu melakukan pelacakan stunting  di dampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah dan Camat Benjeng Siti Sulichah.

Mereka blusukan dari kampung ke kampung. Sebab, mereka hakul yakin penanganan stunting harus di mulai dari desa. Melakukan pelacakan stunting bukan pekerjaan mudah. Apalagi, bila orang tua dan warga sekitar kurang peduli. Dalam pelacakan stunting ini, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dan Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini Ali tidak menemukan kasus baru stunting di Kecamatan Benjeng itu. 

Stunting adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak bila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Penyebab utama dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi pada seribu hari pertama kehidupan. Stunting menjadi ancaman terhadap kualitas hidup, baik dari sisi kecerdasan maupun kondisi kesehatan generasi penerus bangsa yang di gadang-gadang sebagai generasi emas pada 2045.

Dalam jangka panjang, anak stunting membawa dampak seperti kesulitan belajar, penyakit jantung dan pembulu darah, kemampuan perkembangan kognitif menurun, dan lemahnya daya tahan tubuh sehingga rawan terkena penyakit. Karenanya, Presiden Joko widodo menginstruksikan dengan lugas untuk mewujudkan angka prevalensi stunting 0%.

Di Kabupaten Gresik, persoalan stunting juga menjadi salah satu agenda pemerintahan Bupati Fandi Akhmad Yani. Berbagai upaya dilakukan dengan menggandeng semua pihak dalam “perang melawan stunting”. Hasilnya cukup menggembirakan, angka stunting yang awalnya 22% pada awal kepemimpinan Gus Yani, bisa ditekan menjadi 10% pada tahun 2023. Angka ini jauh dibawah target nasional yakni 14%. Namun, hal tersebut bukan menjadi “garis finish”, karena Kabupaten Gresik memasang target stunting 0%.

“Kita akan terus mendorong agar angka ini terus turun hingga Gresik merdeka stunting. Saya bersama bu wabup, dan Ketua TP PKK akan terus menyuarakan tentang stunting agar makin banyak orang yang mengerti apa itu stunting. Selain itu, dukungan dari dinas terkait juga tidak akan berhenti dalam memberantas stunting,” tegas Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Nurul Haromaini Ali menambahkan, temuan kasus stunting di Kabupaten Gresik merupakan hasil akhir dari berbagai persoalan yang kompleks. Ini lantaran banyak faktor yang menyebabkan terjadinya stunting pada anak.

“Faktor pertama adalah faktor ekonomi, dimana ini berkaitan erat dengan asupan gizi untuk anak. Berikutnya adalah faktor pola asuh orang tua ditambah dengan banyaknya mitos yang ada di masyarakat. Selain itu pernikahan dini juga menjadi salah satu penyebab stunting, dan yang lainnya adalah faktor lingkungan dan penyakit bawaan,” beber Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini Ali..

Dalam PKK,  penanggulangan stunting ada pada Kelompok Kerja (Pokja) 1 hingga Pokja 4. Pada Pokja 1, PKK Kabupaten Gresik berfokus pada pencegahan pernikahan anak. Sedangkan Pokja 2 berfokus pada penuntasan pendidikan lewat program Jaketku (Kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah).

Pada Pokja 3 berfokus pada penanganan sampah, dan Pokja 4 berperan secara langsung dalam kegiatan penanggulangan stunting lewat program Cekal Tanding (Cegah dan Tangkal Stunting) dengan kegiatan 10 indikator prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah tangga). Selain melakukan pelacakan stunting, kegiatan hari juga menjadi awal dalam program pemberian makanan tambahan bagi anak-anak dan ibu hamil hingga 30 hari kedepan. Dengan begitu, diharapkan angka stunting di Kecamatan Benjeng yang hanya ada 5 kasus stunting, tidak bertambah dan menjadi 0. (yad)

Gus Yani dan Ning Nurul Hunting Stunting, Blusukan ke Kampung Tak Temukan Kasus Baru Selengkapnya

Layanan Posyandu Semakin Gereget, Ketua TP PKK Gresik Kerahkan Kader Pantau Gizi Anak dan Bumil

GRESIK,1minute.id – Layanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) bakal semakin gereget. Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani, menegaskan siap menerjunkan kadernya dalam upaya optimalisasi layanan Posyandu.

“Posyandu, adalah suatu lembaga yang mempunyai prinsip dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat. Secara keanggotaan, Posyandu memiliki kader atas dasar keterpanggilan dan biasanya dimotori para kader PKK,” terang Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani Workshop Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu di Hotel Horison GKB pada Senin, 20 November 2023.

Dikatakan Ning Nurul, Posyandu dan PKK memiliki banyak persamaan baik dalam semangat maupun tujuan. Posyandu, memiliki fungsi dasar dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar pada ibu, bayi, dan balita memiliki irisan yang lekat dengan peranan PKK di masyarakat. Kegiatan itu diikuti oleh para kader Posyandu se-Kabupaten Gresik, kegiatan ini menjadi momen peneguhan sinergitas dua entitas dalam kesehatan dan pemberdayaan berbasis masyarakat tersebut. 

Pembangunan bidang kesehatan merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan 10 program pokok PKK, yakni pada Pokja IV dan bersinergi dengan Pokja I, II, dan III.

“Karenanya, saya menghimbau agar kader PKK untuk terus berkoordinasi dengan Puskesmas terkait pemantauan status gizi ibu hamil dan bayi/balita. Pemantauan ini meliputi pemantauan melalui Posyandu maupun kunjungan rumah atau janji temu. Semuanya kita lakukan dengan pendekatan Dasa Wisma,” tegasnya dalam acara yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Abu Hassan ini. (yad)

Layanan Posyandu Semakin Gereget, Ketua TP PKK Gresik Kerahkan Kader Pantau Gizi Anak dan Bumil Selengkapnya

10 Program Pokok PKK Melaju, Indonesia Maju 

GRESIK,1minute.id – Rapat koordinasi nasional (Rakornas) Kader PKK dan 10 Program Pokok PKK Melaju Menuju Indonesia Maju digelar di Jakarta. Rakornas yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri itu membahas sejumlah program yang sesuai tema “Kader PKK dan 10 Program Pokok PKK Melaju Menuju Indonesia Maju” itu.

Menurut Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad, rakornas bertujuan agar terinformasikannya kebijakan Kelembagaan dan Program Kerja PKK hasil Rakernas IX PKK 2021 secara operasional kepada Daerah.

Selain itu, terinformasikannya kebijakan dan program secara langsung kepada TP PKK Provinsi, Kabupaten, dan Kota agar terwujudnya persatuan dan kesatuan sebagai perekat keutuhan bangsa. “Melalui rakor ini diharapkan dapat tercapainya persamaan persepsi tentang kebijakan pemerintah dan Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) secara nasional,” ungkap Ning Nurul-sapaan akrab-Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani yang hadir dalam rakor tersebut pada Senin, 11 September 2023 lalu.

Selain membahas 10 program pokok PKK, juga tentang pengendalian angka stunting, Keseriusan dan keterlibatan TP PKK di tiap daerah terhadap penanganan stunting. Ning Nurul mengungkapkan, bahwa TP PKK Gresik sebagai mitra pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan stunting.

“Komitmen kami selaras dengan keinginan pemerintah dalam mengatasi permasalahan stunting di Kabupaten Gresik. Berbagai program terus kita lakukan untuk menuju Gresik bebas stunting,” pungkas istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini. (yad)

10 Program Pokok PKK Melaju, Indonesia Maju  Selengkapnya

Kerja Keras TP-PKK Gresik Ikut Serta Menurunkan Angka Stunting Berbuah Penghargaan Manggala Karya Kencana

GRESIK,1minute.id – Kerja keras Tim Penggerak PKK Gresik menurunkan angka stunting berbuah apresiasi. Apresiasi berupa penghargaan Manggala Karya Kencana dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) RI. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo kepada Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali di Griya Agung di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Selatan pada Selasa malam, 4 Juli 2023.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ikut menyaksikan pemberian apresiasi tersebut. Manggala Karya Kencana merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Pemerintah Pusat melalui BKKBN kepada sosok yang dinilai berdedikasi tinggi dan komitmen dalam pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana). 

Penghargaan dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-30 tingkat Nasional yang dipusatkan di Provinsi Sumatera Selatan.

“Syukur Alhamdulillah kita (TP-PKK,Red) sebagai mitra pemerintah Kabupaten Gresik mendapatkan penghargaan Manggala Karya Kencana dari BKKBN. Hal ini merupakan buah dari sinergitas dan kolaborasi kami dengan berbagai pihak dalam upaya penurunan angka stunting di Gresik,” kata Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini Ali. 

Penghargaan ini, lanjut ibu dua anak itu, menjadi dorongan semangat untuk semakin berkolaborasi. Sesuai arahan Menko PMK dan Kepala BKKBN, ke depan akan mulai bagaimana meningkatkan kualitas keluarga, khususnya mempersiapkan generasi berkualitas menyongsong Indonesia Emas 2045.

Ning Nurul menceritakan perkembangan angka stunting di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Pada 2021, angka stunting mencapai 23 persen. Setahun kemudian, turun menjadi 10 persen. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen bersama dan sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Gresik, TP-PKK serta kerjasama lintas sektoral. 

Ia juga menyampaikan, keberhasilan dalam penurunan angka stunting ini juga karena dukungan dari masyarakat Kabupaten Gresik. “Kami aktif turun ke masyarakat untuk memberikan pendampingan dan edukasi. Alhamdulillah masyarakat sangat antusias dan mendukung atas pemdampingan kami lakukan selama ini. Maka, penghargaan ini saya persembahkan pula untuk masyarakat Gresik,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diterima oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Gresik. Menurutnya, ini adalah prestasi yang membanggakan.

Bagaimana tidak, perjuangan yang dilakukan selama ini dalam upaya menurunkan angka stunting ternyata membuahkan hasil. Kami selaku pemerintah kabupaten Gresik juga turut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberhasilan tersebut.

“Memang benar, selama ini kami selalu intens dalam berkolaborasi kaitannya dengan upaya menurunkan angka stunting. Dan kolaborasi ini akan terus kami lakukan untuk terus menekan kasus stunting di Gresik,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Ia menuturkan, penghargaan ini hendaknya menjadi motivasi dan spirit untuk semakin meningkatkan semangat juang demi kepentingan masyarakat di Kabupaten Gresik. Pemkab Gresik memiliki kepedulian yang tinggi terhadap berbagai persoalan terutama pada sektor pengendalian penduduk serta upaya-upaya aksi Konvergensi Penurunan Stunting. “Apa yang kami lakukan ini semata-mata demi masyarakat di Kabupaten Gresik,” pungkasnya. (yad)

Kerja Keras TP-PKK Gresik Ikut Serta Menurunkan Angka Stunting Berbuah Penghargaan Manggala Karya Kencana Selengkapnya

Diinisiasi TP PKK Gresik, Program Jaketku Meluluskan 74 Wisudawan 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 74 peserta didik program Jaketku di wisuda di Gedung Nasional Indonesia (GNI). Mereka adalah peserta didik kejar paket A, B dan C. Wisuda perdana program Kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah (Jaketku) dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali serta Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto. 

Puluhan wisudawan berbagai jenjang pendidikan itu semringah. Sebab, mereka telah memiliki ijazah sekolah. Paket A atau setara SD ; Paket B alias setara SMP dan Paket C atai setara SMA.

Fandi Akhmad Yani berharap, dengan raihan ilmu yang didapat dari tuntasnya Program Jaketku 2022 bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat. “Pendidikan membantu seseorang dalam mencapai tujuan ekonomi dan sosial. Selain itu, pendidikan menjadi salah satu variabel utama dalam semua lini pembangunan nasional,” ujar Gus Yani-Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Senin, 12 Juni 2023.

Menurut dirinya, ada 4 hal dalam pendidikan. Pertama yaitu mendidik diri, kedua membangun karakter, ketiga mengatur perilaku, dan yang keempat untuk menjadikan pribadi yang baik. “Mudah-mudahan para wisudawan pada sore hari ini membawa perubahan kondisi ekonomi. Program ini menjadi stimulan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam rangka pengentasan kemiskinan,” ungkap Gus Yani dengan nada optimisme.

Mantan Ketua DPRD Gresik itu berharap kepada wisudawan untuk tidak berhenti sampai disini. Pemerintah akan berupaya mencarikan program untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, karena semua orang punya hak untuk belajar dan sukses.

“Kita perangi Gresik bebas dari anak putus sekolah. Mudah-mudahan program ini merubah keadaan sosial dan ekonomi di Kabupaten Gresik,” tandasnya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik S. Hariyanto dalam laporannya menyampaikan, program Jaketku telah dilaksanakan di 1 SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) dan 11 PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar). Ini sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 50 tahun 2022 atas perubahan nomor 88 tahun 2022.

Pada 2022, jelas Hariyanto,  peserta didik yang mengikuti kejar Paket A sebanyak 167 orang ; Paket B (472) dan Paket C (1.538). Pada 2023, kejar Paket A sebanyak 54 peserta didik ; Paket B (337) dan Paket C (1.179). Lulus dan di wisuda tahun 2022-2023, termasuk 4 orang dari Bawean. Paket A sebanyak 16, Paket B 26 dan Paket C 32 dengan jumlah keseluruhan 74.

Program Jaketku merupakan inisiasi dari tim penggerak PKK Kabupaten Gresik bersama Dinas Pendidikan, Dinas KBPP, Dinas Kominfo, dan Dinas Sosial Kabupaten Gresik. “Program ini menyasar anak-anak Gresik yang putus sekolah dengan tujuan anak-anak tersebut bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa menyelesaikan pendidikannya yang sempat tertunda,” terang Hariyanto.

Selain itu, lanjut Hariyanto, program Jaketku memberikan kejar paket sesuai dengan tingkat pendidikan terakhirnya yang terputus, hingga proses ujian untuk mendapatkan ijasah. 

“Dengan jargon “Meretas Ketertinggalan, Menjadi Insan Berilmu, Berdaya dan Sejahtera”. Mereka akan menjalani kegiatan belajar di SKB ataupun di PKB secara gratis, “tegasnya.

Sementara, salah satu wisudawan asal Desa Sokaoneng Kecamatan Tambak Marzuni mengatakan, awal mengenal program Jaketku dari sosialisasi Kepala Desa dan UPT TP PKK maka saya mengikuti kejar Paket B dan Alhamdulillah sekarang saya sudah di wisuda.

“ini teman-teman dari Bawean ada yang meminta bahwa program Jaketku kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah ini terus berlanjut,” harapnya. (yad)

Diinisiasi TP PKK Gresik, Program Jaketku Meluluskan 74 Wisudawan  Selengkapnya

Peringati HKG PKK, Gus Yani : Perempuan Gresik Memberikan Keteladanan Bagi Warga & Keluarga

GRESIK,1minute.id – Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik, menggelar Peringatan ke-51 Hari Kesatuan Gerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK) pada Rabu, 7 Juni 2023. Kegiatan digelar di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati itu dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Fandi Akhmad Yani mengatakan, PKK adalah tempat bagi perempuan yang berdaya, berkarya, dan inspiratif. Sehingga perempuan dapat memberikan keteladanan yang baik bagi warga, khususnya keluarganya.

“Artinya PKK punya peranan penting, baik dalam agama, bangsa, dan negara. PKK memiliki kekuatan yang bisa diberikan kepada masyarakat baik itu edukasi, sosialisasi, dan inspirasi untuk kehidupan keluarga,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani bupati di depan ratusan anggota TP PKK Gresik.

Berkaitan dengan perempuan berdaya, ia lanjutkan, Pemkab Gresik telah melakukan berbagai cara dalam mewujudkan impian tersebut. Salah satunya adalah program Bunda Puspa, yang mentargetkan perempuan berkeluarga dalam membangun ekonomi secara mandiri.

“Program Bunda Puspa ini adalah salah satu kunci, sehingga kita bisa bergerak membangun kekuatan ekonomi secara mandiri. Mudah-mudahan, PKK dapat terus bergerak bersama dalam mencapai target yang lebih baik. Karena hal ini juga merupakan visi misi dari PKK,” katanya. 

Peringatan ke-51 Hari Kesatuan Gerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK) ini mengusung tema “Bergerak Bersama Menuju Keluarga Sejahtera Dan Tangguh Wujudkan Indonesia Tumbuh”. Peringatan ini ada sejumlah isu lokal dan nasional yang harus di sikapi oleh para emak-emak. Diantaranya,  isu stunting, pemerataan pendidikan, dan pemberdayaan perempuan. 

Tujuannya, adalah menciptakan Gresik Zero stunting, penurunan tingkat anak putus sekolah, peningkatan ekonomi masyarakat, dan mewujudkan keluarga sejahtera. 

Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani mengatakan, peringatan kali ini jangan hanya menjadi pemanis saja. Perlu adanya tindak lanjut dan sinergi yang terus menerus dalam berkegiatan.

“Melalui momentum hari kesatuan gerak PKK ini, saya mengharapkan kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinan dan berhenti sampai di sini saja. Karena kegiatan PKK harus selalu membawa gelora. Yakni membawa semangat dan energi baru dalam PKK. Maka semangat ini harus menjadi dasar dalam kita bergerak bersama.” ucapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali mengatakan, PKK adalah mitra kerja pemerintah. Artinya, PKK harus mampu menjadi pelopor dan pembaharu yang inspiratif untuk masyarakat. Dengan ciri khasnya memakai pola pendekatan pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam berbagai aspek pembangunan.

“Karenanya, TP PKK Gresik haruslah mampu menjadi pelopor dan pembaharu yang inspiratif,” kata Ning Nurul-panggilan akrab-Nurul Haromaini Ali ini. Pola pendekatan pemberdayaan keluarga dan bertumbuh pada masyarakat, harus menjadi ciri khas TP PKK Gresik dalam berbagai aspek pembangunan.

“Saya sampaikan program PKK harus selaras dengan program pemerintah. Sehingga kita dapat bergerak bersama dengan bhakti dan karya nyata serta berkerja tampa pamrih untuk mewujudkan kesejahteraan dan Indonesia maju,” imbuh istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini. (yad)

Peringati HKG PKK, Gus Yani : Perempuan Gresik Memberikan Keteladanan Bagi Warga & Keluarga Selengkapnya